cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Terapan Abdimas
ISSN : 25022806     EISSN : 25022784     DOI : https://doi.org/10.25273
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2020)" : 13 Documents clear
PENANAMAN BUDAYA MEMBACA DONGENG MELALUI RUMAH PINTAR DI DESA MARMOYO Prihatin, Yulianah
Jurnal Terapan Abdimas Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v5i2.5843

Abstract

Abstract. The low interest in reading in Indonesia, requires educational institutions to create innovations to help increase public interest in reading. In 2011, based on data from the World’s Most Literate Nations, Indonesia ranked 60th in the population's interest in reading. The sequence is classified as low compared to other countries. Currently the government has made the National Literacy Movement as an effort to increase the percentage of people's interest in reading. But it needs to be supported by many parties. Based on this, the KKNT team in the village of Marmoyo made an innovation to establish a Smart House so that the community would be more fond of reading, especially reading stories to their children. Fairy tales are one form of folklore that develops both orally and in writing. Regions in Indonesia have thousands of fairy tales that are worth preserving, because the young generation knows and knows the developing tales. In addition, the activity of reading fairy tales to children (ndongeng) proved able to instill character and create closeness between parents and children. The method in this service is carried out by analyzing the situation of partners, reviewing literature / references related to the theme of PKM, conducting a fairytale reading training with an interesting method in Marmoyo village for two days, civilizing reading fairy tales through smart homes. The fairytale reading training program and the application of the Smart House in the village of Marmoyo proved to be able to change the mindset of the community about the benefits of fairy tales, as well as facilitate the community in finding reading material.Abstrak. Rendahnya minat baca di Indonesia, mengharuskan lembaga pendidikan menciptakan inovasi untuk membantu menaikkan minat baca masyarakat. Pada tahun 2011 berdasarkan data dari World’s Most Literate Nations, Indonesia berada pada urutan ke 60 tentang minat baca penduduknya. Urutan itu tergolong urutan yang rendah dibandingkan negara-negara yang lainnya. Saat ini pemerintah sudah membuat Gerakan Literasi Nasional sebagai bentuk upaya menaikkan persentase minat baca masyarakat. Namun hal itu perlu didukung oleh banyak pihak. Berdasarkan hal tersebut, tim KKNT di desa Marmoyo membuat inovasi untuk mendirikan Rumah Pintar agar masyarakat semakin gemar membac, terutama membacakan dongeng untuk anak-anaknya. Dongeng merupakan salah satu bentuk dari cerita rakyat yang berkembang baik secara lisan maupun tulis. Daerah di Indonesia memiliki ribuan dongeng yang patut untuk dilestarikan, hal tersebut dikarenakan agar generasi muda mengenal dan mengetahui dongeng yang berkembang. Selain itu, kegiatan membacakan dongeng pada anak (ndongeng) terbukti mampu menanamkan karakter dan menciptakan kedekatan antara orang tua dan anak. Metode pada pengabdian ini dilakukan dengan cara analisis situasi mitra, Pengkajian pustaka/referensi yang terkait dengan tema PKM, pelaksanaan Pelatihan membaca dongeng dengan metode yang menarik di desa Marmoyo selama dua hari, pembudayaan membaca dongeng melalui rumah pintar. Progam pelatihan membaca dongeng dan penerapan Rumah Pintar di desa Marmoyo terbukti mampu mengubah pola pikir masyarakat tentang manfaat dongeng, serta memudahkan masyarakat dalam mencari bahan bacaan.
SOSIALISASI PEMBUATAN LUBANG RESAPAN BIOPORI PADA MASYARAKAT DESA KANEKES KECAMAMATAN LEUWIDAMAR LEBAK BANTEN Silvia Septhiani; Nurhayati Nurhayati; Abdul Karim
Jurnal Terapan Abdimas Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. The community service program is carried out in the Kp. Kaduketug Community RT001 / 001 Kanekes Village, Leuwidamar District, Lebak Regency. This program is carried out to provide knowledge about the benefits of Biopore Infiltration Holes (BIH) Providing knowledge on how to make BIH in their surrounding environment through training that will be provided by the implementing team. The first stage is the preparation stage. At this stage, the team conducts a preliminary survey to determine the condition of the target activities by analyzing the conditions of the place to be used, the conditions of the participants who were given counseling and drafting the activities carried out. The next preparation stage is to arrange the materials that will be used as the material in the activity. The second stage is the implementation stage, the team conducts counseling to the community by delivering material about the environment and treatment and environmental management. This extension activity is carried out by inviting people to get to know about the environment and how to manage the environment around them. The team also provided information on how to make BIH and BIH benefits for the environment. Next is the training on making BIH. The team and the community of Kanekes village together make BIH in the environment. All activities of the participants will be guided and guided by the community service team. The last stage is the stage of completing the final report of the activities carried out by the team and the community. This activity hopes that all Indonesian citizens, especially the Kp. Kaduketug community can protect the environment through efforts to make bio pure infiltration holes.  Abstrak. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Masyarakat Kp.Kaduketug RT001/001 Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak. Program ini dilaksanakan dengan tujuan Memberikan pengetahuan tentang manfaat Lubang Resapan Biopori (LRB) Memberikan pengetahuan cara pembuatan LRB di lingkungan sekitar mereka melalui pelatihan yang akan diberikan oleh tim pelaksana. Tahap pertama adalah tahap persiapan. Pada tahap ini tim melakukan survei pendahuluan untuk mengetahui kondisi target kegiatan dengan menganalisis kondisi tempat yang akan digunakan, kondisi peserta yang kan diberikan penyuluhan dan menyusun rancangan kegiatan yang dilakukan. Tahap persiapan selanjutnya menyusun bahan-bahan yang akan dijadikan materi dalam kegiatan.Tahap kedua yaitu tahap pelaksanan, tim melakukan penyuluhan kepada masyarakat dengan menyampaikan materi tentang lingkungan hidup serta pemnafaatan dan pengelolaan lingkungan. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan dengan mengajak masyarakat untuk mengenal tentang lingkungan hidup   dan bagaimana mengelola lingkungan hidup di sekitar mereka. Tim juga memberikaninformasi tentang bagaimana cara pembuatan LRB dan manfaat LRB bagi lingkungan. Selanjutnya dilakukan pelatihan pembuatan LRB. Tim dan masyarakat desa kanekes bersama membuat LRB di lingkungan. Seluruh kegiatan peserta akan dipandu dan dibimbing oleh tim abdimas. Tahapan yang terakhir adalah tahapan penyelesaian laporan akhir dari kegiatan yang telah dilakukan tim dan masyarakat.Harapan dari kegiatan ini adalah seluruh warga Indonesia khususnya masyarakat Kp.Kaduketug mampu menjaga lingkungan lewat upaya pembuatan lubang resapan biopori.
MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN GUNA MENGURANGI KEMISKINAN DI DESA JE’NETALLASA KABUPATEN GOWA Damayanti, Ratna Ayu; Syarifuddin, Syarifuddin; Haerial, Haerial
Jurnal Terapan Abdimas Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v5i2.5593

