cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 573 Documents
Meningkatkan Hasil Belajar Dan Keterampilan Sosial Siswa Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Dedeh Kurniasih; Syubhan An'nur; Mustika Wati
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i3.892

Abstract

Rendahnya hasil belajar dan keterampilan sosial siswa diduga karena model pembelajaran yang diterapkan disekolah masih menggunakan metode ceramah yang belum mampu melibatkan siswa berperan aktif dalam pembelajaran, sehingga dilakukan penelitian yang bertujuan meningkatkan hasil belajar dan keterampilan sosial siswa. Tujuan khusus penelitian ini untuk mengetahui: (1) keterlaksanaan RPP, (2) hasil belajar, (3) keterampilan sosial, (4) respon siswa terhadap pembelajaran. Jenis penelitian ini penelitian tindakan kelas yang terdiri atas 2 siklus. Teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian: (1) keterlaksanaan RPP pada siklus I dan II berkategori sangat baik yaitu 85,2% dan 89,36%,  (2) ketuntasan hasil belajar siswa siklus I  sebesar 66,66% (tidak tuntas), dan  siklus II sebesar 80,95% (tuntas), (3) keterampilan sosial siswa pada siklus I sebesar 82,81% dan siklus II 84,68% dengan kategori sangat berhasil, (4) respon siswa terhadap pembelajaran adalah baik. Diperoleh simpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT efektif dapat meningkatkan hasil belajar dan keterampilan sosial siswa kelas IX A SMPN 17 Banjarmasin pada pokok bahasan listrik dinamis.  
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Berorientasi Kemampuan Berpikir Kreatif Pada Pokok Bahasan Zat Dan Wujudnya Di SMP Negeri 15 Banjarmasin Indah Mentari; Zainuddin Zainuddin; Misbah Misbah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i2.1047

Abstract

Perangkat pembelajaran yang digunakan di sekolah selama ini dianggap belum mampu melatihkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Oleh karena itu, dilakukan pengembangan perangkat pembelajaran yang memiliki tujuan khusus: (1) Mendeskripsikan validitas perangkat pembelajaran, (2) Mendeskrpsikan kepraktisan perangkat pembelajaran ditinjau dari keterlaksanaan RPP, dan (3) Mendeskripsikan efektivitas perangkat pembelajaran ditinjau dari hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE. Perangkat yang dikembangkan berupa RPP, LKS, THB, dan Materi ajar. Teknik analisis data berupa validasi perangkat pembelajaran, pengamatan keterlaksanaan RPP, dab tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Perangkat pembelajaran dinyatakan valid dengan ketegori sangat baik, (2) Kepraktisan perangkat pembelajaran terlaksana sangat baik, dan (3) Efektivitas perangkat pembelajaran termasuk pada kategori efektif/sedang. Disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran berorientasi keterampilan berpikir kreatif yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran. 
Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Melalui Model Pengajaran Langsung Pada Pembelajaran Fisika Di Kelas X MS 4 SMA Negeri 2 Banjarmasin Amrita, Putri Diana; Jamal, Muhammad Arifuddin; Misbah, Misbah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i3.1858

Abstract

Siswa kurang terampil menyelesaikan permasalahan dalam persoalan fisika yang mengakibatkan rendahnya kemampuan pemecahan masalah siswa. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan mengingkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa melalui model pengajaran langsung. Penelitian ini memiliki tujuan khusus untuk mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan RPP selama proses pembelajaran, (2) keterampilan prosedural siswa, (3) kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas X MS 4 SMA Negeri 2 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan RPP selama proses belajar mengajar melalui model pengajaran langsung meningkat yaitu pada siklus I diperoleh skor rata-rata 3,72 menjadi 3,96 pada siklus II, (2) keterampilan prosedural siswa dalam menjalankan langkah-langkah pemecahan masalah menurut Heller yaitu visualisasi masalah, deskripsi fisika, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana, evaluasi penyelesaian juga meningkat dari siklus I ke sklus II dengan kategori baik dan sangat baik, (3) kemampuan pemecahan masalah siswa meningkat dari ketuntasan secara klasikal 50% pada siklus I menjadi 75%  pada siklus II. Diperoleh simpulan bahwa model pengajaran langsung dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. 
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Relating, Experiencing, Applying, Cooperating Dan Transferring (REACT) Erwina Erwina; M. Arifuddin Jamal; Sri Hartini
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v3i2.753

