cover
Contact Name
Herri Purwanto
Contact Email
irwanto1969@gmail.com
Phone
+6282377151976
Journal Mail Official
deformasi.ts.pgri.plg@univpgri-palembang.ac.id
Editorial Address
Jalan Jenderal Ahmad Yani Lorong Gotong Royong 9/10 Ulu Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Deformasi
ISSN : 24774960     EISSN : 26217929     DOI : http://dx.doi.org/10.31851/deformasi
Core Subject : Engineering,
Jurnal Deformasi merupakan jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel tentang: Structural Engineering, Transportation Engineering, Geotechnical Engineering, Construction Engineering & Management, Water Resources Engineering, dan Urban Planning, yang diterbitkan dua kali dalam setahun (Juni dan Desember)
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2021): JURNAL DEFORMASI" : 7 Documents clear
Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Lindi Di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Simpang Kandis Kabupaten Ogan Komering Ulu Enda Kartika Sari; Lucyana Lucyana
Jurnal Deformasi Vol 6, No 1 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i1.5510

Abstract

ABSTRAK Air lindi  merupakan air dengan konsentrasi kandungan organik yang tinggi, terbentuk dalam landfill akibat adanya air hujan yang masuk. Cairan ini sangat berbahaya karena selain kandungan organiknya tinggi, juga mengandung unsur logam (seperti Zn, Hg). Setiap hari volume sampah yang dihasilkan di Kabupaten Ogan Komering Ulu mencapai sekitar 180 m3 perhari atau sampah mencapai 50 ton/harinya. Air lindi yang dihasilkan di bak penambungan semakin banyak dan berlimpah apalagi bila hujan terjadi terus menerus. Semakin bertambahnya timbunansampah setiapharinyaakan mempengaruhikinerja instalasi saluran air lindi,dan berpengaruh terhadap penampungandebitairlindiyangdihasilkandariTPAS Simpang Kandis Kabupaten Ogan Komering Ulu. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi instalasi pengolahan air lindi di TPAS Simpang Kandis Kabupaten Ogan Komering Ulu. Pengolahan dan analisis data yang dilakukan adalah menghitung besarnya debit lindi yang dihasilkan dari TPAS Simpang Kandis, dengan melakukan pengukuran secara langsung serta melakukan perhitungan debit lindi dengan metode rasional, mengevaluasi kondisi instalasi pengolah lindi eksisting, dan kinerja dari instalasi pengolah lindi dan mengoptimalisasi instalasi pengolah lindi TPAS Simpang Kandis Kabupaten Ogan Komering Ulu. Hasil yang didapatkan kondisi sampah dan air lindi TPAS Simpang Kandis Kabupaten Ogan Komering sudah melebihi dinding geotekstil. Pipa yang di rancang untuk kepermukaan tidak semuanya muncul di permukaan. Penimbunan tanah, waktu dan tinggi atau volume sampahnya tidak sesuai dengan Standar Operational yang sudah direncanakan
Pemanfaatan Limbah Batubara (Fly Ash) Sebagai Material Pengganti Agregat Kasar Pada Pembuatan Beton Ringan Ani Firda; Rosmalinda Permatasari; Indra Syahrul Fuad
Jurnal Deformasi Vol 6, No 1 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i1.5423

Abstract

ABSTRAK Sebagai salah satu bahan bangunan perkembangan beton beton saat begitu pesat, yang merupakan campuran pasir dan kerikilyang ditambah semen dan air. Beton ringan adalah beton yang memiliki berat jenis (density) maksimum sebesar 1.850 kg/m3. Pada proyek bangunan tinggi (high rise building) penggunaan beton ringan secara signifikan dapat mengurangi berat konstruksi. Beton ringan dapat dibuat dengan dengan mengganti agregat kasar maupun agregat halus dengan material yang berat jenisnya lebih ringan. Dalam penelitian ini, penulis menggunaan fly ash sebagai material pengganti aggregat kasar pembentuk beton. Fly ash yang merupakan limbah batubara akan dicampur dengan bahan kimia resin yang berfungsi sebagai pengikat dan perekat dengan perbandingan komposisi agregat 60% fly ash dan resin 40%. Hasil pengujian analisa saringan yang dilakukan terhadap agregat kasar buatan tersebut didapat gradasi agregat kasar adalah jenis kerikil atau koral untuk ukuran maksimum 20 mm dan berat jenisnya adalah 1891 kg/m3 dengan kuat tekan betonnya pada umur 28 hari sebesar 6,85 Mpa. atau mengalami penurunan dari beton normal sebesar 10,92 Mpa (38,55%). Sehingga disimpulkan bahwa beton dengan campuran agregat  fly ash 60% dan resin 40% ini belum dapat digunakan sebagai beton ringan struktural karena hasil kuat tekannya yang rendah dibanding dengan beton normal, sehingga hanya dapat digunakan untuk beton ringan non struktural
Pengaruh Penambahan Sabut Kelapa dan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Geser Tanah Arima Sefta; Adiguna Adiguna; Reffanda Kurniawan Rustam
Jurnal Deformasi Vol 6, No 1 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i1.5610