Abstract

Abstract. Je'netallasa Village, Pallangga Sub-district, Gowa Municipality has made the community as a subject of development, no longer as an object of development in accordance with the "bottom-up" model, and as a consequence the community has participated less in the process and supervision of village development. The purpose of this service is to eliminate doubts from villagers and encourage development effort by empowering the community. Encouraging community’s inclusiveness in the form of “meaningful participation” will create active community’s empowerment in the concept of village development as both planner and supervisor, as well as encouraging factors that influence community’s participation. This service uses the participatory method, where the service provider and a community together find a solution to the problems faced by the community in order to participate in village’s development. The result of this service is the need to establish a creative house as a center of community’s creativity so that the community can engage with village’s programs through synchronizing community’s and village’s programs on an ongoing basis. Abstrak. Desa Je’netallasa Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa telah menjadikan masyarakat sebagai subjek pembangunan bukan lagi sebagai objek pembangunan sesuai dengan model “bottom-up”, dan konsekuensinya masyarakat kurang berpartisipasi dalam proses dan pengawasan pembangunan desa. Tujuan pengabdian ini adalah untuk menghilangkan keraguan masyarakat desa dan mendorong upaya pembangunan dengan melakukan pemberdayaan masyarakat. Mendorong inklusivitas masyarakat dalam bentuk “meaningful participation” akan menciptakan pemberdayaan aktif masyarakat dalam konsep pembangunan desa baik sebagai perencana maupun pengawas, serta mendorong faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat itu. Pengabdian ini menggunakan metode berperan serta, dimana pelaku pengabdian dan masyarakat bersama-sama menemukan solusi dari masalah yang dihadapi masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam pembangunan desa. Hasil dari pengabdian ini adalah perlunya membentuk rumah kreatif sebagai pusat kreativitas masyarakat sehingga masyarakat dapat terlibat dengan program-program desa melalui sinkronisasi program masyarakat dan desa secara berkelanjutan.  
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DAN PENINGKATAN NILA GUNA SAMPAH DI KELURAHAN NGLETIH KECAMATAN PESANTREN KOTA KEDIRI Wijayati, Ekawati Wasis; Marianingsih, Marianingsih
Jurnal Terapan Abdimas Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v5i2.5860

