cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23026979     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Media publikasi penelitian untuk Dosen dan Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana.
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
PREDIKSI PERUBAHAN GARIS PANTAI NUSA DUA DENGAN ONE-LINE MODEL Purnaditya, Ngakan Putu; Dharma, I Gusti Bagus Sila; Dirgayusa, I Gusti Ngurah Putra
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2012): Vol.1, No.1, Desember 2012
Publisher : Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.227 KB)

Abstract

Abstrak : Prediksi perubahan garis pantai Nusa Dua bertujuan untuk mengetahui perubahan bentuk profil garis pantai yang terjadi setelah dilakukan pemasangan groin dan pengisian pasir pada awal tahun 2004. Hasil monitoring menunjukkan bahwa pada seluruh segmen groin terjadi perubahan garis pantai dari tahun ke tahun. Berdasarkan hasil studi refraksi dan gelombang pecah, arus sepanjang pantai dominan terjadi dari arah selatan menuju arah utara.  Pemodelan perubahan garis pantai dilakukan dengan One-Line Model yang mensimulasi secara numerik pergerakan posisi garis pantai dengan berasumsi bahwa bentuk profil  garis pantai tidak berubah selama proses erosi dan akresi terjadi. Hasil simulasi hingga tahun 2030 menunjukkan perubahan garis pantai yang cenderung mengalami keseimbangan antara maju dan mundurnya garis pantai pada segmen groin G0-G1, G1-G4, G4-G5, G5-GN1, G9-G10, G10-UG1, UG1-GN2, dan GN2-G12. Pada segmen GA8-G0 diprediksi akan mengalami pemunduran garis pantai yang cukup besar pada ujung groin G0. Hasil simulasi juga menunjukkan bahwa pada bagian tengah-tengah segmen groin GA2-GA3, GA3-GA8 dan G12-Nusa Kecil tidak terjadi perubahan garis pantai yang signifikan.
ANALISIS BIAYA PERJALANAN AKIBAT TUNDAAN LALU LINTAS ( Studi kasus : Ruas Jalan Dari Persimpangan Jl. I Gusti Ngurah Rai – Jl. Kampus Udayana sampai Persimpangan Jl. I Gusti Ngurah Rai – Jl. Perum Taman Griya) Nasution, Abdawal Pratama; Frederika, Ariany; Priyantha W., D.M
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2012): Vol.1, No.1, Desember 2012
Publisher : Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.164 KB)

