cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
GARIS adalah e-jurnal mahasiswa Jurusan Arsitektur terbitan Jurusan Arsitektur Universitas Halu Oleo. E-jurnal terbit tiga kali dalam setahun, merupakan media pendokumentasian dan publikasi karya tulis ilmiah yang berisikan hasil rancangan, teori, dan telaah ilmu Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
PENERAPAN ARSITEKTUR TOLAKI PADA MUSEUM SEJARAH KERAJAAN KONAWE DI UNAAHA Umar, Ibnu; Herman Balo, Asri Andrias; Aspin, Aspin
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Generasi penerus sekarang ini dimanjakan dengan hiburan yang berbentuk permainan saja.  Hal ini membuat kondisi masyarakat menjadi semakin konsumtif. Oleh sebab itu dibutuhkan adanya sarana dan pra-sarana dalam  ruang lingkup publik yang memberikan media edukasi yang bersifat edukasi. Edukasi sejarah begitu penting bagi kehidupan masyarakat kedepannya. Sejarah tersebut di kaitkan dengan beberapa kejadian yang pernah terjadi di masa lampau. Sulawesi Tenggara sendiri terdapat beberapa sejarah kerajaan yang berjaya sekitar beberapa abad silam, salah satu diantaranya Kerajaan Konawe. Dimana dalam catatan sejarah perjalanan Kerajaan Konawe telah berapa kali berganti raja, dan yang terakhir Sangia Ngginoburu yang dikenal sebagai Raja Lakidende merupakan raja terakhir yang memimpin Konawe, sekaligus menjadi raja pertama yang memeluk agama Islam. Maka olehnya itu perencanaan museum sejarah kerajaan Konawe adalah salah satu bentuk keprihatinan di bidang sejarah, budaya dan kearifan lokal yang berada di daratan Konawe pada umumnya. Hal ini dapat dilihat dari di temukannya peninggalan-peninggalan sejarah kerajaan konawe yang berupa artefak, bangunan, kuburan kuno, pemukiman kuno, dokumen, arsip, dan data-data etnografis seperti; bahasa, seni, benda pusaka dan adat istiadat. Penerapan konsep arsitektur Tolaki pada museum sejarah kerajaan Konawe di Unaaha terlihat dilihat dari tampilan fasad bangunan dengan pemanfaatan elemen bentuk, tekstur dan garis, yaitu dengan memperhatikan filosofi atau esensi dari pendekatan arsitektur Tolaki serta bentuk atap yang mengadopsi bentuk adata rumah Tolaki (Laika Mbu’u) Kata kunci : Museum, sejarah kerajaan konawe, arsitektur tolaki, unaaha ABSTRACT The current generation is spoiled with entertainment that forms the game. This makes the community more consumptive. Therefore we need the existence of facilities and infrastructure in public spaces that provide educational media that support education. This is to help regional development in the field of cultural character. Historical education is very important for future community life. History is associated with several events that have occurred in the past. Southeast Sulawesi itself has several kingdoms that had succeeded some centuries ago, one of which was the Kingdom of Konawe. Where in the history of the journey of the Kingdom of Konawe has changed the king several times, and the last Sangia Ngginoburu, known as the King Lakidende, was the last king who led Konawe, as well as being the first king to convert to Islam. Therefore, the planning of the Konawe kingdom's historical museum is one form of concern in the fields of history, culture and local wisdom that is on the mainland Konawe in general, This can be seen from the discovery of the historical relics of the Konawe kingdom in the form of artifacts, buildings, ancient graves, ancient settlements, documents, archives, and ethnographic data such as; language, art, heritage and customs. The application of the Tolaki architectural concept in the Konawe royal history museum in Unaaha be seen from the appearance of the building facade by utilizing elements of shape, texture and lines, namely by paying attention to the philosophy or essence of the Tolaki architectural approach and the roof shape adopting the shape of the Tolaki house (Laika Mbu ' u). Keywords: Museum, konawe kingdom history, tolaki architecture, unaaha         
PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP ARSITEKTUR BRUTALISME PADA PERENCANAAN PUSAT PAMERAN SENI JALANAN DI KOTA KENDARI Ramadhan, Syahrur; Kadir, Ishak
