cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 573 Documents
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Erma Yuni Sartika; M. Arifuddin Jamal; Suyidno Suyidno
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i3.845

Abstract

Motivasi mempunyai peranan utama dalam pembelajaran, namun kenyataan pembelajaran konvensional yang diterapkan menyebabkan rendahnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pembelajaran kooperatif tipe make a match pada materi ajar getaran dan gelombang. Tujuan penelitian secara khusus mendeskripsikan keterlaksanaan RPP, motivasi siswa, hasil belajar, dan keterampilan sosial siswa. Penelitian ini meliputi : permasalahan, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan/pengumpulan data, dan refleksi. Temuan penelitian yaitu: (1) keterlaksanaan RPP pada siklus I sebesar 75,9% (baik), siklus II sebesar  84,4% (baik), dan siklus III sebesar 82,2% (sangat baik); (2) motivasi belajar siswa meliputi suka mengambil resiko, memerlukan umpan balik, memperhitungkan keberhasilan, dan menyatu dengan tugas secara umum pada siklus I cukup baik, siklus II dalam kategori baik, dan siklus III dalam kategori sangat baik; (3) hasil belajar secara klasikal pada siklus I sebesar 84% (tidak tuntas), siklus II 96% (tuntas), dan siklus III 100% (tuntas);  (4) keterampilan sosial siswa secara umum pada siklus I sebesar 67,4% (baik), siklus II sebesar 76,3% (baik), dan siklus III sebesar 81,8% (sangat baik). Sehingga diperoleh simpulan bahwa implementasi pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VIII-B MTsN Sungai Raya pada materi ajar getaran dan gelombang.
Pengaruh Kemampuan Pengelolaan Laboratorium dan Literasi Sainfik Terhadap Kesiapan Calon Guru Fisika Muhammad Minan Chusni; Aan Hasanah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 3 (2018): OKTOBER 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i3.5222

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran fisika di lapangan sering berbenturan dengan kurangnya kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran baik berupa pengelolaan kegiatan pembelajaran di laboratrium ataupun terkait hal pengetahuan lingkungan berupa literasi saintifik. Sedangkan dalam perkembangannya, kemampuan pengelolaan laboratorium dan literasi saintifik merupakan kemampuan yang harus dikuasai oleh calon guru fisika pada abad 21. Hal ini merujuk pada pentingnya kedua indikator ini dalam mempersiapkan peserta didik yang dapat bersaing di era milenial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kemampuan pengelolaan laboratorium terhadap kesiapan calon guru fisika, pengaruh dari tingkat literasi saintifik terhadap kesiapan calon guru fisika dan pengaruh antara kemampuan pengelolaan laboratorium dan tingkat literasi saintifik terhadap kesiapan calon guru fisika. Metode penelitian yang digunakan, yaitu causal comparative. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan fisika semester VI di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang dipilih secara purposive sampling yang berjumlah 43 orang. Kategori pemilihan sampel adalah mahasiswa yang telah mengikuti perkuliahan laboratorium sekolah fisika 1 dan 2 dengan asumsi bahwa pada mata kuliah yang disajikan peserta didik mendapat pengetahuan mengenai pengelolaan laboratorium. Data dikumpulkan dengan menyebarkan instrumen berupa tes pilihan ganda dan esay untuk mengetahui kemampuan mahasiswa secara teoritis dalam hal pengelolaan laboratorium dan literasi saintifik yang dimiliki. Instrumen kedua yang disebarkan adalah angket yang berisikan pernyataan terkait sikap yang harus dilakukan calon guru pada pelaksanaan pembelajaran. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi. Berdasarkan analsis data diperoleh hasil, yaitu tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan pengelolaan laboratorium terhadap kesiapan  calon guru fisika; tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara literasi saintifik terhadap kesiapan  calon guru fisika; dan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kemampuan pengelolaan laboratorium dan literasi saintifik terhadap kesiapan  calon guru fisika. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi acuan untuk melakukan perbaikan dalam perencanaan program perkuliahan agar dapat mempersiapkan calon guru fisika yang lebih baik. Hal ini mengingat bahwa hasil penelitian yang diperoleh menunjukan belum optimalnya pelaksanaan perkuliahan mengenai pengelolaan laboratorium fisika yang terutama pada indikator yang dijadikan fokus pada penelitian.The learning physics procesess in the school often clashed with the lack of ability of teachers in managing to learn such as management of learning activities in the laboratory or related environmental knowledge in the form of scientific literacy. While in the process, the ability of management of laboratory and scientific literacy is the ability that must be mastered by the prospective physics teacher in the 21st century. This refers to the importance of both these indicators in preparing learners that  can compete with the millennial era. This research aims to know the influence of laboratory management capabilities against to readiness of prospective teachers of physics, the influence of the level of scientific literacy against to readiness of prospective teachers of physics and influence between the ability management of the laboratory and scientific literacy levels against to readiness of prospective teachers of physics. The research method used, i.e. causal comparative. The sample of this research are student’s physics education VI semester at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta that is selected by purposive sampling that added  up to 43 people. The selection sample is students that have been attending school physics lab 1 and 2 with the assumption that subjects who presented the learners get knowledge about the management of the laboratory. Data collected by spreading the instruments in the form of multiple choice tests and essay to find out students ' theoretical capability in terms of the management of laboratory and scientific literacy. The second instrument are disseminated is now containing the related statement of attitude to do prospective teachers on the implementation of learning. Data that has been collected and then analysed using regression analysis. Based on results obtained data analysis, i.e. There is no significant influence of the laboratory management capabilities against to readiness of prospective teachers of physics; There were no significant effects on scientific literacy against to readiness of prospective teachers of physics; and there is no significant influence of the ability of managing the laboratory and scientific literacy against to readiness of the prospective teachers of physics. The results of this research can be of reference to make improvements in the planning program of lectures in order to prepare the better of readiness of prospective teachers of physics. It is a given that the research results obtained showed have not been optimal execution of lectures by the management of the laboratory of physics especially on indicators, which focus on research.
Aplikasi Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Desi Fatmasari; Zainuddin Zainuddin; Syubhan Annur
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v1i1.863

