cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-JURNAL LINGUISTIK
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Language and Translation Studies is an indexed, peer-reviewed, open-access, research journal for researchers, scholars, teachers, students, luminaries and policy makers associated with the professions of teaching, learning and assessing language, literature, linguistics and translation studies across the entire globe.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2016) (Sept 2016)" : 8 Documents clear
INDONESIAN NOUN PHRASES WITH RELATIVE CLAUSES AND THEIR TRANSLATIONS IN ENGLISH FOUND IN THE SHORT STORY “MATI SUNYI” Kade Dwijati, Ida Ayu; pastika, I Wayan; Made Puspani, Ida Ayu
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 2 No 2 (2016) (Sept 2016)
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.001 KB)

Abstract

ABSTRAKArtikel ini membahas penerjemahan frase nomina dengan klausa relatif dalam bahasa Indonesia dan terjemahannya dalam bahasa Inggris dengan acuan cerita pendek yang berjudul “Mati Sunyi”. Artikel ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan jenis frase nomina dengan klausa relatif dalam bahasa Indonesia dan terjemahannya dalam bahasa Inggris serta jenis prosedur penerjemahan yang diterapkan. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menerapkan metode observasi dan teknik pencatatan melalui pendekatan kualitatif. Data tersebut selanjutnya dianalisis dengan menerapkan teori penerjemahan yang dikemukakan oleh Vinay dan Darbelnet (2000), teori mengenai tata bahasa dalam bahasa Indonesia oleh Sneddon (1996) dan tata bahasa dalam bahasa Inggris oleh Eastwood (1994). Hasil analisis data disajikan secara formal dan informal dalam tabel dan diagram pohon yang disertai dengan penjelasan. Temuan menunjukkan bahwa jenis frase nomina dalam bahasa Indonesia yang ditemukan berupa frase nomina dengan klausa relatif yang mengandung kata sifat dan frase nomina dengan klausa relatif yang mana pronominanya bisa berfungsi sebagai subjek atau objek dari klausa relatif. Prosedur penerjemahan yang diterapkan adalah modulasi, adaptasi, dan penerjemahan secara literal.ABSTRACTThis article focuses on the translation of Indonesian noun phrases with relative clauses and their translations in English with reference to the short story entitled “Mati Sunyi”. It aims at describing and explaining the types of Indonesian noun phrases with relative clauses and their translations in English as well as determining the types of translation procedures applied in those translations. The data were collected by applying observation method and note-taking technique as well as by applying the qualitative approach. Those data wereanalyzed by applying the theory of translation by Vinay and Darbelnet (2000) along with the theory of Indonesian Grammar by Sneddon (1996) and the theory of English Grammar by Eastwood (1994). The results of the analysis are presented formally and informally by using tables and tree diagrams along with their descriptions. The finding shows that the types of Indonesian noun phrases found are the noun phrases with relative clause containing adjective and the noun phrase with relative clause whose relative pronoun functioned as the subject or the object of the relative clause. The translation procedures applied to the data are modulation, adaptation, and literal translation.
ANALISIS MODEL TEUN A. VAN DIJK DALAM KEMAMPUAN MENULIS PERSUASIF ADVERTORIAL DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA IKLAN ADVERTORIAL BALI POST Dian Pradnyani, Ni Gusti Ayu Putu; Mbete, Aron Meko; suparwa, I Nyoman
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 2 No 2 (2016) (Sept 2016)
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.039 KB)

Abstract

ABSTRAKPersuasif adalah bujukan halus, ajakan kepada seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek yang meyakinkan dan imbauan. Setiap jenis tulisan memiliki karakteristik tersendiri dan yang membedakannya adalah penanda serta isi tulisannya. Siswa SMK Negeri 1 Negara khususnya kelas X Akuntansi kurang mengenal karakteristik menulis persuasif dan penanda dalam isi tulisan persuasif. Hal ini mengakibatkan kemampuan menulis siswa masih dalam kategori cukup rendah. Tujuan penelitian ini adalah analisis dengan menggunakan model Teun A. van Dijk. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Control Group Pretest Postest Design. Teori yang digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa adalah teori menulis persuasif oleh Keraf (2007) serta Suparno dan Yunus (2008), penilaian keterampilan menulis dengan menggunakan model analisis wacana Teun A. van Dijk, dan teori iklan advertorial dari Arrens (1984). Hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa varian data penelitian ini homogen. Data tersebut selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji-t. Dari data penelitian yang telah dianalisis dengan model Teun A. van Dijk, diperoleh rata-rata nilai tes awal kelas kontrol = 67,48 dan jumlah standar deviasi = 5,77. Namun hasil tes akhir yang diperoleh rata-rata nilai 76,29 dan jumlah standar deviasi = 5,93. Pada kelas ekperimen diperoleh temuan yaitu rata-rata skor tes awal = 69,89 dan jumlah standar deviasi = 5,15 dan diadakan tes akhir dengan hasil rata-rata skor adalah 77,56 dan jumlah deviasi = 6,03. Persentase perbandingan dengan menggunakan teori van Dijk hasil tes kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan kategori sangat tepat, yaitu tematik antara hasil tes eksperimen dan kelas kontrol = 17,02%, skematik = 25,53%, semantik = 21,28%, sintaksis = 31,92%, dan stilistik serta retoris = 8,52%
WACANA GUNOTTAMA DALAM GAGURITAN UNUH GALIH Asri Artini, Ni Luh Alit
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 2 No 2 (2016) (Sept 2016)
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.005 KB)

