cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
GARIS adalah e-jurnal mahasiswa Jurusan Arsitektur terbitan Jurusan Arsitektur Universitas Halu Oleo. E-jurnal terbit tiga kali dalam setahun, merupakan media pendokumentasian dan publikasi karya tulis ilmiah yang berisikan hasil rancangan, teori, dan telaah ilmu Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
PENERAPAN KONSEP KAWASAN TEPIAN AIR PADA PUSAT OLAHRAGA DAYUNG DI KOTA KENDARI A. Toparakkasi, Moh. Fadhlih; Aspin, Aspin
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKFasilitas Olahraga Dayung yang telah ada terletak pada Kelurahan Punggaloba, Kecamatan Kendari Barat berada dalam kondisi memprihatinkan. Untuk meningkatkan prestasi daerah di bidang Olahraga Dayung, maka dianggap pentingnya penyediaan fasilitas pembibitan, pembinaan, pendidikan, pelatihan atlet dayung. Tujuan dari tulisan ini yaitu untuk merancang Pusat Olahraga Dayung di Kota Kendari dengan penekanan konsep kawasan tepian air melalui bentuk dan tampilan bangunan serta penataan kawasannya. Metode penulisan yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan melakukan studi literatur, pengumpulan data di lapangan, dan melakukan studi komparasi dengan fasilitas olahraga dayung yang telah ada di berbagai tempat, serta melakukan rancangan desain yang melingkupi perancangan makro, perancangan mikro, dan fisik bangunan. Berdasarkan hasil perencanaan dan perancangan Pusat Olahraga Dayung di Kota Kendari, dapat disimpulkan bahwa konsep perancangan Pusat Olahraga Dayung melalui pendekatan Kawasan tepian air dapat menghidupkan kembali lingkungan kawasan sekitar pusat Olahraga Dayung sebagai pusat latihan atlet dayung dan rekreasi, melalui optimalisasi pengunaan struktur, bentuk bangunan, serta integrasi bangunan dengan kawasan sekitar, perancangan Pusat Olahraga Dayung sebagai prasarana latihan dayung diharapkan mampu mengakomodir kegiatan pelatihan atlet olahraga dayung jangka panjang dari tingkat junior hingga professional, melalui pemenuhan program ruang.Kata Kunci: Pusat olahraga dayung, kendari, konsep kawasan tepi air ABSTRACTThe existing rowing sport facility located in Punggaloba West Kendari District is in poor condition. To improve regional achievements in the field of Rowing Sports, it is considered important to provide rowing facilities for athlete development, coaching, education, and training. The purpose of this paper is to design a Rowing Sports Center in Kendari with an emphasis on the concept of waterfront areas through the shape and appearance of buildings and the arrangement of the area. The writing method used is a descriptive analysis method by conducting literature studies, collecting field data, and doing comparative studies with existing rowing sports facilities in various places, as well as carrying out design that cover macro design, micro design, and physica of the buildingl. Based on the results of the planning and design of the Rowing Sports Center in Kendari, it can be concluded that the design concept of Rowing Sports Center in Kendari through waterfront design approach can revive the surrounding area as a training center for rowing athlete and recreational purposes, through optimizing the use of structures, building shapes, and the integration of the building with the surrounding area, the design of the Rowing Sports Center as rowing training infrastructure is expected to be able to accommodate the long-term rowing athletic training activities from junior to professional levels, through the fulfillment of space programs.Keywords: Pusat olahraga dayung, kendari, waterfront concept 
PENERAPAN ARSITEKTUR TRADISIONAL MUNA PADA PUSAT PENGEMBANGAN KREATIFITAS REMAJA DI RAHA Bhakti, Dian Eka; Halim, Halim; Aspin, Aspin
