cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
GARIS adalah e-jurnal mahasiswa Jurusan Arsitektur terbitan Jurusan Arsitektur Universitas Halu Oleo. E-jurnal terbit tiga kali dalam setahun, merupakan media pendokumentasian dan publikasi karya tulis ilmiah yang berisikan hasil rancangan, teori, dan telaah ilmu Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
PENERAPAN ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA PERENCANAAN E-SPORT ARENA DI KOTA KENDARI Marsaban, Ali; Ramadan, Sachrul; Hasan, Laode Amrul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKE-Sport, merupakan singkatan dari electronic sport, dimana merupakan kegiatan adu ketangkasan secarafisik ataupun non-fisik yang dilakukan oleh individu atau kelompok dengan menggunakan perangkatelektronik yaitu video game. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan lokasi perencanaan,merencanakan gedung dan menerapkan konsep arsitektur futuristic pada gedung E-Sport Arena yang dapatmendukung layanan pemakai. Metode pembahasan yang digunakan dalam pembahasan ini adalah menggunakan metodeanalisis deskriptif dengan mengidentifikasi unsur-unsur yang menunjang seperti mengumpulkan data terkait, observasilapangan, wawancara dan media informasi lainnya berupa internet yang kemudian disimpulkan dan dijadikan titik tolakdalam penyusunan acuan perancangan secara rinci. E-sport arena didesain dengan pendekatan arsitektur futuristik yangmenggambarkan bahwa perencanaan dan pembangunannya tidak berdasarkan oleh sesuatu yang terkait denganmasa lalu, akan tetapi mencoba untuk menggambarkan masa depan. Bangunan harus dapat mengikuti danmenampung tuntutan kegiatan yang pasti selalu berkembang seiring dengan perkembangan zaman, e-sport arenaini juga di desain dengan mempertimbangkan aspek-aspek penting dalam merancang seperti sirkulasi, penzoningan, dantata ruang dalam dengan harapan agar mampu memberi kesan menyenangkan, nyaman, serta memberikanpengetahuan dan rasa eksplorasi terhadap pengunjung.Kata kunci: Teknologi, E-Sport, FuturistikABSTRACTE-sport, stands for electronic sport, which is a physical or non-physical stunt activity carried out by individuals orgroups using electronic devices, namely video games. The purpose of this research is to determine the location of planning,planning the building and applying futuristic architectural concepts to the e-sport arena building that can support userservices. The method of discussion used in this discussion is to use descriptive analysis method by identifying supportingelements such as collecting related data, field observation, interviews and other information media in the form of internetwhich is then concluded and used as a starting point in the preparation of detailed design references. E-sport arena isdesigned with a futuristic architectural approach that illustrates that its planning and development is notbased on something related to the past, but tries to describe the future. The building must be able to followand accommodate the demands of activities that must always develop along with the times, e-sport arena isalso designed by considering important aspects in designing such as circulation, zoneing, and indoor layoutin the hope that it can give the impression of fun, comfort, and provide knowledge and sense of exploration tovisitors.Keywords: technology, e-sport, futuristic
PENERAPAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA KAWASAN WISATA BUDAYA SULAWESI TENGGARA DI KOTA KENDARI Sanjaya, Gede Wisnu; Santi, Santi; Aspin, Aspin
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerencanaan kawasan wisata budaya Sulawesi Tenggara di kota Kendari adalah sebuah sarana wisata dengan tujuanuntuk mengenalkan dan meningkatkan nilai jual hasil kebudayaan Sulawesi tenggara sebagai obyek utama yang didalamnya menampung kegiatan seni dan budaya, yang bersifat wisata. Penelitian ditujukan untuk menentukan lokasi yangsesuai untuk Perencanaan kawasan wisata, mewujudkan Perencanaan kawasan wisata yang dapat menggambarkan seni danbudaya Sulawesi Tenggara, dan mewujudkan konsep kawasan wisata budaya yang bersifat menghibur dan lebih edukatifdengan mempertimbangkan efesiensi fungsi dan