cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
GARIS adalah e-jurnal mahasiswa Jurusan Arsitektur terbitan Jurusan Arsitektur Universitas Halu Oleo. E-jurnal terbit tiga kali dalam setahun, merupakan media pendokumentasian dan publikasi karya tulis ilmiah yang berisikan hasil rancangan, teori, dan telaah ilmu Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA PERENCANAAN STUDIO DESAIN GRAFIS DI KENDARI Yasin, Baharuddin; Ma’ruf, Annas ,; Aspin, Aspin
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKStudio desain grafis di kendari hendaknya di desain dengan aristektur kontemporer, yang mana arsitektur kontemporermeruapakan suatu aliran baru atau penggabungan dari beberapa gaya arsitektur lainnya. Penelitian ini ditujukan untukmerancang sebuah Studio Desain Grafis dengan menerapkan pendekatan Arsitektur Kontemporer pada fasad dan ruangbangunan. Penelitian ini menggunakan metode arsitektur dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer antara lain datatapak dan data komunitas desain grafis di kota kendari. Sumber data sekunder antara lain arsitektur kontemporer dan studiodesain grafis. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan cara observasi, dan wawancara. Teknik analisis datadilakukan dengan cara data direduksi dan data disajikan. Penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: pertama, studio desaingrafis di kendari menerapkan prinsip metode geometri dikitari pada tapak sehingga aksesibiltas mudah; kedua, pada fasadbangunan untuk menampilkan bahwa bangunan ini merupakan bangunan kontemporer nantinya akan menerapkan prinsipprinsiparsitektur kontemporer daintaranya yaitu; (1) bentuk lekuk dan melengkung, (2) palet warna netral dan tegas, (3)material anti menstream, dan (4) jendela super besar, ketiga, untuk merencanakan ruang-ruang yang dapat memicuperkembangan inovasi dan kreaktivitas maka diperlukan pengaturan elemen ruang dalam seperti penerapan warna, modelsirkulasi, pencapaian ruang, dan pengaturan pencahayaan.Kata Kunci: Studio, Grafis, Kontemporer, KendariABSTRACTThe graphic design studio in Kendari should be designed with contemporary architecture, where contemporaryarchitecture is a new flow or a combination of several other architectural styles. This research is aimed at designing aGraphic Design Studio by applying the Contemporary Architecture approach to the facade and space of the building. Thisstudy uses architectural methods with a qualitative approach. Primary data sources include site data and data from thegraphic design community in the city of Kendari. Secondary data sources include contemporary architecture and graphicdesign studios. Data collection techniques were carried out by means of observation and interviews. The data analysistechnique was carried out by reducing the data and presenting the data. This research is concluded as follows: first, thegraphic design studio in Kendari applies the principles of the geometry method around the site so that accessibility is easy;second, on the facade of the building to show that this building is a contemporary building, it will apply the principles ofcontemporary architecture, namely; (1) curved and curved shapes, (2) neutral and bold color palettes, (3) anti-streammaterials, and (4) super large windows, third, to plan spaces that can trigger the development of innovation and creativity,it is necessary to arrange elements interior spaces such as the application of color, circulation models, space achievement,and lighting arrangements.Keywords: Studio, Graphic, Contemporary, Kendari.
