cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
UNEJ e-Proceeding
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,005 Documents
MITOS MANUHARA: IDENTITAS PERSONA, HEGEMONI KUASA, DAN PENGUATAN INDUSTRI WISATA INDONESIA Sukatman Sukatman
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam masyarakat lisan, mitos menjadi sarana komunikasi antargenerasi yang berbeda zaman. Komunikasi mitis itu terkait hal yang penting dan sakral. Komunikasi mitis tidak berjalan dengan baik karena generasi terbaru cenderung mengganggap mitos sebagai cerita fiktif dan tidak sakral. Kecenderungan tersebut mengakibatkan penafsiran mitos menjadi kurang kritis sehingga dangkal. Kajian ini bertujuan menafsirkan mitos “manuhara” secara kritis. Penelitian dilakukan dengan pendekatan etnografi dan menganalisis data secara analisis wacana kritis. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam budaya Nusantara, manuhara merujuk kepada “manusia pohon ara”. Manuhara memiliki dasanama Raja Kera Putih, Resi Mayangkara, Raja Kera Anoman, Batara Candra, dan Resi Birguh. Resi Birguh adalah satu- satunya manusia dan umatnya yang selamat dari bencana air bah di dunia. Dalam kitab suci Kristen dan Islam, manusia yang selamat dari bencana air bah dikenal sebagai Raja Nuh. Raja Nuh menandai kekuasaannya dalam nama wilayah, bangunan candi, gua, dan menjadi wira cerita wayang di Nusantara pada tahun Nisan. Wilayah geografis, candi, batu purba, dan kesenian terkait manuhara potensial untuk diberdayakan sebagai industri wisata unggulan di Indonesia. Kata kunci: mitos Manuhara, identitas persona, hegemoni kuasa, industri wisata
BOTANI SASTRA SEBAGAI PENANGKAL DISRUPSI Suwardi Endraswara
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini membahas persoalan sastra dalam kaitannya dengan era disrupsi, dengan fokus pada botani sastra untuk menangkal fenomena era disrupsi. Salah satu penangkal itu adalah etnotarulata rempah sastra. Etnotarulata adalah penggambaran rempah sastra melalui pepohonan dan tumbuhan etnis, sedangkan rempah sastra adalah karya sastra tentang fito (tumbuhan) yang mampu menghangatkan suasana. Rempah sastra memuat tiga hal, yaitu: fitoterapi, sastra botani terapi, dan cermin sastra rempah. Di sisi lain, juga penting adanya fitoterapi etnobotani sastra rempah, yakni kolaborasi antara fitoterapi, etnologi, botani, sastra, dan rempah. Gabungan beberapa istilah ini, kata kuncinnya tetap pada sastra. Era disrupsi itu bisa jadi tantangan dan sekaligus peluang bagi pembelajaran fitoterapi etnobotani sastra rempah. Sebagai tantangan, pembelajaran dan pengkajian sastra harus mengalami rekayasa, yang kadang-kadang tidak mencapai esensi. Sebagai peluang, menurut hemat saya lebih pada pencarian data cepat, pengorbitan sastra serba cepat, dan memenuhi selera kaum milenial. Kata kunci: botani sastra, etnotarulata, fitoterapi etnobotani, filosofi gastrobotani, ekonomi kreatif
LOKALITAS: PANDANGAN-DUNIA DAN EKSPRESI KULTURAL MASYARAKAT PEMILIKNYA Heru S.P. Saputra; Agus Sariono; Titik Maslikatin; Edy Hariyadi; Zahratul Umniyyah; L. Dyah Purwita Wardani S.W.W.; Didik Suharijadi; Muhammad Zamroni
