cover
Contact Name
Fajar
Contact Email
fajarjatinugroho@gmail.com
Phone
+6281226035613
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
BANGUN REKAPRIMA
ISSN : 24432709     EISSN : 25413899     DOI : http://dx.doi.org/10.32497/bangunrekaprima
Bangun Rekaprima: Jurnal Pengembangan Rekayasa, Sosial dan Humaniora as an information container that contains articles about the field of science consisting of results of research, literature review, review of books, journal reviews, popular scientific knowledge, results of translations, and other related texts. The articles of this journal are published every six months, that is on April and Oktober (2 issues per year), and published by Politeknik Negeri Semarang.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2018): April 2018" : 8 Documents clear
Rancang Bangun Mesin Spinning Flame Hardening Semi Otomatis Pujono, Pujono; Alghifari, Rizal Aziz
Bangun Rekaprima Vol. 4 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.602 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v4i1.1114

Abstract

Pengerasan permukaan dengan api adalah proses perlakuan panas dengan menggunakan nyala api langsung yang dihasilkan dari gas oxy-acetylen dimana permukaan dari bagian baja dipanaskan dengan cepat ke suhu di atas titik kritis baja. Setelah struktur butir permukaan telah menjadi austenit (austenitized), bagian tersebut dinginkan dengan cepat, perubahan austenit menjadi martensit sementara meninggalkan inti dari bagian dalam aslinya. Tujuan dalam perancangan mesin pengeras permukaan dengan api metode berputar semi otomatis ini yaitu menentukan rancangan konsep mesin pengeras permukaan dengan api metode berputar semi otomatis, pembuatan mesin dan pengujian hasil. Dalam pembuatan mesin ini penulis menggunakan pendekatan metode perancangan berbasis pada kebutuhan masyarakatdan pemilihan konsep menggunakan metode penilaian rangking, software gambar menggunakan Autocad dan gambar kerja menggunakan standar ISO. Dari metode-metode yang penulis lakukan, didapatkan hasil keputusan evaluasi rancangan konsep yaitu poros penggerak menggunakan poros tetap dengan material AISI 4340 dan badan mesin yang tertutup. Dalam pengujiannya, untuk kecepatan 60rpm mendapatkan hasil kekerasan rata-rata 55,9 HRC dengan waktu proses pemanasan 3,74 menit, untuk kecepatan 90rpm mendapatkan hasil kekerasan rata-rata 33,33 HRC dengan waktu proses pemanasan 2,42 menit. Dimensi mesin yang dirancang yaitu 1961 x 1418 x 1284 mm dengan massa mesin sebesar 150 kg dan diameter lubang minimal pada benda yaitu 18 mm.Kata Kunci: Pengerasan permukaan dengan api, roda gigi, kekerasan Rockwell C.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pemasangan Rangka Atap Baja Ringan Hadi, Tjokro; Ariyanto, Arief Subakti; Parhadi, Parhadi; Supriyadi, Supriyadi; Triwardaya, Triwardaya; Wasino, Wasino; Wiyana, Yustinus Eka
Bangun Rekaprima Vol. 4 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.528 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v4i1.1120

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Indonesia dari tahun ke tahun selalu mengalami perkembangan. Meningkatnya kebutuhan akan tempat tinggal tidak seimbang dengan jumlah pertumbuhan kayu yang mengakibatkan langkanya kayu dibidang konstruksi. Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan, struktur dibidang Teknik Sipil dituntut untuk menjadi lebih berkualitas dari segala aspek kekuatan yang harus dipenuhi seperti aspek ekonomi dan kemudahan dalam pembangunan. Salah satu struktur yang banyak menarik perhatian saat ini adalah struktur rangka atap dengan menggunakan profil baja ringan. Adapun keuntungan menggunakan rangka atap baja adalah: merupakan material baru yang makin diminati, bahan ini dapat dibuat dengan bermacam bentangan (panjang atau lebar atap), bahan yang bila dirancang dengan benar, akan lebih kuat dari atap kayu, serta lebih aman, material ini lebih awet, tidak dimakan rayap, tahan terhadap api, sifat materialnya ringan dan mudah dirakit, bila dibandingkan rangka kayu pada luasan yang sama pemasangan kerangka atap baja ringan, bobotnya yang ringan dibandingkan kayu, beban yang harus ditanggung oleh struktur dibawahnya lebih rendah, dan sisa material sedikit.Kata kunci: Konstruksi rangka atap baja, pelatihan, tenaga terampil.
Kajian Eksperimental Dalam Upaya Meningkatkan Nilai Daya Dukung Lempung Merah Melalui Uji CBR Hartono, Hartono; Suparman, Suparman; Wahjoedi, Wahjoedi; Mulyono, Tedjo; Utomo, Setio
Bangun Rekaprima Vol. 4 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.203 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v4i1.1115

