cover
Contact Name
Slamet Hariyanto
Contact Email
publiciana@unita.ac.id
Phone
+6285259884770
Journal Mail Official
publiciana@unita.ac.id
Editorial Address
Jl. Kimangunsarkoro Beji, Jl. Dusun Krajan, Dusun Krajan, Sobontoro, Kec. Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66233
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Publiciana
ISSN : 19790295     EISSN : 25027336     DOI : https://doi.org/10.36563/p.vxx.ixx.xxx
Core Subject : Social,
Publiciana adalah jurnal ilmu-ilmu sosial yang diterbitkan oleh Universitas Tulungagung. Jurnal Publiciana diterbitlan dua kali dalam satu tahun yaitu bulan November dan Juni. Jurnal Publiciana memuat artikel ilmiah berupa kajian teoritis dan praktis,hasil penelitia ,dan kajian masalah sosial,politik dan humaniora.Jurnal Publiciana bertujuan untuk mewadahi civitas akademika fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Tulungagung serta praktisi dan akademisi dari perguruan tinggi
Articles 154 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN KEMISIKINAN Dwi Iriani Margayaningsih
Publiciana Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan haruslah menempatkan rakyat sebagai pusat perhatian proses pembangunan harus menguntungkan semua pihak. Masalah kemiskinan yang merupakan kelompok rentan dan meningkatnya pengangguran perlu mendapat perhatian utama karena bisa menjadi penyebab instabilitas yang akan membawa pengaruh negative seperti bangsanya ikatan-ikatan sosial dan melemahnya nilai-nilai serta hubungan antar manusia.Karena itu untuk meningkatkan pertumbuhan yang adil tanpa mengecualikan rakyat miskin diperlukan kemandirian dengan cara membudayakan masyarakat dengan potensi yang dimiliki agar dapat dikembangkan.
PEMBERDAYAAN DAN SOCIAL CAPITAL PADA PETANI TEMBAKAU DALAM PERSPEKTIF ADMINISTRASI PUBLIK Muharsono Muharsono
Publiciana Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil analisa kesejarahan pola produksi tembakau dan pola hubungannya yang dibangun dalam aksi, reaksi dan jaringan untu
PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DI INDONESIA Anang Sugeng Cahyono
Publiciana Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi membawa sebuah perubahan dalam masyarakat. Lahirnya media sosial menjadikan pola perilaku masyarakat mengalami pergeseran baik budaya, etikan dan norma yang ada. Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar dengan berbagai kultur suku, ras dan agama yang beraneka ragam memiliki banyak sekali potensi perubahan sosial. Dari berbagai kalangan dan usia hampir semua masyarakat Indonesia memiliki dan menggunakan media sosial sebagai salah satu sarana guna memperoleh dan menyampaikan informasi ke publik. Oleh sebab itu penelitian ini memiliki rumusan masalah sebagai berikut: apa pengertian media sosial, apa dampak media sosial terhadap masyarakat di Indonesia dan apa pengaruh media sosial terhadap perubahan sosial masyarakat di Indonesia.  Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian deskriptif adalah salah satu jenis penelitian yang tujuannya untuk menyajikan gambaran lengkap / eksplorasi dan klarifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial.Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Dampak positif dari media sosial adalah memudahkan kita untuk berinteraksi dengan banyak orang, memperluas pergaulan, jarak dan waktu bukan lagi masalah, lebih mudah dalam mengekspresikan diri, penyebaran informasi dapat berlangsung secara cepat, biaya lebih murah. Sedangkan dampak negatif dari media sosial adalah menjauhkan orang-orang yang sudah dekat dan sebaliknya, interaksi secara tatap muka cenderung menurun, membuat orang-orang menjadi kecanduan terhadap internet, menimbulkan konflik, masalah privasi, rentan terhadap pengaruh buruk orang lain. Adanya media sosial  telah mempengaruhi kehidupan sosial dalam masyarakat. Perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial dan segala   bentuk   perubahan-perubahan   pada   lembaga-lembaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem  sosialnya,  termasuk  didalamnya nilai-nilai,  sikap  dan  pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Perubahan sosial positif seperti kemudahan memperoleh dan menyampaikan informasi, memperoleh keuntungan secara sosial dan ekonomi. Sedangkan perubahan sosial yang cenderung negatif seperti munculnya kelompok – kelompok sosial yang mengatasnamakan agama, suku dan pola perilaku tertentu yang terkadang menyimpang dari norma – norma yang ada.
