cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
GARIS adalah e-jurnal mahasiswa Jurusan Arsitektur terbitan Jurusan Arsitektur Universitas Halu Oleo. E-jurnal terbit tiga kali dalam setahun, merupakan media pendokumentasian dan publikasi karya tulis ilmiah yang berisikan hasil rancangan, teori, dan telaah ilmu Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
PENERAPAN ARSITEKTUR NEOVERNAKULAR PADA GALERI SENI DI KOTA KENDARI Fitriah, Muafah Telly; Rosyidah, Sitti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSeni besar kaitannya dengan generasi muda, generasi muda di jadikan sebagai salah satu pelaku utama yang dapat melestarikan seni- seni, melalui para generasi muda yang mempunyai kemauan, kemampuan, dan harapan yang besar untuk membangun suatu daerah lebih baik, dan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama meningkatkan potensi yang ada di suatu daerah. Generasi muda sebagai elemen yang sangat penting dan tidak bisa digantikan dengan apapun dalam melestarikan seni dan kebudayaan yang ada di Indonesia dan sekaligus berkontribusi sangat besar dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Melihat dari uraian tersebut maka dibutuhkan suatu wadah yang dapat mengakomodasi segala aktifitas dengan berbagai fasilitas yang lengkap untuk mewadahi aktifitas seni yaitu seni tari, musik, teater, kerajinan tangan, lukis, dan Grafity sebagai galeri seni masyrakat Kendari. Galeri Seni di Kota Kendari yang mempunyai fasilitas yang layak dan representatif diharapkan dapat menjadi landmark baru di kota Kendari. Juga dengan adanya galeri seni di kota Kendari ini, diharapkan dapat meningkatkan upaya pengembangan kepariwisataan, yang pemanfaatannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota Kendari dan juga menumbuhkembangkan jati diri bangsa, meningkatkan kualitas, harkat dan martabat bangsa.Kata Kunci : Galeri, seni, arsitektur neovernakular ABSTRACT Art is closely related to the young generation, the young generation is made as one of the main actors who can preserve the arts, through the young generation who have desire, the ability and the great hope to build a better region, and cooperate with the local government to jointly improve the potential that exists in an area. The young generation as a very important element and can not be replaced with anything in preserving the art and culture that exist in Indonesia and at the same time contribute enormously in the development of the nation and state of Indonesia. Seeing from the description then needed a container that can accommodate all activities with various complete facilities to accommodate art activities such as dance, music, theater, handicraft, painting, and Grafity as art gallery of Kendari society. Art Gallery in Kendari City that has decent and representative facilities is expected to become a new landmark in Kendari city. Also with the art gallery in Kendari city, it is expected to increase the efforts of tourism development, which utilization to improve the welfare of the people of Kendari city and also to develop the national identity, improve the quality, dignity and dignity of the nation. Keywords: Gallery, art, architecture neovernakular
PUSAT KULINER DAN KERAJINAN DI KABUPATEN MUNA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI Rahmat M, Alfayed; Kadir, Ishak; Al Ikhsan, Ainussalbi
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKWisatawan dari dalam negeri maupun luar negeri meningkatkan potensi pasar bagi produk di daerah tujuan wisata,salah satu daerah yang memanfaatkannya adalah Kabupaten Muna. Berdasarkan riset data, terjadi peningkatan padakunjungan wisatawan, industri kuliner dan kerajinan setiap tahunnya yang tersebar luas di Kabupaten Muna. Oleh karenaitu, diperlukan suatu wadah informasi kuliner dan kerajinan dalam rangka peningkatan sektor pendapatan daerah. Penelitianini menggunakan model penelitian kualitatif-deskriptif, dimana data primer diperoleh dari obeservasi dan wawancara. Datasekunder diperoleh dari studi literatur untuk mendapatkan teori-teori yang dibutuhkan, studi komparasi sebagaiperbandingan suatu perancangan terkait bangunan serta sumber data yang telah diolah lainnya. Tahapan perancangandimulai dengan menentukan lokasi perancangan yaitu berada di daerah pengembangan insdustri yang didukung olehkawasan strategis pariwisata, yaitu jalan poros Raha-Waara. Kemudian tahapan perancangan bangunan di desain denganproses transformasi konsep ke dalam bentuk desain bangunan dengan mengelompokkan kegiatan sesuai dengan fungsinya,yaitu kelompok ruang utama (kuliner dan kerajinan), kelompok ruang penunjang (ruang pelatihan dan produksi), dankelompok ruang pendukung (ruang servis dan pengelola). Desain bangunan menerapkan konsep arsitektur ekologi