cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 18298966     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Gradasi Teknik Sipil diterbitkan pertama kali dengan nama Jurnal Teknik Sipil pada bulan Agustus 2004 dengan ISSN 1829 – 8966, yang diterbitkan oleh Unit Pengembangan dan Kerjasama Jurusan Politeknik Negeri Banjarmasin. Ruang lingkup makalah meliputi bidang Teknik dan Manajemen dengan konsentrasi Bidang Transportasi, Geoteknik, Struktur, Keairan dan Manajemen Konstruksi.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
PEMANFAATAN LIMBAH ABU BATU BARA SEBAGAI FILLER PADA LATASTON LAPIS AUS (HRS-WC) Rifanie Gazalie; Muhammad Fauzi; Riska Hawinuti; Muhammad Helmi
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v7i1.1540

Abstract

Penggunaan batu bara untuk sumber energi industri dan pembangkit listrik selain menghasilkan limbah buangan yang membutuhkan ruang untuk penimbunan, juga memunculkan kemungkinan pencemaran oleh limbah secara tidak sengaja. Limbah yang dihasilkan oleh proses pembakaran batu bara berupa Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dimana menurut PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menyatakan bahwa FABA sebagai hasil akhir dari pembakaran batu bara, bukan lagi termasuk kategori limbah B3. Hal ini membuka kesempatan yang lebih luas untuk pemanfaatan FABA sebagai bahan bangunan, subtitusi semen, jalan (bahan additif untuk campuran filler pada perkerasan lentur), bangunan serta restorasi tambang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan akibat pencampuran Bottom Ash sebagai filler terhadap sifat-sifat Lataston pada untuk campuran aspal HRS-WC. Pengujian material yang dilakukan adalah pengujian agregat, pengujian aspal dan pengujian campuran beraspas panas dengan alat Marshall serta Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 revisi 2. Pengujian yang dilakukan telah memenuhi spesifikasi dengan proporsi agregat campuran CA 13%, MA 0%, FA 71%, S 14% dan FF 2% dan menghasilkan kadar aspal optimum 6,90% dengan nilai kadar aspal efektif adalah 6,20%; VIM sebesar 3,758%; VMA sebesar 17,325%; VFB sebesar 78,421%, Stabilitas Marshall 876,991 Kg dan Marshall Quotient sebesar 269,209 Kg/mm.
ANALISA KAPASITAS SALURAN DRAINASE PADA JALAN SIMPANG SUNGAI MESA KOTA BANJARMASIN Fakhrurrazi Fakhrurrazi; Abdul Khaliq; Faryanto Effendi
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Banjarmasin merupakan wilayah yang penduduknya cukup padat khususnya pada Jalan Simpang Sungai Mesa, sering terjadi masalah saat musim hujan yaitu banyaknya genangan di jalan yang mengganggu aktivitas warga sekitar, dengan hal tersebut perlu adanya pengamatan lebih lanjut pada dimensi saluran drainase untuk menganalisa kapasitas saluran drainase dengan memperhitungkan pengaruh debit hujan. Dalam penentuan debit hujan rancangan diperlukan data hujan harian maksimum dari 3 pos hujan yang berada dekat lokasi penelitian. Kemudian dilakukan proses analisa frekuensi untuk mendapatkan tinggi hujan rancangan (sesuai luas catchment area). Setelah itu dilakukan perhitungan debit hujan rancangan (Qh) yang akan mengalir disaluran