ONE TWO LEADERSHIP Chozin Dahlan
Publiciana Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dalam kehidupan keseharian komunitas manusia, serupa dengan kata “pemimpin” dan seringkali dipergunakan secara silih berganti, se-akan tidak ada perbedaannya, sekalipun kesamaan, adalah kata “pimpinan dan pemimpin atau kepemimpinan”. Term pimpinan pada dasarnya mengarah pada sebuah badan atau unit-lembaga dalam suatu struktur organisasi yang jelas dan dibatasi oleh waktu dengan tegas, seperti bupati, gubernur, presiden, ketua partai dll.Sementara konsep pemimpin atau kepemimpinan mengarah pada suatu sifat atau bakat pada seseorang dalam komunitas tanpa struktur yang tegas dan tidak dibatasi oleh waktu yang jelas, misalnya kepala suku, kyai, ulama, dukun, rahib, pendeta dll biasanya dibatasi sampai beliau meninggal atau bahkan pada pemimpin tertentu yang sudah meninggalpun masih dianggap sebagai seorang pemimpin, karena pengaruhnya masih sangat kuat dan luar biasa, misalnya seorang Nabi atau pemimpin agama. Kesamaan anggapan-pengertian yang demikian ini dapat mengacaukan pemikiran, sikap dan perilaku, yang akan berakibat pada kekacauan tindakan seseorang dan atau masyarakat, karena kedua istilah atau kata  tersebut mempunyai akar kata, arti dan perpekstif yang berbeda.Kepemimpinan bersumber pada unsur-ciri yang terdapat dalam diri seseorang,  unsure atau ciri yang dapat membawa keterpengaruhan pada orang lain atau komunitas untuk mengikuti, sumber legitimasi tersebut bisa berawal dari genetika, interaksi social atau kekuatan menghadapi tantangan lingkungan, seberapa besar keterpengaruhan tersebut tergantung pada pemeliharaan sang pemimpin dan kebutuhan individu komunitas. Situasi dan kondisi lingkungan mempunyai peranan yang sidnifikan, seperti yang terungkap dalam budaya yang berkembang, yang sejalan pula dengan perubahan sebagai makna kehidupan bermasyarakat.
PEMBENTUKAN DESA WISATA PADA JALUR LINGKAR WILIS KABUPATEN TULUNGAGUNG ( Studi di desa Gambiran Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung) Nunun Nurhajati
Publiciana Vol. 10 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                ABSTRAKBerbagai potensi dan daya tarik wisata dikembangkan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah bahkan desa yang dikembangkan agar masyarakat mendapat manfaat terkait potensi desa yang ada dengan menjadikannya kawasan desa wisata. Desa wisata merupakan salah satu bentuk penerapan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.  Pengembangan desa wisata yang berbasis lokal memerlukan kepedulian dan partisipasi masyarakat sendiri untuk senantiasa berinovasi dan kreatif dalam mengembangkan desanya.Masalah yang diteliti adalah tentang upaya pembentukan desa wisata dan faktor-faktor yang menjadi pendorong dan penghambat di dalam pembentukan desa wisata di desa Gambiran kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung.Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian deskriptif kualitatif karena peneliti ingin memberikan gambaran yang jelas tentang upaya pembentukan desa wisata.Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan partisipasi masyarakat di dalam pembentukan desa wisata sehingga masyarakat merasa memiliki. Meskipun partisipasi masyarakat masih sebatas partisipasi tenaga bukan pemikiran dan keterlibatan di dalam kepengurusan kelembagaan desa wisata.
PERANAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN TULUNGAGUNG DALAM PENANGGULANGAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA Angkasawati Angkasawati
Publiciana Vol. 10 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                    ABSTRAKPenyalahgunaan narkoba dapat terjadi pada siapa saja. Bagi sebagian masyarakat tentu penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba memiliki nilai bisnis yang tinggi. Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masaanak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya.Narkoba adalah singkatan dari Narkotika Psikotropika dan bahan Adiktif lain, adalah obat bahan atau zat yang jika masuk dalam tubuh berpengaruh pada fungsi tubuh, terutama otak. Narkoba termasuk bahan adiktif karena menimbulkan ketergantungan dan tergolong zat psikoaktif, artinya berpengaruh pada kerja otak dan mengubah perilaku pemakainya.Melihat perkembangan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di tanah air yang merisaukan dan merupakan ancaman serius terhadap kelangsungan hidup bangsa dan masa depan bangsa, diperlukan  perhatian dan tindakan yang sungguh-sungguh dari semua pihak secara terpadu dan berkesinambungan.BNN merupakan lembaga pemerintah non structural yang bertanggung jawab dan berada dibawah Presiden yang bertugas melaksanakan pencegahan dan pemberantasan narkoba dengan membentuk satuan tugas yang terdiri dari unsur-unsur instansi pemerintah terkait. Dengan adanya BNN Kabupaten merupakan langkah tepat untuk menanggulangi penyakit di dalam masyarakat akibat penyalahgunaan narkoba secara lebih kompleks.Pencegahan atau upaya-upaya dilakukan antara lain dengan penyuluhan/sosialisasi baik dikalangan pelajar dan mahasiswa. Program tersebut dilakukan untuk meningkatkan koordinasi pelaksanaan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Pencegahan dan pemberantasan narkoba tentunya membutuhkan dukungan dari semua lapisan masyarakat dimulai dari kalangan birokrasi, dunia pendidik, tokoh agama/masyarakat luas. Semua itu sesuai dengan keberadaan Inpres 12 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Kebijakan dan Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.
SERTIFIKASI DOSEN DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PUBLIK FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS TULUNGAGUNG Andri Wahyudi
Publiciana Vol. 10 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                   ABSTRAKSertifikasi dosen atau lebih populer disebut dengan istilah Serdos  adalah merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia dengan meningkatkan kompetensi dosen. Yang dimaksud dengan Sertifikasi disini adalah suatu proses pemberian setifikat pendidik kepada dosen oleh Pemerintah setelah dosen mengikuti beberapa prosedur penilaian sebagaimana diatur dan tertuang dalam UU No. UU 14 Tahun 2005 tentang Guru & Dosen serta tertuang dalam  PP No. 37 Tahun 2009 tentang Dosen.Pada hakikatnya sertifikasi dosen diberikan oleh pemerintah mempunyai beberapa tujuan diantaranya adalah : 1. Menilai profesionalisme dosen guna kelayakan dosen dalam melaksanakan tugas, 2. Melindungi profesi dosen sebagai agen pembelajaran di perguruan tinggi, 3. Meningkatkan proses dan hasil pendidikan, 4. Mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional, 5. Meningkatkan kesadaran dosen terhadap kewajiban menjujung tinggi kejujuran dan etika akademik terutama larangan plagiasi. Selain hal tersebut diatas dengan diberikannya sertifikasi dosen diharapkan adanya peningkatan kualitas pembelajaran selanjutnya juga akan diikuti peningkatan kualitas pendidikan termasuk peningkatan kualitas dosen serta adanya peningkatan kesejahteraan dosen.Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Lokasi penelitiannya di Program Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tulungagung dengan jenis dan sumber data yang dipakai Data Primer yaitu Struktural Fakultas, Dosen penerima Sertifikasi Dosen, Tenaga Kependidikan dan Mahasiswa. Untuk data sekundernya yaitu data bkd-lkd dosen data prestasi akademik mahasiswa/KHS, data lulusan/masa studi/IP/masa tunggu alumni. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angket/ kuisioner, observasi , wawancara, dokumentasi sedangkan analisa datanya menggunakan model interaktif seperti  yang dikemukakan oleh Miles & Huberman (2002 : 23). 