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPetumbuhan penduduk di kota raha khususnya usia remaja mengalami peningkatan di setiap tahunnya yaitu padatahun 2017adalah 21.65 jiwa bila dibandingkan tahun 2016. Akan tetapi tinginya pertumbuhan penduduk usia remajatersebut justru menimbulkan berbagai masalah kenakalan remaja seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba dansemacamnya menyikapi hal tersebut berbagai upaya telah di lakukan oleh pemerintah dan masyarakat berupa pembinaanmental dan spiritual maupun penyediaan sarana prasarana peningkatan kreatifitas remaja yang diharapkan dapat mengatasikecenderungan negatif di kalangan remaja di perkotaan. Penelitian ini ditujukan sebagai berikut (1) Untuk merencanakanpusat pengembangan kreatifitas remaja yang memiliki fasilitas yang mampu mewadahi segala aktifitas pengunjung (2)Untuk merencanakan pusat pengembangan kreatifitas remaja yang sesuai dengan prinsip arsitektur tradisonal muna.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan, yaitu data dikumpulkan sesuai tujuan penelitian. Data diambildengan studi literatur, pengumpulan data, survey, wawancara dan studi banding. Hasil dari penelitian disimpulkan bahwalokasi berada di Kota Raha, sehingga masyarakat khususnya remaja di kabupaten muna dapat dengan mudah menjangkaulokasi tanpa harus memakan waktu dalam perjalanan yang ditempuh. Kegiatan utama dalam perencanaan ini adalahkegiatan yang dilakukan di pusat kreatifitas remaja dengan pendekatan arsitektur tradisional muna berupa fasilitas utamayaitu gedung utama pertunjukkan seni tari, musik, dan drama serta fasilitas penunjang berupa gedung latihan pertunjukkanseni, amphiteater dan ruang terbuka.Kata kunci: Remaja, pusat kreatifitas remaja, tradisional munaABSTRACTPopulation growth in the city of Raha especially in adolescents has increased every year, namely in 2017 is 21.65people when compared to 2016. However, the hihg growth of the teenage population will actually cause various efforts hasbeen done by the government and the community in the form of mental and spiritual guidance as well the provision ofinfrastructure facilities for enhancing youth creativity that is expected to overcome the negative tendencies amongadolescents in urban areas. This study is aimed as follows (1) To plan adolescent creativity development centers that havefacilities that are able to accommodate all visitors activities (2) To plan adolescent creativity development centers that areiaccordance with the principle of traditional virtual architecture. This study uses a qualitative method with data collectedaccording to the purpose of the study. Data is collected through literature studies , data collection, surveys. The results ofthe study concluded that the location is in the City of Raha, so that the community, especially adolescents in themuna district can easily reach the location without having to take time in the journey taken. The main activitiesin this planning are activities carried out at the center of youth creativity with the traditional virtualarchitecture approach in the form of the main facilities namely the main building for dance, music, and dramaperformances as well as supporting facilities in the form of a practice building for performing arts,amphitheater and open space.Keywords :Adolescence, center of youth creativity, traditional muna
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR METAFORA PADA GEDUNG PUSAT LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN DI KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Muhammad, Fadel; Ornam, Kurniati; Umar, Muhammad Zakaria
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDi Kota Kendari kualitas pendidikan dan sumber daya manusia cenderung rendah. Kota Kendari membutuhkan suatu tempat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia. Dengan demikian, pusat lembaga kursus dan pelatihan dibutuhkan oleh masyarakat. Pusat lembaga kursus ini ditujukan sebagai pusat kegiatan pendidikan kursus dan pelatihan. Penelitian ini ditujukan sebagai berikut: (1) untuk membuat desain proses arsitektur; (2) untuk membuat konsep perancangan arsitektur dan; (3) untuk mentranformasikan konsep pada desain fisik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Data dikumpulkan sesuai dengan tujuan penelitian. Data diambil dengan cara observasi, survei, dan studi literatur. Data dianalisis dengan teknik analisis triangulasi. Penelitian