cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
GARIS adalah e-jurnal mahasiswa Jurusan Arsitektur terbitan Jurusan Arsitektur Universitas Halu Oleo. E-jurnal terbit tiga kali dalam setahun, merupakan media pendokumentasian dan publikasi karya tulis ilmiah yang berisikan hasil rancangan, teori, dan telaah ilmu Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
PERENCANAAN KANTOR DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG DI KABUPATEN BOMBANA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR VERNAKULAR sainal arifin sugianto
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.25028

Abstract

Kondisi kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bombana saat ini dinilai sudah tidak memadai dan memenuhi kebutuhan pengguna di dalamnya. Kantor yang digunakan saat ini pada dasarnya memang bukan direncanakan untuk bangunan kantor melainkan rumah tinggal, sehingga tentu saja kebutuhan ruang dan besarannya tidak sesuai dengan standar kantor yang sudah ditetapkan. Lokasi kantor saat ini yang masih berada di lokasi yang tidak sesuai dengan peruntukan bangunan perkantoran juga menjadi salah satu permasalahan. Dengan permasalahan tersebut, diperlukan perancangan ulang untuk kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bombana di lokasi yang sesuai dan juga kebutuhan dan besaran ruang yang memenuhi standar bangunan kantor. Dengan melakukan observasi kondisi saat ini dan juga jumlah pegawai kantor menjadi salah satu patokan untuk perancangan ini. Perancangan ulang kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bombana ini diharapkan dapat lebih memenuhi kebutuhan pengguna bangunan sehingga akan memaksimalkan kinerja para pegawai kantor. Penerapan pendekatan arsitektur vernakular dengan mengadaptasi arsitektur tradisional Suku Moronene akan menjadi bangunan yang bisa mengenalkan arsitektur tradisional suku Moronene kepada masyarakat sekitar. Selain itu juga menjadi vocal point dari bangunan kantor tersebut sehingga menarik perhatianpengunjung atau tamu yang datang.
KAWASAN WISATA DANAU BIRU MATANDAHI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR ORGANIK lisdayanti lisdayanti; Ishak kadir Ishak kadir; Muhammad Zakaria Umar
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.25210

Abstract

Kawasan wisata Danau Biru di Kabupaten Kolaka Utara dengan pendekatan arsitektur organik penting didesain sebagai berikut: (1) aktifitas pada bangunan-banguann dalam kawasan wisata belum terwadahi; (2) fasilitas penginapan belum tersedia; (3) potensi perbukitan, pantai, dan goa belum terintegrasikan dengan baik; (4) kawasan Danau Biru belum tertata dengan baik. Perencanaan kawasan wisata Danau Biru menggunakan pendekatan arsitektur organik karena paling sesuai dengan karakteristik tapak Danau Biru. Arsitektur organik adalah arsitektur yang selaras antara tempat tinggal manusia dan dunia alam. Penelitian ini menggunakan metode arsitektur dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilaksanakan dengan cara pengumpulan data, pereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini ditujukan sebagai berikut: (1) untuk mengolah tapak pada kawasan wisata dengan pendekatan arsitektur organik di Kabupaten Kolaka Utara; (2) untuk mengolah kebutuhan ruangan pada kawasan wisata dengan pendekatan arsitektur organik di Kabupaten Kolaka Utara; (3) untuk menerapkan prinsip-prinsip arsitektur organik pada kawasan wisata di Kabupaten Kolaka Utara. Penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: pertama, tapak didesain sesuai dengan aspek-aspek demografis setempat; kedua, total luas lantai berdasarkan acuan sebesar 7.276,2 M2 dan berdasarkan laporan sekitar 7.945,08 M2, deviasi perancangan sebesar 9,2%, serta BC:KOS=15,86%:84,14%; ketiga, prinsip-prinsip arsitektur organik diterapkan pada bangunan-bangunan sesuai dengan perancangan tematik growing from nature (tumbuh dari alam). Kata Kunci: Danau Biru Matandahi, Arsitektur Organik.
PERANCANGAN MALL DI KABUPATEN KOLAKA DENGAN PENDEKATAN GREEN ARCHITECTURE NAHDAH FAUZIAH; Irma Nurjannah; Weko Indiria Romanti Aulia
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.25207