Abstract

Abstrak : Jalan I Gusti Ngurah Rai merupakan salah satu ruas jalan dengan akses penting dalam provinsi yang menghubungkan bandara dan pelabuhan dengan fungsi Arteri Primer. Sepanjang ruas jalan dari persimpangan Jl. I Gusti Nguarh Rai – Jl. Kampus Udayana sampai persimpangan Jl. I Gusti Ngurah Rai – Jl. Perum Taman Griya sering terjadi masalah tundaan dalam perjalanan. Hal tersebut mempengaruhi nilai waktu dan biaya operasional kendaraan (BOK) yang berdampak terhadap biaya perjalanan. Penelitian ini menganalisis kinerja ruas jalan dan biaya perjalanan akibat tundaan lalu lintas yang terjadi pada ruas jalan tersebut. Data primer diperoleh melalui survei lapangan selama 12 jam dari pukul 07.00 – 19.00. Analisis kinerja ruas jalan menggunakan peraturan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Sedangkan pada analisis biaya perjalanan terdiri dari nilai waktu kendaraan yang dihitung berdasarkan data PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Provinsi Bali dan untuk BOK kendaraan ringan dan berat menggunakan metode PCI (Pasific Consultant International) serta untuk BOK sepeda motor menggunakan metode DLLAJ Provinsi Bali Konsultan PTS 1999. Kinerja ruas jalan pada segmen 1 menghasilkan  tingkat pelayanan jalan B, sedangkan pada segmen 2 menghasilkan tingkat pelayanan C. Pada ruas jalan tidak terdapat tundaan lalu lintas dan tinjauan dilakukan pada wilayah Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) dengan biaya perjalanan mencapai Rp 594.303,03,- per hari atau Rp 216.920.605,66,- per tahun.
ANALISIS KINERJA PELAYANAN DERMAGA UMUM (STUDI KASUS : PELABUHAN BENOA, DENPASAR-BALI) Permanasari, Made Dwina; Suparsa, I Gusti Putu; Wedagama, Dewa Made Priyantha
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2013): Jurnal Ilmiah Infrastruktur Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Benoa merupakan pelabuhan terbesar di Propinsi Bali terletak di kawasan teluk Benoa yang menawarkan lokasi yang aman untuk berlabuh, dengan fasiltas berupa penanganan kargo dan kapal penumpang. Jarak antara pelabuhan dan pusat kota sekitar 10 km. Pelabuhan Benoa memiliki jangkauan serta kemudahan dalam menunjukkan objek wisata yang terkenal di Bali, berada dekat dengan Bandara Internasional Ngurah Rai. Sejak bulan oktober 1995, Pelabuhan Benoa memiliki tempat berlabuh sepanjang 646 meter dan kedalaman 9 meter sehingga mampu menampung kapal dengan berat hingga 20.000 GRT dan panjang 200 meter. Kapal penumpang dapat masuk dan sandar/berlabuh di pelabuhan ini, dimana sebelumnya kapal penumpang tersebut berlabuh di pelabuhan Padang Bai. Kunjungan kapal, produktivitas bongkar muat barang, dan lalu lintas barang di Pelabuhan Benoa selama 5 tahun terakhir ini (2006-2010) terus mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan terjadinya krisis global, sehingga arus lalu lintas barang melalui transportasi laut juga mengalami hambatan karena biaya pengirimannya juga semakin meningkat. Sehingga kinerja pelayanan dermaga umum di Pelabuhan Benoa saat ini perlu diketahui. Analisis kinerja pelayanan dermaga umum ini menggunakan acuan dari Dirjen Perhubungan Laut Nomor PP.72/2/20-99. Berdasarkan analisis kinerja pelayanan dermaga umum tahun 2010, kinerja pelayanan dermaga umum mengalami peningkatan tetapi belum memenuhi standar yang ada. Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan aktivitas pelabuhan adalah menerapkan Perda no 3 tahun 2005, meningkatkan aksesbilitas jalur darat Pelabuhan Benoa, dan meningkatkan pelayanan Pelabuhan Benoa. Produktivitas bongkar muat total pada Kapal mengalami penurunan, dan arus lalu lintas barang dalam negeri dan ekspor impor juga mengalami penurunan. Nilai BOR (Berth Occupancy Ratio) sebesar 78,42% yang melebihi ambang batas standar yang ada yaitu sebesar 60% sehingga kinerja pelayanan dermaga umum harus ditingkatkan.Abstract : Benoa is the largest seaport in Bali Province and is situated in the bay area that offers a safe place to dock, with facilities including cargo handling and passenger ship. The distance between port and town center is approximately 10 km. Benoa port provides good access to several famous tourist destinations in Bali and is located close to the Ngurah Rai International Airport. As of October 1995, Benoa port has berths of 646 meters and a depth of over 9 meters which is able to accommodate ship weighing up to 20.000 GRT and 200 meters long. Ship passengers can enter and backup/anchor in this port, where previously the passenger ship docked in Padang Bai port. Visiting vessels, stevedoring productivity, and the goods traffic at the port of Celukan Bawang during the last five years (2006-2010) continues to decrease. This is because of the global crisis for which goods traffic flows through sea ports are also experiencing difficulties because the increase of delivery costs. As a result, public berth service performances at Port Benoa currently are important to be analysed. Public berth service performance analysis uses a reference from the Director General of Sea Transportation Number PP.72/2/20-99. Based on service performance analysis in 2010, the public berth service performance has increased however yet do not comply with the existing standards. Efforts that can be done to incrase port activity is applying Perda No. 3 of 2005, improve the accessibility Benoa port land lines, and improve service Benoa Harbour. Total productivity unloading vessels decreased, and the traffic flow of domestic goods and imports-exports also decreased. BOR (Berth Occupancy Ratio) of 78.42% which exceeds the existing threshold standard that is equal to 60% so that the public berth service performance must be improved.
ANALISIS PELAYANAN FASILITAS PEJALAN KAKI ( Studi kasus : Kawasan Kuta jalan Kartika Plaza Kabupaten Badung) Hendrayana, I Gst Bgs Km; Wedagama, D.M. Priyantha; Widiarta, Ida Bagus Putu
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil Volume 2, No. 1, Februari 2013
Publisher : Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.843 KB)