Abstract

AbstractThis study analyze Gunottama discourse in Gaguritan Unuh Galih (GUG). The composition of this gaguritan is dominated by the theme of Gunottama (various life’s learning values, teach yet enlighten us that in living this life). The focus of this research are to reveal the form of Gunottama, its function, and its meaning in Gaguritan Unuh Galih. Narrative discourse theory from Torodov is used to analyze the form of the Gunottama’s discourse. A Semiotic Theory from Peirce moreover will be used to interpret the discourse in the text. The most renowned sociology theory composed by Wellek and Warren will also be inserted as a main theory to analyze the function of the Gunottoma’s discourse in GUG. Basically Gunottama is harmonization among all well-beings to get the equilibrium in life.AbstrakPenelitian ini menganalisis teks Gaguritan Unuh Galih (GUG). Komposisi gaguritan ini lebih banyak membicarakan ajaran-ajaran penyadaran terhadap masyarakat Bali dalam GUG. Fokus penelitian ini untuk mengungkapkan bentuk, fungsi, dan makna gunottama dalam GUG. Teori yang digunakan untuk menganalisis bentuk wacana gunottama adalah teori wacana naratif dari Torodov. Untuk menginterpretasi teks adalah teori semiotika Peirce, teori sosiologi sastra Wellek dan Warren digunakan untuk menganalisis fungsi wacana gunottama dalam GUG. Gunottama dalam GUG pada intinya merupakan ajaran penyadaran untuk mencapai keharmonisan hidup.
THE TRANSLATION OF ENGLISH NOUN PHRASE INTO INDONESIAN IN GARUDA INDONESIA MAGAZINE Yuliani Paramita, Putu Dian; Mas Indrawati, Ni Luh Ketut; Seri Malini, Ni Luh Nyoman
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 2 No 2 (2016) (Sept 2016)
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.21 KB)

Abstract

Abstract This study is concerned with translation field, especially on the shift in the process of English—Indonesian translation. It illustrates the types of shift that occurs in the Garuda Magazine. It is also aimed at discovering whether those English Noun Phrases are transferred into Noun Phrases in Indonesian. The principle of loss and gain of information in translation mostly occurs in the transfer of Source Language text to Target Language text. Regarding the research methodology, observation and a note taking technique are applied for the data collection and the theory used for the analysis is restricted to the shift proposed by Catford and the theory of loss and gain of information proposed by Nida.In relation to the above explanation, it is hoped that by recognizing shift and the theory of loss and gain information, the translator will be able to pinpoint and restate meaning more effectively due to it will be easier to get the intended meaning that is going to be translated.After analyzing the data, it was discovered that there were some shifts in translation occurring in the English noun phrases which were also translated into noun phrases in Indonesian as the target language. They were structure shift and intra-system shift. Meanwhile there were also shifts occurring in the translation of English noun phrase which were translated into non NP in the target language. According to the theory proposed by Catford about shift in translation, the shifts occured in this study was called class shift and unit shift. Based on the analysis, it was found that the theory of loss and gain of information proposed by Nida was also mostly applied in the process of transferring the meaning of the noun phrase of the source language text into the target language text.
VARIASI BAHASA DAKAM PERTUNJUKAN WAYANG CENG BLONK LAKON “HANOMAN KE SUARGAN” , “ABHIMANYU MEKRANGKENG” DAN “SUTA AMERIH BAPA” Rani Prihastini, A.A.Sg Putri; Mbete, Aron Meko; Dhanawaty, Ni Made
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 2 No 2 (2016) (Sept 2016)
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.577 KB)

