cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
UNEJ e-Proceeding
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,005 Documents
INOVASI PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA JAWA DENGAN WAYANG KEKAYON KHALIFAH Lutfianto Lutfianto
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa dan sastra Jawa bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan pembuatan Wayang Kekayon Khalifah. Wayang ini merupakan wayang baru dalam jagad pewayangan. Wayang ini tidak lagi menggunakan visualisasi boneka manusia tetapi menggunakan seni kaligrafi dan symbol watak di dalamnya. Wayang ini dimainkan dengan cara seperti membaca geguritan dengan nada dhalang. Selain itu juga ada tembang macapat yang menyertai setiap pagelaran. Music yang ada adalah keprakan dan dhodhogan. Dhalang maupun audien membawa teks yang dibacakan dhalang sedangkan audien menyimak. Di dalam teks terdapat narasi dan lagu tembang macapat. Pembelajaran dengan model seperti ini merupakan inovasi baru dalam pembelajaran bahasa dan sastra Jawa. Kata kunci: inovasi pembelajaran, bahasa dan sastra Jawa, Wayang Kekayon Khalifah
REPRESENTASI TOKOH SIPLEG DALAM NOVEL TEMPURUNG KARYA OKA RUSMINI: KAJIAN POSFEMINISME Arini Aulia Haque
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada tokoh Sipleg dalam Novel Tempurung dengan sifat-sifat posfeminisme yang melekat dalam dirinya. Sipleg merupakan representasi dari perempuan Bali yang berada dalam keterkungkungan adat yang membelenggu. Dalam usahanya, Sipleg membuktikan bahwa posisinya sebagai liyan dalam budaya patriaki justru membuat opresi yang diterimanya mendapatkan perlakuan yang berbeda. Atas perlakuan yang berbeda tersebut menyebabkan dirinya memiliki sifat posfeminis yang kuat dan mandiri. Posfeminisme juga memberikan gerak yang bebas bagi perempuan untuk menentukan posisinya berada dalam ranah publik, privat, maupun keduanya. Metode yang digunakan menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sipleg sebagai perempuan Bali yang konservatif meminjam sifat maskulin untuk mendapatkan kehidupan yang bebas. Kebebasan tersebut juga berpengaruh atas keputusan perempuan untuk memilih berada di ruang privat, publik, atau keduanya. Kebebasan yang dimiliki Sipleg hanya sebagai ekspektasi ilusi yang justru menjebak. Keterjebakan Sipleg tersebut yang mengakibatkan ambivalensi pada diri Sipleg. Ambivalensi menempatkan Sipleg pada posisi yang tidak jelas karena letaknya berada pada sisi menolak segala bentuk opresi, namun membutuhkan laki-laki sebagai tempat berlindung. Posfeminisme membantu perempuan untuk mendapatkan pola pikir dengan sudut pandangyang lain. Kata kunci: ambivalensi, liyan, posfeminisme, representasi
TRADISI LISAN: PERKEMBANGAN MENDONGENG KEPADA ANAK DI ERA MODERN Ankarlina Pandu Primadata; Alfan Biroli
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dikenal sebagai bangsa yang kaya akan nilai-nilai budaya. Salah satu bagian budaya yang merupakan pewarisan dari generasi ke generasi sering disebut sebagai tradisi. Nilai-nilai dalam sebuah tradisi memiliki pemaknaan dari setiap manusia. Seiring perkembangannya, tradisi terbagi menjadi dua, yaitu tradisi lisan dan tradisi tulisan. Namun demikian, perkembangan tradisi lisan tidak sebesar tradisi tulisan. Mendongeng merupakan salah satu wujud dari tradisi lisan yang disampaikan dari orang tua kepada anak-anaknya. Pada zaman dahulu, anak-anak akan mendapatkan cerita-cerita dongeng dari orangtuanya sebagai upaya untuk merekatkan hubungan antara orangtua dengan anaknya dan melestarikan tradisi yang ada dalam masyarakat saat itu. Seiring perkembangan zaman, tradisi lisan seperti mendongeng sudah jarang lagi ditemui di dalam masyarakat yang semakin modern. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat mendorong perubahan tradisi dalam masyarakat. Komunikasi yang terbangun antara orangtua dan anak melalui tradisi mendongeng telah luntur dan tergantikan penggunaan gadget sebagai sarana komunikasi dan hiburan keluarga. Penyampaian nilai-nilai budaya tidak lagi dilakukan melalui lisan dari orangtua kepada anaknya, namun menggunakan gadget untuk berkomunikasi. Perubahan sosial dalam masyarakat memang bersifat tetap, seiring perubahan zaman. Tradisi lisan seperti mendongeng sudah jarang lagi ditemui di dalam masyarakat. Kata kunci: era modern, mendongeng, tradisi lisan
TRANSFORMASI SASTRA SEBAGAI PEWARISAN BUDAYA PADA ERA DISRUPSI Pardi Suratno