Abstract

Abstrak : Pada jalan Kartika Plaza Kuta banyak permasalahan terkait fasilitas pejalan kaki yang dapat menyebabkan konflik antara pejalan kaki dengan arus lalu lintas yang dapat menimbulkan hambatan, kemacetan, dan membahayakan pemakai jalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik dan tingkat pelayanan pejalan kaki serta jenis fasilitas penyeberangan. Hasil analisis karakteristik dan tingkat pelayanan pejalan kaki menunjukkan bahwa untuk trotoar timur arus pejalan kaki terbesar yaitu pada pengamatan siang sebesar 235 orang/m/jam dengan kecepatan rata-rata ruang sebesar 292 m/menit, kepadatan sebesar  1 org/74,62 m2, dan ruang sebesar 74,62 m²/orang. Untuk trotoar barat arus pejalan kaki terbesar yaitu pada pengamatan malam 163,16 orang/m/jam dengan kecepatan rata-rata ruang sebesar 277 m/menit, kepadatan sebesar  1 org/102,04m2, dan ruang sebesar 102,04 m²/orang. Pada masing-masing jam puncak berada pada kategori tingkat pelayanan fasilitas pejalan kaki “A”. Jenis fasilitas penyeberangan, yaitu zebra cross dengan pelikan.Abstract : There are many problems related to pedestrian facilities in Kartika Plaza Street Kuta. This problem may cause conflicts between pedestrian and motor vehicles. This study aims to analysis the characteristics and level of service of pedestrian facilities and the location of pedestrian crossing. The study result showing that during day time eastern footway pedestrian flows, average speed of space, density and space were 235 persons/m/hour, 292 m/minute, 1 person/74,62 m² and 74,62 m²/person respectively. During nighttime for western footway pedestrian flows, average speed of space, density and space were 163 person/m/hour, 277 m/minute, 1 person/102,04 m² and 102,04 m²/person respectively. On each those peak hours, the pedestrian facilities level of service is excellent “A”. The recommended pedestrian crossing is pelican crossing.
ANALISIS VARIASI SISTEM PEMBAYARAN TERHADAP KEUNTUNGAN KONTRAKTOR (Studi Kasus : Proyek Villa Pulau Bali, Canggu) Renardi, Karina; Widhiawati, I.A. Rai; Frederika, Ariany
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil Volume 2, No. 1, Februari 2013
Publisher : Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.911 KB)

