cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
GARIS adalah e-jurnal mahasiswa Jurusan Arsitektur terbitan Jurusan Arsitektur Universitas Halu Oleo. E-jurnal terbit tiga kali dalam setahun, merupakan media pendokumentasian dan publikasi karya tulis ilmiah yang berisikan hasil rancangan, teori, dan telaah ilmu Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
PENERAPAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA PERENCANAAN HOTEL RESORT PADA KAWASAN WISATA PANTAI BUNGI DI KABUPATEN BUTON TENGAH Candra, Candra; Kadir, Ishak Kadir; Aulia, Weko Indira Romanti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKabupaten Buton Tengah merupakan salah satu Kabupaten di Sulawesi Tenggara yang memiliki banyak obyek wisata,akan tetapi dalam pengembangan potensi yang ada belum optimal, terlihat dari kurangnya sarana akomodasi berupa saranapenginapan (hotel, hotel resort, motel, losmen dan bungalow). Olehnya itu, perlu adanya perencanaan hotel resort yangdapat menampung dan mengakomodir seluruh kegiatan-kegiatan wisatawan, serta dapat menampilkan karakterisitik danciri khas daerah yang tampil modern tanpa menghilangkan nilai arsitektur lokal yang ada. Rancangan dilakukan denganmetode pengumpulan data di lapangan melalui wawancara tidak terstruktur dan studi pustaka maupun studi literatur.Kemudian dilanjutkan dengan analisis data yang menghasilkan konsep perancangan, desain dan maket. Hasil daripenelitian disimpulkan bahwa lokasi perencanaan berada di kecamatan Lakudo desa Moko, dalam kawasan perkantoran.Dengan penerapan konsep arsitektur Neo-Vernakular, yang menampilkan arsitektur traidisional lokal dengan tampilan yangmodern. Berdasarkan penerapannya, arsitektur Neo-Vernakular yang diterapkan pada hotel resort ini adalah ciri-ciri dariarsitektur Neo-Vernakular.Kata Kunci: Hotel Resort, Neo-Vernakular, Kabupaten Buton TengahABSTRACTCentral Buton Regency is one of the regencies in Southeast Sulawesi that has many tourism objects, but thedevelopment of the existing potential is not optimal, as can be seen from the lack of accommodation facilities in the form oflodging facilities (hotels, resort hotels, motels, inns and bungalows). Therefore, it is necessary to plan a resort hotel thatcan accommodate and accommodate all tourist activities, and can display regional characteristics and characteristics thatappear modern without losing the existing local architectural value. The design is carried out using data collectionmethods in the field through unstructured interviews and literature studies and literature studies. Then proceed with dataanalysis that produces design concepts, designs and mockups. The results of the study concluded that the planning locationis in the Lakudo sub-district, Moko village, in the office area. With the application of the Neo-Vernacular architecturalconcept, which displays local traditional architecture with a modern look. Based on its application, the Neo-Vernaculararchitecture applied to this resort hotel is the hallmark of Neo-Vernacular architecture.Keywords: Resort Hotel, Neo-Vernacular, Central Buton Regency
Perencanaan Gedung Kesenian dengan Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular di Kabupaten Muna Marwan, La Ode; Halim, Halim; Alikhsan, Ainusalbi
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKabupaten Muna memiliki visi pemerintahan yang berfungsi untuk terwujudnya daerah sebagai pusatperekonomian dan kebudayaan suku Muna dengan tagline pariwisata Mai Tewuna. Oleh karena itu dibutuhkan tempatuntuk fasilitas menampung potensi daerah berdasarkan tata nilai budaya, menampung kegiatan pengembangan danpelestarian budaya sebagai bagian dari wujud pusat kebudayaan kabupaten Muna. Keanekaragaman kesenian sukuMuna dapat di jadikan sebagai obyek wisata budaya. Namun, di era globalisasi ini pelaksanaan kegiatan-kegiatankesenian tersebut telah jarang di temukan. Generasi-generasi penerus secara perlahan mulai melupakan keseniandaerahnya sendiri. Hal ini disebabkan karena pementasan tradisi kesenian suku Muna tidak di lakukan secaramenyeluruh dan kurang terdata dengan baik. Selain itu infrastruktur maupun wadah yang dapat memfasilitasimasyarakat terutama generasi muda untuk mempelajari, Memahami dan mengembangkan kebudayaan