cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2024)" : 7 Documents clear
PENGEMBANGAN MEDIA V-ARTRACTIVE PADA MATERI SENI MUSIK DI SMP NEGERI 1 LEBAK WANGI Yuniarti Sarinande; Syamsul Rizal; Alis Triena Permana sari
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v9i1.24574

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan media pembelajaran dan menguji kelayakan media, dengan tujuan penelitian, menghasilkan media pembelajaran, dan mengetahui kelayakan video pembelajaran tersebut. Pengembangan media V-ARTractive menjadi sebuah media pembelajaran guna memberikan sebuah pengalaman belajar yang baru di SMP Negeri 1 Lebak Wangi. Pengembangan ini menggunakan metode Research and Development. Model yang digunakan, model Hannafin and Peck yang meliputi, need assessment, desain, dan develop and implement. Hasil penelitian menhasilkan media pembelajaran V-ARTractive,serta hasil analisis data validasi produk oleh ahli media dan materi memperoleh persentase 86% dan 88%. Hal ini menunjukkan bahwa media V-ARTractive layak digunakan.Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran, Seni Musik
JURUS SILAT KASERANGAN TERHADAP KOMPETENSI TEKNIK DASAR TARI PENDIDIKAN SENI PERTUNJUKAN UNTIRTA wiwin purwinarti
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v9i1.24510

Abstract

ABSTRACT Based on the data studied, the writing  of Kaserangan Silat Styles on Basic Dance Technique Competencies of Untirta Performing Arts Education, the aim of this writing is to describe how important it is to master Pencak Silat, in this case Kaserangan Silat, with the basic techniques learned by Performing Arts Education students Untirta .Kaserangan Silat is Pencak Silat from several  styles in Serang Regency which were collected together with Paguron - Paguron in Serang Regency,Pencak Silat is a subject that is not easy to learn both theoretically and practically, because Pencak Silat is a science that shapes a person's personality through a scientific culture that is different from pencak silat. The presentation is in the form of a description of the standard Kaserang Silat moves and their relationship to basic dance techniques which are supporting skills to develop Performing Arts Education students in basic dance technical competencies. Keywords: Basic Dance Techniques, Pencak Silat, Kaserangan Silat ABSTRAK Berdasarkan data yang dikaji penulisan Jurus Silat Kaserangan terhadap Kompetensi Teknik Dasar Tari Pendidikan Seni Pertunjukan Untirta bertujuan penulisan ini adalah untuk mendeskrisikan betapa pentingnya penguasaan Pencak Silat, dalam hal ini Silat Kaserangan dengan teknik dasar yang dipelajari oleh mahasiswa Pendidikan Seni Pertunjukan Untirta .Adapun Silat Kaserangan merupakan Pencak Silat dari beberapa jurus Baku yang berada di Kabupaten Serang yang dikumpulkan bersama Paguron - Paguron di Kabupaten Serang,Pencak Silat merupakan suatu mata kuliah yang tidak mudah dipelajari baik secara teoritis maupun praktis, karena Pencak Silat merupakan suatu ilmu yang membentuk kepribadian seseorang melalui budaya keilmuan yang berbeda dengan pencak silat. Pemaparan berupa deskriftif tentang jurus baku Silat Kaserang serta keterkaitan dengan teknik dasar tari yang merupakan penunjang skill untuk mengolah mahasiswa Pendidikan Seni Pertunjukan dalam kempetensi teknik dasar tari. Kata Kunci : Teknik Dasar Tari, Pencak Silat, Silat Kaserangan
Questioning the role of puppet masters today Jungkung Setyo Utomo; Sugeng Nugroho; Aris Setiawan
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v9i1.24183