Abstract

Perancangan bangunan mall di kabupaten kolaka dengan pendekatan green architecture bertujuan sebagai wadah sarana ekonomi yang memberikan kemudahan kepada kalangan masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli barang baik barang-barang yang bersifat konsumtif maupun produktif. Selain itu, Pusat Perbelanjaan juga memberikan peluang kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan bagi masyarakat sehingga pembangunannya akan memberikan kontribusi bagi dinamika ekonomi masyarakat dan peningkatan pendapatan pemerintah daerah. Perancancangan bangunan Mall ini berlokasi di kelurahan Lamokato, Kecamatan Kolaka Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara. Perancangan Bangunan Mall ini menggunakan pendekatan Green architecture  yang akan memberi kontribusi pada masalah lingkungan khususnya pemanasan global. Konsep green architecture yang diterapkan pada bangunan yaitu pada bagian indoor,outdoor dan fasad bangunan. Penerapan Green Architecture pada bagian indoor yaitu penggunaan material, pencahayaan dan penghawaan yang diterapkan pada ruang selain ruang yang membutuhkan penghawaan suhu tertentu seperti retail, bioskop, dan lainnya. Pada outdoor bangunan di terapkan pada analisis lingkungan, penggunaan material, vegetasi. Penerapan pada fasade bangunan yang sesuai dengan pendekatan arsitektur hijau seperti penggunaan material dan penerapan tanaman rambat pada selasar bangunan yang menjadi unsur estetika tampilan bangunan yang memberikan kesan hijau dan sejuk.Kata Kunci : Perancangan Mall, Green Architecture.
PENERAPAN PENDEKATAN ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA REDESAIN KANTOR BUPATI KONAWE UTARA alfian fradana; Santi santi; Ainussalbi Al ikhsan
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.27642

Abstract

Kabupaten Konawe Utara sebelumnya merupakan bagian utara wilayah Kabupaten Konawe (Kabupaten induk) di Jazirah Tenggara Pulau Sulawesi. Pembangunan Kantor adalah salah satu prioritas pemerintah, salah satunya adalah kantor Bupati Konawe Selatan yang merupakan wadah sebagai penyalur aspirasi masyarakat Kabupaten Konawe Utara. Namun Pada masa kini banyak kerusakan pada bangunan dan kekurangan ruang. Olehnya itu, perlu adanya redesain pada bangunan kantor Bupati Konawe Selatan yang dapat memenuhi standar dan aturan pemerintah, serta dapat menampilkan kembali nilai-nilai kebudayaan dalam bentuk rancangan arsitektur yang tampil modern. Rancangan dilakukan dengan metode pengumpulan data lapangan melalui wawancara tidak terstruktur dan studi pustaka maupun studi literatur. Kemudian dilanjutkan dengan analisis data yang menghasilkan konsep perancangan, desain dan maket.Hasil dari penelitian disimpulkan bahwa lokasi perencanaan berada di kecamatan Asera Kelurahan Wanggudu, dalam kawasan perkantoran. Dengan penerapan konsep arsitektur Neo-Vernakular, yang menampilkan arsitektur tradisional lokal dengan tampilan yang modern. Berdasarkan penerapannya, aspek dari arsitektur Neo-Vernakular yang diterapkan pada kantor ini adalah aspek fisik,yaitu bentuk, ornamen dan material.Kata Kunci: Kantor Bupati, Konawe Utara, Arsitektur Neo vernakular
GEDUNG PUSAT KREATIF DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER DI KOTA KENDARI Satria Maramis; Asri Andrias Andrias H.B; Weko Indira Romanti Aulia
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.25337

Abstract

ABSTRAKGedung Pusat Kreatif di Kota Kendari didesain dengan arsitektur kontemporer, seperti halnya bangunan Pusat Kreatif yang diusung pada masa kini, pendekatan Arsitektur Kontemporer di pilih bertujuan untuk, mendemonstrasikan suatu kualitas tertentu terutama dari segi kemajuan teknologi dan juga kebebasan dalam mengekspresikan suatu gaya arsitektur (Konnemann, World of Contemporary Ar-chitecture XX). Sehingga pada desain, Tampilan bangunan akan mampu menampilkan karakter, gaya, suasana dan bahkan tujuan dari desain bangunan tersebut, dalam hal ini yaitu desain dari Pusat Kreatif. Penelitian ini ditujukan untuk merencanakan desain bangunan Pusat Kreatif dengan Arsitektur Kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dalam ranah perancangan arsitektur. Sumber data primer antara lain data tapak. Sumber data sekunder antara lain arsitektur kontemporer dan pusat kreatif. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan cara studi literatur, studi kasus dan wawancara tidak terstruktur. Adapun kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut: Pertama, didapatkan bentuk perpaduan anatara dua persegi dengan bentuk lingkarang dan tampilan yang menerapkan prinsip – prinsip pendekatan Arsitektur Kontemporer dari segi fungsi dan tampilan visual. Kedua, desain ruang Gedung Pusat Kreatif di Kota Kendari didapatkan dengan pertimbangan, pola aktifitas pelaku,  kebutuhan ruang, dan pola hubungan ruang antara satu dengan yang lain.Kata Kunci: Pusat Kreatif, Arsitektur Kontemporer, Kota Kendari.
PUSAT MUSIK DENGAN PENDEKATAN FOLDING ARCHITECTURE DI KOTA KENDARI Delsi Trianantinardi
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.25030