ini disimpulkan sebagai berikut; (1) desain proses didapatkan dengan tema book align with flexibility (buku selaras dengan fleksibilitas); (2) book align with flexibility ditransformasikan pada konsep perancangan arsitektur; (3) konsep book align with flexibility ditransformasikan ke bentuk bangunan dengan konsep arsitektur metafora.Kata kunci: metafora, pusat lembaga kursus dan pelatihan Kata Kunci: Metafora, pusat lembaga kursus dan pelatihan ABSTRACT In Kendari City the quality of education and human resources tends to be low. Kendari City needs a place to improve the quality of education and human resources. Thus, the center of the course and training institutions is needed by the community. The center of the institution is intended as a center for training courses and training activities. This research is intended as follows: (1) to make architectural process designs; (2) to make architectural design concepts and; (3) to transform concepts in physical design. This study uses a qualitative method with a grounded theory approach. Data is collected in accordance with the research objectives. Data is taken by observation, survey and literature study. Data were analyzed by triangulation analysis techniques. This research is summarized as follows; (1) process design is obtained with the theme book align with flexibility; (2) book align with flexibility is transformed into architectural design concepts; (3) the concept of book align with flexibility is transformed into building forms with the concept of metaphoric architecture.Key words: metaphoric, the course and training institutions Keywords: Metaphoric, the course and training institutions
PERENCANAAN SIRKUIT SUPERCROSS DI KOTA KENDARI Tamsion, Syiril; Tahir, M. Arzal; Arsyad, Muh.
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kompetisi sepeda motor pertama kali muncul pada awal abad ke 20 di Inggris yang akhirnya berkembang menjadi sebuah olahraga yang mendunia. Di Indonesia, terkhusus Sulawesi Tenggara, peserta balap Motorcross selalu mengalami peningkatan peserta tiap tahunnya, akan tetapi peningkatan peminat tersebut tidak diikuti oleh perkembangan arena ataupun sirkuit Motocross itu sendiri, baik dari sirkuit maupun fasilitas di dalamnya seperti sirkuit, paddock, pos signal, ruang pers, tribun penonton dan fasilitas penunjang lainnya. Perencanaan sirkuit supercross adalah pembuatan rancangan sebuah lintasan balap  yang dilangsungkan dalam arena atau stadion baik terbuka maupun tertutup dengan menggunakan motocross dan lintasannya hanya dibuat untuk sementara dengan menggunakan bahan-bahan dari tanah atau pasir beserta fasilitas-fasilitas lain yang dapat menunjang berlangsungnya kegiatan balap. Penggunaan pendekatan arsitektur futuristik pada perencanaan dimaksudkan agar bangunan yang dibangun dapat menjadi sebuah vocal point atau pusat perhatian yang dapat menjadi sebuah bangunan yang tidak biasa dari segi bentuk maupun tampilan dan menghilangkan kesan monoton  dari bangunan biasanya. Kata kunci: Kota Kendari, sirkuit supercross, futuristik ABSTRACT Motorcycle competition first appeared in the early 20th century in England which eventually grow to become a worldwide sport. In Indonesia, especially Southeast Sulawesi, motorcross have experienced an increase in participants each year, but the increase in Motocross enthusiasts is not followed by the development of the arena or Motocross circuits, both from circuits and facilities such as  paddocks, signal post, press room, audience stands and other supporting facilities. Supercross circuit planning is the design of a racing track that is held in arenas or stadiums both open and closed using motocross and the trajectory is only made temporarily by using materials from soil or sand along with other facilities that can support the ongoing racing activities. The use of a futuristic architecture approach for planning is intended so that the building that is built can be a vocal point that can become an unusual building in terms of form and appearance and eliminate the monotonous impression of the usual building. Keywords: Kendari City, supercross circuit, futuristic 