Abstract

Improve learning achievement of students grade VIII D SMPN 1 Amuntai through Relating, Experiencing, Applying, Cooperating and Transferring (REACT) model. Application of the talking method in learning activities cause students weren’t active and it result to the low of students learning achievement. This condition needs a classroom action research to improve students learning achievement through Relating, Experiencing, Applying, Cooperating and Transferring (REACT). The aim of this research is describe way to improve students learning achievement through REACT model. The specific aims are describe: (1) lesson plan feasibility, (2) students learning achievement and (3) students activities. This classroom action research use Hopkins model that consist of 2 cycles. Data were collected by observation, test and documentation. Then data were analyzed by descriptive qualitative and descriptive quantitative. This research show that: (1) lesson plan feasibility in relating included good, experiencing included good, applying included good, cooperating included good and transferring included good; (2) students learning achievement were improve from 65,00% or didn’t completed classical achievement in cycle I to 77,27% in cycle II or completed classical achievement; and (3) students activity contain questioning, propose argument/answered teacher’s questions, listen teacher’s explain and discuss task severally included good. It can be concluded that learning achievement of students grade VIII D SMPN 1 Amuntai can improve though REACT model with link a new concept to something completely familiar to students, guide students discover concept through laboratory activity, help students answered application and analysis question on worksheet, guide students to discuss in group and guide students to use their knowledge in a new context and also make students active in learning activities.  
Perbedaan Hasil Belajar Dengan Menggunakan Model Pembelajaran 5E dan Generative Learning Di Kelas XI MIPA SMA Negeri 7 Banjarmasin Bastomi Saputra; Syubhan Annur; Mastuang Mastuang
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i2.3591

Abstract

The background of this research is because 79,33% of students of class XI MIPA SMA Negeri 7 Banjarmasin have not reached the value of completeness in Middle Semester test. This is because students tend to memorize the concept, but do not know how the concept is obtained, and not able to apply the concept in a new situation. This study aims to analyze differences in learning outcomes by using the 5E learning model and Generative Learning in class XI MIPA SMA Negeri 7 Banjarmasin. This research is a quasi-experimental research with nonequivalent group pretest-posttest design. Sampling using cluster random sampling technique. Based on the technique, obtained sample that is class XI MIPA 2 and XI MIPA 4. Instrument of this research is test result of learning, that is pretest and postest. Data analysis technique using t-test. The results showed that there are differences in learning outcomes of learners between the 5E learning model and Generative Learning.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Modelpembelajaran Kooperatif Tipe Student Facilitator And Explaining (SFE) Alfin Sujuni; M. Arifuddin jamal; Suyidno Suyidno
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i1.813

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa  diduga karena siswa yang tidak aktif dan model pembelajaran yang monoton menyebabkan perlunya penelitian yang bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa melalui pembelajaran kooperatif tipe SFE. Tujuan khusus penelitian adalah mendeskripsikan: (1) Keterampilan guru (2) peningkatan hasil belajar, (3) aktivitas siswa, (4) respon siswa terhadap pembelajaran. Penelitian ini penelitian tindakan kelas yang terdiri 3 siklus. Perangkat dan instrumen yang digunakan adalah RPP, handout, LKS, THB, lembar observasi keterampilan guru mengelola pembelajaran, aktivitas siswa, dan lembar respon siswa. Data diperoleh dari hasil tes, observasi, angket, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran model kooperatif tipe SFE efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIIB SMP Muhammadiyah 1 Banjarmasin pokok bahasan pembiasan cahaya, yang didukung oleh beberapa temuan: (1) Keterampilan guru mengelola pembelajaran siklus I baik ,II, dan III sangat baik. (2) Hasil belajar kognitif siswa meningkat secara klasikal: yaitu 54.55% siklus I, 77.27% siklus II, 86.36 siklus III. (3) Aktivitas siswa siklus I 64.8% aktif, II 72.4 aktif, III 81.2 sangat aktif. (4) Respon siswa selama proses pembelajaran baik, terlihat dari hasil rata-rata setiap pernyataan termasuk kategori baik.  
Pengaruh Model Pembelajaran Guided Discovery Terhadap Hasil Belajar Fisika Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Palu Kadek Kariani; Muhammad Ali; Sahrul Saehana
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i1.4383

