cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
GARIS adalah e-jurnal mahasiswa Jurusan Arsitektur terbitan Jurusan Arsitektur Universitas Halu Oleo. E-jurnal terbit tiga kali dalam setahun, merupakan media pendokumentasian dan publikasi karya tulis ilmiah yang berisikan hasil rancangan, teori, dan telaah ilmu Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
PENERAPAN ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA PUSAT MUSIK DI KOTA KENDARI Sumule, Wandra Layuk; Andreas H.B, Asri; Sjamsu, Arief Saleh
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMusik merupakan bagian dari kesenian yang tidak terpisahkan dari kehidupan umat manusia dimana tiap saat baik sengajamaupun tidak sengaja selalu didengar dan dinikmati oleh berbagai kelompok umur dari anak-anak, dewasa, hingga orang tua.Banyaknya kegiatan yang berkaitan dengan musik di Kota Kendari membuktikan bahwa perkembangan musik selalumeningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu pusat musik di Kota Kendari dengan pendekatan futuristik ini dirancang untukmenjawab kebutuhan masyarakat akan musik. Penelitian ini ditujukan sebagai berikut: (1) Untuk menentukan lokasi dan tapakPusat Musik di Kota Kendari; (2) Untuk merancang Pusat Musik di Kota Kendari; (3) Untuk menerapkan konsep futuristikdalam merancang Pusat Musik di Kota Kendari. Adapun metode perancangan yang digunakan adalah pengumpulan data,analisa, dan tahap perancangan. Hasil dari pusat musik merupakan bangunan berlantai 2 yang letaknya sangat strategis, beradadi kawasan perdagangan dan jasa di pusat kota dan dapat dijangkau dari berbagai arah. Pusat musik ini tidak hanya menampungkegiatan konser namun juga menunjang aktivitas latihan, berkumpul, dan jual beli. Bangunan ini menerapkan konsep futurisikpada desain bentuk, fasad, dan interior yang sejalan dengan perkembangan musik yang terus berkembang hingga ke masadepan.Kata Kunci: Kendari, Arsitektur Futuristik, Pusat Musik.ABSTRACTMusic is a part of art that is inseparable from human life where every time, intentionally or unintentionally, is always heardand enjoyed by various age groups from children, adults, to the elderly. The number of activities related to music in KendariCity proves that the development of music always increases from year to year. Therefore, the music center in Kendari City witha futuristic approach is designed to answer the community's need for music. This research is aimed as follows: (1) Todetermine the location and footprint of the Music Center in Kendari City; (2) To design a Music Center in Kendari City; (3) Toapply the futuristic concept in designing the Music Center in Kendari City. The design method used is data collection, analysis,and the design phase. The result of the music center is a 2-story building which is very strategically located, in the trade andservice area in the city center and can be reached from various directions. This music center not only accommodates concertactivities but also supports practice activities, gatherings, and buying and selling. This building applies the futuristic concept tothe design of forms, facades, and interiors that are in line with the development of music that continues to grow into the future.Keywords: Kendari, Futuristic Architecture, Music Center.
