cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
GARIS adalah e-jurnal mahasiswa Jurusan Arsitektur terbitan Jurusan Arsitektur Universitas Halu Oleo. E-jurnal terbit tiga kali dalam setahun, merupakan media pendokumentasian dan publikasi karya tulis ilmiah yang berisikan hasil rancangan, teori, dan telaah ilmu Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
PENERAPAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) DI KOTA KENDARI R. Anwar, Rifqi; Kadir, Ishak; Tahir, Arzal
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di Kota Kendari yang telah resmi beroperasi pada Januari 2017 belum memiliki gedung sendiri dan masih menumpang di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Kendari. Hal ini membuat proses pembinaan anak menjadi terhambat karena sarana dan prasarana yang tersedia belum memadai. Oleh karena itu perlu adanya perencanaan dan perancangan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di Kota Kendari. Perencanaan ini menggunakan tema Arsitektur Perilaku yang tujuannya untuk menghasilkan desain bangunan LPKA yang tetap ramah pada anak namun tetap memperhatiakan aspek keamanannya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, survey lapangan, dan studi literatur yang kemudian dianalisa secara kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil analisis tersebut didapat hasil penerapan desain arsitektur perilaku pada bangunan yang diwujudkan melalui desain berupa bentuk dasar bangunan yang menggunakan bentuk segi empat yang memungkinkan untuk penataan ruang yang efektif dan memudahkan dalam pengawasan, tampilan bangunan dibuat menyerupai hunian pada umumnya untuk memberikan kesan lingkungan yang normal, penataan massa bangunan jamak untuk menghadirkan suasana yang terbuka, kamar hunian yang dilengkapi dengan dinding pembatas antara tempat tidur untuk mengakomodasi kebutuhan privasi dan territorial bagi anak, ketersediaan pencahayaan dan penghawaan alami melalui bukaan ruang yang memadai, penggunaan warna cerah dan aksen dekoratif untuk menghadirkan suasana ruang dalam yang nyaman dan menarik, serta ketersediaan ruang terbuka berupa taman dan arena olahraga sebagai sarana rekreasi dan olahraga bagi anak. Kata Kunci: LPKA, Anak, Arsitektur Perilaku ABSTRACT Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) in Kendari city, which has officially operated since January 2017, in fact, does not have its own building yet and still shares the same building with Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Kendari. This problem hampers the process of children rehabilitation because the facilities provided are still insufficient. Therefore, there should be planning and arrangement of Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) conception in Kendari City. This conception uses the theme of behavioral architecture which intends to make LPKA building to not only become a friendly environment for children but also cognize its security aspects. In this research, Researcher used the design of Descriptive Method with data collection techniques consists of interview, survey, and study of literatures which was eventually analysed in both Quantitative and Qualitative approaches. Based on the result of data analysis, researcher has found that the result of behavioral architecture implementation in building created using rectangular design allows effective spatial and easy surveillance, creation of building appearance which is made similar to common occupancies to provide a normal environment impression for children, arrangement of building mass to provide atmosphere of open environment, construction of rooms provided with dividing walls to accommodate children privacy and territorial needs, availability of natural lighting and air circulation through adequate rooms apertures, usages of bright colour and decorative accent to create attractive and comfortable inner space, and availability of outdoor space in the form of park and sports arena as recreation and physical exercise facility for children.  Keywords: LPKA, Children, Behavioral Architecture 
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI PADA PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN DI KOTA KENDARI Adam, Muhammad; Rinnarsuri, Dwi; Hasan, La Ode Amrul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pesantren Tahfizh Al-Qur’an di Kota Kendari adalah sarana yang sangat ideal sebagai tempat pembelajaran tentang agama Islam dan pelajaran lainnya yang berorientasi pada Al-Qur'an di lingkungan perkotaan seperti Kota Kendari yang dikarenakan kesibukan orang tua dalam bekerja sehingga waktu untuk mendidik anak menjadi berkurang sehingga pendidikan pesantren adalah cara yang tepat sebagai sistem pendidikan formal dan agama dapat berjalan secara seimbang sehingga dasar pendidikan terpenuhi. Konsep arsitektur ekologis adalah konsep berwawasan lingkungan, dimana memanfaatkan potensi alam semaksimal mungkin. Konsep