Abstract

Abstract. Waste generated needs to be managed appropriately to be avoided due to negativity from waste. The Urban people Ngletih generally do waste management by means of traditional and simple   by means of collected was then burned. But in fact was not solve the problems but also dangerous for the environment. The purpose of community service is to educate and empower the community in an effort to increase the value of waste by making compost and ecobrick. The activity carried out is to provide counseling to the public about waste and simulating making compost from garbage and making ecobrick from inorganic (plastic) waste. The results of statistical analysis with Wilcoxon-Test showed the value of  p = 0,000 (p <0.05), which means the mean difference between the scores of knowledge before and after counseling about waste. Helps suggest what has been done has been successful in increasing respondents' knowledge about waste. In an effort to reducing the volume of waste, then needs to be sustainable counseling in order to raising awareness and participation.Abstrak. Sampah yang dihasilkan perlu dikelola dengan tepat untuk menghindari dampak negatif dari sampah. Masyarakat kelurahan Ngletih umumnya melakukan pengelolaan sampah dengan cara tradisonal dan sederhana yaitu dengan cara dikumpulkan kemudian dibakar. Namun cara tersebut bukan menyelesaikan masalah tetapi juga berbahaya bagi lingkungan. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi serta pemberdayaan masyarakat dalam upaya meningkatkan nilai guna sampah dengan pembuatan kompos dan ecobrick. Kegiatan yang dilakukan adalah dengan memberikan penyuluhan pada masyarakat tentang sampah dan simulasi pembuatan kompos dari sampah organik serta pembuatan ecobrick dari sampah anorganik (plastik). Hasil analisa statistik dengan uji beda menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05) yang berarti bahwa ada perbedaan rerata yang bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan tentang sampah. Sehingga penyuluhan yang telah dilakukan berhasil meningkatkan pengetahuan responden tentang sampah. Dalam upaya pengurangan volume sampah, maka perlu dilakukan penyuluhan secara berkesinambungan guna menumbuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.
PENDAMPINGAN PETANI MUDA KOPI ROBUSTA DALAM UPAYA MENINGKATKAN EKSISTENSI PETANI KOPI DI DESA AMADANOM, KECAMATAN DAMPIT, KABUPATEN MALANG Zahidi, M. Syaprin; Prakoso, Havidz Ageng; Agustino, Hutri; Septia, Erfan Dani
Jurnal Terapan Abdimas Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v5i2.5174