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran guided discovery terhadap hasil belajar fisika pada siswa kelas VII SMP Negeri 9 palu. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen quasi dengan desain randomized pretest-posttest control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 9 Palu. Teknik Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling dengan sampel penelitian adalah kelas VII D sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII C sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar dalam bentuk soal pilihan ganda. Tes hasil belajar fisika yang diperoleh menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok eksperimen 15,83 dengan standar deviasi 3,39 dan skor rata-rata kelompok kontrol yaitu 12,16 dengan standar deviasi 2,66. Berdasarkan hasil uji hipotesis, diperoleh 16thitung=4,77">  dan 16t0,0975(68)=2,00">  pada taraf nyata 16a=0,05"> . Ini berarti bahwa nilai 16thitung">  berada diluar daerah penerimaan 16H0"> . Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran guided discovery terhadap hasil belajar fisika pada siswa Kelas VII SMP Negeri 9 Palu.This research was conducted with the aim to know the influence of the use of guided discovery learning model on physics learning outcomes in students of Class VII SMP Negeri 9 Palu. This type of research is a quasi experiment with randomized pretest-posttest control group design. The population of this research is all students of class VII of SMP Negeri 9 Palu. Sampling technique used in this research is Purposive Sampling with research sample is class VII D as experiment group and class VII C as control group. The instrument used is a test of learning outcomes in the form of multiple choice questions. The physics test result obtained showed that the average score of the experimental group was 15.83 with the standard deviation of 3.39 and the average score of the control group was 12.16 with the standard deviation of 2.66. Based on hypothesis test results, obtained thitung = 4.77 and t(0.0975 (68)) = 2.00 at the real level α = 0.05. This means that the value of t_hitung is outside the reception area H0. It is concluded that there is influence of guided discovery learning model on the result of physics learning in Grade VII students of SMP Negeri 9 Palu.
Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Melalui Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing Untuk Kelas VII B SMP Negeri 27 Banjarmasin Pada Materi Pokok Kalor Noor Hariani; Zainuddin Zainuddin; Sri Hartini
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v3i3.839

Abstract

Keterampilan proses sains siswa masih jarang dilatihkan terutama dalam menganalisis sampai dengan menarik kesimpulan dalam menemukan konsep atau fakta/informasi yang diperoleh melalui percobaan penemuan selama proses pembelajaran berlangsungdan hasil belajar siswa masih di bawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Tujuan menerapkan model penemuan terbimbing dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan cara meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Tujuan khusus penelitian adalah untuk mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan RPP, (2) pencapaian keterampilan proses sains siswa, (3) pencapaian hasil belajar produk siswa. Jenis penelitian adalah PTK model Kemmis dan Mc Taggart terdiri dari 2 siklus. Subjek penelitian siswa kelas VII B SMP Negeri 27 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan RPP model pembelajaran penemuan terbimbing siklus I dan sikus II terlaksana dengan baik, (2) pencapaian keterampilan proses sains siswa pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan, (3) ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal pada materi pokok kalor dari siklus I sampai dengan siklus II mengalami peningkatan. Diperoleh simpulan bahwa penggunaan model pembelajaran penemuan terbimbing pada materi pokok kalor dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas VII B SMP Negeri 27 Banjarmasin.  
Rietveld Analysis on X-Ray Diffraction Of South Kalimantan Kaolin Clays Ruliana Febrianti; Firda Herlina; Muhammad Saukani
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i2.4922