dengan memperhitungkan tata guna lahan. Untuk saluran dilakukan pengukuran dilapangan yaitu dimensi saluran, bahan saluran dan kemiringan saluran. Selanjutnya dihitung debit saluran (Qs). Bila Qs lebih besar dari Qh, maka saluran mampu mengalirkan aliran air hujan, dan tidak terjadi genangan pada lahan sekitar saluran (perlu hitungan lebih detail mengenai hujan periode ulang berapa yang bisa dialirkan pada saluran). Tetapi sebaliknya bila Qs lebih kecil dari Qh, maka perlu perbaikan atau perubahan dimensi saluran (perubahan pada tinggi saluran). Dari hasil perhitungan didapat Debit saluran eksisting (Qs) adalah 0,4409 m3/detik dimana nilainya lebih rendah dari Debit hujan rancangan periode ulang 2 tahun (Qh = 0,6965m3/detik) maka dari itu hasil tersebut Tidak Memenuhi Syarat (terjadi genangan dilahan sekitar saluran) dan perlu adanya perancangan ulang dimensi saluran drainase pada Jalan Simpang Sei Mesa Kota Banjarmasin. hasil perubahan rancangan tinggi saluran dari yang semula/eksisting 0,58 meter menjadi 0,86 meter dimana lebar saluran tetap yaitu 0,5 meter. Dimensi eksisting hanya mampu mengalirkan debit hujan periode ulang 1,08 tahun. Perancangan dimensi saluran ini didapat debit saluran lebih besar atau sama dengan debit hujan (Qsaluran lebih besar atau sama dengan Qhujan).
KAJIAN PARAMETER MARSHALL LIMBAH CANGKANG ALE-ALE SEBAGAI FILLER CAMPURAN LAPIS ASPAL BETON Ahmad Ravi; Betti Ses Eka Polonia
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proses perencanaan jalan, penggunaan material perkerasan menentukan kualitas mutu jalan yang dihasilkan. Bahan dasar untuk campuran aspal panas terdiri dari bahan agregat kasar, agregat halus, filler, dan aspal. Filler adalah suatu mineral agregat dari fraksi halus yang merupakan bahan non-plastis dan non-organik. Pada campuran aspal, filler berfungsi sebagai bahan pengisi rongga dalam campuran sehingga meningkatkan kepadatan dan ketahanan campuran serta meningkatkan stabilitas campuran. Penggunaan filler pada campuran aspal beton banyak diteliti untuk mendapatkan kinerja campuran yang baik dan ekonomis, namun untuk jenis bahan tertentu harganya dipasaran sudah mulai mahal dan susah ditemukan di daerah-daerah tertentu sehingga campuran aspal menjadi tidak ekonomis. Bagi masyarakat Kabupaten Ketapang, konsumsi ale-ale sebatas dagingnya, sehingga menghasilkan limbah cangkang yang banyak jumlahnya. Limbah cangkang ale-ale dapat bermanfaat dan digunakan sebagai filler dalam campuran aspal beton. Parameter Marshall pada campuran filler cangkang ale-ale 4% dan 8% yang memenuhi spesifikasi lapisan aspal AC-BC dan lapisan aspal HRS-WC adalah pada nilai kepadatan, nilai VMA, nilai stabilitas, nilai kelelehan, dan nilai MQ (Marshall Quotient). Parameter Marshall pada campuran filler abu batu 4% dan 8% yang memenuhi spesifikasi lapisan aspal AC-BC dan lapisan aspal HRS-WC adalah pada nilai kepadatan, nilai VMA, nilai stabilitas, nilai kelelehan, dan nilai MQ (Marshall Quotient).
INVESTIGASI KERUSAKAN PADA STRUKTUR GEDUNG PLASA TELKOM PADANG SIDEMPUAN Rachmat Hakiki
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v7i1.1637