ANALISIS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP MUTU PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR UPTD PUSKESMAS BEJI KECAMATAN BOYOLANGU KABUPATEN TULUNGAGUNG Slamet Hariyanto
Publiciana Vol. 10 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                 ABSTRAKKesehatan adalah hak dan investasi, semua warga negara berhak atas kesehatannya. Pelayanan kesehatan terhadap segenap warga negara adalah menjadi tanggung jawab pemerintah seperti yang diamanatkan dalam undang-undang. Salah satu bentuk pelayanan kesehatan adalah pelayanan publik. Namun tidak dapat dipungkiri bila pelayanan kesehatan khususnya dari sektor publik masih banyak kendala dan hambatan terutama dalam hal mutu pelayanan.Permasalahan dari penelitian ini adalah; 1) bagaimana tingkat kepuasan masyarakat terhadap mutu pelayanan publik di UPTD Puskesmas Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung?, 2) bagaimanakah tingkat mutu pelayanan publik di UPTD Puskesmas Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung?Pelayanan kesehatan terhadap segenap warga negara adalah menjadi tanggung jawab pemerintah seperti yang diamanatkan dalam undang-undang. Salah satu bentuk pelayanan kesehatan adalah pelayanan publik. Moenir (1992) mengemukakan bahwa pelayanan publik adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan landasan faktor material melalui sistem, prosedur dan metode tertentu dalam usaha memenuhi kepentingan orang lain sesuai dengan haknya. Pelayanan publik merupakan tanggungjawab pemerintah dan dilaksanakan oleh instansi pemerintah, baik itu di Pusat, di Daerah, dan dilingkungan Badan Usaha Milik Negara. Pelayanan publik berbentuk pelayanan barang publik maupun pelayanan jasa. Hasil penelitian   tingkat kepuasan masyarakat menunjukkan  pada kategori baik, mutu pelayanan publik kategori baik dengan memperthatikan unsur kecepatan pelayanan, unsur keadilan, unsur kedisiplinan,  unsur kepastian biaya pelayanan serta kepastian jadwal pelayanan merupakan unsur yang masih perlu untuk ditingkatkan.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara umum nilai unsur pelayanan di UPTD Puskesmas Beji Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung sudah baik walaupun masih diperlukan  peningkatan kinerja dari para petugas .
UPAYA PEMERINTAH KABUPATEN DALAM MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN KOTA PADA PROGRAM ADIPURA Dwi Iriani Margayaningsih
Publiciana Vol. 10 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                        ABSTRAKPenghargaan Adipura merupakan salah satu program pemerintah Indonesia untuk mendorong pemerintah daerah mewujudkan kota yang berkelanjutan baik secara ekologis, sosial, dan ekonomi dengan tetap mendorong prinsip-prinsip Good Governance. Lingkungan yang hijau, indah, dan menarik sebagai salah satu komponen penilaian, memiliki bobo ttinggi, aspek in ikemudian menjadi focus perhatian pemerintah daerah di berbagai kota yang ingin memperoleh penghargaan Adipura.   ,Kota jika tidak dikelola dengan baik, sebaliknya kota akan menjadi pusat “malapetaka” (urban ills), seperti kemacetan (pencemaran udara, kebisingan, ISPA, dan stress), banjir (krisis air bersih, rob, abrasi, dan penurunan muka tanah), permasalahan sosial (kampong kumuh, kriminalitas, pengangguran, dan kesenjangan kaya-miskin), serta tata ruang (infrastruktur, transportasi, sampah, dan limbah).            Oleh karena itu kota dituntut kompetitif dan layak huni sehingga muncul berbagai konsep kota, seperti kota kreatif (creative city), kota hijau (green city, garden city, danecocity), kota layak huni (liveable city), kota cerdas (smart city), dan kota berketahanan/ tangguh (resilient city). Sehingga kota dengan pembangunan yang berkelanjutan, dapat mewujudkan kesadaran kolektif akan keterbatasan sumberdaya alam dan lingkungan untuk menopang pembangunan di masa mendatang.