Abstract

Abstrak : Sistem pembayaran oleh owner seringkali kurang dicermati oleh para kontraktor, tetapi kontraktor cenderung berusaha untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan jalan lain. Tidak jarang perusahaan jasa konstruksi mengalami hambatan likuidasi yang diakibatkan kurang memahami tentang manajemen keuangan, karena beranggapan bahwa cash flow adalah urusan bagian keuangan. Penentuan sistem pembayaran yang tepat dapat memberikan keuntungan maksimum bagi kontraktor. Untuk mengetahui besar keuntungan dari variasi sistem pembayaran yang maksimum dilakukan penelitian pada Proyek Pembangunan Villa Pulau Bali Canggu. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah penjadwalan proyek dengan membuat uraian dan urutan setiap kegiatan dalam aktivitas proyek, menentukan durasi waktu untuk setiap aktivitas, dan membuat diagram jaringan proyek dengan metode PDM dengan bantuan Microsoft Project. Kemudian membuat analisis cash flow dengan sistem pembayaran bulanan dan termin progress 20% pada kondisi penjadwalan EST dan LST, dan mencari keuntungan maksimum dari ke dua belas alternatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa sistem pembayaran yang memberikan keuntungan maksimum adalah sistem pembayaran bulanan uang muka 20% pada kondisi EST dengan nilai overdraft Rp. 120.600.736,99 dan keuntungan 9,97%. The payment system by the owner is often less scrutiny by the contractors, but contractors are likely to be trying to get the maximum advantage to the other. Not uncommon construction services company experiencing barriers liquidation due to the lack of understanding of financial management, because it assumes that the cash flow is a matter for the financial section. The determination of an appropriate payment system can provide the maximum profit for the contractor. To know the great advantage of the variation of maximum payment system was carried out research on the project construction of Villa Pulau Bali Canggu. Methods used to analyze the data is scheduling the project by making the description and the order of each activity in the activity of the project, specify the time duration for each activity, and to create a network diagram project with PDM method with the help of Microsoft Project. Then make the analysis of cash flow with a system of monthly payments and terms progress 20% on scheduling conditions EST and LST, and look for the maximum advantage of the twelve alternatives. The results of the analysis of the data shows that the system of payment that provides the maximum benefit is a monthly payment system of a down payment of 20% on the value of the overdraft conditions EST Rp. 120.600.736,99 and profit 9.97%.
MANAJEMEN PENGANGKUTAN SAMPAH DI KECAMATAN KUTA KABUPATEN BADUNG Pratama, I Gusti Bagus Gede Wahyu Dwi; Sudipta, I Gusti Ketut; Adnyana, Ida Bagus Rai
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2012): Vol.1, No.1, Desember 2012
Publisher : Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.21 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk manajemen pengangkutan sampah di Kecamatan Kuta  yang berkaitan dengan jumlah armada yang dibutuhkan dan rute-rute yang dilalui dan terkait dengan waktu pengangkutan sampah yang dibutuhkan. Adapun  diperlukan data-data diantaranya adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa data survei pengangkutan yang  bertujuan untuk mencari data mengenai kapasitas bak, waktu memuat, menurunkan sampah, waktu perjalanan, jarak perjalanan, kecepatan perjalanan dan rute perjalanan. Data sekunder yang diperlukan yaitu Peta Kecamatan Kuta, rute kendaraan pengangkut, jumlah alat angkut dump truck, jumlah penduduk dan jumlah pasar. Pada Kecamatan Kuta terdapat tiga Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yaitu TPS VIII, TPS VI dan TPS Legian. Untuk memproyeksi pertumbuhan penduduk digunakan metode geometrik. Berdasarkan hasil analisis maka besar timbulan sampah permukiman yang dihasilkan di Kecamatan Kuta sebesar 170,373 m3/hari (2012) yang terdiri dari TPS VIII 28,487 m3/hari, TPS VI 80,739 m3/hari, TPS Legian 61,147 m3/hari dan akan menjadi 174,338 m3/hari pada tahun 2016 yang terdiri dari tiga TPS yaitu TPS VIII 29,150 m3/hari, TPS VI 82,619 m3/hari, TPS Legian 62,569 m3/hari. Kebutuhan armada pengangkutan sampah tahun 2012 sampai 2016 dari TPS ke TPA pada TPS VIII adalah 2 unit dump truck, untuk TPS VI adalah 4 unit dump truck dan untuk TPS Legian adalah 3 unit dump truck dengan jumlah trip dari tahun 2012 sampai tahun 2013 adalah 25 trip untuk TPS VIII 4 trip, TPS VI 12 trip dan TPS Legian 9 trip. Sedangkan dari tahun 2014 sampai tahun 2016 bertambah menjadi 26 trip, untuk TPS VIII 5 trip, TPS VI 12 trip dan TPS Legian 9 trip. Pengangkutan sampah dari TPS ke TPA dibagi menjadi 2 (dua) shift, yaitu shift pagi dari pukul 06.00 sampai 11.00 dan shift sore dari pukul 16.00 sampai 19.00. Waktu pengangkutan sampah dalam penelitian ini yaitu selama 8 (delapan) jam kerja per hari. Kelebihan jam kerja dari jam kerja rencana dianggap lembur.
ANALISIS PENGELOLAAN PENGANGKUTAN SAMPAH DI KECAMATAN KLUNGKUNG KABUPATEN KLUNGKUNG Pramartha, I Komang Trisna Satria; Widhiawati, Ida Ayu Rai; Ciawi, Yenni
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2013): Jurnal Ilmiah Infrastruktur Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.58 KB)