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP WATERFRONT CITY PADA PERENCANAAN PUSAT WISATA KULINE DI KOTA LAMA KENDARI Jannah, Syamsinar Miftahul; Nurjannah, Irma; Noraduola, Dwi Rinnarsuri
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerkembangannya Kota Lama Kendari menjadi pusat perekonomian pertama di Kota Kendari ditandai denganberdirinya Pasar Tradisional pertama pada tahun 1964, namun seiring perkembangan zaman kearah yang lebih modernKota Lama Kendari mengelami penurunan perekonomian dalam hal perdagangan. Seperti yang kita ketehaui bahwakawasan kota lama saat ini menjadi destinasi wisata baru di kota Kendari setelah berdirinya jembatan bahteramas yangmenjadi salah satu ikon baru. Dan harus adanya wadah seperti pusat wisata kuliner yang dapat memenuhi kebutuhanpengunjung dalam berwisata guna memajukan kembali perekonomian dibidang perdagangan di kota lama kendari. Olehkarena itu senada dengan penempatan lokasi perencanaan yang terletak disekitar teluk Kendari maka penulis mengambilpendekatan Waterfront City. Ditujukan untuk; pertama; menentukan tapak/site dalam merencanakan pusat wisata kulinerdengan pendekatan Waterfront City di Kota Lama Kendari; Kedua, mengetahui apakah potensi pada Tapak dapatmendukung perencanaan pusat wisata kuliner di Kota Lama Kendari; Ketiga, mengetahui proses perencanaan gedung pusatwisata kuliner dengan pendekatan Waterfront City. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data kuantitatif dankualitatif, analisa, kemudian tahap rancangan. Berdasarkan hasil desain perencanaan disimpulkan sebagai berikut; Pertama,tapak ditempatkan pada ruang terbuka disebelah Pelabuhan nusantara; Kedua, potensi pada tapak meliputi view telukKendari yang mendukung aktivitas berwisata; Ketiga, pendekatan waterfront city diterapkan pada fisik bangunan danKawasan pusat wisata kuliner.Kata Kunci : Kota Lama Kendari, Pusat Wisata Kuliner, Waterfront City.ABSTRACTThe development of Kendari Old Town into the first economic center in Kendari City was marked by the establishmentof the first Traditional Market in 1964, but along with the development of the times towards a more modern Kendari OldTown experienced a decline in the economy in terms of trade. As we know that the old city area is now a new touristdestination in the city of Kendari after the establishment of the Bahteramas bridge which became one of the new icons. Andthere must be a container such as a culinary tourism center that can meet the needs of visitors on a tour in order to repromotethe economy in the trade sector in the old city of Kendari. Therefore, in line with the placement of the planninglocation which is located around Kendari Bay, the author takes the Waterfront City approach. Intended for; first;determine the site/site in planning a culinary tourism center with a Waterfront City approach in the Old Town of Kendari;Second, to find out whether the potential in site can support the planning of a culinary tourism center in Kendari OldTown; Third, knowing the process of planning a culinary tourism center building with a Waterfront City approach. Thisstudy uses quantitative and qualitative data collection methods, analysis, then the design stage. Based on the results of theplanning design, it is concluded as follows; First, the site is placed in an open space next to the Indonesian port; Second,the potential on the site includes the view of Kendari Bay which supports tourist activities; Third, the waterfront cityapproach is applied to the physical building and the culinary tourism center area.Keywords : Kendari Old Town, Culinary Tourism Center, Waterfront City.
PENERAPAN PRINSIP HI-TECH ARCHITECTURE PADA AKADEMI DESAIN GRAFIS DAN ANIMASI DI KOTA KENDARI Syarif, Syamsul Rijal; Santi, Santi; Syukur, La Ode Abdul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerencanaan akademi desain grafis dan animasi di Kota Kendari lahir untuk memberikan jawaban kepadamasyarakat Kota Kendari terhadap kebutuhan penyampaian informasi serta gagasan yang lebih menarik dankreatif secara visual. Minimnya tenaga ahli serta kurangnya wadah masyarakat untuk berkarya, dan kebutuhanmasyarakat lokal yang semakin hari semakin meningkat, menyebabkan kebutuhan atas pendidikan desain grafisdan animasi harus ditingkatkan ke jenjang yang lebih profesional. Berdasarkan hasil dari studi literatur,observasi dan studi banding yang dilakukan, faktor penentuan lokasi memberikan pengaruh besar terhadapkemudahan masyarakat dalam mengakses bangunan, orientasi pihak pengelola kampus untuk memperolehmahasiswa baru di setiap tahunnya, dan faktor lokasi memberikan dampak visual yang menarik bagi bangunanitu sendiri. Hasil dari penelitian ini berupa perencanaan sebuah akademi desain grafis yang mampu memberikancontoh sebagai sebuah akademi desain grafis yang mampu berdiri secara