PENERAPAN PRINSIP ARSITEKTUR METAFORA PADA GEDUNG OLAHRAGA KARATE DI KABUPATEN MUNA BARAT Musabir, Fajrimus; Ma’ruf, Annas; Arsyad, Muhammad
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGedung olahraga karate-do di kabupaten muna barat hendaknya di desain dengan arsitektur metafora, yang manaarsitektur metafora adalah kiasan atau ungkapan bentuk, diwujudkan dalam bangunan dengan harapan akan menimbulkantanggapan dari orang yang menikmati atau yang memakai karyanya. Penelitian ini ditujukan untuk merancang gedungolahraga karate-do dengan menerapkan konsep metafora pada fasad bangunan. Penelitian ini menggunakan metodearsitektur dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer antara lain data tapak dan data ranting karate yang ada diKabupaten Muna Barat. Sumber data sekunder antara lain arsitektur metafora dan gedung olahraga. Teknik pengumpulandata dilaksanakan dengan cara data direduksi dan data disajikan. Penelitian ini disimpulkan sebagai berikut; (1) tapakbangunan gedung olahraga karate-do terletak di Jalan Poros Marobea, Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi KabupatenMuna Barat;(2) Tapak ditentukan sesuai dengan teori centrall place adalah keadaan dimana sebuah daerah dapat menjadisebuah pusat yang memberikan dampak dan kebutuhan bagi daerah-daerah disekitarnya. Pengolahan tapak menghasilkansite plan;(3) kebutuhan ruang diperoleh dari literatur mengenai Gedung Olahraga Tipe C yang diaplikasikan padarancangan bangunan; (4) penerapan bentuk bangunan melalui transformasi bentuk dengan menerapkan prinsip dariArsitektur Metafora.Kata kunci : Gedung olahraga, Arsitektur MetaforaABSTRACTThe karate-do sports building in the West Muna Regency should be designed with metaphorical architecture, in whichmetaphorical architecture is a figure of speech or expression of form, embodied in a building with the hope that it will elicita response from people who enjoy or use their work. This research is aimed at designing a karate-do sports building byapplying the concept of metaphor to the facade of the building. This study uses architectural methods with a qualitativeapproach. Primary data sources include tread data and karate branch data in West Muna Regency. Secondary datasources include metaphorical architecture and sports buildings. The data collection technique was carried out by reducingthe data and presenting the data. This research is concluded as follows; (1) the site of the karate-do sports building islocated on Jalan Poros Marobea, Marobea Village, Sawerigadi District, West Muna Regency; (2) The site determinedaccording to the theory of central place is a situation where an area can become a center that has an impact and need forthe surrounding areas. Processing of the site produces a site plan; (3) space requirements are obtained from the literatureon Type C Sports Building which is applied to building design; (4) application of building form through shapetransformation by applying the principles of Metaphor ArchitectureKeyword: Sport Center, Architecture of Metaphor
PENERAPAN WATERFRONT DEVELOPMENT PADA PERENCANAAN FLOATING MARINA DI KOTA KENDARI Hidayat, Rahmad; Said, Burhan; Syukur, La Ode Abdul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKota Kendari memiliki potensi pengembangan pariwisata bahari yang sangat besar. Pengembangan marina merupakansalah satu cara pemenuhan aspek amenities dan accessibility pada wisata bahari. Floating Architecture merupakan solusisustainable bagi pengembangan pesisir dan menjadi jalan tengah antara pembangunan & konservasi. Floating Architecturemerupakan bagian dari konsep Waterfront Development. Perancangan ini bertujuan untuk memperoleh suatu rancanganmarina di Kota Kendari yang menerapkan konsep Floating Architecture dan Waterfront Development di dalamnya. Dalamperancangan ini metodologi yang digunakan adalah metode Analisis Sintesa. Hasil perancangan memperoleh polapengembangan marina sebagai fasilitas bagi kapal wisata (yacht) dan perahu kecil dengan fasilitas akomodasi dan rekreasi.Selanjutnya penerapan Floating Architecture difokuskan pada aspek struktural bangunan dengan penggunaan sub structureberupa sistem concrete tray. Sementara penerapan Waterfront Development dilakukan dengan pengolahan tapak yang fokuspada aspek waterfront planning, pubic acces, cultural relics & heritage, environment & ecosystem, serta aspek tourism andrecreation.Kata Kunci: Kota Kendari, Marina, Floating Architecture, Waterfront DevelopmentABSTRACTKendari City has a huge potential for marine tourism development. Marina establishment is one way to fulfill theaspects of amenities and accessibility in marine tourism. Floating Architecture is a sustainable solution for coastaldevelopment and a middle ground between development & conservation. Floating Architecture is part of WaterfrontDevelopment concept. This project aims to obtain a marina design in Kendari City that applies the concept of FloatingArchitecture and Waterfront Development in it. In this project the methodology used is the Analysis Synthesis method. Theresults of the design obtained a pattern of marina development as a facility for yacht and small boats with accommodationand recreation facilities. Furthermore, the application of Floating Architecture is focused on the structural aspects of thebuilding by using a sub structure in the form of a concrete tray system. While the implementation of WaterfrontDevelopment is carried out by site processing that focuses on aspects of waterfront planning, public access, cultural relics& heritage, environment & ecosystem, as well as aspects of tourism and recreation.Keywords: Kendari City, Marina, Floating Architecture, Waterfront Development
PENERAPAN ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA GEDUNG BIOSKOP XXI DI KOTA KENDARI Abdi Guna, Muhammad Alan; Andrias HB, Asri; Arsyad, Muhammad