Abstract

Investigasi pada gedung Plasa Telkom Padang Sidempuan dilakukan untuk mengetahui kelayakan dan keamanan gedung serta kekuatan strukturnya. Metode yang dilakukan dalam investigasi gedung meliputi survey awal, pengukuran, non-destruktif test, destruktif test dan penyelidikan tanah. Inspeksi visual termasuk mengamati deformasi yang disebabkan oleh kerusakan struktural yaitu dilakukan peyelidikan pada struktur pondasi dan element struktur. Berdasarkan hasil dari investigasi kerusakan pada sruktur gedung Plasa Telkom Padang Sidempuan dan setelah dilakukan analisis ulang terhadap struktur diperoleh mutu beton tidak memenuhi sebagai struktur bangunan tinggi. Pelat lantai mengalami vibrasi terjadi indikasi keretakan pada daerah bentang terpanjang, penulangan hanya 1 lapis, tebal pelat lantai 7 cm dan beton sudah mengalami pelapukan. Balok mengalami lendutan lebih dari 3 cm dimana seluruh elemen balok mengalami retak lentur dan luasan tulangan kurang dan terjadi indikasi keretakan di seluruh balok yang menandakan kurangnya tualangan minimum. Kolom mengalami kemiringan atau simpangan sebesar 4 cm, kemiringan kolom dapat dipengaruhi oleh gempa. Pondasi menggunakan pondasi tapak dari pasangan batu berukran 120 x 120 cm dan kedalaman 100 cm dimana penggunaaan pondasi dalam jangka waktu lama akan mempengaruhi kemiringan bangunan akibat beban gempa akibat pondasi dengan pasangan batu tidak mampu menahan gaya momen.
ANALISA BATUAN ANDESIT SEBAGAI PONDASI GEOLOGI BENDUNGAN TAPIN M. Amril asy'ari; Sofwan Hadi; Selo Bhuwono Kahar; Amir Rahman Radiani; Maharto Kristyiono; Rachmat Hidayatullah
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v7i1.1757

Abstract

Kabupaten Tapin dengan ibukotanya Rantau merupakan salah satu wilayah kabupaten di Propinsi Kalimantan Selatan yang lahan pertaniannya tergolong cukup potensial. Oleh karena itu guna menjamin tersedianya air untuk berbagai keperluan tersebut, terutama dalam mengatasi masalah rawan ketersediaan air dan sebagai faktor pendukung pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Tapin, maka disusun rencana pengembangan dan pemanfaatan sungai Tapin dengan membangun Bendungan. Peranan geologi dalam pembangunan waduk/bendungan sangatlah dibutuhkan, terutama dalam membantu pembangunan fisik bangunan. Peranan geologi dijalankan dengan melakukan pemetaan batuan pada daerah – daerah bendungan. Dari hasil pemetaan, dapat diberikan saran untuk kelancaran pekerjaan bangunan bendungan. Maksud dari penyelidikan geologi adalah untuk mengetahui aspek-aspek litologi (susunan) batuan, sifat fisik dan teknis dari tanah dan batuan pondasi bendungan yang akan dipergunakan untuk perencanaan teknis bendungan. Penyelidikan geologi yang telah dilakukan dengan metode pengamatan langsung dilapangan meliputi pengamatan kondisi tanah dan batuan pada bagian permukaan dan pengamatan kondisi batuan bagian bawah permukaan dengan mengamati batuan dari hasil pemboran coring batuan, kemudian dilakukan analisa uji kuat tekan batuan. Dari hasil uji kuat tekan batuan kemudian dimasukkan kedalam parameter Rock Mass Rating dan dilanjutkan ke analisa Kelas massa batuan menurut bobot total.  Berdasarkan hasil analisa kondisi batuan pada area Bendungan Tapin masuk kategori Batu Baik.
ANALISIS PENGARUH WAKTU TERHADAP REMBESAN DAN GERUSAN PADA SEKAT KANAL BENTANG 25 METER DENGAN UJI MODEL FISIK Rezalino Arlendo; Haiki Mart Yupi; I Made Kamiana
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekat kanal merupakan bangunan air untuk membantu memulihkan kembali keadaan air tanah pada lahan gambut agar tetap basah sehingga dapat mencegah potensi terjadi kebakaran pada lahan gambut. Sekat kanal yang terbuat dari kayu biasanya mengalami kerusakan, yaitu tergerusnya bagian hilir sekat kanal yang mengakibatkan konstruksi sekat kanal menjadi tidak stabil dan tidak berfungsi dengan baik. Pada penelitian ini mengamati lamanya waktu serta kecepatan yang mempengaruhi besarnya rembesan dan gerusan di bagian hilir sekat kanal, Pada model fisik sekat kanal yang terbuat dari bahan kayu. Serta mengamati variasi ketinggian air pada bagian hilir sekat kanal yang mempengaruhi gerusan. Pengamatan pada rembesan dilakukan selama 4 jam dengan kecepatan air sama dengan 0 m/dt dan diamati setiap 30 menit untuk melihat rembesan, dengan adanya penambahan ketinggian muka air dihilir. Sedangkan pengamatan pada gerusan di bagian hilir sekat kanal dilakukan selama 4 jam yang diamati tiap 2 jam berturut turut, dengan variasi waktu dan kecepatan serta tinggi muka air di hilir. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini terhadap rembesan yang terjadi, semakin lama waktu pengujian, maka rembesan berupa penambahan ketinggian air di hilir semakin bertambah, dengan nilai rembesan 22,2 cm dalam waktu 4 jam, sedangkan untuk gerusan bahwa lamanya waktu pengujian mempengaruhi kedalaman gerusan yang terjadi, nilai gerusan yang didapat adalah 3,5 cm selama 4 jam waktu pengujian, yaitu pada variasi pertama dengan perbedaan tinggi muka air di hulu dan di hilir sekat kanal adalah 10 cm.
ANALISIS KAPASITAS DRAINASE TERHADAP GENANGAN AIR PADA JALAN TRIP YUNUS KOTA PAGAR ALAM Fameira Dhiniati; Lily Endah Diansari; Rafiko Yuriansyah
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v7i1.1809