kenyamanan dari segi arsitekturalnya.Metode penelitian yang digunakanadalah metode deskriptif yang dilakukan dengan mengumpulkan data yakni mengumpulkan teori-teori dari berbagailiteratur, survey lapangan dan studi literatur untuk mengetahui potensi objek wisata budaya di kota Kendari, sehinggaperencanaan kawasan wisata budaya Sulawesi Tenggara di kota Kendari ini dapat mewadahi kegiatan-kegiatan sepertimenikmati suasana nyaman, kesenian-kesenian, kuliner khas yang terdapat pada setiap daerah di Provinsi SulawesiTenggara, dan edukasi tentang seni dan budaya daerah, merupakan salah satu bentuk konkret dari pelestarian budaya danmanfaat bagi pengembangan kepariwisataan yang berorientasi pada nilai-nilai kebudayaan daerah.Kata kunci: Budaya, Sulawesi Tenggara, neo-vernakularABSTRACTThe planning of the cultural tourism area of Southeast Sulawesi in the city of Kendari is a tourist facility with the aimof introducing and increasing the selling value of the cultural products of Southeast Sulawesi as the main object whichaccommodates arts and cultural activities, which are tourism in nature. The research is aimed at determining suitablelocations for planning tourist areas, realizing tourism area planning that can describe Southeast Sulawesi arts and culture,and realizing the concept of cultural tourism areas that are entertaining and more educative by considering the efficiencyof functions and comfort from an architectural point of view. used is a descriptive method which is carried out by collectingdata, namely collecting theories from various literatures, field surveys and literature studies to determine the potential ofcultural tourism objects in Kendari city, so that the planning of the cultural tourism area of Southeast Sulawesi in Kendaricity can accommodate activities such as enjoying a comfortable atmosphere, the arts, the typical culinary delights found inevery region in Southeast Sulawesi Province, and education about regional arts and culture, is one concrete form ofcultural preservation and benefits for the development of tourism. words that are oriented towards regional culturalvalues.Keywords: Culture, Southeast Sulawesi, neo-vernacular
PENERAPAN ARSITEKTUR ISLAM PADA PONDOK PESANTREN KHAIRU UMMAH DI KABUPATEN MUNA BARAT Asriani, Asriani; Faslih, Arman; Sjamsu, Arief Saleh
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK       Pondok Pesantren merupakan salah satu jenis pendidikan Islam di Indonesia yang mempunyai tujuan untuk mendalami dan mengamalkan ilmu agama Islam sebagai pedoman hidup keseharian dengan menekankan pentingnya moral dalam hidup bermasyarakat. Pondok Pesantren Khairu Ummah merupakan salah satu pondok pesantren yang ada di Kabupaten Muna Barat yang  berdiri tahun 1994, didirikan oleh Drs. H. Syafi Amane, ustadz pertamannya KH. Ronni.Berdasarkan hasil dari observasi lapangan menunjukan bahwa berbagai masalah yang di bahas sebelumnya, Khairu Ummah memerlukan perencanaan ulang bangunan untuk menarik kembali perhatian masyarakat dan melengkapi berbagai macam fasilitas. Sehingga Pesantren Khairu Ummah ini bisa menjadi tempat pendidikan yang dapat mengembangkan karakter manusia dengan memiliki intelektualitas tinggi dan budi pekerti luhur. Rancangan dilakukan dengan metode pengumpulan data lapangan melalui wawancara tidak terstruktur dan studi pustaka maupun studi literatur. Kemudian dilanjutkan dengan analisis data yang menghasilkan konsep perancangan, desain, serta maket. Penerapan konsep Arsitektur Islam pada pesantren memiliki  kesamaan dalam usaha mengembalikan dan menjalankan nilai-nilai Islam dalam berbagai aspek. Kegiatan belajar mengajar dalam pesantren merupakan kegiatan dakwah dan pendidikan yang bersifat non fisik, sedangkan penerapan Arsitektur Islam pada bangunan pesantren ini lebih kepada fisik bangunan, tapak dan ruang yang diharapkan mampu menghasilkan suatu bangunan sekaligus wadah menimba ilmu di mana nilai-nilai Islam dapat diterapkan.                                                                                                                                                                        