denganpemanfaatan pencahayaan dan penghawaan alami berupa penerapan sky light, bukaan dan ruang terbuka serta penerapankonsep arsitektur lokal pada bangunan.Kata Kunci: Pusat kuliner, Kerajinan, Muna, Arsitektur Ekologi.ABSTRACTDomestic and foreign tourists increase the market potential for products in tourist destinations, one of the areas thatuses it is Muna Regency. Based on data research, there is an increase in tourist visits, the culinary and handicraft industryevery year which is widespread in Muna Regency. Therefore, we need a place for culinary and handicraft information inorder to increase the regional income sector. This study used a qualitative-descriptive research model, where primary datawere obtained from observations and interviews. The Secondary data were obtained from literature studies to obtain therequired theories, comparative studies as a comparison of a building-related design and other processed data sources. Thedesign stage begins by determining the location of the design, which is located in the industrial development area which issupported by a strategic tourism area, namely the Raha-Waara axis road. Then the building design stage is designed with aconcept transformation process into the form of a building design by grouping activities according to their function,namely the main room group (culinary and crafts), the support room group (training and production room), and thesupport room group (service room and manager). The building design applies the concept of ecological architecture byutilizing natural lighting and ventilation in the form of the application of sky light, openings and open spaces as well as theapplication of local architectural concepts to buildings.Keywords: Culinary Center, Handicraft, Muna, ecological architecture
PENERAPAN ARSITEKTUR HIJAU PADA SEKOLAH ISLAM TERPADU DI KOTA KENDARI Bayu, Dwy; Kotta, M. Husni; Sjamsu, Arief Saleh
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSekolah Islam Terpadu (SIT) adalah sarana yang sangat ideal sebagai tempat pembelajaran tentang pendidikan umumdan pendidikan agama Islam. Pendirian SIT di kota Kendari terbilang masih sedikit, terutama pada satuan pendidikansetingkat SMP hanya ada satu sekolah yakni SMPIT Al-Qalam yang berdiri sejak tahun 2014. Perencanaan desainbangunan Sekolah Islam Terpadu ini juga harus mampu menjadi sebuah sekolah moderen baik dari segi bangunan maupundari segi tampilan. Pembanguna gedung sekolah sangat diperlukan untuk memperhatikan aspek lingkungan, baik dalam halmaterial, cara membangun, maupun bentuk dari bangunan itu sendiri. Persoalan desainnya adalah bagaiana dapatmenerapkan konsep arsitektur yang hemat energi pada bangunan sebagai usaha pengurangan energy dan biaya namun tetapnyaman digunakan sebagai tempat pembelajaran siswa. Tujuan dari perancanaan ini adalah untuk mengurangi dampak darikerusakan lingkungan sebelum pembangunan, ketika dalam tahap pembangunan, dan setalah pembangunan. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif yaitu pengambilan data dengan studi pustaka, survei data, wawancara, dan studi banding.Hasil dari penelitian ini berupa lokasi sekolah yang sesuai fungsi bangunan sebagai Sekolah Islam Terpadu denganPendekatan Arsitektur Hijau serta dapat menampung semua aktifitas pengguna bangunan dalam penerapananya sebagaibanguna dengan konsep arsitektur hijau.Kata kunci: Sekolah islam terpadu, arsitektur hijau.ABSTRACTIntegrated Islamic School (IIS) is an ideal facility as a place for learning about general education and Islamiceducation. Constraction of IIS in Kendari is still few, especially in the High School-level education unit, there is only oneschool, namely Al-Qalam which was built in 2014. Design for the building of the Integrated Islamic School must be able tobecome a modern school both in terms of buildings and from appearance. Construction of school buildings is needed tokeep environmental aspects, both in terms of materials, how to build, and the shape of the building itself. The designproblem is how to apply energy-efficient architectural concepts to buildings as an effort to reduce energy and costs but stillbe comfortable to use as a place for learning. The aim of this planning is to reduce environmental damage beforedevelopment, during the development stage, and after development. This research uses qualitative methods, namely datacollection with literature study, survey data, interviews, and comparative studies. The result of the research is a schoollocation that suitable for the building function as Integrated Islamic School with a Green Architectural Approach and cancapture all activities of building users in its application as building with green architectural concept.Keywords: Integrated islamic school, green architecture.
