cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
UNEJ e-Proceeding
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,005 Documents
MODEL PENGEMBANGAN DESA EKOWISATA KAWASAN PERKEBUNAN KOPI DESA SUKOREJO KABUPATEN BONDOWOSO Latifatul Izzah; Singgih Tri Sulistiyono; Yety Rochwulaningsih
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riset ini bertujuan mendeskripsikan sebuah model pengembangan Desa Ekowisata pada kawasan perkebunan kopi di Desa Sukorejo Kabupaten Bondowoso tanpa merusak lingkungan. Desa Sukorejo merupakan desa penghasil kopi Arabika, karena letak wilayahnya berada pada ketinggian 800-1200 dpl. Penelitian ini menggunakan metode sejarah guna mendapatkan data di lapangan mengenai kesiapan Desa Sukorejo untuk menjadi Desa Ekowisata yang dapat mensejahterakan masyarakat petani baik yang ada di Desa Sukorejo maupun pada desa-desa yang ada di sekitarnya. Hasil riset menunjukkan bahwa Desa Sukorejo layak serta memenuhi kriteria baik dari sumber daya alamnya maupun masyarakatnya untuk dijadikan Desa Ekowisata yang mendatangkan revenue generating bagi masyarakat petani kopi, Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Desa. Kata Kunci: ekowisata, perkebunan kopi, Desa Sukorejo, Kabupaten Bondowoso
POLA ALIH GILIR TUTUR DALAM MASYARAKAT PENDALUNGAN MADURA DI JEMBER Bambang Wibisono; Akhmad Haryono; Samuji Samuji; Ali Badrudin
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alih gilir tutur bersifat khas budaya. Menggunakan pendekatan kualitatif, dalam artikel hasil penelitian ini dibahas pola alih gilir tutur yang berlaku pada masyarakat Pendalungan Madura di Jember dalam bertutur. Hasil penelitian menunjukkan minimal ada dua pola alih gilir tutur yang diperagakan oleh masyarakat Pendalungan Madura di Jember, yaitu pola ketika berkomunikasi tidak resmi, dan pola ketika melakukan komunikasi resmi. Dalam komunikasi tidak resmi ditemukan dua pola, yaitu: (1) pola alih gilir tutur tumpang tindih, dan (2) pola alih gilir tutur tanpa tumpang tindih tuturan. Dalam komunikasi resmi, pola alih gilir yang diperagakan selalu tanpa tumpang tindih tuturan. Menyela tuturan orang dalam situasi komunikasi lisan resmi dianggap melanggar kaidah yang berlaku dan mendapat stigma negatif dari masyarakat. Kata kunci: Pendalungan, alih gilir, budaya
MISTERI DESA KAYUMAS: WARISAN KEJAYAAN KOLONIAL BELANDA DALAM PERKEBUNAN KOPI ARABIKA Latifatul Izzah; Suharto Suharto; M. Zamroni; Neneng Afiah; Anik Yuhana; Sri Rahayu; Endah Khodijah
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdikan para investor Eropa dalam memilih lahan untuk dijadikan ajang bisnisnya memang luar biasa jitu. Tidak peduli apakah lahan tersebut sulit dijangkau atau tidak, yang penting mendapatkan profit yang tinggi dengan kalkulasi yang cermat. Pemerintah Kolonial Belanda memberikan hak erfpacht (hak sewa) di dataran tinggi yang tidak digunakan oleh pribumi pada para investor. Uniknya tidak menyurutkan semangat para investor untuk menanamkan investasinya di wilayah Hindia Belanda (penyebutan nama Indonesia pada masa Kolonial Belanda), khususnya lahan Kajoemaas Keresidenan Bezoeki. Pilihan tanaman yang ditanam adalah kopi jenis Arabika yang digandrungi masyarakat Eropa pada saat itu, yang cocok ditanam pada lahan yang terletak di atas ketinggian 760-1550 meter dpl. Investor Belanda, H.H.van Kol bersama rekannya J.C. Egter van Wissekerke tertarik untuk menyewa lahan seluas 504 Ha di Kajoemaas pada pemerintah Kolonial Belanda selama 75 tahun. Dengan mendirikan perusahaan “Cultuur Maatschappij Kajoemaas”. Sekarang posisinya diganti oleh PTPN XII dengan melanjutkan pengelolaan perkebunan Kopi Arabika. Penelitian ini menggunakan metode sejarah untuk mendapatkan gambaran yang kronologis dan detail tentang misteri Desa Kayumas yang dipilih oleh investor Belanda sebagai ladang emasnya. Hasil riset membuktikan bahwa Desa Kayumas baik secara geografis maupun klimatologis sangat cocok ditanami kopi jenis Arabika yang nilai jualnya lebih tinggi dibanding dengan jenis kopi lainnya. Kondisi ini menginspirasi masyarakat petani kopi Desa Kayumas untuk melanjutkan penanamannya, dan terbukti bahwa tanaman Kopi Arabika memberikan kemakmuran bagi masyarakat Desa Kayumas. Kata Kunci: Desa Kayumas, Kopi Arabika, warisan kolonial
