cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
GARIS adalah e-jurnal mahasiswa Jurusan Arsitektur terbitan Jurusan Arsitektur Universitas Halu Oleo. E-jurnal terbit tiga kali dalam setahun, merupakan media pendokumentasian dan publikasi karya tulis ilmiah yang berisikan hasil rancangan, teori, dan telaah ilmu Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
PENERAPAN PRINSIP- PRINSIP ARSITEKTUR DEKONSTRUKSI PADA PERENCANAAN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS HALUOLEO DI KENDARI Masjidi, Luthfiyyah; Ma’ruf, Annas; Umar, Muhammad Zakaria
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerencanaan perpustakaan UHO dilatarbelakangi oleh kebutuhan dan fungsi perpustakaan sebagai prasaranapendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsasehingga keberadaan perpustakaan sangatlah penting dan berdampak besar pada peradaban umat manusia khususnya dibidang pendidikan. Seiring waktu, eksistensi perpustakaan UHO cenderung kurang diminati dan tidak sesuai dengankarakteristik pengguna mayoritas yaitu kaum milineal yang menyukai hal- hal baru, ekspresif, menarik dan berfikiranterbuka. Oleh karena itu senada dengan tema yang diinginkan, maka penulis mengambil pendekatan arsitekturdekonstruksi. Penelitian ini ditunjukkan untuk; Pertama, mengolah tapak yang tepat pada perpustakaan UHO denganpendekatan arsitektur dekonstruksi; Kedua, mengolah kebutuhan ruang yang sama pada perpustakaan UHO; Ketiga,menerapkan prinsip- prinsip arsitektur dekonstruksi pada perpustakaan UHO. Penelitian ini menggunakan metodegrounded theory, sumber data terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data terdiri dari teknik observasi,wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil desain penelitian ini disimpulkan sebagai berikut; Pertama, gedungperpustakaan UHO menerapkan prinsip- prinsip pemusatan tempat sehingga aksebilitas mudah; Kedua, dalam pengolahankebutuhan ruang menerapkan prinsip function follow forms yaitu kebutuhan ruang mengikuti bentuk bangunan; Ketiga,esensi arsitektur dekonstruksi dan esensi perpustakaan disinergikan sehingga menghasilkan perancangan tematik yaitu thegenius of strange (jenius yang aneh), yang diterapkan pada bentuk bangunan.Kata Kunci :Perpustakaan, Universitas, Arsitektur DekonstruksiABSTRACTUHO library planning is motivated by the needs and functions of libraries as infrastructure for education, research,preservation, information, and recreation to increase the intelligence and empowerment of the nation so that the existenceof libraries is very important and has a big impact on human civilization, especially in the field of education. Over time, theexistence of the UHO library tends to be less attractive and not in accordance with the characteristics of the majority ofusers, namely millennials who like new things, are expressive, interesting and open-minded. Therefore, it is in line with thedesired theme, so the authors take the architectural deconstruction approach. This research is shown to; First, cultivatingthe right footprint of the UHO library with an architectural deconstruction approach; Second, processing the same spacerequirements in the UHO library; Third, apply the principles of architectural deconstruction to the UHO library. Thisresearch uses grounded theory method, the data source consists of primary and secondary data. Data collection techniquesconsisted of observation, interview, and documentation techniques. Based on the results of this research design, it isconcluded as follows; First, the UHO library building applies the principles of centralization so that accessibility is easy;Second, in processing space requirements, the principle of function follow forms is applied, namely space requirementsfollow the shape of the building; Third, the essence of deconstruction architecture and the essence of the library aresynergized to produce a thematic design, namely the genius of strange, which is applied to the shape of the building.Keywords: Libraries, Universities, Architecture of Deconstruction