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini yaitu untuk merencanakan desain bangunan yang dapat mewadahi kegiatan paraseniman jalanan serta menerapkan prinsip-prinsip Arsitektur Brutalisme pada perancangan Pusat PameranSeni Jalanan di kota Kendari. Pembahasan pada penelitian ini berfokus pada lokasi perencanaan bangunan,kebutuhan ruang, dan penerapan prinsip - prinsip Arsitektur Brutalisme pada bangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif bertujuan memperolehgambaran seutuhnya mengenai suatu hal menurut pandangan manusia yang diteliti. Sumber data dalampenelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Lokasi tapak tapak terletak di Kota Kendari tepatnya jalanBrigjend M. Yoenoes, dengan luas lahan ±2,3 Ha. Pusat Pameran Seni Jalanan dengan Konsep ArsitekturBrutalisme merupakan sebuah gedung multifungsi yang memadukan fungsi eksibisi dan konferensi denganfungsi untuk mewadahi seluruh kegiatan tentang segala hal yang berbau seni jalanan. Bentuk bangunan yangunik dan asimetris merupakan Penarapan unsur Arsitektur Brutalisme dalam desain perancangan fisikbangunan. Brutalisme menggambarkan perlawanan terhadap bentuk-bentuk yang terlalu perfeksionis,berkolerasi dengan tema seni jalanan yang merupakan bentuk vandalisme atau perlawanan dari para seniman.Kata Kunci: Pusat Pameran, Seni Jalanan, Arsitektur BrutalismeABSTRACTThe purpose of this study is to plan a building design that can accommodate the activities of street artistsand apply the principles of brutalism architecture in the design of the Street Art Exhibition Center in KendariCity. The discussion in this study focuses on the location of building planning, space requirements, and theapplication of the principles of brutalism architecture in buildings. The method used in this research is aqualitative research model. Qualitative research aims to obtain a complete picture of something according tothe human perspective being studied. Sources of data in this study consisted of primary and secondary data.The site of the site is located in Kendari City to be precise on Jalan Brigjend M. Yoenoes, with a land area of± 2.3 Ha. The Street Art Exhibition Center with the Concept of Brutalism Architecture is a multifunctionalbuilding that combines exhibition and conference functions with the function of accommodating all activitiesregarding all things related to street art. The unique and asymmetrical shape of the building is an element ofbrutalism architecture in the physical design of the building. Brutalism describes resistance to forms that aretoo perfectionist, in correlation with the theme of street art which is a form of vandalism or resistance fromthe artists.Keywords: Exhibition Center, Street Art, Brutalism Architecture
PENERAPAN ARSITEKTUR MODERN PADA KENDARI COMPUTER CENTER DI KENDARI Apriani, Meri; Ma’ruf, Annas; Aspin, Aspin
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Computer Center adalah suatu bangunan yang memiliki fungsi sebagai wadah   perdagangan dan pelayanan jasa yang dapat menunjang kebutuhan mulai dari kalangan  pelajar hingga pebisnis-pebisnis yang merupakan perangkat kelengkapan dibidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Berkembangnya Computer Center di Indonesia, memberikan dampak terhadap masyarakat wilayah Kota Kendari dengan tujuan untuk lebih mengenal perkembangan teknologi dan memudahkan jangkauan pemasaran kepada masyarakat. Penelitian ini ditujukan sebagai berikut (1) untuk merancang Kendari Computer Center dengan Pendekatan Arsitektur Modern yang dapat mewadahi seluruh aktivitas yang akan berlangsung di dalamnya. (2) Untuk menerapkan konsep Arsitektur Modern pada bentuk dan tampilan bangunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan, yaitu data dikumpulkan sesuai tujuan penelitian. Data diambil dengan studi literatur, pengumpulan data, survey, wawancara dan studi banding. Hasil dari penelitian disimpulkan bahwa lokasi berada di kecamatan Kambu kota Kendari, computer center berfungsi untuk mewadahi perdagangan komputer, pameran serta kursus komputer. Selain itu, pengaplikasian bentuk    dan tampilan bangunan yang sesuai fungsi yang diwadahi dengan pertimbangan dan penerapan prinsip-prinsip arsitektur modern.Kata kunci : Computer center, arsitektur modern ABSTRACT Computer Center is a building that has a function as a forum for trade and services that can support the needs ranging from students to enterpreneur who are completeness in the fields of education, research