REPRESENTASI REALITAS SOSIAL POLITIK DALAM KUMPULAN PUISI BUKU LATIHAN TIDUR KARYA JOKO PINURBO: KAJIAN STILISTIKA Jessyka Bella Eswigati
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Representasi realitas sosial politik merupakan satu topik yang digunakan oleh Joko Pinurbo sebagai tema yang cukup sering muncul dalam beberapa judul puisi pada kumpulan puisi Buku Latihan Tidur. Cerminan perilaku yang ditunjukkan oleh beberapa puisi Metode deskriptif kualitatif digunakan sebagai metode dalam analisis ini, yaitu dengan melakukan pengumpulan data puisi kemudian dianalisis untuk mengemukakan realitas sosial politik dan religiositas dalam eksotisme diksi. Representasi merupakan bagian yang penting dalam proses pembentukan arti yang dibenturkan dengan budaya. Melalui teori ini dapat diketahui bagaimana relevansi sebuah puisi dalam kehidupan nyata yang terjadi di Indonesia. Peran puisi “Sajak Balsem Untuk Gus Mus” dan “Sebuah Cerita Untuk Gus Dur” terlihat sangat penting dalam keadaan sosial politik di tahun 2015 dan 2016. Tokoh Gus Mus dan Gus Dur merupakan panutan dalam persoalan agama sehingga membuat penyair merasa kedua tokoh tersebut merupakan sosok inspiratif yang memiliki pengetahuan agama secara luas. Hubungan teori representasi dalam kumpulan puisi Buku Latihan Tidur berfungsi sebagai media untuk mengungkapkan bentuk representasi realitas sosial politik yang dituangkan dalam bentuk bahasa puisi oleh Joko Pinurbo melalui puisinya yang berjudul “Sajak Balsem untuk Gus Mus”. Representasi dalam karya sastra merupakan gambaran dari fenomena sosial yang terjadi sehari-hari dalam masyarakat. Kata Kunci: eksotisme, politik, puisi, religiositas, representasi
WHEN TOUCH TALKS ABOUT BEAUTY: MEANINGS DISMANTLED BEHIND YOUTUBE BEAUTY VLOGS Riskia Setiarini
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper describes my perspective as a linguist whose concern is systemic functional linguistics sees touch functioning as a resource for meaning making on beauty-themed video blogs. Researches on touch are a few, and some reveal touch in relation to marketing-related issues, and some (if not few) are scrutinized under language analysis. One inspiring article compelled me do a research on the same topic but in different context (i.e. beauty vlogs) is from that brilliant work written by Bezemer and Kress (2014). Their idea sheds light on how social semioticians see it as both a non-mode as well as a mode of communication. Touch as the latter fulfills the criteria of language proposed by Halliday, comprising (inter)textual, interpersonal and ideational functions. Jewitt and Mackey (2018) even explore touch further. This tactile mode is researched by the conflation of multimodality and sensory ethnography, as multimodality alone is criticized for its subjective interpretative stance. Touch, according to Goffman (1979), is observed as a label embodied to women more than men. One example of the implementation of touch associated with what women mostly do is beauty vlogs  beauty-themed video blogs posted in social media. Together with other modes, this prehensile potential may carry several at-issue meanings. Using theories proposed by Bezemer and Kress (2014), Kress and van Leeuwen’s social semiotic communication (2006), Halliday’s SFL, and Goffman (1979), this article reveals if not to show beyond doubt how touch contains meanings (inward and outward meaning making, terms as suggested by Bezemer and Kress) linked to beauty-related issue. The data chosen are 5 (five) Youtube beauty vlogs of which topic is how to take care of the skin naturally, comprising 3 videos from Indonesian vloggers and the rest are from those outside Indonesia. These are selected as they are among mostly watched videos within 2018. Several touch(es) together with other resources, including linguistic texts taken