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendiskusikan relasi antara bahasa lokal dan pandangan-dunia (worldview) serta ekspresi kultural masyarakat pemiliknya. Kajian didasari oleh konsep antropologi linguistik. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahasa lokal menjadi pilihan utama dalam mengekspresikan diri, baik dalam konteks pergaulan sosial keseharian, ritual, maupun karya kreatif. Dengan bahasa lokal, ekspresi terasa mendalam, menyatu, dan representatif. Di Banyuwangi, berbagai ekspresi kultural seperti basanan, tembang, gendhing, mantra, seni pertunjukan, dan karya sastra lebih dominan menggunakan bahasa Using. Bahasa tersebut merefleksikan karakteristik masyarakat Using dan menjadi salah satu identitas kultural mereka. Dalam konteks inilah politik kebudayaan yang dikonstuksi oleh penguasa Banyuwangi cukup penting guna melestarikan dan mengembangkan bahasa Using. Nilai-nilai lokalitas yang tercermin dalam bahasa Using—dimensi kognitif, filosofi, nilai-nilai, norma, dan estetika—menyatu dengan dimensi-dimensi yang terkandung di dalam bahasa lokal, yang sekaligus menunjukkan worldview mereka. Hal tersebut menjadi angan-angan kolektif sekaligus proyeksi pranata kultural dalam memaknai fungsi bahasa lokal. Kata kunci: bahasa, budaya, lokalitas, worldview, Using
KRITIK SOSIAL POLITIK DALAM ALBUM SARJANA MUDA KARYA IWAN FALS: PENDEKATAN SEMIOTIKA Ainun Nafhah
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik merupakan media yang hadir dalam masyarakat sebagai cerminan sosial yang kompleks di dalamnya terdapat ide dan gagasan pengarang yang berisi pesan-pesan yang ditulis dalam bentuk lirik lagu. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui keterkaitan antarunsur dan realitas tanda-tanda budaya dan politik dalam album “Sarjana Muda” karya Iwan Fals. Melalui analisis terhadap lirik yang terdapat dalam setiap lagu. Seperti yang kita ketahui bahwa sebagian besar lagu-lagu Iwan Fals mengandung unsur krtitik sosial. Seperti lagu-lagu yang terdapat dalam album “Sarjana Muda” yang banyak membicarakan tema- tema yang berhubungan dengan politik, terutama pada masa orde baru. Tahun terbit album ini sendiri yaitu pada tahun 1981, pada masa itu masyarakat Indonesia sedang gencar- gencarnya mebicarakan tentang Orde Baru. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam menganalisis album “Sarjana Muda” karya Iwan Fals adalah metode studi pustaka. Artinya, hanya terpaku pada teks naskah dan tidak sampai melakukan penelitian ke lapangan. Dengan menggunakan kajian semiotika Riffaterre sebagai alat guna mengungkap makna yang ingin disampaikan pengarang dengan realitas sosial pada masa itu. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui pesan-pesan yang terdapat dalam lagu milik Iwan Fals khususnya pada album “Sarjana Muda”. Diharapkan penelitian ini bermanfaat untuk pembaca dalam menambah wawasan. Kata kunci: iwan fals, kritik sosial, musik, orde baru, semiotika riffaterre
KONEKSI ESTETIK–EFEREN SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN MEMBACA SASTRA DI ERA DISRUPSI Rusdhianti Wuryaningrum
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mendesripsikan pembelajaran membaca sastra dengan koneksi estetik-eferen di era disrubsi. Hal tersebut dapat dijadikan pertimbangan untuk mengatasi persoalan internalisasi nilai-nilai sastra dan tuntutan pelibatan psikomotorik secara maksimal. Membaca dengan koneksi estetik-eferen memungkinkan (1) pembelajaran keterampilan bahasa secara terintegrasi, (2) melibatkan emosi, pengalaman, dan pengetahuan konsep untuk memahamkan nilai-nilai dan pengetahuan secara utuh, (3) asesmen kontekstual- autentik dalam berbagai metode pertanyaan dan bidang pertanyaan (probing dan prompting) yang memungkinkan jawaban bervariasi dan pengaitan emosi dan pengalaman. Kegiatan pembelajaran dapat dilakukan dengan menyertakan pengalamannya dan hasil diskusi teman (engaging), memerinci jalan cerita dan menjabarkannya (describing), memahami dalam koneksi eferen (conceiving), memaparkan isi cerita dan perasaannya serta pengalamannya (explainng), menghubungkan isi bacaan dengan pengetahuan dan pengalamanna (connecting), menafsirkan alasan atau tokoh melakukan perbuatan (interpreting), dan menilai sikap tokoh dan isi cerita (judging). Kata kunci: era disrubsi, pembelajaran sastra, membaca sastra, koneksi estetik-eferen
