cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Terapan Abdimas
ISSN : 25022806     EISSN : 25022784     DOI : https://doi.org/10.25273
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 1 (2026)" : 13 Documents clear
MENINGKATKAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN MELALUI KEGIATAN SOSIALISASI PEMILAHAN SAMPAH DI SD MUHAMMADIYAH 2 PALEMBANG Miftah Dewi, Inne; Nurwahyuliningsih, Eka; Nurholisa; Rozak, Muhammad; Oskar, Rendi Febriadi; Apriyansyah, Randy
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i1.22376

Abstract

Abstract. Cultivating environmental awareness can be started by getting used to maintaining the environment such as throwing garbage in its place and sorting garbage according to its type. The importance of instilling environmental awareness values ??in children from an early age. This socialization activity was carried out at SD Muhammadiyah 2 Palembang. Socialization activities in the school environment are a strategic step in maintaining cleanliness and supporting environmental sustainability. The purpose of this activity is to increase students' awareness and concern for the surrounding environment so that they can be responsible in using ready-to-use goods. Community Service Activities (PKM) use a socialization method with several stages including surveys, activity planning, implementation of socialization activities, follow-up, and evaluation. The socialization activities took place effectively, as evidenced by the enthusiasm and interest of students in participating in activities ranging from material presentations to demonstrations related to waste sorting. Waste sorting activities are divided into three categories including organic, inorganic, and residual waste. To increase awareness and motivation to implement environmentally friendly behavior in students, it is hoped that the school can create routine programs regarding environmental cleanliness such as inter-class cleanliness competitions and preparing separate trash bins.   Abstrak. Menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dengan membiasakan diri menjaga lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya dan melakukan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya. Pentingnya menananmkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada anak sejak usia dini. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di SD Muhammadiyah 2 Palembang. Kegiatan sosialisasi di lingkungan sekolah menjadi langkah strategis dalam menjaga kebersihan dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Adapun tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan rasa kesadaran dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar agar dapat bertanggung jawab dalam penggunaan barang siap pakai. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) menggunakan metode sosialisasi dengan beberapa tahapan diantaranya survei, perencanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan sosialisasi, tindak lanjut, dan evaluasi. Kegiatan sosialisasi berlangsung secara efektif, hal dibuktikan dengan semangat dan ketertarikan siswa dalam mengikuti kegiatan mulai dari paparan materi hingga demonstrasi yang berkaitan dengan pemilahan sampah. Kegiatan pemilahan sampah dibagi menjadi tiga kategori diantaranya sampah organik, anorganik, dan residu. Untuk meningkatkan kepedulian serta motivasi untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan siswa, diharapkan pihak sekolah dapat membuat program rutin mengenai kebersihan lingkungan seperti lomba kebersihan antar kelas dan menyiapkan tempat sampah terpilah.
PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH SABUT KELAPA SEBAGAI BEKAL WIRAUSAHA ALUMNI SISWA SMK PSM TAKERAN MAGETAN Mulyati, Tatik; Imron, Mohammad; Istiqaroh, Choirum R.; Muhammad, Rabhi F.
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i1.22787