in the form of shots assumed to have a particular and distinctive meanings are picked. The approach applied is social semiotics multimodalities, lying on how touch is made use by its users for constructing meanings and the finding is what Bezemer and Kress proposed is clearly applicable. In this way, touch reveals beauty in some ways. First, there proved to be a transduction where modes are moved to another mode. In this, the back of the hand, onto which touch is performed, functions as the face where beauty is associated. Second, there found also what so-called the dual materiality that touch is both visible and tactile in that both for the toucher and the (vlogs) viewers, and the last one is touch is proved not to be as a mode criterion, in that it is not used to address the interpersonal function, as both the touchers do not touch the viewers, for touch is not utilized as a means of communication. Keywords: metafunctions, touch, modes.
REPRESENTASI IDENTITAS SOSIAL BUDAYA USING DALAM NOVEL NITI NEGARI BALA ABANGAN KARYA HASNAN SINGODIMAYAN: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Gio Pramanda Galaxi
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mendeskripsikan dan menjelaskan representasi identitas sosial budaya masyarakat Using Banyuwangi melalui novel Niti Negari Bala Abangan karya Hasnan Singodimayan. Representasi identitas dijelaskan melalui analisis sosiologi sastra dengan tiga cakupan yaitu sosiologi pengarang, sosiologi karya sastra dan sosiologi pembaca. Kajian ini menjelaskan bahwa isi dari karya sastra merupakan realitas yang terjadi di masyarakat Using Banyuwangi dan karya sastra dapat menjadi dokumen sosial yang bernilai sejarah. Kajian ini juga membahas dari segi pengarang sebagai manusia yang memiliki kelompok masyarakat dan memiliki latar belakang untuk membangun kontruksi sosial budaya yang ia tuliskan dalam karyanya. Karya sastra dapat juga menggambarkan ideologi dari penulisnya dengan secara tidak langsung yang tergambar dalam karyanya. Novel Niti Negari Bala Abangan menggambarkan sosial budaya masyarakat Using Banyuwangi berupa sastra lisan, kesenian dan makanan minuman khas Using Banyuwangi. Hal tersebut didukung oleh penjelasan tentang sejarah Banyuwangi dan Blambangan mulai dari masa penjajahan Belanda, peristiwa-peristiwa PKI dan di masa sekarang. Sosial budaya masyarakat Using Banyuwangi dapat menggambarkan pada satu identitas yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat berupa bentuk-bentuk lokalitas Using. Hasil dari kajian ini akan merujuk pada satu identitas yang dapat mewakili sosial budaya masyarakat Using Banyuwangi. Identitas yang dihasilkan dapat berbeda-beda dengan hasil kajian yang lain karena identitas bersifat dinamis mengikuti ruang dan waktu. Novel Niti Negari Bala Abangan ini juga di analisis oleh akademisi yang menghasilkan beragam penjelasan. Kata kunci: identitas, sejarah, sosial budaya
KAJIAN SEMIOTIK KULTURAL MANTRA RITUAL HODO MASYARAKAT DESA PARIOPO, KECAMATAN ASEMBAGUS, KABUPATEN SITUBONDO Phia Meidyana Triwahono; Siska Ayu Kartika; Neng Nurul Hanapi; Ac Wiranti; Mellani Wulan Sari; Ulfatus Soimah; Sitti Rohmah; Isyfina Hasanatud Daraini; Cindy Ariesa Amelinda; Resita sSari
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna kajian semiotik kultural dalam mantra Ritual Hodo, masyarakat Desa Pariopo, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. Jenis penelitian ini adalah kualitatif bersifat deskriptif dengan menggunakan teori analisis semiotik yakni teori mitologi Roland Barthes. Data bersumber dari tuturan mantra ritual Hodo. Metode yang dipakai dalam mengumpulan data adalah metode simak dan wawancara dengan teknik rekam dan catat. Data yang terkumpul kemudian dinalisis secara kualitatif. Analisis data yang pertama dilakukan dengan tahap penerjemahan. Pada tahap ini, peneliti menterjemahkan bentuk mantra ke dalam bahasa Indonesia. Setelah selesai, dilakukan analisis lanjutan menggunakan teknik analisis data semiotika Roland Barthes, yaitu signifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah bentuk dan makna denotasi dan makna konotasi. Terdapat 18 makna denotasi di dalam mantra Ritual Hodo dan delapan makna konotasi. Makna konotasi yang diterima sebagai sesuatu yang normal dan alami oleh masyarakat disebut dengan mitos. Kata kunci: semiotik kultural, tuturan ritual, ritual hodo