REPRESENTASI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL AKU LUPA BAHWA AKU PEREMPUAN KARYA IHSAN ABDUL QUDDUS Diana Purnawati
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena perempuan karier masih memiliki anggapan buruk oleh masyarakat yang memiliki latar belakang budaya konservatif. Masyarakat menilai bahwa perempuan karier menjadi penyebab utama perceraian di rumah tangga. Gambaran tersebut muncul pada novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus. Tokoh utama bernama Suad Ridla adalah perempuan dengan penuh ambisi berusaha meraih pendidikan setinggi mungkin untuk menjadi tokoh yang berpengaruh di Mesir. Peneliti melihat representasi Suad dalam melindungi dirinya dan perempuan lainnya sebagai seorang janda yang memiliki stigma buruk oleh masyarakat. Analisis penelitian ini menggunakan teori representasi. Metode yang digunakan oleh peneliti ialah metode kualitatif deskriptif. Suad mengesampingkan kebutuhan sebagai perempuan pada umumnya demi perempuan memperjuangkan pendidikannya. Realitas kehidupan yang keras ditengah revolusi Mesir 1935-1950 an, membuat dirinya bersemangat menjadi perempuan akademisi sekaligus aktivis perempuan untuk mengkontribusikan idenya pada negara. Suad juga menjadi representasi perempuan janda untuk memerdekakan kebebasannya. Tujuannya untuk membuka pikiran perempuan janda yang selama ini terdiam atas stigma masyarakat. Kata kunci: akademisi, janda, Mesir, representasi
GELIAT KAUM MUDA DALAM PRESERVASI TRADISI MOCOAN LONTAR YUSUP DI BANYUWANGI Wiwin Indiarti; Hervina Nurullita
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mocoan Lontar Yusup di Banyuwangi merupakan tradisi lisan pelantunan tembang manuskrip kuno berjudul Lontar Yusup yang menjadi salah satu representasi kultural masyarakat Osing. Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi unsur-unsur dalam tradisi lisan mocoan Lontar Yusup dan kiprah kaum muda dalam upaya preservasi dan pewarisan tradisi mocoan Lontar Yusup. Metode yang digunakan menggunakan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data melalui metode wawancara dan analisis dokumen. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa mocoan Lontar Yusup merupakan tradisi masyarakat Osing yang dibangun dari tiga komponen penting: manuskrip Lontar Yusup, ragam variasi tembang, dan ritual. Setiap unsur saling menunjang guna membangun fungsi utama mocoan Lontar Yusup sebagai representasi tradisi dan identitas budaya masyarakat Osing di Banyuwangi. Dalam perkembangannya, jumlah kelompok mocoan ini semakin berkurang karena keberadaan para pelaku mocoan, yang sebagian besar merupakan generasi tua, semakin berkurang karena usia. Pewarisan seni tradisi ini mengalami kendala karena minat kaum muda pada seni tradisi ini rendah. Kemunculan kelompok Mocoan Lontar Yusup Milenial (MLYM), yang terdiri dari anak-anak muda pegiat mocoan, merupakan angin segar bagi perkembangan tradisi ini dan merupakan salah satu bentuk preservasi dan pewarisan tradisi lintas generasi. Kata kunci: mocoan Lontar Yusup, tradisi lisan, preservasi.