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA SEKOLAH ISLAM TERPADU DI KOTA KENDARI Bayu, Dwy; Kotta, M. Husni; Sjamsu, Arief Saleh
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSekolah Islam Terpadu (SIT) adalah sarana yang sangat ideal sebagai tempat pembelajaran tentang pendidikan umumdan pendidikan agama Islam. Pendirian SIT di kota Kendari terbilang masih sedikit, terutama pada satuan pendidikansetingkat SMP hanya ada satu sekolah yakni SMPIT Al-Qalam yang berdiri sejak tahun 2014. Perencanaan desainbangunan Sekolah Islam Terpadu ini juga harus mampu menjadi sebuah sekolah moderen baik dari segi bangunan maupundari segi tampilan. Pembanguna gedung sekolah sangat diperlukan untuk memperhatikan aspek lingkungan, baik dalam halmaterial, cara membangun, maupun bentuk dari bangunan itu sendiri. Persoalan desainnya adalah bagaiana dapatmenerapkan konsep arsitektur yang hemat energi pada bangunan sebagai usaha pengurangan energy dan biaya namun tetapnyaman digunakan sebagai tempat pembelajaran siswa. Tujuan dari perancanaan ini adalah untuk mengurangi dampak darikerusakan lingkungan sebelum pembangunan, ketika dalam tahap pembangunan, dan setalah pembangunan. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif yaitu pengambilan data dengan studi pustaka, survei data, wawancara, dan studi banding.Hasil dari penelitian ini berupa lokasi sekolah yang sesuai fungsi bangunan sebagai Sekolah Islam Terpadu denganPendekatan Arsitektur Hijau serta dapat menampung semua aktifitas pengguna bangunan dalam penerapananya sebagaibanguna dengan konsep arsitektur hijau.Kata kunci: Sekolah islam terpadu, arsitektur hijau.ABSTRACTIntegrated Islamic School (IIS) is an ideal facility as a place for learning about general education and Islamiceducation. Constraction of IIS in Kendari is still few, especially in the High School-level education unit, there is only oneschool, namely Al-Qalam which was built in 2014. Design for the building of the Integrated Islamic School must be able tobecome a modern school both in terms of buildings and from appearance. Construction of school buildings is needed tokeep environmental aspects, both in terms of materials, how to build, and the shape of the building itself. The designproblem is how to apply energy-efficient architectural concepts to buildings as an effort to reduce energy and costs but stillbe comfortable to use as a place for learning. The aim of this planning is to reduce environmental damage beforedevelopment, during the development stage, and after development. This research uses qualitative methods, namely datacollection with literature study, survey data, interviews, and comparative studies. The result of the research is a schoollocation that suitable for the building function as Integrated Islamic School with a Green Architectural Approach and cancapture all activities of building users in its application as building with green architectural concept.Keywords: Integrated islamic school, green architecture.
PENERAPAN KONSEP RUANG PUBLIK PADA PERENCANAAN PUSAT PERTUNJUKAN SENI DI KOTA KENDARI Fajri, Dini Al; Noraduola, Dwi Rinnarsuri; Syukur, La Ode Abdul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPada dasarnya manusia mempunyai kemampuan dan kepekaan terhadap keindahan dan dengan naluriyang dimilikinya manusia mewujudkan keindahan tersebut melalui karya seni. Dalam suatu batasan yangsempit, pertunjukan kesenian seperti seni tari, seni teater dan seni musik sudah semakin kurang diminati olehmasyarakat, apalagi bagi kaum milenial. Kemungkinan itu disebabkan karena mereka sibuk dengan sosialmedia dan bermain game online. Disamping itu masih banyak produk perancangan arsitektur yang belumbegitu memikirkan ruang publik. Desain yang ingin diterapkan mempunyai strategi untuk menarik pengunjungagar masuk kedalam bangunan melalui desainnya yang membuat pengunjung secara tidak langsung dapatberinteraksi dengan seni. Dengan membuat sebuah akses ditengah bangunan. Serta menciptakan sebuah ruangterbuka