PENERAPAN GAYA ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA GEDUNG PUSAT MUSIK DI KOTA KENDARI Suharyadi, Anggi; Kadir, Ishak; Syukur, La Ode Abdul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dari Perancangan Gedung Music Center adalah sebagai wadah untuk mengapresiasi para musisilokal serta meningkatkan minat dan potensi masyarakat Kendari terhadap musik yang di desain denganmemperhatikan fungsi, kebutuhan dan pelaku kegiatan dalam bangunan yang direncanakan. Metode penelitianyang digunakan untuk mendapatkan informasi dalam perencanaan ini adalah metode kualitatif yaknimelakukan teknik wawancara langsung dan melakukan riset melalui jurnal-jurnal dan artikel yangberhubungan dengan perencanaan ini. Hasil dari penelitian ini adalah lokasi tapak berada diantara Jl. BrigjendMadjied Joenoes dan Jl. Antero Hamra dengan luas tapak ±3,50 Ha. Kebutuhan ruang bangunan Music Centerterdiri dari 2 ruang utama yakni concert hall serta ruang kelas dan terdapat ruang penunjang yakni studiomusik,studio rekaman,toko penjualan alat musik, perpustakaan dan ruang pengelola. Bentuk dasar bangunanmerupakan hasil transformasi dari 3 bentuk dasar yakni persegi,segitiga dan lingkaran sedangkan tampilanbangunan dibuat terlihat menanjak yang merupakan sebuah penggambaran semangat dan juga harapan bagimusisi lokal. Prinsip-prinsip pendekatan Arsitektur Kontemporer dalam perencanaan ini yakni denganmanghadirkan facade bangunan yang ekspresif dan dinamis serta optimalisasi cahaya alami yang masuk kebangunan dengan menerapkan jendela besar dan skylight menggunakan material kaca namun tetapmemperhatikan fungsi ruang pada bangunan.Kata Kunci: Music center, kontemporerABSTRACTThe purpose of designing the Music Center Building is as a forum for appreciating local musicians andincreasing the interest and potential of the Kendari community towards music that is designed by taking intoaccount the functions, needs and actors of activities in the planned building. The research method used toobtain information in this planning is a qualitative method, namely conducting direct interview techniquesand conducting research through journals and articles related to this planning. The result of this research isthat the site is located between Jl. Brigjend Madjied Joenoes and Jl. Antero Hamra with a footprint area of ±3.50 Ha. The space needed for the Music Center building consists of 2 main rooms, namely a concert hall andclassrooms and there are supporting rooms, namely a music studio, recording studio, musical instrumentsales shop, library and management room. The basic shape of the building is the result of the transformationof 3 basic shapes, namely squares, triangles and circles, while the appearance of the building is made to lookupward which is a depiction of the spirit and hope of local musicians. The principles of the ContemporaryArchitecture approach in this planning are by presenting an expressive and dynamic building façade andoptimizing the natural light that enters the building by applying large windows and skylights using glassmaterial but still paying attention to the space function of the building.Keywords: Music center, contemporary
PENERAPAN PRINSIP ARSITEKTUR BERKELANJUTAN PADA PENATAAN KAWASAN PERMUKIMAN MASYARAKAT PESISIR DI DESA KAWITE-WITE KECAMATAN KABAWO KABUPATEN MUNA Musran, Musran; Halim, Halim; Belinda, Siti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPermukiman pesisir adalah permukiman yang terdiri dari tempat tinggal atau hunian sebagai kawasan permukimanbeserta sarana dan prasarananya, kawasan tempat bekerja, dalam hal ini berupa area alamiah tempat nelayan bekerja yaknilautan dan sarana buatan tempat melakukan kegiatan ekonomi lainnya yang menunjang atau berkaitan dengan kegiatanekonomi. Kawasan permukiman pesisir pada umumnya merupakan kawasan dengan tingkat pelayanan akan pemenuhankebutuhan prasarana dan sarana dasar lingkungan yang sangat terbatas, khususnya keterbatasan untuk