KAJIAN HERMENEUTIKA SASTRA MUSIK SELAWAT JAWI PADA FILM DOKUMENTER ARAB DIGARAP, JAWA DIGAWA Umilia Rokhani
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selawat Jawi yang terdapat pada film dokumenter Arab Digarap, Jawa Digowo merupakan tradisi yang dikembangkan di Pedukuhan Trowono, Karang Asem, Paliyan, Yogyakarta. Tradisi ini merupakan bentuk akulturasi yang dipertahankan dan dikembangkan untuk berbagai aspek kehidupan masyarakat di dukuh tersebut. Pemahaman kontekstual atas keberadaan tradisi tersebut dan refleksi kehidupan masyarakat menjadi daya atas kebertahanan tradisi itu sendiri. Oleh sebab itu, kajian hermeneutika atas tradisi selawat jawi dan aspek makna kehidupan menjadi hal yang menarik untuk dikaji. Hermeneutika Ricoeur menjadi landasan untuk menguak makna teks melalui pemahaman atas fenomenologi melalui tiga unsurnya, yaitu: pemahaman atas diri melalui pertemuan diri dan pengetahuan diri; pemahaman diri melalui tanda, simbol, dan teks; kesadaran akan sesuatu. Untuk itu, digunakan metode fenomenologi hermeneutik berupa interpretasi teks secara reflektif untuk memperoleh pemahaman yang berarti, melalui objektivasi struktur, distansiasi melalui tulisan, dunia teks, dan apropriasi atau pemahaman diri. Selawat Jawi merupakan budaya hibrid yang berkembang dari tradisi, ritual keagamaan, hingga menjadi hiburan. Budaya hibrid tersebut merupakan penyesuaian kitab Al Barjanzi yang dinyanyikan dengan kombinasi salawat dan langgam Jawa. Selain itu, terdapat teks rawi yang mengisahkan biografi Nabi Muhammad berhuruf Arab Pegon dan berbahasa Jawa yang dibacakan saat kegiatan dilangsungkan. Salawat ini teraplikasikan dalam berbagai kepentingan masyarakat yang menghubungkan manusia, alam, dan Tuhannya. Kata kunci: analisis hermeneutika, Arab Digarap, Jawa Digowo, film dokumenter, Selawat Jawi
TUTURAN PENCAK SILAT BUHUN SINGA DORANG DI DESA MANCAGAHAR, KECAMATAN PAMEUNGPEUK, GARUT SELATAN, JAWA BARAT Irpan Ali Rahman
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pemahaman masyarakat tentang pencak silat buhun Singa Dorang di Kecamatan Pameungpeuk, Garut Selatan; (2) Mendeskripsikan nilai religius, kemanusiaan, dan pendidikan yang terkandung dalam pencak silat buhun Singa Dorang; (3) Mengetahui pola pewarisan pencak silat buhun Singa Dorang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif yang bertujuan memahami berbagai masalah dan fenomena sosial setempat dari sudut pandang para partisipan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pemahaman masyarakat Pameungpeuk, Garut Selatan tentang pencak silat buhun Singa Dorang sangatlah beragam. Menurut penuturnya bahwa pencak silat buhun Singa Dorang telah ada sejak jaman pemberontakan DI/TII di Jawa Barat yang hanya diajarkan pada lingkup orang tertentu saja sesuai pilihan sang guru besar. Syarat-syarat masuknya dapat dikatakan unik dan berbeda dengan syarat masuk pada bela diri lainnya. Pada saat ditampilkan, pencak silat ini menggunakan alat musik sebagai pengiringnya. Gerakan-gerakan silat dalam pencak silat buhun Singa Dorang sangat sederhana dalam artian memiliki ciri dan bentuk yang khusus. Pencak silat buhun Singa Dorang memiliki ciri khas dalam berpakaian yaitu menggunakan warna yang serba hitam dari ikat kepala hingga sepatu hitam; (2) dan Pola pewarisan pencak silat buhun Singa Dorang bersumber dari satu guru besar saja lalu diturunkan atau diwariskan kepada orang-orang yang ingin menekuni ilmu silat dan dianggap mampu menjadi muridnya. Kata kunci: Pencak silat, Silat buhun, Pameungpeuk, Singa Dorang, Pewarisan
PLESETAN PISUHAN BAHASA JAWA DALAM STRATEGI PENINGKATAN IDENTITAS DAN ETIKA KOMUNIKASI PADA MASYARAKAT JAWA Anastasia Erna Rochiyati Sudarmaningtyas