Kata kunci: Arsitektur islam, pondok pesantren ABSTRACT       Islamic boarding school is one type of Islamic education in Indonesia which has the aim to explore and practice Islamic religious knowledge as a guide to daily life by emphasizing the importance of morals in social life. Khairu Ummah Islamic Boarding School is one of the Islamic boarding schools in West Muna Regency, established in 1994, established by Drs. H. Syafi Amane, his first teacher, KH. Ronni Based on the results of field observations shows that the various problems discussed earlier, Khairu Ummah requires re-planning of buildings to draw back the attention of the community and complete various kinds of facilities. So that the Khairu Ummah Islamic Boarding School can become a place of education that can develop human character by having high intellect and noble character. The design was carried out by the method of collecting field data through unstructured interviews and literature studies as well as literature studies. Then proceed with the analysis of data that produces the design concept, design, and mockups. Teaching and learning activities in pesantren are non-physical propaganda activities and education, while the application of Islamic Architecture in pesantren buildings is more on the physical building, site and space which is expected to be able to produce a building as well as a place to gain knowledge in which Islamic values can be applied. Keywords: Islamic architecture, islamic boarding school
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR BIOKLIMATIK PADA PERENCANAAN GEDUNG FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KEBUMIAN UNIVERSITAS HALU OLEO Irsyad, Muhammad; erman Balo, Asri Andrias H; Aulia, Weko Indira Romanti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSulawesi tenggara menjadi sasaran penambangan oleh investor asing, beberapa tenaga ahli dalam pabrik tersebut cukupjarang dijumpai berasal dari daerah Sulawesi Tenggara. Oleh karena itu Universitas Halu Oleo sebagai salah satuUniversitas Negeri di Sulawesi Tenggara, memiliki tugas untuk membangun Fakultas Ilmu dan Teknologi KebumianUniversitas Halu Oleo, dimana terdapat beberapa jurusan di dalamnya seperti Teknik Pertambangan, Geologi, Geofisikadan Geografi. Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITK) merupakan salah satu cabang dari ilmu teknik yangberfokus pada ilmu tentang eksplorasi dan eksploitasi bahan galian/sumber daya mineral seperti emas, perak, alumunium,besi, dan sebagainya, serta batu bara. Pada program studi Ilmu Teknologi dan Kebumian akan mempelajari prosespertambangan yang terdiri dari kegiatan penyelidikan umum (prospeksi), eksplorasi penambangan, pengolahan bahantambang (eksploitasi), pengangkutan, sampai dengan pemasaran hasil tambang. Berdasarkan permasalahan yang telahdisebutkan sebelumnya, maka penulis sebagai mahasiswa Arsitektur Universitas Halu Oleo berinisiatif mengambil judulTugas Akhir “Perencanaan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian dengan pendekatan arsitektur bioklimatik” penggunaankonsep ini menyesuaikan pada iklim Tropis. Maka diperlukannya bangunan yang mampu berdaptasi dengan lingkungantropis dan mampu memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitarnya. Pendekatan Bioklimatik yang diterapkan padarancangan dapat dilihat dari beberapa hal. Pengolahan tapak yang dilakukan dengan mempertimbangkan aspek iklim,Orientasi bangunan yang meminimalisir terpaparnya sisi bangunan terpanjang oleh sinar matahari, Bentuk dasar bangunanyang mengoptimalkan ruang terbuka hijau dan biru, menimbulkan ambiguitas antara ruang dalam dan ruang luar, danProgram ruang terkait kebutuhan dan hubungan antar ruang telah dianalisis dengan baik.Kata kunci : Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ,Bioklimatik, Universitas Halu OleoABSTRACTSoutheast Sulawesi was the target of mining by foreign investors, quite a few experts in the plant were found originatingfrom the Southeast Sulawesi region. Therefore, Halu Oleo University as one of the State Universities in Southeast Sulawesi,has the task of establishing the Halu Oleo University Faculty of Science and Technology, where there are severaldepartments in it such as Mining, Geology, Geophysics