Abstract

Perkembangan teknologi semakin maju dan canggih terlebih dalam hal teknologi otomotif, sarana transportasi dirancang dan dibuat dengan ukuran untuk kelas ekonomi serta pribadi, juga ringan dan terjangkau oleh hampir semua lapisan masyarakat. Disamping itu kesejahteraan masyarakat telah berkembang cukup baik, serta adanya kebijakan dalam sistim penjualan otomotif. Berkaitan hal tersebut maka bagi pemerintah melalui dinas terkait, perlu memperhatikan dan menyediakan jalan yang memadai sebagai sarana untuk kelancaran transportasi (lalu lintas), sebagai pendukung lapis perkerasan melalui pemadatan bahan tanah dasar baik tanpa bahan tambah maupun dengan bahan tambahan sebagai pengisi (filler) guna memperbaiki gradasi butiran tanah. Semua bangunan yang berpijak pada tanah, baik secara langsung maupun melalui komponen struktur yang dipakai untuk menahan beban dari atas (bangunan). Secara sederhana material tanah terdiri dari butiran, air, dan udara, butiran tanah menurut kandungan ada tanah berbutir kasar. Tanah berbutir halus lolos ayakan Ø 0,075 mm dan besarnya diatas 50%, tanah ini mempunyai sifat kembang susut cukup besar, kekuatan rendah, dan plastisitasnya tinggi. Pada tanah yang didominasi oleh lempung dan silt serta pasir yang sangat halus, silt mempunyai sifat menyerap air, maka kandungan silt akan berpengaruh terhadap nilai indeks plastisitas bahkan sampai material non plastis. Demikian kajian terhadap nilai kohesi, tentunya semakin banyak nilai kandungan silt besarnya kohesi semakin rendah. Nilai kohesi semakin rendah sangat berpengaruh terhadap daya dukung tanah sehingga perlu ada kajian terutama terhadap pondasi struktur bangunan dan lapisan subgrade pada struktur jalan raya sebelum pekerjaan struktur di laksanakan di lapangan.Kata kunci: Eksperimental, gradasi butiran tanah, peningkatan daya dukung.
Cover, Susunan Pengurus, Dari Redaksi, Daftar Isi -, Cover
Bangun Rekaprima Vol. 4 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.808 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v4i1.1121

Abstract

Cover, Susunan Pengurus, Dari Redaksi, Daftar Isi
Kajian Eksperimental Live Bed Scour Di Hilir Bed Sill Pada Sedimen Dasar Tidak Seragam Junaidi, Junaidi; Mahmudi, Wildana Latif; Suroso, Suroso; Sugiharto, Sugiharto
Bangun Rekaprima Vol. 4 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.309 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v4i1.1116

