cover
Contact Name
Slamet Hariyanto
Contact Email
publiciana@unita.ac.id
Phone
+6285259884770
Journal Mail Official
publiciana@unita.ac.id
Editorial Address
Jl. Kimangunsarkoro Beji, Jl. Dusun Krajan, Dusun Krajan, Sobontoro, Kec. Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66233
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
Publiciana
ISSN : 19790295     EISSN : 25027336     DOI : https://doi.org/10.36563/p.vxx.ixx.xxx
Core Subject : Social,
Publiciana adalah jurnal ilmu-ilmu sosial yang diterbitkan oleh Universitas Tulungagung. Jurnal Publiciana diterbitlan dua kali dalam satu tahun yaitu bulan November dan Juni. Jurnal Publiciana memuat artikel ilmiah berupa kajian teoritis dan praktis,hasil penelitia ,dan kajian masalah sosial,politik dan humaniora.Jurnal Publiciana bertujuan untuk mewadahi civitas akademika fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Tulungagung serta praktisi dan akademisi dari perguruan tinggi
Articles 143 Documents
EFEKTIVITAS APLIKASI SISTEM KEUANGAN DESA (STUDI TENTANG APLIKASI PELAPORAN KEUANGAN DESA DI DESA WAJAK LOR KECAMATAN BOYOLANGU KABUPATEN TULUNGAGUNG) Muharsono; Linda Asfiyah
Publiciana Vol. 14 No. 02 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.116 KB) | DOI: 10.36563/publiciana.v14i02.298

Abstract

ABSTRAK latar belakang penelitian tersebut ialah untuk mengantisipasi terjadinya masalah penyelewengan dana desa & mendukung peraturan pebgelolaan keuangan desa yang transparan, akuntabilitas, serta partisipasi, pemerintah bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri & BPKP untuk melakukan pengembangan aplikasi yang dinamakan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes). Rumusan masalah dalam penelitian : 1) Bagaimana efektivitas aplikasi sistem keuangan desa di Desa Wajak Lor Kec. Boyolangu Kabupaten Tulungagung, 2) Apa saja kendala dalam penggunaan aplikasi sistem keuangan desa di Desa Wajak Lor Kec. Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, & dokumentasi. Subjek penelitian adalah Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kaur Keuangan, aparatur aplikasi sistem keuangan desa & beberapa warga Desa Wajak Lor Kec. Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Objek penelitiannya adalah aplikasi sistem keuangan desa. Pembuktian keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan langkah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan & verifikasi data. Hasil dari penelitian tersebut adalah : 1) Aplikasi sistem keuangan desa efektif diterapkan di Desa Wajak Lor Kec. Boyolangu Kabupaten Tulungagung sebagai aplikasi pelaporan keuangan desa. Hal ini dapat dilihat dari aplikasi ini mampu memberikan hasil yang maksimal. Laporan keuangan yang dihasilkan tertata rapi & akurat. Pelaporan ke pusat semakin mudah. Selain itunya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengerjakan. 2) Kendala yang dihadapi oleh pemerintah Desa Wajak Lor Kec. Boyolangu Kabupaten Tulunggagung dalam penggunaan aplikasi sistem keuangan desa antara lain: Jika aplikasi sistem keuangan desa mengalami perubahan versi, maka aparatur segera belajar agar mampu menguasai perubahan pada aplikasi. Aparatur juga harus sigap & teliti jika ada perubahan anggaran belanja yang muncul secara mendadak. Jika salah satu peralatan ada yang rusak & harus dibawa ke servis, aparatur harus menunggu sampai peralatan tersebut selesai diperbaiki & jika jaringan internet trobel maka aparatur juga harus menunggu sampai jaringan internet selesai diperbaiki. Sedangkan kindala yang berkaitan langsung dengan aplikasi sistem keuangan desa, yaitu adanya perubahan versi dari aplikasi sistem keuangan desa setiap setahun sekali, penggunaan dana yang bisa dilihat