cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ach.journal@unud.ac.id
Editorial Address
JL PB Sudirman Denpasar Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Archive of Community Health
Published by Universitas Udayana
ISSN : 2302139X     EISSN : 25273620     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Archive of Community Health menerbitkan hasil penelitian berhubungan dengan kesehatan masyarakat seperti kebijakan kesehatan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan kerja, promosi kesehatan, ekonomi kesehatan serta ilmu ilmu dasar yang berkaitan seperti bioteknologi kesehatan, biologi molekuler, bioinformatik dan genetik, tanaman, hewan, serta sel yang terkait dengan kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR KONDISI KERJA YANG MELATARBELAKANGI KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PENGISIAN DOKUMEN REKAM MEDIS OLEH DOKTER DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG I Gede Diki Sudarsana; Ketut Suarjana; Pande Putu Januraga
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 4 No 2 (2017): Desember (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.277 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2017.v04.i02.p09

Abstract

ABSTRAKRSUD Kabupaten Klungkung merupakan salah satu rumah sakit yang belum dapat mencapai indikator mutu kelengkapan rekam medis 24 jam setelah selesai pelayanan. Kelengkapan, keakuratan, dan ketepatan rekam medis merupakan tanggungjawab utama dokter. Perilaku dokter dalam penyelesaian pengisian rekam medis salah satunya dapat dipengaruhi oleh kondisi kerja tempatnya bertugas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor kondisi kerja yang melatarbelakangi keterlambatan penyelesaian pengisian dokumen rekam medis oleh dokter di Instalasi Rawat Inap RSUD Kabupaten Klungkung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam dan studi dokumentasi yang dilakukan di instalasi rawat inap RSUD Kabupaten Klungkung pada bulan April-Mei 2017. Informan pberjumlah delapan orang yang terdiri dari dokter spesialis dan manajemen rumah sakit. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa beban kerja yang cukup tinggi, belum efektifnya supervisi, belum maksimal pengetahuan dokter terkait rekam medis, belum terbiasanya dokter menggunakan formulir rekam medis yang baru, serta belum efektifnya pelaksanaan sosialisasi melatarbelakangi keterlambatan penyelesaian pengisian rekam medis oleh dokter. Selain itu, faktor diluar kondisi kerja yang melatarbelakangi keterlambatan penyelesaian pengisian yaitu kebijakan hari libur dan kepulangan pasien diluar jam kerja dokter spesialis. Simpulan penelitian ini diketahui bahwa faktor kondisi kerja yang belum optimal di RSUD Kabupaten Klungkung melatarbelakangi terjadinya keterlambatan penyelesaian pengisian dokumen rekam medis oleh dokter spesialis di instalasi rawat inap. Maka perlu adanya perbaikan pada faktor kondisi kerja yang ada di RSUD Kabupaten Klungkung.Kata Kunci : Dokter, Kondisi Kerja, Rekam Medis. ABSTRACTKlungkung Public General Hospital has not able to achieve one of the quality indicators namely completeness of patients’ medical records after 24 hours of the patient care is finalized. The completeness and validity of the medical record is the responsibility of the physician. This study aimed at identifying factors related to the physicians’ performance in filling up the medical records. This study used a qualitative method with in-depth interviews conducted among eight specialized physician and administrative staff working at in-patient wards of Klungkung Public General Hospital from April to May 2017. The study results showed two groups of factors influencing the performance of physicians in filling up the medical records. The first was internal working condition factors consist of a high work-load, lack of socialization and supervision, lack of knowledge related to the medical records management, and problems with the new forms. The second was external factors such as off-day policy as well as the time difference between patients’ discharge and physician working hours. The study conclusion is that suboptimal working conditions influence the completeness of patients’ medical records. A human resources strategy to optimize working condition particularly for physicians, is needed.Keywords: Doctor, Work Condition, Medical Record
PERILAKU PENGUNJUNG LAPANGAN PUPUTAN DALAM PENERAPAN PERDA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK (KTR) DI KABUPATEN KLUNGKUNG TAHUN 2017 Ni Putu Sona Kharisma; Ni Komang Ekawati; I Made Kerta Duana
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 2 (2018): Desember (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.856 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i02.p08

