cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
fondasi@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman KM.3, Cilegon, 42435, Telephone (0254)395502 Ext. 19 Phone: (0254)395502 Ext.19
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Fondasi: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 23024976     EISSN : 25031511     DOI : http://dx.doi.org/10.36055/jft.v9i1.7440
Core Subject : Engineering,
Terbitan berkala yang mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan pengembangan sains dan teknologi dalam bidang teknik sipil (Struktur, Transportasi, Geoteknik, Sumber Daya Air dan Manajemen Konstruksi) sebagai bentuk kekayaan intelektual. Diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun yakni pada Bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
DETEKSI PERUBAHAN GARIS PANTAI DI KABUPATEN KARANGASEM DENGAN PENGINDERAAN JAUH Putu Aryastana; I Made Ardantha; Anak Agung Sagung Dewi Rahadiani; Kadek Windy Candrayana
Jurnal Fondasi Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.31 KB) | DOI: 10.36055/jft.v7i2.4079

Abstract

Deteksi perubahan garis pantai sudah secara luas dilakukan dengan memanfaatkan teknologi pengideraan jauh. Pemanfaatan satelit penginderaan jauh dalam deteksi dan monitoring perubahan garis pantai sudah banyak dilakukan, yaitu dengan menggunakan citra dari Landsat, IKONOS, IRS, Quickbird, dan WordView. Pada penelitian ini dilakukan deteksi perubahan garis pantai dengan dengan menggunakan 2 (dua) citra satelit yaitu citra satelit SPOT 5 tahun 2009 yang memiliki resolusi spasial 10 m dan SPOT 6/SPOT 7 tahun 2015 yang memiliki resolusi hingga 1.5 m untuk wilayah pantai di Kabupaten Karangasem. Hasil deteksi menunjukkan rata-rata perubahan garis pantai yang terjadi di Kabupaten Karangasem adalah sebesar 12.04 m, sedangkan rata-rata laju erosi pantai yang terjadi di Kabupaten Karangasem adalah sebesar 1.72 m/tahun.
Analisis Pengaturan Pola Parkir Dan Kebutuhan Parkir (Studi Kasus Stasiun Tangerang) Muhammad Fakhruriza Pradana; Rindu Twidi Bethary; Adi Lukman Amir
Jurnal Fondasi Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.631 KB) | DOI: 10.36055/jft.v7i2.4074

Abstract

Stasiun Tangerang merupakan salah satu stasiun yang terletak di provinsi Banten.Stasiun ini termasuk stasiun besar kelas C. Lahan parkir di stasiun Tangerang hanya memliki satu penempatan, yakni areal yang dibangun sebagai ruang parkir stasiun (off street parking).Pada areal yang disediakan oleh stasiun Tangerang ini dibedakan menjadi 3 tempat areal parkir yakni areal parkir khusus motor, areal parkir motor dan mobil, serta areal khusus mobil.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan pola parkir dan kebutuhan lahan parkir di stasiun Tangerang. Pola parkir stasiun Tangerang di desain sesuai dengan pedoman perencanaan dan pengoprasian fasilitas parkir 1998 . Pengumpulan data yang dibutuhhkan dari instansi pengelola parkir pada stasiun Tangerang, data data yang dibutuhkan berupa data primer dan data sekunder.Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk lahan parkir satu dengan luas lahan parkir 2100 m2 didapat kapasitas kendaraan roda dua 696 dan roda empat dapat 25 unit kendaraan, untuk lahan parkir dua dengan luas lahan parkir 1440 m2 didapat kapasitas kendaraan roda dua 700 unit kendaraan, dan lahan parkir tiga yang mempunyai luas lahan 1785m2 didapat kapasitas kendaraan roda empat 82 unit kendaraan. Maka pada hari kerja atau ramainya pengunjung untuk lahan parkir satu dan dua belum memenuhi kebetuhan parkir yang diminta , sedangkan lahan parkir tiga sudah dapat memenuhi kebutuhan parkir yang diminta.
ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN LATASTON (HRS-WC) AKIBAT RENDAMAN AIR LAUT PASANG (ROB) DENGAN ASPAL MODIFIKASI POLIMER STARBIT E-55 Dwi Esti Intari; Woelandari Fathonah; Farista Widya Kirana
Jurnal Fondasi Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.073 KB) | DOI: 10.36055/jft.v7i2.4075