Abstract

Abstract. The low interest in entrepreneurship is experienced by the majority of high school graduates and equivalent, including graduates of SMK PSM Takeran Magetan. Therefore, various efforts to foster entrepreneurial spirit and improve entrepreneurial skills for students and graduates need to be carried out. Improving entrepreneurial skills can be done by utilizing opportunities and potential in the surrounding environment, such as utilizing abundant coconut fiber waste in the Takeran Magetan area. Therefore, this community service activity was carried out with the aim of providing skills training to alumni of SMK PSM Takeran students who did not continue to higher education so that they are able to process coconut fiber waste into creative and marketable products such as kokedama pots, doormats, and organic planting media. The scope of activities includes entrepreneurship education, coconut fiber processing practices, and simple product marketing. The implementation method includes initial observation, counseling and training implementation. This activity was carried out for two days at the Takeran Islamic boarding school where the students live, involving resource persons from local business actors. The results of the training showed that of the 30 participants, 22 were able to independently produce at least two types of coconut fiber products, including doormats, pots, and organic planting media. Furthermore, the participants' entrepreneurial spirit increased from 20% at the beginning of the training to 70% at the end. The activity contributes to strengthening the motivation and entrepreneurial skills of youth entrepreneurship in rural areas, particularly among alumni of SMK PSM Takeran-Magetan.   Abstrak. Rendahnya minat berwirausaha dialami oleh sebagian besar lulusan siswa SMA sederajat, termasuk lulusan SMK PSM Takeran Magetan. Oleh karena itu, berbagai upaya membangkitkan semangat wirausaha dan meningkatkan skill berwirausaha bagi para siswa dan lulusan perlu dilakukan. Peningkatan skill wirausaha bisa dilakukan dengan memanfaatkan peluang dan potensi yang ada di lingkungan sekitar, seperti pemanfaatan limbah sabut kelapa yang melimpah di wilayah Takeran Magetan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan memberikan pelatihan keterampilan kepada alumni siswa SMK PSM Takeran yang tidak melanjutkan ke pendidikan tinggi agar mampu mengolah limbah sabut kelapa menjadi produk kreatif dan bernilai jual berupa pot kokedama, keset, hingga media tanam organik. Lingkup kegiatan mencakup edukasi kewirausahaan, praktik pengolahan sabut kelapa, dan pemasaran produk secara sederhana. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, penyuluhan dan pelaksanaan pelatihan. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari di pondok pesantren Takeran tempat siswa bermukim dengan melibatkan narasumber dari pelaku usaha lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dari 30 orang yang mengikuti pelatihan, 22 orang mampu menyelesaikan minimal dua jenis produk dari sabut kelapa secara mandiri, yang meliputi produk keset, pot dan media tanam organik. Selain itu, semangat berwirausaha peserta meningkat dari 20% di awal kegiatan menjadi 70% di akhir kegiatan. Dengan demikian kegiatan ini telah berkontribusi memperkuat motivasi dan keterampilan kewirausahaan pemuda di daerah pedesaan, khususnya bagi para alumni SMK PSM Takeran-Magetan.    
PELATIHAN PEMBELAJARAN LITERASI-NUMERASI BERBANTUAN TEKNOLOGI DAN AI BAGI GURU SD DI MADIUN Handhika, Jeffry; Joel Iglesia Alvarez; Mayasari, Tantri; Nugroho Adi Pramono; Sarah Aszary; Sri Winarti
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i1.23149

Abstract

Abstract. The purpose of this community service activity, in the form of training, is to provide knowledge and skills to participants, specifically teachers, related to integrated literacy and numeracy learning using technology and artificial intelligence (AI). This activity method is carried out in the form of blended meetings and assignments. The indicator of success of this activity is an increase in participants' desire to apply integrated literacy, numeracy, and technology (LNAI) learning in learning. There are four facilitators involved in this activity; one facilitator explains the material delivered in a blended manner. The training participants were 93 madrasah teachers in the city of Madiun. After the training activity, information was obtained that there was an increase in participants' desire to apply LNAI learning from 49.5% who had implemented it to 66.57% who would implement it, 33.33% who might implement it, and 0% who did not implement it. These results provide the conclusion that there is potential for increasing the application of LNAI in learning.   Abstrak. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi peserta dalam hal ini guru terkait pembelajaran literasi dan numerasi terintegrasi teknologi dan artificial intelligence (AI). Metode kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pertemuan secara blended dan penugasan. Indikator keberhasilan dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan keinginan peserta untuk menerapkan pembelajaran literasi, numerasi terintegrasi teknologi dan AI (LNAI) dalam pembelajaran. Terdapat empat fasilitator yang terlibat dalam kegiatan ini, satu fasilitator menjelaskan materi yang disampaikan secara blended. Peserta pelatihan diikuti oleh 93 guru madrasah di kota Madiun. Setelah kegiatan pelatihan, diperoleh informasi bahwa terdapat peningkatan keinginan peserta dalam menerapkan pembelajaran LNAI dari 49,5% pernah menerapkan menjadi 66,57% akan menerapkan, mungkin menerapkan 33,33% dan tidak menerapkan 0%. Hasil ini memberikan kesimpulan bahwa terdapat potensi peningkatan penerapan LNAI dalam pembelajaran.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN ATRAKSI WISATA BUDAYA DAN PRODUK KULINER LOKAL DI DESA PENIWEN, MALANG Minantyo, Hari; Kaihatu, Thomas S; Irtanto, Devina; Gde Satrya, I Dewa
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i1.23185