memperolehpelayanan sarana air bersih, drainase dan sanitasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan dan menata konseparsitektur berkelanjutan pada penataan permukiman masyarakat pesisir desa Kawitewite sehingga dapat meningkatkankualitas lingkungan. Metode pembahasan yang digunakan adalah metode deskriptif yang dilakukan dengan mengumpulkandata yakni mengumpulkan teori-teori dari berbagai literature, survey lapangan dan studi literatur. Permukiman pesisirdidesain dengan menggunakan pendekatan arsitektur berkelanjutan dan mengambil standar penataan PUPR, yaitubangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air bersih, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah, pengelolaanpersampahan, proteksi kebakaran, dan ruang terbuka hijau.Kata kunci : Berkelanjutan, permukiman pesisir, Kawite-wite.ABSTRACTCoastal settlements are settlements consisting of dwellings or dwellings as residential areas along with their facilitiesand infrastructure, work areas, in this case in the form of natural areas where fishermen work, namely the ocean andartificial facilities where to conduct other economic activities that support or relate to economic activities. Coastalsettlement areas in general are areas with a level of service to meet the needs of infrastructure and basic facilities of theenvironment is very limited, especially limited to obtain services of clean water facilities, drainage and sanitation. Thepurpose of this research is to apply and organize the concept of sustainable architecture in the arrangement of coastalcommunity settlements in Kawitewite village so as to improve the quality of the environment. The discussion method used isa descriptive method that is done by collecting data that collects theories from various literature, field surveys and literstudies.Coastal settlements are designed using a sustainable architectural approach and take pupr structuring standards,namely building buildings, environmental roads, clean water supply, environmental drainage, wastewater management,waste management, fire protection, and green open space.Keywords: Sustainable, coastal settlements, Kawite-wite.
PENERAPAN ARSITEKTUR TRADISIONAL MUNA PADA KAWASAN RESORT PANTAI WALENGKABOLA DI KABUPATEN MUNA Rizkal, Rizkal; Rianty, Hapsa; Aulia, Weko Indira Romanti
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPerencanaan Ini bertujuan untuk menata pengolahan tata masa bangunan Kawasan resort untuk menunjangkegiatan wisata pantai dengan memperhatikan kearifan lokal di kawasan yg di rencanakan. Metode yangdigunakan untuk mendapatkan data dan informasi pada penelitian ini adalah metode kualitatif denganmengumpulkan data yakni dengan melakukan survey lapangan secara langsung ke lokasi, serta di tunjangdengan teori-teori dari berbagai artikel dan jurnal-jurnal yang berhubungan dengan perencanaaan Resort ini.Hasil dari penelitian ini adalah lokasi perencanaan ini berada di Kawasan Pantai Walengkabola Desa OempuKabupaten Muna dengan luas lahan ± 30 Ha. Pengolahan tata masa bangunan mengadopsi pola permukimanmasyarakat Muna yakni membentuk pola grid memanjang mengikuti jalan dengan pengembangan daneksplorasi pada rancangan tapak. Pendekatan konsep arsitektur tradisional Muna di terapkan pada semuabangunan yakni bentuk rumah panggung , atap membentuk segi tiga memanjnag ke belakang/ pelana denganbentuk sederhana, dan dinding membentuk pola vertical.Kata kunci : Wisata pantai , Resort, Arsitektur tradisional MunaABSTRACTThis planning aims to organize the processing of the resort area building layout to support coastal tourismactivities by paying attention to local wisdom in the planned area. The method used to obtain data andinformation in this study is a qualitative method by collecting data, namely by conducting field surveysdirectly to the location, and supported by theories from various articles and journals related to planning thisResort. The results of this study are the location of this planning is in the Walengkabola Beach Area, OempuVillage, Muna Regency with a land area of ± 30 hectares. The processing of the building period adopted thesettlement pattern of the Muna community, namely forming a longitudinal grid pattern following thedevelopment and exploration of the site design. The traditional Muna architectural concept approach isapplied to all buildings, namely the shape of the house on stilts, the roof forms a triangular extendingbackward / saddle with a simple shape, and the walls form a vertical pattern.Keywords: Beach Toursm, Resort, Muna Traditional Architecture
