cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ach.journal@unud.ac.id
Editorial Address
JL PB Sudirman Denpasar Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Archive of Community Health
Published by Universitas Udayana
ISSN : 2302139X     EISSN : 25273620     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Archive of Community Health menerbitkan hasil penelitian berhubungan dengan kesehatan masyarakat seperti kebijakan kesehatan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan kerja, promosi kesehatan, ekonomi kesehatan serta ilmu ilmu dasar yang berkaitan seperti bioteknologi kesehatan, biologi molekuler, bioinformatik dan genetik, tanaman, hewan, serta sel yang terkait dengan kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
KESEHATAN PARIWISATA: ASPEK KESEHATAN MASYARAKAT DI DAERAH TUJUAN WISATA I Made Ady Wirawan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 3 No 1 (2016): Juni (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2205.183 KB)

Abstract

SISTEM PEMELIHARAAN ANJING SEBAGAI SALAH SATU HEWAN PENULAR RABIES PADA PENDERITA RABIES DI PROVINSI BALI TAHUN 2011 pasek kardiwinata; Made Sutarga; made subrata; Putu Suariyani
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 1 No 1 (2012): Juni (2012)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.409 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2012.v01.i01.p08

Abstract

The number of cases of dog bites in the province of Bali has been a rise high enough. 2009, thenumber of dog bites 21 806 bite, the amount of gain VAR as many as 18 825 people, as many as27 people died. October 16, 2010 the number of bites as much as 44 629 bites, which get the VARas many as 38 982 people, as many as 62 people died. According Disnak (2010) maintance systemof dog conducted by the Balinese tend to be untied so the dogs are freely to enter and out of thehouse. An objective to be achieved in this study was to determine the system of dog maintancewhich is one of the animals transmi! ing rabies (HPR) in patients with rabies in Bali.The study design used was descriptive cross-sectional. The population in this study were all patients who die from the bite of HPR in Bali in 2010-2011, the sample was part of the patientpopulation rabies recorded in Bali Provincial Health O?  ce in 2010-2011 with a porpusivesampling techniquePeople with rabies who had HPR were 35.4%, HPR which were not given VAR about 63.6%, andmostly were detachable cages. The reason of  had dogs were to guard the house and hobbyists.Dogs that bite the sample were not known who were the owner / wild, so a$ er the bite were notknown its existence, it is di?  cult to observe, there were also death but were killed only a smallpart due to illnessIt showed that the mantaince system of dog were not good. The results of this study can be usedas a reference to  the stakeholders in order to prevent disease, especially rabies in dogs and themaintenance system. Future studies on rabies vaccination coverage in dogs and the preventionmodel in order to reduce the incidence of rabies in the Bali.
EFEK KONSUMSI BIO-YOGHURT DARI LACTOBACILLUS RHAMNOSUS SKG34 TERHADAP LIPID PROFILE PADA MANUSIA I Desak Putu Kartika Pratiwi; Komang Ayu Nocianitri; Wayan Redi Aryanta; Yan Ramona; I Dewa Made Sukrama; I Nengah Sujaya
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 2 No 1 (2013): Juni (2013)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.668 KB)

Abstract

This research was carried out to elucidate the eff ect of consumption bio-yoghurt produced byLactobacillus rhamnosus SKG34 on plasma lipid profi les in human. The study was performed usingpre and post analysis. Eleven healthy volunteers aged between 30-48 yeras old were participatedin this study. Each volunteers consumed 100g of bio-yoghurt containing L.rhamnosus SKG34 for 21 days. Blood samples were taken before the start of experiment and after 21 days of comsumption. Total cholesterol was measured using CHOP-POD method, while triglyceride determinedusing glycerol method, LDL and HD determined using homogenous method. Results of thestudy revealed that consumption of the bio-yoghurt lower values of plasma lipid concentrationsin hypercholesterolemia subjects. Total cholesterol, triglyceride and LDL was reduced within4.91%, 13.84%, and 8.24%, respectively, when compare to its concentrations before treatment.However, the plasma lipid concentrations in normal subjects were almost stable during thetreatment periods. Consumption of bio-yoghurt for 21 days had no eff ect on HDL-cholesterollevel. These results indicate that consumption of bio-yoghurt containing L.rhamnosus SKG34specifi cally lowered the concentrations of serum total cholesterol, LDL, and triglyceride onhypercholesterolemia subjects.
TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA LAYANAN MANGUPURA WOMAN SERVICES DI KABUPATEN BADUNG TAHUN 2016 Anak Agung Istri Ratna Maadnyani Dewi; Ni Made Sri Nopiyani
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 4 No 1 (2017): Juni (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.843 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2017.v04.i01.p06