and community service. The development of the Computer Center in Indonesia had an impact on the people of the Kendari City area with the aim of becoming more familiar with technological developments and facilitating the reach of marketing to the public. This study is aimed as follows (1) to design the Kendari Computer Center with a Modern Architecture Approach that can accommodate all activities that will take place in it. (2) To apply the concept of Modern Architecture to the shape and appearance of buildings. This study uses a qualitative method that is by collecting data according to research objectives. Data is collected through literature studies, data collecting, surveys, interviews and comparative studies. The results of the study concluded that the location is in the district of Kambu in the city of Kendari, the computer center functions to facilitate the computer trade, exhibitions and computer courses. In addition, the application of the shape and appearance of the building in accordance with the functions are accommodated with consideration and application of the principles of modern architecture. Keywords: Computer center, modern  architecture
PENERAPAN KONSEP METAFORA PADA PUSAT PERTUNJUKAN SENI DI KOTA KENDARI Hendriyawan, Hendriyawan; Kadir, Ishak; Aspin, Aspin
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerencanaan pusat seni pertujukan di kota kendari dengan penekanan konsep metafora ini bertujuan untuk memperlihatkan ekspresi dari sebuah bangunan yang unik dan juga dapat mendukung perkembangan apresiasi masyarakat terhadap seni di Kota Kendari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, survey lapangan, dan studi literatur yang kemudian dianalisa secara kualitatif dan kuantitatif. Lokasi tapak terletak di kota Kendari tepatnya di kecamatan Kendari Barat lokasi tapak tersebut sesuai dengan fungsi kawasan yang telah diatur dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota. Perencanaan Gedung Pusat Seni Pertunjukan dengan Pendekatan Arsitektur Metafora, yaitu dengan mengacu pada standar-standar arsitektur bangunan sesuai dengan fungsinya yang dapat memberikan kesan nyaman bagi pengunjung penentuan bentuk dan penampilan bangunan Perencanaan Gedung Pusat Seni Pertunjukan dengan Pendekatan Arsitektur Metafora di dasarkan pada fungsi dan ekspresi dalam kaitannya dengan nilai-nilai arsitektur Metafora. Kata kunci : Metafora, pusat pertunjukan seni, kendari ABSTRACT Planning of the art exhibition center in the city of Kendari with an emphasis on the concept of this metaphor can show the expression of a unique building and can also support the development of community appreciation for art in the city of Kendari. In this research, Researcher used the design of Descriptive Method with data collection techniques consists of interview, survey, and study of literatures which was eventually analysed in both Quantitative and Qualitative approaches.The location of the site is located in the city of Kendari precisely in the West Kendari sub-district. The location of the site is in accordance with the function of the area that has been regulated in the Spatial Plan of the City of Kendari. planned space program space requirements, the amount of space, as well as the completeness of the building. Metaphor, namely by referring to the architectural standards of the building in accordance with its functions that can give a comfortable impression for visitors determining the shape and appearance of the building Planning Center for the Performing Arts Building with the Metaphorical Architectural Approach is based on function and expression in relation to with Metaphorical architectural values. Keywords: Metaphor, performing arts center, kendari
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR MODERN PADA PUSAT INFORMASI PARIWISATA DAN PERDAGANGAN DAERAH DI LASUSUA KABUPATEN KOLAKA UTARA Firwaingo, Firwaingo; Amri, Siti Belinda