Abstract

Abstract. Amadanom Village, Dampit District, Malang Regency is known as Robusta coffee granary but at present there are problems faced by coffee farmers in Amadanom Village. The problem is about the regeneration of coffee farmers who are hampered by the lack of interest in the young generation in Amadanom Village to continue their parents' profession as coffee farmers. So, in this service program we focus the program on coffee literacy classes which are held intensively for 30 days. The purpose of this activity is to encourage young people in Amadanom Village to continue their parents' work as coffee farmers. The method of activities that we do is to hold workshops that bring experts in the fields of Branding, Information Technology, Agrotechnology and Online Marketing. This community service has succeeded in forming a Young Farmers Group who is committed to continuing the profession of their parents as coffee farmers in Amadanom Village.Abstrak. Desa Amadanom, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang dikenal sebagai lumbung kopi robusta namun pada saat ini ada permasalahan yang dihadapi oleh para petani kopi di Desa Amadanom. Masalah itu adalah tentang regenerasi petani kopi yang terhambat akibat dari kurang berminatnya generasi muda di Desa Amadanom untuk melanjutkan profesi orang tuanya sebagai petani kopi. Maka, dalam program pengabdian ini kami memfokuskan program pada kelas literasi kopi yang diadakan secara intensif selama 30 hari. Tujuan dari kegiatan ini adalah mendorong generasi muda di Desa Amadanom untuk melanjutkan pekerjaan orang tuanya menjadi petani kopi.  Adapun metode kegiatan yang kami lakukan adalah dengan mengadakan workshop yang mendatangkan para ahli di bidang Branding, Teknologi Informasi, Agroteknologi dan Marketing Online. Kegiatan pengabdian ini berhasil membentuk Kelompok Petani Muda yang berkomitmen untuk meneruskan Profesi orang tuanya sebagai petani kopi di Desa Amadanom.         
PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BERBASIS PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENGAJARAN DAN PEMBELAJARAN DI SMA BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN Syahmani, Syahmani; Rusmansyah, Rusmansyah; Winarti, Atiek; Almubarak, Almubarak
Jurnal Terapan Abdimas Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v5i2.5615

Abstract

Abstract. Action research is a form of collective self-reflection of a social situation to improve reasoning and justice in the situation in which the research is conducted. Classroom Action Research is a practical research intended to improve classroom learning. This research is one of the efforts of the teacher or practitioner in the form of various activities carried out to improve and or improve the quality of learning in the classroom. The purpose of this activity is to provide a comprehensive description of classroom action research and how research results are oriented towards scientific articles as a media for publicity and dissemination of knowledge. The method used in the activity is the delivery of material in stages with two-way communication between the resource person and participants, discussion, and brainstorming. Participants in the activity are high school teachers in Pelaihari City, South Kalimantan. The results obtained illustrate that the teacher understands the purpose of writing articles, writing scientific articles right up to the process of publishing articles, and motivation as energy in civilizing writing scientific articles to produce quality, creative, and innovative graduates. That is, teachers already have a mindset about the importance of articles and their publications as a PTK research output, so that this is able to broaden teachers' insights.Abstrak. Action research atau penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan bentuk refleksi diri secara kolektif terhadap sebuah situasi sosial guna meningkatkan penalaran dan keadilan dalam situasi di tempat dilakukannya penelitian tindakan tersebut. Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki  pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. Tujuan kegiatan ini yakni untuk memberikan dekripsi secara komprehensif tentang penelitian tindakan kelas (PTK) dan bagaimana hasil penelitian berorientasi artikel ilmiah sebagai media publikais dan penyebarluasan ilmu pengetahuan. Metode yang digunakan dalam kegiatan yaitu penyampaian materi secara bertahap dengan komunikasi dua arah antara narasumber dan peserta, diskusi, dan brainstorming. Peserta dalam kegiatan yaitu para guru SMA di Kota Pelaihari Kalimantan Selatan. Hasil yang diperoleh menggambarkan bahwa guru mengerti tentang tujuan menulis artikel, penulisan artikel ilmiah yang benar sampai proses publikasi artikel, dan motivasi sebagai energi dalam membudayakan menulis artikel ilmiah untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas, kreatif, dan inovatif. Artinya, pengajar sudah memiliki pola pikir mengenai pentingnya artikel dan publikasinya sebagai luaran penelitian PTK, sehingga ini mampu memperluas wawasan pengajar. 
BANK SAMPAH DAN PEMBUATAN ARENA SELFIE DALAM PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK PADA MASYARAKAT DESA (Studi pada Masyarakat Desa Kenongo Kota Sidoarjo) Sumartik, Sumartik Sumartik; Indayani, Lilik
Jurnal Terapan Abdimas Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v5i2.5961