Munacenderung belum ada. Sehingga implementasi dari pelestarian kesenian suku Muna terhadap generasi penerus tidakberjalan dengan optimal. Selain itu, Dalam konteks perwujudan arsitektural, bentuk bangunan diupayakan tampilsebagai ekspresi budaya masyarakat setempat. bukan saja yang menyangkut fisik bangunannya, tetapi juga semangatdan jiwa yang terkandung di dalamnya. Bangunan tradisional sebagai ekspresi budaya tidak hanya sekedar menyusunelemen-elemen material bangunan menjadi bangunan secara utuh, akan tetapi arsitektur juga berperan padapembentukan ruang-ruang sosial dan simbolik, sebuah “ruang” menjadi cerminan dari perancang dan masyarakat yangtinggal di dalamnya. Tujuan rancangan ini adalah untuk perencanaan Gedung kesenian dengan pendekatan arsitekturNeo-Vernakular di Kabupaten Muna yang dapat mewadahi seluruh aktivitas yang akan berlangsung di dalamnya.Rancangan dilakukan dengan Metode deskriptif, yaitu menceritakan atau menerangkan data-data mengenai masalahperencanaan dan analisa komparatif yaitu mengumpulkan data-data melalui studi perbandingan dengan sarana-saranasejenis. Rancangan bangunan dilakukan dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain; kesesuaian dengan fungsibangunan sebagai fasilitas kegiatan perdagangan yang terbuka, bersifat umum, fleksibel dan dinamis, karakter dan citrabangunan modern yang ingin ditampilkan, unsur-unsur arsitektural (skala, proporsi, ritme, kesatuan dankeseimbangan). Hasil dari penelitian ini berupa konsep dan desain bangunan.Kata kunci: Gedung Kesenian, Arsitektur Neo-VernakularABSTRACTMuna Regency has a government vision that functions to realize the region as an economic and cultural center forthe Muna tribe with the tourism tagline Mai Tewuna. Therefore, a place is needed for facilities to accommodateregional potential based on cultural values, to accommodate cultural development and preservation activities as partof the form of the cultural center of Muna Regency. The diversity of art of the Muna tribe can be used as a culturaltourism object. However, in this era of globalization, the implementation of these artistic activities has rarely beenfound. The next generations slowly began to forget their own local arts. This is because the performance of the Munatribal art tradition is not carried out thoroughly and is not properly recorded. In addition, the infrastructure andfacilities that can facilitate the community, especially the younger generation, to learn, understand and develop Munaculture tend to not exist. So that the implementation of the preservation of the Muna tribal art for the next generationdoes not run optimally. In addition, in the context of architectural embodiment, the form of the building is sought toappear as an expression of the culture of the local community. not only regarding the physical building, but also thespirit and soul contained in it. Traditional buildings as cultural expressions are not only composed of buildingmaterial elements into a complete building, but architecture also plays a role in the formation of social and symbolicspaces, a "space" being a reflection of the designer and the people who live in it. The purpose of this design is to planan art building with a Neo-Vernacular architectural approach in Muna Regency which can accommodate all theactivities that will take place in it. The design is carried out using a descriptive method, which is to tell or explain dataon planning problems and comparative analysis, namely to collect data through comparative studies with similarmeans. The building design is carried out by considering the following things; conformity with the function of thebuilding as a facility for open, general, flexible and dynamic trade activities, the character and image of the modernbuilding to be displayed, architectural elements (scale, proportion, rhythm, unity and balance). The results of thisstudy are in the form of building concepts and designs.Keywords: Art Building, Neo-Vernacular Architecture
GALERI SENI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULER DI KOTA KENDARI Soviana, Soviana; Riyanti, Hapsa; Amri, Siti Belinda