mandiri dengan penerapan arsitekturberteknologi tinggi atau yang lebih dikenal dengan hi-tech architecture untuk menunjang segala kebutuhan danaktifitas yang terjadi di dalam bangunan, sehingga kedepannya proyek ini dapat menghasilkan desainer-desainerdan animator-animator profesional yang dapat bersaing secara nasional maupun internasional.Kata Kunci: Akademi Desain Grafis dan Animasi, Kota Kendari, Hi-Tech ArchitectureABSTRACTThe planning of graphic design and animation academy in Kota Kendari appears to provide the answer tothe people about the need of convey ideas and information that visually creative and attractive. Lacks ofexperts, lacks of space to work, and higher interest of local people cause the need of graphic design andanimation education to be increased to a more professional level. Based on the result of literature study,observation, and the comparative study, the location determination factors provide the convinience accessibilityfor the comunity to access the building, the convinience fot the campus in obtaining the new students every year,and the location determination factors also affect the building facade visually. The result of this research is inthe form of the planning of a graphic design and animation academy that can stand independently with theapplication of high technology or hi-tech architecture to support all the needs and activities in the building. So,in the future, this project can produce professional designers and animators who can compete both nationallyand internationally.Keywords: Graphic Design and Animation Academy, Kendari City, Hi-Tech Architechture
PENERAPAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA KANTOR DPRD KABUPATEN BUTON TENGAH Karim, Abdul Jabal; Santi, Santi; Tahir, M. Arzal
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKabupaten Buton Tengah merupakan hasil pemekaran dari kabupaten Buton yang dimekarkan pada pertengahan tahun2014. Sebagai daerah otonom baru, pembangunan kantor adalah salah satu prioritas pemerintah, salah satunya adalahkantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang merupakan wadah sebagai penyalur aspirasi masyarakat Kabupaten ButonTengah. Olehnya itu, perlu adanya kantor DPRD yang dapat memenuhi standar dan aturan pemerintah, serta dapatmenampilkan kembali nilai-nilai kebudayaan dalam bentuk rancangan arsitektur yang tampil modern. Rancangan dilakukandengan metode pengumpulan data lapangan melalui wawancara tidak terstruktur dan studi pustaka maupun studi literatur.Kemudian dilanjutkan dengan analisis data yang menghasilkan konsep perancangan, desain dan maket. Hasil daripenelitian disimpulkan bahwa lokasi perencanaan berada di kecamatan Lakudo desa Matawine, dalam kawasanperkantoran. Dengan penerapan konsep arsitektur Neo-Vernakular, yang menampilkan arsitektur tradisional lokal dengantampilan yang modern. Berdasarkan penerapannya, aspek dari arsitektur Neo-Vernakular yang diterapkan pada kantor iniadalah aspek fisik, yaitu bentuk, ornamen dan material.Kata Kunci: Kantor DPRD, Neo-Vernakular, Kabupaten Buton TengahABSTRACTCentral Buton Regency is the result of the division of Buton Regency which was divided in mid 2014. As a newautonomous region, office development is one of the government's priorities, one of which is the Regional House ofRepresentatives office which is a forum for channeling the aspirations of the people of Central Buton Regency. Therefore, itis necessary to have a DPRD office that can meet government standards and regulations, and can re-present culturalvalues in the form of architectural designs that appear modern. The design was carried out using field data collectionmethods through unstructured interviews and literature studies as well as literature studies. Then proceed with dataanalysis that produces design concepts, designs and mockups. The results of the study concluded that the planning locationis in the Lakudo sub-district, Matawine village, in the office area. With the application of the Neo-Vernacular architecturalconcept, which displays local traditional architecture with a modern look. Based on its application, the aspects ofNeoarchitecture Vernacular that are applied to this office are physical aspects, that is form, ornament and material.Keywords: DPRD Office, Neo-Vernacular, Central Buton Regency
PUSAT PENJUALAN BUKU DAN ALAT TULIS KANTOR (ATK) DI KOTA KENDARI DENGAN PENDEKATAN KENYAMANAN THERMAL Irawati, Linda; Kotta, M. Husni; Rianty, Hapsa