Abstract

Sebuah upaya deteksi dini kanker payudara secara bergerak bernama ‘Mangupura Woman Services’ (MAWAS) telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Badung, Provinsi Bali. Penelitian tentang tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan MAWAS belum pernah dilaksanakan, untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat pengguna layanan MAWAS. Penelitian cross-sectional dilakukan di Kabupaten Badung terhadap 90 orang responden yang dipilih secara purposive dengan kriteria wanita usia subur yang pernah mengakses layanan MAWAS. Tingkat kepuasan masyarakat dilihat dari dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Data dianalisis menggunakan teknik Importance Performance Analysis dan diagram Kartesius. Skor tingkat kepentingan tertinggi adalah dimensi assurance (333,67) dan yang terendah adalah dimensi responsiveness (323). Skor tingkat kinerja tertinggi adalah dimensi empathy (310,25) dan terendah adalah dimensi reliability (293,6). Penilaian tingkat kesesuaian/kepuasan tertinggi adalah dimensi empathy (94,66%) dan terendah reliability (87,90%). Item-item yang menjadi prioritas utama pengembangan pelayanan adalah kenyamanan ruang pelayanan, keterampilan dan kemampuan petugas, pemberian informasi tentang prosedur pelayanan dan hasil pemeriksaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi tangible dan reliability belum memuaskan sedangkan dimensi responsiveness, assurance dan empathy sudah memuaskan pengguna layanan. Oleh karena itu, pihak pengelola program perlu melakukan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan petugas dalam hal pemberian layanan kepada masyarakat. Kata kunci: Kepuasan pasien, mobile screening, kanker payudara, Badung
AKSEPTABILITAS, UTILISASI DAN ADOPSI UPAYA PENANGGULANGAN HIV MELALUI KADER DESA PEDULI AIDS DARI PERSPEKTIF MASYARAKAT DI KOTA DENPASAR Ni Made Sri Nopiyani; Desak Putu Yuli Kurniati; Putu Ayu Indrayathi; Rina Listryowati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 2 No 2 (2013): Desember (2013)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2988.501 KB)

Abstract

Village AIDS Cadres (KDPA) Program has been conducted in Denpasar district since 2010. Despite the importance of community participation for a successful community based program, no research has been conducted to explore community perception regarding KDPA program.This research is aimed to explore community perceptions regarding acceptability, utilization, and adoption of the KDPA program from community perspective.The design used in this research is descriptive with qualitative data collection method through six focus group discussions in six villages in Denpasar. Data was analysed using thematic analysis.KDPA is well-accepted as it is perceived as an important issue to be tackled in the community. However, many opinions arise concerning who should be given the role "cadre". Lack of program introduction to the community, also high stigma and discrimination resulted in low utilization of the program. Villages with active KDPA have conducted a variety of HIV-related activities rarely carried out by the less active villages. There is Lack of community participation on HIV-related activities. Inequity of access to HIV information exists between adults and teenagers, between men and women, and between the member of traditional and non-traditional hamlets. Program adoption is hampered by the lack of commitment of village authorities and limited resources of KDPA program.The utilization and adoption of KDPA program are sub-optimal. Introduction of KDPA program to the community and provision of program resources should be improved.
UNLINKED ANONYMOUS SEROPREVALEN SURVEY HIV PADA IBU HAMIL DAN PERILAKU BERISIKO TERKAIT DI KABUPATEN KLUNGKUNG, BALI TAHUN 2011 putu Widarini; Putu Ayu Swandewi Astuti; Dinar Lubis; Putu Suariyani
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 1 No 2 (2012): Desember (2012)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.591 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2012.v01.i02.p03