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh dari tes awal pemahaman konsep dan angket, diketahui bahwa kegiatan pembelajaran fisika yang jarang melibatkan siswa secara aktif mengakibatkan pemahaman konsep siswa yang rendah. Dilakukan penelitian yang bertujuan meningkatkan pemahaman konsep siswa. Tujuan khusus penelitian: (1) keterlaksanaan RPP, (2) pemahaman konsep siswa, (3) hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran, (4) respon siswa terhadap pembelajaran. Jenis penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas.Teknik pengambilan data melalui tes pemahaman konsep, tes hasil belajar, observasi, angket, dan dokumentasi.Hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Temuan penelitian yaitu: (1) keterlaksanaan RPP selama proses pembelajaran berkatagori sangat baik dengan persentase yang meningkat yaitu 82,6%; 88,4%; 91,3%. (2) terjadi peningkatan pemahaman konsep siswa pada setiap siklus dengan perolehan skor rata-rata yaitu 86,2; 104,2; 117,1. (3) terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang signifikan, dapat dilihat dari hasil ketuntasan siswa secara klasikal yaitu 25,8%; 77,4%;  100%. (4) respon siswa selama proses pembelajaran dapat dilihat dari hasil rata-rata untuk tiap pernyataan termasuk dalam kategori baik. Diperoleh simpulan bahwa aplikasi pendekatan contextual teaching and learning dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 6 Banjarmasin pada materi usaha dan energi. 
Meningkatkan Kemampuan Analisis Sintesis Siswa Dengan Metode Problem Solving Melalui Pengajaran Langsung Muhammad Rizhan; M. Arifuddin Jamal; Sri Hartini
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v1i3.880

Abstract

The low of synthesis analysis capabilities of students in resolving a problem or physical symptoms due to the lack of application of the method of problem-solving, so it caused low student learning outcomes. Therefore, conducted research that aims at improving the synthesis of analysis capabilities of students. Special purpose research to describe: (1) lesson plan implementation (2) procedural skill (3) learning outcomes (4) students response. The kind of research using classroom action research with Hopkins model that consisting of three cycles, each cycle includes plan, action/observation, and reflective. Data obtained through a test, observation, questionnaires, and documentation. The data were analyzed by descriptive qualitative and quantitative. Research findings: (1) lesson plan implementation in good categories (2) procedural skills students indicated synthesis analysis capabilities of students was increased (3) the students learning outcomes, that at present the percentage of classical exhaustiveness in cycles I 11,43% (not exhaustive), in cycles II 88,57% (exhaustive), in cycles III 94,29% (exhaustive) (4) the response of students to the problem solving methods through direct instruction in good categories. 
Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Fisika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Juai Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Hendra Setiawan; M. Arifuddin Jamal; Abdul Salam M
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i1.1029