Abstract

Perkerasan jalan di Indonesia umumnya mengalami kerusakan sebelum mencapai umur rencana, salah satu penyebabnya adalah genangan air laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh air laut terhadap karakteristik campuran beraspal jenis Lataston Lapis Aus atau dikenal dengan istilah Hot Rolled Sheet – Wearing Course (HRS-WC) dengan penggunaan aspal modifikasi polimer.Penelitian ini menggunakan variasi kadar aspal 6%, 6,5%, 7%, 7,5%, dan 8% terhadap total berat agregat dan pada pembuatan campuran HRS-WC gradasi semi senjang ini mengacu pada spesifikasi Bina Marga 2010. Perendaman benda uji pada suhu ruang dan variasi waktu perendaman dengan air tawar selama 24 jam dan dengan air laut selama 24 dan 48 jam.Berdasarkan hasil penelitian, air laut mempengaruhi karakteristik Marshall pada benda uji. Jika dibandingkan dengan air tawar, nilai VMA dengan air laut mengalami kenaikan sebesar 3,80% dan 12,83%, nilai VFA dengan air laut mangalami penurunan sebesar 10,62% dan 18,37%, nilai VIM dengan air laut mengalami kenaikan sebesar 26,34% dan 55,77%, nilai stabilitas dengan air laut mengalami penurunan sebesar 12,39% dan 25,19%, nilai flow dengan air laut mengalami penurunan sebesar 28,80% dan 6,08%, serta nilai MQ dengan air laut saat 24 jam naik sebesar 28,73% dan saat 48 jam turun sebesar 19,98%. Hasil penelitian menunjukan bahwa air laut dapat menjadi salah satu penyebab utama campuran mengalami penurunan keawetan, namun dengan penggunaan aspal modifikasi polimer Starbit E-55 nilai stabilitas, flow dan MQ masih memenuhi persyaratan.
PENERAPAN METODE SIMULASI MONTE CARLO TERHADAP RISIKO FINANSIAL PROYEK KONSTRUKSI (Studi Kasus : Apartemen X di Cipulir) Andi Maddeppungeng; Rifky Ujianto; Marsa Fella
Jurnal Fondasi Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.077 KB) | DOI: 10.36055/jft.v7i2.4070

Abstract

Risiko finansial adalah risiko perusahaan terkait pembiayaan yang harus dikeluarkan oleh proyek agar proyek tersebut dapat beroperasi. Untuk meminimalisir risiko finansial, diperlukan adanya estimasi biaya. Estimasi biaya digunakan untuk mengetahui berapa besar biaya yang diperlukan untuk membangun proyek.Pada tahap estimasi biaya sering kali tidak melibatkan faktor ketidakpastian dan risiko, padahal risiko dan ketidakpastian merupakan faktor penting yang tidak mungkin dapat dihindari dalam biaya proyek. Untuk mengukur akibat dari risiko dan ketidakpastian dari pembiayaan proyek maka digunakan simulasi Monte Carlo guna memodelkan dan menganalisa sistem untuk mendapatkan estimasi biaya proyek yang terbaik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai maksimum dan minimum proyek berdasarkan harga satuan bahan dan upah, mengetahui probabilitas keberhasilan proyek sesuai biaya di RAB terhadap hasil estimasi biaya, dan mengetahui persentase perbandingan harga yang akan dialami proyek dari perhitungan metode simulasi Monte Carlo dengan program Microsoft Excel dan Crystal Ball.Pada penelitian ini dilakukan analisa pada harga satuan minimum, harga satuan maksimum dari hasil wawancara dan harga satuan paling disukai yang diambil dari harga rencana anggaran biaya (RAB). Selanjutnya dilakukan simulasi Monte Carlo dengan menggunakan software Microsoft Excel dan Crystal Ball. Sehingga simulasi akan menghasilkan distribusi probabilitas nilai estimasi biaya yang lebih realistis. Dari hasil penelitian diperoleh nilai minimum senilai Rp 68,133,682,809.47, nilai maksimum senilai Rp. 106,485,596,066.01 dan nilai kontrak RAB proyek senilai Rp. 96,805,087,332.74. Presentase probabilitas keberhasilan pelaksanaan proyek sesuai biaya di RAB adalah 100%. Proyek bisa mendapatkan keuntungan sebesar 9.82 % bila menggunakan hasil analisis dari Microsoft Excel, dan mendapatkan keuntungan sebesar 6.42 % dengan menggunakan hasil analisi Crystal Ball.
PEMANFAATAN LIMBAH GAS ESTILEN MENGGUNAKAN PORTLAND COMPOSITE CEMENT (PCC) DAN HR WATER REDUCER LIGNO C 491 SEBAGAI PEMBUATAN BETON Hendrian Budi Bagus Kuncoro; Zulmahdi Darwis; Baehaki Baehaki; Rezka Mugri N.R
Jurnal Fondasi Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.483 KB) | DOI: 10.36055/jft.v7i2.4076