prosentasinya hanya yang bersumber dari dana Desa (DD) yang lain tidak bisa, jika sudah lewat batas akhir pelaporan aparatur sudah tidak bisa lagi mengentri data laporan karena sudah dikunci oleh server pusat, jika terdapat perubahan anggaran yang ditunjangkan di dalam Perkades (Peraturan Kepala Desa) kemudian perubahan tersebut dientri, aparatur tidak bisa lagi melihat anggaran-anggaran sebelumnya & jika sudah masuk tahap pelaporan akhir server pusat siring error/down. Kata Kunci : Efektivitas, Aplikasi sistem keuangan desa, Aplikasi pelaporan keuangan desa. ABSTRACT The background of the research is to anticipate the occurrence of misappropriation of village funds & to support transparent village financial management regulations, accountability, and participation, the government collaborates with the Ministry of Home Affairs & BPKP to develop an application called the Village Financial System (Siskeudes). The formulation of the problem in the research: 1) How is the effectiveness of the application of the village financial system in Wajak Lor Village, Kec. Boyolangu, Tulungagung Regency, 2) What are the obstacles in using the village financial system application in Wajak Lor Village, Kec. Boyolangu, Tulungagung Regency. This study uses a descriptive type of research with a qualitative approach. Data was collected by interview, observation, and documentation methods. The research subjects were the Village Head, Village Secretary, Head of Finance, village financial system application apparatus & several residents of Wajak Lor Village, Kec. Boyolangu, Tulungagung Regency. The object of the research is the application of the village financial system. Proof of data validity using source triangulation technique. The data analysis used is qualitative analysis with data reduction steps, data presentation, conclusion drawing & data verification. The results of the research are: 1) The application of the village financial system is effectively implemented in Wajak Lor Village, Kec. Boyolangu Tulungagung Regency as a village financial reporting application. This can be seen from this application is able to provide maximum results. The resulting financial reports are neat and accurate. Reporting to the center just got easier. Besides that, it doesn't take long to work on it. 2) Obstacles faced by the government of Wajak Lor Village, Kec. Boyolangu Tulunggagung Regency in using village financial system applications include: If the village financial system application experiences a version change, then the apparatus immediately learns to be able to master changes to the application. The apparatus must also be alert & thorough if there is a sudden change in the budget. If one of the equipment is damaged and must be taken for service, the apparatus must wait until the equipment is repaired & if the internet network is problematic, the apparatus must also wait until the internet network is repaired. Meanwhile, Kindala which is directly related to the application of the village financial system, namely there is a change in the version of the village financial system application once a year, the use of funds that can be seen as a percentage only comes from other Village funds (DD), if it is past the reporting deadline the apparatus can no longer enter report data because it has been locked by the central server, if there is a budget change that is supported in the Perkades (Village Head Regulation) then the change is entered, the apparatus can no longer see the previous budgets & if it has entered the final reporting stage central server siring error/down. Keywords: Effectiveness, village financial system application, village financial reporting application.