Abstract

ABSTRAK Upaya pemerintah dalam mengendalikan permasalahan rokok adalah dengan melakukan regulasi tentang peraturan pemerintahan. Kab. Klungkung merupakan salah satu Kabupaten di Bali yang telah mengadopsi Perda KTR yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Pemerintah Daerah Kab. Klungkung sangat berkomitmen untuk menurunkan angka perokok dengan mengadopsi Perda KTR dan membuat aturan mengenai larangan iklan rokok, namun kenyataannya tingkat kepatuhan masyarakat terhadap Perda KTR di tempat umum masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku pengunjung Lapangan Puputan Kab. Klungkung dalam penerapan Perda Nomor 1 tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan metode purposive sampling dan jumlah informan dalam penelitian ini adalah 10 orang dan 2 orang informan kunci. Dari 10 informan tersebut terdiri dari 5 informan merupakan perokok dan 5 informan bukan perokok, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pengetahuan informan terkait Perda KTR di Lapangan Puputan Kab. Klungkung masih kurang dan persepsi informan mengenai pelaksanaan Perda KTR di Lapangan Puputan Klungkung termasuk negatif. Selain itu ketersediaan tanda KTR masih minim, serta peran dari Dinas Kesehatan dan Satpol PP masih belum efektif dalam penerapan Perda tersebut. Disimpulkan bahwa pengetahuan, persepsi, ketersediaan tanda, dan peran Dinas Kesehatan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terkait Perda KTR di Lapangan Puputan Kabupaten Klungkung masih kurang sehingga mempengaruhi perilaku informan terhadap kebiasaan merokok di tempat umum, oleh sebab itu Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung disarankan untuk melaksanakan sosialisasi ke desa-desa dan Satpol PP agar lebih tegas melakukan pengawasan, dan untuk peneliti selanjutnya agar meniliti determinan-determinan lain. Kata kunci: Perilaku, Perda KTR, Kawasan Tanpa Rokok ABSTRACT Government efforts in controlling the problem of cigarettes is to make regulations on government regulations. Klungkung is one of the regencies in Bali that has adopted a KTR Regional Regulation stipulated in Regional Regulation No. 1 of 2014 concerning No-Smoking Areas. Government of Klungkung District is very committed to reducing the number of smokers by adopting the KTR regulation and making rules regarding the prohibition of cigarette advertising, but in reality the level of public compliance with the KTR regulation in public places is still low. The purpose of this study was to determine the behavior of visitors Puputan Field in Klungkung District in the application of Perda No. 1 of 2014 concerning No-Smoking Areas, by using qualitative research methods. The sample in this study was selected by the method of purposive sampling and the number of informants in this study were 10 people and 2 key informants. Of the 10 informants consisting by 5 smokers and 5 non-smokers, data collection is done by in-depth interviews and observation. Based on the results of the study it can be seen that the informant's knowledge related to the Regional Regulation on KTR in Puputan Field in Klungkung is still lacking and informants' perceptions regarding the implementation of the Regional Regulation on KTR in Puputan Field in Klungkung are negative. In addition, the availability of KTR markings is still minimal, and the role of the Health Office and Satpol PP is still not effective in the application of the regulation. It was concluded that knowledge, perception, availability of signs, and the role of the Health Office and the Civil Service Police Unit (Satpol PP) related to the Regional Regulation on KTR in Puputan Field in Klungkung were still lacking so that it influenced the informant's behavior towards smoking habits in public places, therefore the Klungkung District Health Office It is recommended to carry out socialization to villages and Satpol PP to be more assertive in conducting supervision, and for further researchers to examine other determinants. Keywords: Behavior, Regional Regulation on KTR, Non-Smoking Area
ANALISIS DETERMINAN LAMA RAWAT INAP PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KLUNGKUNG MENGGUNAKAN ANALISIS KESINTASAN Luh Putu Kartika Darmapadmi; I Ketut Tangking Widarsa; Ketut Hari Mulyawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 1 (2018): Juni (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.123 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i01.p01

