cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 573 Documents
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII-F SMPN 10 Banjarmasin Pada Mata Pelajaran IPA Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Siklus 5E Raudatul Jannah; Zainuddin Zainuddin; Mastuang Mastuang
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v3i3.801

Abstract

Hasil belajar siswa yang masih dibawah KKM  disebabkan model pembelajaran guru dikelas yang selama ini dalam pembelajaran fisika  masih  menggunakan metode ceramah. Tujuan dalam penelitian adalah mendeskripsikan carameningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan khusus penelitian adalah untuk mendeskripsikan: (1) keterlaksanaan RPP, (2) aktivitas belajar siswa, (3) hasil belajar siswa. Jenis penelitian adalah PTK model Kemmis dan Mc Taggart yangterdiri dari 2 siklus. Subjek penelitian siswa kelas VIII F SMP Negeri 10 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan RPP  model pembelajaran siklus 5E pada siklus I, dan II terlaksana dengan baik, (2) ketuntasan hasil belajar siswa  pada mata pelajaran IPA .klasikal dari siklus I sampai dengan siklus II mengalami peningkatan, (3) Aktivitas belajar siswa pada siklus I, dan II  mengalami peningkatan. Diperoleh simpulan bahwa pennggunaann model pembelajaran siklus 5E pada mata pelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII F SMP Negeri 10 Banjarmasin.  
Deskripsi Kesalahan Siswa Kelas XI MIA SMA Negeri 8 Pontianak dalam Menyelesaiakn Soal-Soal pada Materi Fluida Dinamis ditinjau Berdasarkan Kemampuan Kognitif Dwi Fajar Saputri; Ira Nofita Sari; Nurmia Jubaidah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i1.4397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan siswa kelas XI MIA SMA Negeri 8 Pontianak dalam menyelesaikan soal-soal pada materi fluida dinamis ditinjau berdasarkan kemampuan kognitif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian survei. Subjek penelitian ini dipilih satu kelas dari keseluruhan yang berjumlah empat kelas. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI MIA 2 SMA Negeri 8 Pontianak masih banyak mengalami kesalahan dalam menyelesaikan soal-soal pada materi fluida dinamis. Adapun kesimpulan dari sub-sub masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal fluida dinamis variatif untuk setiap soal, secara keseluruhan persentase kesalahan yang dialami siswa antara lain: kesalahan konsep 40,66%, kesalahan kecerobohan 47,99% dan kesalahan memahami soal 31,99%. 2) Faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesalahan antara lain siswa tingkat kognitif tinggi cenderung disebabkan karena referensi yang kurang lengkap, kurang teliti dalam pengerjaan soal, tidak mengerti bahasa fisika. Siswa dengan tingkat kognitif sedang cenderung disebabkan karena referensi yang kurang lengkap, banyak berbicara bersama teman ketika guru menjelaskan, kurang memahami operasi hitung, kurang teliti dalam pengerjaan soal, tidak memahami bahasa soal, tidak mengerti bahasa fisika, tidak memahami variabel-variabel dalam soal. Sedangkan kesalahan siswa dengan tingkat kognitif rendah cenderung disebabkan oleh semua faktor yang dialami oleh siswa kognitif sedang dan rendah.This study aimed to describe the error class XI student of SMAN 8 Pontianak MIA in solving problems in dynamic fluid material is reviewed based on cognitive ability. The method used in this research is descriptive method with survey forms. Subjects of this study have one class of the whole amounting to four classes. Based on the analysis of data obtained can be concluded that the students of class XI MIA 2 SMA Negeri 8 Pontianak still experienced many errors in solving problems in dynamic fluid material. The conclusions of the sub-sub-problems in this research are: 1) The type of mistakes made by students in solving the dynamic fluid varied for each question, the overall percentage of errors experienced by students include: misconceptions 40.66%, carelessness error 47, 99% and error understand about 31.99%. 2) The factors that cause students to experience errors include a high cognitive level students tend to be caused due to incomplete reference, less careful in workmanship matter, do not understand the language of physics. Students with the cognitive level was likely to be caused because the reference is incomplete, many talk with friends when the teacher explains, lack of understanding of arithmetic operations, less careful in workmanship matter, do not understand the language problem, do not understand the language of physics, did not understand the variables in the matter. While the fault of students with low cognitive level tend to be caused by factors experienced by students cognitive medium and low.
Implementasi Model Quantum Teaching Untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa Mahrita Eriyanti; Suyidno Suyidno; Suriasa Suriasa
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i2.840

