cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
E-JURNAL LINGUISTIK
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Language and Translation Studies is an indexed, peer-reviewed, open-access, research journal for researchers, scholars, teachers, students, luminaries and policy makers associated with the professions of teaching, learning and assessing language, literature, linguistics and translation studies across the entire globe.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2017) (march 2017)" : 8 Documents clear
JARGON SALES & MARKETING HOTEL OLEH KARYAWAN FAVEHOTELDI BALI Sari Tanjung, Dwi Lina; budiarsa, I Made; Seri Malini, Ni Luh Nyoman
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 3 No 1 (2017) (march 2017)
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.83 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk–bentuk jargon yang digunakan oleh karyawan sales & marketing favehotel di Bali. Analisis hanya dibatasi pada jargon dalam bentuk akronim, singkatan, kata, dan frasa yang dituturkan oleh karyawan sales & marketing favehotel di Bali. Data yang ditemukan dianalisis dan disajikan secara kualitatif menggunakan teori sosiolinguistik. Teori ini digunakan untuk menganalisis bentuk–bentuk jargon yang ditemukan pada tuturan karyawan sales & marketing favehotel di Bali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa singkatan merupakan bentuk jargon yang paling banyak ditemukan dalam tuturan yang dituturkan oleh karyawan sales & marketing favehotel di Bali.Jargon digunakan hanya di lingkungan karyawan sales & marketing hotel dengan tujuan untuk mempermudah komunikasi. Makna jargon tidak bersifat rahasia, tetapi tidak semua orang dapat memahami dengan mudah apabila mereka tidak menjadi bagian dari karyawan sales & marketing. Pola kebahasaan dalam komunitas sales & marketing favehoteldi Bali ini memiliki ciri khas tersendiri.ABSTRACTThe objective of this study is to determine the forms of jargon which used by the employees especially in sales & marketing department in favehotel Bali. The analysis was limited to the jargon form in acronym, abbreviation, word and phrase which speech by the employees of sales & marketing department in favehotel Bali. The data were elaborated on the analysis and presented qualitatively using sosiolinguistics theory. This theory is used to analyze the forms of jargon that found in the employees of sales & marketing department?s speech.The result of the study showed that abbreviation is the most form of jargon that found in the employees of sales & marketing department?s speech in favehotel Bali.The use of jargon is used by employees of sales and marketing department only to create a communication easier. The meaning of jargon itself is not confidential, however not many people can understand its meaning easily if they do not as the group of sales & marketing department. Linguistics patterns in sales & marketing department especially in Favehotel Bali has its own characteristics.
TIKUS KRITIKUS DALAM GEGURITAN YADNYA RING KURUKSETRA KARYA DOKTER IDA BAGUS RAI Juliana, I Wayan; Cika, I Wayan; Mas Triadnyani, I.G.A.A
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 3 No 1 (2017) (march 2017)
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.082 KB)

Abstract

Geguritan Yadnya Ring Kuruksetra (GYRK) karya Dokter Ida Bagus Rai merupakan karya abad ke-20. Tulisan ini menerapkan teori naratif Tzvetan Todorov yang menekankan pragmatika khususnya isotopi. Gagasan sebuah cerita tersebar dalam teks dan muncul secara berulang-ulang. Pengulangan dimaksudkan untuk menekankan gagasan yang terdapat di dalam karya. Sebab makna karya sastra dapat diperkuat dengan menelisik redundansi kata yang kerap muncul dalam karya. Studi ini menggambarkan isotopi penyadaran dan isotopi perasaan. Penyadaran dalam GYRK diungkapkan melalui kritikan oleh tokoh tikus, sedangkan isotopi perasaan termanifestasikan dalam rasa sedih, senang, bahagia, dll. Dengan melihat tingkat kehadiran kata dalam isotopi makna GYRK adalah penyadaran perasaan dalam pelaksanaan upacara keagamaan.AbstractGeguritan Yadnya Ring Kuruksetra (GYRK) by Doctor Ida Bagus Rai is literary work of 20th century. This research applies the narrative theory of Tzetevan Todorov which focuses on pragmatic especially isotopy. The concept of story is propagated in the text and appears repeatedly. The repetition is tended to concern the concepts found in the text. The meaning of literary work can be certainned by analyzing redundancy of words which appears frequently in the text. Awareness in GYRK is expressed through critics that delivered by mouse. While isotopy of feelingis manifested by the feelings of sad, happy, comfortable, etc. Investigating the level of words appearing in the isotopy of GYRK meaning is awareness feeling in implementation of ritual ceremony.
ILLOCUTIONARY ACT OF VERB SAY AND ITS TRANSLATION IN GENESIS Setiawati, Ni Ketut
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 3 No 1 (2017) (march 2017)
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.146 KB)

