cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ach.journal@unud.ac.id
Editorial Address
JL PB Sudirman Denpasar Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Archive of Community Health
Published by Universitas Udayana
ISSN : 2302139X     EISSN : 25273620     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Archive of Community Health menerbitkan hasil penelitian berhubungan dengan kesehatan masyarakat seperti kebijakan kesehatan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan kerja, promosi kesehatan, ekonomi kesehatan serta ilmu ilmu dasar yang berkaitan seperti bioteknologi kesehatan, biologi molekuler, bioinformatik dan genetik, tanaman, hewan, serta sel yang terkait dengan kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KEINGINAN SUAMI DARI PASANGAN USIA SUBUR TERHADAP METODE KONTRASEPSI VASEKTOMI DI KECAMATAN DENPASAR SELATAN TAHUN 2017 Kadek Diah Wulandari; Ketut Hari Mulyawan; Desak Nyoman Widyanthini
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 2 (2018): Desember (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.703 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i02.p04

Abstract

ABSTRAK Kota Denpasar merupakan salah satu daerah yang memiliki akseptor Keluarga Berencana (KB) pria (vasektomi) terendah di Provinsi Bali dengan akseptor rate tahun 2015 sebesar 0,0013. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan keinginan suami dari pasangan usia subur (PUS) terhadap metode kontrasepsi vasektomi di Kecamatan Denpasar Selatan Tahun 2017. Penelitian ini merupakan cross sectional deskriptif yang dilakukan pada suami dari pasangan usia subur (PUS) di wilayah Kecamatan Denpasar Selatan tahun 2017 sebanyak 62 sampel yang memenuhi kriteria menjadi akseptor vasektomi, yang dipilih secara multistage random sampling dari 326 pasangan usia subur (PUS) yang berdomisili di 10 desa/kelurahan di Kecamatan Denpasar Selatan. Data pengetahuan, sikap dan keinginan menggunakan metode wawancara dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 9,7% suami dari pasangan usia subur (PUS) berkeinginan menjadi akseptor vasektomi, sebanyak 66,1% memiliki pengetahuan kurang dan sebanyak 72,6% memiliki sikap positif terhadap kontrasepsi vasektomi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa lebih dari setengah responden memiliki pengetahuan yang rendah dan tidak berkeinginan terhadap metode kontrasepsi vasektomi Diharapkan kepada petugas kesehatan khususnya BKKBN dapat memberikan sasaran penyuluhan yang lebih mengkhusus kepada masyarakat dengan kelompok umur 35-45 tahun dan diharapkan dapat memberikan informasi sedini mungkin tentang kontrasepsi vasektomi bagi pasangan suami istri. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Keinginan, Metode Kontrasepsi Vasektomi, Suami dari Pasangan Usia Subur (PUS) ABSTRACT Denpasar City is one of the regions that has the lowest male family planning (KB) acceptor (vasectomy) in Bali with an acceptor rate of 0.0013 in 2015. The purpose of this study was to determine the knowledge, attitudes and desires of husbands of fertile age couples (PUS) to vasectomy contraceptive methods in the South Denpasar District in 2017. This study use a descriptive cross sectional study conducted on husbands of fertile age couples (PUS) in the District area South Denpasar in 2017 as many as 62 samples that met the criteria of being a vasectomy acceptor, were selected by multistage random sampling from 326 fertile age couples (PUS) who are domiciled in 10 villages / sub-districts in South Denpasar District. Knowledge data, attitudes and desires using the interview method and analyzed descriptively. The results showed 9.7% of husbands of fertile age couples (PUS) wanted to be vasectomy acceptors, 66.1% had less knowledge and 72.6% had positive attitudes towards vasectomy contraception. From this study it can be concluded that more than half of respondents have low knowledge and do not wish to have vasectomy contraception methods. It is expected that health workers, especially BKKBN, can provide counseling targets that are more specific to people in the age group of 35-45 years and are expected to provide information as early as possible about vasectomy contraception for married couples. Keywords: Knowledge, Attitude, Desire, Vasectomy Contraception Method, Husband of a Fertile Age Partner (PUS)
ANALSIS RISIKO KESEHATAN AKIBAT PAPARAN KARBON MONOKSIDA PADA HARI KERJA DAN CAR FREE DAY DI KAWASAN JALAN RAYA PUPUTAN NITI MANDALA RENON DENPASAR TAHUN 2016 Fransisca Helen Yuniar Malau; Made Ayu Hitapretiwi
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 1 (2018): Juni (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.557 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i01.p03