and Geography. The Faculty of Earth Sciences and Technology(FITK) is a branch of engineering that focuses on the science of exploration and exploitation of minerals / mineralresources such as gold, silver, aluminum, iron, etc., and coal. The Technology and Earth Sciences study program will studythe mining process which consists of general investigation (prospecting), mining exploration, mining (exploitation),transportation, and marketing of mining products. Based on the problems mentioned earlier, the writer as a student ofUniversity Architecture Halu Oleo took the initiative to take the title of Final Project "Planning of the The Faculty of EarthSciences and Technology with a bioclimatic architecture approach" the use of this concept adapts to the Tropical climate.So the building is needed to be able to adapt to the tropical environment and be able to utilize the resources around it. TheBioclimatic approach applied to the design can be seen from several things. Site processing is carried out by consideringclimate aspects, building orientation that minimizes exposure to the longest side of the building by sunlight, the basic formof building that optimizes green and blue open spaces, giving rise to ambiguity between inner and outer space, and spaceprograms related to space needs and relationships has been analyzed properly.Keywords : Faculty of science and Techlonogy of Geology, Bioclimatic, Halu Oleo University
PENERAPAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA RUMAH SINGGAH ANAK JALANAN DI KOTA KENDARI Suriana, Wa Ode; Faslih, Arman; Hasan, La Ode Amrul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAnak jalanan merupakan salah satu bentuk dari adanya kaum marjinal yang dipercaya setiap tahunnya semakin meningkat. Kebanyakan dari mereka sudah putus sekolah karena faktor ekonomi dan keluarga. Untuk itu, dibutuhkan wadah yang dapat memberdayakan mereka agar mereka mendapatkan haknya kembali. Hadirnya rumah singgah adalah salah satu solusi dalam menyelamatkan hidup mereka terutama masa depan mereka. Rumah singgah ini berfungsi sebagai tempat persinggahan sementara anak jalanan dan sekaligus akses kepada berbagai pelayanan sosial seperti pendidikan, kesehatan, keterampilan dan lain-lain. Didalam rumah singgah, anak jalanan juga diberikan pelatihan-pelatihan keterampilan untuk mengembangkan potensi dirinya agar bisa lebih berdaya dan bermanfaat. Dengan menggabungkan beberapa unsur arsitektural dan non-arsitektural seperti bentuk ruangan dan perilaku anak jalanan, maka terciptalah suatu desain yang dapat membantu  anak jalanan dalam memenuhi kebutuhannya agar tidak kembali lagi ke jalanan. Perencanaan rumah singgah ini di desain agar anak dapat mendapatkan hak untuk mengenyam bangku pendidikan kembali dan juga agar anak tersebut dapat memiliki suatu bekal keahlian yang berguna bagi hidupnya kelak.Kata kunci: Anak jalanan, rumah singgah, arsitektur perilaku ABSTRACKStreet children are one form of the existence of marginal people who are believed to be increasing every year. Most of them have dropped out of school due to economic and family factors. For this reason, a forum is needed to empower them so that they can get their rights back. The presence of a shelter is one solution to save their lives, especially their future. This shelter serves as a temporary shelter for street children and at the same time access to various social services such as education, health, skills and others. In the halfway house, street children are also given skills training to develop their potential to be more empowered and useful. By combining several architectural and non-architectural elements such as the shape of the room and the behavior of street children, a design is created that can help street children in meeting their needs so that they do not return to the streets. This shelter planning is designed so that the child can get the right to get a re-education bench and also so that the child can have a provision of expertise that is useful for his future life.Keywords: Street children, shelter houses, behavioral architecture
KONSERVASI ARSITEKTUR PADA KAWASAN HERITAGE BUTON DI SULAA KOTA BAUBAU La Ziha, Ashrar; Kadir, Ishak; Nurjannah, Irma