ekologi dapat membuat suasana yang nyaman, tenang, dan indah sehingga santri dapat menghafal dan belajar di lingkungan yang baik untuk mereka. Metode pembahasan yang digunakan adalah metode deskriptif yang dilakukan dengan mengumpulkan  teori-teori dari berbagai literatur, survey lapangan dan studi literatur. Perencanaan konsep bentuk dasar bangunan bersumber dari jenis bangunan yang telah direncanakan yaitu bangunan formal untuk pendidikan, bentuk dasar geometri yang menampilkan kesan formal adalah hanya bentuk persegi dengan kesan penampilan laiinya ialah tegas, dinamis dan efektif terhadap ruang. Konsep tampilan bangunan Pesantren Tahfizh Al-Qur’an ini mempertimbangkan standar-standar ketentuan tampilan bangunan secara keseluruhan sesuai standar pendidikan yang disesuaikan dengan menerapkan konsep arsitektur ekologi seperti penggunaan konsep ventilasi silang, penerapan double glass, dan solar panel. Pada ruang luar adanya banyak taman-taman banyak taman – taman sehingga para santri bisa menghafal di lingkungan terbuka dengan suasana yang tenang sehingga dapat membantu dalam proses penghafalan para santri. Di dalam area Pesantren juga terdapat kebun-kebun untuk menghasilkan kebutuhan pangan santri dan menerapkan sistem untuk pengelolaan air limbah dan pengelolaan air hujan.. Kata kunci: Pesantren tahfizh al-qur’an, arsitektur ekologi, kota kendari ABSTRACT Tahfizh Al-Qur'an Islamic Boarding School in Kendari City is an ideal facility as a place to learn about Islam and other lessons oriented to the Koran in urban environments such as Kendari City due to busy parents working at work so that the time to educate children to be reduced so that pesantren education is the right way as the formal education system and religion can run in a balanced manner so that the basic education is fulfilled.. The concept of ecological architecture is an environmentally sound concept, which utilizes natural potential as much as possible. The concept of ecology can create a comfortable, calm and beautiful atmosphere so that students can memorize and learn in a good environment for them. The discussion method used is descriptive method which is done by gathering theories from various literatures, field surveys and literature studies.The planning of the basic building concept concept originates from the type of building that has been planned, namely formal buildings for education, the basic geometric form that displays a formal impression is only a square shape with the impression that the other appearance is firm, dynamic and effective on space. The concept of the appearance of the Tahfizh Al-Qur'an School Pesantren considers the overall building display standards according to educational standards that are adjusted by applying ecological architectural concepts such as the use of the concept of cross ventilation, the application of double glass, and solar panels. In the outside space there are many parks many parks - parks so that students can memorize in an open environment with a calm atmosphere so that it can help in the process of memorizing the students. Inside the Pesantren area there are also gardens to produce the santri food needs and implement systems for wastewater management and rainwater management. Keywords: Tahfizh Al-Qur’an Islamic Boarding School, ecology architecture, kendari city
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR MODERN PADA KANTOR FINANSIAL DI KOTA KENDARI Kando, Ernelus Lintin; Herman Balo, Asri Andrias; Rosyidah, Sitti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKantor lembaga finansial sebagai sarana untuk mengelolah data perusahaan yang menyangkut data eksternal maupun internal, efektifitas dan kenyamanan menjadi tuntutan utama maka digunakan pendekatan arsitektur modern dimana kesederhanaan desain yang simpel, bersih, efisien, mudah dibentuk, luas, menjadi sifat yang sangat kuat. Adapun kelompok ruang yang dihasilkan dalam perancangan adalah kelompok dewan komisaris, anggota komite, anggota keuangan, dewan direksi, menejer manajemen, showroom, dan gudang produk.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan mengumpulkan data sesuai tujuan penelitian. Data diambil dengan studi literatur, pengumpulan data, survey, wawancara dan studi banding yang kemudian diperbandingkan antara satu faktor dengan faktor yang lainnya. Penelitian ditujukan sebagai berikut : (1) Untuk mendapatkan lokasi dan tapak yang sesuai dengan standar Perancangan Kantor Finansial di Kota Kendari; (2) Untuk mendapatkan ruang yang sesuai dengan standar perancangan Kantor Finansial di Kota Kendari; (3) Untuk dapat mewujudkan bentuk dan tampilan bangunan sesuai dengan konsep arsitektur modern. Bangunan ini memiliki 3 pengelompokan ruang yaitu: kelompok ruang kantor, kelompok ruang penunjang, dan kelompok ruang servis. Mengangkat bentuk dasar bangunan sehingga menciptakan ruang-ruang komunal untuk efisiensi kerja dalam