Abstract

Proses gerusan terjadi pada kondisi clear water scour setelah tercapainya fase kesetimbangan (equilibrium) dimana dimensi lubang gerusan yang terjadi di hilir bangunan sangat bergantung pada waktu. Ada tiga tahap pembentukan lubang gerusan lokal, yaitu tahap awal yang cepat, tahap pembentukan, dan tahap akhir berupa perlambatan hingga mencapai kesetimbangan (equilibrium). Bentuk lubang gerusan sangat bergantung pada jarak antar bed sill. Ada dua bentuk lubang gerusan, yaitu bentuk quasi-parabolic dan spoon. Bentuk quasi-parabolic terjadi pada jarak yang pendek antar bed sill, sementara bentuk spoon terjadi pada jarak bed sill yang besar. Lapis armoring memiliki nilai diameter median (d50) yang makin besar dengan makin besarnya jarak interval antar bed sill. Fenomena gerusan di hilir bangunan hidraulik di alam terjadi pada kondisi banjir dimana juga terangkut material / butiran-butiran sedimen dari hulu. Penelitian ini dilakukan untuk mengamati perilaku gerusan di hilir bed sill pada kondisi adanya sedimen terangkut dari hulu bangunan (live bed scour) dengan material dasar saluran dari sedimen tidak seragam. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hidraulika Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang dengan menggunakan saluran terbuka / flume yang dilengkapi dengan sirkuit hidraulik, pintu, dan alat-alat ukur lainnya. Gerusan lokal di hilir bed sill pada kondisi live bed scour diteliti dengan melakukan serangkaian percobaan dimana material sedimen dasar tidak seragam digunakan dengan gradasi yang sama dengan sedimen yang disuplai dari hulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman gerusan maksimum ys terbentuk secara cepat dan mencapai nilai mendekati kesetimbangan dalam waktu pendek (2 jam). Fase erosif jangka pendek secara jelas terbedakan dari fase jangka panjang berdasarkan profil pembentukan lubang gerusan terhadap waktu. Pada awal pengujian juga tampak bahwa kedalaman gerusan berkurang dengan meningkatnya debit aliran. Pengurangan kedalaman gerusan maksimum (ys) pada kondisi live bed scour dibanding pada kondisi clear water scour dapat diukur dari loncat morfologis a1. Nilai-nilai non dimensi rasio a1/Δ.D50 menegaskan bahwa persamaan yang digunakan dapat dipilih untuk a1/Δ.D50 hingga 9.0.Kata kunci: Gerusan, bed sill, live bed scour, equilibrium, flume.
Strategi Memenuhi Kebutuhan Air Bersih Di Kawasan Industri Genuk Semarang Suhartono, Edy
Bangun Rekaprima Vol. 4 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.341 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v4i1.1117

Abstract

Kawasan Industri Genuk di Kota Semarang, disamping memberikan keuntungan dalam aspek ekonomi, juga memberikan beban bagi lingkungan, seperti penggunaan sumberdaya air bersih yang sebagian besar masih bersumber dari air tanah. Pengambilan air tanah yang tidak memperhatikan kondisi cekungan air tanah mengakibatkan intrusi air laut, terutama di wilayah akuifer rendah yang memiliki debit air tanah kurang dari 1,3 liter/detik, sehingga menurunkan kualitas air tanah akibat dari intrusi air laut. Baku mutu air minum (PERMENKES. 492/MENKES/PER/IV/2010) telah mensyaratkan bahwa air tanah dapat digunakan sebagai air minum apabila kandungan klorida (Cl) di dalam air tanah kurang dari 250 mg/L. Pada umumnya kondisi air tanah yang telah tercemar akibat dari intrusi air laut, nilai kandungan klorida (Cl) air tanah tersebut lebih dari 250 mg/L dan berdampak pada tidak efektifnya kegiatan di kawasan industri. Penelitian tentang intrusi air laut terhadap air tanah pada akuifer tertekan (sumur bor) menggambarkan bahwa pada tahun 2013, luasan wilayah pesisir di Kota Semarang yang berpotensi mengalami intrusi air laut sebesar 5.920,96 ha atau sekitar 54,5 % dari luas wilayah penelitian sebesar 10.448,6 ha terutama yang memiliki elevasi tanah sampai dengan 3 mdml (radius 4 km dari garis pantai) meliputi sebagian wilayah Kecamatan Semarang Barat, Kecamatan Semarang Tengah, Kecamatan Semarang Utara dan Kecamatan Genuk. Tantangan bagi kawasan industri dalam memenuhi kebutuhan air bersihnya perlu strategi yaitu dalam pengelolaan sumberdaya air di kawasan industri diperlukan keselarasan aspek ekonomi dan lingkungan, pendekatan bisnis dalam pengelolaan lingkungan, dan penerapan produksi bersih.Kata kunci: Kawasan industri berwawasan lingkungan, air tanah, produksi bersih.
Ambiguitas Dalam Bahasa Indonesia Trismanto, Trismanto
Bangun Rekaprima Vol. 4 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.76 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v4i1.1118