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Heritage atau warisan pusaka, secara umum mencakup pusaka alam, pusaka budaya ragawi dan tak ragawi, serta pusaka saujana. Di Buton tepatnya di Kota Baubau terdapat be-berapa warisan pusaka baik budaya ragawi dan tak ragawi. Namun, Keberlangsungan Heritage Buton menjadi salah satu permasalahan utama, yakni lunturnya minat serta pengetahuan masyarakat terhadap Heritage Buton, tentunya fenomena ini yang perlu diperhatikan mengingat pentingnya melestarikan dan juga mempertahankan Heritage Buton untuk kedepanya. Kawasan Konservasi Sulaa yang ada di Kota Baubau merupakan Asset Pusaka Buton, dengan sejarah dan adat istiadat yang tetap terjaga, sehingga dengan adanya Kawasan Heritage Buton di kawasan Sulaa bisa menjadi daya penunjang serta wadah keberlangsungan, pengetahuan dan pelestarian Heritage Buton di Kota Baubau. Rancangan dilakukan dengan metode pengumpulan data lapangan melalui wawancara tidak terstruktur dan studi pustaka maupun studi literatur. Kemudian dilanjutkan dengan analisis data yang menghasilkan konsep perancangan, desain, dan maket.  Hasil dari penelitian disimpulkan bahwa lokasi berada dalam kawasan konservasi Sulaa berfungsi untuk mewadahi serta menjadi pusat Kebudayaan Buton dan juga keterkaitan  Kawasan Heritage Buton di Sulaa  dan  konservasi aristektur yaitu mengembalikan wajah dari obyek pelestarian Sulaa, memanfaatkan obyek pelestarian untuk menunjang Kawasan Heritage Buton, mengarahkan perkembangan masa kini yang diselaraskan dengan Bangunan serta Kawasan agar tetap terjaga dan saling bersinergi, tercermin dalam suatu Kawasan Heritage Buton Menampilkan kaerifan lokal, dalam wujud bangunan dirancang dalam hal ini nilai Arsitektur Buton. Kata kunci: Kawasan heritage, konservasi arsitektur, sulaa                                                                        ABSTRACT Heritage or inheritance in general, includes natural heirlooms, physical and intangible cultural heirlooms, and Saujana relics. In Buton, precisely in the City of Baubau, there are several heirlooms, both physical and non-physical. However, the sustainability of Heritage Buton became one of the main problems, namely the fading of interest and knowledge of the community towards Heritage Buton, of course, this phenomenon needs to be considered given the importance of preserving and also maintaining Heritage Buton for the future. The Sulaa Conservation Area in the City of Baubau is an Asset Heirloom of Buton, with history and customs maintained, so that the presence of the Buton Heritage Area. In the Sulaa area can be a supporting force and a place of sustainability, knowledge, and preservation of Heritage Buton in the City of Baubau The design was carried out by the method of collecting field data through unstructured interviews and literature studies. Then proceed with data analysis which results in the concept of design, the design, and the mockups. The results of the study concluded that the location within the Sulaa conservation area serves to accommodate and become a cultural centre of Buton and also the linkage of the Buton Heritage Area in Sulaa and the architectural conservation of restoring the face of the Sulaa conservation object, utilizing the conservation object to support the Buton Heritage Area, directing the development of the Buton Heritage Area now aligned with Buildings and Regions to keep awake and synergize with each other, reflected in a Buton Heritage Area Showing local characteristics, in the form of buildings designed in this case the Buton Architecture values.. Keywords: Heritage area, conservation of architecture, sulaa 