PENGEMBANGAN AGROWISATA DESA MULYOSARI DI TENGAH KEHIDUPAN MASYARAKAT MENUJU DESA MANDIRI Andri Wahyudi; Khoirul Yahya
Publiciana Vol. 14 No. 02 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.513 KB) | DOI: 10.36563/publiciana.v14i02.359

Abstract

ABSTRAK Pengembangan Agrowisata Desa Mulyosari ini dilakukan di kawasan Desa Mulyosari yang berada pada lereng Gunung Wilis Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung yang mempunyai posisi dan peluang untuk dikembangkannya Agrowisata. Pengembangan Agrowisata diharapkan mampu mengembangkan potensi wisatanya meliputi daya tarik, akses menuju kawasan wisata, fasilitas dan kelembagaan dengan baik. Di sisi lain keberadaan Agrowisata Desa Mulyosari diharapkan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat desa. Permasalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengembangan Agrowisata Desa Mulyosari di tengah-tengah kehidupan masyarakat desa. Disamping itu juga berupaya menemukan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya di kawasan Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tuiungagung. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif deskreptif . Faktor-faktor yang berpengaruh yakni faktor pendukung : potensin & lingkungan alam, semangat kewirausahaan masyarakat, keberfihakan pemerintah. Sedangkan faktor penghambat : belum adanya program pemasaran/promosi pariwisata, minimnya koordinasi, kurangnya SDM yang professional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskrepsikan dan mengintepretasikan pengembangan Agrowisata Desa Mulyosari di tengah-tengah kehidupan masyarakat desa. Selain itu juga untuk mengetahui, mesdeskrepsikan dan mengintepretasikan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan Agrowisata Desa Mulyosari. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisanya menggunakan analisa kualitatif dengan reduksi data, paparan data dan kesimpulan. Sumber data pada penelitian ini yaitu Pemerintah Desa Mulyosari, Dinas Pembangunan Masyarakat Desa, Dinas Pariwisata, Pengelola Agrowisata Desa Mulyosari, pengunjung, masyarakat Desa Mulyosari dan masyarakat sekitar kawanan wisata. Hasil penelitian pengembangan Agrowisata Desa Mulyosari berhasil meningkatkan ekonomi di tengah tengah masyarakat menuju desa mandiri melalui upaya : pengembangan daya tarik obyek wisata, pengembangan aksesibilitas, pengembangan fasilitas penunjang pariwisata dan pengembangan kelembagaan. Kata Kunci : Pengembangan, Agrowisata Desa Mulyosari, Di Tengah Kehidupan Masyarakat, Menuju Desa Mandiri ABSTRACT The development of Agrotourism in Mulyosari Village is carried out in the Mulyosari Village area which is located on the slopes of Mount Wilis, Pagerwojo District, Tulungagung Regency which has a position and opportunity for the development of Agrotourism. Agrotourism development is expected to be able to develop its tourism potential including attractiveness, access to tourist areas, facilities and institutions properly. On the other hand, the existence of Agrotourism in Mulyosari Village is expected to have a positive impact on the life of the village community. The problem in this research is how to develop Agrotourism in Mulyosari Village in the midst of village community life. Besides that, it also seeks to find out what factors influence it in the Pagerwojo District, Tuiungagung Regency. In this study, a descriptive qualitative approach was used. The influencing factors are the supporting factors: the potential & the natural environment, the entrepreneurial spirit of the community, the government's alignment. While the inhibiting factors: the absence of a tourism marketing/promotion program, lack of coordination, lack of professional human resources. The purpose of this study was to determine, describe and interpret the development of Agrotourism in Mulyosari Village in the midst of the life of the village community. In addition, to find out, describe and interpret the factors that influence the development of Agrotourism in Mulyosari Village. Data collection techniques are interviews, observation and documentation. While the analysis technique uses qualitative analysis with data reduction, data exposure and conclusions. Sources of data in this study are the Mulyosari Village Government, Village Community Development Office, Tourism Office, Mulyosari Village Agrotourism Manager, visitors, Mulyosari Village community and the community around the tourist herd. The results of research on the development of Agrotourism in Mulyosari Village have succeeded in increasing the economy in the midst of the community towards an independent village through the following efforts: development of tourist attraction, development of accessibility, development of tourism support facilities and institutional development. Keywords: Development, Mulyosari Village Agrotourism, In the Middle of Community Life, Towards an Independent Village