PENERAPAN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK PADA RESTORAN KAWASAN WISATA BAHARI PULAU KONDO DI KABUPATEN BOMBANA Abriandi, Adi; Rianty, Hapsa; Amri, Siti Belinda
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK Sebagai tempat tujuan wisata, dibutuhkan sebuah Restoran untuk mewadahi kegiatan masyarakat yang sedang berwisata. Maka dari itu sebagai tempat tujuan wisata, dibutuhkan sebuah Restoran untuk mewadahi kegiatan masyarakat yang sedang berwisata. Dengan adanya perencanaan Restoran pada kawasan wisata bahari di pulau Kondo ini bisa memberikan peluang untuk masyarakat lokal, memperluas lapangan kerja dan memperbesar pendapatan asli daerah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu data diambil dengan studi literatur, pengumpulan data,  survey, wawancara dan studi banding. Data dikumpulkan sesuai tujuan penelitian. Penelitian di tujukan sebagai berikut: (1) Mewujudkan Perencanaan Restoran pada kawasan Pulau Kondo yang  dapat mewadahi kegiatan pengunjung/wisatawan; (2) perencanaan desain fisik gedung Restoran pulau Kondo yang sesuai standar dengan memperhatikan prinsip Arsitektur Bioklimatik. Penerapan arsitektur bioklimatik pada Restoran Pulau Kondo di aplikasikan lebih banyak ke bentuk fisik bangunan dan material, Pada bentuk fisik bangunan di aplikasikan dengan membuat ruang transisional sebagai ruang udara dan atrium dan sebagai penghubung ruang luar dan ruang dalam, Penempatan bukaan dengan menggunakan kaca dengan sistem metrical bioclimatic window (MBW), penggunaan balkon dan secondary skin dimana balkon dan secondary skin dapat di jadikan pembayang sinar matahari yang alami dan dapat mereduksi intensitas cahaya matahari pada pagi dan sore hari. Kata kunci: Restoran Pulau Kondo, Arsitektur Bioklimatik. ABSTRACTAs a tourist destination, it needs a restaurant to accommodate the activities of people who are traveling.. Therefore, as a forging tourist destination, it takes a restaurant to accommodate community activities that are traveling. The availability of restaurants in the marine tourism area is an important point that needs to be considered in developing a marine tourism area.this can provide opportunities for local communities, expand employment, and enlarge local revenue. This study uses qualitative methods, namely data taken with literature studies, data collection, surveys, interviews and comparative studies. Data is collected according to the purpose of the study. The research is aimed as follows: (1) Realizing Restaurant Planning in the Kondo Island area which can accommodate visitor / tourist activities; (2) planning the physical design of the Kondo island Restaurant building in accordance with the standards by taking into account the principles of Bioclimatic Architecture. The application of bioclimatic architecture in Kondo Island Restaurant is applied more to the physical form of buildings and materials, the physical form of the building is applied by making transitional spaces as air and atrium spaces and as a link between outer and inner spaces, Placement of openings using glass with metrical bioclimatic systems window (MBW), the use of balconies and secondary skins where balconies and secondary skins can be made as natural sun shading and can reduce the intensity of sunlight in the morning and evening.  Keywords: Kondo Island Restaurant, Bioclimatic Architecture.