Abstract

ABSTRAKVariasi bahasa adalah gejala bahasa yang sering muncul dalam pertunjukan kesenian, seperti pada pertunjukan wayang, dalam hal ini pertunjukan wayang Ceng Blonk. Wayang Ceng Blonk merupakan sebuah pertunjukan wayang dengan mengambil cerita dari epos Mahabrata maupun Ramayana yang kemudian dikemas dengan bentuk baru. Kemasan pertunjukan wayang yang baru ini sesuai dengan perkembangan zaman. Bahasa yang sering dipergunakan dalam pertunjukan wayang Ceng Blonk adalah bahasa Bali, bahasa Bali Kuno maupun bahasa Sansekerta disisipi dengan bahasa Indonesia maupun bahasa asing, misalnya bahasa Inggris. Fenomena ini menjadi sangat menarik untuk diteliti lebih lanjut untuk menemukan fenomena variasi bahasa yang muncul dalam pertunjukan wayang Ceng Blonk.ABSTRACTLanguage variation is one of the language phenomenons what mostly occur in the art performance, especially in the wayang Ceng Blonk performance. Wayang Ceng Blonk is one of the wayang performance that is perform in Bali which is take the Ramayana dan mahabarata Epos for the story line and retell with new style. The new performing of Wayang Ceng Blonk followed the moderenisation era; this is caused the performance lately using more than one language as usually. Wayang performance nowdays are using Balinese, ancient Balinese, Sanskrit and sometime adding with Indonesia and English. This is an interesting phenomenom that is found in the Wayang Ceng Blonk performance and it is become an interesting thing to analyse. The language vatiation that is occur in the wayang Ceng Blonk performance are interesting to analyse.
BELENGGU JIWA: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA NOVEL PULANG KARYA LEILA S. CHUDORI Yusriansyah, Eka; Darma Putra, I Ny; Mas Triadnyani, I Gusti Agung Ayu
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 2 No 2 (2016) (Sept 2016)
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.758 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menelaah struktur naratif novel Pulang, menguraikan wujud gangguan mental sebagai akibat dari belenggu jiwa, serta mendeskripsikan strategi pengarang dalam memberikan solusi terhadap belenggu jiwa. Penelitian ini menggunakan teori naratologi dan teori psikologi sastra. Wacana belenggu jiwa dianalisis menggunakan konsep psikologi eksistensialisme berdasarkan penerapan skema aktan dan fungsional sebagai lintasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belenggu jiwa menimbulkan gangguan mental, seperti kegelisahan, stres, trauma, dan depresi. Keempat gangguan psikologis tersebut menghambat proses realisasi diri dalam mewujudkan kehidupan sejati. Gangguan mental kronis yang tidak segera disembuhkan dapat membawa penderita pada kehampaan hidup dan alienasi (perasaan terasing) atau sebaliknya membuat penderita mendekatkan diri pada Tuhan atau transendensi. Untuk mengatasi gangguan mental tokoh-tokoh cerita, pengarang menawarkan dua solusi, yaitu erotisme dan kematian.  Abstract This research is aimed at analyzing the narrative structure of novel Pulang, identifying the form of psychology disorders as the effect of soul fetter, and finding out the writer’s strategies to overcome the psychology disorders. This research used narrative theory and psychology theory. The soul fetter discourse is analyzed by psychology existentialism concept based on the application of actant and functional scheme as the trajectory in exploring the discourse. The research result shows that fatter of soul causes psychology disorders, such as anxiety, stress, trauma, and depression. Those psychology disorders obstruct the process of self realization to get authentic life. Psychology disorders chronic which are not healed well causes meaningless of live and alienation, or on the contrary brings the sufferer to get closer to the God or transcendence. To overcome the psychology disorders of the fiction characters, the writer offers two solutions, both are eroticismand death.
SHIFTS IN TRANSLATION OF NOUN PHRASE IN JONGOS DAN BABU AND IN HOUSEBOY AND MAID Juliarta, Ni Made; Sedeng, I Nyoman; Mas Indrawati, Ni Luh Ketut
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 2 No 2 (2016) (Sept 2016)
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.992 KB)