Abstract

At least 13 million tons of kaolin claystone lie in several regencies of South Kalimantan covering Banjar, Tapin, Hulu Sungai Utara and Kotabaru regencies. This paper reports an attempt to explore their crystalline state characteristics, projecting their potential use for geopolymer. Sungai Tabuk, Cintapuri and Tatakan, due to their largest kaolin claystone deposits, were chosen as the sampling sites. The kaolin samples were prepared by syphoning method prior to X-ray diffraction (XRD) characterizations in determining their crystalline phases. X’Pert HighScore Plus and Rietica software were respectively responsible for the qualitative and quantitative phase analyses. The qualitative analysis used search and match method at peak position and peak height between measured and calculated diffraction patterns. Our study revealed the existence of two main phases in the sample, i.e. quartz (SiO2) and kaolinite (Al2Si2O5(OH)4). In addition, the Quantitative analysis used the Rietveld method with the least squares method approach. Rietveld refinement was based on a goodness of fit score of less than 4% by minimizing the difference in the character of the diffraction pattern (position, height, width and peak shape) between the observed and the calculated XRD patterns. The Rietveld quantitative analysis shows, Tatakan is an area with kaolinite-richest deposit (±84%), followed by Cintapuri (±76%) and Tabuk (±70%); quartz is found in reverse.
Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa dengan Penerapan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing Mariani Setiawati; Zainuddin Zainuddin; Suyidno Suyidno
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v1i1.850

Abstract

Hasil observasi pada kelas VIII-I SMP Negeri 12 Banjarmasin menunjukkan bahwa penggunaan metode ceramah membuat siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran sehingga secara tidak langsung mempengaruhi rendahnya hasil belajar siswa. Hal tersebut melatar belakangi penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII-I SMP Negeri 12 Banjarmasin dengan penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing pada pokok bahasan pemantulan cahaya. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Hopkins. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-I yang terdiri dari 32 siswa.Teknik pengambilan data menggunakan tes, observasi, angket, dan dokumentasi.Teknik analisis data secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing dapat meningkatkan (1) keterlaksanaan RPP pada siklus I sebesar 93,75% (terlaksana sangat baik), pada siklus II sebesar 91,25% (terlaksana sangat baik) dan pada siklus III sebesar 94,79% (terlaksana sangat baik), (2) aktivitas belajar  siswa yaitu pada siklus I secara umum tergolong cukup aktif, siklus II tergolong aktif, dan pada siklus III tergolong sangat aktif, (3) ketuntasan hasil belajar yaitu pada siklus I sebesar 59,38% (belum tuntas), siklus II sebesar 78,13% (belum tuntas) dan pada siklus III ketuntasan mencapai 87,50% (tuntas), dan (4) respon positif siswa dalam hal Attention, Relevance, Confidence, dan Satisfaction selama proses pembelajaran. Sehingga dapat disimpulkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIII-I SMP Negeri 12 Banjarmasin dapat ditingkatkan melalui penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing pada pokok bahasan pemantulan cahaya. 

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2025) Vol 12, No 3 (2024) Vol 12, No 2 (2024) Vol 12, No 1 (2024) Vol 11, No 3 (2023) Vol 11, No 2 (2023) Vol 11, No 1 (2023) Vol 10, No 3 (2022): OCTOBER 2022 Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): October 2020 Vol 8, No 2 (2020): JUNI 2020 Vol 8, No 1 (2020): FEBRUARI 2020 Vol 7, No 3 (2019): OKTOBER 2019 Vol 7, No 2 (2019): JUNI 2019 Vol 7, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 6, No 3 (2018): OKTOBER 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017 Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017 Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017 Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017 Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017 Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016 Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016 Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016 Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016 Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015 Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015 Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013 Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013 Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013 More Issue