Abstract

Abstract. Peniwen Village, located in Kromengan Sub-district, Malang Regency, East Java province, through its tourism awareness group (Pokdarwis “Gesang Selaras”), possesses a unique cultural tourism potential rooted in the Christian of Jawi Wetan tradition (GKJW / Gereja Kristen Jawi Wetan), which is rarely found in other regions. However, this potential has not yet been optimally managed, both in terms of cultural attraction management and supporting product development. This community service program applied a participatory action research approach through training, mentoring, and hands-on practice with members of Pokdarwis and local villagers. The implication of this activity is the learning experience of the Peniwen Tourism Village community in increasing their insight and skills for the progress of the village. The activities consisted of: (1) strengthening the management capacity of cultural village tourism based on the Christian of Jawi Wetan tradition through workshops and simulations of cultural attraction management, and (2) conducting training on local food processing innovations to produce three value-added new products such as shredded meat (abon), dumplings (siomay), and jerky (dendeng) as complementary attractions and entrepreneurial opportunities. The results indicated an improvement in the capacity of Pokdarwis to design cultural tourism attractions that are more systematic, engaging, and educational for visitors with measurable indicators, namely the creation of a more effective travel pattern for cultural tourism in Peniwen Village. Furthermore, the community successfully developed innovative local food products with higher economic value and potential as signature souvenirs of Peniwen Village. This program not only reinforced the village’s cultural identity but also created opportunities for economic diversification through the synergy of cultural tourism and local product development.   Abstrak. Desa Peniwen, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur, melalui Pokdarwis Gesang Selaras, memiliki potensi wisata budaya yang unik karena berbasis pada tradisi religi Kristen Jawi Wetan (GKJW / Gereja Kristen Jawi Wetan) yang jarang ditemui di daerah lain. Namun, pengelolaan potensi ini belum optimal, baik dalam manajemen atraksi budaya maupun dalam pengembangan produk pendukung pariwisata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan participatory dengan metode pelatihan, pendampingan, dan praktek langsung bersama anggota Pokdarwis dan masyarakat desa. Nilai implikatif dari kegiatan ini adalah, pengalaman pembelajaran masyarakat Desa Wisata Peniwen dalam meningkatkan wawasan dan keterampilan diri mereka untuk kemajuan desa. Tahapan kegiatan meliputi: (1) penguatan kapasitas manajemen desa wisata melalui workshop dan simulasi pengelolaan atraksi budaya; serta (2) pelatihan inovasi olahan pangan berbahan lokal menjadi tiga produk unggulan baru berupa abon, siomay, dan dendeng sebagai penunjang daya tarik wisata sekaligus peluang usaha masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan Pokdarwis dalam merancang atraksi wisata budaya berbasis kearifan lokal yang lebih sistematis, menarik, dan memiliki nilai edukasi bagi pengunjung dengan indikator terukur yakni terciptanya travel pattern wisata budaya Desa Peniwen yang lebih efektif. Selain itu, masyarakat berhasil menghasilkan inovasi produk pangan lokal yang berpotensi dipasarkan sebagai oleh-oleh khas Desa Peniwen. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat identitas budaya desa, tetapi juga membuka peluang diversifikasi ekonomi masyarakat melalui sinergi antara pariwisata budaya dan pengembangan produk lokal.
WORKSHOP PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERDIFERENSIASI BAGI GURU MADRASAH ALIYAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Saefudin, Abdul Aziz; Komalasari, Mahilda Dea; Pramitasari, Dhian Putri
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i1.23201