KEPERCAYAAN DAN TRADISI PARAJI PADA PERSALINAN MASYARAKAT PAMEUNGPEUK, GARUT SELATAN, JAWA BARAT Mutiarani Mutiarani
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi paraji bagi masyarakat Pameungpeuk, Garut selatan merupakan bagian dari budaya tradisi persalinan secara turun-temurun sejak zaman dahulu. paraji adalah sosok perempuan atau laki-laki yang memiliki kemampuan membantu persalinan sejak masa kehamilan, proses, dan pasca persalinan. Kemampuan seorang paraji diyakini diperoleh secara turun-temurun dan memiliki kemujaraban dalam setiap do’anya bagi masyarakat sekitar. Hadirnya tenaga kesehatan saat ini tidak menyurutkan masyarakat dibeberapa Desa di Pameungpeuk, Garut selatan untuk beralih dari praktik persalinan dengan paraji. Sebagian masyarakat Pameungpeuk saat ini merasa kehadiran paraji tidak hanya memberikan pertolongan pada proses persalinan saja akan tetapi ia juga memberikan kepercayaan dan kemujaraban dalam setiap ritual yang dilakukannya. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kepercayaan dan tradisi persalinan masyarakat Pameungpeuk, Garut selatan untuk menggunakan jasa paraji pada saat masa, proses, dan pasca persalinan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis deskripsi analisis. Teknik pengumpulan data penelitian ini berdasarkan pada hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang bersifat audio dan visual. Adapun temuan penelitian ini yaitu, (1) keyakinan masyarakat Pameungpeuk, Garut Selatan pada tradisi paraji persalinan dan pantangan selama masa kehamilan hingga pasca persalinan, dan; (2) upaya masyarakat Pameungpeuk mempertahankan tradisi paraji yang telah berlangsung secara turun-temurun. Kata kunci: Kepercayaan, Tradisi paraji, Masyarakat Pameungpeuk
MENGUNGKAP PERAN BUPATI DI KABUPATEN MADIUN TAHUN 1870-1930-AN Muchammad Nailul Jamil
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana bupati di Kabupaten Madiun mampu mempertahankan kedudukan dan peranan mereka ketika Pemerintah Hindia Belanda mengimplementasikan berbagai kebijakan yang mempersempit ruang aktualisasi bupati. Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas bupati di Kabupaten Madiun dalam mempertahankan kedudukan dan peranannya. Sebagai studi sejarah, maka peneliti menggunakan metode sejarah yang meliputi empat tahapan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Sumber penelitian berupa arsip, surat kabar, buku, jurnal dan karya penelitian lainya yang dapat mendukung penulisan ini. Peneliti menggunakan teori pelapisan sosial untuk menganalisis struktur sosial para bupati dalam masyarakat tradisional dan kolonial serta kebijakan Pemerintah Hindia Belanda yang mengakibatkan kedudukan dan peranan bupati terbatas. Melalui penulisan ini, dapat diperoleh hasil sebagai berikut. Bupati Madiun sebagai penguasa daerah Mancanegara Timur dan pada masa Pemerintah Hindia Belanda sebagai wedana bupati untuk Karesidenan Madiun memiliki kedudukan kuat dan peranan yang besar. Kedudukan dan peranan bupati mengalami penyusutan karena implementasi kebijakan Pemerintah Hindia Belanda yang mengakibatkan status bupati berubah dari penguasa feodal menjadi pegawai Pemerintah Hindia Belanda. Perkembangan selanjutnya, Bupati Madiun mampu untuk beradaptasi terhadap berbagai kebijakan dari Pemerintah Hindia Belanda. Implementasi kebijakan Pemerintah Hindia Belanda bertujuan menciptakan sistem birokrasi pemerintahan modern yang legal rasional untuk mengurangi kedudukan dan peranan bupati. Secara realitas tidak dapat diimplementasikan sesuai harapan bahkan menimbulkan hubungan antara bupati dengan Pemerintah Hindia Belanda yang saling menguntungkan dan budaya feodal kembali menjadi tren bupati. Kata kunci: bupati, kedudukan, Madiun, modern, peranan, tradisional.