Abstract

The development of the times has brought significant changes in various aspects of life, including traditional arts. One of the traditional arts that still exists and is undergoing transformation is shadow puppetry. The puppeteer, as the leader of the wayang kulit performance, has a central role in maintaining the continuity and relevance of this art. This research aims to document and analyze the role of shadow puppet puppeteers in the current cultural and social context. The research methods used were participatory observation and in-depth interviews with several active puppeteers. Research findings reveal that the role of the puppeteer is not only limited to presenting traditional stories, but also involves adaptation to contemporary realities. Modern puppeteers are faced with the challenge of maintaining the authenticity of the art of shadow puppetry while meeting the expectations and interests of today's audiences. Apart from that, the role of the puppeteer also involves educational and cultural preservation functions. The puppeteer acts as an intellectual leader who is able to convey moral and social messages through wayang stories. They are also involved in educating the younger generation about traditional values and cultural history through wayang performances. The results of this research provide in-depth insight into the role of shadow puppet puppeteers in a modern context. The sustainability of this art not only depends on maintaining tradition, but also on the ability of the puppeteer to adapt to the dynamics of the times. Therefore, this research makes an important contribution in understanding how traditional arts such as shadow puppetry can remain relevant and develop in the contemporary era
Kajian Estetika Tari Setra Sari karya Gugum Gumbira Herly Merliana; Farah Nurul Azizah
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v9i1.24651

Abstract

Setra Sari Dance is a Jaipongan dance repertoire by a maestro named Gugum Gumbira Tirasonjaya in 1981 as an industrial necessity at that time, namely one of the promotions of Jaipongan's cassette song entitled Serat Salira. This dance is unique and different from other Jaipongan dance works, especially in the smooth character of the movements and colors of the clothes. Therefore, the author is interested in exploring the aesthetic elements of dance, so qualitative research and Djelantik’s intrumental aesthetic theory are used with a descriptive analysis method approach that goes through stages of data mining such as literature study, observation, and data analysis. Based on the results of the analysis, it was concluded that the Setra Sari dance was formed by three main elements, namely; form, consisting of form and structure. The structure includes; choreographic structure, dance accompaniment, and make-up. Weight or content, including; atmosphere, ideas, and messages. Appearance or presentation, including; talents, skills, and means or media. These three elements are dance aesthetics that are the identity of the Setra Sari dance. Keywords: Dance Aesthetics, Setra Sari Dance, Gugum Gumbira
Korelasi Imajinasi dan Kreativitas Peserta Didik SMP Dalam Berkarya Seni Ilustrasi Shabrina Amelia Evanti; Warih Handayaningrum; Eko Wahyuni Rahayu
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v9i1.23577

Abstract

Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui bagaimana imajinasi dan kreativitas dapat mempengaruhi peserta didik dalam menentukan ide saat berkarya seni ilustrasi, kemudian untuk mengetahui apakah ada korelasi antara kreativitas dan kreativitas peserta didik dalam berkarya seni ilustrasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif menggunakan studi literatur atau studi kepustakaan dengan melibatkan pengumpulan referensi dari penelitian sebelumnya untuk membuat kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yakni hubungan atau korelasi antara kreativitas dan kreativitas memberikan ruang kebebasan berekspresi yang mendorong peserta didik untuk menghasilkan karya yang penuh dengan inovasi. Imajinasi memberikan kebebasan untuk menjelajahi ide yang tak terbatas. Hubungan antara imajinasi dan kreativitas dalam karya seni gambar ilustrasi, menciptakan lingkungan di mana peserta didik dapat mencoba konsep baru, mengungkapkan diri, dan membuat karya seni yang unik dan bermakna
ANALISIS PEMAHAMAN ESTETIKA ANAK DALAM KEMAMPUAN BERKARYA DARI ANYAMAN BAMBU DI DESA JEPANG KUDUS Ika Nur Hidayah; Imaniar Purbasari; Nur Fajrie
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v9i1.24382