dengan ornamen yang dapat mencerminkan citra bangunan arsitekturnya yang dapat menarikmasyarakat untuk berkunjung. Fenomena itulah yang melatarbelakangi pemikiran penulis untuk melakukanpenelitian terhadap pembangunan gedung pertunjukan seni dengan pendekatan ruang publik. Denganmenggunakan pendekatan ruang publik diharapkan masyarakat khususnya kaum milenial, dapat mengunjungiruang publik di area gedung pertunjukan sehingga perlahan-lahan akan menimbulkan keinginan untuk masukke dalam gedung pertunjukan.Kata Kunci: Pertunjukan Seni, Ruang Publik, Kota KendariABSTRACTBasically, humans have the ability and sensitivity to beauty and with their instincts, humans manifest this beautythrough works of art. Within a narrow boundary, art performances such as dance, theater and music are less and lessattractive to the public, especially for millennials. Maybe it's because they are busy with social media and playing onlinegames. Besides, there are still many architectural design products that have not really thought about the public space. Thedesign that wants to be applied has a strategy to attract visitors to enter the building through its design that makes visitorsindirectly interact with art. By making an access in the middle of the building. As well as creating an open space withornaments that can reflect the image of the architectural building that can attract people to visit. This phenomenon is thebackground of the author's thought to conduct research on the construction of an art performance building with a publicspace approach. By using a public space approach, it is hoped that the community, especially millennials, can visit publicspaces in the performance building area so that it will slowly cause the desire to enter the performance building.Keywords: Performing Art, Public Space, Kendari City
PENERAPAN ARSITEKTUR DEKONSTRUKSI PADA GEDUNG PUSAT PENELITIAN DAN PELATIHAN ILMU KONSTRUKSI DAN TEKNOLOGI BANGUNAN DI KOTA KENDARI Wahyuni, Armila Inny; Halim, Halim; Umar, Muhammad Zakaria
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan lokasi dan tapak yang tepat, merencanakan ruang-ruang yangdibutuhkan, serta bagaimana arsitektur dekonstruksi diterapkan pada bangunan.Teknik pengumpulan datayaitu dengan cara dokumentasi dan observasi. Kemudian dilanjutkan dengan analisis data dengan caraidentifikasi, tabulasi data, komparasi, dan interpretasi yang menghasilkan konsep perancangan, gambar kerja,serta maket. Hasil dari penelitian ini berupa bangunan Pusat Penelitian dan Pelatihan Ilmu Konstruksi danTeknologi Bangunan yang memfasilitasi kegiatan terkait sesuai kebutuhan pengguna, dengan lokasi yangtepat dan penerapan prinsip-prinsip Arsitektur Dekonstruksi pada tampilannya. Sehingga dengan adanyabangunan ini dapat menunjang keberhasilan pemerintah dan masyarakat terkait dalam menghasilkan tenagakerja yang tersertifikasi serta pengembangan ilmu konstruksi dan teknologi bangunan di Kota KendariKata kunci: Penelitian, ilmu konstruksi, arsitektur dekonstruksi.ABSTRACTThe purpose of this research is to determine the exact location and site, plan the required spaces, and howthe deconstruction architecture is applied to the building. Data obtained by documentation and observation.Then proceed with data analysis with identification, data tabulation, comparison, and interpretation thatproduce design concepts, shop drawings, and models. The result of this research is the building design of theConstruction Science and Building Technology Research and Training Center which facilitates activitiesrelated to the proper location and the application of architectural deconstruction to the visuals of thebuilding. So, this building can support the success of the government and the community involved inproducing a certified workforce and the development of construction science and building technology inKendari City.Keywords: Research, construction science, desconstruction architecture
PENERAPAN ARSITEKTUR EKSPRESIONISME PADA PERENCANAAN GALERI SENI DI KOTA KENDARI Jurisno, Retno; Halim, Halim; Ihksan, Ainussalbi Al