Abstract

Pembelajaran IPA di SMP Negeri 2 Juai masih berpusat pada guru dan jarang melakukan percobaan sehingga berdampak pada rendahnya keterampilan proses sains. Hal ini Mendorong peneliti untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Tujuan umum dalam penelitian adalah untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Tujuan khusus penelitian ini adalah mendeskripsikan: (l) keterlaksanaan RPP, (2) pencapaian hasil belajar produk siswa, (3) pencapaian keterampilan proses sains siswa. Jenis penelitian adalah PTK terdiri yang dari 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Juai. Teknik pengumpulan data  menggunakan lembar pengamatan, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan RPP model pembelajaran inkuiri terbimbing siklus I dan II adalah sangat baik, (2) ketuntasan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA secara klasikal dari siklus I sampai dengan siklus II adalah mengalami peningkatan, (3) pencapaian keterampilan proses sains I dan II adalah mengalami peningkatan. Diperoleh Kesimpulan bahwa penggunaann model pembelajaran inkuiri terbimbing pada mata pelajaran IPA dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Juai.   
Meningkatkan Hasil Belajar Dan Keterampilan Prosedural Siswa Melalui Model Pengajaran Langsung Pada Pembelajaran Fisika Di Kelas X 3 SMA Negeri 10 Banjarmasin Dessy Laila Kamsinah; M. Arifuddin Jamal; Misbah Misbah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i2.1270

Abstract

Hasil belajar dan keterampilan prosedural siswa masih tergolong rendah, karena strategi pembelajaran di sekolah tidak sesuai harapan. Sehingga dilakukan penelitian tentang meningkatkan hasil belajar dan keterampilan prosedural siswa melalui model pengajaran langsung pada pembelajaran fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) keterlaksanaan RPP selama proses belajar mengajar melalui model pengajaran langsung, (2) keterampilan prosedural siswa melalui model pengajaran langsung, (3) hasil belajar siswa melalui model pengajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus dengan model kemmis dan Mc Taggart. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-3 SMA Negeri 10 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, dan observasi. Teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan RPP selama proses belajar mengajar melalui model pengajaran langsung meningkat yaitu pada siklus I diperoleh skor 3,44 menjadi 3,79 pada siklus II, (2) dan keterampilan prosedural siswa juga mengalami peningkatan yaitu pada siklus I diperoleh skor rata-rata 3,17 menjadi 3,61 pada siklus II, (3) hasil belajar siswa mengalami peningkatan dimana ketuntasan hasil belajar pada siklus I sebesar 71,88% menjadi 81,25% . Diperoleh simpulan bahwa model pengajaran langsung dapat meningkatkan hasil belajar dan keterampilan prosedural siswa. 
Pengembangan Media Pembelajaran Menggunakan Slide Presentasi 3 Dimensi Sebagai Multimedia Interaktif Pada Pokok Bahasan Kalor Untuk Siswa SMP Oki Widodo; Syubhan An'nur; Andi Ichsan Mahardika
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i1.2226

Abstract

Penggunaan media pendidikan dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Kebanyakan kegiatan belajar disekolah termasuk di SMP Negeri 13 Banjarmasin, berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti terlihat bahwa dalam memotivasi siswa dengan membawa benda atau objek yang nyata sulit  dilakukan dalam setiap pembelajaran. Hal ini menyebabkan peneliti mengembangkan media ajar slide presentasi 3 dimensi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini: (1) mendeskripsikan validitas media ajar menggunakan slide presentasi 3 dimensi, (2) mendeskripsikan kepraktisan media ajar menggunakan slide presentasi 3 dimensi, (3) mendeskripsikan efektivitas media ajar menggunakan slide presentasi 3 dimensi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model pengembangan ADDIE. Subjek ujicoba adalah siswa kelas VII H di SMP Negeri 13 Banjarmasin. Data diperoleh melalui lembar validasi media, lembar keterlaksanaan , dan tes hasil belajar. Teknik analisis data menggunakan validitas, reliabilitas, dan uji gain. Hasil penelitian menunjukkan, (1) media ajar yang dinyatakan valid dengan kategori baik, (2) kepraktisan media ajar adalah terlaksana sangat baik, dan (3) efektifitas media ajar dinyatakan efektif. Simpulan penelitian adalah bahwa media ajar menggunakan slide presentasi 3 dimensi layak untuk digunakan.  Utilization of media education can help teachers to deliver lessons. Most of school learning activities included in SMP Negeri 13 Banjarmasin, based on observations conducted research revealing that in motivating students to bring a tangible object or objects hard to do in each lesson. It cause researchers to develop instructional media 3 dimensional presentation slides to overcome these problems. The purpose of this study: (1) describe the validity of instructional media using 3-dimensional presentation slides, (2) describe the practicality of teaching media using 3-dimensional presentation slides, (3) describe the effectiveness of instructional media using 3-dimensional presentation slides. This research is a development which refers to the ADDIE development model. Test subject is class of VII H SMP Negeri 13 Banjarmasin. Data obtained through the validation sheet media, sheet of feasibility, and achievement test. Data were analyzed using the validity, reliability, and gain test. The results showed, (1) instructional media to state valid by either category, (2) practicality media feasibility teaching is very good, and (3) the effectiveness of instructional media of state effective. The inference is that media teaching research using 3 dimensional presentation slides unfit for use. 
Pengaruh Pemberian Hukuman Dan Hadiah Terhadap Hasil Belajar Siswa SMP Negeri 9 Banjarmasin Syahrijal Syahrijal; Mustika Wati; Syubhan An'nur
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v3i1.761