PELAYANAN PUBLIK DALAM PERSPEKTIF NPM Muharsono Muharsono
Publiciana Vol. 10 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

                                                  ABSTRAKPelayanan dalam sektor publik lebih berorientasi pada atasan, membelanjakan dari pada menghasilkan sehingga kurang memperhatikan kepentingan dinamika dan mobilitas masyarakat. Konsep NPM berupaya memasukkan unsur privat kedalam sektor publik sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan pendapatan disektor publik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan transportasi publik, upaya untuk meningkatkan pendapatan, strategi yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Dinas Perhubungan Kabupaten Tulungagung serta merekomendasikan model pelayanan transportasi publik dalam perspektif NPM. Kajian pelayanan dalam perspektif NPM ini diharapkan dapat mengutakan aplikasi NPM dalam sektor publik sehingga pendekatan NPM benar-benar dapat berkembang disemua sektor publik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, pendekatannya studi kasus sehingga mampu merekontruksi teori yang bermula dari data yang ada.Hasil temuan dalam penelitian menunjukkan bahwa perspektif NPM telah dipernekalkan di Dishub Kabupaten Tulungagung namun belum dilaksanakan secara maksimal. Pelayanan transportasi publik dalam perspektif NPM sangat ditentukan dari: 1) Kualitas pelayanan yang diukur melalui realiability, responsibility, empathy, accountability dan comfort yang ditetapkan sesuai keinginan masyarakat dan konsisten dalam pelaksanaan dan pemberian sanksi jika terjadi pelanggaran 2) Upaya peningkatan pendapatan yang ditentukan oleh identifikasi sumber-sumber penerimaan yang berasal dari retribusi ijin usaha/trayek, pengujian kendaraan bermotor, parkir, terminal dan hasil pengelolaan bus sekolah. Upaya untuk meningkatkan pendapatan dilakukan dengan intensifikasi dan ekstensifikasi. 3) Strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dilakukan dengan a) Revitalisasi organisasi untuk mencapai format organisasi yang sesuai antara tugas dan tanggung jawab melalui reformasi struktur dan peningkatan kompetensi sumberdaya manusia (SDM) yang profesional b) Meningkatkan partisipasi masyarakat baik internal maupun eksternal untuk terlibat dalam pelayanan publik. c) meningkatkan fasilitas pendukung 4) Faktor yang mendukung adalah lingkungan kelembagaan, kondisi sumberdaya aparatur birokrasi dan insentif yang harus dimanfaatkan dalam pelayanan. Sedangkan faktor yang menghambat adalah budaya patrimonial, perkembangan tehnologi dan harga/tarif yang harus dikendalikan agar mempu meningkatkan kualitas pelayanan Dishub Tulungagung.Penelitian ini merekomendasikan model pelayanan publik dalam perspektif NPM sebagai berikut: 1) Mendasarkan pada konsep yang relevan yaitu konsep NPM dan pelayanan publik 2) Menekankan pada manajemen yang berorientasi pelayanan publik yang dikembangkan NPM dari makna managerialisme yang merujuk pada pengelolaan sektor swasta ke sektor publik dengan menekankan pada pelayanan yang berkualitas dan berorientasi pada hasil. 3) manajemen pelayanan publik mencakup proses pelayanan, strategi pencapaian kepuasan publik dan pendapatan bagi Dishub Tulungagung. 4) Dalam penetapan model masing-masing unsur saling terkait dan menguatkan satu sama lain sehingga layak digunakan.Untuk mewujudkan pelayanan publik dalam perspektif NPM maka Dishub Tulungagung sebagai lembaga pelayanan dan penghasil harus mampu memberi pelayanan yang berkualitas dan meningkatkan pendapatannya. Perlu dilakukan reformasi struktur dan peningkatan kualitas SDM yang profesional. Intensifikasi dan ekstensifikasi dijalankan secara efektif. Mempertimbangkan strategi yang tepat dan faktor yang mendukung serta mengantisipasi faktor yang mendukung serta mengantisipasi faktor penghambat sehingga memberikan kepuasan kepada publik sekaligus meningkatkan penerimaan daerah.

Page 9 of 16 | Total Record : 154