Abstract

ABSTRAKArtikel ini membahas tentang terjemahan Verb Say dalam AlkitabKejadian dalam bahasa Inggris(bahasa sumber) ke dalam bahasa Indonesia (bahasa sasaran). Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengidentifikasi kata kerja say dalam terjemahan dari Genesis Bible ke dalam bahasa Indonesia dan juga untuk menentukan klasifikasi dari tindakan ilokusi yang diimplementasikan dalam AlkitabKejadiandan terjemahannya. Data artikel ini diambil dari Kitab Kejadian yang adalah Kitab pertama dari Perjanjian Lama. ayat-ayat Alkitab dalam bahasa Inggris dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia (KJV) Indonesian Bible New International Indonesia (c) 1974 yang diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Ini dipilih sebagai sumber data karena Kitab pertama dari Perjanjian Lama berisi kata kerjasay yang diterjemahkan beberapa ke dalam Alkitab Indonesia. Artikel ini diarahkan untuk menjawab dua pertanyaan dasar tentang terjemahan. pertama, apa sajakah terjemahan dari kata kerja say dalam Alkitab Kejadian dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia; kedua, apa klasifikasi tindak ilokusi diimplementasikan dalam AlkitabKejadian dan terjemahannya.Teori yang digunakan dalam artikel ini diambil dari teori Searle,(1985) digunakan untuk menganaianalisis dari klasifikasi tindakan ilokusi yang diimplementasikan dalam AlkitabKejadian dan terjemahannya. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah studi kepustakaan. Ketika data dikumpulkan dan diidentifikasi, data yang ditulis ulang dan data tersebut diklasifikasikan menurut jenisnya. Akhirnya,data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teori Illocutionary Act. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada tujuh terjemahan dari kata kerja say, tiga puluh satu terjemahan dari kata kerjasaid (bentuk lampau dari kata kerja say), dan juga klasifikasi tindak ilokusi yang ditemukan adalah sebanyak lima klasifikasi pada sumber data. Kelima tindak ilokusi adalah sebagai berikut yaitu: Assertive, directive, expressive, commissive and declarative.ABSTRACTThis article concerns with English-Indonesian Translation of Verb say in Genesis Bible. The aim of this study isto identify verb say in translation of Genesis into Indonesian and to determine classifications of illocutionary act implemented in Genesis Bible and its translation. The data of this article were taken from the Book of Genesis, the first Book of2the Old Testament. Bible verses in English and Indonesian (KJV) Indonesian Bible New International Indonesia (c) 1974 which is published by Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). This is chosen as data source because of the first Book of the Old Testament contain verb say which is translated into several in Indonesian Bible.This article was directed to answer two basic questions about the translation; first, what are the translation of verb say in Genesis Bible and its translation into Indonesian; second, what classification of illocutionary act are implemented in Genesis Bible and its translation.The theory used in this article was taken from the theory ofSearle, (1985) used to analyze classification of illocutionary act that are implemented in Genesis Bible and its translation. The method which is used in collecting the data was library research. When the data were collected and identified, the data were rewritten and they were classified according to their types. Finally, the data were analyzed descriptively using the theory of Illocutionary Act.There are seven translations of verb say and thirty one translations of verbs said (past form of verb say), and the classification of Illocutionary act were five classification of illocutionary act found on data source. The five of classification of illocutionary act is as follows: Assertive, directive, expressive, commissive and declarative.