Abstract

Komunikasi merupakan kebutuhan manusia untuk berinteraksi dengan sesamanya. Setiap orang tidak bisa lepas dari kegiatan komunikasi. Media yang digunakan untuk berkomunikasi adalah bahasa. Penggunaan bahasa sebagai sarana interaksi sosial ditentukan oleh faktor-faktor linguistik maupun nonlinguistik. Berkomunikasi berarti menyampaikan isi pikiran, ggasan, perasaan, dan kemauan kita kepada orang lain dengan menggunakan bahasa. Ambiguitas (nomina) dari ambigu (adjektiva); sifat atau hal yang berarti dua: kemungkinan yang mempunyai dua pengertian; taksa; ketidaktentuan; ketidakjelasan; kemungkinan adanya makna yang lebih dari satu atas suatu karya sastra; kemungkinan adanya makna lebih dari satu di sebuah kata, gabungan kata, atau kalimat.Kata Kunci: Ambiguitas, komunikasi, linguistik, lisan, tulisan.
Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Pengukuran Bagi Pekerja Bangunan Nurhadi, Imam; Yusetyowati, Yusetyowati; Ukiman, Ukiman; Pawiro, Dadiyono Amat
Bangun Rekaprima Vol. 4 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.057 KB) | DOI: 10.32497/bangunrekaprima.v4i1.1119

Abstract

Dampak dari pertumbuhan penduduk adalah semakin meluasnya areal pemukiman dan semakin menyusutnya areal kebun, ladang dan persawahan. Akibat dari hal ini, sebagian besar masyarakat yang tadinya bermata pencaharian bercocok tanam berubah profesi menjadi buruh pabrik, buruh bangunan, pekerja bangunan, berjualan sembako atau yang lainnya. Hal ini sangat dirasakan oleh masyarakat Desa Pundensari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo dan sekitarnya, dimana sebagian besar pada saat dahulu bekerja di sawah dan ladang sebagai petani berubah profesi sebagai pekerja bangunan yang sesuai dengan pendidikan dan keterampilannya. Pekerja bangunan mengalami kesulitan terutama dalan hal antara lain pengukuran jarak, ketinggian dan sudut horizontal maupun miring. membaca gambar kerja ditransfer ke lapangan tentang letak bangunan dan pengukuran batas lahan dan luas bidang tanah sawah atau pekarangan, batas jalan, saluran air dan sebagainya. Politeknik Negeri Semarang sangat berkepentingan untuk ikut ambil bagian dalam peningkatan kualitas tenaga kerja yang ada di wilayah Jawa Tengah. Hal ini sebagai salah satu dari Tri Darma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Permasalahan mitra yang dihadapi mengalami kendala terutama dalam pengukuran berkaitan tenaga kerja bangunan, mengingat pengukuran harus mengunakan alat ukur yang sederhana dan handal untuk menunjang hasil yang maksimal. Sehingga tim pengabdian kepada masyarakat dan mitra (bas-bas borong pekerja bangunan) memandang perlu ada kesepakatan kerja sama yang berkaitan pelatihan dalam bidang pengukuran. Solusi yang ditawarkan tim pengabdian dengan mitra adalah pelatihan pengunakan alat ukur untuk meningkatkan sumber daya dan pelatihan membuat garis lurus, sudut sembarang, menentukan titik ketinggian.Kata Kunci: Pengukuran, garis, sudut.

Page 1 of 1 | Total Record : 8