Abstract

Abstrak: Meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk di Kecamatan Klungkung berdampak pula pada perubahan pola hidup masyarakatnya, yang menjadi lebih konsumtif. Hal ini menyebabkan meningkatnya produksi sampah, yang harus dikelola dengan baik, terutama dalam  pengangkutannya ke TPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung jumlah dump truck dan arm roll truck yang dibutuhkan untuk mengangkut sampah yang dihasilkan di Kecamatan Klungkung ke tempat pembuangan akhir sampah setempat. Data-data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data survei timbulan sampah per kapita dan jumlah penduduk untuk menghitung timbulan sampah Kecamatan Klungkung, serta data survei pengangkutan sampah, yaitu kapasitas bak truk pengangkut sampah, waktu memuat dan menurunkan sampah, waktu perjalanan, jarak perjalanan, dan rute perjalanan. Data sekunder yang dikumpulkan adalah peta Kecamatan Klungkung, rute kendaraan pengangkut, jumlah alat angkut sampah berupa dump truck dan arm roll truck, jumlah penduduk, dan jumlah pasar. Diperoleh hasil bahwa besar timbulan sampah yang dihasilkan di Kecamatan Klungkung pada tahun 2011 adalah sebesar 217,05 m3/hari, dan diprediksi akan meningkat menjadi 233,88 m3/hari pada tahun 2016. Kebutuhan kendaraan pengangkut sampah adalah berupa dump truck sebanyak 8 unit dan arm roll truck sebanyak 3 unit. Jumlah trip yang diperlukan untuk dump truck adalah 26 trip/hari dari tahun 2012 – 2015, 27 trip/hari untuk tahun 2016, sedangkan untuk arm roll truck adalah 2 trip/hari dari tahun 2012 sampai tahun 2016. Abstract: The increase of economic and population growth of Klungkung District, Bali, have changed the lifestyle of its people to be more consumptive which in turn will increase the production of solid waste. This research aimed to assess the requirement of solid waste transport facilities in Klungkung District. The data collected were solid waste production per capita, truck capacity, length of loading and unloading of the solid waste, length of transportation per trip, distance per trip and transportation routes. Secondary data include Klungkung District map, routes of the transportation vehicles, number of dump trucks and arm roll trucks, the total population, and the number of markets in Klungkung District. These data were used to calculate the volume of waste generated and the number of dump trucks and arm roll trucks required to transfer the solid waste from the producers to the dumping site. It was found that the amount of solid waste generated in the District of Klungkung in 2011 was 217.05 m3/day and it was predicted that it will increase to 233.88 m3/day in 2016. It was also found that 8 units of dump trucks and 3 units of arm roll trucks will be required with the total number of trips for dump truck is 26 trips/day in the year 2012 to 2015, 27 trips/day for 2016, and for arm roll truck is 2 trips/day in the period of 2012-2016.
PENGUJIAN KEKUATAN PENGHUBUNG GESER YANG TERBUAT DARI BAJA TULANGAN BERBENTUK L YANG DIBENGKOKKAN DENGAN SUDUT 45 DERAJAT Evendy AR, Andriana; Giri, I. B. Dharma; Budiwati, Ida Ayu Made
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil Volume 2, No. 1, Februari 2013
Publisher : Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.736 KB)