Abstract

ABSTRAKPerubahan kualitas udara dapat diakibatkan oleh adanya sumber-sumber pencemaran, baik yang bersifat alami maupun karena kegiatan manusia. Salah satu kegiatan manusia yang menjadi sumber pencemaran udara adalah aktifitas manusia menggunakan kendaraan bermotor untuk transportasi. Hampir 60% dari polutan yang dihasilkan transportasi adalah gas karbon monoksida. Meningkatnya kadar emisi gas CO dalam udara dapat mempengaruhi kadar karbon monoksida pada udara ambien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui risiko kesehatan akibat paparan CO pada populasi berisiko di Kawasan Jalan Raya Puputan Niti Mandala renon Denpasar. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian desktriptif dengan metode ARKL. Sampel pada penelitian ini adalah konsentrasi CO pada hari kerja dan car free day, serta populasi berisiko (Juru Parkir, Satpam, Pedagang Kaki Lima, dan Polisi Lalu Lintas) di kawasan Jalan Raya Puputan Renon Denpasar. Penentuan sampel manusia menggunakan teknik purposif sampling dengan jumlah 60 responden, dengan kriteria bekerja di lokasi penelitian lebih dari setahun, usia pekerja, tidak merokok dan bersedia menjadi responden. Data dikumpulkan dengan metode observasi dan wawancara kemudian dianalisis dengan metode ARKL dan di olah menggunakan Microsoft Excel 2016 dan IBM SPSS Versi 18,00. Hasil penelitian ini menunjukkan konsentrasi CO rata-rata pada hari kerja di kawasan Jalan Raya Puputan Renon Denpasar sebesar 7,69 ?g/m3 dan pada saat Car Free Day sebesar 0,16 ?g/m3. Semua konsentrasi CO masih di bawah nilai baku mutu. Nilai Intake (I) dan Risiko Questiens (RQ) tertinggi terhadap paparan CO terdapat pada hari kerja di kelompok Juru Parkir dengan mean Intake (I) sebesar 1,529x10-4 mg/kg/hari dan nilai Risiko Questiens (RQ) sebesar 1,98x10-5. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Nilai Intake (I) untuk risk agent CO di Kawasan Jalan Raya Puputan Niti Mandala Renon Denpasar tahun 2016 baik real time maupun life span pada hari kerja nilainya lebih tinggi dibandingkan pada saat Car Free Day.Nilai RQ hasil penelitian ? 1, artinya paparan risk agent CO belum menunjukkan risiko kesehatan nonkarsinogenik pada populasi berisiko.Kata kunci : Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan, Co, Hari Kerja, Car Free Day
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK BERHENTI MENGGUNAKAN NARKOBA PADA MANTAN PECANDU NARKOBA DI WILAYAH DENPASAR Merry S Afriani; Komang Ayu Kartika Sari
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 4 No 2 (2017): Desember (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.33 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2017.v04.i02.p03