Abstract

ABSTRAK Tanah merupakan bagian terpenting bidang konstruksi teknik sipil karena hampir semua bangunan berdiri atau dibangun di atas tanah. Tanah lempung lunak adalah jenis tanah yang memiliki daya dukung rendah dan daya mampat yang tinggi serta memiliki  indeks plastisitas yang tinggi membuat tanah ini mempunyai prilaku mengembang jika terkena air sehingga disebut tanah ekspansif. Salah satunya adalah tanah merah di daerah Pakjo. Oleh karena itu, perlu beberapa alternatif untuk tanah tersebut menjadi mempunyai daya dukung dan kuat geser yang lebih baik, di mana dalam penelitian ini menggunakan campuran sabut kelapa dan abu sekam padi sebagai bahan tambahannya. Dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  apakah campuran limbah sabut kelapa dan abu sekam padi dapat meningkatkan nilai kuat geser tanah merah melalui pengujian direct shear dengan persentanse penambahan sebesar 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dengan skala laboratorium. Hasil pengujian tanah merah didapat kadar air (w) sebesar 27,70%, berat jenis tanah (Gs) 2,67, batas cair (LL) 63,35%, batas plastis (PL) 25,13%, dan indeks plastisitas (IP) 38,22%, dengan sistem klasifikasi USCS berupa tanah lempung (CH),dan sistem klasifikasi AASHTO adalah A-7-6 (clavey soils). Hasil pengujian pemadatan tanah standar asli didapat kadar air optimum 24,20 % dan berat isi kering optimum 1,634 gr/cm3. Hasil  pengujian direct shear didapat kuat geser (t) tertinggi terjadi pada tanah merah dicampur dengan sabut kelapa dan abu sekam padi sebanya 5% yaitu 100,5 kPa dengan nilai  kohesi (c) 20,75 kPa dan nilai sudut geser dalam (f) 45,37,01o
Pengaruh Penambahan Serbuk Biji Karet Terhadap Kuat Geser Tanah Merah Aliyan Saputra Jaya; Amiwarti Amiwarti; Reffanda Kurniawan Rustam
Jurnal Deformasi Vol 6, No 1 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i1.5209

Abstract

ABSTRAK Tanah merupakan bagian dari kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan-bahan organik. Tanah merah daerah Pakjo termasuk ke dalam jenis tanah lempung lunak dengan kuat geser yang rendah. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kuat geser tanah merah yang terjadi apabila ditambahkan serbuk biji karet ke tanah merah dengan persentase 5%, 10%, 15%, 20%, 25%. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan menggunakan pengujian pemadatan tanah dan pengujian kuat geser (direct shear). Dari hasil pengujian didapat bahwa tanah merah didaerah Pakjo Kota Palembang memiliki nilai kadar air (w) sebesar 27,70%, berat jenis tanah (Gs)  2,67, batas cair (LL)  63,35%, batas plastis (PL) 25,13%, dan indeks plastisitas (IP) 38,22%. Dan berdasarkan sistem klasifikasi USCS termasuk kedalam klasifikasi tanah lempung (CH), sedangkan berdasarkan sistem klasifikasi AASHTO adalah A-7-6 (clavey soils). Dengan pengujian pemadatan tanah standar (PTS) didapat kadar air optimum 24% dan berat isi kering optimum 1,634 gr/cm3. Dari pengujian direct shear disimpulkan bahwa tanah merah dicampur dengan serbuk biji karet sebesar 15% dapat meningkatkan kuat geser tanah merah dengan  kuat geser (t) sebesar 65,70 kPa, nilai  kohesi (c) 49,00 kPa dan nilai sudut geser dalam (f) 38,01o
Pengaruh Penambahan Limbah Serbuk Kayu Terhadap Kuat Tekan Paving Block Devi Meileni; Herri Purwanto; Agus Setiobudi
Jurnal Deformasi Vol 6, No 1 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i1.5614