bangunan, melakukan pengurangan dan penambahan untuk menciptakan ruang sirkulasi udara dan pencahayaan sehingga tampilan bangunan yang dihasilkan adalah formal dengan mengikuti kaidah-kaidah airsitektur modern. Kata kunci : Kantor, arsitektur modern ABSTRACTOffice of financial institutions as a means to manage corporate data relating to external and internal data, effectiveness and comfort are the main demands, so a modern architectural approach is used where the simplicity of design that is simple, clean, efficient, easily shaped, broad, becomes a very strong trait. The space groups produced in the design are the board of commissioners, committee members, financial compliance, board of directors, management manager, showroom, and product warehouse. This study uses qualitative methods, namely by collecting data according to research objectives. Data taken by literature study, data collection, surveys, interviews and comparative studies are then compared between one factor with other factors. The research is aimed as follows: (1) To obtain locations and sites that are in accordance with the standards of the Design of Financial Offices in Kendari City; (2) To get a room in accordance with the standard design of the Financial Office in Kendari City; (3) To be able to realize the shape and appearance of buildings in accordance with modern architectural concepts. This building has 3 room groupings, namely: office space group, support room group, and service room group. Raise the basic form of the building so as to create communal spaces for work efficiency in the building, make reductions and additions to create air circulation and lighting spaces so that the resulting building's appearance is formal by following the rules of modern air architecture.. Keywords: Office, modern architecture 
PENERAPAN ARSITEKTUR POPULIS PADA REDESAIN GEDUNG PUSAT PROMOSI DAN INFORMASI DAERAH DI KOTA KENDARI Hamzah, Muhamad; Umar, Muhammad Zakaria; Sjamsu, Arief Saleh
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Disebut arsitektur rakyat, Sebuah arsitektur yang berbicara tentang kerakyatan. Menurut Eko Prawoto arsitektur rakyat dibedakan menjadi arsitek rakyat membantu pemerintah untuk mewujudkan sebuah negara yang tertata dan tertib, dan arsitek yang memang membantu rakyat agar masyarakat tersebut dapat memenuhi kebutuhannya sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Dengan adanya arsitektur rakyat dan memberdayakan arsitektur rakyat itu sendiri, pemerintah harus berusaha memanfaatkan potensi yang ada dengan sebaik-baiknya. P2ID terdiri dari bangunan kesenian, tempat pemancingan, sarana olahraga, dan rumah-rumah adat yang terdapat di Sulawesi Tenggara. Seiring berjalannya waktu, kondisi lingkungan dan gedung mengalami kerusakan dan terabaikan. Permasalahan di lapangan antara lain, kebutuhan fasilitas dan ketersediaan sarana rendah, rendahnya kualitas lingkungan, rumah-rumah adat terbengkalai, bangunan dialih fungsikan dan tidak sesuai peruntuhkannya, Sirkulasi kurang tertib. Oleh karena itu, kawasan tersebut dijadikan pusat kriminalitas seperti kasus perdagangan narkoba, tempat lokalisasi dan penimbunan BBM. Dengan terwujudnya tempat hiburan rakyat dalam kawasan Pusat Promosi Dan Informasi Daerah (P2ID) merupakan usaha menghidupkan kembali fungsi dari pada Pusat Promosi Dan Informasi Daerah itu sendiri. Dengan demikian penataan kembali Pusat Promosi dan Informasi Daerah (P2ID) sudah selayaknya direncanakan dengan cara sebagai berikut: Mendesain beberapa titik sebagai pusat perdagangan, Mendesain wadah interaksi sosial dan edukasi, Mendesain fasilitas dan sarana, Memperbaikan sirkulasi kendaraan, Mempertahankan konsep struktur batas-batas tapak, Memperbaiki dengan menambahkan beberapa bangunan Hal ini ditujukan agar P2ID menjadi tempat yang berkenan diseluruh masyarakat kota Kendari sebagai kota yang layak huni. Kata Kunci: Arsitektur populis, pusat promosi dan informasi daerah, redesain  ABSTRACT Called folk architecture, architecture that speaks of popularism. According to Eko Prawoto, community architecture is differentiated into folk architects to help the government create an orderly and orderly state, and architects who are very helpful to the people so that people can meet their needs according to what is needed. With the existence of folk architecture and empowering people's architecture itself, the government must try to utilize the existing potential as well as possible. P2ID consists of art buildings, fishing spots, sports facilities, and traditional houses in Southeast Sulawesi. Over time, environmental conditions and buildings are damaged and neglected. Problems in the field include facilities and availability of low facilities, low environmental quality, abandoned traditional houses, converted buildings and not according to their designation, irregular circulation. Therefore, the area is used as a center for crime such as the case