Abstract

ABSTRAKBerhenti menggunakan narkoba merupakan kesulitan terberat bagi seorang pecandu karena sering sekali pecandu mengalami sugesti serta rasa sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku penggunaan, pemulihan kecanduan narkoba, dan proses pengambilan keputusan untuk berhenti. Metode kualitatif dengan rancangan studi kasus digunakan dalam penelitian ini, dimana lima orang informan dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan thematic analysis. Teknik pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara peer debriefing dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya dua informan yang melewati semua tahapan proses berhenti yang dimulai dari tahapan menilai informasi baru, melihat alternatif-alternatif yang ada, mempertimbangkan alternatif, membuat komitmen, dan bertahan meskipun ada feedback negatif. Faktor terbesar yang dapat mempengaruhi keberhasilan untuk berhenti menggunakan narkoba adalah niat kuat dalam diri dan adanya dukungan keluarga yang positif. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan berhenti menggunakan narkoba dipengaruhi oleh niat dan adanya dukungan positif dari keluarga.Kata Kunci : Pengguna Narkoba, Proses Pengambilan Keputusan, Dukungan Keluarga ABSTRACTQuitting drugs is one of the most challenging goal for a drug addict because the addicts frequently face withdrawal and pain. This study aims to describe drugs use behavior, rehabilitation of drug addiction and decision-making process to quit drugs. Qualitative method with case study approach was applied on this study. Five informants were selected by purposive sampling. Data were collected by in-depth interviews which then analysed with thematic analysis. Data validity techniques applied for the study were peer debriefing and literature review. Study result revealed only two informants went through all stages of quitting process, starting from receiving new information, exploring available alternatives, making commitment and sustaining despite presence of negative feedbacks. The biggest factors that influence success of quitting drugs are strong internal motivation and positive family supports. This study showed that strong internal motivation and positive family supports are influential to the success of quitting drugs.Keywords: Drug, Decide, Family support
SURVEI ENTOMOLOGI, MAYA INDEX DAN PERILAKU PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK TERHADAP KEPADATAN LARVA AEDES SPP DI DESA KEDIRI, TABANAN I Gede Pandu Wiranatha; Sang Gede Purnama
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 1 (2018): Juni (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.378 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i01.p08

Abstract

ABSTRAK Desa Kediri merupakan daerah endemis DBD di Kabupaten Tabanan. Perilaku masyarakat dalam membersihkan tempat perkembangbiakan nyamuk tidak dilakukan secara rutin dan banyaknya wadah yang dapat menjadi tempat penampungan air terutama pada musim hujan sehingga berdampak pada rendahnya angka bebas jentik (ABJ) dan berisiko dalam menyebarkan demam berdarah dengue di lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui situasi larva, maya index dan perilaku (pengetahuan, sikap, tindakan) terhadap kepadatan larva Aedes spp Penelitian ini termasuk jenis observasional analitik dan waktu pelaksanaannya termasuk penelitian cross sectional. Data diperoleh dianalisis untuk mengetahui hubungan antar variabel bebas dan tergantung meliputi pengetahuan, sikap, tindakan, pendidikan, pekerjaan, maya index, container index (CI), house index (HI) dan breteau index (BI). Hasil penelitian menunjukkan dari survei entomologi yang didapatkan house index sebesar (33,11%), container index (10,44%), breteau index (54,54%) dan angka bebas jentik (66,89%). Maya index dalam kategori tinggi dan kontainer jenis bak mandi di dalam rumah positif paling banyak ditemukan (58,8%) sedangkan luar rumah positif pada ban bekas (28%). Hasil pengetahuan tergolong baik dan tingkat pendidikan tergolong tinggi sedangkan pada pekerjaan responden kebanyakan bekerja. Tindakan paling berpengaruh besar terhadap kepadatan larva. Diharapkan masyarakat lebih berperan aktif dalam pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M plus dan petugas kesehatan meningkatkan penyuluhan serta pemantauan jentik secara berkala.Kata kunci: Larva Index, Perilaku, Karakterisitik, Aedes spp.
TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU WANITA USIA SUBUR TERHADAP DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DENGAN METODE SADARI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS III DENPASAR UTARA TAHUN 2017 A.A Istri Cinya Dewi; Desak Nyoman Widyanthini; Ni Made Dian Kurniasari
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 4 No 2 (2017): Desember (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.607 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2017.v04.i02.p08