Abstract

Indonesia telah mengembangkan manajemen limbah modern dengan prinsip yaitu 6R ( Reuse, Reduce, Recycle, Replace, Refill, dan Repair ) salah satu sistem managemen limbah ditekankan terhadap Reuse ( pemanfaatan ulang ) dan Recycle ( daur ulang ) dimana dapat menjadi strategi yang tepat dalam pengelolaan limbah untuk menciptakan produk baru. Salah satu cara mendaur ulang limbah tersebut adalah dengan memanfaatkan limbah Gas estilen menjadi bahan tambahan pembuatan beton.Perencanaan beton dengan penambahan limbah karbit dan Ligno C 491, dengan variasi dosis 1,25% Ligno dan 10% , 1,5% Ligno dan 10% , 1,75% Ligno dan 10% , 2% Ligno dan 10% dan pada masing – masing dosis ditambahkan pula limbah karbit sebesar 10% dengan pertimbangan bahan tambah bersifat pozolan apakah mampu diaplikasikan terhadap pembuatan beton ? Jumlah benda uji sebanyak 48 buah, dengan variasi umur beton 3 hari, 7 hari, 14 hari dan 28 hari.Hasil penelitian ini menyatakan penambahan Ligno C 491 dan limbah karbit dapat mempengaruhi kemudahan pengerjaan beton dikarenakan memiliki sifat kecairan (fluidity) yang tinggi namun memilki kemampuan untuk menaikan kuat tekan beton sekitar 40 % hubungan penambahan limbah karbit terhadap pengurangan semen dan hasil pengujian beton sudah mampu untuk mengurangi kebutuhan semen sebagai bahan perekat terlihat dari hasil pengujian beton normal umur 28 hari 19,58MPa, rata-rata kuat tekan pada umur 28 hari untuk beton yang menggunakan dosis 1,25% Ligno dan 10% LBK sebesar 27,18 MPa, dosis 1,5% Ligno dan 10% LBK sebesar 24,76 MPa, dosis 1,75% Ligno dan 10% LBK sebesar 25,16 MPa, dosis 2% Ligno dan 10% LBK sebesar 23,22 MPa. Dari hasil uji tekan penambahan limbah karbit dan Ligno C 491 mampu untuk memenuhi kuat tekan beton normal yaitu antara 15 – 30 Mpa.
PEMANFAATAN CAMPURAN LIMBAH KARBIT DAN FLY ASH UNTUK MENINGKATKAN NILAI CBR TANAH JALAN TAMAN UJUNG KULON PANDEGLANG Rama Indera Kusuma; Enden Mina; Egi Ardhika Winata
Jurnal Fondasi Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.637 KB) | DOI: 10.36055/jft.v7i2.4071

Abstract

Tanah merupakan tempat bagi manusia untuk hidup dimana manusia menggunakan tanah untuk tempat membangun sebuah bangunan yang digunakan untuk tempat berteduh. Tanah memilik sifat fisik maupun kimia. Sifat fisik tanah meliputi tekstur tanah, struktur tanah, bobot isi tanah, warna tanah, dan kadar air tanah. Sedangkan sifat kimia tanah meliputi ph tanah, kandungan karbon organik, kandungan nitrogen.Kondisi tanah di daerah Kampung Cibayoni merupakan daerah yang terletak di Desa Kertajaya Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang kurang baik karena memiliki sifat-sifat propertis tanah yang tidak mendukung sehingga konstruksi jalan didaerah ini banyak mengalami kerusakan. Maka tanah tersebut perlu dilakukan perbaikan dengan metode stabilisasi dengan cara pencampuran tanah asli dengan bahan tambah berupa limbah karbit dan fly ash dengan persentase 0%,5%,10%,15% limbah karbit dan 20% fly ash.Nilai CBR tanah kondisi lapangan berdasarkan PL sebesar 36,3%, LL sebesar 72% dan PI sebesar 35,7 termasuk klasifikasi Unified OH dan berdasarkan pengujian DCP didapat nilai CBR lapangan sebesar 2,7%, sehingga nilai CBR tanah a 0-3% kategori very poor. Sedangkan setelah dilakukan pencampuran bahan tambah 0% limbah karbit dan 20% fly ash dan tanpa diperam nilai CBR yang didapat 7-20% termasuk kedalam kategori fair. Pada persentase 5%,10%,15% limbah karbit dan 20% fly ash nilai CBR yang didapat 20-50% termasuk kategori good. Selanjutnya pada persentase 15% limbah karbit dan 20% fly ash nilai CBR yang didapat >50% termasuk kategori excellent.
PERBANDINGAN SIMPANGAN HORIZONTAL PADA STRUKTUR GEDUNG DENGAN EFISIENSI ELEMEN STRUKTUR BALOK DAN KOLOM (Studi Kasus: Pembangunan Gedung Fakultas Hukum UNTIRTA Sindangsari) Baehaki Baehaki; Hendrian Budi Bagus Kuncoro; Intan Cahya Kumala
Jurnal Fondasi Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1303.689 KB) | DOI: 10.36055/jft.v7i2.4077