PENERAPAN PRINSIP- PRINSIP ARSITEKTUR MODERN PADA PERENCANAAN BIMBINGAN BELAJAR 4JO DI KOTA KENDARI Tasya Daud, Yeyen Pricilia; Faslih, Arman; Romanti Aulia, Weko Indira
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLembaga Bimbingan belajar 4JO merupakan salah satu bimbingan belajar yang paling banyak di minati di KotaKendari, akan tetapi jika ditinjau dari segi lokasi, fasilitas dan kenyamanan untuk bimbingan belajar 4JO ini masih belummemadai mengingat gedung yang di tempati merupakan ruko yang mempunyai ukuran terbatas. Sehingga dibutuhkanbangunan bimbingan belajar 4JO di Kendari yang lebih baik beserta fasilitas yang lengkap, menampung siswa-siswi yangmembutuhkan pelajaran tambahan dengan ruang belajar yang nyaman. Penelitian ini menggunakan pengambilan datadengan studi pustaka, survei data, wawancara, dokumentasi dan studi banding. Data kemudian dianalisis sesuai kaidaharsitektur dan prinsip-prinsip arsitektur modern yaitu form follow fuction untuk menjawab permasalahan site, ruang interiordan tampilan bangunan yang kemudian dimasukkan kedalam desain. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkansebagai berikut; Pertama, tapak pada bangunan bimbingan belajar belajar 4JO ditentukan dengan memperhatikan kriterialahan dan juga karakteristik tapak yang sesuai dengan bangunan bimbingan belajar; Kedua, bangunan bimbingan belajardirancang fungsional sesuai standar dan menyediakan fasilitas lengkap; Ketiga, interior pada bangunan bimbingan belajar4JO menggunakan konsep modern dengan pemilihan warna yang disesuaikan pada warna- warna modern. Hasil desaintampak bangunan 4JO ini menghasilkan bentuk yang mengutamakan kesederhanaan serta bentuknya yang geometris yakniberbentuk kotak dan persegi panjang, sehingga tampilan bangunan menjadi lebih rapih, sederhana serta mudah dikenal.Penggunaan elemen material kaca pada fasad bangunan menunjukkan ekspresi kejujuran serta mempunyai nilai estetikatersendiri yang mencerminkan arsitektur modern.Kata kunci: Bimbingan belajar 4JO, pelajar, arsitektur modern.ABSTRACTThe 4JO tutoring institute is one of the most popular tutors in Kendari City, however, when viewed from the point ofview of location, facilities and comfort for 4JO tutoring, this is still inadequate considering the building occupied is ashophouse that has a limited size. So that a better 4JO tutoring building in Kendari is needed along with completefacilities, accommodating students who need additional lessons with a comfortable study room. This research uses datacollection with literature study, survey data, interviews, documentation and comparative studies. The data were thenanalyzed according to architectural principles and modern architectural principles, namely the follow-fuction form toanswer the problems of the site, interior space and the appearance of the building which were then incorporated into thedesign. Based on the results of this study it can be concluded as follows: First, the site of the 4JO tutoring building isdetermined by taking into account the land criteria and also the site characteristics that are in accordance with thetutoring building; Second, the tutoring building is designed functionally according to standards and provides completefacilities; Third, the interior in the 4JO tutoring building uses a modern concept with color choices that are adjusted tomodern colors. The design results appear to be the 4JO building. It produces a form that prioritizes simplicity as well. Itsgeometric shape is in the form of squares and rectangles, so that the appearance of the building becomes more neat, simpleand easy to recognize. The use of glass material elements on building facades shows an expression of honesty and has itsown aesthetic value that reflects modern architecture.Keywords: 4JO Tutoring, student, modern architecture.