Abstract

ABSTRAKKanker tertinggi yang diderita wanita di Provinsi Bali masih ditempati oleh kanker payudara dan terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2014 terdapat 198 kasus kanker payudara dengan CFR sebesar 2%, sedangkan pada tahun 2015 kejadian kanker payudara meningkat menjadi 380 kasus dengan CFR sebesar 10% . Kasus tertinggi terdapat di Kota Denpasar sebanyak 65% atau 248 kasus dengan CFR sebesar 15%. Dari sebelas Puskesmas yang ada di Kota Denpasar, 15% kasus kanker payudara berada di Puskesmas III Denpasar Utara dan kasus kematian sebanyak 3 orang terdapat di Kelurahan Peguyangan di wilayah Puskesmas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku wanita usia subur terhadap deteksi dini kanker payudara dengan metode SADARI di wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi sebanyak 7920 WUS, dengan sampel sebanyak 94 responden yang diambil dengan teknik Cluster sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner kemudian dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian 47,87% responden memiliki pengetahuan cukup, 53,19% bersikap kurang dan sebagian besar WUS (63,83%) tidak melakukan SADARI. Adanya kencendrungan tingkat pengetahuan yang paling banyak pada kategori cukup maka dapat menyebabkan sikap yang kurang pula, kemudian dapat berkaitan dengan rendahnya WUS yang melakukan deteksi dini kanker payudara dengan metode SADARI.Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan Metode SADARI ABSTRACTBreast cancer is the highest cancer suffered by women in Bali Province and its number continues to increase every year. In 2014, there were 198 breast cancer cases with CFR of 2%, meanwhile in 2015 the incidence of breast cancer increased to 380 cases with 10% CFR. The highest cases found in Denpasar City with 65% or 248 cases and 15% CFR. A 15% of them were found in working area of Puskesmas III North Denpasar with 3 fatalities found in Kelurahan Peguyangan. This study aimed to identify knowledge, attitude and behaviour related to early breast cancer detection using breast self-examination among reproductive age women in the working area of Puskesmas III North Denpasar 2017. This was a descriptive quantitative study with cross-sectional design. There were 7,920 population of reproductive age women, then a sample of 94 women were derived using a Cluster Sampling technique. Data were gained through interview using structured questionnaire and analysed descriptively. The results showed that 47,87% respondents had enough knowledge; 53,19% had less attitude and 63,83% had not practiced early breast cancer detection using breast self-examination. Most of the respondents only had enough knowledge, which might lead to their lack of attitude and also caused less practiced of breast self-examination.Keywords: knowledge, attitude and behaviour, early breast cancer detection using breast self-examination
PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI TENTANG KEKERASAN PEREMPUAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI DI KOTA DENPASAR TAHUN 2017 Gusti Ayu Purnama Dewi; Ni Made Dian Kurniasari; I Ketut Tangking Widarsa
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 2 (2018): Desember (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.474 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i02.p07

Abstract

ABSTRAK Kekerasan terhadap perempuan merupakan masalah kesehatan masyarakat karena berdampak pada kesehatan reproduksi. Prevalensi kekerasan perempuan di dunia maupun di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan kasus kekerasan dapat disebabkan oleh faktor seperti pengetahuan dan sikap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri tentang kekerasan perempuan dan dampaknya terhadap kesehatan reproduksi di Kota Denpasar Tahun 2017.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian adalah 96 siswi kelas VII dan VIII SMP yang dipilih dengan teknik multistage random sampling dan simple random sampling. Pengumpulan data pengetahuan dan sikap dilakukan dengan menggunakan kuesioner terstuktur dan data dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian didapatkan 78,1% remaja putri memiliki pengetahuan baik, 15,6% memiliki pengetahuan cukup, dan 6,3% memiliki pengetahuan kurang. Hasil untuk sikap terhadap kekerasan perempuan didapatkan 67,7% remaja putri memiliki sikap baik dan 32,3% memiliki sikap cukup. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar remaja putri memiliki tingkat pengetahuan baik serta lebih dari setengah memiliki sikap menolak kekerasan perempuan. Disarankan kepada pihak sekolah untuk meningkatkan peran guru BK dan juga mengaktifkan peran PIK-R dalam upaya meningkatkan pemahaman para remaja tentang dampak negatif jangka panjang dari kekerasan, sehingga para remaja tersebut memiliki keberanian untuk melapor bila menjadi korban kekerasan dikemudian hari. Kata Kunci: pengetahuan, sikap, kekerasan terhadap perempuan (KtP), kesehatan reproduksi, remaja putri ABSTRACT Violence against women is a public health problem because it impacts reproductive health. The prevalence of female violence in the world and in Indonesia has increased from year to year. Increased cases of violence can be caused by factors such as knowledge and attitudes. The purpose of this study was to determine the knowledge and attitudes level of young women about female violence and its impact on reproductive health in Denpasar City in 2017. This research is a quantitative descriptive study with cross-sectional design. The research sample was 96 class VII and VIII junior high school students, who selected by multistage random sampling and simple random sampling techniques. Knowledge and attitude data collection was carried out using a structured questionnaire and the data were analyzed descriptively. The results showed 78.1% of young women had good knowledge, 15.6% had sufficient knowledge, and 6.3% had less knowledge. The results for attitudes towards female violence obtained 67.7% of young women had good attitudes and 32.3% had sufficient attitudes. It can be concluded that the majority of young women have a good level of knowledge and more than half have attitudes to resist female violence. It is suggested to the school to increase the role of BK teachers and also activate the role of PIK-R in an effort to increase the understanding of adolescents about the long-term negative effects of violence, so that these youth have the courage to report if they become victims of violence in the future. Keywords: knowledge, attitudes, violence against women (KtP), reproductive health, adolescent girls
DUKUNGAN SUAMI TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU YANG MEMILIKI BAYI USIA 6-24 BULAN DI KOTA DENPASAR TAHUN 2017 Seshia Arma Dwi Permata; I Ketut Tangking Widarsa; Ni Made Dian Kurniasari
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 1 (2018): Juni (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.768 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i01.p04