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK      Gedung Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan adalah sebuah bangunan pusat layanan informasi bagi para pelaku ekonomi, khususnya pelaku perdagangan dan sebagai pusat layanan informasi tentang pariwisata, dimana merupakan tempat untuk memasarkan, mempromosikan dan memperkenalkan potensi, keunikan objek dan daya tarik wisata yang ada di Kolaka Utara baik alam maupun budaya sehingga meningkatkan arus kedatangan wisatawan domestik maupun  mancanegara ke Kolaka Utara. Penelitian ini ditujukan sebagai berikut (1)untuk merancang Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan dengan pendekatan Arsitektur Modern yang dapat mewadahi seluruh aktifitas yang ada di dalamnya. (2) Untuk menerapkan konsep Arsitektur Modern pada bentuk dan tampilan bangunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu data dikumpulkan sesuai tujuan penelitian. Data diambil dengan studi literature, pengumpulan data, survey, wawancara dan studi banding. Hasil dari penelitian disimpulkan bahwa lokasi berada di kota Lasusua, Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan berfungsi untuk mewadahi segala aktifitas yang berhubungan dengan pariwisata dan perdagangan. Selain itu, pengaplikasian  bentuk dan tampilan bangunan yang sesuai dengan fungsi yang diwadahi dengan pertimbangan dan penerapan prinsip-prinsip arsitektur modern. Kata kunci: Arsitektur modern, pusat informasi pariwisata dan perdagangan ABSTRACT     The Center for tourism Information and Commerce is a center of information service for economic actors, especially traders and as a center of information services about tourism, which is a place to market, promote and introduce the potential, uniqueness of objects and tourist attractions in North Kolaka both natural and cultural, thus increasing the arrival flow of domestic and foreign tourists to North Kolaka. This research was intended as follows (1) to design the tourism and trade information Center with a Modern architecture approach that can provide all activities in it. (2) To apply the Modern architecture concept to the shape and appearance of the building. This research used qualitative methods, i.e. data collected according to research purposes. Data was taken with the study of literature, data collection, surveys, interviews and comparative studies. The results of the study concluded that the location was in the city of Lasusua, Tourism Information Center and Commerce serves to provide any activities related to tourism and trade. In addition, application of the shape and appearance of the building in accordance with the functions are addressed with consideration and application of the principles of modern architecture. Keywords: Modern architecture, tourism and trade information center 
PENERAPAN KONSEP ANALOGI ROMANTIK PADA FASILITAS PERNIKAHAN TERPADU DI KOTA KENDARI Dayuni, Arimbi Aulia; Ramadan, Sachrul; Umar, Muhammad Zakaria
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKFasilitas Pernikahan Terpadu adalah bangunan komersial yang menyediakan jasa wedding organizer dan aulapernikahan yang dipadukan dalam satu bangunan. Penyedia jasa pernikahan ini sangat banyak digemari oleh kalanganmasyarakat karena sangat efektif dalam pelaksanaannya. Penelitian ini ditujukan sebagai berikut: (1) Untuk mengolahtapak yang tepat untuk bangunan pernikahan terpadu, (2) Untuk merencanakan bangunan pernikahan terpadu terhadapankebutuhan akan ruang, dan (3) Untuk menerapkan prinsip analogi pada bangunan. Penelitian ini menggunakan metodegrounded theory dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dandokumentasi. Berdasarkan hasil desain penelitian ini disimpulkan sebagai berikut: (1) Tapak dipilih berdasarkan view yangdapat menunjang bangunan, (2) pengolahan ruang berdasarkan function follow form, dan (3) esensi pernikahan dipadukandengan esensi analogi romantik sehingga menghasilkan bentuk tampilan bangunan yang dianalogikan seperti sebuah kapalyang sedang berlayar di lautan. Bentuk kapal menggambarkan bentuk yang kuat sebagaimana diharapkan pasangan harusmampu bekerjasama dengan baik untuk melewati rintangan dalam pernikahan seperti layaknya sebuah kapal yangterkadang dihantam oleh ombak dan ada akalanya lautan juga tenang.Kata kunci: Wedding organizer, analogi, bentuk romantikABSTRACTIntegrated Wedding Facilities are commercial buildings that provide wedding organizer services and wedding hallscombined in one building. This marriage service provider is very popular with the community because it is very effective inits implementation. This research is aimed as follows: (1) To process the right site for an integrated wedding building, (2)To