Abstract

Abstract. This community service initiative seeks to enhance the competencies of educators within the  Mathematics Teachers' Working Group at Madrasah Aliyah DI Yogyakarta in the design and execution of differentiated mathematics instruction and the cultivation of effective pedagogical practices. The methodology comprises five stages: needs assessment, conceptual and practical training, mentorship in material development, classroom execution, and evaluation and reflection. A total of 145 educators engaged in this series of activities. The findings indicated an average enhancement in teacher comprehension scores of 29.4%, with 87.5% of participants successfully creating quality lesson plans, 30% documenting effective practices, 95% engaging actively in all activities, and 85% reporting high satisfaction with the program. This activity fostered enhancements in pedagogical competence, instructional creativity, and reinforced a culture of collaboration and professional reflection among educators. This community service model possesses the capacity for replication and further enhancement within other teacher communities on a continuous basis.     Abstrak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika Madrasah Aliyah DI Yogyakarta dalam mendesain dan mengimplementasikan pembelajaran matematika yang terdiferensiasi dan menyusun praktik baik pembelajaran. Metode yang digunakan mencakup lima tahap, yaitu identifikasi kebutuhan, pelatihan konseptual dan praktik, pendampingan penyusunan perangkat ajar, implementasi di kelas, serta evaluasi dan refleksi. Sebanyak 145 orang guru mengikuti rangkaian kegiatan ini. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rerata skor pemahaman guru sebesar 29,4%, sebanyak 87,5% peserta berhasil menyusun modul ajar berkualitas, 30% menghasilkan dokumentasi praktik baik, 95% berpartisipasi aktif dalam seluruh kegiatan, dan 85% menyatakan kepuasan tinggi terhadap program. Kegiatan ini mampu mendorong perubahan positif dalam kompetensi pedagogik, kreativitas instruksional, serta penguatan budaya kolaborasi dan refleksi profesional guru. Model pengabdian ini berpotensi untuk direplikasi dan dikembangkan lebih lanjut dalam komunitas guru lain secara berkelanjutan.
PELATIHAN PENGELOLAAN USAHA EDUAGROWISATA CARU SEBAGAI PENGUATAN MANAJEMEN ORGANISASI Puspitasari, Niken Sylvia; Harmini, Triana; Rusli, Lathiefa; Supandi , Muhammad Diaz; Syaputra , M. Bili; Kurniawan, Dwiki
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i1.23342

Abstract

Abstract. This community service activity was conducted to address the fundamental problems faced by Caru Eduagrowisata, managed by the Anggur Caru Club (ACC). The main issues include the absence of a formal business management structure, the lack of business plan or budget documents, unclear team task divisions which have the potential to cause conflict, and insufficient strategic planning. The objective of this training is to enhance the managerial capacity of the partners and provide a strong management foundation so that the business can become independent and develop systematically. The training method focused on developing business plans, SWOT analysis, effective team management strategies, and the basic principles of managing the Caru Eduagrowisata product. The activity, attended by 15 ACC members, yielded quantitative outputs including 1 formal organizational structure, 1 SWOT analysis document, 1 detailed task division, and 1 weekly work schedule. Evaluation results indicated that 95% of participants demonstrated increased competence in creating an organizational structure to develop Caru Eduagrowisata. Overall, this activity provides a crucial management foundation for the sustainable development of the eduagrowisata's potential.   Abstrak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk mengatasi permasalahan mendasar yang dihadapi Eduagrowisata Caru yang dikelola oleh Anggur Caru Club (ACC). Permasalahan utama meliputi tidak adanya struktur pengelolaan usaha formal, kurangnya dokumen perencanaan bisnis atau anggaran, pembagian tugas tim yang tidak jelas berpotensi menimbulkan konflik, serta lemahnya perencanaan strategis. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas manajerial mitra dan memberikan fondasi manajemen yang kuat agar usaha dapat mandiri dan berkembang secara sistematis. Metode pelatihan berfokus pada penyusunan rencana usaha, analisis SWOT, strategi pengelolaan tim yang efektif, dan prinsip dasar pengelolaan produk Eduagrowisata Caru. Kegiatan yang diikuti oleh 15 anggota ACC ini menghasilkan output kuantitatif berupa 1 struktur organisasi formal, 1 dokumen analisis SWOT, 1 pembagian tugas terperinci, dan 1 jadwal kerja mingguan. Hasil evaluasi menunjukkan 95% peserta mengalami peningkatan kompetensi dalam menyusun struktur organisasi untuk pengembangan Eduagrowisata Caru. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan fondasi manajemen yang krusial bagi pengembangan potensi eduagrowisata secara berkelanjutan.  
PENDEKATAN PSIKOSOSIAL-EKONOMI MELALUI DUKUNGAN PSIKOLOGIS AWAL DAN DIGITAL ENTREPRENEURSHIP PADA ANAK PANTI Raditya, Dewi Ilma Antawati; Khosianah, Fety; Bambang Raditya Purnomo
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i1.23466