Abstract

ABSTRAKLama rawat inap merupakan faktor utama yang mempengaruhi beban biaya pasien stroke rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penentu lama pasien rawat inap di RSUD Klungkung tahun 2016. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif. Metode total sampling yang digunakan dalam pemilihan sampel dan 149 pasien stroke yang dipilih dirawat di RSUD Klungkung pada 2016. Data sekunder dikumpulkan dengan meninjau rekam medis dari file sampel. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis survival dengan metode Kaplan-Meier dan Cox Regression. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata lama rawat inap di antara pasien stroke adalah 9 hari. Rata-rata lama rawat inap di antara pasien stroke dengan diabetes mellitus, komplikasi medis selama rawat inap dan stroke hemoragik adalah 7 (CI 95%: 6 - 8) hari, 11 (CI 95%: 7 - -) hari dan 15 (CI 95%: 14 - 17) hari. Diabetes mellitus, komplikasi medis dan jenis stroke adalah faktor yang mempengaruhi lama rawat inap di antara pasien stroke dengan HR = 1,82 (CI 95%: 1,09 - 3,06), HR = 2,73 (CI 95%: 1,36 - 5,46) dan HR = 3,52 (CI 95%: 1.89 - 6.57). Berdasarkan jenis stroke, diabetes mellitus berpengaruh signifikan terhadap lama rawat inap di antara pasien stroke iskemik dan hemoragik dengan HR = 1,74 (CI 95%: 1,01 - 2,99) dan HR = 2,26 (CI 95%: 5,78 - 8,87). Sementara itu, komplikasi medis memiliki efek signifikan di antara pasien stroke iskemik hanya dengan HR = 2,65 (CI 95%: 1,24 - 5,68). Penentu utama yang mempengaruhi lama rawat inap di antara pasien stroke di RSUD Klungkung adalah diabetes mellitus, komplikasi medis dan jenis stroke. Dianjurkan untuk mengontrol faktor-faktor risiko melalui integrasi dengan program Prolanis dan meningkatkan manajemen terutama pada pasien stroke hemoragik untuk mempersingkat lamanya tinggal dan penurunan angka kematian.Kata Kunci : Kecenderungan, Lama Rawat Inap, Stroke, RSUD Klungkung
EVALUASI SURVEILANS DEMAM BERDARAH DENGUE DI KABUPATEN BANGLI TAHUN 2017 Ni Wayan Sri Widyantari; Made Pasek Kardiwinata; Ni Luh Putu Suariyani
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 1 (2018): Juni (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.502 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i01.p05

Abstract

ABSTRAKKejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bangli selama empat tahun beturut-turut mengalami peningkatan, dari tahun 2012 sebesar 22,7 per 100.000 penduduk menjadi 558,5 per 100.000 penduduk pada tahun 2016, dikarenakan Program Pengendalian DBD belum berajalan secara maksimal diantaranya belum terbentuknya kader jumantik dan sistem kewaspadaan dini rumah sakit yang belum berjalan. Penelitian ini bertujuan untuk evaluasi sistem surveilans DBD di Kabupaten Bangli berdasarkan penilaian input dan proses surveilans. Penelitian ini menggunakan rancangan evaluasi pada input dan proses dengan populasi puskesmas di Kecamatan Bangli, Tembuku, Susut, dan Dinkes Kabupaten Bangli. Sampel adalah seluruh populasi, dengan responden petugas surveilans. Data primer hasil wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder melalui dokumentasi dan laporan surveilans. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil dari komponen input sistem surveilans seperti tenaga, sarana dan dana belum sesuai standar. Komponen proses seperti data surveilans masih ada yang belum dianalisis. Penyebaran informasi melalui website dinas kesehatan juga belum dilakukan. Evaluasi surveilans berdasarkan atribut juga belum optimal. Melalui evaluasi sistem surveilans, diharapkan memberi masukan dalam perbaikan pengendalian DBD di Kabupaten Bangli.Kata Kunci: Evaluasi, Surveilans, DBD
GAMBARAN KINERJA KARYAWAN DI RUMAH SAKIT SWASTA X DI DENPASAR TAHUN 2016 I Gusti Putu Ayun Widanianti; Ketut Suarjana
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 4 No 2 (2017): Desember (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.941 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2017.v04.i02.p05