Abstract

Abstract. Kenongo Village is a densely populated village in the city of Sidoarjo which has many rivers. Habits of people who like littering give off a bad smell. The ‘Sekar Kenanga’ Garbage Bank is an alternative waste treatment facility conducted by Kenongo villagers. Processing waste does not only produce different goods but also has economic value that can increase the economic independence of the community and create an arena where selfies from recycling plastic waste are also carried out by the community from processed plastic waste. This study aims to provide an overview of the role of the 'Sekar Kenanga' garbage bank and a selfie-making place that utilizes plastic waste in Kenongo Village, either from collecting garbage in a garbage bank or from collecting plastic waste in a river near the village. The method used is descriptive qualitative. Data obtained through interviews with key informants such as the Village Head, the management of the waste bank, members of the waste bank, youth of youth clubs and the community who are not members of the waste bank ‘Sekar Kenanga” and also not the sanitation department of Tulangan sub-district. Observation in the field was carried out by providing various training in the processing of souvenir creations and accessories from plastic waste and decoration making techniques for selfie places with nuanced appeal to maintain the cleanliness of rubbish. Activities in data analysis are data reduction, data organizing and interpretation. The results showed that from the institutional aspects of the village, the Sekar Kenanga'urut waste bank and the village community empowerment program, the financing aspect, is still needed optimally managing the waste bank financial sector with greater profits, and the application of community participation has been as good and active as is they know that they don't understand all about the importance of making garbage banks and selfie- making places, it is only limited to selling garbage to the 'Sekar Kenanga' waste bank.Abstrak. Desa Kenongo merupakan desa padat penduduk di kota Sidoarjo yang banyak terdapat sungai disekitar pemukiman. Kebiasaan masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan seringkali menciptakan bau busuk yang mengganggu aktivitas masyarakat. Bank Sampah ‘Sekar Kenanga’ merupakan tempat alternatif pengolahan sampah yang dilakukan oleh warga desa Kenongo. Pengolahan sampah tidak saja diolah menjadi barang yang berbeda namun bernilai ekonomis yang dapat menambah kemandirian ekonomi masyarakat serta pembuatan arena spot selfie dari daur ulang sampah plastik juga dilakukan masyarakat dari hasil olahan sampah plastik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai peran bank sampah ‘Sekar Kenanga’dan pembuatan spot selfie yang memanfaatkan sampah plastik di Desa Kenongo baik dari pengumpulan sampah di bank sampah ataupun dari penjaringan sampah plastik di sungai sekitar pemukiman desa. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data didapatkan melalui wawancara terhadap informan kunci seperti Kepala Desa, pengurus bank sampah, anggota bank sampah, remaja karang taruna dan masyarakat bukan anggota bank sampah ‘Sekar Kenanga”serta unsur dinas kebersihan dari kecamatan Tulangan. Observasi di lapangan dilakukan dengan memberikan berbagai pelatihan pengolahan kreasi souvenir dan aksesories dari sampah plastik dan teknik pembuatan hiasan untuk spot selfie yang bernuansa himbauan menjaga kebersihan sampah. Aktivitas dalam analisis data yaitu data reduction, data organization dan interpretation. Hasil penelitian menunjukkan dari aspek kelembagaan desa, bank sampah ‘Sekar Kenanga’turut serta dalam program pemberdayaan masyarakat desa, Aspek pembiayaan, masih diperlukan pengeloaan keuangan bank sampah secara optimal dengan keuntungan yang lebih besar, dan apek peran serta masyarakat sudah baik dan aktif tetapi mereka belum faham semua tentang arti penting pengolahan bank sampah dan pembuatan spot selfie, hanya terbatas menjual sampah ke bank sampah ‘Sekar Kenanga’.Kata Kunci: Kelompok PKK, Pemberdayaan, Bank Sampah Sekar Kenanga, Spot Selfie.
PELATIHAN PEMBUATAN DAN PENGUNAAN ALAT PERAGA ‘MONIKA’ DI SD NEGERI NGULAKAN Novy Trisnani
Jurnal Terapan Abdimas Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Training in the manufacture and use of teaching aids is a form of activity in an effort to improve the quality of teachers to be able to prepare, manage and implement the learning process in accordance with the development of learning innovations. Community Service Activities (PPM) aims to add insight, knowledge, and skills of service participants in understanding how to make and use the 'monika' props. The subjects of this study were classroom teachers and mathematics teachers at SD Negeri Ngulakan. The method of carrying out PPM activities includes presentation of material, training in making media / props, training on the use of props, and evaluation. From the results of the evaluation of PPM activities it can be concluded: 1) participants of service in SD Negeri Ngulakan can make and use 'monika' props 2) useful and meaningful training activities for all service participants, 3) in the practice process of making and using props, service participants did not experience significant difficulties, and 3) from the training activities, the devoted participants gained additional references and experience in choosing and implementing mathematical learning innovations. Abstrak. Pelatihan pembuatan dan penggunaan alat peraga merupakan salah satu bentuk kegiatan dam upaya meningkatkan mutu guru agar mampu mempersiapkan, mengelola, dan mengimplementasikan proses pembelajaran sesuai dengan perkembangan inovasi pembelajaran. Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan keterampilan peserta pengabdian dalam memahami cara pembuatan dan penggunaan alat peraga ‘monika’. Subjek penelitian ini adalah guru kelas dan guru pelajaran matematika di SD Negeri Ngulakan. Metode pelaksanaan kegiatan PPM meliputi pemaparan materi, pelatihan pembuatan media/alat peraga, pelatihan penggunaan alat peraga, dan evaluasi. Dari hasil evaluasi kegiatan PPM dapat disimpulkan: 1) peserta pengabdian di SD Negeri Ngulakan dapat membuat dan menggunakan alat peraga ‘monika’ 2) kegiatan pelatihan berdayaguna dan bermakna bagi seluruh peserta pengabdian, 3) dalam proses praktek pembuatan dan penggunaan alat peraga, para peserta pengabdian tidak mengalami kesulitan yang berarti, dan 3) dari kegiatan pelatihan, peserta pengabdian memperoleh tambahan referensi dan pengalaman dalam memilih dan menerapkan inovasi pembelajaran matematika. 
PELATIHAN PENINGKATAN KUALITAS EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB BERBASIS INFORMATION DAN COMMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) UNTUK PENGAJAR BAHASA ARAB Fauzi, Moh. Fery; Fatoni, Ahmad; Anindiati, Irma
Jurnal Terapan Abdimas Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v5i2.5620