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP ARSITEKTUR ISLAM PADA PERENCANAAN PONDOK PESANTREN TAHFIDZ AL-QUR’AN DI KOTA KENDARI Syahida, Yusrafian Galabin; Kotta, M. Husni; Sjamsu, Arief Saleh
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSalah satu program Pemerintah kota Kendari adalah bebas buta aksara Al-Qur’an dan membumikan Al-Qur’an ditengah masyarakat Islam kota Kendari. Hal ini perlu didukung dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadaisebagai penunjang untuk mempelajari Al-Qur’an.Oleh karena itu, kota Kendari memerlukan sebuah pesantren tahfidz Al-Qur’an yang dalam perancangannya menerapkan nila-nilai yang terkandung dalam syariat Islam. Tujuan rancangan iniadala hmenghasilkan obyek desain yang dapat menampung aktifitas belajar-mengajar Al-Qur’an sehingga dapatmeningkatkan pemahaman dan kecintaan terhadap ajaran Islam. Rancangan dilakukan dengan Metode deskriptif, yaitumenceritakan atau menerangkan data-data mengenai masalah perencanaan dan analisa komparatif yaitu mengumpulkandata-data melalui studi perbandingan dengan sarana-sarana sejenis. Rancangan bangunan dilakukan denganmempertimbangkan hal-hal antara lain; kesesuaian dengan fungsi bangunan sebagai fasilitas kegiatan Islam yang terbukabagi semua usia, bersifat umum, fleksibel dan dinamis, karakter dan citra bangunan Islami yang ingin ditampilkan, unsurunsurarsitektural (skala, proporsi, ritme, kesatuan dan keseimbangan), kesesuaian dengan ajaran Islam yang ada (indah,sederhana, tanpa reduplikasi makhluk hidup), serta mempunyai fleksibilitas dalam peletakannnya. Hasil dari penelitian iniberupa konsep dan desain bangunan.Kata kunci: Arsitektur Islam, Pesantren Tahfidz Al-Qur’anABSTRACTOne of the programs of the Kendari city government is to be free of literacy from the Al-Qur'an and to make Al-Quranin the middle of the Muslim community of Kendari city.This needs to be supported by the availability of adequate facilitiesand infrastructure to support learning the Al-Qur'an.Therefore, the city of Kendari needs a tahfidz Al-Qur'an Islamicboarding school which in its design applies the values contained in Islamic law.The purpose of this design is to produce adesign object that can accommodate Al-Qur'an teaching and learning activities so as to increase understanding and love ofIslamic teachings.The design is carried out using descriptive methods, namely telling or explaining data about the problemof planning and comparative analysis, namely collecting data through comparative studies with similar means.The buildingdesign is carried out by considering several things, among others;suitability with the function of the building as a facilityfor Islamic activities that is open to all ages, so that it is general, flexible and dynamic, the character and image of theIslamic building that you want to display, architectural elements (scale, proportion, rhythm, unity and balance), conformityto teachingsThe existing Islam (beautiful, simple, without the reduplication of living things), and has flexibility in itsplacement.The results of this study are in the form of building concepts and designs.Keywords: Islamic architecture, Tahfidz Al-Qur'an Islamic Boarding School
PENERAPAN PRINSIP ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA STASIUN TELEVISI LOKAL DI KOTA KENDARI Purnamaratri, Aulia Rizky; Herman B, Asri Andrias; Sjamsu, Arief Saleh
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerencanaan stasiun televisi lokal di Kota Kendari lahir dari pemikiran untuk kembali menghidupkan eksistensi televisilokal di Kota Kendari yang semakin lama semakin menghilang ditengah masyarakat lokal. Kurangnya tenaga ahli, kondisibangunan yang kurang layak, kurangnya alat-alat untuk mendukung proses produksi siaran serta kualitas informasi yangdisajikan menyebabkan kurangnya minat masyarakat terhadap siaran-siaran yang disajikan oleh stasiun televisi lokal.Berdasarkan hasil studi literatur, observasi dan wawancara yang dilakukan, faktor penentuan lokasi memberikan pengaruhbesar terhadap kualitas siaran yang dilakukan pada sebuah bangunan, serta faktor bentuk dan tampilan bangunan yangberperan dalam meningkatkan eksistensi suatu bangunan ditengah-tengah masyarakat. Hasil dari penelitian ini berupasebuah perencanaan sebuah stasiun televisi yang mampu