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi dan dirupsi merupakan bua hal yang selalu beiringan dalam perjalanan budaya semua masyarakat dan bangsa, termasuk dunia sastra. Transformasi dan dirupsi terjadi dalam skala lokal, nasional, dan internasional. Artikel ini mengambil fokus transformasi sastra lokal dalam sastra Indonesia, terlebih khusus lagi sastra Jawa dalam sastra Indonesia modern. Dalam kaitan ini dibahas transformasi Serat Centhini karya Pakubuwana V (1815) dalam novel Indonesia modern berjudul Centhini: Kekasih yang Tersembunyi (Inandiak, 2015). Bahasan transformasi mengambil peristiwa Syekh Amongraga ketika tiba di Padepokan Wanamarta, perkawinannya dengan Niken Tambangraras hingga minggatnya Syekh Amongraga setelah saresmi ‘sanggama’ dengan Tambangraras. Kajian dilakukan dengan perbandingan sastra. Kajian memanfaat metode simak dan catat. Pertama, dilakukan pembacaan terhadap teks hipogram. Kedua, dilakukan pembacaan pada teks transformasi. Kemudian, diadakan perbandingan terkait tindakan Syekh Amongraga dalam hiporgram dan teks transformasi. Dari hasil kajian diperoleh transformasi yang bersifat pengambilan, penambahan, pengurangan, dan penyimpangan dari teks hipogram. Teks transformasi mengambil, menambah, mengurangi, dan menyimpangi peristiwa yang dilakukan atau dialami oleh Syekh Amongraga. Dalam kaitan ini, tampak hakikat transformasi adalah terjadinya pemaknaan baru atas teks hipogram sebagai bentuk disrupsi budaya tradisional. Akan tetapi, perlu dipahami bahwa novel transformasi sebagai bentuk karya baru. Pemahaman terhadap Serat Centhini tidak cukup diwakili oleh pemahaman atas teks transformasi. Kata kunci: transformasi, pewarisan budaya, disrupsi
COVID-19: DAMPAKNYA TERHADAP HUBUNGAN SOSIAL DAN KOMUNIKASI PADA JAMAAH MASJID DI DAERAH TAPAL KUDA Akhmad Haryono; Lutfi Arifianto; Irma Prasetyowati; Shabrina Izzata A.A.
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virus corona jenis covid-19 telah mengubah konstruksi hubungan sosial dan komunikasi yang sudah lama dibangun jamaah Masjid. Hal ini disebabkan adanya fatwa MUI, organisasi keagamaan, dan protokoler yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia yang dimaknai dan disikapi bebeda-beda oleh pengurus takmir maupun jamaah sehingga fenomena tersebut diasumsikan berdampak terganggunya hubungan sosial dan komunikasi antarjamaah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan dampak covid- 19 terhadap hubungan sosial dan komunikasi pengurus dan jamaah Masjid. Metode kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi digunakan untuk mencapai tujuan penelitian. Data diperoleh melalui metode observasi pasrtisipasi dan wawancara dengan tenik rekam dan catat. Data yang berhasil dikumpulkan dianalisis secara diskriptif kualitatif dengan teori sosiolinguistik dan pragmatik. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa covid-19 telah berdampak pada renggangnya hubungan sosial dan komunikasi antar jamaah Masjid. Adapun yang menjadi faktor penyebabnya adalah kode etik memasuki masjid dan selama berada di masjid yang didasrkan pada fatwa MUI dan organisasi- organisasi keagaamaan lainnya serta protokoler yang ditetapkan baik oleh Pemerintah Indonesia. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa virus corona (covid-19) telah merubah kontrsuksi hubungan sosial era new normal, sehingga berdampak pada pola komunikasi yang digunakan para jamaah maupun Takmir Masjid. Oleh Karena itu, perlu model strategi komunikasi yang dapat diterapkan di era new normal. Kata kunci: covid-19, hubungan sosial, komunikasi, masjid
RELEVANSI SOSIAL BENTUK UNDHA-USUKING BAHASA JAWA DENGAN BUDI PEKERTI DALAM ERA GLOBALISASI Asri Sundari; Sumartono Sumartono
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Undha-usuking dalam bahasa Jawa merupakan sebuah tatanan masyarakat Jawa dalam komunikasi yang diatur menurut status sosial, yakni status masyarakat tinggi, menengah, dan masyarakat bawah. Refleksinya bagaimana masyarakat berbicara kepada masyarakat yang tinggi kedudukannya dan sebaliknya. Undha-usuking dalam bahasa Jawa tersebut terdiri atas ngoko, krama, krama inggil, bahasa kasar dan bahasa kedaton.Undha-usuking bahasa Jawa yang sarat dengan nilai kesopanan, pada kenyataannya semakin ditelan zaman. Bahasa Jawa yang berfungsi sebagai sarana mengungkap budaya orang Jawa yang sarat dengan nilai moral ternyata mengalami pergeseran nilai, sedang masyarakat Jawa sendiri tidak mau menyikapi, padahal bahasa Jawa berfungsi sebagai pengatur perilaku manusia. Dewasa ini bahasa Jawa tersebut mulai ditinggalkan oleh masyarakat Jawa, untuk itu bagaimana upaya pengembalian agar bahasa Jawa tersebut tetap dimiliki dan disikapi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menerapkan kajian fenomenologi, yakni penelitian dengan berdasarkan pada realita yang terjadi pada masyarakat. Langkah yang dilakukan yakni, menentukan lokasi, memilih informan dan melakukan wawancara. Kata kunci: undha-usuking basa, status sosial, budi pekerti, pergeseran nilai, era globalisasi