ALAM TAKKAMBANG JADI GURU: PANDANGAN HIDUP MINANGKABAU DALAM NOVEL KEMARAU KARYA A.A. NAVIS Galang Garda S.
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Novel Kemarau karya A.A. Navis menjadi objek penelitian ini. Bercerita tentang kehidupan seorang laki-laki paruh baya yang tinggal di sebuah kampung. Keinginannya untuk mengubah cara pandang orang-orang di sekitarnya tentang kerja dan memaknai kehidupan terbentur oleh sifat mereka dan masa lalu pribadinya. Secara eksplisit novel ini membahas kehidupan pribadi tokoh utamanya saja. Akan tetapi dari beberapa poin yang terdapat di dalam karya, peneliti menggunakan pendekatan mimetik untuk mengungkap realitas budaya Minangkabau. Metode yang digunakan untuk mengolah novel beserta datanya adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini berupa pengkajian karya sastra secara ekstrinsik dan mimetis (nyata) berupa budaya Minangkabau. Kata kunci: Mimetik, realitas, Kemarau, A.A. Navis

Page 73 of 101 | Total Record : 1005


Filter by Year

2012 2023


Filter By Issues
All Issue 2023: 5th International Agronursing Conference (5th IANC) In Conjunction with 1st International Post 2023: Prosiding Kolokium Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat 2022: The 2nd International Student Conference 2022 2022: E-Prosiding Kolokium Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Periode II Tahun 2022 2022: E-Prosiding Seminar Nasional Matematika, Geometri, Statistika, dan Komputasi (SeNa-MaGeStiK) 2022: E-Prosiding Kolokium Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat 2021: International Conference on Management, Business, and Technology (ICOMBEST) 2021 2020: Proceeding of The 4th International AgroNursing Conference 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR 2018: Proceedings 4th Annual International Conference on Economic in Developing Countries 2018: Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Bisnis III (SNMB3) 2018: Prosiding Seminar Nasional Manajemen dan Bisnis III (SNMB3) 2018: Pembangunan Pertanian dan Peran Pendidikan Tinggi Agribisnis: Peluang & Tantangan di Era Indus 2017: Proceeding of 3rd International Nursing Conference Seminar Nasional Ekonomi dan Bisnis (SNAPER-EBIS 2017) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jembe Proceeding of International Conference on Food Sovereignty and Sustainable Agriculture (FoSSA) 2017 2016: Proceeding The 1st International Basic Science Conference Prosiding Seminar Nasional Pemuliaan 2014 Indonesian Protein Society (IPS), International Seminar and Workshop 2014 Indonesian Protein Society (IPS), International Seminar and Workshop 2014 International Conference on Agribusiness Marketing (ICAM) 2012, Faculty of Agriculture, University o the 3rd International Conference on Economics, Business, and Accounting Studies Proceeding of 1st International Conference on Medicine and Health Sciences (ICMHS) Dinamika Global: Rebranding Keunggulan Kompetitif Berbasis Kearifan Lokal More Issue