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN (LKP) CITRA JELITA DESA WONOREJO KECAMATAN SRENGAT KABUPATEN BLITAR Lu’Lu Ul Maknunah; Endang Astuningtyas
Publiciana Vol. 14 No. 02 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.555 KB) | DOI: 10.36563/publiciana.v14i02.360

Abstract

ABSTRAK Lembaga Pelatihan Kursus dan Pelatihan Kerja adalah tempat pelatihan yang sangat sering digunakan masyarakat untuk mengasah atau menambah keahlian dan keterampilan. Untuk memenangkan persaingan pada bidang jasa yang berhubungan dengan kepuasaan konsumen maka usaha yang harus diupayakan oleh perusahaan adalah meningkatkan kualitas dalam melayani konsumen. Penelitian ini memiliki tujuan agar dapat diketahui pengarunya antara kualitas pelayanan dengan kepuasan konsumen pada Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Citra Jelita Desa Wonorejo Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Penelitian yang dilakukan peneliti berdasarkan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Dan hanya terdapat dua variabel yaitu variabel X yaitu kualitas pelayanan dan variable Y yaitu kepuasan konsumen. Peneliti menggunakan sampel sejumlah 30 orang yang merupakan konsumen dan peserta didik yang mengikuti LKP Citra Jelita. Alat analisa yang digunakan yaitu analisa uji parsial atau uji T dengan taraf signifikasi 0,05. Peneliti menggunakan 2 (dua) data yaitu data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan melakukan pengamatan (observation), kuesioner, dokumentasi (documentation), serta studi pustaka (study library). Hipotesa yang digunakan yaitu, H0: tidak ada pengaruhnya antara Kualitas pelayanan dengan kepuasan konsumen. Ha: ada pengaruhnya antara kualitas pelayanan dengan kepuasan konsumen. Agar dapat diketahuo tingkat pengaruh dari hipotesa yang ditetapkan maka peneliti menggunakan regresi linier sederhana serta koefisien determinasi dengan aplikasi statistik yaitu SPSS 18. Hasl dari penelitian yang dilakukan melalui implementasi persamaan Regresi Linier, memperlihatkan bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang searah yang sama besarnya kepada Kepuasan konsumen. Berdasarkan uji Parsial (T), variabel Kualitas pelayanan menghasilkan nilai 4,630 dan signifikansi 0,000 < 0,05, hal ini artinya bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian, variabel kualitas pelayanan berpengaruh secara positif serta signifikan atas kepuasan konsumen. Hal ini berarti bahwa jika kualiatas layanan semakin maksimal, maka akan meningkatkan kepuasan konsumen. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Kepuasan Konsumen
EVALUASI KEPUASAN MASYARAKAT PADA LAYANAN PUBLIK DI KANTOR DESA TANGGARAN KECAMATAN PULE KABUPATEN TRENGGALEK Hariyanto, Slamet; Heru Dwi Susilo
Publiciana Vol. 14 No. 02 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.527 KB) | DOI: 10.36563/publiciana.v14i02.369

Abstract

ABSTRAK Sebagai suatu lembaga layanan publik bagi masyarakat umum, Kantor Desa Tanggaran dituntut untuk memberikan layanannya yg sesuai dengan harapan masyarakatnya sebagai penerima layanannya. Maka dari itu dari pihak Kantor Desa wajib menjaga kepercayaan & kepuasan yang diberikan masyarakarat untuk terus meningkatkan mutu jaminan layanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui & juga menganalisa nilai kepuasan masyarakatnya terhitung nilai pada unit layanan administrasi di Kantor Desa Tanggaran. Selain itu juga untuk mengetahui faktor pendukung & faktor penghambat pada nilai kepuasan semua masyarakatnya terhitung layanannya publik di kantor desa tanggaran kecamatan Pule kabupaten Trenggalek. Metode yang digunakan penulisan penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan analisa kualitatif. Lokasi dari penelitian ini pada kantor desa