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA GEDUNG PUSAT OLAHRAGA EKSTRIM DI KENDARI LM Kasri, LM Kasri; Faslih, Arman; Syukur, Laode Abdul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Olahraga Ekstrim di Kendari tersebar didaerah taman kota, tugu MTQ dan tempat-tempat publik yang ada di wilayah Kendari. Maraknya pencinta olahraga ekstrim di Kendari bukan tanpa kendala, beberapa kendala yang ada anatalaim mulai persoalan organisasi, lapangan, dan masalah teknis penyelenggaraan event. Maka dari itu perancangan Pusat Olahraga Ekstrim  ini perlu untuk merankum dan mewadahi kemampuan dalam bidang olahraga ekstrem agar dedikasi mereka dapat membawa dampak positif untuk generasi muda lainnya.Perancangan Gedung Pusat Olahraga Ekstrim ini mencoba menganalisis bangunan dengan pendekatan arsitektur Hijau. Peneerapan nilai nilai arsitektur hijau akan ditepkana pada bantuk, dan fasad bangunan , daiantanya dengan menggunakan renewable resources (sumber-sumber yang dapat diperbaharui, passive-active solar photovoltaic (sel surya pembangkit listrik). Metode yang digunakan ialah studi Literatur, studi banding, dan observasi. Hasil penulisan ini berupa perancangan dengan konsep tata lansekap, pengolahan tapak, bentuk bangunan, material,dengan mencitrakan arisitektur hijau. Kata kunci : Olahraga ekstrim; arsitektur hijau.ABSTRACT Extreme Sports Activities in Kendari are spread out in city parks, MTQ pillars and public places in the Kendari area. The rise of extreme sports lovers in Kendari is not without obstacles, a number of obstacles that exist between the start of organizational issues, the field, and the technical problems of organizing events. Therefore the design of this Extreme Sports Center needs to summarize and accommodate abilities in the field of extreme sports so that their dedication can bring a positive impact to other young generations. The application of the values of green architecture will be placed on the shape, and facades of buildings, including using renewable resources (sources that can be renewed, passive-active solar photovoltaic (solar cell power plants) .The method used is the study of literature, comparative studies, and Observation The results of this writing are in the form of design with the concept of landscape management, site processing, building forms, materials, by imaging green architecture. Keywords: Extreme sports; green architecture.  
PENERAPAN ARSITEKTUR VERNAKULER MUNA PADA GEDUNG PELESTARIAN ALAT MUSIK “RAMBI WUNA “ DI KOTA RAHA Saputra, Ahong; Nurjannah, Irma; Rianty, Hapsa
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  ABSTRAKKesenian alat musik “Rambi Wuna” merupakan kesenian musik daerah Kabupaten Muna dimana mempunyai peran sangat penting di bidang  kesenian karena merupakan salah satu aset yang sangat penting dalam perkembangan parawisata dan menjadi ciri khas daerah Kota Raha Kabupaten Muna. Kesenian Alat musik Rambi Wuna merupakan suatu seni dalam memukul alat musik yang terdiri dari dua alat musik utama yaitu alat musik (Mbololo) Gong dan (Ganda) Gendang. Alat musik Rambi Wuna mempunyai peranan yang sangat penting dalam acara - acara kebudayaan di Kota Raha Kabupaten Muna dimana alat musik ini dimanfaatkan sebagai iringan dalam acara kebudayaan tersebut. Untuk mengembangkan dan menumbuhkan kembali kepedulian masyarakat tentang kesenian alat musik tradisional “Rambi wuna” dibutuhkan wadah yang dapat memberikan pengenalan dan pengetahuan kembali terhadap masyarakat akan pentingnya alat musik tradisional Rambi Wuna yang menjadi ciri khas Kabupaten Muna. Kata Kunci: Pelestarian Alat Musik, Rambi Wuna, Arsitektur Vernakuler   ABSTRAKInstrument "Rambi Wuna" is a musical art Muna area, which had a very important role in the field of art because it is a very important asset in the development of tourism and become the hallmark of the City of Raha Muna. Musical instrument Rambi Wuna Art is an art in the hit musical instrument consisting of two main musical instrument is a musical instrument (Mbololo) Gong and (double) drum. Wuna Rambi musical instrument has a very important role in the events - cultural events in the city of Raha Muna where the instrument is used as accompaniment in the cultural event. To develop and grow back the public awareness of the art of traditional musical instruments "Rambi wuna" requires a container that can provide an introduction to and knowledge back to the community on the importance of traditional musical instruments Rambi Wuna that characterizes Muna. Keywords: preservation of musical instruments, rambi wuna, architecture vernakuler 