plan an integrated wedding building against the need for space, and (3) To apply the principle of analogy to thebuilding. This study uses a grounded theory method with a qualitative approach. Data collection is done by observation,interviews, and documentation. Based on the results of the design of this study concluded as follows: (1) Tread selectedbased on a view that can support the building, (2) processing space based on the fol-low form function, and (3) the essenceof marriage combined with the essence of a romantic analogy to produce a form of appearance analogous building like aship sailing in the ocean. The shape of the ship depicts a strong form as expected by the couple to be able to work welltogether to overcome obstacles in marriage like a ship that is sometimes hit by waves and there is a sense that the sea isalso calm.Keywords: Wedding organizer, analogy, romantic form
PENERAPAN ARSITEKTUR TRADISIONAL MUNA PADA GEDUNG PUSAT KREATIFITAS MASYARAKAT MUNA DI KOTA RAHA Arlianto, La Ode; Nurjannah, Irma; Rosyidah, Sitti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam menghadapai persaingan global mendatang, perkembangan ekonomi  kreatif di  Indonesia  pun  mulai  diperhatikan.  Ekonomi  kreatif yang berbasis kepada modal kreativitas sumber daya manusia, berpeluang mendorong daya saing bangsa Indonesia di masa depan. Perkembangan Ekonomi kreatif diikuti pula dengan perkembangan wirausaha muda di Indonesia yang saat ini mengalami peningkatan  jumlah yang cukup baik. Di Kabupaten Muna sendiri sudah ada beberapa komunitas - komunitas kegiatan jual-beli dan pameran produk-produk industri kreatif yang berbasis lokal meliputi produk fesyen, kerajinan, desain, dll. Maka dari itu sangat diperlukan sebuah wadah untuk kegiatan pengembangan industri kreatif yang ada di kota Raha, Kabupaten Muna. Dalam perancangan ini, wadah tersebut berupa Pusat Kreatifitas Masyarakat Muna yang direncanakan berlokasi di kawasan pusat bisnis (CBD) bertempat di jalan By Pass Raha. Pusat Kreatifitas Masyarakat Muna ini mewadahi kegiatan bekerja dan  edukasi  di  bidang  industri  kreatif,  dengan  adanya  fasilitas  seperti ruang-ruang workshop dan studio, ruang kelas serta ruang pameran atau pertunjukan baik indoor maupun outdoor untuk kegiatan-kegiatan kreatif lainnya. Sesuai dengan pendekatan dan rumusan masalah yang diangkat maka proses perancangan bangunan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi eksisting site, kebutuhan dan program ruang serta perwujudan tampilan arsitektur tradisional muna terhadap bangunan agar dapat mewadahi kegiatan di dalamnya dan sesuai untuk pengguna Pusat kreatifitas. Kata kunci: industri kreatif, arsitektur, tradisional muna, raha ABSTRACT In the face of future global competition, the development of the creative economy in Indonesia has begun to be noticed. A creative economy based on capital, the creativity of human resources, has the opportunity to encourage the competitiveness of the Indonesian people in the future. Creative economic developments are also followed by the development of young entrepreneurs in Indonesia, who are currently experiencing a fairly large increase in numbers. In Muna Regency, there are already several communities - buying and selling activities and exhibitions of local creative industrial products, including fashion products, crafts, drawings, etc. A container is therefore necessary for the development of creative industries in the city of Raha, Muna Regency. In this design, the container comes in the form of the Muna Community Creativity Center, which should be located in the Central Business District (CBD) located on By Pass Raha Road. The Muna Community Creativity Center organizes work and educational activities in the area of creative industries, with facilities such as workshops and studios, classrooms and indoor or indoor exhibitions or shows. outside for other creative activities. In accordance with the approach and formulation of the problem, the building design process is carried out taking into account site conditions, space requirements and existing programs, as well as the achievement of the appearance of the building. Traditional architectural architecture host activities and is suitable for users Pusat Kreatifitas. Keywords: Creative industry, architecture, traditional muna, raha