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan penghubung geser yang terbuat dari baja tulangan berbentuk L dengan dua mutu beton ( ) yang berbeda, sedangkan panjang dan diameter penghubung geser adalah konstan. Mutu beton ) yang direncanakan adalah sebesar 20 dan 25 MPa. Benda uji yang digunakan untuk pengujian kuat tekan beton adalah silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm sebanyak 6 buah, sedangkan pengujian kekuatan penghubung geser dilakukan terhadap 6 spesimen komposit, dengan panjang masing-masing penghubung geser sebesar 200 mm dan diameter 10 mm. Masing-masing spesimen dibuat dari kombinasi baja profil IWF (250x125x6x9) mm dengan panjang 600 mm dan pelat beton dengan ukuran (2x450x225x150) mm. Hasil pengujian yang dilakukan terhadap benda uji komposit dengan  penghubung geser yang terbuat dari baja tulangan berbentuk “L” menunjukkan bahwa slip yang terjadi pada benda uji R20 lebih besar daripada benda uji R25. Dengan pemberian beban maksimum sebesar 140 kN, slip rata-rata yang terjadi pada R20  sebesar 1,762 mm sedangkan pada R25  sebesar 1,38 mm atau dengan kata lain slip rata-rata yang terjadi pada benda uji R20 lebih besar 21,68%  dibandingkan dengan slip rata-rata yang terjadi pada benda uji R25 yang mempunyai kenaikan mutu beton sebesar 29,74%. Pada benda uji R20 dan R25 beban ultimit belum tercapai hingga akhir pengujian dengan beban sebesar 140 kN sehingga dapat diyakini bahwa penghubung geser pada benda uji komposit masih mampu menerima beban lebih besar dari 140 kN.Abstract : This study aims to determine the shear connectors strength made of L-shape steel reinforcement with two different concrete quality ( ), while the length and diameter of the shear connector were kept constant. Concrete compressive strength (f 'c) was designed of 20 and 25 MPa. Specimens used for testing the concrete compressive strength are 6 cylinders with a diameter of 150 mm and height of 300 mm, while the strength of shear connector (push out test) was tested on six composite specimens, which the length of steel reinforcement were of 200 mm and diameter of 10 mm. Each specimen is made of a combination of IWF steel (250x125x6x9) mm with a length of 600 mm and a concrete slab with the size of (2x450x225x150) mm. The results of tests performed on composite specimens with L-shape steel reinforcement indicates that the slip that occurred in the specimen R20 is larger than that of specimens R25. By applying a maximum load of 140 kN, the average slip that occurs in R20 (f 'c = 23.77 MPa) is of 1.76 mm, while for the R25 (f’c = 30.44 MPa) is of 1.38 mm or in other words the average slip occurs in the specimen R20 is 21.68% larger than the average slip occurring in R25 which is having concrete quality increases by 29.74%. The ultimate loads were not reached for both specimens (R20 and R25) until the total load of 140 kN. It can be concluded that these shear connectors are still able to withstand a load greather than 140 kN.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PROYEK GEDUNG DI KABUPATEN JEMBRANA (Studi Kasus : Pembangunan Proyek Gedung di Kabupaten Jembrana) Handayani, Ria; Frederika, Ariany; Wiranata, Anak Agung
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil Volume 2, No. 1, Februari 2013
Publisher : Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.104 KB)

Abstract

Abstrak : Keterlambatan penyelesaian pembangunan suatu proyek gedung setiap daerah memiliki faktor yang berbeda-beda. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya keterlambatan. Pada penelitian ini dikelompokkan dalam sebelas faktor, yaitu faktor tenaga kerja, bahan, peralatan, karakteristik tempat, keuangan, situasi, perubahan, lingkup dan kontrak/dokumen pekerjaan, perencanaan dan  penjadwalan, sistem inspeksi dan evaluasi pekerjaan, dan manajerial. Tujuan penelitian ini mengetahui sub faktor dan faktor apa yang paling mempengaruhi keterlambatan di Kabupaten Jembrana. Metode analisis data yang dipergunakan pada penelitian ini adalah Relatif Infeks dan Analisis Faktor yang dioperasikan dengan menggunakan Program SPSS 16.0 for Windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa adanya keragaman faktor keterlambatan yang terjadi pada masing-masing faktor keterlambatan pada proyek gedung di Kabupaten Jembrana. Dari 11 (sebelas) faktor terdapat 1 (satu) kategori faktor keterlambatan yang mempunyai tingkat keselarasan/kesesuaian yang cukup baik, yaitu faktor situasi dengan nilai Relatif Indeks sebesar 0,7 dan perhitungan menggunakan Analisis Faktor menghasilkan bobot faktor sebesar 0,9, nilai komunalitas sebesar 86,5% dan sub faktor yang paling berpengaruh adalah curah hujan.Abstrack : Building projects delay completion in every region have different factor. There are a lot of factor cause delays. In this study, these factors grouped into eleven factors, such as labor, materials, equipment, the characteristics of the place, financial, situation, change, scope and contract / employment documents, planning and scheduling, inspection systems and job evaluation, and management. The purposes of this study are to identify the most influence sub factors and factors in Jembrana regency. Data analyses used in this study are relative index and factor analysis operated using SPSS 16.0 for Windows. The analysis result showed the diversity of delay factors in every building project in Jembrana regency. From eleven factors, there is one category of factors that has a quite good harmony, namely situation factor with relative index value 0,7 and using factor analysis reach 0,9, communality values ??of 86,5% and the most influential sub factors is rainfall.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PEMBENGKAKAN REALISASI BIAYA TERHADAP RENCANA ANGGARAN PELAKSANAAN PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG Hadinata, Gede Wira; Nadiasa, Mayun; Widhiawati, Ida Ayu Rai
Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2013): Jurnal Ilmiah Infrastruktur Teknik Sipil
Publisher : Jurnal Ilmiah Elektronik Infrastruktur Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.149 KB)