memberikan contoh sebagai sebuah stasiun televisi yangrepresentatif secara fungsi dengan penerapan prinsip dari Arsitektur Futuristik yang lahir berdasarkan kebutuhan untukmenciptakan bentuk dan tampilan bangunan yang ikonik bagi Kota Kendari, sehingga diharapkan dapat memberikantayangan yang informatif dan berkualitas, baik yang berskala internasional, nasional maupun lokal, sekaligus mampumemproduksi siarannya secara mandiri.Kata Kunci: Stasiun Televisi Lokal, Kota Kendari, Arsitektur FuturistikABSTRACTThe planning of the local TV station in Kota Kendari appears from the thought of bringing back the existance of theloval TV in Kota Kendari, which is dissapeared amidst of the local citizen. The lack of experts, inadequate buildingcondition, the lack of tools to support the process of broadcasting, and the lack of aired information’s quality, caused thelack of interest from the local citizen to watch the aired show of the local TV channel. Based on the result of the literature,observation and interview, location determination factor affects the quality of the broadcast. The form and the appearanceof the building factor also plays a role in increasing the existance value amidst the citizen. The result of this research is inthe form of a private local TV station’s planning that able to give an example of a representative TV station with theapplication of Futuristic Architechture approachment which appears from the need to create an iconic building form andappearance in Kota Kendari. So, it can provides informative and quality shows in local, national or even international. Aswell as being able to produce its own shows.Keywords: Local TV Station, Kendari City, Futuristic Architechture
PENERAPAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA PERENCANAAN KANTOR BUPATI BUTON TENGAH Tinggi, Satria; Ilham, Ilham; Said, Burhan
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKabupaten Buton Tengah merupakan hasil pemekaran dari kabupaten Buton yang dimekarkan pada pertengahan tahun2014. Sebagai daerah otonom baru, pembangunan kantor adalah salah satu prioritas pemerintah, utamanya kantor Bupatiyang merupakan pusat dari pelayanan pemerintah daerah. Olehnya itu, perlu adanya perencanaan kantor Bupati yangmemenuhi standar aturan pemerintah, serta dapat menampilkan karakterisitik dan ciri khas daerah yang tampil moderntanpa menghilangkan nilai arsitektur lokal yang ada. Rancangan dilakukan dengan metode pengumpulan data lapanganmelalui wawancara tidak terstruktur dan studi pustaka maupun studi literatur. Kemudian dilanjutkan dengan analisis datayang menghasilkan konsep perancangan, desain dan maket. Hasil dari penelitian disimpulkan bahwa lokasi perencanaanberada di kecamatan Lakudo desa Matawine, dalam kawasan perkantoran. Dengan penerapan konsep arsitektur Neo-Vernakular, yang menampilkan arsitektur traidisional lokal dengan tampilan yang modern. Berdasarkan penerapannya,aspek dari arsitektur Neo-Vernakular yang diterapkan pada kantor ini adalah aspek fisik,yaitu bentuk, ornamen danmaterial.Kata Kunci : Kantor Bupati, Neo-Vernakular, Kabupaten Buton Tengah.ABSTRACTCentral Buton Regency is the result of the division of Buton Regency which was expanded in mid-2014. As a newautonomous region, office construction is one of the government's priorities, especially the Regent's office which is thecenter of local government services. Therefore, it is necessary to plan for the Regent's office that meets the standards ofgovernment regulations, and can display regional characteristics and characteristics that appear modern without losingthe value of existing local architecture. The design was carried out by collecting field data through unstructured interviewsand literature and literature studies. Then proceed with data analysis that produces design concepts, designs and mockups.The results of the study concluded that the planning location was in Lakudo sub-district, Matawine village, in an officearea. With the application of the Neo-Vernacular architectural concept, which presents local traditional architecture witha modern look. Based on its application, the aspects of the Neo-Vernacular architecture applied to this office are physicalaspects, namely form, ornament and material.Keywords: Regent's Office, Neo-Vernacular, Central Buton Regency.