Abstract

ABSTRAKASI eksklusif merupakan pemberian Air Susu Ibu (ASI) saja selama minimal enam bulan tanpa memberikanmakanan pendamping ASI (MP-ASI) lainnya. Pemerintah Indonesia telah menggalakkan program pemberian ASIEksklusif sejak tahun 1990 dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM) Nasional Cakupan ASI Eksklusif sebesar80% (Depkes, 2015). Namun, cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih di bawah target yang telah ditetapkan.Bahkan cakupan ASI eksklusif di Denpasar tahun 2016 menurun tajam hingga mencapai 46,1% saja. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk menganalisis dukungan suami terhadap pemberian ASI eksklusif pada ibu yangmemiliki bayi usia 6-24 bulan di Kota Denpasar Tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian analitikkuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional, yang dilakukan di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas IDenpasar Barat dan Puskesmas II Denpasar Utara, jumlah sampel sebanyak 96 orang dan menggunakan teknikmultistage random sampling melalui pembagian kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari setengahresponden mendapatkan dukungan yang baik dari suami, baik itu dukungan dukungan informasional (66,7%),dukungan penilaian (63,5%), dukungan instrumental (62,5%), dan dukungan emosional (61,5%). Disimpulkanbahwa dukungan suami memiliki pengaruh sebesar 80,2% dimana terdapat dua variabel yang berpengaruhpositif terhadap pemberian ASI eksklusif yaitu dukungan informasional (OR: 124,15; 95% CI: 10,50 - 1467,23) sertadukungan instrumental (OR: 15,75; 95% CI: 2,40 - 103,31), yang masih dalam kategori kurang adalah suami jarangmenyediakan peralatan ASI perah dan jarang membimbing ibu cara memerah dan memberikan ASI perahkepada bayi. Disarankan untuk meningkatkan peran serta suami dengan cara memberikan edukasi sejak dinioleh petugas kesehatan khususnya bidan terkait ASI eksklusif sehingga suami dapat memberikan dukunganyang positif kepada ibu.Kata kunci : Dukungan Suami, ASI eksklusif, bayi usia 6-24
PENGETAHUAN DAN PERSEPSI WANITA USIA SUBUR TERHADAP RUANG LAKTASI DI INSTANSI PEMERINTAH WILAYAH KOTA DENPASAR TAHUN 2017 Nyoman Triana Ayati; Ketut Hari Mulyawan; I Ketut Tangking Widarsa
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 4 No 2 (2017): Desember (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.231 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2017.v04.i02.p04