Tenggaran kecamatan Pule Kab. Trenggalek. Data primer penelitian ini yaitu berupa hasil angket online maupun dari hasil wawancara kepada masyarakatnya yg mendapatkan layanannya publik di kantor desa Tenggaran kecamatan Pule kabupaten Trenggalek. Data sekunder berupa kumpulan laporan, buku, & juga catatan yg berkaitan erat dengan pelaksanaan penelitian. Teknik pengumpulan data yg digunakan dalam penelitian ini adalah hasil dari kuesioner online, wawancara, & dokumentasi. Kata Kunci : Mutu jaminan layanan, Kepuasan Masyarakat, layanan Publik, Desa Tanggaran Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek ABSTRACT As a public service agency for the general public, Desa Tanggaran Office is required to provide services that are in accor&ce with community expectations. Therefore, the Village Office must maintain the trust and satisfaction of the community by improving the quality of its services. The purpose of this study was to determine and analyze the level of community satisfaction with administrative services at the Tanggaran Office and to determine the supporting and inhibiting factors of community satisfaction with public services at the Desa Tanggaran Office, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. The research method used in this research is descriptive with qualitative analysis, the location of this research is at the Desa Tanggaran Office, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. The primary data in this study were the results of filling out online questionnaires and interviews with people who received public services at the Desa Tanggaran Office, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek. Secondary data in the form of reports, books, or notes that are closely related to research. Data collection techniques used in this study were online questionnaires, interviews, and documentation. Keywords: Service Quality, Community Satisfaction, Public Service, Desa Tanggaran Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek
PEMBENTUKAN KELOMPOK SADAR WISATA ( POKDARWIS ) DAN PENGEMBANGAN WISATA DI PANTAI GEMAH Purnawati, Laily
Publiciana Vol. 14 No. 02 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.505 KB) | DOI: 10.36563/publiciana.v14i02.372

Abstract

ABSTRAK Devisa terbanyak bagi daerah disumbangkan oleh bidang pariwisata. Hal ini disebabkan karena Indonesia memiliki keanekaragaman Potensi wisata. Salah satunya di Tulungagung terdapat Pantai yang sudah dikenal oleh wisatawan dan wisatawan sudah banyak yang berkunjung,yaitu Pantai Gemah. Destinasi tersebut dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata “Lejar Misuwur” yang bertugas mengelola dan mengembangkan Potensi Wisata Pantai Gemah Tulungagung sehingga menjadi Destinasi Wisata yang Layak Jual. Dengan adanya Pokdarwis ini diharapkan mampu menambah minat wisatawan baik lokal maupun nasional untuk mengunjungi pantai Gemah karena objek wisata sudah dikelola dengan sangat baik oleh kelompok Pokdarwis Lejar Misuwur tersebut. Bagaimana pengembangan obyek wisata di pantai Gemah Tulungagung melalui pembentukan Pokdarwis dan 1Faktor pendukung dan 1penghambat apa saja dalam pelaksanaan pengembangan pariwisata di pantai Gemah Tulungagung merupakan 1rumusan masalah yang akan diteliti 1dalam penelitian ini.1Tujuan penelitian ini 1adalah untuk menganalisa dampak pembentukan kelompok sadar wisata bagi pengembangan pariwisata di pantai gemah beserta faktor pendorong dan penghambat di dalamnya. Untuk menganalisa hasil penelitian peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dimana 1pengumpulan data 1dilakukan dengan 1metode wawancara, observasi, dan dokumentasi.1Subjek penelitian 1adalah pengurus,1anggota Pokdarwis Lejar Misuwur, masyarakat Desa Keboireng dan, Pengunjung Pantai Gemah.1Pembuktian keabsahan data menggunakan 1teknik triangulasi sumber.1Analisis data yang 1digunakan adalah analisi 1kualitatif dengan 1langkah reduksi data,1display data,1dan penarikan kesimpulan. Dengan terbentuknya Pokdarwis di pantai Gemah membawa dampak yaitu wisata pantai Gemah menjadi terkenal di skala nasional. Dari sisi pengelolaan juga sudah mulai baik dan meningkatnya pengetahuan dan ketramplan masyarakat disekitar pantai Gemah. Kata Kunci : Pembentukan kelompok sadar wisata,pengembangan pariwisata,Pantai Gemah Tulungagung. ABSTRACT Most of the foreign