Abstract

Gedung Fakultas Hukum Untirta merupakan gedung baru yang bertempat di Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang. Berdasarkan Detail Engineering Design (DED), gedung Fakultas Hukum di prediksi memiliki dimensi yang cukup besar, maka dilakukan efisiensi pada elemen struktur balok dan kolom sebesar 5% dan 10%. Pada perencanaan struktur khususnya struktur beton bertulang selain nilai efisiensi bangunan, struktur gedung harus di desain dengan mempertimbangkan pengaruh gempa terhadap gedung.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan perubahan simpangan hasil efisiensi elemen struktur balok dan kolom sebesar 5% dan 10% pada Gedung Fakultas Hukum UNTIRTA. Pembebanan yang ditinjau meliputi beban mati, beban hidup dan beban gempa (beban gempa dinamik respon spektrum dan statik ekivalen) sesuai SNI 1726 2012.Berat gedung pada perencanaan awal sebesar 59605,273 kN, sedangkan untuk efisiensi 5% (Wt,5%) 58407,046 kN dan berat gedung pada efisiensi 10% (Wt,10%) 57507,852 kN. Simpangan yang dihasilkan pada efisiensi 5% sebesar 35,88 kN, dengan presentasi perubahan 16,42 % dari perencanaan awal. Sedangkan efisiensi 10%, simpangan yang dihasilkan 47,02 mm dengan presentasi perubahan sebesar 52,56%. Gaya geser yang dihasilkan pada efisiensi 5% sebesar 3387 kN dan pada efisiensi 10% sebesar 31,05 kN. Persentase perubahan gaya geser pada efisiensi 5% terhadap perencanaan awal sebesar 5,77%. Efisiensi 10% mengasilkan persentase perubahan 12,24% dari perencanaan awal. Hubungan antara berat gedung dengan gaya geser, semakin ringan suatu gedung akan mengasilkan gaya geser yang lebih kecil, dan simpangan yang dihasilkan semakin besar.
Kinerja Durabilitas Campuran Aspal Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) dengan Substitusi Cangkang Sawit sebagai Agregat Halus Lusyana Lusyana; Mukhlis Mukhlis; Syaifullah Alli; Muhammad Yasin Kharlindo
Jurnal Fondasi Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i1.11061

Abstract

Limbah cangkang kelapa sawit memberikan peluang alternatif sebagai material penyusun campuran beraspal salah satunya sebagai pengganti agregat halus pada campuran Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC). HRS-WC atau Lataston Lapis Aus merupakan campuran beraspal panas bergradasi senjang dengan persentase agregat halus yang banyak. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan Kadar Aspal Optimum (KAO) dan nilai Indeks Kekuatan Sisa (IKS) dari campuran campuran HRS-WC tanpa menggunakan cangkang kelapa sawit dan campuran campuran HRS-WC menggunakan cangkang kelapa sawit sebagai substitusi agregat halus. Penelitian ini melakukan 2 variasi perendaman yaitu perendaman selama 24 jam (standar) dan perendaman selama 48 jam (modifikasi) pada temperatur 60°C. Variasi cangkang sawit yang digunakan pada penelitian ini adalah 2,5%, 5% dan 7,5%, dengan variasi kadar aspal mulai dari 5,0% sampai dengan 8,0%. Berdasarkan parameter volumetrik dan Marshall, nilai KAO untuk masing - masing variasi campuran adalah variasi cangkang sawit 0% didapatkan nilai KAO 7,55%, variasi cangkang sawit 2,5% didapatkan nilai KAO 7,81%,  variasi cangkang sawit 5% didapatkan nilai KAO 7,91%,  dan variasi cangkang sawit 7,5% didapatkan nilai KAO 8,335%. Campuran HRS-WC dengan variasi cangkang sawit 2,5%, memiliki nilai Indeks Kekuatan Sisa (IKS) tertinggi yaitu 94,29% untuk perendaman selama 24 jam dan 93,41% untuk perendaman selama 48 jam, melebihi nilai minimum IKS berdasarkan Spesifikasi Umum Teknis 2018 yaitu 90%. Kinerja cangkang kelapa sawit pada variasi 2,5% memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan variasi cangkang kelapa sawit lainnya, sehingga dapat dikatakan cangkang kelapa sawit layak digunakan sebagai subtitusi agregat halus khususnya pada campuran HRS-WC.
Eksperimental Variasi Sambungan Dengan Alat Sambung Pasak terhadap Kuat Geser Balok Bambu Laminasi Zulmahdi Darwis; Hendrian Budi Bagus Kuncoro; Aditya Pratama
Jurnal Fondasi Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/fondasi.v10i1.10613