STRATEGI PETANI KOPI RAKYAT UNTUK MENAIKKAN TARAF HIDUPNYA DI DESA SUKOREJO Insan Cita Sampurna
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Petani kopi Desa Sukorejo memilih beralih dari tanaman kopi robusta ke tanaman kopi arabika setelah melihat dataran tinggi Ijen yang dikuasai oleh PTPN XII sukses menanam kopi arabika. Alasan petani kopi beralih ke tanaman kopi arabika karena (1) ingin meningkatkan taraf hidup keluarga, (2) kopi arabika mampu menembus pasar internasional, (3) harga kopi arabika lebih tinggi dibanding kopi robusta. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat (1) Alasan petani kopi di Desa Sukorejo memilih beralih dari tanaman kopi robusta ke tanaman kopi arabika, (2) perubahan sosial petani kopi pasca beralih dari tanaman kopi robusta ke tanaman kopi arabika. Penentuan daerah penelitian ditentukan secara purposive method. Penentuan informan ditentukan secara purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis Miles dan Huberman. Uji keabsahan data menggunakan triagulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya perubahan sosial yang terjadi pada petani kopi yaitu adanya ide-ide petani untuk beralih ke tanaman kopi arabika, ide-ide tersebut dikembangkan dan disebarkan kepada petani-petani kopi lainnya, adanya kendala atau permasalahan yang dirasakan oleh petani kopi, peningkatan pendapatan pada petani kopi, dan adanya penyuluhan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bondowoso. Kata kunci: Kopi Arabika, Perubahan Sosial, Peralihan Tanaman
PEMANFAATAN DIKSI DALAM NOVEL 3 SRIKANDI KARYA NADIA SILVARANI: KAJIAN STILISTIKA Dhea Praspa Witarti
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya sastra mengungkapkan realitas kehidupan masyarakat secara kiasan, artinya karya sastra merupakan representasi atau cerminan dari masyarakat. Karya sastra prosa atau fiksi adalah sebuah kisah yang dikembangkan secara luas oleh pengarang. Prosa atau fiksi adalah cerita rekaan yang artinya sebuah cerita yang memiliki tokoh lakuan dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi dalam ragam prosa (Nurgiyantoro, 1995). Pemilihan kata atau diksi menjadi peran penting dalam penciptaan karya sastra. Hal tersebut berkaitan dengan bagaimana pengarang dapat menarik minat pembaca untuk membaca karyanya. Pemanfaatan bahasa dapat menggambarkan identitas pengarang, menggambarkan kekhasan atau keunikan pengarang yang berbeda dengan pengarang lainnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu dengan cara mengumpulkan data yang kemudian dianalisis menggunakan kajian stilistika. Data dapat berupa kata, frasa, atau kalimat. Penelitian ini menitikberatkan pada penggunaan diksi yang dikaji menggunakan kajian stilistika. Kajian stilistika memiliki peran penting dalam memahami makna dan pesan yang terdapat pada karya sastra, hal tersebut disebabkan oleh adanya kebebasan pengarang dalam memadupadakan kata-kata, sehingga menimbulkan makna yang implisit serta ambiguitas. Kata kunci: diksi, novel 3 Srikandi, makna, stilistika
ANALISIS MAKNA PADA PROSESI PERNIKAHAN ADAT JAWA “TEMU MANTEN” DI SAMARINDA: KAJIAN SEMIOTIKA ROLLAND BARTHES Alda Soraya