Abstract

Abstract. This community service program was conducted at Muhammadiyah Orphanage Gersikan Surabaya with a unique integrative approach that combines psychosocial and economic empowerment. The main problems faced by the partner included the lack of caregivers’ capacity in providing Psychological First Aid (PFA), low awareness of sexual violence prevention among students, and limited digital entrepreneurship skills needed for independent living after leaving the orphanage. The aim of this community service activity is to increase the capacity of caregivers to provide initial psychological support and increase the independence and economic readiness of orphaned children through digital entrepreneurship training and education on preventing sexual violence.  The program consisted of three training activities: (1) PFA for caregivers, (2) sexual violence prevention training for students from elementary to university level, and (3) digital entrepreneurship training for students from junior high to university level. The results showed significant improvements: caregivers were able to apply basic PFA skills, students improved their awareness of self-protection and reporting mechanisms, and adolescents successfully produced digital marketing content and used online marketplaces for product sales simulations. The integration of psychological support with digital entrepreneurship training represents a novel approach to orphanage empowerment, fostering not only psychological resilience but also economic independence.   Abstrak. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Panti Asuhan Muhammadiyah Gersikan Surabaya dengan pendekatan unik berupa integrasi aspek psikososial dan ekonomi. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya kapasitas pengasuh dalam memberikan dukungan psikologis awal, rendahnya kesadaran santri terhadap pencegahan kekerasan seksual, serta terbatasnya keterampilan kewirausahaan digital yang relevan dengan kebutuhan kemandirian pasca-panti. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kapasitas pengasuh dalam memberikan dukungan psikologis awal serta meningkatkan kemandirian dan kesiapan ekonomi anak panti melalui pelatihan kewirausahaan digital dan edukasi pencegahan kekerasan seksual. Program ini merealisasikan tiga bentuk pelatihan, yaitu: (1) Dukungan Psikologis Awal (DPA) untuk pengasuh, (2) pencegahan kekerasan seksual untuk santri mulai SD hingga perguruan tinggi, dan (3) kewirausahaan digital untuk santri SMP hingga perguruan tinggi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan: pengasuh mampu menerapkan keterampilan dasar DPA, santri memahami perlindungan diri dan strategi pelaporan kasus kekerasan seksual, serta santri remaja mampu menghasilkan konten promosi digital dan memanfaatkan marketplace untuk simulasi penjualan produk. Integrasi dukungan psikologis dengan pelatihan digital entrepreneurship ini menjadi pendekatan baru dalam pemberdayaan anak panti yang tidak hanya menumbuhkan resiliensi psikologis tetapi juga meningkatkan kemandirian ekonomi.
PENGUATAN KELEMBAGAAN BANK SAMPAH MELALUI EDUKASI LINGKUNGAN DAN DIGITALISASI SISTEM PENCATATAN DI DESA BETITING GRESIK Alvy Mulyaning Tyas; Sri Utami Ady; Shanty Ratna Damayanti; Jajuk Suprijati; Achmad Choiron
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i1.23476

Abstract

Abstract. The issue of household waste management remains a major challenge in rural areas. Low community participation and manual administrative systems have caused the activities of the Waste Bank Unit (BSU) in RW 05, Betiting Village, to run suboptimally. This community service program aims to strengthen the capacity of BSU administrators in conducting outreach, increasing community participation, and implementing a digital recording system to create transparent and sustainable waste management. The implementation methods included training on effective communication, developing environmental education media, and providing training on the use of Google Forms and Google Sheets for digital record-keeping. The program was attended by 20 waste bank administrators. The evaluation results showed a 32% increase in administrators’ knowledge and understanding of effective communication, measured through pre-test and post-test assessments. In addition, 100% of participants were able to implement the digital recording system for waste weighing and reporting activities. The adoption of this digital system improved administrative accuracy and supported transparency in waste management practices at the Waste Bank Units in RW 05, Betiting Village, Cerme District.Abstrak. Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi tantangan utama di wilayah pedesaan. Rendahnya partisipasi warga dan sistem administrasi manual menyebabkan kegiatan Bank Sampah Unit (BSU) RW 05 Desa Betiting belum berjalan optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengurus dalam sosialisasi, memperkuat partisipasi masyarakat, serta menerapkan sistem pencatatan digital guna menciptakan pengelolaan sampah yang transparan dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan komunikasi efektif, pembuatan media edukasi lingkungan, serta pelatihan penggunaan Google Form dan Google Sheets untuk digitalisasi pencatatan. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang pengurus BSU RW 05. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan dan pemahaman pengurus terkait komunikasi efektif sebesar 32%, yang diukur melalui perbandingan nilai pre-test dan post-test. Selain itu, 100% pengurus telah mampu mengimplementasikan sistem pencatatan digital dalam proses penimbangan dan pelaporan sampah. Penerapan sistem ini meningkatkan kerapian administrasi serta mendukung transparansi pengelolaan Bank Sampah Unit di lingkungan RW 05 Desa Betiting Kecamatan Cerme.
PELATIHAN ACCURATE ONLINE PERUSAHAAN DAGANG BAGI GURU SMK AKUNTANSI DAN KEUANGAN Yusdita, Elana Era
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i1.23488