Abstract

Beragam komunitas musik di Kota Kendari menunjukkan berkembangnya minat musik dari masyarakat Kota Kendari. Selain itu, adanya berbagai event musik dari tahun ke tahun juga menjadi salah satu bukti berkembangnya musik di Kota Kendari. Namun, belum adanya suatu pusat musik yang mampu mewadahi aktivitas tersebut. Mengacu pada hal tersebut, maka dirasa perlu adanya suatu Pusat Musik yang diharapkan mampu mewadahi berbagai aktivitas musik serta memadukan fungsi pertunjukan, aktivtas komunitas, dan pelatihan musik, sehingga para pelaku seni mampu mengembangkan kreatifitasnya dalam bidang seni musik. Rancangan dilakukan dengan metode pengumpulan data melalui wawancara tidak terstruktur dan studi literatur maupun studi preseden. Kemudian dilanjutkan dengan analisis data yang menghasilkan konsep perancangan, desain, dan maket. Hasil dari penelitian disimpulkan bahwa lokasi perencanaan berada pada Kec. Kadia, dalam kawasan pusat kota. Dengan penerapan pendekatan folding architecture, bangunan ini berfokus pada eksplorasi bentuk yang komunikatif agar dapat mengkomunikasikan fungsi dari bangunan Pusat Musik tersebut, sehingga dapat dimengerti oleh masyarakat baik secara visual maupun intuitif. Konsep folding architecture yang diterapkan pada pusat musik ini adalah aspek fisik, yaitu bentuk, eksterior, dan interior bangunan.Kata Kunci: Pusat Musik, Folding Architecture, Kendari
PENERAPAN ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA GALERI STUDIO SENI MODERN DAN DIGITAL DI KOTA KENDARI WAHYU TRIYA PRAYUDI; Aspin Aspin; I Made Krisna AD
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.27659

Abstract

Perkembangan dalam dunia seni cukup pesat pada beberapa waktu ini, hal ini dibuktikan dengan adanya data peningkatan minat masyarakat terhadap perkembangan NFT berupa karya seni digital sebagai barang investasi sebesar 82% dari periode Maret 2021 hingga Januari 2022 (Suyudi, 2022). Namun, bahkan di Kota Kendari sendiri masih belum memiliki wadah yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat, sehingga karya seni jenis ini kurang dilihat oleh masyarakat sebagai salah satu alternatif wisata edukasi informal. Memperkenalkan koleksi-koleksi seni rupa dan digital melalui multimedia akan dapat menarik minat masyarakat untuk lebih mengenal seni serta memahami makna dan pesan yang terkandung di dalamnya. Khususnya di Kota Kendari, karya seni rupa modern maupun  digital masih belum memiliki wadah untuk ditampung dan dikumpukan dalam satu tempat. Dengan metode kualitatif dan kuantitatif untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk merancang galeri studio seni modern dan digital di Kota Kendari agar galeri yang dirancang bisa memenuhi kebutuhan setiap aktivitasnya. Galeri Studio Seni Modern Dan Digital dilengkapi dengan fasilitas hiburan yang menarik mulai dari fasilitas utama yaitu galeri pameran hingga fasilitas pendukung yang bernuansa edukasi berupa area yang dapat memaksimalkan interaksi antara pengunjung dan objek yang dikunjungi seperti workshop dan sebagainya. Fasilitas santai menarik lainnya adalah ruang restoran dan minibar serta ruang tunggu yang nyaman lengkap dengan area cyberspot. Dari segi pendidikan tersedia juga perpustakaan yang mengarsip tentang seni dan fasilitas auditorium untuk seminar dan pengedukasian. Dengan mengangkat pendekatan arsitektur futuristic, keseluruhan fasilitas  ini didesain secara futuristik dan menarik dengan konsep “Menembus Batas Waktu”.
PENERAPAN PRINSIP- PRINSIP ARSITEKTUR EKLETIK PADA PERENCANAAN MUSEUM ETNOLOGI DI KABUPATEN KONAWE Indra Yanto
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.27618