PENINGKATAN KUALITAS KOHERENSI ESAI DESKRIPTIF MELALUI MIND MAPPING Gita Ardiantari, Ida Ayu Putri; budiarsa, Made; suparwa, I Nyoman
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 3 No 1 (2017) (march 2017)
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.167 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan pada 26 orang mahasiswa kelas B Semester III Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Saraswati Denpasar. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi kokoherensian tulisan esai deskriptif sebelum dan setelah penerapan teknik mind mapping. Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri atas dua siklus yang mencakup empat tahapan siklus yaitu perencanaan, penerapan tindakan, observasi, dan refleksi. Metode tes dan non-tes digunakan dalam mengumpulkan data. Data kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan teori menulis dari Oshima (2006) dan Harmer (2004). Data hasil analisis disajikan secara deskriptif dengan menggunakan tabel dan diagram batang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan mind mapping dalam menulis esai deskriptif dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas skor esai terutama penggunaan penanda koherensi di dalamnya. Data menunjukkan nilai rerata aspek koherensi pada tes pratindakan adalah 20.5. Setelah dilakukan penerapan teknik Mind Mapping, kuantitas dan kualitas esai deskriptif mahasiswa meningkat. Peningkatan nilai rerata terjadi sebesar 1.6 poin, yakni nilai rerata siklus I adalah 22.1 dan nilai rerata siklus II adalah 25. Secara kualitas, kekoherenan esai yang dihasilkan pun terlihat dengan jelas, terutama pada penggunaan sinyal transisi. Sebelumnya, sinyal transisi yang digunakan didominasi oleh kata penghubung koordinat “and, but, or”. Sedangkan pada tes siklus I dan II dapat dilihat peningkatannya dengan ditemukannya penggunaan frasa-frasa transisi seperti “in addition, in short” dan kata penghubung adverbial seperti “however, moreover, furthermore” pada hampir semua esai. ABSTRACK This research is Classroom Action Research to 26 students of B class, the Third Semester of Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Saraswati Denpasar. The purpose of this research is to investigate the coherence of descriptive essay before and after the implementation of mind mapping. This Classroom Action Research consists of two cycles that involves four steps: planning, action, observation, and reflection. Test and non-test method are used in collecting data. The data, then, are analyzed qualitatively and quantitatively based on writing theory by Oshima (2006) and Harmer (2004). Data those already analyzed are presented descriptively with table and bar chart. The research?s result show that the implementation of mind mapping in writing descriptive essay can increase the quantity of the test score and also the essay quality, especially the coherence of the essay. Pretest data show that the coherence aspect?s mean score is 20.5. After Mind Mapping had applied, the quantity and quality of the students? descriptive essay increased. The increasing of mean score is 1.6 point, which the mean score of coherence aspect in first cycle is 22.1, and the mean score in the second cycle is 25. Qualitatively, the essay coherence can be seen clearly especially in the use of transition signals. The transition signals which were dominated by the used of coordinating conjunction “and, but, or” on pretest, however on first and second cycle test can be also seen the used of transition phrases as “in addition, in short” and conjunctive adverbs “however, moreover, furthermore” almost in all essays.
THE WORD ONE IN ENGLISH AND ITS EQUIVALENT IN INDONESIAN WITH REFERENCE TO ” THE DA VINCI CODE” Hariawati, Ni Nyoman; Artawa, I Ketut; Udayana, I Nyoman
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 3 No 1 (2017) (march 2017)
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.171 KB)