Abstract

Abstract. Information and communication technology (ICT) have an important role in teaching and learning activities, especially in learning assessment. Instructional assessment is one of a series of learning activities aimed at correcting, controlling the extent to which learning objectives have been achieved. Instructional assessment can be done with the help of computers and the internet so that the management of learning outcomes becomes easier, faster, and real time. The technology that can be used in the assessment process is such as edmodo, google quiz, hot potatoes, quiz creator. But in reality, most learning activities that teachers use are still conventional. That is due to the lack of knowledge and mastery of teachers on the use of information and communication technology, especially in instructional assessment. Therefore, there is a need for training on the use of ICT-based Instructional assessment to improve teachers’ competency. The approach method used assistance that includes socialization, workshops, training, hands-on practice, and evaluation. The results obtained state that evaluation of learning is very important for a program and purpose, both educational, learning, or training programs.Abstrak. Teknologi informasi dan komunikasi memiliki peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar terutama dalam evaluasi pembelajaran. evaluasi pembelajaran merupakan salah satu rangkaian dalam kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk mengoresksi, mengontrol sejauh mana tujuan pembelajaran telah dicapai.  Evaluasi pembelajaran dapat dilakukan dengan bantuan komputer serta internet sehingga pengelolaan hasil belajar pun menjadi lebih mudah, cepat dan real time. Adapun teknologi yang dapat digunakan dalam proses evaluasi tersebut seperti edmodo, google quiz, hot potatoes, quiz creator. Akan tetapi realitanya, kebanyakan kegiatan pembelajaran yang digunakan guru sekarang masih konvensional. Hal itu disebabkan minimnya pengetahuan dan penguasaan guru terhadap pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi terutama dalam evaluasi pembelajaran. Oleh sebab itu perlu adanya pelatihan pemanfaatan evaluasi pembelajaran berbasis ICT meningkatkan kompetensi guru. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendampingan yang meliputi sosialisasi, workshop, pelatihan, praktik langsung, dan evaluasi. Hasil yang didapatkan menyatakan bahwa evaluasi pembelajaran sangat penting untuk suatu program dan tujuan, baik program pendidikan, pembelajaran, atau pun pelatihan.
PROSES PERANCANGAN INOVASI FORM KAPALKU GUNA PENDATAAN KEPUASAN PENUMPANG KAPAL FERRY DARI PELABUHAN TANJUNGPINANG Nusyirwan, Deny; Purnama, Muhammad Bayu; Perdana, Prasetya Perwira Putra
Jurnal Terapan Abdimas Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v5i2.5992