Abstract

Kota Pagar Alam terus mengalami perkembangan yang lebih maju, terutama dibidang infrastruktur. Hal ini dipengaruhi adanya laju pertumbuhan jumlah penduduk yang meningkat. Pertumbuhan penduduk mengakibatkan adanya peralihan fungsi lahan, lahan yang sebelumnya merupakan daerah resapan air beralih menjadi daerah perumahan ramai penduduk. Pada Jalan Trip Yunus Kota Pagar Alam merupakan salah satu daerah lokasi padat penduduk. Kondisi Perumahan yang padat penduduk tersebut saat terjadi hujan, maka saluran drainase tidak berfungsi secara optimal. Keadaan drainase ini dikarenakan adanya sedimentasi dan penumpukan sampah warga. Penelitian ini bertujuan menganalisis besarnya debit limpasan yang terjadi di daerah Jalan Trip Yunus Kota Pagar Alam. Metode yang digunakan metode rasional dalam menghitung aliran limpasan, perhitungan curah hujan menggunakan analisis frekuensi, perhitungan kapasitas saluran dengan rumus manning. Dari hasil analisis didapat bahwa luas DAS adalah 14,1068 ha. Berdasarkan hasil perhitungan, debit limpasan periode ulang 10 tahun adalah 13,05 m3/det dan kapasitas saluran drainase yang ada sebesar 13,91 m3/det. Disimpulkan bahwa saluran drainase yang ada dapat menampung debit rencana, sehingga penyebab terjadinya banjir adalah sampah yang menumpuk di saluran drainase karena sebagian kawasan merupakan kawasan pasar tradisional.
KINERJA U-TURN DI RUAS JALAN GEORGE OBOS - SISINGAMANGARAJA KOTA PALANGKA RAYA Cahyo Hadi Panoto; Ina Elvina; Murniati
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v7i1.1848

Abstract

Putaran balik (U-turn) adalah fasilitas jalan untuk kendaraan yang ingin mengubah arah perjalanannya. Akan tetapi, pergerakan memutar arah kendaraan pada U-turn akan menyebabkan kecepatan kendaraan yang searah menjadi rendah sehingga dapat menimbulkan kepadatan di ruas jalan.Lahan di sekitar lokasi ini dipergunakan sebagai area komersial seperti rumah makan, kafe, dan pedagang kaki lima yang berpotensi mengakibatkan kepadatan lalu lintas.Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja U-Turn serta tingkat pelayanan jalan di lokasi penelitian. Dengan demikian, perlu dilakukan analisis pelayanan jalan dan kinerja U-Turn di lokasi ini meliputi pengukuran geometri jalan, volume lalu lintas, hambatan samping, dan waktu tempuh kendaraan yang melakukan U-Turn menggunakan metode MKJI 1997. Dari analisis data, dapat disimpulkan untuk waktu tempuh rata-rata kendaraan terbesar saat melakukan U-Turn adalah 27,19 detik, dengan kecepatan kendaraan sebesar 6,62 km/jam dan panjang antrian kendaraan sepanjang 26 meter. Selain itu, didapatkan pula nilai volume lalu lintas sebesar 1622,4 smp/jam, nilai kapasitas 5821,2 smp/jam, nilai tundaan kendaraan sebesar 2,84 det/smp serta nilai derajat kejenuhan 0,56. Dari hasil tersebut, tingkat pelayanan jalan dapat dikategorikan ke kelas C di mana arus stabil tetapi kecepatan gerak kendaraan dikendalikan.
ANALISIS RUTE TERBAIK MENGGUNAKAN SHORTEST ROUTE PROBLEM UNTUK MEMINIMALISIR WAKTU TEMPUH TRANSPORTASI Muhammad Chaiddir Hajia
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v7i2.1779