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami kinerja karyawan di salah satu rumah sakit swasta pada tahun 2016. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling (probability sampling), dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling dengan jumlah sampel 86 orang. Data dianalisis dengan analisis bivariat menggunakan chi-square dengan ? = 0,05. Hasil penelitian ini mengungkap sekitar 51,16% (44 orang) memiliki kualitas kerja minor dari 86 responden. Responden dengan kualitas kerja yang baik adalah 51,16% (44 orang). Efektivitas minor responden adalah 65,12% (56 orang). 51,16% (44 orang) memiliki kebiasaan tepat waktu yang buruk, dan responden dengan independensi rendah adalah 62,79% (54 orang). Perbedaan proporsi hasil yang bermakna secara statistik status pekerjaan responden dengan kualitas karyawan adalah (p = 0,013). Ada perbedaan proporsi yang bermakna secara statistik antara latar belakang pendidikan responden dan efektivitas (p = 0,044), hasil uji analisis dalam proporsi yang berbeda antara latar belakang pendidikan responden dan tepat waktu adalah (p = 0,10). Hasil analisis uji coba pada proporsi umur responden yang berbeda dengan independensi kerja adalah (p = 0,047). Kesimpulan dari penelitian ini adalah setiap hasil penelitian ini terhadap kinerja sub-variabel, ini menunjukkan total dari hasil kinerja karyawan secara umum, yaitu 52,33% (45 orang) dari 86 responden yang berarti kinerja karyawan dapat dikategorikan baik. Beberapa saran yang disarankan dalam penelitian ini, mereka meningkatkan kualitas kerja dan menggunakan teknologi, dana, dan semua peralatan di rumah sakit diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan.Kata Kunci : Performa, karyawan, rumah sakit ABSTRACTThe purpose of this research is to understand the employees’ performance at private hospital in 2016. This research is a descriptive quantitative studies with cross sectional design. The sampling technique used random sampling (probability sampling), by using proportionate stratified random sampling technique with 86 persons as the samples. Data was analised with bivariate analysis using chi-square with ?=0.05. The result of this research reveal around 51.16% (44 persons) have a minor working quality out of 86 respondents. Respondents with good working quality are 51.16% (44 persons). The minor effectiveness of respondents is 65.12% (56 persons). 51.16% (44 persons) have a bad punctual habit, and respondents with low independence are 62.79% (54 persons). The different valuable proportion result statistically employment status of respondents with employees quality is (p=0.013). There is difference valuable proportion statistically between the education background of respondents and effectiveness in (p=0.044), the result of analysis trial in different proportion between education background of respondents and punctual is (p=0.10). And the result of trial analysis in different proportion of age of the respondents with working independence is (p=0.047) The conclusion of this research is every results of this research towards sub-variable performance, it shows the total from employees performance result generally, which is 52.33% (45persons) from 86 respondents that means the employees performance can be categorized as good. Some advices are suggested in this study, they are improving the quality of work and using the technology, funding, and all of the equipments in the hospital are needed to finisih a job.Keywords: performance; employee; private hospital
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI RUMAH SAKIT IBU ANAK PERMATA HATI KABUPATEN KLUNGKUNG TAHUN 2015-2017 Dea Eka Manuwati Ramandey; Ni Made Dian Kurniasari; Desak Nyoman Widyanthini
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 2 (2018): Desember (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.711 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i02.p02