Abstract

Empirically, be mentioned that punishment and reward giving effect on the motivation of student learning. Motivation that increasing will effect on result of student learning is still low. Therefore, researcher interested in doing this research with the goal to reveal the effect of reward and punishment giving on the result of student learning. The research population was all students of VII grade in Junior High School 9 Banjarmasin amounting to 306 students with the samples are 32 students of VII F class as the control class and 32 students of VII G class as the experiment class. The methods of data collection through testing and non-testing methods . The type of research is a quantitative research of experimental with pretest-posttest control group design and the methods of analysis are used include validity test, reliability est, preliminary test and t-test to tested the hypothesis. The research found that the population average between the control and experiment class are the same or there is no difference of the population average between the control and experiment class. The conclusion of the research that the effect of reward and punishment giving all together didn’t effect significantly on the result of student learning.  
Pengembangan Instrumen Kognitif Keterampilan Proses Sains Siswa SMP pada Materi Pesawat Sederhana Nikmah Azizah; Mustika Wati; Abdul Salam M.; Saiyidah Mahtari
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v5i3.3933

Abstract

Instrumen kognitif keterampilan proses sains siswa masih belum tersedia dengan baik sehingga guru masih kesulitan dalam menilai kemampuan keterampilan proses sains siswa dikarenakan harus memerlukan waktu yang lama untuk mengamati siswa satu persatu melalui lembar observer. Untuk itu dilakukan pengembangan instrumen kognitif keterampilan proses sains siswa yang bertujuan untuk mendeskripsikan (1) validitas instrumen kognitif, (2) reliabilitas instrumen kognitif, dan (3) tingkat kesukaran butir soal instrumen kognitif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada model pengembangan Borg and Gall. Teknik analisis data berupa validasi instrumen kognitif, reliabilitas instrumen kognitif, dan tingkat kesukaran butir soal instrumen kognitif, menggunakan analisis program Rasch. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Validitas instrumen yang dikembangkan tergolong dalam kategori valid (2) Reliabilitas instrumen yang dikembangkan tergolong istimewa, dan (3) Tingkat kesukaran butir soal instrumen yang dikembangkan terbagi dalam empat tingkatan yaitu 2 butir soal kategori sangat sulit, 2 butir soal kategori sulit, 4 butir soal kategori mudah, dan 1 butir soal kategori sangat mudah. Diperoleh simpulan bahwa instrumen kognitif keterampilan proses sains yang dikembangkan berkualitas digunakan dalam evaluasi pembelajaran.  
Komparasi Hasil Belajar Siswa Yang Menggunakan Pembelajaran Berbasis Komputer Model Drill dan Model Tutorial Arisa Desfiyani; Suyidno Suyidno; Sri Hartini
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i1.815

Abstract

Kurangnya antusias siswa karena tidak ada upaya guru untuk menggunakan multimedia seperti komputer sebagai variasi dalam proses pembelajaran menyebabkan rendahnya hasil belajar IPA.  Tujuan penelitian ini adalahuntuk (1) mengetahui komparasi model drill dan tutorial dalam mengoptimalkan hasil belajar siswa, dan (2) mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran berbasis komputer. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen dengan model pretest-posttest design dengan 2 macam perlakuan. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII D dan VIII E yang dipilih dengan metode probabilitas berupa convinience sampling dan jumlah siswa pada masing-masing kelas 28 orang. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes hasil belajar, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas dan homogenitas, serta uji-t. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa yang menggunakan PBK model drill dan model tutorial, dengan temuan (1) hasil belajar siswa yang menggunakan PBK model tutorial sedikit lebih baik daripada siswa yang menggunakan PBK model drill, dan (2) siswa menunjukkan respon yang baik terhadap pembelajaran berbasis komputer.  

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2025) Vol 12, No 3 (2024) Vol 12, No 2 (2024) Vol 12, No 1 (2024) Vol 11, No 3 (2023) Vol 11, No 2 (2023) Vol 11, No 1 (2023) Vol 10, No 3 (2022): OCTOBER 2022 Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): October 2020 Vol 8, No 2 (2020): JUNI 2020 Vol 8, No 1 (2020): FEBRUARI 2020 Vol 7, No 3 (2019): OKTOBER 2019 Vol 7, No 2 (2019): JUNI 2019 Vol 7, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 6, No 3 (2018): OKTOBER 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017 Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017 Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017 Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017 Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017 Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016 Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016 Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016 Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016 Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015 Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015 Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013 Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013 Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013 More Issue