PENERAPAN KONSEP EKOWISATA PADA KAWASAN WISATA PANTAI TORONIPA DI KABUPATEN KONAWE Wijaya, Laode Herman; Halim, Halim; Rosyidah, Sitti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Prospek perkembangan pariwisata di Indonesia diprediksi semakin baik. Hal ini sebabkan banyaknya kampanye dan promosi. Obyek wisata yang dikembangkan oleh pemerintah di Sulawesi Tenggara cukup banyak. Salah satunya adalah wisata pantai Toronipa. Kawasan wisata pantai Toronipa memiliki kelemahan seperti penataan zonasi kurang optimal, sarana dan prasarana belum memadai. Penelitian ini ditujukan untuk mengolah tapak, merencanakan fasilitas penunjang dan merencanakan bangunan sesuai dengan konsep ekowisata. Penelitian ini menggunakan metode Grounded Theory dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini disimpulkan bahwa pada kawasan dibagi menjadi 3 zona. Zona-zona tersebut adalah zona inti, zona penyangga, zona pemanfaatan, dan menyedikan berbagai fasilitas penunjang seperti hunian, toko souvenir, dermaga wisata, area tracking bukit, flying fox tower, area pembibitan mangrove, restoran, plaza. Desain fisik bangunan sebagian besar merupakan bentuk panggung hal ini ditujukan untuk mencegah kerusakan tanah dan memaksimalkan penghawaan alami. Kata Kunci: Wisata, pantai, toronipa. ABSTRACT       The prospect of tourism development in Indonesia is predicted to be better. This is due to the number of campaigns and promotions. Tourism objects developed by the government in Southeast Sulawesi are quite a lot. One of them is the Toronipa beach tour. Toronipa beach tourism area has disadvantages such as less optimal zoning arrangement, inadequate facilities and infrastructure. This research is intended to process sites, plan supporting facilities and plan buildings in accordance with the concept of ecotourism. This study uses the Grounded Theory method with a qualitative approach. This study concluded that the area was divided into 3 zones. These zones are the core zone, buffer zone, utilization zone, and provide various supporting facilities such as residential, souvenir shops, tourist docks, hill tracking area, flying fox tower, mangrove nursery area, restaurant, plaza. The physical design of the building is largely a form of stage, which is intended to prevent soil damage and maximize natural ventilation. Keywords: tourism, beach, Toronipa.
PENERAPAN ARSITEKTUR HIGH TECHNOLOGY PADA PUSAT DAN STUDIO GIM DI KOTA KENDARI Mustary, Fadel Ahmad; Ramadan, Sachrul; Ma’ruf, Annas
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerkembangan teknologi telah memberikan dampak di berbagai bidang antara lain: bidang industri, ekonomi, sosial,budaya dan pendidikan. Perkembangan teknologi ini juga mempengaruhi bidang hiburan, tepatnya pada dunia permainandigital atau biasa kita sebut dengan gim. Gim secara umum adalah sebuah aktivitas rekreasi dengan tujuan bersenangsenangdan mengisi waktu luang. Gim biasanya dimainkan sendiri atau secara bersama-sama (multiplayer). Produk gimmengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir yang mengakibatkan terjadi beberapa perubahan yang kemudianmembutuhkan penyesuaian dan ruang untuk mewadahinya. Tulisan ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatifdengan menguraikan permasalahan dan kebutuhan ruangnya. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara.Data sekunder menggunakan buku referensi, dokumen perencanaan tata ruang dan literature lainnya. Hasil dari tulisan inimenunjukkan bahwa lokasi yang terpilih adalah Kecamatan Mandonga dengan pertimbangan kesesuaian pola ruang dalamrencana tata ruang kota, luasan tapak dan aksesibilitas. Desain ruang dianalisis berdasarkan pola aktivitas pelaku,kebutuhan ruang dan pola hubungan ruangnya. Fasilitas studio gim sebagai fasilitas utama yang ditunjang dengan ruanglainnya seperti Tournament venue, restoran dan game bar. Melalui penerapan prinsip-prinsip Arsitektur High Technologysangat terlihat korelasi atau hubungan antara objek rancangan dengan tema yang diusung.Kata Kunci : pusat dan studio gim, arsitektur high technology, KendariABSTRACTTechnological developments have had an impact in various fields including: industrial, economic, social, cultural andeducational fields. The development of this technology also affects the entertainment