Abstract

AbstractThis research is conducting the word one in english and its equivalent in Indonesian with reference to the novel The Da Vinci Code, 2003 by Brown and its translation, 2013 by Dwijati. The word one in english has catagorized different part namely with singular by one , with plural by ones , modified with article- the, and determiner -that or -this. The catagorized of one could be found in the nominal substitution as cohesive device.The translation one in the English into Indonesian has correspodence equivalent in the text. Molina and Albier (2002:509) stated that translation techniques have five basic characteristics: they affect the result of the translation, they are classified by the comparison with the original, they affect micro-units of text, they are by nature discursive and contextual, and they are functional. The result of translation is made the equivalent between source language and targetlanguage. Based on equivalent Halliday (1976: 38) stated one as substitution is as the replacement of one item by another such as words or phrases. In line with Halliday, Renkema (1993: 38) stated that substitution is a replacement of a word (group) or sentence segment by a “dummy” word.The result in this research devided one into some types nominal substitution as one, ones, the one, this one and that one. The result of translation one can be function as nominal substitution and it?s equivalent in Indonesian.
IDEOLOGY OF TRANSLATION APPLIED IN TRANSLATING BALINESE HINDU RELIGIOUS TERMS INTO ENGLISH IN THE INVISIBLE MIRROR SIWARATRI KALPA: BALINESE LITERATURE IN PERFORMANCE?SASTRA BALI DI DALAM SENI PERTUNJUKAN Dwi Kuniarsa, I Gusti Ngurah; Putra Yadnya, Ida Bagus; Pastika, I Wayan
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 3 No 1 (2017) (march 2017)
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.342 KB)

Abstract

ABSTRAKStudi ini difokuskan pada deskripsi dan analisis terjemahan beberapa istilah keagamaan Hindu Bali ke dalam Bahasa Inggris. Pembahasan dikhususkan pada penerapan teknik dan ideologi penerjemahan. Lebih lanjut, studi ini juga mengkaji dampak pemilihan teknik dan ideologi penerjemahan terkait terhadap kualitas hasil terjemahan.Data dalam studi ini diambil dari buku berjudul The Invisible Mirror Siwaratri Kalpa: Balinese Literature in Performance?Sastra Bali di dalam Seni Pertunjukan” yang ditulis oleh Ron Jenkins and I Nyoman Catra. Lebih khusus, untuk studi ini, data diambil dari bagian naskah pewayangan. Studi ini menerapkan metode dokumentasi dan teknik pencatatan dalam mengumpulkan data. Selanjutnya analisis dilakukan dengan mengikuti alur Interactive Model dari Miles dan Huberman (1994: 10-12; dan dalam Miles, Huberman and Saldana, 2014). Adapun teori yang diterapkan dalam menganalisis permasalahan adalah teori kategori istilah budaya dari Newmark (1988), teknik penerjemahan dari Molina dan Albir (2002), dan ideologi penerjemahan dari Venuti (1995).Berdasarkan analisis, dapat dilihat bahwa penerjemah menerapkan ideologi domestikasi dalam menerjemahkan istilah keagamaan Hindu Bali. Hal ini terjadi karena penerjemahan istilah keagamaan dari Bahasa Bali ke Bahasa Inggris memiliki kompleksitas yang rumit karena melibatkan budaya dan bahasa yang tidak memiliki kedekatan dan keterkaitan. Teknik penerjemahan yang dipakai menggambarkan bahwa ada perbedaan budaya yang besar antara Bahasa Teks Sumber dan Bahasa Teks Sasaran. Dan lebih jauh lagi dapat dikatakan penerapan ideologi penerjemahan yang dilakukan berdampak positif bagi kualitas terjemahan yang dihasilkan.ABSTRACTThis study is focused on description and analysis of translation of Balinese Hindu religious terms into English. The discussion is specified on the details of techniques applied and the ideology of translation involved. Further, this study also assesses the impact of translation techniques and ideology applied on the quality of translation product.The data was taken from a book entitled “The Invisible Mirror Siwaratri Kalpa: Balinese Literature in Performance?Sastra Bali di dalam Seni Pertunjukan” written by Ron Jenkins and I Nyoman Catra. Specifically for this study, the data was taken from the script of Balinese shadow puppet. This study applied documentation method and note-taking technique in collecting the data. Further, this study made use of Interactive Model proposed by Miles and Huberman (1994: 10-12; also in Miles, Huberman and Saldana, 2014) in analyzing the collected data. The theories applied in addressing the problems are based on the categories of cultural terms by Newmark (1988), techniques of translation by Molina and Albir (2002), and ideology of translation by Venuti (1995).Based on the analysis, it can be concluded that the domestication ideology is pre-dominantly adopted. This indicates that in the process of translating the ST, the translation is oriented towards the TT readers. The translation of the terms from Balinese to English entails severe complications since it involves a condition where the languages and the cultures are disparate. The techniques of translation applied that directed dominantly towards TT readers shows that there is a great cultural difference between the SL text and TL text. The techniques and ideology adopted contribute rather positively to the quality of translation. 
LOSS AND GAIN IN TRANSLATION PROCESS IN BIG NATE COMIC STRIPS BOOKS INTO INDONESIAN Adi Utamayasa, I Gede; pastika, I Wayan; Sukarini, Ni Wayan
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 3 No 1 (2017) (march 2017)
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.685 KB)