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini yang pertama yaitu untuk merencanakan desain bangunan yang dapat mewadahi kegiatangaleri seni di kota Kendari. Kedua, untuk mewujudkan penerapan prinsip-prinsip Arsitektur Ekspresionisme padaperancangan galeri seni di kota Kendari. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu model penelitiankualitatif. Penelitian kualitatif bertujuan memperoleh gambaran seutuhnya mengenai suatu hal menurutpandangan manusia yang diteliti. Lokasi tapak tapak terletak di kiota kendari tepatnya di kecamatan kadia,antara jalan antero hamra dan jalan brigjen m. Yunus by pass degan luas lahan ±2,8 ha. Desain perancangan fisikGedung Galeri Seni Di Kota Dengan Pendekatan Arsitektur Ekspresionisme merupakan gedung yang berfungsi utamanyasebagai pusat pameran karya seni yang mampu meberikan hiburan tersendiri bagi penikmat seni, dapat dilihat dari bentukdasar bangunan eksplorasi lengkung pada bangunan (filosofi: uniformal-abstrak, imajinatif-ilusif, psikologis-emosi).Merepresentasikan ide ruang yang komunikatif dan menampilkan suasana ruang yang ekspresif ( pengalaman ruang ).Kata Kunci :Galeri, Seni, Arsitektur Ekspresionisme.ABSTRACTThe first objective of this research is to plan a building design that can accommodate art gallery activities in the cityof Kendari. Second, to realize the application of the principles of Expressionism Architecture in the design of art galleriesin the city of Kendari. The method used in this research is a qualitative research model. Qualitative research aims to obtaina complete picture of something according to the human perspective being studied. The location of the tread is located inKiota Kendari to be precise in Kadia sub-district, between the antero Hamra road and Jalan Brigjen M. Yunus by passwith a land area of ± 2.8 ha. The physical design design of the City Art Gallery Building with an ExpressionistArchitectural Approach is a building that functions primarily as a center for art exhibition that can provide its ownentertainment for art lovers, it can be seen from the basic form of the building's curved exploration of the building(philosophy: uniformal-abstract, imaginative- illusive, psychological-emotional). Represents a communicative space ideaand displays an expressive spatial atmosphere (spatial experience).Keywords: Galleries, Art, Architectural Expressionism.
PENERAPAN PRINSIP ARSITEKTUR EKOLOGI PADA HOTEL RESORT DI PULAU HOGA KAB. WAKATOBI Darmansyah, Dino; Ma’ruf, Annas; Hasan, La Ode Amrul
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKHotel resort merupakan sebuah kawasan yang didalamnya terdapat berbagai fasilitas seperti akomodasi dan saranahiburan sebagai penunjang dalam kegiatan berwisata. Hotel resort muncul karena beberapa faktor seperti berkurangnyawaktu untuk istirahat, kebutuhan manusia akan rekreasi, kesehatan, keinginan menikmati potensi alam.Wakatobimerupakan salah satu pulau yang mempunyai potensi bahari sangat tinggi, salah satunya berada di pulau hoga kecamatankaledupa , namum potensi tersebut belum dikolala dengan baik sehingga belum dapat mewadahi aktifitas pengunjung yangingin berwisata, hal tersebut merupakan alasan mengapa perlunya perencanaan hotel resort di pulau hoga kabupatenwakatobi yang menyediakan fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang kegiatan berwisata. Metode pembahasan yangdigunakan adalah metode deskriptif yang dilakukan dengan mengumpulkan data yakni mengumpulkan teori-teori dariberbagai literature, survey lapangan dan studi literatur. Hotel resort didesain dengan pendekatan arsitektur ekologi yangmengambil bentuk dasar bangunan rumah panggung yang ada di kaledupa, hotel resort ini juga di desain denganmempertimbangkan aspek-aspek penting dalam merancang seperti sirkulasi, penzoningan, dan tata ruang dalam denganharapan dapat memberi kenyamanan bagi pengunjung yang akan berwisata di pulau hoga kabupaten wakatobi,sertakebutuhan pengunjung dapat terwadahi dan mampu memberikan nuansa yang berbeda dengan konsep arsitektur ekologiyang diterapkan dalam perencanaan hotel resort yang ada di pulau