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisuhan merupakan kata bahasa Jawa yang dalam bahasa Indonesia artinya kata atau kata-kata kasar, jorok, tidak sopan, dan tidak pantas, untuk mengungkapkan kemarahan, kejengkelan, ketidaksenangan pengguna kepada pendengarnya. Pisuhan sering dilakukan oleh remaja dan pemuda etnik Jawa. Dalam masyarakat Jawa ada tatakrama atau kesopansantunan yang menjadi aturan pokok hidup, salah satunya untuk berkomunikasi, sehingga saat remaja dan pemuda etnik Jawa menggunakan pisuhan, dengan sengaja diplesetkan sehingga tidak terlihat lagi pisuhan aslinya. Metode yang digunakan adalah metode simak dan metode cakap untuk tahap penyediaan data; deskriptif, struktural, komparatif dan normatif untuk tahap analisis data; dan untuk pemaparan hasil analisis data metode informal. Hasil analisisnya bahwa proses terbentuknya plesetan pisuhan dengan: (1) tetap menggunakan sebagian dari kata pisuhan asli khususnya di suku depan dan mengganti dengan suku kata atau kata lain di belakangnya, contoh: asu diplesetkan menjadi asuuuudahlah, aaasemi, asssssemkecut, dan Assaaalamualaikummm; (2) tetap menggunakan pisuhan asli tetapi diperluas dengan kata-kata lain, contoh: diamput diplesetkan menjadi diamputasi tenan. Dari aspek makna antara pisuhan asli dengan pisuhan plesetan jauh berbeda yaitu jika menggunakan kata pisuhan asli, maknanya kotor, tabu, tidak layak, jorok; jika menggunakan pisuhan plesetan, bahasa menjadi lebih sopan walaupun maksud yang sebenarnya tersampaikan. Faktor yang mempengaruhi adalah keinginan untukmenunjukkan dan menjunjung tinggi etika komunikasi dan meningkatkan identitas diri. Kata kunci: plesetan pisuhan,bahasa Jawa, etika komunikasi, identitas diri

Page 75 of 101 | Total Record : 1005


Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue 2023: 5th International Agronursing Conference (5th IANC) In Conjunction with 1st International Post 2023: Prosiding Kolokium Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat 2022: The 2nd International Student Conference 2022 2022: E-Prosiding Kolokium Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Periode II Tahun 2022 2022: E-Prosiding Kolokium Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat 2022: E-Prosiding Seminar Nasional Matematika, Geometri, Statistika, dan Komputasi (SeNa-MaGeStiK) 2021: International Conference on Management, Business, and Technology (ICOMBEST) 2021 2020: Proceeding of The 4th International AgroNursing Conference 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR 2018: Proceedings 4th Annual International Conference on Economic in Developing Countries 2018: Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Bisnis III (SNMB3) 2018: Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Bisnis III (SNMB3) 2018: Pembangunan Pertanian dan Peran Pendidikan Tinggi Agribisnis: Peluang & Tantangan di Era Indus 2017: Proceeding of 3rd International Nursing Conference Proceeding of International Conference on Food Sovereignty and Sustainable Agriculture (FoSSA) 2017 Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis (SNAPER-EBIS 2017) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jembe 2016: Proceeding The 1st International Basic Science Conference Indonesian Protein Society (IPS), International Seminar and Workshop 2014 Prosiding Seminar Nasional Pemuliaan 2014 Indonesian Protein Society (IPS), International Seminar and Workshop 2014 International Conference on Agribusiness Marketing (ICAM) 2012, Faculty of Agriculture, University o the 3rd International Conference on Economics, Business, and Accounting Studies Proceeding of 1st International Conference on Medicine and Health Sciences (ICMHS) Dinamika Global: Rebranding Keunggulan Kompetitif Berbasis Kearifan Lokal More Issue