PENERAPAN PRINSIP ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA GEDUNG PUSAT PERNIKAHAN DI KOTA KENDARI olivia, Grace; Herman Balo, Asri Andrias; Arsyad, Muhammad
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerkembangan zaman mengakibatkan gaya hidup serta budaya manusia semakin berkembang, selain itu kegiatan bisnisjuga mengalami pertumbuhan seiring dengan pemenuhan kegiatan masyarakat yang semakin modern salah satunya adalahbisnis usaha dalam bidang jasa pernikahan. Masyarakat kota Kendari biasanya melakukan resepsi pernikahan di gedungserbaguna dan ballroom hotel, hal ini terjadi karena belum adanya gedung yang secara khusus mewadahi acara pernikahandi kota Kendari. Menurut data dari Departemen Agama Sulawesi Tenggara angka pernikahan di Kota Kendari meningkattiap tahunnya sehingga perlu adanya wadah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pernikahan. Adapun metodeperancangan yang digunakan adalah pengumpulan data, analisa, dan tahap perancangan. Gedung pusatpernikahan merupakan bangunan 6 lantai yang memiliki letak strategis yaitu berada pada pusat kota kendari tepatnya dikec. Kamb. Gedung pusat pernikahan tidak hanya menampung acara resepsi pernikahan tetapi juga menunjang kebutuhanlainnya Mulai dari persiapan, yang terdiri dari penyedia jasa perlengkapan pernikahan, pelaksanaan kegiatan yang terdiridari ruang resepsi pernikahan dengan berbagai kelas, wedding organizer, galeri pakaian pengantin, salon, catering,studiofotografi, percetakan undangan dan tempat menginap bagi kerabat keluarga yang berasal dari luar daerah, hingga prosesadministrasi akhir setelah rangkaian acara berlangsung. Desain gedung pusat pernikahan menerapkan gayaarsitektur kontemporer pada desain bentuk, fasad, interior dan landscape untuk menghasilkan bangunan yang dapatmemenuhi kebutuhan masyarakat kota kendari.Kata kunci : Pusat pernikahan , Arsitektur KontemporerABSTRACTThe times have resulted in a growing human lifestyle and culture, besides that business activities also experiencegrowth in line with the fulfillment of increasingly modern community activities, one of which is a business business in thefield of wedding services. Kendari city people usually conduct wedding receptions in multipurpose buildings and hotelballrooms, this happens because there is no building that specifically accommodates weddings in the city of Kendari.According to data from the Southeast Sulawesi Department of Religion, the number of marriages in Kendari City isincreasing every year, so there is a need for a forum to meet the community's needs for marriage. The design method usedis data collection, analysis, and the design stage. The wedding center building is a 6-storey building which has a strategiclocation, which is located in the center of Kendari, precisely in the district. Kamb. The wedding center building not onlyaccommodates wedding receptions but also supports other needs starting from preparation, which consists of weddingequipment service providers, the implementation of activities consisting of wedding reception rooms with various classes,wedding organizers, bridal clothing galleries, salons, catering, studios. photography, printing invitations and a place tostay for family relatives who come from outside the region, to the final administrative process after a series of events takesplace. The design of the wedding center building applies a contemporary architectural style to the design of forms, facades,interiors and landscapes to produce buildings that can meet the needs of the people of Kendari city.Keywords: Wedding Center, Contemporary Architecture
PENERAPAN GAYA ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA PUSAT TURNAMEN E-SPORTS DI KOTA KENDARI Saputra, Perdinal; Kadir, H. Ishak Kadir; Amri, Siti Belinda