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKota Kendari sebagai Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki banyak masyarakat yang minatnya terhadapkesenian terbilang tinggi. Perkembangan seni di Kota Kendari tidak pernah surut, terbukti dari banyaknya komunitaskesenian yang ada. Namun, kurangnya tempat yang memadai untuk memfasilitasi kesenian di Kota Kendari. PerancanganGaleri Seni di Kota Kendari bertujuan untuk tempat yang memfasilitasi kegiatan kesenian yang ada. Perancangan GaleriSeni di Kota Kendari menggunakan pendekatan Arsitektur Neo Vernakuler Tolaki melihat dari banyaknya adat dan sukudaerah, maka perancangan ditekankan pada Arsitektur Neo Vernakuler daerah Tolaki yang ada di provinsi SulawesiTenggara. Penelitian ini menggunakan metode teknik pengumpulan data dan teknik analisis. Data primer yang disajikanyaitu data data yang di observasi langsung seperti data data kesenian yang ada di Kota Kendari dan data tapak. Datasekunder yang disajikan yaitu data secara tidak langsung seperti data yang di dapat dari berdasarkan teori dan studiliterature, buku, jurnal, artikel, seperti teori pendekatan Arsitektur Neo Vernakuler. Adapun Teknik analisis yang dilakukanyaitu, teknik analisis dekskritif berupaya mencatat, menganalisa, serta menginterprestasikan aspek perencanaan bangunangaleri seni dengan pendekatan Arsitektur Neo Vernakuler. Adapun kesimpulan yang dari penelitian ini yaitu bagaimanamenerapkan elemen-elemen arsitektur Neo Vernakuler Tolaki Pada Bangunan, penerapan teknologi pada bangunan sepertikonstruksi yang digunakan, penerapan tatanan massa bangunan yang sesuai dengan kaidah Arsitektur Neo VernakulerTolaki. Diharapkan dengan adanya perencanaan bangunan Galeri Seni dapat menjadi wadah bagi masyarakat Kota Kendaridalam menambah wawasan tentang kesenian daerah khususnya Seni Lukis dan Seni Patung.Kata Kunci: Galeri Seni, Kota Kendari, Arsitektur Neo VernakulerABSTRACTKendari City as the Capital of Southeast Sulawesi Province has many people whose interest in the arts is fairly high.The development of art in Kendari City has never subsided, as evidenced by the many existing art communities. However,the lack of adequate places to facilitate the arts in Kendari City. The design of the Art Gallery in Kendari City aims to be aplace that facilitates existing artistic activities. The design of the Art Gallery in Kendari City uses the Neo VernacularTolaki Architecture approach. Seeing from the many regional customs and ethnicities, the design emphasizes the NeoVernacular Architecture of the Tolaki area in the province of Southeast Sulawesi. This research uses data collectiontechniques and analysis techniques. The primary data presented is data that is directly observed, such as data on art inKendari City and site data. The secondary data presented is indirect data such as data obtained from theory and literaturestudies, books, journals, articles, such as the theory of the Neo Vernacular Architecture approach. The analysis techniqueused is descriptive analysis technique which attempts to record, analyze, and interpret the planning aspects of the artgallery building with the Neo Vernacular Architecture approach. The conclusions from this research are how to apply theelements of Neo Vernacular Tolaki architecture in buildings, the application of technology in buildings such as theconstruction used, the application of building mass arrangements in accordance with the rules of Tolaki Neo VernacularArchitecture. It is hoped that with the planning of the Art Gallery building, it can be a forum for the people of Kendari Cityto add insight into regional arts, especially Painting and Sculpture.Keywords: Art Gallery, Kendari City, Neo Vernacular Architecture
PENERAPAN PRINSIP ARSITEKTUR HIJAU PADA GEDUNG UPTD PENGEMBANGAN TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN LOKAL DI KABUPATEN MUNA SULAWESI TENGGARA Sabah, Hasma Mal; Rinnarsuri, Dwi; Aspin, Aspin