Abstract

ABSTRAK Pneumonia merupakan proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli). Pneumonia pada balita di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan utama, dilihat dari tingginya angka kepadatan penduduk setiap tahunnya. Salah satu upaya untuk menurunkannya adalah dengan mengetahui faktor faktor yang menyebabkan terjadinya pneumonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian pneumonia pada balita di RSIA Permata Hati Kabupaten Klungkung. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan rancangan kasus kontrol (case control study). Sampel dari penelitian ini yaitu sebanyak 80 diantaranya 40 ibu yang memiliki balita tidak pneumonia sebagai kelompok kontrol dan 40 ibu yang memiliki balita pneumonia sebagai kelompok kasus. Pengambilan sampel pada kasus dengan simple random sampling dan pada kontrol dengan purposive sampling. Dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data mencakup analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan faktor determinan yang mempengaruhi pada kejadian pneumonia pada balita adalah faktor jenis kelamin (OR= 3,095 95% CI=1,134-8,530;p=0,013), berat badan lahir (OR=12,666 95% CI=2,540-119,627;p=0,0002), pemberian vitamin A (OR=25,705 95% CI=5,610-238,625;p=0,0001),ASI ekslusif (OR=16,333 95% CI=4,628-64,082 ;p= 0,0001),paparan asap rokok (OR=3,44 95% CI=1,191-10,294;p=0,010). Simpulan dari penelitian ini adalah faktor yang mempengaruhi determinan pneumonia pada balita adalah faktor anak dan lingkungannya. Kata kunci: Pneumonia, Balita, Faktor-faktor ABSTRACT Pneumonia is an acute infection process that affects the lung tissue (alveoli). Pneumonia in toddlers in Indonesia is still a major health problem, seen from the high population density each year. One effort to reduce it is by knowing the factors that cause pneumonia. This study aims to determine the factors that influence the incidence of pneumonia in infants at RSIA Permata Hati, Klungkung Regency. This type of research uses a quantitative analytical approach with a case control study. The samples of this study were 80 of them 40 mothers who had no pneumonia as a control group and 40 mothers who had pneumonia as a case group. Sampling in cases with simple random sampling and in controls with purposive sampling. With interviews using a questionnaire. Data analysis includes univariate and bivariate analysis. The results showed that the determinant factors affecting the incidence of pneumonia in infants were gender (OR = 3,095 95% CI = 1,134-8,530; p = 0.013), birth weight (OR = 12,666 95% CI = 2,540-119,627; p = 0,0002), giving vitamin A (OR = 25,705 95% CI = 5,610-238,625; p = 0,0001), exclusive breastfeeding (OR = 16,333 95% CI = 4,628-64,082; p = 0,0001), smoke exposure cigarettes (OR = 3.44 95% CI = 1,191-10,294; p = 0.010). The conclusions of this study are the factors that influence the determinants of pneumonia in toddlers are the factors of children and their environment. Keywords: Pneumonia, toddler, the factors
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH PADA SISWA TAMAN KANAK-KANAK DI KECAMATAN DENPASAR BARAT I Gde Made Swastika Dharmadi; Ni Wayan Arya Utami
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 1 (2018): Juni (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.767 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i01.p10