exchange for the region was contributed by the tourism sector. This is because Indonesia has a diversity of tourism potential. One of them in Tulungagung there is a beach that is already known by tourists and many tourists have visited, namely Gemah Beach. The destination is managed by the Tourism Awareness Group "Lejar Misuwur" which is in charge of managing and developing the Tourism Potential of Tulungagung Gemah Beach so that it becomes a Tourism Destination Worth Selling. With this Pokdarwis, it is hoped that it will increase the interest of both local and national tourists to visit Gemah beach because the tourist attraction has been managed very well by the Lejar Misuwur Pokdarwis group. How is the development of tourism objects on Gemah Tulungagung beach through the formation of Pokdarwis and what 1supporting and inhibiting 1factors in the implementation of tourism development on Gemah Tulungagung beach is 1the formulation of the 1problem that will be examined 1in this study. The purpose of 1this study was to analyze 1the impact of forming a tourism awareness group for tourism development in Panati Gemah 1along with the driving and inhibiting 1factors in it. To analyze the research results, the researcher used a qualitative descriptive approach. Where 1data collection is done 1by interview, observation, and documentation. The research subjects were administrators, members of the Lejar Misuwur Pokdarwis, the people of Keboireng Village and, visitors to Gemah Beach. Proof of data validity using source triangulation technique.1Analysis of the data used is a 1qualitative analysis with data reduction steps, data display, and drawing conclusions. With the formation of Pokdarwis on Gemah beach, the impact is that Gemah beach tourism has become famous on a national scale. In terms of management, it has also started well and the knowledge and skills of the community around Gemah beach have increased. Keywords: Formation of tourism awareness groups, tourism development, Gemah Beach Tulungagung.
UPAYA PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN PASAR TRADISIONAL DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN PASAR MODERN ISHWORO WIDYANTO
Publiciana Vol. 8 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PP Nomor 112 Tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern merupakan landasan nasional bagi daerah dalam penataan dan pembinaan bagi pasar tradisional dan modern. Selanjutnya, pedoman teknisnya diatur di dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 53/M-DAG/PER/12/2008. Perkembangan dan fenomena pasar modern di Kabupaten Tulungagung dengan skala minimarket maupun super-market telah membawa dampak nyata social ekonomi bagi masyarakat. Kedepan, dimungkinkan akan berkembang kepada tumbuhnya hypermarket yang bisa membawa dampak negatif bagi eksistensi pelaku ekonomi pemodal kecil seperti usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi. Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyikapinya melalui Perda Nomor 6 Tahun 2010 tentang Perlindungan, Pemberdayaan Pasar Tradisional dan Penataan serta Pengendalian Pasar Modern.Penelitian ini berusaha menganalisa upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui rumusan masalah: Bagaimana implementasi Perda Nomor 6 Tahun 2010 dalam upaya pemerintah daerah melindungi dan memberdayakan pasar tradisional dari ancaman keberadaan pasar/toko modern? Serta faktor-faktor apa yang berpengaruh terhadap implementasi Perda tersebut? Disamping teori  otonomi daerah dan pemberdayaan masyarakat, penelitian ini dibekali dengan pemahaman tentang azas, tujuan penelitian yakni untuk menambah referensi, konsep pilihan kebijakan bagi pemerintah lokal dalam upaya pengelolaan pasar tradisional maupun pasar modern serta melengkapi komparasi strategi kebijakan daerah pada umumnya dalam menangani permasalahan-permasalah sejenis. Pendekatan penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, wawancara berbekal interview guide dilakukan  secara indepth dengan melibatkan peneliti sendiri sebagai subyek penelitian. Analisa dilakukan dengan metode interaktif melalui tahapan : pengumpulan, reduksi,verifikasi dan  penyajian data. Miles dan Huberman (2004). Untuk keabsahan data, dilakukan dengan melakukan tahapan: credibility, transferability, dependability dan confirmability.