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGedung UPTD pengembangan teknik budidaya tanaman lokal dengan pendekatan arsitektur hijau di Kabupaten MunaSulawesi Tenggara. Penelitian ini ditujukan sebagai berikut: (1) demi peningkatan rasa kecintaan terhadap tanaman panganyang sudah ada sejak dulu di pulau Muna (2) dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal sehingga tidak mengalami kepunahanyang semakin berkembangnya jaman (3) memberikan suatu wadah bagi tanaman agar tidak diserang oleh hama (4) dapatdijadikan sebagai tempat penilitian, dan tempat wisata (5) untuk menerapkan prinsip-prinsip arsitektur hijau pada gedungUPTD pangan lokal Muna. Penelitian ini menggunakan metode perancangan arsitektur dengan pedekatan arsitektur hijau.Sumber data primer adalah antara lain data tapak dan data kantor dinas ketahanan pangan. Sumber data sekunder antaralain arsitektur hijau dan gedung UPTD pangan lokal. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan cara observasi,wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara data reduksi, data sajikan, dan data disimpulkan.Penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: pertama, orientasi bangunan memimpihkan sisi utara, sirkulasi tamu dipisahkandengan sikulasi servis; kedua, kebutuhan ruangan berkonsep bentuk dan tampilan bangunan.Kata kuci: Kabupaten Muna, UPTD pengembangan teknik budidaya tanaman lokal, Arsitektur HijauABSTRACTThe UPTD building develops local plant cultivation techniques with a green architectural approach in Muna Regency,Southeast Sulawesi. This research is aimed as follows: (1) for the sake of increasing a sense of love for food plants thathave existed for a long time on the island of Muna (2) can be used as herbal medicines so that they do not experienceextinction as the times are developing (3) provide a place for plants to avoid extinction. attacked by pests (4) can be usedas research sites, and tourist attractions (5) to apply the principles of green architecture to the Muna local food UPTDbuilding. This study uses an architectural design method with a green architectural approach. Primary data sourcesinclude site data and food security office data. Secondary data sources include green architecture and the local food UPTDbuilding. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews, and documentation. The dataanalysis technique was carried out by means of data reduction, data presentation, and data concluded. This research isconcluded as follows: first, the orientation of the building leads to the north side, the guest circulation is separated fromthe service circulation; second, the need for space with the concept of the shape and appearance of the building.Keywords: Muna Regency, UPTD development of local plant cultivation techniques, Green Architecture
PUSAT PELATIHAN KETERAMPILAN DAN PENDIDIKAN DISABILITAS FISIK DI KOTA KENDARI DENGAN PENDEKATAN AKSESIBILITAS Try Tandilangi, Yolanda Intan; Santi, Santi; Al Ikhsan, Ainussalbi
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSalah satu permasalahan pada perkotaan ialah terjadinya peningkatan daya saing terhadap Kesempatan Kerja. Adapunbagi Penyandang Disabilitas adanya stigma negatif masyarakat (faktor eksternal) dan menuntun pada rasa rendah diri(faktor internal) yang mengakibatkan Penyandang Disabilitas semakin kesulitan dalam mencapai maupun memperoleh hakkesempatan kerja mereka. Jumlah Disabiltias tertinggi Kota Kendari yaitu Disabilitas Fisik dengan jumlah 78 jiwa dari 263jiwa (Kemensos,2019). Perancangan Pelatihan Keterampilan dan Pendidikan bagi Disabilitas Fisik bertujuan meningkatkankualitas diri dan daya saing kerja sehingga menyingkirkan stigma negatif masyarakat dan meningkatkan kepercayaan diriPenyandang Disabilitas terkhususnya Disabilitas Fisik dalam terlibat pada Kesempatan kerja. Pengumpulan Data melaluiMetode Kualitatif yaitu hasil studi literatur, serta observasi pada objek serupa. Di lanjutkan dengan Analisa Data dalammenghasilkan Konsep Perancangan hingga Desain. Adapun kesimpulan dari uraian pembahasan, yaitu; Pertama, penentuanlokasi didasarkan pada Teori Community Use “Kedekatan pusat komunitas dan potensi pengkolaborasian fasilitas”. Kedua,dalam mewujudkan ruang yang fungsional bagi Disabilitas Fisik, maka perancangan didasarkan pada PendekatanAksesibilitas yang berlandaskan Asas Kemudahan, Asas Keselamatan, Asas Kegunaan, dan Asas Kemandirian, denganturut dilengkapi pedoman Design for Accessibility.Kata Kunci: Kesempatan Kerja, Disabilitas Fisik, Aksesiblitas, Kota Kendari.ABSTRACTOne of urban’s main problem is the increasing competitiveness of Employment Opportunity. However, for people withdisabilities