REDESAIN KAMPUNG NELAYAN RANOOHA RAYA SEBAGAI SALAH SATU DESTINASI WISATA KABUPATEN KONAWE SELATAN Sari, Yuni Puspa; Santi, Santi; Al Ikhsan, Ainussalbi
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK (Blank 10)Menjadi negara kepulauan, maka negara Indonesia tentunya kaya akan kawasan pesisir.Seperti halnya pada wilayah Desa Ranooha Raya yang kaya akan potensi diantaranya perikanan, pengembangan usaha rumput laut, lobster mutiara dan pertambakan udang. Selain itu juga memiliki potensi konservasi laut seperti komoditi ekosistem mangrove. Selain di perairan, darat juga memiliki potensi perkebunan. Adanya kampung nelayan juga memberikan keunikan tersendiri bagi desa ini. Namun potensi tersebut nyatanya belum dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu perlu adanya suatu perencanaan penataan kembali kawasan kampung nelayan ini, berupa Redesain demi mewujudkan sebuah area dimana wajah sosial budaya masyarakat Kabupaten Konawe Selatan mampu terlihat kembali. Selain itu juga dapat menghasilkan area yang mampu memberikan ruang tempat bermukim dan beraktivitas bagi masyarakat nelayan yang layak, nyaman, aman. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan diantaranya, analisis berdasarkan survey langsung serta wawancara, untuk mendapatkan data-data berkaitan dengan eksisting, sedangkan untuk merumuskan konsep perancangan Redesain Kampung Nelayan Ranooha Raya menggunakan analisis dengan studi literatur dengan menerapkan dasar-dasar teori pendukung perancangan. Hasil dari penelitian ini adalah desain penataan kawasan pemukiman yang layak bagi masyarakat Desa Ranooha Raya yaitu berupa tatanan massa bangunan hunian yang lebih rapi. Dimana pada hasil desain di area hunian daratan terdapat 21 unit sedangkan pada area hunian perairan terdapat 76 unit. Jumlah rumah tersebut mempertimbangkan berdasarkan jumlah penduduk desa ranooha raya dan juga jumlah hunian warga sebelumnya baik daratan, peralihan maupun perairan. Sedangkan desain pengembangan kampung nelayan Ranooha Raya agar dapat dijadikan kawasan destinasi wisata yaitu dengan mengembangkan potensi-potensi yang telah ada. Kata kunci : Redesain, kampung nelayan, destinasi, wisata. [Blank 11]ABSTRACT By becoming an archipelagic country, the Indonesian state is certainly rich in coastal areas. As well as in the area of Ranooha Raya Village which is rich in potential including fisheries, development of seaweed business, pearl lobster and shrimp farming. Moreover, it also has the potential of marine conservation such as the commodity of the mangrove ecosystem. Besides to the waters area, mainland area also has plantation potential. The existence of a fishing village also gave its own uniqueness to the village. But the potential is in fact not yet managed and utilized as well as possible. Therefore, there is a need for a plan to re-arrangement of this fishing village area, in the form of redesign to create an area where the face of the socio-cultural community of South Konawe Regency is able to be seen again. Besides that, it can also produce an area that is able to provide a place for living and activities for fishing communities that are decent, comfortable, and safe. This research used methods that included, analysis based on direct surveys and interviews, to obtain data relating to the existing, while to formulate design concept of the Ranooha Raya Fisherman Village Redesign, using analysis with literature studies by applying the foundations of design supporting theory. The research result indicates that design of a proper residential area arrangement for the community of Ranooha Raya Village is in the form of a neater arrangement of residential buildings. Which is, in the design result, there are 21 units in the mainland residential area, while there are 76 units in the waters residential area. The total of that residential is considered based on the total of Ranooha Raya population and also the total of previous people’s housing, both mainland area, transitional area, and waters area. While the design of the development of the Ranooha Raya fishing village so that can be a tourist destination is by developing existing potentials. [Blank 10]Keywords: redesign, fisherman village, destinations, tourism. 