MODEL MEKANISME PENGELOLAAN ARSIP DI KANTOR PERPUSTAKAAN, ARSIP DAN DOKUMENTASI KABUPATEN TULUNGAGUNG SLAMET HARIYANTO
Publiciana Vol. 8 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari permasalahan arsip. Hal ini terjadi pada kantor pemerintah dan  swasta bahkan rumah tangga dan perorangan, niscaya akan terlibat dengan arsip. Arsip merupakan suatu kumpulan catatan secara tertulis (warkat) yang disimpan secara sistematis sehingga memudahkan dalam penemuan kembali. Kearsipan merupakan bagian pekerjaan kantor yang sangat penting. Informasi tertulis yang tepat harus tersedia apabila diperlukan agar kantor dapat memberikan pelayanan yang efektif. Kearsipan sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan administrasi karena arsip merupakan pusat ingatan bagi setiap kegiatan dalam suatu kantor.Dari hasil kajian ini akan diketahui hal-hal sebagai berikut : (1) sistem Penyimpanan Arsip di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Tulungagung adalah menggunakan sistem kombinasi antara sistem nomor dan sistem subjek.(2) azas penyimpanan arsip di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Tulungagung adalah azas kombinasi antara azas sentralisasi dan azas desentralisasi, (3) peralatan dan perlengkapan yang digunakan di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Tulungagung adalah filling cabinet, almari, snelhechter, map, guide, dan lain-lain (4) prosedur pengelolaan arsip di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Tulungagung adalah semua arsip yang telah dikumpulkan kemudian dilakukan pemilahan, untuk memisahkan arsip asli, duplikat dan non arsip, setelah itu, dilakukan pendataan arsip yang dibuat dalam Daftar Pertelaan Arsip, selanjutnya dilakukan pembungkusan arsip yang kemudian dimasukkan ke dalam kotak arsip dan terakhir dilakukanlah penyimpanan yaitu dengan meletakkan kotak arsip tersebut pada rak arsip yang terdapat pada ruang penyimpanan arsip., (5) prosedur penyimpanan arsip di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Tulungagung adalah dengan cara menyusun arsip dalam folder menurut kode klasifikasi kemudian folder tersebut dimasukkan dalam kotak arsip in aktif dan di susun secara vertikal pada rak arsip dalam ruangan dengan pengaturan suhu yang telah ditentukan, (6) prosedur penemuan kembali arsip di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Tulungagung yaitu dengan mengetahui subjek atau pokok masalah dan tahunnya, mencari nomor urut agenda surat dalam buku agenda, mencari arsip dalam snelhechter sesuai dengan pokok masalah dan tahunnya, setelah snelhechter ketemu langkah selanjutnya mencari arsip yang diperlukan dalam snelhechter sesuai dengan nomor urut buku agenda  (7) kendala-kendala yang dihadapi di Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Tulungagung antara lain tenaga-tenaga SDM, sarana dan prasarana, kurangnya perhatian arsiparis terhadap penataan arsip.
PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MASYARAKAT DESA SAMIR DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MASYARAKAT NUNUN NURHAJATI
Publiciana Vol. 8 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menciptakan hidup sehat sebenarnya sangatlah mudah serta murah, apabila dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan apabila mengalami gangguan kesehatan cukup mahal. Hidup sehat merupakan hal yang seharusnya diterapkan oleh setiap orang, mengingat manfaat yang ditimbulkan akan sangat banyak, mulai dari konsentrasi kerja, kesehatan dan kecerdasan anak sampai dengan keharmonisan keluarga.Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan – kegiatan kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan–kegiatan kesehatan di masyarakat. Dari 10 indikator PHBS, hasil penelitian pada masyarakat desa Samir diketahui bahwa ada 7 indikator yang telah memenuhi target PHBS dan ada 3 indikator yang hasilnya berada dibawah target/dibawah 70%. Hasil selengkapnya: 1. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan (100%), 2. Bayi di beri ASI ekslusif (17%), 3. Menimbang balita setiap bulan (100%), 4. Ketersediaan air bersih (84,1%), 5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun (100%), 6. Ketersediaan jamban sehat (82,3%), 7. Memberantas jentik nyamuk (70,5%),  8. Makan buah dan sayur (52%), 9. Melakukan aktifitas fisik setiap hari (100%),10. Tidak merokok dalam rumah (40%) Adapun faktor yang mempengaruhi masyarakat melakukan PHBS terutama yang menghambat adalah: Tingkat pendidikan, dan kurangnya sarana kesehatan. 