sector, to be precise in the world ofdigital games or what we usually call gim. A game in general is a recreational activity with the aim of having fun andfilling in free time. Games are usually played alone or together (multiplayer). The game product has had an increase in thelast few years resulting in a number of changes that then require tweaking and space to accommodate it. This paper uses aqualitative descriptive analysis method by describing the problems and space requirements. The primary data werecollected through observation and interviews. The Secondary data using reference books, spatial planning documents andother literatures. The results of this paper indicate that the location chosen was Mandonga District with consideration ofthe suitability of spatial patterns in the city spatial plan, site area and accessibility. The Spatial design is analyzed based onthe activity patterns of the actors, space requirements and patterns of spatial relationships. The game studio facility is themain facility which is supported by other spaces such as the Tournament venue, restaurant and game bar. Through theapplication of the principles of High Technology Architecture, the correlation or relationship between the design objectand the theme is very visible.Keywords: game center and studio, high technology architecture, Kendari
PENERAPAN ARSITEKTUR ECO DESIGN PADA RESORT PULAU PADAMARANG DI KABUPATEN KOLAKA Norma, Norma; Rosyidah, Sitti; Belinda, Siti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPulau Padamarang adalah salah satu pulau terbesar di kabupaten Kolaka yang memiliki potensi dan keindahan alamyang sangat menarik. Pesona keindahan pegunungan , perbukitan, laut dan pantai dapat menjadi daya tarik tersendiri,khususnya dalam rangka pemenuhan kebutuhan manusia yang tak terbatas, salah satunya kebutuhan manusia untukmelakukan relaksasi dan rekreasi. Untuk mewadahi kegiatan rekreasi tersebut, resort menjadi salah satu pilihan saranaakomodasi di Pulau Padamarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang dilakukan denganmengumpulkan data yakni mengumpulkan teori-teori dari berbagai literature, survey lapangan dan studi literature untukmengetahui potensi objek wisata alam pulau Padamarang. Berdasarkan wilayah pulau Padamarang masuk kategori wilayahpelestarian taman laut dan konservasi yang menjadi tantangan besar untuk membentuk sebuah desain resort yang tidakmerusak lingkungan. Dengan melakukan pendekatan ecodesign pada perancangan resort dalam prinsipnya memperhatikanfaktor alam, diharapkan supaya wisatawan yang menginap dapat merasakan ketenangan, kenyamanan, sekaligus menikmatifasilitas-fasilitas yang disediakan sebagai sarana untuk kebutuhan beristirahat dan rekreasi juga dapat semakinmemperhatikan lingkungan sekitar yang meminimalisir penggunaan energi maupun material yang ramah lingkungan.Kata kunci: Pulau padamarang, Arsitektur, eco designABSTRACTPadamarang Island is one of the largest islands in Kolaka district which has a very interesting potential and naturalbeauty. The charm of the beauty of the mountains, hills, sea and beaches can be a special attraction, especially in thecontext of fulfilling unlimited human needs, one of which is the human need for relaxation and recreation. To accommodatethese recreational activities, resorts are one of the choices of accommodation facilities on Padamarang Island. Theresearch method used is descriptive method which is done by collecting data, namely collecting theories from variousliteratures, field surveys and literature studies to determine the potential of the natural tourism object of PadamarangIsland. Based on the area, the island of Padamarang is categorized as a marine park conservation and conservation areawhich is a big challenge to form a resort design that does not damage the environment. By taking an ecodesign approach toresort design in principle by paying attention to natural factors, it is hoped that tourists who stay overnight can feelserenity, comfort, as well as enjoy the facilities provided as a means for rest and recreation needs and can also pay moreattention to the surrounding environment which minimizes the use of energy and materials. environmentally friendlyKeywords: Padamarang island, architecture, eco design

Page 9 of 21 | Total Record : 209