Abstract

Abstract. The development of digital technology requires vocational high school teachers in Accounting and Finance to master modern accounting software to meet the increasingly dynamic needs of the industry. Accurate Online is a cloud-based accounting software widely used by trading companies and is relevant for integration into vocational learning. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of vocational high school teachers in operating Accurate Online through training, implementation, and mentoring at SMKN 5 Madiun. The implementation method is carried out through six stages, including an initial survey, root cause analysis, program agreement, training, technology implementation, and evaluation. Knowledge assessment was carried out through pretests and posttests, while skills were assessed through practical assignments. The results of the activity showed an average increase in knowledge score of 18% and an average practical score of 98.33, with 6 out of 10 participants able to complete all assignments completely and accurately. In addition, the level of participant satisfaction was in the very good category with a score of 95. However, some teachers still needed further mentoring to increase their confidence in solving technical problems independently. The activity products in the form of a troubleshooting flowchart and a guidebook were prepared to support the continued use of Accurate Online in schools. This activity has proven effective in improving teachers' readiness to face the demands of digital transformation in the accounting field.   Abstrak. Perkembangan teknologi digital menuntut guru SMK Akuntansi dan Keuangan untuk menguasai software akuntansi modern agar dapat memenuhi kebutuhan industri yang semakin dinamis. Accurate Online merupakan salah satu software akuntansi berbasis cloud yang banyak digunakan oleh perusahaan dagang dan relevan untuk diintegrasikan dalam pembelajaran vokasi.gram, pelatihan, penerapan teknologi, serta evaluasi dengan peserta 10 orang guru Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Penilaian pengetahuan dilakukan melalui pretest dan posttest, sedangkan keterampilan dinilai melalui tugas praktik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 18% dan rata-rata nilai praktik sebesar 98,33, dengan 6 dari 10 peserta mampu menyelesaikan seluruh tugas secara lengkap dan akurat. Selain itu, tingkat kepuasan peserta berada pada kategori sangat baik dengan skor 95. Namun demikian, beberapa guru masih memerlukan pendampingan lanjutan untuk meningkatkan kepercayaan diri dalam menyelesaikan permasalahan teknis secara mandiri. Produk kegiatan berupa flowchart troubleshooting dan buku panduan disusun untuk mendukung kesinambungan penggunaan Accurate Online di sekolah. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan guru menghadapi tuntutan transformasi digital di bidang akuntansi.
OPTIMALISASI KONTEN VISUAL SEBAGAI STRATEGI PROMOSI DIGITAL UMKM DI DESA WISATA SUNGSANG IV Ningsih, Ellis Nurjuliasti; Fauziyah; Agustriani, Fitri; Nur, Muhamad; Febrianti, Amanda Astri Pratiwi
Jurnal Terapan Abdimas Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jta.v11i1.23610

Abstract

Kualitas foto produk merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung promosi digital dan daya saing UMKM. Namun, sebagian besar pelaku UMKM di Desa Wisata Sungsang IV masih menghadapi keterbatasan keterampilan dalam menghasilkan foto produk yang layak promosi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dasar fotografi produk melalui kelas praktis foto produk dengan menggunakan hp. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan berbasis praktik langsung, dan evaluasi melalui dokumentasi foto sebelum dan sesudah, serta kuesioner. Kegiatan dilaksanakan pada September–Oktober 2025 dengan melibatkan dua UMKM yang diwakili oleh empat peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kualitas visual foto produk pada aspek pencahayaan, ketajaman, komposisi, dan latar belakang. Hasil kuesioner juga mengindikasikan peningkatan pemahaman teknik dasar fotografi serta kepercayaan diri peserta dalam melakukan pemotretan secara mandiri, meskipun kemampuan editing masih bervariasi dan dipengaruhi keterbatasan perangkat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kelas praktis foto produk dengan perangkat sederhana mampu meningkatkan kualitas konten visual UMKM secara realistis dan aplikatif.

Page 1 of 2 | Total Record : 13