Abstract

3nur.fajrie@umk.ac.idABSTRACT               Woven bamboo crafts are handicrafts made from bamboo. Examples of woven bamboo crafts include ekrak, besek, tambir, kalo, basket, winnowing, dunak, tebok, irig, mat, and gedheg (room divider). However, the problem that exists is the low aesthetic understanding of children regarding woven bamboo crafts. The solution given is to invite children to carry out artistic activities making woven bamboo crafts. In this study, researchers used qualitative research with a narrative approach that analyzed the work created by children. The method of carrying out activities is by creating art. The results of this research activity are that by inviting children to do woven bamboo craft arts activities, it does not only give them experience. However, it also stimulates children's artistic aesthetic development. The results of the field research also found that the children in Kudus Japan Village have talent. This talent can be seen from the children's ability to develop creativity and innovation in creating various forms of woven bamboo crafts that reflect the aesthetics and culture of local wisdom. Apart from that, the children also showed an increase in their abilities, both knowledge and skills, in understanding the aesthetic value of making woven bamboo crafts. Keywords: children's understanding of aesthetics, creating art, bamboo weaving ABSTRAKKerajinan anyaman bambu adalah sebuah kerajinan tangan yang terbuat dari bahan bambu. Contoh kerajinan anyaman bambu seperti ekrak, besek, tambir, kalo, keranjang, tampah, dunak, tebok, irig, tikar, dan gedheg (pembatas ruangan).  Namun, demikian, masalah yang ada adalah rendahnya pemahaman estetika anak tentang kerajinan anyaman bambu. Solusi yang diberikan yakni dengan mengajak anak-anak melakukan kegiatan berkarya seni membuat kerajinan anyaman dari bambu. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif yang menganalisis dari hasil karya yang dibuat oleh anak. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan cara berkarya seni. Hasil dari kegiatan penelitian ini adalah bahwa dengan mengajak anak melakukan kegiatan berkarya seni kerajinan anyaman bambu tidak hanya memberikan pengalaman kepada mereka saja. Namun, juga merangsang perkembangan estetika seni anak. Hasil penelitian lapangan juga menemukan bahwasannya anak-anak yang ada di Desa Jepang Kudus memiliki bakat, bakat tersebut dapat dilihat dari mampunya anak-anak dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam menciptakan berbagai bentuk kerajinan anyaman bambu yang mencerminkan estetika dan budaya kearifan lokal. Selain itu, anak-anak juga menunjukkan peningkatan kemampuan  baik pengetahuan maupun keterampilannya dalam memahami nilai estetika yang ada pada pembuatan kerajinan anyaman bambu.Kata Kunci : pemahaman estetika anak, berkarya seni, anyaman bambu
ANALISIS PEMAHAMAN ANAK MELALUI KEGIATAN BERKARYA SENI GERABAH DI DESA MAYONG LOR JEPARA Muhammad Dwi Harmanto; Imaniar Purbasari; Nur Fajrie
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 9, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/jpks.v9i1.24381

Abstract

ABSTRACT                               Pottery is a handicraft made from clay. Examples of pottery are pots, jars, jugs, flower vases, piggy banks, thief jugs, etc. However, the problem that exists is the low aesthetic understanding of children about pottery crafts. The solution given is to invite children to carry out artistic activities making pottery crafts from clay. In this study, researchers used qualitative research with a narrative approach that analyzed the work created by children. The method of carrying out activities is by creating art. The results of this research activity are that inviting children to do pottery craft activities does not only give them experience. However, it also stimulates children's artistic aesthetic development. The results of field research also found that children in Mayong Lor Village have talent. This talent can be seen from the children's ability to develop creativity and innovation in creating various forms of pottery crafts that reflect the aesthetics and culture of local wisdom. Apart from that, the children also showed an increase in their abilities, both knowledge and skills, in understanding the aesthetic value of making pottery crafts. Keywords: children's understanding, creating art, pottery, Mayong Lor ABSTRAKGerabah merupakan sebuah kerajinan tangan yang dibuat dari tanah liat. Contoh gerabah yaitu belanga, tempayang, kendi, vas bunga, celengan, kendi maling dll. Namun, demikian, masalah yang ada adalah rendahnya pemahaman estetika anak tentang kerajinan gerabah. Solusi yang diberikan yakni dengan mengajak anak-anak melakukan kegiatan berkarya seni membuat kerajinan gerabah dari tanah liat. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan naratif yang menganalisis dari hasil karya yang dibuat oleh anak. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan cara berkarya seni. Hasil dari kegiatan penelitian ini adalah bahwa dengan mengajak anak melakukan kegiatan berkarya seni kerajinan gerabah tidak hanya memberikan pengalaman kepada mereka saja. Namun, juga merangsang perkembangan estetika seni anak. Hasil penelitian lapangan juga menemukan bahwasannya anak-anak yang ada di Desa Mayong Lor memiliki bakat, bakat tersebut dapat dilihat dari mampunya anak-anak dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam menciptakan berbagai bentuk kerajinan gerabah yang mencerminkan estetika dan budaya kearifan lokal. Selain itu, anak-anak juga menunjukkan peningkatan kemampuan  baik pengetahuan maupun keterampilannya dalam memahami nilai estetika yang ada pada pembuatan kerajinan gerabah.Kata Kunci : pemahaman anak, berkarya seni, gerabah, Mayong Lor

Page 1 of 1 | Total Record : 7