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerencanaan gedung bioskop XXI bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang ada pada 2 bioskop di kota kendari.Tulisan ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan menguraikan permasalahan dan kebutuhan ruangnya.Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Sedangkan data sekunder menggunakan buku referensi,dokumen perencanaan tata ruang dan literature lainnya. Desain ruang dianalisis berdasarkan pola aktivitas pelaku,kebutuhan ruang dan pola hubungan ruangnya. Perencanaan bioskop XXI menggunakan penekanan arsitektur futuristik.Maka hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa lokasi yang terpilih adalah Kecamatan Kadia. Fasilitas studio bioskopsebagai fasilitas utama yang ditunjang dengan ruang lainnya seperti lounge, restoran, timezone dan beberapa unit retail.Arsitektur Futuristik dipilih sebagai konsep perancangan untuk diaplikasikan pada interior maupun fasad bangunan,seperti penggunaan fosfor resin pada fasad dan bentuk bangunan yang menyerupai drone.Kata Kunci: Gedung bioskop XXI, Kota Kendari, arsitektur futuristikABSTRACTPlanning for the XXI cinema building aims to solve the problems that exist in 2 cinemas in Kendari city. This paper usesa qualitative descriptive analysis method by describing the problems and space requirements. Primary data were collectedthrough observation and interviews. Meanwhile, secondary data uses reference books, spatial planning documents andother literature. Spatial design is analyzed based on the activity patterns of the actors, space requirements and patterns ofspatial relationships. Planning for the XXI cinema uses an emphasis on futuristic architecture. So the results of this studyindicate that the location chosen was Kadia District. Cinema studio facilities as the main facility supported by other spacessuch as lounges, restaurants, timezone and several retail units. Futuristic architecture was chosen as a design concept to beapplied to interiors and facades of buildings, such as the use of phosphor resin on the facades and building shapes thatresemble drones.Keywords: XXI Cinema Building, Kendari City, futuristic architecture
PENERAPAN HIGH-TECH ARSITEKTUR PADA TERMINAL PENUMPANG PELABUHAN KAPAL CEPAT DI KOTA KENDARI Iklan, Iklan; Andreas HB, Asri; Rosyidah, Sitti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTerminal Penumpang Pelabuhan Kapal Cepat di Kota Kendari hendaknya didesain dengan High-tech Arsitektur. HightechArsitektur dipilih karena sejalan dengan prinsip dibentuknya terminal penumpang pelabuhan kapal cepat di KotaKendari yang mengutamakan kemudahan dan efisensi pelayanan bagi penumpang.. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untukmendapatkan tapak pada bangunan terminal penumpang pelabuhan kapal cepat di Kota Kendari; (2) Untuk merencanakankebutuhan ruang pada bangunan terminal penumpang pelabuhan kapal cepat di Kota Kendari.; (3) penerapan konsep Hightechpada bangunan terminal penumpang pelabuhan kapal cepat di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metodeperancangan arsitektur dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer antara lain data tapak. Teknik pengumpulan datadilaksanakan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara datadireduksi, data disajikan, dan data disimpulkan. Berdasarkan proses penelitian diproses perancangan diperoleh: Pertama,penempatan tapak bangunan terminal penumpang pelabuhan kapal cepat di Kota Kendari terletak pada lokasi yang sesuaidengan Rencan Tata Ruang Wilayah Kota mengenai standar perencanaan terminal pelabuhan; Kedua keberadaan daribangunan terminal penumpang pelabuhan kapal cepat bertujuan untuk mewadahi berbagai kegiatan dan kebutuhanpenumpang terminal pelabuhan kapal cepat di kota kendari agar lebih efektif dan teratur; Ketiga, konsep High-techarsitektur diterapakan pada aspek tampilan bangunan maupun aspek pelayanan yang mengutamakan fungsi dan efisiensi.Kata Kunci: Terminal Penumpang Pelabuhan Kapal Cepat, High-Tech Arsitektur.ABSTRACTThe Passenger Terminal of the Fast Ship Port in Kendari City should be designed with High-tech Architecture. High-techarchitecture was chosen because it is in line with the principle of establishing a fast ship port passenger terminal inKendari City which prioritizes convenience and efficiency of service for passengers. The aims of this research are: (1) Tofind the footprint on the passenger terminal building of the fast ship port in Kendari City; (2) To plan the spacerequirements for the passenger terminal building of the fast ship port in Kendari City; (3) the application of theconceptHigh-tech to the passenger terminal building of the fast ship port in Kendari City. This study uses architectural designmethods with a qualitative approach. Primary data sources include site data. Data collection techniques were carried outby means of observation, interviews, and documentation. The data analysis technique was carried out by reducing the data,presenting the data, and inferring the data. Based on the research process, the design process was obtained: First, the siteplacement of the passenger terminal building for the fast ship port in Kendari City is located in a location that is inaccordance with the City Spatial Plan regarding port terminal planning standards; Second, the existence of the fast shipport passenger terminal building aims to accommodate various activities and needs of the fast ship port terminalpassengers in the city of Kendari to be more effective and orderly; Third, the concept of High-tech architecture is appliedto aspects of building appearance and service aspects that prioritize function and efficiency.Keywords: Fast Ship Harbor Passenger Terminal, High-Tech Architecture.
PERENCANAAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TIPE C DI MUNA BARAT Safiuddin, Darul Jalal; Halim, Halim; Arsyad, Muhammad
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenyediaan fasilitas kesehatan di Sulawesi Tenggara khususnya Kabupaten Muna Barat masih terbatas, sehinggamasyarakat lebih cenderung memilih pelayanan kesehatan di luar wilayah Muna. Ketersediaan sarana kesehatan yangmasih kurang memadai maka hendaknya diadakan perencanaan Rumah Sakit Umum Daerah Tipe C di Muna Barat .Penelitian ini ditujukan sebagai berikut: (1) Untuk menentukan lokasi yang tepat untuk perencanaan rumah sakit umumdaerah tipe c; (2) Untuk merancang kebutuhan ruang sesuai dengan standar yang disyaratkan dan dapat mewadahi seluruhaktifitas yang berlangsung; (3) Untuk merancang gubahan bentuk bangunan rumah sakit umum daerah tipe c. Penelitian inimenggunakan metode perancangan arsitektur dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer antara lain data tapak dandata umum lingkungan Muna Barat. Sumber data sekunder yaitu Rumah Sakit Tipe C. Teknik pengumpulan datadilaksanakan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara datadireduksi, data disajikan, dan data disimpulkan. Penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: Pertama, sesuai RTRW kotaMuna Barat lokasi yahng tepat untuk diadakan pengadaan rumah sakit adalah Kecamatan Sawerigadi; Kedua, kebutuhanruang pada perencanaan Rumah Sakit mengacu pada standar dan undang-undang kesehatan yang telah ditentukan; Ketiga,konsep bentuk dan penampilan bangunan adalah persegi panjang yakni yang menunjukan sesuatu yang murni dan rasional.Kata Kunci: Rumah Sakit Umum Daerah Tipe C, Arsitektur Rumah Sakit, dan Fasilitas KesehatanABSTRACTThe provision of health facilities in Southeast Sulawesi, especially West Muna Regency, is still limited, so people aremore likely to choose health services outside the Muna region. The availability of health facilities that are still inadequateshould be held planning of Type C Regional General Hospital in West Muna. This research is intended as follows: (1) Todetermine the appropriate location for the planning of general hospital area type c; (2) To design the needs of the space inaccordance with the required standards and can accommodate all activities that take place; (3) To design the compositionof the form of public hospital building type c. This research uses architectural design methods with a qualitative approach.Primary data sources include tread data and general data of the West Muna environment. Secondary data sources areType C Hospitals. Data collection techniques are carried out by means of observation, interview, and documentation. Dataanalysis techniques are performed by means of reduced data, data presented, and data inferred. This research wasconcluded as follows: First, according to RTRW West Muna city the right location for hospital procurement is SawerigadiSubdistrict; Second, the need for space in hospital planning refers to the standards and laws of health that have beendetermined; Third, the concept of the shape and appearance of a building is a rectangle that shows something pure andrational.Keywords: General Hospital Area Type C, Hospital Architecture and Medical Facility
MUSEUM MARITIM DENGAN PENDEKATAN ECO-TECH DI KOTA KENDARI Febrianti, Rizka Amalia; Santi, Santi; Alikhsan, Ainusalbi
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerencanaan museum maritim bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang berada pada satu-satunya museum di kotaKendari. Tulisan ini menggunakan metode analisis desktiptif kualitatif dengan menguraikan berbagai permasalahan dankebutuhan museum. Data primer dikumpulakn melalui observasi dan wawancara. Sedangkan untuk data sekunder berasaldari beberapa buku referensi, dokumen perencaan tata ruang, studi kasus dan literatur lainnya. Desain ruang museumdianalisis berdasarkan pelaku, pola aktivitas pelaku, kebutuhan ruang dan pola hubungan ruangnya. Perencanaan museummaritim menggunakan pendekatan arsitektur eco-tech. Eco-tech merupakan perpaduan kata antara ekologis dan teknologi.Menurut Niomba dkk, Eco-Tech Architecture adalah sebuah metode perancangan yang mengaitkan dan menyelaraskanlingkungan dan berlandaskan kepedulian tentang konservasi lingkungan global dengan penekanan pada efisiensi energipemakaian lahan dan pengolahan sampah efektif dalam tatanan arsitektur. Dan museum maritim merupakan museum yangsecara khusus mengangkat maritim sebagai tema utamanya. Di dalam museum maritim, dipamerkan berbagai macambenda-benda bersejarah berbau maritim, seperti kapal, lukisan, senjata angkatan laut, maupun benda-benda lain yangberhubungan dengan dunia maritim. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lokasi yang terpilih adalah KecamatanNambo, pulau Bungkutoko. Museum maritim memiliki fasilitas pameran utama yang ditunjang dengan ruang lainnyaseperti auditorium, bioskop mini, perpustakaan, ruang edukasi, workshop, cafetaria, dan fasilitas lainnya. Arsitektur ecotechdipilih sebagai konsep perencaan yang di aplikasikan pada fasad ataupun interior bangunan, terlihat dari penggunaanmaterial dan bangunan yang menyesuaikan bentuk dari tapak.Kata Kunci: Museum Maritim, Kota Kendari, Arsitektur Eco-Tech.ABSTRACTThe planning of the maritime museum aims to overcome the problems that exist in the only museum in the city ofKendari. This paper uses a qualitative descriptive analysis method by describing various problems and needs of themuseum. Primary data was collected through observation and interviews. Meanwhile, secondary data comes from severalreference books, spatial planning documents, case studies and other literature. The design of the museum space is analyzedbased on the actors, the activity patterns of the actors, the space requirements and the patterns of spatial relationships. Theplanning of the maritime museum uses an eco-tech architectural approach. Eco-tech is a combination of words betweenecological and technology. According to Niomba et al, Eco-Tech Architecture is a design method that links and harmonizesthe environment and is based on concerns about global environmental conservation with an emphasis on energy efficiencyof land use and effective waste management in architectural settings. And the maritime museum is a museum thatspecifically raises maritime as its main theme. In the maritime museum, various historical objects related to maritime areexhibited, such as ships, paintings, naval weapons, and other objects related to the maritime world. The results of this studyindicate that the selected location is Nambo District, Bungkutoko Island. Maritime museum has main exhibition facilitieswhich are supported by other spaces such as auditorium, mini cinema, library, education room, workshop, cafeteria, andother facilities. Eco-tech architecture was chosen as a planning concept that is applied to the facade or interior of thebuilding, seen from the use of materials and buildings that adapt to the shape of the site.Keywords: Maritime Museum, Kendari City, Eco-Tech.
Penerapan Waterscape pada Perencanaan Pusat Olahraga Air Di Kendari AKBAR ALGAZALI AZHARI
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i1.25869

Abstract

Dalam sejarah olahraga air Indonesia, Kota Kendari sendiri memiliki potensi sumber daya manusia yang  sangat baik. Tercatat ada beberapa atlet yang pernah memenangkan beberapa turnamen olahraga air nasional. Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa olahraga ini kian menurun di Kota Kendari diakibatkan karena menurunnya kualitas atlet olahraga dan menurunnya minat masyarakat terhadap cabang olahraga air akibat kurangnya fasilitas olahraga air yang masih kurang dan belum memenuhi standar. Adanya fasilitas olahraga air yang dapat digunakan oleh atlet    renang maupun masyarakat umum, diharapkan menjadi titik awal untuk mencetak atlet‐atlet renang ataupun cabang olahraga air lainnya yang berprestasi di masa yang akan datang dan juga dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga renang untuk  kesehatan tubuh. Dengan penerapan tema Waterscape yang merupakan konsep yang merujuk pada lansekap yang dominan dengan unsur air, menimbulkan citra pada bangunan Pusat Olahraga Air sebagai sebuah fasilitas olahraga yang dikhususkan untuk olahraga air (renang, renang indah, lompat indah dan polo air) di Kota Kendari. Kata Kunci: Kota Kendari, Olahraga Air, Pusat Olahraga, Waterscape