there are negative stigmas (as an external factor) from the society and leads to low self-esteem (as an internalfactor) in which complicates their space in obtaining their Employment Opportunity’s rights. The highest number of thetype of Disabilities in Kendari City is Physical Disability with 78 out of 263 people (Kemensos,2019). The planning ofTraining and Learning Center for Physical Disabilities are aiming to escalate self-quality and competiveness to removenegative stigmas of the society and to increase the confidence of Disabilities especially Physical Disabilities in theirattempt on Employment Opportunity. Data collecting is through Qualitative Method in which is the result of literaturestudy, also observation on the same object. And continued with Data Analysis into Concept yielding to the Design. As forthe conclusion; First, site selection is based on the Community Use “Proximity of community centers and potential jointuseof facilities.”. Second, to embody functional spaces for Physical Disability, the design is up to Accessibility Approachwhich principled by Convenience, Safety, Usefulness and Independency, complemented by guideliness of Design forAccessibility.Keywords: Employment Opportunity, Physical Disability, Accessiblity, Kendari City.
PUSAT KEBUGARAN DAN RELAKSASI DI KOTA KENDARI DENGAN PENDEKATAN GREEN ARCHITECTURE Sriwiarty, Restu Dwiastuti; Faslih, Arman; Aulia, Weko Indira Romanti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPusat Kebugaran Dan Relaksasi di Kota Kendari didesain dengan pendekatan Green Architecture, yang manamenitikberatkan perancangan dengan berupaya menerapkan elemen-elemen alami terhadap bangunan sehingga dapatmeningkatkan kenyamanan dan kesehatan penggunanya. Penelitian ini ditujukan untuk merencanakan bangunan yangmemberikan wadah untuk pelayanan masyarakat secara fisik dan mental berupa olahraga dan relaksasi denganmemperhatikan kriteria lokasi yang sesuai di kota kendari, untuk menciptakan rancangan yang mampu memenuhikebutuhan pengguna, untuk menciptakan desain bangunan dengan memperhatikan prinsip dan strategi Green Architectureyang tepat untuk diaplikasikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam ranah perancangan arsitektur. Dataprimer yakni mengenai hasil surfey antusiasme masyarakat Kendari terhadap bangunan sejenis. Data sekunder yaknimengenai Green Architecture serta Pusat Kebugaran dan Relaksasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studiliteratur, wawancara terstruktur, dan studi banding. Adapun kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut : memanfaatkanlahan secara efesien, memanfaatkan vegetasi yang telah ada sebagai elemen ruang luar, memaksimalkan bukaan bangunan,pemaksimalan vegetasi sebagai peneduh kawasan, penggunaan Secondary Skin dan Green Wall, serta penggunaan warnayang lebih natural.Kata Kunci: Pusat Kebugaran dan Relaksasi, Green Architecture.ABSTRACTThe Fitness and Relaxation Center in Kendari City is designed with a Green Architecture approach, which focuses ondesign by trying to apply natural elements to the building so that it can improve the comfort and health of its users. Thisstudy is aimed at planning buildings that provide a place for physical and mental community services in the form of sportsand relaxation by taking into account the criteria for suitable locations in the city of Kendari, to create designs that areable to meet user needs, to create building designs by taking into account the principles and strategies of GreenArchitecture. the right one to apply. This study uses qualitative methods in the realm of architectural design. The primarydata is about the results of the Kendari community's enthusiasm for similar buildings. Secondary data is about GreenArchitecture and Fitness and Relaxation Centers. Data collection techniques were carried out by studying literature,structured interviews, and comparative studies. The conclusions of this study are as follows: utilizing land efficiently,utilizing existing vegetation as an element of outdoor space, maximizing building openings, maximizing vegetation as ashade area, using Secondary Skin and Green Wall, and using more natural colors.Keywords : The Fitness and Relaxation Center, Green Architecture.