Abstract

ABSTRAK Kasus kelebihan berat badan merupakan salah satu masalah gizi terhadap masyarakat untuk semua umur terutama masyarakat di negara maju. Menurut beberapa penelitian, peningkatan jumlah kasus kelebihan gizi cenderung dialami oleh anak-anak prasekolah dan mereka berisiko menjadi orang dewasa yang kelebihan berat badan dan obesitas. Prevalensi anak yang kelebihan berat badan usia 3-6 tahun yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kasus anak prasekolah yang kelebihan berat badan. Penelitian ini menggunakan analisis cross-sectional dengan jumlah sampel 75 anak yang merupakan siswa di TK Denpasar barat; yang diambil dalam cluster sampling untuk menentukan sampel TK dan simple random sampling untuk menentukan ukuran sampel TK. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi kasus anak TK kelebihan berat badan di TK Denpasar barat adalah 20%. Faktor nilai yang mempengaruhi kasus anak TK kelebihan berat badan adalah konsumsi makanan cepat saji (PR = 2,98; p <0,0131), aktivitas fisik ringan (PR = 4,17, P = 0,0008), pemberian ASI eksklusif (PR = 0,34 ; p = 0,0184), status gizi ibu (PR = 4,61; p = 0,0013),, status kerja ibu (PR = 2,68; p = 0,0356). Kolaborasi orang tua, partisipasi sekolah, dan lingkungan banjar diperlukan dalam pencegahan kelebihan berat badan sehingga mereka dapat berperan aktif dalam mencegah anak sejak dini. Selanjutnya, jika peneliti ingin melakukan yang serupa dengan penelitian ini, diharapkan bisa lebih baik dalam mengukur aktivitas fisik dan asupan gizi responden. Kata Kunci : Kelebihan Berat Badan, Taman Kanak-Kanak, ASI, Status Gizi Ibu, Konsumsi Makanan Cepat Saji
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN SEKSUAL MELALUI MEDIA KOMIK DAN LEAFLET UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU DALAM UPAYA MENCEGAH KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DI SD NEGERI 12 PADANGSAMBIAN DENPASAR BARAT Ni Kadek Wiwik Dwipayanti; Komang Ekawati; Komang Ayu Kartika Sari
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 4 No 2 (2017): Desember (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.524 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2017.v04.i02.p10

Abstract

ABSTRAKInformasi mengenai kesehatan seksual sangat penting diberikan untuk anak- anak, agar mereka tahu akan kondisi tubuhnya, kondisi lawan jenisnya dan pemahaman untuk menghindarkan dari kekerasan seksual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui media mana yang efektif digunakan untuk anak SD dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku tentang upaya pencegahan kekerasan seksual pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Eksperiment Design dan teknik pengambilan subjek purposive sampling. Metode pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan memberikan intervensi dengan menggunakan media komik dan leaflet. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 SD dengan rentang umur 10-12 tahun sebanyak 86 responden. Dianalisis dengan uji T sampel berpasangan (paired sampel T test) dan Independent T test. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pengetahuan responden meningkat setelah diberikan media komik sebanyak 12,98 dan perilaku siswa meningkat sebanyak 11,23. Adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan siswa SD sebanyak 9,60 dan peningkatan rata-rata skor perilaku siswa SD sebanyak 8,66 mengenai tindakan yang lakukan untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual dengan menggunakan media leaflet. Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan dan perilaku siswa SD mengenai pencegahan kekerasan seksual pada anak menggunakan media komik maupun leaflet. Saran yang dapat diberikan adalah diharapkan kepada sekolah, orang tua, dan pemegang kebijakan yakni (P2TP2A) untuk memberikan informasi terkait pencegahan kekerasan seksual dan menggunakan media yang efektif seperti media komik dan leaflet.Kata Kunci : Kekerasan seksual, Media komik, Media leaflet. ABSTRACTSexual health information is very important to be given to the children in order to give them knowledge on their body, their opposite gender body and to give understanding on how to prevent them from sexual violence. The aim of this research was to know which media that effective to be used to improve knowledge and behavior of student in one primary education in Bali on how to prevent sexual violence. This is a quantitative research using a Quasi Experiment design to understand the effectiveness of the comic and leaflet on improving knowledge of the research subject on sexual violence. Subject of the research was selected using purposive sampling and data gathered using questioners. Subject of the research were primary school’s student year 5 with aged 10-12 years old with total number was 86 respondents. Data analysis using T test with paired sample and Independent T test. Finding indicated that the knowledge of the subject improves after given information on sexual violence using comic as media health promotion. There are 12.80 and the behavior of the children also improve to 11, 23. The mean score of knowledge of the students also increase as much as 8,66 on the action to prevent the occurrence of the sexual violence by using leaflet. To conclude, there is an increase in knowledge and behavior of the student about the prevention of the sexual violence among children using comic and leaflet as health promotion media. It is suggested that for schools, parents and District of Protection of Women and Children Right to give information on prevention of sexual violence using comic and leaflet as media education.Keywords : Sexual Violation, Comic, leaflet
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KEJADIAN KERACUNAN MAKANAN PASCA KLB KERACUNAN MAKANAN Anak Agung Gde Indra Putra; Ni Wayan Septarini; I Made Subrata
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 2 (2018): Desember (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.615 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i02.p09