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDi era revolusi industri 4.0 pesatnya perkembangan teknologi yang mengintegrasikan dunia fisik dan digital telahmerupakan perilaku jalan hidup manusia termasuk dalam dunia olahraga hingga akhirnya tercipta sebuah olahraga digitalatau esports yang bersifat interaktif dankompetitif. Kota Kendari berupaya memenuhi pengadaan sarana dan fasilitaspelayanan dibidang e-sports ini agar memberikan kepuasan kepada masyarakat dan menjadi wujud perkembangan kota.Metode yang digunakan yaitu dengan menganalisis melalui dasar pertimbangan dan kriteria. Pusat Turnamen E-sportsdengan gaya arsitektur futuristik diharapkan dapat dengan mudah terjangkau karena letak bangunan berada pada titiktengah jantung kota Kendari dengan berbagai pertimbangan yang telah dilakukan sehingga dapat menjadi sebuah fasilitasterbaik khususnya pada para pemain game dengan desain yang merujuk ke masa depan. Penerapan gaya arsitektur futuristikpada bangunan dengan fungsi Pusat Turnamen E-sports dengan gaya arsitektur futuristik diharapkan ada kesesuaian padaperancangannya dengan mengklasifikasi segi warna, bentuk, tampilan, struktur, dan material terbarukan yang merujuk kemasa depan dengan gaya arsitektur futuristik yang sesuai dengan penerapan fungsi bangunan. Desain bangunan pusatturnamen esports menerapkan gaya arsitektur futuristik pada desain bentuk, fasad dan interior untuk menghasilkanbangunan yang mengacu dengan era teknologi digital dan masa depan.Kata kunci : Tournament E-Sport , arsitektur futuristikABSTRACTIn the era of the industrial revolution 4.0, the rapid development of technology that integrates the physical and digitalworld has become the way of life for humans, including in the world of sports, until finally creating a digital sport oresports that is interactive and competitive. Kendari City strives to fulfill the provision of service facilities and facilities inthe e-sports sector this is in order to provide satisfaction to the community and become a form of urban development. Themethod used is to analyze on the basis of considerations and criteria. Tournament Center E-sports With a futuristicarchitectural style it is expected that it can be easily reached because the location of the building is in the middle of theheart of Kendari with various considerations that have been made so that it can become the best facility, especially forgame players with designs that refer to the future. The application of a futuristic architectural style to the building with thefunction of theTournament Center E-sports With a futuristic architectural style, it is expected that there will be aconformity in the design by classifying in terms of color, shape, appearance, structure, and renewable materials that referto the future with a futuristic architectural style that is in accordance with the application of building functions. The designof the esports tournament center building applies a futuristic architectural style to the design of forms, facades andinteriors to produce buildings that refer to the era of digital technology and the future.Keywords: E-Sport Tournament, futuristic architecture
PERENCANAAN GEDUNG BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI SULAWESI TENGGARA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU Ramayana, Wa Ode; Ma’ruf, Annas; Arsyad, Muhammad
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKBadan pengembangan sumber daya manusia adalah sebuah badan/institusi yang bertugas mengembangkansumber daya manusia aparatur sipil negara. Yang memiliki fungsi bangunannya sebagai penunjang urusanpemerintahan yang menjadi kewenangan daerah di bidang pendidikan dan pelatihan. Di samping itu gedungBPSDM merupakan gedung negara sehingga dalam proses penyusunan konsep tidak lepas pada pedomanPembangunan Bangunan Gedung Negara. Adapun persyaratan tata bangunannya meliputi peruntukan danintensitas bangunan gedung, arsitektur bangunan gedung, dan pengendalian dampak lingkungan. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif, yaitu Data diambil dengan studi literatur, pengumpulan data, survei,wawancara dan studi banding. Data dikumpulkan sesuai tujuan penelitian. Penelitian di tujukan sebagai berikut:1) Untuk menentukan lokasi yang sesuai dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM)Provinsi Sulawesi Tenggara. 