Abstract

HIV dan AIDS di Provinsi Bali menduduki prevalensi kedua di Indonesia. Pekerja seks perempuan (PSP) merupakan kelompok berisiko dengan prevalensi HIV yang cukup tinggi dan sangat berpotensi menularkan HIV ke pelanggannya, yang selanjutnya berisiko terjadi penularan dari pelanggan ke pasangannya. Hasil studi yang melibatkan bidan praktek swasta di Denpasar menunjukkan persentase HIV pada ibu hamil sebesar 1,2%. Di Kabupaten Klungkung cukup banyak dijumpai café serta lokasi yang memungkinkan sebagai tempat transaksi seksual antara PSP dan pelanggan, dan belum pernah dilakukan eksplorasi terhadap  prevalensi HIV pada ibu hamil. Oleh karena itu penting untuk mengetahui kejadian HIV/AIDS pada ibu hamil di Kabupaten Klungkung. Penelitian ini merupakan penelitian survei potong lintang yang bersifat anonymous (unlinked anonymous survey) dengan populasi penelitian adalah semua ibu hamil di Kabupaten Klungkung, dan populasi terjangkau adalah ibu hamil yang melakukan ANC ke puskesmas. Jumlah sampel minimal pada penelitian 230 orang, yang dihitung berdasarkan asumsi prevalensi HIV pada ibu hamil (p=1,2%), tingkat kepercayaan 95% (?=5%), dan margin of error =1%. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik, riwayat kehamilan dan riwayat perilaku berisiko dan status HIV. Status HIV ditentukan berdasarkan  hasil pemeriksaan dari di Balai Lab Kesehatan Provinsi Bali. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan perangkat statistik. Ibu hamil rata-rata berusia 28 tahun, dengan pendidikan terbanyak adalah SMP dan SMA, sebanyak 58,7% merupakan kehamilan I dan II. Tidak ada ibu hamil yang HIV+, sehingga prevalensi HIV pada ibu hamil ditemukan sebesar 0%. Riwayat paparan terhadap risiko penularan IMS termasuk HIV&AIDS ditemukan pada 23,3% ibu hamil, yang terbanyak adalah riwayat keluhan infeksi menular seksual dan riwayat suami bekerja di luar kota. Dari penelitian dapat dilihat prevalensi HIV pada ibu hamil sebesar 0%, namun cukup banyak yang memiliki riwayat perilaku/paparan risiko. Rekomendasi untuk pihak terkait agar bisa melakukan pemantauan prevalensi HIV pada ibu hamil dengan mengembangkan program pencegahan penularan dari ibu ke anak (PMTCT).
PERILAKU PENYALAHGUNAAN SUBOXONE PADA KALANGAN PENGGUNA NAPZA SUNTIK DI WILAYAH KOTA DENPASAR DAN BADUNG Ni Nengah Wida Yasmari; Luh Putu Lila Wulandari; Desak Putu Yuli Kurniati; I Nyoman Gunarta; Ni Wayan Septarini
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 3 No 2 (2016): Desember (2016)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.406 KB)

Abstract

Penyediaan suboxone adalah salah satu upaya untuk mengobati dan mencegah dampak bahaya dari narkoba suntik di kalangan penasun,  dan juga mengurangi ketergantungan mereka pada obat-obatan. Namun, menurut data dasar dan observasi awal, ada indikasi bahwa suboxone  juga disalahgunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penyalahgunaan suboxone kalangan penasun dan mengidentifikasi faktor penentunya. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan mewawancarai 11 penasun di Denpasar dan Badung. Peserta dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Panduan wawancara digunakan selama wawancara. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis tematik. Penelitian ini mengungkapkan bahwa peserta memiliki pengetahuan sedang terkait suboxone. Ada beberapa yang bersikap positif terhadap suboxone di mana peserta menganggap bahwa suboxone efektif dalam mengurangi ketergantungan obat, terutama bila digunakan dengan benar. Sikap mereka positif  terhadap suboxone, namun bertentangan dengan perilaku mereka. Suboxone disalahgunakan dengan menyuntikkan, dan kadang-kadang digabungkan dengan obat lain. Faktor-faktor penentu penyalahgunaan suboxone,  adalah kurangnya kontrol dari penyedia layanan kesehatan dan regulasi yang kurang  pada peresepan suboxon, keamanan dan legalitas, pendekatan ekonomi, dorongan individu, kurangnya akses informasi yang akurat, dan juga konteks sosial dan lingkungan. Dukungan dan program pemberdayaan bagi penasun sangat penting  untuk mengganti keinginan mereka menyuntikkan suboxone selama terapi. Penguatan pemantauan intensif untuk mengendalikan penyalahgunaan suboxone, dengan mengkombinasikan dukungan dari pihak lain termasuk keluarga juga penting untuk keberhasilan pelaksanaan terapi suboxone.
KEPATUHAN REMAJA SMA NEGERI DI KOTA DENPASAR TERHADAP KESELAMATAN BERKENDARA (SAFETY RIDING) SEPEDA MOTOR Egiya Goldarosa Sinuraya; I Made Ady Wirawan; I Made Kerta Duana
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 1 (2018): Juni (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.678 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i01.p07