Abstract

ABSTRAK Makalah ini menganalisis jenis pergeseran terjemahan frase benda yang ditemukan dalam cerita Jongos dan Babu dan Houseboy and Maid. Pergeseran adalah konsep utama dalam analisis kalimat terjemahan. Konsep pergeseran membantu kita banyak belajar cara unit tingkatan yang berbeda dapat diturunkan untuk menciptakan struktur yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis pergeseran terjemahan pada frase benda yang ditemukan pada cerita Jongos dan Babu dan Houseboy and Maid. Penelitian ini menggunakan teori Catford (1965) yang membagi pergeseran terjemahan menjadi dua jenis utama yaitu, pergeseran unit dan pergeseran kategori. Pergeseran unit mengacu pada bahasa sumber di satu tingkat linguistik yang memiliki terjemahan setara bahasa target pada tingkat yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data yang ditemukan dalam cerita Jongos dan Babu dan terjemahannya dalam Houseboy and Maid. Penelitian dimulai dari jenis pergeseran dalam terjemahan dari frase benda yang ditemukan pada sumber data. Ada dua jenis pergeseran dalam terjemahan frase benda yang ditemukan pada cerita Jongos dan Babu dan pada cerita Houseboy and Maid. Jenis pegeseran terjemahan yang ditemukan adalah: pergeseran struktur dan pergeseran unit. Kata kunci: frasa benda, terjemahan, pergeseran unit ABSTRACT The paper analyzed about types of translation shifts of NP implemented in Jongos dan Babu and in Houseboy and Maid. Shifting is a major concept in sentence analysis in translation. The concept of shifting helped us a lot to learn how a unit of different level can be brought down to create structures. This study aims at analyzing the types of shifts in translation of noun phrase in Jongos dan Babu and in Houseboy and Maid. The study used the theory of Catford (1965) which divided the shift in translation into two major types, level/rank shift and category shift. Level/rank shift refers to a source language item at one linguistic level that has a target language translation equivalent at a2different level. This study used the qualitative approach to the data found in the short story Jongos dan babu and their translations into Houseboy and maid. The analyze was started with the types of shifts in translation of noun phrase found in data sources.There are two types of shifts in translation of noun phrase in Jongos dan Babu and in Houseboy and Maid. They are structure shift and unit shift. Keywords: noun phrase, translations, unit shift
WACANA SEWAKA DHARMA DALAMGEGURITAN BHIMA SWARGA KAJIAN; SEMIOTIKA Swastya Darma Pradnyan, I Gusti Made; Suastika, I Made; Jirnaya, I Ketut
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 2 No 2 (2016) (Sept 2016)
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.515 KB)

Abstract

AbstractThis research is analysis of semiotic about the Sewaka Dharma discourse that contained implicitly and explicitly in Geguritan Bhima Swarga(GBS). Sewaka Dharma Constitute a dedication who do sincerely, 1) Restore the essence of understanding discourse in the literary creation so it doesn’t make miss understanding between discourse in the literary creation with art staging literary creation that identicaly Ruatan discourse in the human community, 2) Give a comprehension to the reader a illustration of discourse Sewaka Dharma in the literary creation, 3) Give a contribution to reaserch substantione specially about analysis of semiotic’s Peirce.The analysis result showing that, GBS was only contained a discourse ruatan in the human community, be evidenced by two formation of Sewaka Dharma discourse that is Madhawa SewaandManawa Sewa, from the function side basicly bay the six language function’s Roman Jakobson Such as, emotif function, konatif, referensial, fatic, metalingual and puitic. With the significant side, GBS contained diverse of significant refer’s to Madhawa Sewa and Manawa Sewa such as, The God significant, environment, individual, family, culture sociality, and country.ABSTRAKPenelitian ini merupakan kajian Semiotika tentang Wacana Sewaka Dharma yang terkandung secara implisit dan eksplisit dalam Geguritan Bhima Swarga(GBS).Sewaka Dharma merupakan sebuah pengabdian yang dilakukan secara tulus ikhlas. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengembalikan esensi pemahaman wacana yang terdapat dalam karya sastra sehingga tidak terjadi kerancuan antara wacana dalam karya sastra yang diidentikan dengan wacana ruatan dimasyarakat, 2) Memberikan pemahaman terhadap pembaca mengenai gambaran Wacana Sewaka Dharma dalam karya sastra, 3) Memberi sumbangan terhadap khasanah penelitian khususnya mengenai penerapan kajian semiotika Peirce.Hasil analisis menunjukan bahwa, Geguritan Bhima Swarga yang pada awalnya hanya terkandung sebuah Wacana Ruatan di Masyarakat,terbukti terdapat dua bentuk Wacana Sewaka Dharma yaitu Madhawa Sewa dan Manawa Sewa, selanjutnya dari segi fungsi mengacu pada enam fungsi bahasa Roman Jakobson yaitu, fungsi Emotif, Konatif, Refrensial, Fatik, Metalinguistik dan Puitik. Terkait dengan makna, dalam Geguritan Bhima Swarga terkadung beragam makna yang mengacu pada Madhawa Sewa dan Manawa Sewa diantaranya, Ruang Lingkup Ketuhanan, Lingkungan, Individu, Keluarga, Sosial Budaya, dan Negara.

Page 1 of 1 | Total Record : 8