TAMAN BUDAYA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR DI KABUPATEN MUNA Zubair, La Ode Muhammad; Kadir, Ishak; Umar, Muhammad Zakaria
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTaman budaya dengan pendekatan arsitektur neo vernakular di Kabupaten Muna penting direncanakan sebagai berikut:(1) Potensi wisata daerah dan kebudayaan Muna perlu dilestarikan agar terinventarisir dengan baik; (2) Arsitektur neovernakular derivatif dari arsitektur vernakular yang perlu ditampilkan dengan pola baru. Taman budaya adalah sarana untukmempromosikan dan mengembangkan kebudayaan daerah. Penelitian ini ditujukan sebagai berikut: (1) Untuk mengolahtapak pada bangunan taman budaya di Kabupaten Muna; (2) Untuk mengolah kebutuhan ruangan pada bangunan tamanbudaya di Kabupaten Muna; (3) Untuk menerapkan prinsip-prinsip arsitektur neo vernakular pada bangunan taman budayadi Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan metode perancangan arsitektur dengan pendekatan kualitatif. Sumber dataterdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data dilaksanakan dengan cara data direduksi, data disajikan, dan data disimpulkan. Berdasarkan hasildesain penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: Pertama, fasad menghadap timur dan barat, bangunan berbentuk rumahpanggung, dan sirkulasi kendaraan ke tapak sesuai bentuk tapak; Kedua, besaran ruangan didapatkan ruangan perpustakaansebesar 881 m2, museum budaya sebesar 917,7 m2, pergelaran seni tari sebesar 897,5 m2, pengelola taman budaya sebesar192,64 m2, resto mini sebesar 100,2 m2; Ketiga, prinsip-prinsip arsitektur neo vernakular didapatkan perancangan tematikthe modification of local house dan ditransformasikan ke bangunan-bangunan taman budaya Muna.Kata Kunci: Taman Budaya Muna, Arsitektur neo vernakular.ABSTRACTIt is important to plan a cultural park with a neo vernacular architectural approach in Muna Regency as follows: (1)The potential for regional tourism and Muna culture needs to be preserved so that it is properly inventoried; (2) Neovernacular architecture is a derivative of vernacular architecture that needs to be presented with a new pattern. Culturalparks are a means to promote and develop regional culture. This research is aimed as follows: (1) To cultivate the site of acultural park building in Muna Regency; (2) To process the need for space in the cultural park building in Muna Regency;(3) To apply the principles of neo vernacular architecture to the cultural park building in Muna Regency. This study usesan architectural design method with a qualitative approach. Data sources consist of primary data and secondary data.Data collection techniques consist of observation, interviews and documentation. The data analysis technique was carriedout by reducing the data, presenting the data, and inferring the data. Based on the results of this research design, it isconcluded as follows: First, the facade faces east and west, the building is in the form of a house on stilts, and thecirculation of vehicles to the site according to the shape of the site; Second, the size of the room is 881 m2 of library space,917.7 m2 of cultural museum, 897.5 m2 of dance performances, 192.64 m2 of cultural park management, 100.2 m2 of minirestaurant; Third, the principles of neo vernacular architecture were obtained from the thematic design of the modificationof local house and transformed into the buildings of the Muna cultural park.Keywords: Muna Cultural Park, Neo vernacular architecture.