Abstract

ABSTRAKKecelakaan lalu lintas merupakan masalah global dan banyak terjadi setiap harinya, sehingga perlu mengetahui kepatuhan pengendara khususnya pengendara kendaraan bermotor tentang keselamatan berkendara (safety riding) terkait pengetahuan safety riding. World Health Organization menyatakan kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab utama kematian remaja di dunia pada rentang umur 15-29 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan remaja dengan kepatuhan safety riding di SMA Negeri di Kota Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain teknik cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 350 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara multisage random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dan studi dokumentasi kemudian data yang didapatkan diolah menggunakan software STATA. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan remaja terhadap kepatuhan safety riding termasuk dalam kategori tinggi, yaitu sebanyak 170 responden (69,96%) dan sikap responden terhadap kepatuhan safety riding memiliki sikap yang positif yaitu sebesar 157 responden (70,40%). Kepatuhan tentang safety riding termasuk dalam kategori patuh, yaitu sebanyak 241 responden (68,86%). Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin dengan kepatuhan safety riding (p=0,03). Responden dengan jenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 147 responden (73,50%) lebih patuh terhadap safety riding daripada responden dengan jenis kelamin laki-laki. Perlu diadakannya sosialisasi dan edukasi mengenai safety riding oleh pihak sekolah dan juga pihak yang berwenang. Selain itu remaja perlu meningkatkan pengetahuan safety riding dan menumbuhkan perilaku safety riding melalui pembinaan disiplin berlalu lintas dan mencari informasi tentang safety riding di media massa dan internet.Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Safety Riding, Kepatuhan, Remaja
DETERMINAN PERILAKU SADARI PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH PUSKESMAS KUTA UTARA TAHUN 2017 Ketut Sri Astuti; Komang Ayu Kartika Sari; Desak Putu Yuli Kurniati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 4 No 2 (2017): Desember (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.993 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2017.v04.i02.p07

Abstract

ABSTRAKPuskesmas Kuta Utara merupakan salah satu puskesmas perkotaan di Kabupaten Badung yang memiliki proporsi tertinggi (18,8%) wanita usia subur positif tumor atau benjolan pada payudara. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa perilaku Periksa Payudara Sendiri (SADARI) pada wanita usia subur masih rendah. Tujuan penelitian untuk mengetahui determinan perilaku SADARI pada wanita usia subur di wilayah Puskesmas Kuta Utara. Penelitian analitik ini menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 62 sampel wanita usia subur melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat (uji chi-square) dan multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (54,8%) wanita usia subur melakukan perilaku SADARI dengan baik. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa pendidikan (RP= 2,563; p=0,003; 95%CI: 1,174-5,594), tingkat pengetahuan (RP=2,143; p=0,003; 95%CI: 1,208-3,801), dan dukungan sosial (RP= 1,812; p=0,033; 95%CI: 1,266-2,594) memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku SADARI pada wanita usia subur. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap perilaku SADARI adalah tingkat pengetahuan (AOR=6,107; p=0,003; 95%CI: 1,879-19,851) dan dukungan sosial (AOR=11,807; p=0,033; 95%CI: 1,216-114,683). Simpulan dari penelitian ini yaitu tingkat pengetahuan dan dukungan sosial merupakan faktor yang berpengaruh terhadap perilaku SADARI. Petugas kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pemberian komunikasi, informasi, edukasi (KIE) dan dukungan peer group, khususnya bagi kelompok wanita usia subur yang memiliki perilaku SADARI yang masih rendah. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperdalam penelitian ini dengan menggunakan berbagai variabel yang belum diteliti.Kata kunci: SADARI, Wanita Usia Subur, Kualitatif ABSTRACTKuta Utara Health Center is one of the health centers in urban areas of Badung Regency that has the highest proportion (18,8%) of women of childbearing age who have positive breast tumors or lumps. The results of a preliminary study showed that the behavior of Breast Self-Examination (BSE) in women of childbearing age is still poor. The purpose of this study was to determine the determinants of BSE behavior in women of childbearing age in the North Kuta Health Center area. This analytic study used a cross sectional approach which was conducted on 62 samples of women of childbearing age through interviews using a questionnaire. Data was analysed using univariate, bivariate (chi-square test) and multivariate (logistic regression) analysis. The results showed that the majority (54,8%) of women of childbearing age performed BSE behavior well. Chi-square test results showed that education (PR = 2,563; p = 0,003; 95% CI: 1,174-5,594), level of knowledge (PR = 2,143; p = 0,003; 95% CI: 1,208-3,801), and social support (PR = 1,812; p = 0,033; 95% CI: 1,266-2,594) have a significant relationship with BSE behavior in women of childbearing age. Results of multivariate analysis showed that level of knowledge (AOR = 6,107; p = 0,003; 95% CI: 1,879-19,851) and social support (AOR = 11,807; p = 0,033; 95% CI: 1,216- 114,683) were the determinants of BSE behavior. The conclusion of this research is level of knowledge and social support are factors that influence BSE behavior. Health workers are expected to improve the provision of information, education and communication (IEC) and also peer groups support, especially for groups of women of childbearing age who have poor BSE behavior. Further researcher is expected to deepen this research by using various variables that have not been studied.Keywords: BSE, Women of childbearing age, Qualitative
PERSEPSI TENTANG MANFAAT SENAM YOGA TERTAWA TERHADAP KESEHATAN LANSIA DI KOTA DENPASAR I Kadek Abdi Kesuma Wijaya; Ni Komang Ekawati; Ni Wayan Arya Utami
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 2 (2018): Desember (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.843 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i02.p06