Abstract

Abstrak : Pada pelaksanaan proyek konstruksi, pembiayaan merupakan bahan pertimbangan utama karena biasanya menyangkut jumlah yang besar dan rentan terhadap resiko kegagalan. Dalam hal ini, pihak kontraktor harus dapat mengelola proyek yang dikerjakan agar tidak terjadi pembengkakan realisasi biaya proyek (RBP). Penelitian ini menganalisis hubungan faktor-faktor serta sub faktor yang paling dominan mempengaruhi pembengkakan RBP terhadap RAP. Penelitian dilakukan pada kontraktor yang berdomisili di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Data primer diperoleh dengan cara melakukan survai pada 30 perusahaan kontraktor dengan grade 4, 5, 6, dan 7 yang mengerjakan proyek konstruksi gedung diatas Rp 400.000.000,-. Data diolah dengan menggunakan Skala Likert. Untuk mengetahui sejauh mana hubungan faktor-faktor digunakan analisis Regresi Ganda dan Korelasi Ganda. Sedangkan untuk mengetahui sub faktor yang paling dominan penyebab terjadinya pembengkakan RBP terhadap RAP,  digunakan metode Analisis Faktor yang dibantu dengan menggunakan program SPSS 16.0. Hasil dari Analisis sub faktor didapatkan hasil 4 kelas yang menjadi faktor penyebab pembengkakan realisasi biaya. 4 kelas tersebut mempunyai nilai persent of varian masing-masing 45,899% untuk kelas 1, 10,559% untuk kelas 2, 9,468 untuk kelas 3, dan 7,685% untuk kelas 4. Hasil perhitungan analisis Korelasi Ganda didapat pengaruh hubungan faktor-faktor penyebab pembengkakan realisasi biaya proyek terhadap RAP sebesar 0,539 (Sedang), dengan uji Fhitung = 3,557 > Ftabel = 1,49 menyatakan hubungan yang signifikan. Dari perhitungan Analisis sub faktor diperoleh hasil Pemilihan alat berat sebagai sub faktor paling dominan penyebab pembengkakan realisasi biaya proyek.. Abstrack : On the implementation of construction projects, financing is a major consideration because it usually involves large amount and vulnerable to the risk of failure. In this case, the contractor must be able to manage a project done in order to avoid cost overrun in the realization of the project cost (RBP). This research analyzes the relationship factors and sub factors of the most dominant influence on cost overrun in RBP against RAP. The research was conducted at the contractor domiciled in Denpasar and Badung regency. Primary data was way acquired by conducting a survey on 30 companies contracting with the grade 4, 5, 6, and 7 are working on building construction projects more than Rp 400 million, -. The data is processed by using the Scale Likert. To determine the extent of the relationship factors used Regression Multiple Analysis and Correlation Multiple Analysis. While to know the most dominant sub factor causes of cost overrun in RBP against RAP, the method  Factor Analysis using the SPSS program version 16.0. The results of the sub factor analysis obtained results ??4 classes a factor causing of cost overrun realization. 4 Class is has a value persent of variants respectively 45.899% for grade 1, 10.559% for grade 2, 9.468 for grade 3, and 7.685% for grade 4.  The calculation results Correlation Multiple Analysis obtained effect the relationship factors that cause of cost overrun in RBP against RAP amounted to 0.539 (Medium), with test Fhitung = 3.557 > Ftable = 1.49 states a significant relationship. Results the calculation of analysis obtained of sub factors the selection of machine as a sub factor most dominant causing of cost overrun in RBP.