of drug trafficking, where localization and fuel stockpiling are. With the realization of community entertainment venues in the Regional Promotion and Information Center (P2ID) area is an effort to revive the functions of the Regional Information and Promotion Center itself. Thus the realignment of the Regional Promotion and Information Center (P2ID) must be planned in the following ways: Designing several points as a trading center, Designing forums for social interaction and education, Designing facilities and facilities, Improving vehicle circulation, Maintaining the concept of site boundary structures, Repair by adding several buildings. This is intended to make P2ID a pleasant place for the entire city of Kendari as a livable city.Keywords: Populist architecture, promotion center and regional information, redesign
PENERAPAN ARSITEKTUR BIOMORFIK PADA HOTEL RESORT PANTAI TORONIPA DI KABUPATEN KONAWE Rahayu, Rahayu; Ramadhan, Sachrul; Amri, Siti Belinda
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKabupaten konawe memiliki potensi yang besar dibidang pariwisata seperti wisata Pantai Toronipa yang terletak di Kelurahan Toronipa Kecamatan Soropia  dimana memiliki panorama yang indah, aksesibiltas yang mudah, tersedianya amenitas di pantai toronipa, dan juga adanya keterkaitan antara pantai toronipa dengan wisata lain. Permasalahan yang dihadapi oleh kabupaten Konawe adalah kurangnya sarana dan prasarana yang dapat menunjang perkembangan pariwisata seperti tersedianya akomodasi penginapan. Pada hotel resort pantai toronipa disediakan fasilitas-fasilitas berupa akomodasi penginapan, meeting room & function room, restaurant,  kolam renang, pusat kebugaran & spa, serta fasilitas-fasilitas lain yang dapat membantu wisatawan dalam berwisata. Pada perencanaan hotel resort, prinsip-prisip arsitektur biomorfik diterapkan pada bentuk dasar dan tampilan bangunan agar dapat memberikan tampilan visual yang menarik, estetik, dan dinamis. Arsitektur biomorfik merupakan teori perancangan yang dimana desain bangunan langsung dipengaruhi oleh bentuk hewan, tumbuhan, tubuh manusia, dan struktur anatomi dengan bahan yang dipilih untuk menciptakan harmoni estetika. Arsitektur biomorfik menggunakan elemen eksisting alam yakni gelombang air laut dan kerang laut sebagai sumber inspirasi untuk menciptakan bentuk.Kata kunci: pantai toronipa, hotel resort, biomorfikABSTRACT Konawe Regency has great potential in the field of tourism such as Toronipa Beach tourism located in Toronipa Subdistrict, Soropia District where it has beautiful panoramas, easy accessibility, the availability of amenities on the coast of Toronipa, and also the connection between the coast of Toronipa and other tours. The problem faced by Konawe district is the lack of facilities and infrastructure that can support tourism development such as the availability of lodging accommodations. At the beach resort hotel Toronipa provided facilities such as accommodation accommodations, meeting rooms & function rooms, restaurants, swimming pools, fitness centers & spas, as well as other facilities that can help tourists in traveling. In resort hotel planning, the principles of biomorphic architecture are applied to the basic form and appearance of the building in order to provide an attractive, aesthetic, and dynamic visual appearance. Biomorphic architecture is a design theory in which building design is directly influenced by the shape of animals, plants, human bodies, and anatomical structures with materials selected to create aesthetic harmony. Biomorphic architecture uses existing natural elements, namely waves of sea water and sea shells as a source of inspiration to create shapes.Keywords :toronipa beach, resort hotel, biomorphic
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA GEDUNG ANOA CONVENTION CENTER DI KOTA KENDARI Salim, Ian Aprian; Santi, Santi; Aspin, Aspin
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAnoa Convention Center dilatar belakangi jumlah kegiatan konvensi seperti seminar, pameran, konsermusik, rapat, dan acara seremonial lainnya yang sangat banyak di tiap hari,minggu,bulan, bahkan tahunan.Namun di kota Kendari belum tersedia bangunan khusus untuk mengadakan kegiatan-kegiatan tersebut.Dalam pelaksanaannya kegatan-kegiatan tersebut selalu di lakukan di hotel-hotel yang menyediakan ruangandengan kapasitas dan fasilitas terbatas dengan jumlah pengguna yang banyak. Berdasarkan hasil pengambilandata di 5 hotel ternama di kota Kendari, faktor lokasi juga mempengaruhi keberadaan aktivitas konvensikaitannya dengan dampak yang diberikan bangunan konvensi terhadap lingkungan sekitar maupun sebaliknyadan kaitannya dengan itu, faktor bentuk dan tampilan bangunan dapat berpengaruh secara visual terhadapKota Kendari dengan menjadikan bangunan sebagai salah satu unsur ikonik bagi Kota Kendari. Sebagaigerbang untuk Kota Kendari dalam memasuki pasar global, maka