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPusat Penjualan Buku dan Alat Tulis Kantor (ATK) merupakan bangunan komersial dibidang bisnis retail bertujuan untukmembantu masyarakat dengan mudah dalam mendapatkan informasi, penambah wawasan ilmu pengetahuan melalui buku ataumedia cetak serta untuk memenuhi kebutuhan penunjang lainnya. Penelitian di tunjukan untuk: (1), menentukan tapak/site yangsesuai dengan Pusat Penjualan Buku dan Alat Tulis Kantor di Kota Kendari. (2), Untuk merancang Pusat Penjualan Buku danAlat Tulis Kantor di Kota Kendari. (3), Untuk menerapkan konsep Kenyamanan Thermal pada Pusat Penjualan Buku dan AlatTulis Kantor di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu data diambil dengan studi literatur,pengumpulan data, survey, wawancara dan studi banding. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik analisisdata dilakukan dengan cara data direduksi dan data disajikan. Berdasarkan hasil desain penelitian ini disimpulkan tapak beradadi area strategis yang merupkan kawasan pendidikan tinggi, pemerintahan, dan perdagangan jasa. Pada tapak terdapat jaringanutilitas kota. Penerapan kenyamanan thermal lebih diaplikasikan pada penataan ruang dalam bangunan dan bahanmaterial yang dipakai.Kata Kunci : Pusat Penjualan Buku dan Alat Tulis Kantor, Kenyamanan Thermal, Kota KendariABSTRACTThe Center for Sales of Books and Office Stationery (ATK) is a commercial building in the retail business sector which aimsto help the public easily obtain information, increase knowledge through books or print media and to meet other supportingneeds. The research is aimed at: (1) determining the appropriate site for the Center for Sales of Books and Office Stationery inKendari City. (2), To design a Sales Center for Books and Office Stationery in Kendari City. (3), To apply the concept ofThermal Comfort at the Center for Sales of Books and Office Stationery in Kendari City. This study uses qualitative methods,namely data taken by literature studies, data collection, surveys, interviews and comparative studies. Data sources consist ofprimary and secondary data. The data analysis technique was carried out by reducing the data and presenting the data. Basedon the results of this research design, it is concluded that the site is in a strategic area which is an area of higher education,government, and trade in services. At the site there is a city utility network. The application of thermal comfort is more appliedto the spatial arrangement in the building and the materials used.Keywords : Book and Office Stationery Sales Center, Thermal Comfort, Kendari City
REDESAIN TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN SIKELI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR VERNAKULAR Riska, Riska; Ilham, Ilham; Hasan, La Oode Amrul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTerminal penumpang pelabuhan Sikeli merupakan salah satu pintu masuk utama untuk kedaerah Pulau Kabaena. Yangdimana Kabeana merupakan salah satu daerah yang terletak di Kabupaten Bomban Sulawesi Tenggara degan Luasandaratan 873 km², adapun fungsi dari pelabuhan Sikeli yakni sebagai penghubung pulau kebaena dengan daerahdisekitarannya dan menjadi tempat perputar ekonomi bagi masyarakat Kabae-na.Namun pada kenyataanya, pentingnyaperanan terminal penumpang pelabuhan Sikeli bagi masyarakat tidak mampu memfasilitasi segala bentuk kegiatan padabanguna tersebut. Maka dari itu perlu ada perencanaan Redesain Terminal penumpang sebagai pendukung segala aktivitaspada area terminal. Adapun dari segi penerapan konsep terhadap bangunan yakni penerapan konsep Arsitektur Vernakularsehingga bangunan terminal tidak hanya menjadi penyedia jasa angkutan umumu melainkan terminal tersebut merupakangerbang masuk ke pulau kabaena. maka dari itu penerapan konsep arsitektur vernakular pada bangunan terminal penumpansangat penting sehingga bangunan tersebut menjadi ikon untuk daerah pulau kabaena.Kata Kunci: Redesain, Terminal Penumpang, Pelabuhan Sikeli, Arsitektur Vernakular.ABSTRACTThe Sikeli port passenger terminal is one of the main entrances to the Kabaena Island area. Which is where Kabeana isone of the areas located in Bomban Regency, Southeast Sulawesi with a land area of 873 km², while the function of theSikeli port is to connect the Kebaena island with the surrounding area and become a place of economic rotation for theKabae-na community.But in fact, the important role of the Sikeli port passenger terminal for the community is not able tofacilitate all forms of activities in the building. Therefore, it is necessary to plan a redesign of the passenger terminal tosupport all activities in the terminal area. As for the application of the concept to the building, namely the application ofthe Vernacular Architecture concept so that the terminal building is not only a provider of public transportation services,but the terminal is the entrance gate to the island of kabaena. Therefore, the application of the concept of vernaculararchitecture to the passenger terminal building is very important so that the building becomes an icon for the KabaenaIsland area.Keywords: Redesign, Passenger Terminal, Sikeli Harbor, Vernacular Architecture.
PENERAPAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA PERENCANAAN GALERI BUDAYA SULAWESI TENGGARA Erwin, Erwin; Ramadan, Sachrul; Hasan, La Ode Amrul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGaleri budaya Sulawesi tenggara hendaknya didesain dengan arsitektur Neo vernakular. Arsitektur lokal yangcenderung terabaikan di provinsi Sulawesi Tenggara adalah arsitektur vernakular Tolaki, arsitektur vernakular Buton danarsitektur vernakular Muna. Penelitian ini ditujukan sebagai berikut: (1) untuk mewujudkan bangunan yang mampumemenuhi fungsi dan mewadahi aktifitas yang ada dalam Galeri Budaya Sulawesi Tenggara; (2) Untuk menerapkan asasdan prinsip Arsitektur Neo Vernakular pada perencanaan bangunan Galeri Budaya Sulawesi Tenggara;. Penelitian inimenggunakan metode perancangan arsitektur dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer antara lain data tapak dandata arsitektur vernakular tolaki, buton dan muna. Sumber data sekunder antara lain arsitektur neo vernakular dan Galeribudaya. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis datadilakukan dengan cara data direduksi, data disajikan, dan data disimpulkan. Penelitian ini disimpulkan sebagai berikut:pertama, Mewujudkan bangunan galeri yang mampu memenuhi fungsi dan dan wewadahi aktifitas melalui analisis makrodan mikro; kedua, penerapan arsitektur neo vernakular melalui ideology, prinsip dan konsep.Kata Kunci : Vernakular Sulawesi Tenggara Galeri Budaya , Neo-Vernakular.ABSTRACTSoutheast Sulawesi cultural galleries should be designed with Neo vernacular architecture. Local architecture thattends to be neglected in Southeast Sulawesi province is Tolaki vernacular architecture, Buton vernacular architecture andMuna vernacular architecture. This research is aimed as follows: (1) to realize a building that is able to fulfill the functionand accommodate the activities in the Southeast Sulawesi Cultural Gallery; (2) To apply the principles and principles ofNeo Vernacular Architecture in the planning of the Southeast Sulawesi Cultural Gallery; This study uses an architecturaldesign method with a qualitative approach. Primary data sources include site data and vernacular architectural data forTolaki, Buton and Muna. Secondary data sources include neo-vernacular architecture and cultural galleries. Datacollection techniques were carried out by means of observation, interviews, and documentation. The data analysistechnique was carried out by reducing the data, presenting the data, and inferring the data. This research is concluded asfollows: first, Realizing a gallery building that is able to fulfill the function and accommodate activities through macro andmicro analysis; second, the application of neo-vernacular architecture through ideology, principles and concepts.Keywords: Vernacular Southeast Sulawesi Cultural Gallery, Neo-Vernacular.
DESAIN SEMPADAN SUNGAI KADIA SEBAGAI RUANG TERBUKA HIJAU PERKOTAAN Al Ikhsan, Ainussalbi
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKawasan ruang terbuka hijau (RTH) merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas fisik wilayah perkotaan. RTH yang berada di wilayah perkotaan dikategorikan sebagai RTH Perkotaan (urban greenery open space). Tujuan pembentukan RTH di wilayah perkotaan adalah untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup perkotaan yang nyaman, segar, indah, bersih dan sebagai sarana lingkungan perkotaan serta menciptakan keserasian lingkungan alami dan lingkungan binaan yang berguna untuk kepentingan masyarakat. RTH Kali Kadia merupakan salah satu RTH perkotaan yang terletak di pusat Kota Kendari. Merupakan ruang terbuka yang terbentuk dari zona perlindungan sempadan sungai. Dari segi fungsi RTH Kali Kadia memiliki potensi pengembangan baik dari fungsi lingkungan, ekonomi, dan social budaya. Akan tetapi potensi-potensi yang ada dalam kawasan tidak diiringi dengan penataan dan kontrol yang baik sehingga menimbulkan banyak masalah. Masalah penurunan kualitas lingkungan dalam kawasan khusunya area sungai, masalah tata bangunan kawasan, sampai dengan masalah fungsi kawasan yang sudah tidak sesuai dengan peraturan daerah yang ada. Metode Penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini dan metode eksperimental digunakan untuk mendapatkan model desain ruang terbuka yang sesuai untuk nantinya menjadi arahan pengembangan kawasan RTH sempadan sungai Kadia. Penelitian ini menghasilkan sebuah desain sempadan sungai yang dapat digunakan sebagai salah satu ruang terbuka hijau perkotaan yang menitikberatkan konsep dasar perlindungan ekologi kawasan sempadan sungai