Abstract

ABSTRAK Lanjut usia menurut definisi dari World Health Organization (WHO) adalah orang yang berusia 60 tahun keatas. Lansia sangat rentan untuk terkena penyakit. Beberapa penyakit yang dialami oleh lansia adalah hipertensi, rematik, diabetes mellitus, gagal jantung dan lain-lain. Selain upaya penanganan kesehatan yang dibuat pemerintah, terdapat kegiatan lain yang dapat menangani masalah kesehatan pada lansia yaitu senam yoga tertawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi tentang manfaat senam yoga tertawa terhadap kesehatan lansia di Kota Denpasar.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi yang menggunakan metode pengumpulan data dengan Focus Group Discussion dan wawancara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar lansia memandang di usia 60 tahun keatas akan rentan terkena penyakit serius. Lansia yang mengikuti senam yoga tertawa didorong atas 2 faktor yaitu faktor internal dikarenakan ingin sembuh dan menjadi lebih sehat, serta faktor eksternal disebabkan oleh dukungan keluarga. Tidak ada hambatan yang dirasakan lansia dalam mengikuti senam yoga tertawa. Hal ini dikarenakan mereka termotivasi untuk sehat dan sembuh dari penyakit serta dukungan dari keluarga.Kesimpulan bahwa persepsi lansia terhadap manfaat senam yoga tertawa adalah sakit yang dirasakan berkurang dan lebih sehat. Jadi dapat disarankan senam yoga tertawa dapat diterapkan sebagai alternatif untuk membantu lansia dalam mengatasi masalah kesehatan dan bagi penelitian selanjutnya dapat dijadikan dasar penelitian dalam hal kesehatan lansia dan yoga. Kata Kunci: persepsi, senam yoga tertawa, lansia, kesehatan mental, Denpasar ABSTRACT The elderly according to the definition of the World Health Organization (WHO) are people aged 60 years and over. The elderly are very susceptible to disease. Some diseases experienced by the elderly are hypertension, rheumatism, diabetes mellitus, heart failure and others. In addition to health care efforts made by the government, there are other activities that can handle health problems in the elderly, namely laughing yoga exercises. This study aims to determine perceptions about the benefits of laughing yoga exercises on the health of the elderly in Denpasar City. This research is a qualitative study using a phenomenological approach that uses data collection methods with Focus Group Discussion and in-depth interviews. Based on the results of the study, most of the elderly looked at the age of 60 years and over will be vulnerable to serious illness. The elderly who attend yoga exercises are encouraged to push for 2 factors: internal factors due to wanting to recover and become healthier, and external factors caused by family support. There are no obstacles felt by the elderly in participating in the laughing yoga exercises. This is because they are motivated to be healthy and recover from illness and support from the family. The conclusion that the elderly's perception of the benefits of laughing yoga is a pain reduction and healthier. So it can be suggested laughing yoga exercises can be applied as an alternative to helping the elderly in overcoming health problems and for further research can be used as a basis for research in terms of health of the elderly and yoga. Keywords: perception, laughing yoga exercises, elderly, mental health, Denpasar

Page 6 of 28 | Total Record : 278