PENERAPAN KONSEP CITYWALK PADA PERENCANAAN PUSAT PERBELANJAAN DI KOTA KENDARI Hariddin, Iza Azbar; Nurjannah, Irma; Aspin, Aspin
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKProses perancangan ini bertujuan untuk menentukan lokasi yang tepat untuk pusat perbelanjaan di kotaKendari, mewujudkan rancangan pusat perbelanjaan yang bisa menjadi wadah kegiatan berbelanja maupunkegiatan rekreasi dan hiburan, dan mewujudkan kawasan pusat perbelanjaan yang menerapkan konsepcitywalk di dalamnya. Perancangan bangunan dilakukan berdasarkan data yang di peroleh melalui metodesurvei lapangan serta studi literatur. Lokasi perencanaan berada di jalan Malaka, kecamatan Kambu yangmerupakan bagian dari kawasan strategis Teluk Kendari dengan rencana pengembangan sebagai kawasanuntuk kegiatan ekonomi jasa dan perdagangan. Selain sarana untuk berbelanja, pusat perbelanjaan ini jugadilengkapi dengan sarana untuk kegiatan rekreasi dan hiburan yang bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung.Pada bangunan diterapkan konsep citywalk untuk menghadirkan pengalaman berbelanja yang menyenangkandan menciptakan suasana yang berbeda dengan pusat perbelanjaan lainnya. Konsep citywalk diterapkan padaarea plaza dan koridor utama dalam bangunan yang menggunakan atap skylight untuk menghadirkan kesanluas dan suasana seolah tengah berada di ruang terbuka yang terdapat bangunan-bangunan diseklilingnya.Kata kunci: Pusat perbelanjaan, citywalk, berbelanja, hiburan, rekreasiABSTRACTThe design process aims to determine the right location for a shopping center in the city of Kendari, torealize a shopping center design that can be a place for shopping activities as well as recreational andentertainment activities, and also to create a shopping center area that applies the citywalk concept inside it.The building design is based on data obtained through field survey methods and literature studies. Theplanning location is on Malacca Street, Kambu sub-district which is part of the strategic area of Kendari Baywith a development plan as an area for economic services and trade activities. Besides shopping facilities,the shopping center is also equipped with facilities for recreational and entertainment activities that can bean attraction for visitors. The citywalk concept is applied to the building in order to provide a pleasantshopping experience and create an atmosphere that is different from other shopping centers. The citywalkconcept is applied to the plaza area and main corridors in the building that uses a skylight roof to present abroad impression and an atmosphere as if you are in an open space with buildings around it.Keywords: Shopping center, citywalk, shopping, leisure, recreation
PENERAPAN ARSITEKTUR METAFORA PADA PUSAT MODE DI KENDARI Nugraha, Hari; Ma’ruf, Annas; Tahir, M. Arzal
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Mode menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari penampilan dan gaya keseharian. Dunia mode indonesia berhasil menarik perhatian para desainer manca negara khususnya kota kendari tidak luput dari fashion trend yang berkembang saat ini. Penelitian ini ditujukan sebagai berikut (1) untuk merancang Pusat Mode dengan pendekatan Arsitektur Metafora yang dapat mewujudkan bangunan dengan fasilitas yang tepat  dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan mode. (2) Untuk mengaplikasikan konsep Arsitektur metafora pada bentuk tampilan bangunan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan, yaitu data dikumpulkan sesuai tujuan penelitian. Data diambil dengan studi literatur, pengumpulan data, survey, wawancara dan studi banding. Hasil dari penelitian disimpulkan bahwa lokasi berada di kecamatan Kambu kota Kendari, Pusat Mode berfungsi untuk mewadahi segala aktivitas yang berhubungan dengan fashion. Selain itu, pengaplikasian bentuk dan tampilan bangunan yang sesuai fungsi yang diwadahi dengan pertimbangan dan penerapan prinsip-prinsip arsitektur metafora. Kata kunci: Pusat mode, arsitektur metaforaABSTRACT Fashion becomes an inseparable part of everyday appearance and style. The Indonesian fashion world has succeeded in attracting the attention of foreign designers, especially the city of Kendari, not escape the fashion trends that are developing at this time. This research is aimed as follows (1) to design a Fashion Center with a Metaphorical Architecture approach that can create buildings with the right facilities and meet the community's need for fashion. (2) To apply the concept of metaphorical architecture to the appearance of buildings. This study uses a qualitative method with data collected according to the purpose of the study. Data is collected through literature studies, data collection, surveys, interviews and comparative studies. The results of the study concluded that the location is in the Kambu sub-district of Kendari, the Fashion Center serves to accommodate all activities related to fashion. In addition, the application of the shape and appearance of the building that fits the function is accommodated with consideration and application of the principles of architectural metaphors. Keywords: Fashion center, metaphor of architecture
PENERAPAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA REDESAIN RUMAH SAKIT JIWA PROVINSI SULAWESI TENGGARA DI KOTA KENDARI Syah, La Ode Muh. Hasan; Halim, Halim; Sjamsu, Arief Saleh
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKRumah sakit jiwa merupakan rumah gila atau rumah / tempat merawat orang gila. Sedangkan fungsi fungsi pelayanan yang tersedia meliputi : fungsi pelayanan medis, fungsi pendidikan/diklat, fungsi penelitian, fungsi kegiatan informasi serta penunjang kegiatan lainya yang diselenggarakan oleh pemerintah dan atau  masyrakat bagi penderita gangguan jiwa, sehingga  mereka dapat menjadi sumber daya manusia yang berdaya guna, individu yang mandiri dan mampu meningkatkan kualitas hidupnya. Rumah sakit jiwa provinsi Sulawsi Tenggara di kota Kendari saat ini merupakan satu-satunya rumah sakit jiwa yang menjadi pusat rujukan, dari tahun ke tahun rumah sakit jiwa ini, telah mengalami peningkatkan pelayanan kesehatan jiwa yang di berikan kepada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka. Penelitian ini bertujuan sebagai berikut (1) Untuk  merancang  bangunan rumah sakit jiwa provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari yang sesuai dengan standar. (2) Untuk menerapkan konsep asritektur perilaku pada penataan ruang rumah sakit jiwa provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan, yaitu data dikumpulkan sesuai tujuan penelitian. Data diambil dengan studi literatur, pengumpulan data, survey, wawancara dan studi banding. Hasil dari penelitian disimpulkan bahwa lokasi berada di kecamatan Puuwatu kota Kendari. Kebutuhan ruang, besaran ruang, serta kelengkapan bangunan redesain rumah sakit jiwa provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari dengan pendekatan arsitektur perilaku, yaitu dengan mengacu pada standar-standar arsitektur bangunan sesuai dengan fungsinya yang dapat memberikan kesan nyaman bagi pengunjung dan pengguna. Selain itu, pengaplikasian bentuk    dan tampilan bangunan yang sesuai fungsi yang diwadahi dengan pertimbangan dan penerapan prinsip-prinsip arsitektur perilaku. Kata kunci : Rumah sakit jiwa, arsitektur perilakuABSTRACTMental hospital is a crazy house or a house / place to care for crazy people. While the functions of the available service functions include: medical service function, education / education function, research function, information function function and other supporting activities organized by the government and / or community for people with mental disorders, so that they can become an efficient human resource, individuals who are independent and able to improve the quality of life. The Sulawsi Tenggara mental hospital in the city of Kendari is currently the only mental hospital that is a referral center, from year to year this mental hospital has experienced mental health services provided to the community with the aim of improving the degree of public health ultimately improving their welfare. This study aims as follows (1) To design a mental hospital building in Southeast Sulawesi province in Kendari that is in accordance with the standards. (2) To apply the concept of behavioral inspector in the spatial planning of a mental hospital in Southeast Sulawesi province in Kendari. This study uses qualitative methods, namely data collected according to the research objectives. Data is collected through literature studies, data collection, surveys, interviews and comparative studies. The results of the study concluded that the location is in the Puuwatu sub-district of the city of Kendari. Space requirements, the amount of space, and the completeness of the building design of the mental hospital in Southeast Sulawesi province in Kendari with a behavioral architecture approach, namely by referring to building architecture standards in accordance with its function that can give a comfortable impression for visitors and users. In addition, the application of the shape and appearance of the building that fits the function is accommodated with consideration and application of the principles of behavioral architecture. Keywords: Mental hospital, behavioral architecture  

Page 7 of 21 | Total Record : 209