PENEREAPAN PRINSIP ARSITEKTUR EKLEKTIK PADA PONDOK PESANTREN MODEREN DI KABUPATEN WAKATOBI Herisman, Herisman; Kotta, Muhammad Husni; Umar, Muhammad Zakaria
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPondok pesantren moderen di Wakatobi hendaknya didesain dengan arsitektur eklektik. Arsitektur lokal yangcenderung terabaikan di Wakatobi adalah Benteng Liya Togo. Penelitian ini ditujukan sebagai berikut: (1) Untuk mengolahtapak pada kompleks gedung pondok pesantren moderen di Kabupaten Wakatobi dengan pendekatan arsitektur eklektik; (2)Untuk mengolah kebutuhan ruangan pada kompleks gedung pondok pesantren moderen di Kabupaten Wakatobi denganpendekatan arsitektur eklektik; (3) Untuk menerapkan prinsip-prinsip arstitektur eklektik pada kompleks gedung pondokpesantren moderen di Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini menggunakan metode perancangan arsitektur dengan pendekatankualitatif. Sumber data primer antara lain data tapak dan data Benteng Liya Togo. Sumber data sekunder antara lainarsitektur eklektik dan pondok pesantren moderen. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan cara observasi,wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara data direduksi, data disajikan, dan datadisimpulkan. Penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: Pertama, orientasi bangunan memipihkan sisi timur, sirkulasi tamudipisahkan dengan sirkulasi servis, dan tata massa tidak tembus pandang; Kedua, kebutuhan ruangan berkonsep bentuk danfungsi berjalan beriringan; Ketiga, perancangan bangunan berkonsep tematik yaitu semangat menjiplak lokal.Kata Kunci: Benteng Liya Togo, Pondok Pesantren Moderen, Arsitektur Eklektik.ABSTRACTModern Islamic boarding schools in Wakatobi should be designed with eclectic architecture. Local architecture thattends to be neglected in Wakatobi is Liya Togo Fort. The aims of this research are as follows: (1) To process the site of amodern Islamic boarding school building complex in Wakatobi Regency with an eclectic architectural approach; (2) Toprocess the space requirements in a modern Islamic boarding school building complex in Wakatobi Regency with aneclectic architectural approach; (3) To apply the principles of eclectic architecture to the modern Islamic boarding schoolbuilding complex in Wakatobi Regency. This study uses an architectural design method with a qualitative approach.Primary data sources include site data and Liya Togo Fort data. Secondary data sources include eclectic architecture andmodern Islamic boarding schools. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews, anddocumentation. The data analysis technique was carried out by reducing the data, presenting the data, and inferring thedata. This research is concluded as follows: First, the orientation of the building flattens the east side, the circulation ofguests is separated from the circulation of services, and the mass system is not see-through; Second, the need for a spacewith the concept of form and function goes hand in hand; Third, the building design has a thematic concept, namely thespirit of local plagiarism.Keywords: Liya Togo Fort, Modern Islamic Boarding School, Eclectic Architecture
PERENCANAAN PUSAT EDUKASI SAMPAH TPA PUUWATU KENDARI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI Asror, Muhammad Tajul; Kotta, M. Husni; Aspin, Aspin
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSampah plastik menjadi salah satu permasalahan yang dialami oleh berbagai negara di dunia karena sifatnyayang sulit diurai dan menjadi salah satu faktor terbesar pencemaran lingkungan. Di Indonesia salah satu kotapenyumbang sampah yaitu Kota Kendari, dimana penyumbang sampah terbesar di Kota Kendari berada pada daerah– daerah yang merupakan wilayah sentral perekonomian.Penelitian ini ditujukan untuk Bagaimana merancangdesain bangunan yang dapat mewadahi kegiatan Pusat Edukasi Sampah TPA Puuwatu dengan pendekatanArsitektur Ekologi. Rancangan dilakukan dengan metode pengumpulan data lapangan melalui wawancara tidakterstruktur dan studi pustaka maupun studi literatur. Kemudian dilanjutkan dengan analisis data yang menghasilkankonsep perancangan, desain, serta maket. Desain Pusat Edukasi Sampah TPA Puuwatu Kota Kendari DenganPendekatan Konsep Arsitektur Ekologi bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat kota kendaritentang sampah dan dampak yang ditimbulkan oleh sampah yang mencemari lingkungan dengan cara pencegahanmelalui penyediaan wadah dan fasilitas pendidikan dengan metode teori dan praktek.Kata Kunci : Edukasi, TPA ,Ekologi.ABSTRACTPlastic waste is one of the problems experienced by various countries in the world because it is difficult todecompose and is one of the biggest factors in environmental pollution. In Indonesia, one of the cities thatcontributes to waste is Kendari City, where the largest waste contributor in Kendari City is in areas which are thecentral areas of the economy. The design was carried out using field data collection methods through unstructuredinterviews and literature studies as well as literature studies. Then proceed with data analysis that produces designconcepts, designs, and mockups. The design of the Puuwatu TPA Waste Education Center in Kendari City with anEcological Architectural Concept Approach aims to provide an understanding for the Kendari city community aboutwaste and the impact caused by waste that pollutes the environment by means of prevention through the provision ofeducational containers and facilities with theoretical and practical methods.Keywords: Education, TPA, Ecology.