Abstract

Sambungan adalah bagian terpenting pada suatu sistem struktur. Bentuk sambungan dan alat sambung berpengaruh terhadap beban yang diampu oleh struktur kayu tersebut. Bentuk sambungan dan alat sambung umumnya biasa digunakan pada kayu, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk diterapkan pada bambu laminasi.Penelitian ini dilakukan dengan membuat spesimen benda uji balok bambu laminasi tanpa sambungan dan 3 variasi balok bambu laminasi dengan bentuk sambungan berbeda dengan perekat Rajawali PVAC dan pasak diameter 7 mm sebagai alat sambung dengan jarak antar pasak 15 cm. Dimensi balok yang dibuat berukuran 100 cm x 5 cm x 10 cm tanpa menggunakan kulit luar bambu. Pengujian menggunakan mesin UTM dengan pembebanan dua titik yang memiliki jarak antar beban sebesar 250 mm.Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan alat sambung dengan variasi bentuk sambungan terhadap kekuatan memiliki nilai yang berbeda. Kekuatan balok tertinggi ada pada balok tanpa sambungan dengan nilai rata-rata pembebanan 21,4 KN, pada balok yang menggunakan variasi sambungan nilai kekuatan tertinggi terdapat pada sambungan lurus dengan nilai rata-rata 8,53 KN. Nilai tegangan geser pada balok dengan sambungan lurus berkait, lurus, miring, dan tanpa sambungan menghasilkan nilai rata-rata secara berurutan sebesar 3,845 MPa, 1,421 MPa, 2,445 MPa, dan 6,232 MPa. Hasil dari pengujian ini terdapat perbedaan yang signifikan, yaitu pengaruh penggunaan variasi sambungan terhadap kuat geser balok bambu laminasi. 
Kinerja Simpang Bersinyal Ruas Jalan Semeru – Kahuripan – Basuki Rahmat setelah Pembangunan Whiz Prime Hotel Malang M. Sa'dillah; Rifky Aldila Primasworo
Jurnal Fondasi Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : JURUSAN TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jft.v9i2.8467

Abstract

Pembangunan whiz prime hotel pada tahun 2017 sampai saat ini yang berlokasi di Jl. Basuki Rahmat No.85-87, Kelurahan Klojen, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang menimbulkan bangkitan lalulintas baru di kawasan tersebut dan kemudian akan memberikan tambahan volume lalu lintas yang membebani jalan-jalan sekitar Jl. Basuki Rahmat yang mana pada kondisi saat ini (eksisting) khususnya pada jam sibuk. Terlebih lagi lokasi pembangunan gedung berjarak sekitar 50 meter yang mempengaruhi sehingga menimbulkan kemacetan dan tundaan kendaraan. Pendekatan teknis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-evaluatif yaitu mengidentifikasi kondisi eksisting dan permasalahan yang terjadi dengan membanding dengan kondisi sebelumnya. Kesimpulan yang didapat yaitu level of service (LOS) persimpangan tahun 2016 ialah F saat pagi dan sore hari, tundaan simpang 517-520 (det/smp). Tahun 2020 data LOS didapatkan ialah F saat pagi dan sore hari dengan tundaan simpang 563-520 (det/smp). Pembangunan whiz prime hotel tidak mempengaruhi kinerja persimpangan secara signifikan akan tetapi terjadi penambahan tundaan simpang.