Abstract

ABSTRACTThe article entitled Loss and Gain in Translation Process In Big Nate Comic Strips Books Into Indonesian. The aim of the article is to analyze deeply about the kinds of structural loss and gain found in the comic. The observation done in this qualitative research utilized note-taking technique to find kind of loss and gain in the translation process of the comic. The next step is describing the kinds of loss and gain in the process of translation. The theory of kinds of losses and gain used to analyze the problems, to find kinds loss and gain in translation process of the comic (Basnett, 1991). As the result of the research, the researcher concluded that the translator sometimes lost or gained some words, phrases or even clauses to make the translation acceptable and readable to the target readers and to make it sounds more natural in the target language.ABSTRAKArtikel ini berjudul Loss and Gain in Translation Process In Big Nate Comic Strips Books Into Indonesian. Analisis artikel ini adalah tentang jenis penghilangan dan penambahan secara struktural yang ditemukan pada komik. Teknik pengamatan dalam metode penelitian kualitatif yang dilakukan dalam studi ini disertai dengan pencatatan untuk menemukan jenis penghilangan dan penambahan di dalam proses penerjemahan. Teori jenis penghilangan dan penambahan yang digunakan untuk menelaah masalah, untuk menemukan jenis penghilangan dan penambahan dalam proses penerjemahan komik (Basnett, 1991). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerjemah terkadang menghilangkan atau menambahkan kata, frase, atau bahkan klausa untuk membuat hasil terjemahan mudah diterima dan dibaca oleh pembaca serta terdengar lebih alami dalam bahasa target.
ENGLISH NOUN PHRASE TRANSLATION SHIFT IN THE NOVEL “THE DAVINCI CODE” Sri Rahayu Sugianti, Desak Nyoman
JOURNAL OF LANGUAGE AND TRANSLATION STUDIES Vol 3 No 1 (2017) (march 2017)
Publisher : S2 Ilmu Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.148 KB)

Abstract

ABSTRACTShifts in the translation cannot be avoided because many words and phrasesthat shifting caused by the different linguistic system between the source languageand the target language. This study is aimed at analyzing the type of shift that isused by translators in translating the noun phrase in the novel The Davinci Code istranslated into Indonesian. This research is a library research where the data is inthe form of documents or printed out texts. The method of study can becategorized as qualitative-descriptive method which aims at describingsystematically, factually and accurately the characteristic and correlation thatoccur is based on the theory applied in this study. There were three types oftranslation shift. It can be classified into (1) Unit Shift (from high into low level),(2) Structural Shift (linguistic factor), and Intra-System shift.ABSTRAKShift dalam terjemahan tidak dapat dihindari karena banyak kata dan frasa yangmengalami pergeseran yang disebabkan oleh sistem linguistik yang berbeda antarabahasa sumber dan bahasa sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisajenis pergeseran yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan frasakata benda dalam novel The Davinci Code yang diterjemahkan ke dalam bahasaIndonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, di mana data dalambentuk dokumen atau dicetak. Metode penelitian dapat dikategorikan sebagaimetode kualitatif-deskriptif yang bertujuan menggambarkan secara sistematis,faktual dan akurat karakteristik dan korelasi yang terjadi didasarkan pada teoriyang diterapkan dalam penelitian ini. Ada tiga jenis pergeseran penerjemahan. Halini dapat diklasifikasikan menjadi (1) Satuan Pergeseran (dari tinggi ke tingkatrendah), (2) Pergeseran Struktural (faktor bahasa, dan Pergeseran Intra-Sistem.

Page 1 of 1 | Total Record : 8