Abstract

Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui rute terbaik yang dapat meminimalkan waktu tempuh transportasi pada jalur Pasar Wameo menuju Lippo Plaza Buton. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dalam 2 tahap yaitu pertama studi lapangan dilakukan dengan segera menuju lokasi penelitian dan mengajukan persoalan penentuan rute dari lokasi awal yaitu Pasar Wameo ke Lippo Plaza Buton, guna mempersingkat waktu perjalanan transit. Untuk tahap pengolahan dan pembahasan data hal yang dilakukan adalah mengambil data jarak setiap rute dengan menggunakan bantuan google maps selanjutnya melakukan pengambilan dan pengolahan data waktu tempuh dan tahap akhir adalah pengambilan data kecepatan dari titik awal sampai titik akhir. Hasil penelitian ini adalah untuk kenderaan motor untuk waktu siang rute  dengan waktu tempuh 7,11 menit dengan kecepatan rata-rata 32,58 km/jam yang memiliki total jarak tempuh 3860 m, yaitu Pasar Wameo-Jl. Raja Wakaaka -Jl. Murhum-Jl. Kartini ( Jembatan Gantung) -Jl. Yos Sudarso-Jl. Leter Buton-Jl. Cut Nya Dien -Jl. Sultan Hasanuddin.  
KLASIFIKASI MASSA BATUAN PADA TEROWONGAN PENGELAK BENDUNGAN JRAGUNG DENGAN METODE RMR DAN Q-SYSTEM Angga Setiawan Pamungkas; Eka Bogi Anisa; Kusrin Kusrin; Hendra Masvika; Andie Julian Arfa
Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Desember 2023
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v7i2.1784

Abstract

Bendungan adalah bangunan yang terdiri dari urugan tanah atau batuan. Bangunan ini berfungsi untuk menahan laju air dari waduk atau danau, sebagai pembangkit listrik serta tempat rekreasi masyarakat. Bendungan Jragung terletak di desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang. Dalam pembangunan bendungan ini diperlukan suatu bangunan pengelak yang berfungsi untuk mengelakan air sungai pada saat mengerjakan konstruksi bendungan utama. Pada pelaksanaan terowongan pengelak membutuhkan analisis klasifikasi batuan serta litologi batuan di lapangan dengan menggunakan metode Rock Mass Rating (RMR) dari Bieniawski 1989 untuk mengetahui kondisi litologi batuan beserta klasifikasinya. Selain itu digunakan metode Rock Mass Quality (Q)-System sebagai pembanding. Berdasarkan hasil analisis yang membandingkan dua metode menghasilkan batuan yang memiliki klasifikasi massa batuan fair rock yang termasuk dalam kategori III dengan nilai RMR antara 41- 60 dengan stand up time ± 24 jam sampai dengan ± 28 jam dan good rock yang termasuk dalam kategori II dengan nilai RMR 60-80 dengan rekomendasi pemasangan steel ribs dengan jarak 1,5 m pada metode RMR. Sedangkan pada metode Q-System menghasilkan klasifikasi massa batuan fair rock dengan panjang rockbolt pada penyangga terowongan 3 m serta ketebalan shotcrete 40-100 m tanpa tulangan dengan jarak rockbolt yaitu 2 m-2,3 m.