Abstract

ABSTRAKTantangan dalam pemberian ASI salah satunya dihadapi oleh para ibu bekerja yang merasa kesulitan untuk memberikan ASI maupun memerah ASI pada waktu kerja, baik dikarenakan tidak adanya fasilitas, cuti melahirkan yang tidak fleksibel sampai tidak diberikannya kesempatan menyusui. Pada tahun 2013 telah diterbitkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 15 tahun 2013 tentang tata acara penyediaan fasilitas khusus menyusui atau memerah air susu ibu seperti ruang laktasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan persepsi Wanita Usia Subur (WUS) yang bekerja terhadap ruang laktasi di instansi pemerintah wilayah Kota Denpasar tahun 2017. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian adalah 79 WUS yang bekerja. Pemilihan tempat kerja yaitu instansi pemerintah yang memiliki ruang laktasi di Wilayah Kota Denpasar dan pemilihan sampel secara stratified proportional random sampling. Pengumpulan data pengetahuan dan persepsi dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian didapatkan 72,2% WUS memiliki pengetahuan baik, 27,8% memiliki pengetahuan cukup, dan tidak ada yang memiliki pengetahuan kurang. Untuk persepsi terhadap ruang laktasi didapatkan 64,6% WUS memiliki persepsi baik dan 35,4% memiliki persepsi kurang baik. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar WUS memiliki tingkat pengetahuan baik serta lebih dari setengah memiliki persepsi yang baik terhadap ruang laktasi. Disarankan agar menyediakan ruang laktasi sesuai dengan ketentuan serta mendukung ruang laktasi tersebut dengan meningkatkan peran tenaga kesehatan dan atasan tempat bekerja agar lebih mensosialisasikan pemanfaatan ruang laktasi.Kata Kunci: awareness, perception, lactation room, reproductive age women ABSTRACTWorking mothers faces challenges to provide exclusive breastfeedings due to limited facility to breastfed or to express breast milk within working hours, inflexible maternity leave and no breastfeeding time within working hours. In 2013, the Ministry of Health (MoH) adopted MoH regulation (Permenkes) No 15/2013 about standard procedure to provide breastfeeding or expressing breast milk facility, such those called as “ruang laktasi”/lactation room. This study aims to explore awareness and perception of reproductive age working women (WUS) on lactation room at governments institution in City of Denpasar in 2017. This was a descriptive quantitative study with cross-sectional design. Study sample were 79 WUS. Working places included on the study were those that have lactation room and samples were selected by stratified random sampling. Data on awareness and perception were collected using questionnaire and analysed with descriptive analysis. From the study, 72.2% WUS have good awareness, 27.8% have moderate awareness and none with low awareness. For the perception on lactation room, 64.6% WUS have good perception and 35.4% have lower perception on lactation room. It can be concluded that the majority of working women have good awareness, and more than half have good perception on lactation room. It is recommended to provide lactation room and to support improvement of lactation room by improving role of health workers and supervisors at work places to extend socialization of the lactation room.Keywords: pengetahuan, persepsi, ruang laktasi, WUS
ANALISIS LAMA RAWAT INAP PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI PEMBEDAHAN MASTEKTOMI DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT (RSUP) SANGLAH TAHUN 2016 Debby Amanda Putri Tarigan; Ni Made Dian Kurniasari; Ketut Hari Mulyawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 2 (2018): Desember (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.678 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i02.p03