EVALUASI PERMASALAHAN SOSIAL TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DI DAERAH ASAL KABUPATEN TULUNGAGUNG ANANG SUGENG CAHYONO
Publiciana Vol. 8 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah pengangguran merupakan masalah utama di Indonesia yang sulit dipecahkan. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam mengurangi angka pengangguran yang semakin hari semakin bertambah. Tingginya angka pengangguran di Indonesia, menjadikan pemerintah menetapkan pasar kerja luar negeri sebagai alternatif strategis dalam mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui Program Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.Perlu disadari oleh semua masyarakat khususnya keluarga maupun Tenaga Kerja Indonesia (TKI) itu sendiri bahwa jenis pilihan penyambung keberlangsungan hidup keluarganya memiliki resiko yang tinggi. Sering kali permasalahan sosial menjadi hal yang bisa sewaktu – waktu mengancam Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan keluarganya. Tidak hanya terjadi kasus di daerah tujuan akan tetapi implikasi permasalahan sosial seringkali muncul didaerah asalnya. Didukung oleh Musni Umar (2011) bahwa TKI PLRT perempuan yang sudah berkeluarga, menimbulkan permasalahan dalam keluarga ketika meninggalkan rumah tangga dalam waktu lama, seperti anak-anak tidak terurus dan terhenti pendidikannya, dan suami menikah lagi.Sementara itu, perempuan mengalami kesepian di tempat bekerja, sehingga sering terjadi kasus perselingkuhan dengan TKI laki-laki atau dengan majikan atau anak majikan.Memperhatikan permasalahan calon TKI maupun TKI saat berada di luar negeri (pada keluarga di daerah asal), maka diperlukan strategi khusus dalam mengatasi permasalahan sosial yang dialami TKI dan Keluarganya di daerah asal. Keterlibatan pihak lain yang lebih memiliki kewenangan seperti peran pemerintah daerah seharusnya mampu berkoordinasi dengan pihak terkait seperti TKI dan keluarganya serta penyalur tenaga kerja luar negeri sehingga permasalahan sosial tersebut tidak berimbas negatif kepada pahlawan devisa.Berbagai kebijakan berupa program dan kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan, memberikan layanan informasi, memberikan layanan sosial, dan memberikan perlindungan sosial kepada mereka dan keluarga yang berada di daerah asal. Untuk ini perlu dirancang strategi program dan kegiatan yang antisipatif terhadap permasalahan TKI tersebut.
KONFLIK, KONSEP TEORI DAN PERMASALAHAN ANDRI WAHYUDI
Publiciana Vol. 8 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik akan terjadi apabila ada perbedaan pemahaman antara dua orang atau lebih terhadap berbagai perselisihan, ketegangan, kesulitan-kesulitan diantara para pihak yang tidak sepaham.Konflik juga bisa memicu adanya sikap berseberangan (oposisi) antara kedua belah pihak dimana masing-masing pihak memandang satu sama lainnya sebagai lawan/penghalang dan diyakini akan mengganggu upaya tercapainya tujuan dan tercukupinya kebutuhan masing-masing.Terlepas dari banyaknya penyebab terjadinya konflik, perbedaan latar belakang kedua belah pihak hingga terjadi konflik, perbedaan kepentingan diantara individu dalam kelompok/ masyarakat yang kesemuanya saling terkait dalam realita sosial yang kompleks.Konflik bukanlah sesuatu yang haru dihindari, dianggap momok yang menakutkan dalam kehidupan berorganisasi melalakukan kaus, dipandang sebagai dinamisator dalam  setiap aktifitas organisasi itu sendiri, tanpa konflik organisasi akan mati dan dengan adanya konflik organisasi akan hidup dan berkembang.

Page 7 of 15 | Total Record : 143