Abstract

The achievement motivation and encouragement in students to perform activities as well as possible in order to achieve a commendable achievement with honors, but in fact the achievement motivation of students of class VIII-B SMP Negeri 2 Anjir Pasar is still low. The general objective of research is to describe the application of the quantum teaching effectiveness in improving student achievement motivation in teaching materials Sound. Specific objectives that describe feasibility studies lesson plans, student achievement motivation, learning outcomes, and student responses. The research using action research model of Hopkins consisting of 3 cycles include planning, action/observation, and reflection. The technique of data collection in the form of tests, observations, questionnaires, and documentation. Data were analyzed by descriptive qualitative and quantitative. The results showed (1) feasibility RPP cycle I, II, and III in general is very good, (2) student achievement motivation cycle I and II are generally good, very good third cycle, (3) improved student learning outcomes with classical completeness cycle I amounted to 71.43% (not complete), the second cycle of 85.00% (complete), and the third cycle 90.91% (complete), (4) students' response to the process of teaching is generally good quantum. The conclusion that the implementation of the quantum model of effective teaching increases student achievement motivation class VIII-B SMP Negeri 2 Anjir Pasar on sound teaching materials.
Perubahan Pola Berpikir Mahasiswa Pada Fenomena Perpindahan Panas Secara Konveksi M. Dewi Manikta Puspitasari; Hisbulloh Ahlis Munawi
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v6i2.4909

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui perubahan pola berpikir mahasiswa setelah mengikuti kegiatan diskusi. Pola berpikir dalam penelitian digunakan siswa untuk menerapkan pengetahuan yang dimiliki untuk menyelesaikan fenomena kalor secara konveksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologi pola berpikir mahasiswa pada fenomena perpindahan panas secara konveksi. Konteks  atau subjek penelitian merupakan mahasiswa yang mengikuti matakuliah Perpindahan Panas II. Data yang dikumpulkan bersifat deskriptif kualitatif, yaitu penjelasan secara aktual pola berpikir mahasiswa pada fenomena perpindahan panas secara konveksi. Instrumen penelitian berupa tes tertulis fenomena perpindahan panas secara konveksi. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui tes sebelum kegiatan diskusi, observasi, wawancara, dan tes setelah kegiatan diskusi. Analisis data dilakukan mengikuti teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan pola berpikir mahasiswa sebelum dan setelah diskusi dalam menyelesaikan permasalahan. Pola berpikir yang mengalami penurunan perkembangan adalah pola berpikir logis dan pola berpikir kritis. The research aimed to determine the change in student ’s thinking pattern after following discussion activity. The thinking pattern was used by students to apply their ability for finishing the phenomenon of convection heat transfers. This research used qualitative approach be the phenomenological research method of student’s thinking pattern of convection heat transfer phenomenon. The qualitatively descriptive data were collected be the actual explanation of student’s thinking pattern of convection heat transfer phenomenon. The technic of collecting data was obtained by test before discussion activity, observation, interview and test after discussion. The data analysis followed the technic of the qualitative data analysis. The results showed that the change of student’s thinking pattern before and after discussion activity of problem-solving. The thinking pattern experienced the developed reduction of logical thinking and critical thinking patterns.   
Penerapan Model Pembelajaran Means End Analysis (MEA) Dalam Setting Di Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Nina Juniyarti
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v2i3.851

Abstract

The low analysis skills of the student to science materials resulted in lower learning outcomes. Therefore conducted research to increase learning outcomes of the student with learning models MEA. Specific objectives of this research to describe: (1) implementation lesson plan, (2) analysis skills, (3), learning outcomes, (4) students interests. This research uses classroom action research consisted of 3 cycles. Research subjects were 26 students. Data obtained from learning outcomes tests, observations, questionnaires,  and documentation. Analyzed data from the qualitative description and quantitative description.  The result of research showed that  (1) implementation lesson plan on cycle I 85,55%, cycle II 87,15% and cycle III 92,72% and categorized very well, (2) analysis skills on cycle I 56,86%, cycle II 75,58%, and cycle III 80,93% and categorized very well. (3) enhancement completeness learning outcomes of the student in the classically on cycle I 15,34% (not completed), cycle II 85,0% (complete), and cycle III 100% (complete), (4) students interests in general classified good. We conclude that application of learning models MEA can increase learning outcomes of student class of X-H MA Negeri 2 Model Banjarmasin on the subject of heat transfer. 
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Penerapan Cooperative Learning Tipe TPS Pada Pokok Bahasan Listrik Dinamis Rezeki Apriliana Puteri; M. Arifuddin jamal; Mustika Wati
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v1i2.869