dengan mempertahankan dan memaksimalkan lingkungan alamiah. Selain fungsi perlindungan, aktivitas publik masyarakat tetap diberikan ruang untuk dikembangkan dengan model terbatas dan terencana sehingga perkembangan kawasan secara menyeluruh dapat lebih tertata. Dengan pengembangan kawasan RTH seperti ini diharapkan terbentuk suatu kesinambungan antara preservasi lingkungan, pengembangan sosial ekonomi masyarakat yang pada akhirnya dapat mendukung visi dan misi Kota Kendari sebagai kota layak huni yang berbasis ekologiKata Kunci: Sempadan sungai, ruang terbuka hijauABSTRACTGreen open space is an important part in improving the physical quality of urban areas. Green open space in urban areas is categorized as urban green open space. The purpose of establishing green open spaces in urban areas is to improve the quality of the urban living environment that is comfortable, fresh, beautiful, clean and as a means of the urban environment as well as to create harmony between the natural environment and the built environment that is useful for the benefit of the community. Kali Kadia green open space is one of the urban green open spaces located in the center of Kendari City. It is an open space formed from a river border protection zone. In terms of the function of the green open space, Kali Kadia has the potential for development in terms of environmental, economic, and socio-cultural functions. However, the potentials that exist in the area are not accompanied by good management and control, causing many problems. The problem of decreasing environmental quality in the area, especially the river area, the problem of regional building management, to the problem of regional functions that are not in accordance with existing regional regulations. Qualitative research methods were used in this study and experimental methods were used to obtain an appropriate open space design model to later become a direction for the development of the Kadia river border green open space area. This study resulted in a river border design that can be used as an urban green open space that focuses on the basic concept of protecting the ecology of the river border area by maintaining and maximizing the natural environment. In addition to the protection function, public activities are still given space to be developed with a limited and planned model so that the overall development of the area can be more organized. With the development of green open space areas like this, it is hoped that a continuity between environmental preservation, socio-economic development of the community will be formed which in turn can support the vision and mission of Kendari City as a livable city based on ecology.Keywords: River border, green open space
PENERAPAN ARSITEKTUR NEOVERNAKULAR TOLAKI PADA TERMINAL PENUMPANG BANDAR UDARA HALU OLEO BERTARAF INTERNASIONAL DI KOTA KENDARI Ishak, Ishak; Ramadan, Sachrul; Rosyidah, Sitti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSalah satu faktor untuk memperlancar dan membangun perekonomian suatu wilayah adalah baik buruknya saranatransportasi, dalam hal ini transportasi udara. Transportasi udara sebagai fasilitas pendukung dalam mendukung potensipotensisuatu daerah khusus dari segi pariwisata dan industri, sehingga transportasi udara adalah moda yang penting dalammenunjang mobilitas masyarakat. Upaya memaksimalkan pelayanan jasa penerbangan bagi masyarakat di SulawesiTenggara khususnya pada daerah 100 Km dari lokasi Terminal, maka tercipta ide serta gagasan untuk merencanakanfasilitas dalam kawasan bandar udara khususnya terminal penumpang. Perencanaan bandar udara di Kabupaten KonaweSelatan sebagai jalan keluar pemecahan masalah dalam upaya peningkatan kualitas serta kuantitas pelayanan bandar udara.Konsep Neovernakular merupakan strategi yang dilakukan agar budaya daerah dapat di kenal oleh pendatang , tidakterlupakan, dan tetap di ingat oleh masyakat Indonesia.Kata Kunci: Bandar Udara, Terminal penumpang, Konawe Selatan, Arsitektur Neovernakular TolakiABSTRACTOne of the factors to facilitate and develop the economy of a region is the good or bad transportation facilities, in thiscase air transportation. Air transportation as a supporting facility in supporting the potentials of a special area in terms oftourism and industry, so that air transportation is an important mode in supporting community mobility. Efforts tomaximize flight services for people in Southeast Sulawesi, especially in the area 100 km from the Terminal location,created ideas and ideas to plan facilities in the airport area, especially the passenger terminal. Airport planning in SouthKonawe Regency as a way out of solving problems in an effort to improve the quality and quantity of airport services. TheNeovernacular concept is a strategy carried out so that local culture can be recognized by immigrants, not forgotten, andstill remembered by the Indonesian people.Keywords: Airport, Passenger Terminal, South Konawe, Tolaki Neovernacular Architecture