perencanaan gedung “ Anoa ConventionCenter “ dipilih untuk dikemukakan dan di kembangkan dengan harapan dapat berfungsi sebagai saranapenunjang dan mampu mendukung kegiatan yang bergerak dalam bidang jasa seperti kegiatan pertemuan,pameran dan konser indoorKata kunci: Convention Center, Kota Kendari, Arsitektur KontermporerABSTRACTAnoa Convention Center is set against the backdrop of a large number of convention activities such asseminars, exhibitions, music concerts, meetings, and other ceremonial events in every day, week, month, evenyearly. But in kendari city there are not yet special buildings to hold such activities. In the implementation ofthese activities are always done in hotels that provide space with limited capacity and facilities with a largenumber of users. Based on the results of data collection at 5 well-known hotels in Kendari city, locationfactors also influence the existence of convention activities related to the impact that convention buildingshave on the environment and vice versa and related to that, the shape and appearance factor of the buildingcan visually affect kendari city by making the building as one of the iconic elements for Kendari City. As agateway for Kendari City in entering the global market, the building planning " Anoa Convention Center "was chosen to be put forward and developed in hopes of functioning as a supporting facility and able tosupport activities engaged in services such as meeting activities, exhibitions and indoor concerts..Keywords: Convention Center, Kendari City, Contemporer Architecture
PENERAPAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR MUNA PADA PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA ALAM PUNCAK MASALILI DI KABUPATEN MUNA Lasmi, Nur Badiyati; Nurjannah, Irma; Rianty, Hapsa
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPariwisata merupakan suatu perjalanan yang dilakukan seseorang untuk sementara waktu. Pariwisata sendiri terbagimenjadi berbagai macam, contohnya saja pariwisata alam dan pendidikan. Di Sulawesi Tenggara tepatnya di KabupatenMuna, terdapat beberapa wisata alam contohnya saja wisata Alam Puncak Masalili. Namun, wisata ini sudah jarangdikunjungi oleh wisatawan dikarenakan kurangnya pengelolaan pada kawasan. Sementara disekitar kawasan memilikipotensi budaya yaitu tenunan. Karena kurangnya minat wisatawan, perlu dikembangkannya kawasan wisata ini denganmempertimbangkan potensi kawasan yang ada dan budaya setempat. Sehingga kedepannya dapat menjadi wisata alam danpendidikan didalam kawasan wisata ini dengan menyediakan wadah untuk kegiatan tersebut. Rancangan dilakukan denganmetode pengumpulan data lapangan melalui wawancara tidak terstruktur dan studi pustaka maupun studi literatur.Kemudian dilanjutkan dengan analisis data yang menghasilkan konsep perancangan, desain, dan maket. Hasil daripenelitian disimpulkan bahwa lokasi wisata berada di desa Masalili dimana salah satu potensi budaya di desa ini yaitutenunan khas Kabupaten Muna yang dapat menjadi wisata pendidikan. Dengan mengusung konsep Arsitektur Neo-Vernakular dapat mengembalikan wajah tradisional pada kawasan dalam bentuk modern dengan tidak meninggalkanbentuk tradisionalnya pada bangunan dan begitu juga pada ruang luar. Konsep Arsitektur Neo-Vernakular yang diterapkanpda bangunan yaitu dalam 3 aspek, bentuk, ornamen dan juga material.Kata kunci : Kawasan wisata, Neo-Vernakular, Kabupaten MunaABSTRACTTourism is a trip that a person takes for a while. Tourism itself is divided into various kinds, for example, naturetourism and education. In Southeast Sulawesi, precisely in Muna Regency, there is several natural attractions, for example,the Masalili Peak Nature tour. However, this tour is rarely visited by tourists due to the lack of management in the area.Meanwhile, the surrounding area has cultural potential, namely woven. Due to the lack of tourist interest, it is necessary todevelop this tourist area by considering the potential of the existing area and local culture. So that in the future it canbecome natural and educational tourism in this tourist area by providing a forum for these activities. The design wascarried out by collecting field data through unstructured interviews and literature and literature studies. Then proceed withdata analysis that produces design concepts, designs, and models. The results of the study concluded that the touristlocation is in the village of Masalili where one of the cultural potentials in this village is the typical woven fabric of MunaRegency which can become educational tourism. By carrying out the concept of Neo-Vernacular Architecture, it canrestore the traditional face of the area in a modern form without leaving its traditional form in buildings and also in outerspace. The concept of Neo-Vernacular Architecture applied to buildings, namely in 3 aspects, form, ornament andmaterial.Keywords: Tourist area, Neo-Vernacular, Muna Regency.