Abstract

ABSTRAK Di Indonesia jenis kanker tertinggi yang diderita wanita adalah kanker payudara dengan angka kejadian 2,2% dari 1000 perempuan (Depkes RI, 2012). Salah satu jenis pengobatan yang dapat dilakukan pasien kanker adalah dengan melakukan pembedahan mastektomi sehingga pasien harus rawat inap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lama rawat inap pasien kanker payudara yang menjalani pembedahan masektomi dan faktor yang mempengaruhinya di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. Desain penelitian menggunakan analitik kohort retrospektif. Sebanyak 89 sampel penelitian yaitu pasien yang menjalani pembedahan mastektomi di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah pada tahun 2016 diambil secara acak sederhana. Pengumpulan data berasal dari catatan rekam medis pasien. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Kaplan Meier, Log Rank dan Regresi Cox. Hasil penelitian menunjukkan median lama rawat inap pasien kanker payudara yang menjalani pembedahan mastektomi di RSUP Sanglah Denpasar tahun 2016 adalah 9 hari. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat stadium pasien kanker payudara (HR=7,19 , 95%CI= 2,88-17,95) dan riwayat kemoterapi yang dilakukan pasien (HR = 5,47 , 95%CI = 3,12-9,59) terhadap lama rawat inap pasien kanker payudara yang menjalani pembedahan mastektomi, serta dari penelitian ini dapat dilihat bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara umur (HR= 1,37, 95%CI = 0,85-2,21) dan ukuran tumor (HR=2.63, 95%CI= 0,79-8,68) terhadap lama rawat inap pasien kanker payudara yang menjalani pembedahan mastektomi. Kata kunci: Kanker Payudara, Lama Rawat Inap, Pembedahan Mastektomi ABSTRACT In Indonesia the highest type of cancer suffered by women is breast cancer with an incidence rate of 2.2% of 1000 women (Depkes RI, 2012). One type of treatment that can be done by cancer patients is by performing a mastectomy surgery so that patients must be hospitalized. The purpose of this study was to determine the length of stay of breast cancer patients undergoing masectomy surgery and the factors that influenced it at Sanglah Central General Hospital. This research was conducted at the Sanglah Central General Hospital. The study design used a retrospective cohort analytic. A total of 89 study samples, namely patients who underwent mastectomy surgery at Sanglah Central General Hospital in 2016, were taken by simple random sampling. Data collection comes from the patient's medical record. Data analysis was performed with Kaplan Meier statistical tests, Log Rank and Cox Regression. The results showed the median length of stay for breast cancer patients undergoing mastectomy surgery at Sanglah Hospital Denpasar in 2016 was 9 days. The analysis showed a significant relationship between the stage of breast cancer patients (HR = 7.19, 95% CI = 2.88-17.95) and the history of chemotherapy performed by patients (HR = 5.47, 95% CI = 3 , 12-9,59) to the length of stay of breast cancer patients undergoing mastectomy surgery, and from this study it can be seen that there is no significant relationship between age (HR = 1.37, 95% CI = 0.85-2, 21) and tumor size (HR = 2.63, 95% CI = 0.79-8.68) to the length of stay of breast cancer patients undergoing mastectomy surgery. Keywords: Breast Cancer, Length of Hospitalization, Mastectomy Surgery
UJI EFEKTIVITAS BATU VULKANIK DAN ARANG SEBAGAI MEDIA FILTER PENGOLAHAN AIR LIMBAH LAUNDRY DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PENGOLAHAN CONSTRUCTED WETLAND Made Pasek Arya Suwahdendi; I Gede Herry Purnama
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 1 (2018): Juni (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.065 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i01.p09

Abstract

ABSTRAKUsaha laundry saat ini tumbuh dengan pesat sehingga berpotensi untuk mencemari lingkungan karena air limbah yang dihasilkan seringkali dibuang ke badan air tanpa diolah terlebih dahulu. Salah satu pengolahan limbah yang dapat digunakan pada usaha laundry khususnya yang ada di Bali adalah sistem pengolahan air limbah model constructed wetland. Pada penelitian ini diketahui efektivitas model pengolahan air limbah Vertical Flow Subsurface Flow Constructed Wetland yang menggunakan media filter batu vulkanik kintamani dan arang kayu, serta menggunakan tanaman serai (Cymbopogon citratus) dalam mengolah air limbah laundry yang diukur berdasarkan parameter Total Fosfat dan Amonia. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas sistem penurunan Total Fosfat dan Amonia selama 5 minggu pada masing-masing reaktor, yaitu; reaktor 1 (50% batu vulkanik, 50% arang) sebesar 26,69%, reaktor 2 (75% batu vulkanik, 25% arang) sebesar 37,32%, reaktor 3 (25% batu vulkanik, 75% arang) sebesar 20,94%, reaktor 4 (100% batu vulkanik) sebesar 26,91%, reaktor 5 (100% arang) sebesar 55,17%. Berdasarkan hasil penelitian, reaktor sistem constructed wetland yang digunakan dalam penelitian ini belum efektif dalam mengolah air limbah laundry, apabila diterapkan pada laundry lainnya akan menghasilkan kinerja yang lebih rendah karena nilai parameter air limbah pada laundry lainnya dapat lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan laundry dalam penelitian ini.Kata kunci : Constructed Wetland, Batu Vulkanik, Arang, Total Fosfat, Amonia

Page 7 of 28 | Total Record : 278