Abstract

ABSTRAK Makanan adalah kebutuhan yang sangat penting bagi setiap manusia karena di dalam makanan terkandung zat gizi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan manusi. Potensi bahaya yang dapat mencemari atau mengkontaminasi makanan dapat berasal dari bahan (1) biologis berupa bakteri, virus, dan protozoa, (2) kimia berupa toksin bakteri, mikotoksin, cemaran logam berat, residu antimikroba, pengawet, pewarna dan pemanis buatan, pestisida dan (3) fisik berupa batu, rambut, serpihan kaca, potongan kayu, debu, tanah, dan lain lain. KLB keracunan makanan terjadi di beberapa desa/kelurahan di Kabupaten Gianyar. Tahun 2014 terjadi 3 KLB keracunan makanan, tahun 2015 terjadi 2 KLB keracunan makanan, tahun 2016 terjadi 2 KLB keracunan makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan kejadian keracunan makanan pada masyarakat di Desa Bukian, Kecamatan Payangan Kabupaten Gianyar. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya hubungan antara kedua variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional analitik yang dilaksanakan di Desa Bukian, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Responden dalam penelitian ini adalah salah satu perwakilan anggota keluarga pada setiap kepala keluarga (KK) yang berumur diatas atau sama dengan (?) 15 tahun sebanyak 106 orang yang terpilih menggunakan teknik Probability Proportional to Size (PPS). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,49% masyarakat memiliki tingkat pengetahuan yang kurang mengenai keracunan makanan, 54,72% masyarakat memiliki perilaku pencegahan yang kurang mengenai keracunan makanan, ada pengaruh/hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan kejadian keracunan makanan dengan nilai PR= 9,59 CI 95% = 3,75-24,5.Disarankan untuk memberikan penyuluhan atau sosialisasi yang merata tentang keracunan makanan oleh pemerintah ataupun institusi terkait dan penelitian lebih lanjut disarankan untuk melihat perilaku pencegahan keracunan makanan antara daerah yang mengalami KLB dan tidak mengalami KLB. Kata kunci: Keracunan Makanan, Tingkat Pengetahuan, Perilaku Pencegahan ABSTRACT Food is a very important requirement for every human being, because in the food contained nutrients that are useful for human growth and development. Potential hazards that can contaminate or contaminate food can come from (1) biological ingredients such as bacteria, viruses and protozoa, (2) chemicals in the form of bacterial toxins, mycotoxins, heavy metal contamination, antimicrobial residues, preservatives, artificial dyes and sweeteners, pesticides and (3) physical form of stone, hair, glass chips, pieces of wood, dust, soil, etc. Outbreaks of food poisoning occur in several villages in Gianyar Regency. In 2014 there were 3 outbreaks of food poisoning, in 2015 there were 2 outbreaks of food poisoning, in 2016 there were 2 outbreaks of food poisoning. The purpose of this study was to determine the level of knowledge and behavior to prevent food poisoning in the community in Bukian Village, Payangan District, Gianyar Regency. In addition, this study also aims to see whether or not there is a relationship between the two variables. This study used an analytic cross sectional design which was carried out in Bukian Village, Payangan District, Gianyar Regency. Respondents in this study were one representative of family members in each head of household (KK) aged over or equal to (?) 15 years as many as 106 people were selected using the Probability Proportional to Size (PPS) technique. Data were collected using a questionnaire that was analyzed univariately and bivariately. The results showed that 58.49% of the community had a lack of knowledge about food poisoning, 54.72% of the community had a lack of preventive behavior regarding food poisoning, there was a significant influence / relationship between the level of knowledge with the behavior of preventing food poisoning events with PR values = 9.59 CI 95% = 3.75-24.5. It is recommended to provide even outreach or socialization about food poisoning by the government or related institutions and further research is recommended to look at the behavior of food poisoning prevention between areas experiencing outbreaks and not experiencing an outbreak. Keywords: Food Poisoning, Knowledge Level, Preventive Behavior
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN TERHADAP TINGKAT KEPERCAYAAN ATAS PELAYANAN YANG DIBERIKAN OLEH DOKTER RESIDEN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR TAHUN 2017 Ni Made Mas Dwi Purwaningrat; Pande Putu Januraga; Putu Ayu Indrayathi
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 4 No 2 (2017): Desember (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.242 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2017.v04.i02.p01