PENERAPAN ARSITEKTUR METAFORA PADA GEDUNG PUSAT PELATIHAN INDUSTRI UKM DI KOTA KENDARI Supriyatna, Wawan Jajang; Faslih, Arman; Tahir, M.Arzal
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPusat pelatihan industry UKM dilator belakangi bagaimana peran lemabaga pemerintah maupun swastauntuk mengurangi tingkat pengangguran yang ada diera globalisasi ini dengan cara mengadakan pelatihanpelatihanguna meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengasah potensi yang mereka miliki sehinggadapat meningkatkan motivasi dalam bekerja, serta minat berwirausaha. Pendekatan metafora diambil untukmengeksprisksan kode visual dengan maksud mengungkapkan sesuatu yang diangkat sebagai bentuk dasarbangunan yang menjadikan cirri khas dan mudah dikenali dari bangunan disekitarnya, serta menambah kesanestetika. Rancangan dilakukan dengan metode pengumpulan data lapangan dan studi pustaka maupun studiliteratur. Kemudian dilanjutkan dengan analisis data yang menghasilkan konsep perancangan, desain, sertamaket. Sebagai gerbang untuk peningkatan sumber daya manusia di Kota Kendari, maka perencanaan gedungPusat Pelatihan Industri UKM dipilih untuk dikemukakan dan di kembangkan dengan harapan dapat berfungsisebagai sarana penunjang dan mampu mendukung kegiatan berwirausaha masyarakat di Kota Kendari.Kata Kunci: Pusat pelatihan industri, Kota Kendari, arsitektur metaforaABSTRACTThe SME industry training center is motivated by the role of government and private institutions to reducethe unemployment rate in this globalization era by holding trainings to improve people's skills in honing theirpotential so that they can increase motivation to work and interest in entrepreneurship. The metaphoricalapproach is taken to express visual codes with the intention of expressing something that is raised as thebasic form of the building which makes the building's distinctive and easily recognizable features, as well asadds to the aesthetic impression. The design was carried out using field data collection methods andliterature study and literature study. Then proceed with data analysis that produces design concepts, designs,and models. As a gateway to increasing human resources in Kendari City, the planning of the SME IndustrialTraining Center building was chosen to be put forward and developed with the hope that it can function as asupporting facility and be able to support community entrepreneurial activities in Kendari City.Keywords : Industrial training center, Kendari City, metaphor architecture
PENERAPAN ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA KANTOR DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA KENDARI Sumardin, Sumardin; Ma’ruf, Annas; Aulia, Weko Indira Romanti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penulisan ini adalah untuk menetukan lokasi kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kendari yangstrategis dan mudah diakses oleh masyarakat umum, untuk menciptakan desain ruang Kantor perpustakaan dan kearsipanyang dapat mewadahi fungsi dan kegiatan pengguna perpustakaan. Metode pembahasan yang digunakan dalampembahasan ini adalah menggunakan metode analisis deskriptif dengan mengidentifikasi unsur-unsur yangmenunjang seperti mengumpulkan data terkait, observasi lapangan, wawancara dan media informasi lainnyaberupa internet yang kemudian disimpulkan dan dijadikan titik tolak dalam penyusunan acuan perancangansecara rinci. Metode deskriptif analitis adalah suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberigambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpamelakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Lokasi perencanaan berada di jalan JendralAhmad Yani Kecamatan Kadia kota Kendari. Fungsi bangunan sebagai Kantor Dinas Perpustakaan danKearsipan Kota Kendari dengan Pendekatan Arsitektur Futuristik memiliki luas lahan ±20,000m2(2 Ha).Desain perencanaan ruang-ruang dalam bangunan diwujudkan dengan penataan ruangan perpustakaan yangluas dan penggunaan material fabrikasi untuk ruang dalam seperti dinding, lantai dan perabot yang menunjangkebutuhan pemakai dengan memperhatika konsep ruang dalam, pengkondisian ruang, sertamempertimbangkan aspek aspek yang kemudian menjawab permasalahan arsitektur dan perpustakaan Di KotaKendari.Kata