hoga kabupaten wakatobi.Kata kunci : ekologi, hotel resort, Kabupaten wakatobiABSTRACTThe resort hotel is area in which there are various facilities such as accommodation and entertainment facilities tosupport tourism activities. Resort hotels arise due to several factors such as reduced time for rest, human need forrecreation, health, desire to enjoy the potential of nature. Wakatobi is one of the islands that has very high maritimepotential, one of which is in hoga island, Kaledupa district, but this potential has not been well managed so that it cannotaccommodate the activities of visitors who want to travel, this is the reason why it is necessary to plan a resort hotel inHoga island which provides facilities that can support tourism activities. The method used in this discussion is descriptivemethod which is done by collecting data, namely collecting theories from various literatures, field surveys and literaturestudies. The resort hotel designed by ecological architectural approach taking the basic form of a stilt house building inKaledupa, resort hotel is also designed by considering important aspects in designing such as circulation, zoning, andinterior layout. The hope is that it can make visitors comfortable tour to Hoga island, Wakatobi districtKeywords: ecology, hotel resort, Wakatobi Regency
PENERAPAN ARSITEKTUR ANALOGI DRAMATURGI PADA GEDUNG BALAI KONSER MUSIK DI KOTA KENDARI Sakti, Bima; Ramadan, Sachrul; Bahri, Alim
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDesain perancangan fisik Gedung Balai Konser Musik dengan Pendekatan Arsitektur Analogi Dramaturgi di KotaKendari merupakan gedung yang fungsi utamanya sebagai pusat pertunjukan musik yang mampu memberikan hiburantersendiri bagi penikmat musik. Metode yang digunakan dalam pembahasan ini adalah menggunakan metode analisisdeskriptif dengan mengidentifikasi unsur-unsur yang menunjang seperti mengumpulkan data terkait, observasi lapangan,wawancara dan media informasi lainnya yang kemudian disimpulkan dan dijadikan titik tolak dalam penyusunan acuanperancangan secara rinci. Lokasi tapak terletak di kota Kendari tepatnya di kecamatan kadia, antara jalan Antero Hamradan jalan Brigjen M. Yunus By Pass dengan luas lahan ±2,4 Ha. Perencanaan Gedung Balai Konser Musik denganpendekatan Arsitektur Analogi Dramaturgi, yaitu dengan menerapkan karakter dari Arsitektur Dramaturgi, sertamemasukkan unsur-unsur musik kedalam bangunan yang dapat dilihat pada penentuan bentuk dasar dan Tampilanbangunan. Penataan ruang Gedung Balai Konser Musik dengan Pendekatan Arsitektur Dramaturgi di kota Kendariberdasarkan penataan tata akustik ruang yang mampu memberikan kenyamanan bagi penggunanya.Kata kunci: Konser musik, arsitektur analogi DramaturgiABSTRACTThe physical design design of the Music Concert Hall Building with the Dramaturgy Analogy Architectural Approachin Kendari City is a building whose main function is as a music performance center that is able to provide its ownentertainment for music lovers. The method used in this discussion is to use the descriptive analysis method by identifyingsupporting elements such as collecting related data, field observations, interviews and other information media which arethen concluded and used as a starting point in preparing detailed design references. The site is located in the city ofKendari, precisely in Kadia sub-district, between Jalan Antero Hamra and Jalan Brigjen M. Yunus By Pass with a landarea of ± 2.4 Ha. The Planning of the Music Concert Hall Building with the Dramaturgy Analogy Architecture approach,namely by applying the characters of the Dramaturgy Architecture, and incorporating musical elements into the buildingwhich can be seen in determining the basic form and appearance of the building. The spatial arrangement of the MusicConcert Hall Building with the Dramaturgy Architectural Approach in the city of Kendari is based on the arrangement ofthe room acoustics, which is able to provide comfort for its users.Keywords: Music concerts, architectural analogy Dramaturgy

Page 8 of 21 | Total Record : 209