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP ARSITEKTUR PERILAKU PADA PUSAT REHABILITASI HIV AIDS DI KOTA KENDARI Ariani Aras, Wa Ode Nining; Rianty, Hapsa; Arsyad, Muhammad
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKHIV dan AIDS (Acquire Immune Deficiency Syndrome) merupakan masalah global, dimana kasus AIDS pertama kaliditemukan pada tahun 1981 pada pria homoseksual di United States. HIV/AIDS telah menjadi wabah penyakit di seluruhdunia dan menurut UNAIDS (United Nations Program on HIV/AIDS), virus HIV ini telah menginfeksi setidaknya 38,6juta orang di seluruh dunia, serta telah menyebabkan kematian lebih dari 25 juta orang sejak pertama kali diakui padatanggal 5 Juni 1981. Tujuan penelitian agar mampu menampung dan merawat, serta membina anak-anak pengidapHIV/AIDS ini. Dengan demikian, mereka dapat memiliki suatu tempat bernaung yang layak, mendapatkan perawatanyang layak, serta mendapat pembinaan atau pendidikan yang layak. Metode penerapan arsitektur perilaku, terlebih dahulumempelajari perilaku dan karakteristik dari pengguna. Dengan demikian konsep ruang dan bangunan yang sesuai dapattercapai. Penggunaan warna, material, pencahayaan, bukaan, view yang alami hal pertama yang perlu diperhatikan. Karenasecara tidak sengaja, ruang yang terbentuk dan isi dari ruang dapat turut mempengaruhi keadaan psikis dari pasienpenderita HIV/AIDS, Apakah itu membuat pasien semakin baik atau tidak. Hasil dari penelitian disimpulkan bahwa lokasiberada di kecamatan baruga kota Kendari, metode kajian meliputi metode pengumpulan data, survey lapangan secaralangsung, studi literatur yang berkaitan dengan tema dan obyek perancangan. Dalam perancangan ini menggunakan temaarsitektur perilaku diharapkan bangunan pusat rehabilitasi HIV/AIDS ini bisa memenuhi fungsinya sebagai tempatrehabilitasi.Kata Kunci : Pusat Rehabilitasi HIV/AIDS, Arsitektur PerilakuABSTRACTHIV and AIDS (Acquire Immune Deficiency Syndrome) are global problems, with AIDS being first discovered in 1981in homosexual men in the United States. HIV/AIDS has been a plague of diseases around the world and according toUNAIDS (United Nations Program on HIV/AIDS), this HIV virus has infected at least 38.6 million people worldwide, andhas caused the deaths of more than 25 million people since it was first recognized on June 5, 1981. The aim of the researchis to be able to accommodate and care for, and foster children with HIV / AIDS. Thus, they can have a decent shelter, getproper care, and get proper training or education. The method of applying behavioral architecture first studies thebehavior and characteristics of the user. Thus the appropriate spatial and building concepts can be achieved.The use of colors, materials, lighting, openings, natural view the first thing to note. Because accidentally, thespace formed and the contents of the space can also influence the psychological state of patients with HIV /AIDS, whether it makes the patient better or not The results of the study concluded that the location is in the Barugadistrict of Kendari City, methods of study include data collection methods, direct field surveys, literature studies related tothemes and design objects. In designing the architecture of the theme of the behavior of the expected building of HIV/AIDSRehabilitation Center can fulfill its function as a rehabilitation place.Keywords: HIV/AIDS Rehabilitation Center, Behavioral Architecture