2) Untuk merencanakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM)Provinsi Sulawesi Tenggara dengan penerapan konsep Arsitektur Hijau. Penerapan arsitektur hijau diaplikasikan pada pengolahan ruang dan tampilan bangunan. Pada pengolahan ruang lebih memfokuskan kepadapencahayaan dan penghawaan ruang. Sedangkan, pada tampilan bangungan penggunaan green roof, penggunaandouble skin façade, penggunaan panel kaca, dan penggunaan panel surya.Kata Kunci: Arsitektur Hijau, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Sulawesi TenggaraABSTRACTThe human resource development agency is an agency/institution tasked with developing human resourcesfor the state civil apparatus. Which has the function of the building as a support for government affairs whichare the regional authority in the field of education and training. In addition, the BPSDM building is a statebuilding so that in the process of drafting the concept it cannot be separated from the guidelines for theDevelopment of State Buildings. The building design requirements include the designation and intensity of thebuilding, the architecture of the building, and the control of environmental impacts. This study uses qualitativemethods, namely data taken by literature studies, data collection, surveys, interviews and comparative studies.Data were collected according to the research objectives. The research was aimed as follows: 1) To determinethe appropriate location for the Human Resources Development Agency (BPSDM) of Southeast SulawesiProvince. 2) To plan the Human Resources Development Agency (BPSDM) of Southeast Sulawesi Province withthe application of the concept of Green Architecture. The application of green architecture is applied to theprocessing of space and the appearance of the building. In processing space, it focuses more on lighting and airconditioning. Meanwhile, on the appearance of the building the use of green roofs, the use of double skinfacade, the use of glass panels, and the use of solar panels.Keywords: Green Architecture, Human Resources Development Agency and Southeast Sulawesi
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR METAFORA PADA DESAIN PERPUSTAKAAN KAMPUS UNIVERSITAS HALU OLEO DI KENDARI Afandi, Muhammad; Nurjannah, Irma; Tahir, Muhammad Arzal
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerencanaan perpustakaan UHO dilatarbelakangi oleh kebutuhan dan fungsi perpustakaan sebagai prasaranapendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsasehingga keberadaan perpustakaan sangatlah penting dan berdampak besar pada peradaban umat manusia khususnya dibidang pendidikan. Seiring waktu, eksistensi perpustakaan UHO cenderung kurang diminati dan tidak sesuai dengankarakteristik pengguna mayoritas yaitu kaum milineal yang menyukai hal- hal baru, ekspresif, menarik dan berfikiranterbuka. Oleh karena itu senada dengan tema yang diinginkan, maka penulis mengambil pendekatan arsitektur metafora.Penelitian ini ditunjukkan untuk; Pertama, mengolah tapak yang tepat pada perpustakaan UHO dengan pendekatanarsitektur Metafora; Kedua, mengolah kebutuhan ruang yang sama pada perpustakaan UHO; Ketiga, menerapkan prinsipprinsiparsitektur metafora pada perpustakaan UHO. Penelitian ini menggunakan metode grounded theory, sumber dataterdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data terdiri dari teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Berdasarkan hasil desain penelitian ini disimpulkan sebagai berikut; Pertama, gedung perpustakaan UHO menerapkanprinsip- prinsip pemusatan tempat sehingga aksebilitas mudah; Kedua, dalam pengolahan kebutuhan ruang menerapkanprinsip function follow forms yaitu kebutuhan ruang mengikuti bentuk bangunan; Ketiga, esensi arsitektur Metafora danesensi perpustakaan disinergikan sehingga menghasilkan perancangan yang diterapkan pada bentuk dan tampilanbangunan.Kata Kunci : Perpustakaan, Universitas, Arsitektur Metafora, Kendari.ABSTRACTUHO's library planning is motivated by the needs and functions of libraries as infrastructure for education, research,preservation, information, and recreation to increase the intelligence and empowerment of the nation so that the existenceof libraries is very important and has a major impact on human civilization, especially in the field of education. Over time,the existence of UHO libraries tends to be less desirable and does not match the characteristics of the majority users,namely millennials who like new things, are expressive, interesting and open-minded. Therefore, in line with the desiredtheme, the author takes a metaphorical architectural approach. This research is shown to; First, cultivate the rightfootprint in the UHO library with a Metaphor architecture approach; Second, processing the same space requirements inthe UHO library; Third, apply the principles of deconstruction architecture to the UHO library. This research usesgrounded theory method, the data source consists of primary and