GEDUNG OCEANARIUM DENGAN PENDEKATAN EKOWISATA DI TELUK MORAMO Sahmi Nida Robbani
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i1.25139

Abstract

ABSTRAK Masih kurang tereksposnya wisata laut yang ada di Kabupaten Konawe Selatan, tepatnya di Teluk Moramo seperti keindahan pulau-pulau kecil yang ada di sekitar Teluk Moramo. Selain itu juga masih kurangnya objek wisata yang menunjukkan keindahan bawah laut dan biota-biota laut di Sulawesi Tenggara. Menanggapi hal di atas maka perencanaan kawasan oceanarium di Teluk Moramo diharapkan menjadi objek wisata laut yang dapat menunjukkan potensi laut yang ada di Sulawesi Tenggara dalam suatu bangunan sekaligus mengembangkan kawasan pariwisata di Teluk Moramo. Kawasan oceanarium akan menjadi salah satu objek wisata dengan tujuan pariwisata, edukasi, maupun penelitian mengenai kekayaan laut yang ada di Sulawesi Tenggara sekaligus menjaga kelestarian alam bawah laut. Selain gedung oceanarium, akan ada museum biota laut dan mini cinema untuk menambah objek wisata selain aquarium laut dan juga laboratorium penelitian untuk menjaga kondisi biota laut yang dipamerkan sekaligus meneliti berbagai cara untuk menjaga kelestarian dari alam bawah laut di Sulawesi Tenggara. Tema yang digunakan dalam objek perancangan ini adalah Ekowisata untuk menjaga kondisi asli Teluk Moramo. Kata Kunci: Ekowisata, Oceanarium, Pariwisata, Sulawesi Tenggara, Teluk Moramo  ABSTRACT There is still a lack of exposure to marine tourism in South Konawe Regency, precisely in Moramo Bay, like the beauty of the small islands around Moramo Bay. Moreover, there is also a lack of tourist attractions that show the beauty of underwater and marine biota in Southeast Sulawesi. In response to the above, the planning of the oceanarium area in Moramo Bay is expected to become a marine tourism object that can show the potential of the sea in Southeast Sulawesi in a building as well as develop a tourism area in Moramo Bay. The oceanarium area will become a tourist attraction with the aim of tourism, education, and research on the marine wealth in Southeast Sulawesi while preserving the underwater world. Besides the oceanarium building, there will be a marine biota museum and mini cinema to add tourism attractions besides the marine aquarium and also a research laboratory to maintain the condition of the marine life on display as well as research various ways to preserve the underwater world in Southeast Sulawesi. The theme used in this design object is Ecotourism to maintain the original condition of Moramo Bay. Keywords:  Ecotourism, Moramo Bay, Oceanarium, Southeast Sulawesi, Tourism
PUSAT PENELITIAN DAN EDUKASI BIOTA LAUT DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TEPIAN AIR DI KOTA KENDARI Bayu Andriansyah Syarif
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i1.25695

Abstract

Sulawesi Tenggara merupakan salah satu Provinsi di pulau Sulawesi memiliki banyak keragaman dan keindahan biota laut yang memiliki nilai estetika dan ekonomi yang tinggi. Untuk mendukung hal tersebut maka diperlukan membangun sebuah pusat penelitian dan edukasi biota laut dengan tujuan untuk meneliti dan melestarikan serta mengedukasi mayarakat mengenai biota laut khususnya yang ada di perairan Sulawesi Tenggara. Kota Kendari dipilih sebagai lokasi perancangan karena merupakan pusat pendidikan di Sulawesi Tenggara yang dapat membuat bangunan terintegrasi dengan setiap fasilitas penelitian yang ada di Kota Kendari baik itu laboratorium sekolah, perguruan tinggi dan lembaga penelitian swasta. Penelitian ditunjukan untuk: Pertama, menentukan tapak/site yang sesuai dengan Pusat Penelitian dan Edukasi Biota Laut di Kota Kendari. Kedua, merencanakan Pusat Penelitian dan Edukasi Biota Laut  di Kota Kendari dengan Pendekatan Arsitektur Tepian Air. Penerapan arsitektur tepian air lebih diaplikasikan pada penataan ruang pada bangunan dan tapak serta bahan material yang dipakai, yang dimana arsitektur tepian air memiliki salah satu prinsip utama dalam perancangannya yaitu pemanfaatan pemandangan vista air secara maksimal dalam hal ini Teluk Kendari. Kata kunci : Pusat Penelitian dan Edukasi Biota Laut, Arsitektur Tepian Air, Kota Kendari