Abstract

ABSTRAK Rantau Alai adalah wilayah di Kabupaten Ogan Ilir yang salah satu usaha penduduknya banyak membuat perlengkapan rumah tangga, dan hasil olahannya menghasilkan limbah serbuk kayu yang tidak dimanfaatkan dan diperlukan alternatif untuk mengatasi limbah tersebut dan salah satunya untuk bahan campuran pembuatan paving block. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan limbah serbuk kayu sebagai bahan campuran pembuatan paving block dengan variasi campuran 0%, 5%, 10% dan 15% melalui pengujian kuat tekan. Dalam penelitian ini akan melakukan pengujian sampel pada umur 7, 14 dan 28 hari dengan jumlah keseluruhan sampel sebanyak 60 paving block dengan variasi penambahan limbah serbuk kayu 0%, 5%, 10% dan 15% sebanyak 15 paving block untuk setiap variasinya. Dari hasil penelitian kuat tekan tertinggi dibanding dengan kondisi normal terjadi pada penambahan limbah serbuk kayu sebesar 10%, yaitu pada umur 7 hari dengan kuat tekan 78,38 kg/cm2 (26,91%),  umur 14 hari kuat tekan 82,24 kg/cm2 (12,49%),  umur 28 hari kuat tekan 127,68 kg/cm2 (10,55%). Sehingga penggunaan 10% limbah serbuk kayu daerah Rantau Alai sebagai campuran pada pembuatan paving block dapat meningkatkan kuat tekan sebesar 10,55% dengan nilai kuat tekan 127,68 kg/cm2
Optimalisasi Wilayah Pengaliran Booster Kenten Dengan Perhitungan Headloss Reni Andayani; Lega Reskita Lubis
Jurnal Deformasi Vol 6, No 1 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i1.5457

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan sehari-hari air bersih sebagai air minum bagi makhluk hidup sangatlah penting, dan perlu suatu analisis jaringan perpipaan untuk mencukupinya. Analisis jaringan perpipaan sangat komplek dan perhitungannya harus akurat. Sistem jaringan distribusi untuk air minum tentunya penggunaan pipa adalah yang utama, dimana perlu diperhatikan faktor kehilangan tinggi tekanan (headloss). Dan perlu diperhatikan debit dan tekanan yang terjadi, karena semakin besar debit dan kehilangan tinggi tekanan pipa, maka akan berdampak pada distribusi air yang tidak lancar. Kehilangan suatu energi adalah faktor yang berpengaruh terhadap kapasitas pipa sebagai sarana distribusi air, karena debit aliran air akan berkurang. Kehilangan energi disebabkan oleh koefisien gesek pada pipa, perubahan penampang penampang yang ada pada pipa, dan belokan pipa di sepanjang pipa yang digunakan dan panjang pipa juga dapat mempengaruhi kehilangan energi pada pipa. Pada tahun 2019 untuk wilayah pengaliran Booster Kenten pada jaringan pipa distribusi air bersihnya mengalami kehilangan tinggi tekan (hgs), dan yang terbesar pada pipa blok 5 yaitu 1,82 atm, sementara pipa blok 12 yang terkecil yaitu 0,01 atm dengan kehilangan tinggi tekan rata-rata 0,33 atm
Pengaruh Penambahan Limbah Serbuk Gergaji dan Kertas Terhadap Kuat Tekan Beton Tanpa Perlakuan Khusus Herri Purwanto
Jurnal Deformasi Vol 6, No 1 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i1.5515

Abstract

ABSTRAK Beton akan dapat mencapai mutu tertentu, sangat tergantung dari campuran beton yang digunakan, semakin bagus dan baik campuran beton yang digunakan, akan semakin baik dan bagus pula mutu beton yang dihasilkan. Tetapi dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan (lokasi pekerjaan) sering terjadi kecerobohan atau faktor yang tidak disengaja, sehingga campuran yang dibuat tercampur dengan material lain yang tidak diharapkan seperti limbah konstruksi atau limbah rumah tangga.Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah serbuk gergaji dan kertas terhadap kuat tekan beton tanpa perlakuan khusus. Dari hasil pengujian diperoleh kuat tekan beton normal (tanpa penambahan serbuk gergaji dan kertas) sebesar 144,46 kg/cm2, penambahan serbuk gergaji 5% dan kertas 5% kuat tekan 132,61 kg/cm2, penambahan serbuk gergaji 5% dan kertas 10% kuat tekan 89,28 kg/cm2, penambahan serbuk gergaji 5% dan kertas 15% kuat tekan 82.30 kg/cm2, penambahan serbuk gergaji 10% dan kertas 5% kuat gergaji 104.05 kg/cm2, penambahan serbuk gergaji 15% dan kertas 5% kuat tekan 110,67 kg/cm2. Dari hasil pengujian kuat tekan beton tersebut, terjadi penurunan kuat tekan dari setiap campuran, dan kuat tekan beton terbesar yaitu 132,61 kg/cm2 terjadi di komposisi campuran beton normal ditambah serbuk gergaji 5% dan kertas 5%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa campuran beton normal ditambah serbuk gergaji dan kertas dengan pelaksanaan tanpa perlakuan khusus tidak mencapai mutu beton K.175 adukan 1:2:3 yang diharapkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7