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis makna semiotika pada Pernikahan Adat Jawa “Temu Manten” di Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan dalam adalah penelitian kualitatif interpretatif dan menggunakan metode penelitian semiotika, yaitu metode analisis untuk menelaah tanda dan makna yang ada pada objek yang diteliti berdasarkan fakta di lapangan mengenai prosesi perkawinan Pertemuan Adat Jawa di Samarinda. Data dikumpulkan melalui buku teks, referensi yang berkaitan dengan penulisan dan dokumentasi ini. Berdasarkan hasil pembahasan diketahui bahwa Prosesi Temu Adat Jawa di Samarinda memiliki makna yang sangat dalam baik bagi calon pengantin maupun keluarga. Dalam prosesi ini tampak bahwa laki-laki lebih dominan dalam perkawinan daripada perempuan dan terdapat mitos yang dikemukakan oleh Roland Barthes bahwa mitos tersebut ada tetapi belum tentu benar, dan dalam prosesi tersebut manten bertemu dengan mitos karya Roland Barthes itu. Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, usai melaksanakan prosesi pernikahan Temu Manten, rumah tangga kedua mempelai akan rukun. Namun, saat ini bagi masyarakat awam telah berkurang yang masih menggunakan prosesi ini, karena pelaksana acara tidak mau repot dengan segala syarat yang ada untuk melaksanakan prosesi ini. Namun demikian, masih banyak masyarakat yang menganjurkan diadakannya upacara Temu Manten dan tidak meninggalkan tradisi yang harus dilestarikan, terutama bagi masyarakat yang berada di luar Jawa. Kata kunci: gathering manten, perkawinan adat, semiotika
REPRESENTASI BUDAYA LOKAL “BASANAN USING” DALAM LAGU-LAGU JAZZ PATROL BANYUWANGI: PENDEKATAN CULTURAL STUDIES Kurnia Sudarwati
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini menjadi media bagi penulis untuk mengungkapkan bentuk representasi budaya lokal serta identitas masyarakat Banyuwangi melalui teks basanan dalam lagu-lagu jazz patrol. Banyuwangi menjadi salah satu pusat kota wisata multikultural yang menyuguhkan berbagai macam budaya menarik. Berbagai macam dan bentuk seni, budaya, hingga tradisi masih dilakukan demi mempertahankan eksistensi serta identitas mereka. Basanan merupakan tradisi lisan, hasil kreasi dari produk budaya yang dilakukan berulang secara turun-temurun. Perkembangan arus budaya global memberikan tantangan pada teks basanan yang dikawinkan dengan jenis musik tradisional patrol dan musik jazz dari Eropa hingga menjadi industri kultural. Industri budaya dapat mewakili keadaan serta situasi yang terjadi di Banyuwangi saat ini. Konsep kultural dari industri budaya tersebut telah menjawab tantangan dari berlangsungnya arus budaya global. Penelitian ini bertujuan untuk menguak makna-makna kultural serta merepresentasikan realitas sosial serta kearifan budaya lokal tercerimin dalam proyek komersil di ruang dan lintas budaya dalam lagu-lagu jazz patrol Banyuwangi. Proses tersebut akan menujukkan puncak eksistensi serta upaya pemertahanan identitas Using. Kata kunci: budaya, identitas, industri, lokal, representasi

Page 74 of 101 | Total Record : 1005


Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue 2023: 5th International Agronursing Conference (5th IANC) In Conjunction with 1st International Post 2023: Prosiding Kolokium Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat 2022: The 2nd International Student Conference 2022 2022: E-Prosiding Kolokium Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Periode II Tahun 2022 2022: E-Prosiding Kolokium Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat 2022: E-Prosiding Seminar Nasional Matematika, Geometri, Statistika, dan Komputasi (SeNa-MaGeStiK) 2021: International Conference on Management, Business, and Technology (ICOMBEST) 2021 2020: Proceeding of The 4th International AgroNursing Conference 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR 2018: Proceedings 4th Annual International Conference on Economic in Developing Countries 2018: Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Bisnis III (SNMB3) 2018: Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Bisnis III (SNMB3) 2018: Pembangunan Pertanian dan Peran Pendidikan Tinggi Agribisnis: Peluang & Tantangan di Era Indus 2017: Proceeding of 3rd International Nursing Conference Proceeding of International Conference on Food Sovereignty and Sustainable Agriculture (FoSSA) 2017 Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis (SNAPER-EBIS 2017) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jembe 2016: Proceeding The 1st International Basic Science Conference Prosiding Seminar Nasional Pemuliaan 2014 Indonesian Protein Society (IPS), International Seminar and Workshop 2014 Indonesian Protein Society (IPS), International Seminar and Workshop 2014 International Conference on Agribusiness Marketing (ICAM) 2012, Faculty of Agriculture, University o the 3rd International Conference on Economics, Business, and Accounting Studies Proceeding of 1st International Conference on Medicine and Health Sciences (ICMHS) Dinamika Global: Rebranding Keunggulan Kompetitif Berbasis Kearifan Lokal More Issue