kunci: Perpustakaan, arsitektur futuristik.ABSTRACTThe purpose of this paper is to determine the location of the Kendari City Library and Archives Office which isstrategic and easily accessible to the general public, to create a library and archival office space design that canaccommodate the functions and activities of library users. The discussion method used in this discussion is to use thedescriptive analysis method by identifying supporting elements such as collecting related data, field observations,interviews and other information media in the form of the internet which are then summarized and used as a starting pointin preparing detailed design references. Analytical descriptive method is a method that serves to describe or give anoverview of the object under study through data or samples that have been collected as is without analyzing and makinggeneral conclusions. The planning location is on Jalan Jendral Ahmad Yani, Kadia District, Kendari City. The function ofthe building as the Kendari City Library and Archives Office with a Futuristic Architectural Approach has a land area of ±20,000m2 (2 Ha). The planning design of the spaces in the building is realized with the arrangement of a large libraryroom and the use of fabricated materials for indoor spaces such as walls, floors and furniture that support user needs bypaying attention to the concept of inner space, space conditioning, and considering aspects that then answer architecturalproblems library in Kendari City.Keywords: Library, futuristic architecture.
PENERAPAN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK PADA GEDUNG PUSAT PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI KOTA KENDARI Lambau, Putri Meity; Nurjannah, Irma; Rosyidah, Sitti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDisaat ini kesadaran masyarakat terlebih para orang tua dalam memberikan perhatian kepada tumbuh kembang anakanaksangat meningkat. Hal ini tercermin pula dalam peningkatan kesadaran dan kepedulian para orang tua untukmendapatkan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak. Hal ini sudah dimulai dari jenjang pendidikan yang paling awalyaitu play group dan taman kanak-kanak. Dikota kendari khususnya tingginya angka kelahiran anak dan minatanakterhadap Pendidikan Anak Usia Dini, dan sebagian lembaga Pendidikan Anak Usia Dini dikota kendari masih kurangdalam hal sarana dan prasarana yang tidak berimbang terhadap program layanan yang dibuat. Demikian adanya PusatPendidikan anak usia dini di Kendari ditunjang dengan fasilitas yang memenuhi standar, memadai, dansesuai denganmetode belajar yang ideal bagi anak dengan program layanan terdiridari Taman penitipan anak ( bayi usia 3 bulan-2 tahun),Kelompok bermain (anakusia 2-4 tahun), Taman kanak-kanak (anak usia 4-6 Tahun)Pendekatan Arsitektur Bioklimatikdigunakan sebagai metode pendekatandesain. Konsep arsitektur bioklimatik diharapkan dapat mampu menyatukanruangdan lingkungan fisik yang ramah tehadap anak-anak.Kata kunci: Pendidikan, anak-anak, arsitektur bioklimatikABSTRACTAt this time, public awareness, especially parents in paying attention to the growth of children is greatly increased. Thisis also reflected in the increasing awareness and concern of parents to get the best education for children. This has startedfrom the earliest level of education, namely play groups and kindergartens. In the city kendari especially high child birthrate and children's interest in Early Childhood Education, and some early childhood education institutions in the citykendari still lacking in terms of facilities and infrastructure that are notbalanced against the service program created.Thusthe center of early childhood education in Kendari is supported by facilities that meet standards, adequate, and inaccordance with the ideal learning methods for children with service programs consisting of daycare parks (infants aged 3months-2 years), play groups (children aged 2-4 years), kindergartens (children aged 4-6 years) Bioclimatic ArchitectureApproach is used as a method of design approach. The concept of bioclimatic architecture is expected to be able to unitethe space and physical environment that is friendly to children.Keywords: Education, children, bioclimactic architecture