secondary data. Data collection techniques consist ofobservation, interview, and documentation techniques. Based on the results of this research design, it is concluded asfollows; First, the UHO library building applies the principles of centralization so that accessibility is easy; Second, inprocessing space requirements, the principle of function follow forms is applied, namely the space requirements follow theshape of the building; Third, the essence of Metaphor architecture and the essence of the library are synergized to producedesigns that are applied to the shape of the building.Keywords : Libraries, Universities, Architecture of Metaphor, Kendari
MUSEUM ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK) DI KOTA KENDARI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HYBRID Hakim, La Ode Abdul; Syukur, La Ode Abdul; Amri, Siti Belinda
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMuseum Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) didesain dengan pendekatan Arsitektur Hybrid, yang manaberusaha menggabungkan dua atau lebih teori, fungsi dan bentuk yang berbeda menjadi suatu fungsi serta bentuk baru.Elemen yang di gabungkan tersebut dalam penelitian ini yakni pola bentuk arsitektur lokal yang dimodifikasi dandigabungkan dengan teknologi bangunan terbarukan sehingga memiliki ciri khas desain tersendiri. Penelitian ini ditujukanuntuk merencanakan desain bangunan yang bisa menggambarkan karakter Arsitektur Hybrid pada Museum IlmuPengetahuan dan Teknologi, serta merencanakan ruang-ruang yang dapat memicu perkembangan Inovasi dan Kreatifitas.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dalam ranah perancangan arsitektur. Data primer yakni mengenaibentukan arsitektural rumah Adat Suku Tolaki dan data tapak. Data sekunder yakni mengenai Arsitektur Hybrid danMuseum Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Studi Literatur, WawancaraTerstruktur, dan Studi Banding. Adapun kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut : pertama, elemen-elemenarsitektural rumah Adat Suku Tolaki yang dipilih (bentuk atap, dinding, konvigurasi panggung, serta ornamen)dimodifikasi bentuknya kemudian disesuaikan dengan penerapan teknologi bangunan terkini seperti pada konstruksi yangdigunakan, utilitas bangunan, dan penerapan teknologi pameran yang canggih. Kedua, untuk merencanakan ruang-ruangyang dapat memicu perkembangan inovasi dan kreaktivitas maka diperlukan pengaturan elemen ruang dalam sepertipenerapan warna, model sirkulasi, pencapaian ruang, pengaturan pencahayaan, penyajian materi IPTEK, serta penggunaanDiorama.Kata Kunci: Museum IPTEK, Arsitektur Hybrid.ABSTRACTThe Museum of Science and Technology (Science Center) is designed with a Hybrid Architecture approach, which seeks tocombine two or more different theories, functions and forms into a new function and form. The elements that are combinedin this study are local architectural forms that are modified and combined with renewable building technology so that theyhave their own distinctive design characteristics. This research is aimed at planning building designs that can describe thecharacter of Hybrid Architecture at the Science Center, as well as planning spaces that can trigger the development ofInnovation and Creativity. This study uses qualitative research methods in the realm of architectural design. Primary datais about the architectural formation of the Tolaki Tribe traditional house and site data. Secondary data is about HybridArchitecture and the Science Center. Data collection techniques were carried out by Literature Studies, StructuredInterviews, and Comparative Studies. The conclusions of this study are as follows: first, the architectural elements of theselected Tolaki Traditional house (roof shape, walls, stage configuration, and ornaments) were modified in shape and thenadapted to the application of the latest building technology such as the construction used, building utilities, and theapplication of advanced exhibition technology. Second, to plan spaces that can trigger the development of innovation andcreativity, it is necessary to arrange internal space elements such as the application of colors, circulation models, spaceachievements, lighting arrangements, presentation of science and technology materials, and the use of dioramas.Keywords: Science Center, Hybrid Architecture.