PERENCANAAN PUSAT PERBELANJAAN BERKONSEP CITY WALK DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU DI KABUPATEN KONAWE SELATAN Ardianto, Mego; Kadir, Ishak; Rosyidah, Sitti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerencanaan Pusat Perbelanjaan berkonsep City Walk didesain dengan tujuan memberikan sebuah perkembangan barubagi Kabupaten Konawe Selatan. Yang dimana salah satu hambatan yang ada yaitu kurangnya fasilitas pelayanan sehinggatidak adanya aktivitas terpusat dari masyarakat dalam kegiatan ekonomi untuk skala besar dan menyebabkan kurangnyaminat masyarakat untuk tinggal dan menetap pada pusat Kota Kabupaten Konawe Selatan. Kehadiran Pusat PerbelanjaanBerkonsep city walk Dengan Pendekatan Arsitektur Hijau diharapkan dapat menjadi sebuah bangkitan dan daya tarik bagimasyarakat untuk tinggal dan menetap di pusat kota kabupaten dan melakukan aktivitas perekonomian di daerah sehinggaperputaran ekonomi tetap terjadi di Kabupaten Konawe Selatan. Konsep city walk pada pusat perbelanjan yang mengadopsipedestrian pada sebuah kota, dapat diterapkan untuk memberikan suasana berbeda kepada pengunjung saat berbelanja.Untuk meminimalisir penggunaan energi diperlukan sebuah penekanan konsep pada perancangan pusat perbelanjaan.Dengan pendekatan arsitektur hijau dapat diterapkan sebagai solusi dari penggunaan energi ber-lebihan padabangunan. Prinsip dasar arsitektur hijau digunakan untuk mengurangi dampak lingkungan yang kurang baik, meningkatkankenyamanan manusia dengan efisiensi dan pengurangan penggunaan sumber daya energi. Tulisan ini menggunakan metodeanalisis deskriptif kualitatif dengan menguraikan permasalahan dan kebutuhan ruangnya. Data primer mengenai PusatPerbelanjaan. Sedangkan data sekunder mengenai Arsitektur Hijau dan konsep City Walk. Metode pengumpulan data melaluistudi literatur, pengamatan langsung, wawancara terstruktur dan studi banding. Hasil penelitian ini menunjukan lokasiterpilih terletak di Kecamatan Andoolo. Fasilitas Pusat Perbelanjaan terdiri dari fasilitas utama berupa retail store, supermarket,departemen store, restoran, cafe, foodcourt, serta fasilitas penunjang lainnya.Kata Kunci : Pusat Perbelanjaan, City Walk, Arsitektur Hijau, Kabupaten Konawe Selatan.ABSTRACTShopping Center Planning with the City Walk concept is designed with the aim of providing a new development forSouth Konawe Regency. Which is where one of the existing obstacles is the lack of service facilities so that there is nocentralized activity from the community in large-scale economic activities and causes a lack of public interest in living andsettling in the center of the City of South Konawe Regency. The presence of a shopping center with a city walk concept witha green architectural approach is expected to be an awakening and attraction for people to live and settle in the districtcity center and carry out economic activities in the area so that economic turnover continues to occur in South KonaweRegency. The concept of a city walk in a shopping center that adopts pedestrians in a city, can be applied to provide adifferent atmosphere for visitors when shopping. To minimize energy use, an emphasis on the concept of shopping centerdesign is needed. With the green architectural approach, it can be applied as a solution to the excessive use of energy inbuildings. The basic principles of green architecture are used to reduce adverse environmental impacts, increase humancomfort with efficiency and reduce the use of energy resources. This paper uses a qualitative descriptive analysis method todescribe the problems and space requirements. Primary data regarding Shopping Centers. While the secondary data isabout Green Architecture and the City Walk concept. Methods of data collection through literature study, directobservation, structured interviews and comparative studies. The results of this study indicate that the selected location islocated in Andoolo District. Shopping Center facilities consist of main facilities in the form of retail stores, supermarkets,department stores, restaurants, cafes, food courts, and other supporting facilities.Keywords: Shopping Center, City Walk, Green Architecture, South Konawe Regency.