Abstract

Museum adalah sebagai tempat menyimpan benda-benda kuno yang dapat digunakan untuk menambah wawasan dan juga sebagai tempat rekreasi. Seiring dengan berkembangnya zaman, museum memiliki makna yang sangat luas sesuai dengan pemikiran setiap individu maupun institusi. Taman mini Indonesia Indah adalah salah satu kawasan rekreasi yang memiliki banyak museum di dalamnya salah satunya adalah Museum Etnologi Indonesia. Secara konseptual prinsip rancangan interior museum etnologi Indonesia adalah mengumplkan dan merangkum kemudian menampilkan dalam satu wadah yang sama yaitu museum ini. Sasaran pengguna museum ini adalah seluruh masyarakat indonesia dari semua kalangan, turis asing, lembaga pendidikan seperti sekolah atau komunitas kebudayaan. Melihat permasalahan museum ini berdasarkan hasil survey maka akan di rancang museum etnologi dengan konsep “Arsitektur Eklektik” dengan tujuan agar pengunjung dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang ada di dalam museum ini saat berkeliling di dalam museum dan menambahkan fasilitas tambahan untuk kaum difabel agar semua kalangan dapat mengakses museum ini. Tujuan perencanaan museum etnologi  di Kabupaten Konawe ini adalah untuk memudahkan pengunjung mendapatkan informasi dalam museum yaitu berupa pengetahuan mengenai etnis tolaki. Kata kunci  : Museum, Etnologi (Etnis Tolaki), Arsitektur Eklektik, Kabupaten Konawe
Galeri Seni Fotografi di Kota Kendari Dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer Amaluddin Amaluddin; Irma Nurjannah; Santi Santi
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.25872

Abstract

Fotografi di Indonesia saat ini berkembang pesat, ada masyarakat yang memanfaatkannya sebagai pekerjaan utama, ada juga yang menjadikan fotografi sebagai hobi. Kota Kendari menjadi salah satu kota yang masyarakatnya mulai menaruh minat dalam bidang fotografi. Beberapa kegiatan yang berkaitan dengan fotografi sering diadakan di Kota Kendari, seperti lomba foto dan pameran serta diisi dengan kegiatan lainnya seperti diskusi, sharing fotografi, dan bazar karya fotografi. Bahkan pada tahun 2011 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, ribuan fotografer berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) pada kategori ‘hunting’ dan lomba foto dengan peserta terbanyak. Namun, sarana fotografi masih sedikit untuk menampung seluruh kebutuhan dalam bidang fotografi. Hal tersebut dapat dilihat dari kegiatan pameran biasanya diadakan di hotel, coffe shop, dan di ruang terbuka (outdoor) yang ada di Kota Kendari. Fenomena tersebut menjadikan dasar untuk merencanakan bangunan Galeri Seni Fotografi di Kota Kendari yang dapat menghadirkan dan mempertunjukkan karya fotografi dan informasi mengenai fotografi. Pendekatan Arsitektur Kontemporer yang selalu memiliki gaya baru dan akan terus berkembang sesuai keadaan dunia dan tidak terpaku pada aturan-aturan klasik akan sesuai dengan perancangan galeri foto yang diharapkan tidak terikat dengan ketentuan khusus dalam kategori foto lama atau baru, sehingga akan menampung berbagai macam karya fotografi tanpa batasan apapun. Kata Kunci : Arsitektur Kontemporer, Fotografi, Galeri
PERENCANAAN PUSAT PELATIHAN ATLIT BELA DIRI DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI DI KOTA KENDARI Bhibi Firdaus
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.25180

Abstract

Seni bela diri memiliki pengertian satu kesenian yang timbul sebagai satu cara seseorang mempertahankan untuk membela diri. Seni bela diri telah lama ada dan berkembang dari masa ke masa. Pada dasarnya, manusia mempunyai insting untuk selalu melindungi diri dan hidupnya. Perkembangan bela diri di Sulawesi Tenggara khususnya kota Kendari tergolong cukup tinggi minat mereka kecabang bela diri tersebut. Dapat dilihat dari beberapa kejuaran yang didapat oleh kontingen bela diri Sulawesi tenggara, seperti kejuaraan PON yang diadakan diberbagai provinsi yang ada di Indonesia. Perhatian pemerintah terhadap olahraga bela diri, khususnya cabang silat, karate,  taekwondo, gulat dan juga wushu di Kota Kendari selama ini memang tergolong sangat kurang sehingga perlunya aspek penyediaan fasilitas gedung olahraga yang meliputi arena pertandingan, pusat pelatihan, dan sebagainya. Rancangan dilakukan dengan metode pengumpulan data lapangan melalui wawancara tidak terstruktur dan studi pustaka maupun studi literatur. Kemudian dilanjutkan dengan analisis data yang menghasilkan konsep perancangan, desain dan maket. Hasil dari penelitian disimpulkan bahwa lokasi perencanaan berada di Kel. Mokoau, Kec. Kambu, dalam kawasan olahraga. konsep penekanan desain arsitektur ekologi. Konsep arsitektur ekologi diartikan sebagai sebuah karya arsitektur yang hijau, sehat, dan bersahabat dengan lingkungan. Konsep ini menekankan adanya ketergantungan secara fisik dari masyarakat pada kondisi lingkungan.Kata Kunci : Pusat pelatihan atlit beladiri, Arsitektur Ekologi, Kota Kendari