PENERAPAN PRINSIP- PRINSIP ARSITEKTUR HIJAU PADA PERENCANAAN HOTEL PARIWISATA DIKABUPATEN MUNA KOTA RAHA Minsi, Salfin Hartani; Hapsarianty, Hapsarianty; Sjamsu, Arief Saleh
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKunjungan Kawasan Wisata Kabupaten Muna Tahun 2019 bahwa jumlah wisatawan domestik dan manca negara yangberkunjung mencapai tiga juta jiwa pertahun Jumlah tersebut melampaui target dari tahun sebelumnya. Pengunjung yangdatang ke Kabupaten Muna didominasi oleh wisatawan domestik.Keadaan tersebut berpengaruh pada tingkat hunian diKabupaten Muna pada akhir pekan atau liburan hari raya.Hal tersebut menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Munauntuk meningkatkan serta mengatur agar wisatawan yang datang dapat ditampung kebutuhannya.Sehingga perlunya wadahseperti hotel pariwisata untuk memenuhi kebutuhan pengunjung.Penempatan lokasi perencanaan terhadap cuaca yangsangat panas maka penulis mengambil pendekatan Arsitektur Hijau. Penelitian ini ditunjukan untuk; pertama, menentukantapak/site dalam merencanakan hotel pariwisata dengan pendekatan arsitektur hijau; kedua, mengetahui apakah potensipada tapak dapat mendukung perencanaan hotel pariwisata di kabupaten muna; ketiga, untuk menerapkan prinsip-prinsiparsitektur hijau pada perencanaan hotel pariwisata di kabupaten muna. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulandata, analisa, dan tahap rancangan.Berdasarkan hasil desain perencanaan disimpilkan sebagai berikut; pertama, tapakditempatkan pada area yang mudah dijangkau; kedua, potensi pada tapak meliputi view yang mendukung aktivitasberwisata; ketiga, perancangan bangunan berkonsep memperhatikan kondisi iklim beserta hemat energi.Kata Kunci: Kabupaten Muna, Hotel Pariwisata, Arsitektur Hijau.ABSTRACTVisits to the Muna Regency Tourism Area in 2019 that the number of domestic and foreign tourists visiting reachedthree million people per year. This number exceeded the target from the previous year. Visitors who come to MunaRegency are dominated by domestic tourists. This situation affects the occupancy rate in Muna Regency on weekends orholiday holidays. This is the concern of the Muna Regency government to improve and regulate so that tourists who comecan be accommodated for their needs. So the need for containers such as tourism hotels to meet the needs of visitors.Placement of the planning location against very hot weather, the authors take the Green Architecture approach. Thisresearch is aimed at; first, determining the site/site in planning a tourism hotel with a green architectural approach;second, knowing whether the potential on the site can support the planning of tourism hotels in Muna district; third, toapply the principles of green architecture to tourism hotel planning in Muna district. This research uses data collection,analysis, and design stages. Based on the results of the planning design, it can be summarized as follows; first, the site isplaced in an easily accessible area; second, the potential on the site includes views that support tourist activities; third, theconcept of building design takes into account climatic conditions and saves energy.Keywords: Muna Regency, Tourism Hotel, Green Architecture.