Abstract

ABSTRAKSalah satu faktor yang paling mempengaruhi kepercayaan pasien adalah kualitas pelayanan yang diberikan, dimana pentingnya karakteristik pasien sebagai penentu utama pembentukan persepsi terhadap suatu pelayanan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien terhadap tingkat kepercayaan pasien atas pelayanan yang diberikan oleh dokter residen. Penelitian ini dilakukan di Ruang Rawat Inap Kelas III RSUP Sanglah Denpasar. Desain penelitian menggunakan rancangan Cross Sectional analitik kuantitatif. Sampel diambil dengan teknik consecutive sampling sebanyak 109 responden. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Chi Square Fisher Exact’s untuk melihat hubungan karakteristik pasien terhadap tingkat kepercayaan atas pelayanan yang diberikan oleh dokter residen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara karakteristik pendidikan pasien (p=0,014) dan karakteristik umur (p=0,043) dengan tingkat kepercayaan pasien atas pelayanan dokter residen. Tetapi tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p=0,104) dan pekerjaan (p=0,751) dengan tingkat kepercayaan pasien atas pelayanan dokter residen. Karakteristik umur responden rata-rata 42,02 pada kelompok umur ? 45 tahun, jenis kelamin perempuan, pasien lebih banyak berpendidikan SMA/SMK dan berstatus bekerja. Pasien memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi atas pelayanan dokter residen (82,57%). Ada hubungan antara karakteristik pendidikan dan karakteristik umur dengan tingkat kepercayaan pasien atas pelayanan dokter residen. Untuk mencapai target kepercayaan pelanggan, dapat dilakukan dengan menjelaskan pelayanan yang diberikan oleh dokter residen kepada pasien yang memiliki umur lanjut usia serta berpendidikan rendah.Kata Kunci : Kepercayaan Pasien, Rumah Sakit, Karakteristik ABSTRACTPatient’s Trust is one factors that influences the quality of services provided by hospital. In order to determine the level of patient trust, hospital needs to comprehend the characteristic of patients for decision making related to services provides by the hospital. The purpose of this study was to find out the relationship of patient characteristic towards level of trust for the service provided by resident doctors. This research was conducted in class III inpatient room at Sanglah Hospital Denpasar. This study is a cross sectional with quantitative approach. Samples were taken by consecutive sampling technique with 109 respondents. Data analysis was performed with Chi Square Exact’s Statistical Test to find out the relationship of patient characteristics toward level of trust in the services provided by resident doctors. Patient characteristic in this study include age, sex, education, and occupation. Study found that 90 respondents (82,57%) had high level of trust in the services provided by resident doctors .There was a relationship between the characteristics of patient education (p=0.014) and age characteristics (p=0.043) with the level of patient trust in the services of resident doctors. But there is no relationship between sex and occupation with p value 0.104 and 0.751 respectively. Therefore, to achieve target of customer trust, it can be done by explaining the services provided by resident doctors to elderly patients and low education.Keywords : patient trust, hospital, characteristics

Page 8 of 28 | Total Record : 278