Abstract

Abstract. Passenger satisfaction is one of the important roles in companies and transportation services that are committed to social innovation. Maritime territories are areas which are mostly waters, in maritime areas, transportation services lead to the sea. The sea is a means of creating sea transportation called ships. The ship became one of the forms of transportation sophistication from the past until now. Ships are also one of the most reliable transportation in the maritime area, but at this time the problem arises because of the large number of ships and ship transportation services that are the livelihoods of the maritime community. That way the comparison between ships and ships is greatly improved, especially it can be concluded from the number of passengers and ship passenger charts. Today passenger satisfaction is given priority, especially in supporting facilities such as comfortable seats, conducive air conditioning, and good service. But the research method used in this innovation is the observation method which includes collecting data on user testing and user experience at that stage. The Kapalku Form is one of the innovations that applies passenger satisfaction data collection based on information system, the way it works is to press the selection button according to the colors provided, namely red, yellow, and green in each passenger seat. The incoming data will be calculated according to how many passengers press the button. Red means not satisfied, green means satisfied, and yellow means very satisfied. That way, data obtained through the sensitivity of the button will be sent via Bluetooth to Android. Furthermore, the data listed on android will appear on the monitor that can be accessed via Google form. The results of this study can be seen from the Google form data graph which is the android data transition through the sensitivity of the button, so that it can easily find out the level of service satisfaction on the ship in accordance with the criteria and improving the quality of the ship.Abstrak. Kepuasan penumpang menjadi salah satu peran penting didalam perusahaan maupun jasa transportasi yang berdominan kepada inovasi sosial. Wilayah maritim adalah wilayah yang sebagaian besarnya adalah perairan, didalam wilayah maritim jasa transportasi mengarah kepada laut. Laut menjadi sarana terciptanya transportasi laut yang dinamakan kapal. Kapal menjadi salah satu bentuk kecanggihan transportasi dari dahulu hingga sekarang. Kapal juga menjadi salah satu transportasi yang dapat diandalkan tertuama di wilayah maritim, namun pada saat ini masalah muncul karena banyaknya kapal dan jasa transportasi kapal yang menjadi mata pencaharian masyarakat maritim. Dengan begitu perbandingan antara kapal dengan kapal sangat meningkat, tertutama bisa disimpulkan dari banyaknya penumpang dan grafik penumpang kapal. Dimasa sekarang kepuasan penumpang sangat diutamakan, terutama pada fasilitas yang mendukung seperti kursi yang nyaman, pendingin udara yang kondunsif, dan pelayanan yang baik. Namun metode penelitian yan digunakan pada inovasi ini adalah metode observasi yang mencakup pada pengambilan data pada user testing dan user experience pada tahapnya. Form Kapalku menjadi salah satu inovasi yang menerapkan pendataan kepuasan penumpang berbasis sistem informasi yang cara kerjanya adalah menekan tombol pilihan sesuai warna yang disediakan yaitu merah, kuning, dan hijau di masing-masing kursi penumpang. Data yang masuk akan di hitung sesuai dengan seberpaa banyak penumpang menekan tombol tersebut. Merah artinya tidak puas, hijau artinya puas, dan kuning artinya sangat puas. Dengan begitu, data yang didapatkan melalui kepekaan tombol akan dikirim melalui Bluetooth ke android. Selanjutnya data yang tertera di android akan tampil pada monitor yang dapat diakses melalui google form. Hasil dari penelitian ini dapat dilihat dari grafik data google form yang merupakan transisi data android melalui kepekaan tombol, sehingga dapat dengan mudah mengetahui tingkat kepuasan pelayanan pada kapal sesuai dengan kiteria dan peningkatan mutu kualitas kapal tersebut.

Page 1 of 2 | Total Record : 13