Abstract

Kurangnya motivasi belajar siswa dalam proses belajar mengajar yang disebabkan karena pembelajaran yang membosankan tanpa adanya variasi penggunaan model pembelajaran mendorong peneliti untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk mengetahui penerapan model cooperative learning tipe TPS dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada pokok bahasan listrik dinamis. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa persentase keterlaksanaan RPP pada siklus I sebesar 73,5%, siklus II sebesar 88%, dan siklus III sebesar 93,5%, ini berarti secara keseluruhan untuk pengelolaan kelas dalam KBM tergolong sangat baik. Motivasi belajar siswa pada siklus I , siklus II, dan siklus III meningkat dan berada pada kategori baik dan sangat baik. Ketuntasan hasil belajar siswa meningkat dari siklus I sebesar 66,67% menjadi 83,33% pada siklus II dan meningkat lagi menjadi 90% pada siklus III. Keterampilan sosial siswa yang teramati pada siklus I semua berada pada kategori kurang baik. Pada siklus II dan III keterampilan sosial siswa dalam kategori baik. Respon siswa berada pada kategori baik dan sangat baik. Diperoleh simpulan bahwa model cooperative learning tipe TPS dapat meningkatkan motivasi belajar siswa Kelas X-4 SMA Negeri 12 Banjarmasin. 
The Practicality of OR-IPA Learning Model to Improve Critical Thinking Skill of Prospective Physics Teachers Binar Kurnia Prahani; Budi Jatmiko; Zainal Arifin Imam Supardi; Munasir M; Utama Alan Deta; Rosyid Althaf; Saiyidah Mahtari
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 7, No 3 (2019): OKTOBER 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v7i3.6923

Abstract

The Indonesian National Qualification Framework in higher education requires universities to develop a curriculum that makes students have superior competence with a variety of skills that are in line with the demands of the 21st century, including Critical thinking skills. The main objective of this research is to analyze the practicality of the OR-IPA learning model, which has been developed by design to improve the critical thinking skill of prospective physics teachers on the fundamentals of physics courses. The subject of practical observations was a physics lecturer who used the OR-IPA learning model. The observation sheet of the OR-IPA learning model practicality has been declared valid and reliable by the validators. The data analysis technique uses descriptive qualitative. The results showed that the OR-IPA learning model to improve the critical thinking skill of prospective physics teachers was considered practical (3.69). Lecturers and students can use the OR-IPA learning model without significant obstacles. This research implies that the OR-IPA learning model can be an alternative to improve the critical thinking skill of prospective physics teachers in the fundamentals of physics courses.
Implementasi Model Generative Learning Untuk Mereduksi Miskonsepsi Fisika Pada Materi Ajar Dinamika Partikel Giat Primayoga; Zainuddin Zainuddin; Suyidno Suyidno
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v1i3.886

Abstract

Tingginya tingkat miskonsepsi siswa kelas X.1 MAN 2 Model Banjarmasin mendorong peneliti melakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan RPP, tingkat miskonsespsi, hasil belajar, dan respon siswa terhadap pembelajaran generatif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Tagart sebanyak 3 siklus. Hasil penelitian menunjukkan (1) keterlaksanaan RPP pada siklus I sebesar 55,71% (cukup baik), siklus II sebesar 74.30% (baik), dan siklus III sebesar 90,00% (sangat baik), (2) tingkat miskonsepsi fisika pada siklus I sebesar 48,57% (hampir setengahnya), siklus II 32,38% (hampir setengahnya), dan siklus III 19,59% (sebagian kecil), (3) hasil belajar siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 68,60% (tidak tuntas), siklus II sebesar 80,00% (tidak tuntas), dan siklus III sebesar 91,43% (tuntas), dan (4) respon siswa positif terhadap proses model generative learning. Disimpulkan bahwa implementasi model generative learning dapat mereduksi miskonsepsi fisika siswa kelas X.1 MAN 2 Model Banjarmasin pada materi ajar dinamika partikel.  
Perbedaan Hasil Belajar Siswa Antara Yang Menggunakan Media Slide dan Vieo Edukasi Pada Pokok Bahasan Listrik Dinamis Di SMP Negeri 10 Banjarmasin Maimunah Maimunah; Syubhan An'nur; Misbah Misbah
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i1.1050

Abstract

Kurang tertariknya siswa belajar fisika karena guru tidak memanfaatkan media yang menarik pada proses pembelajaran, sehingga mengakibatkan hasil belajar siswa yang rendah. Maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis ada tidaknya perbedaan hasil belajar siswa antara yang menggunakan media slide dan video edukasi pokok bahasan listrik dinamis di SMP Negeri 10 Banjarmasin. Metode penelitian adalah kuasi eksperimen. Populasi penelitian adalah siswa kelas IX yang berjumlah 204 siswa. Sampel diambil secara cluster random sampling, dimana kelas eksperimen 1 yaitu kelas IX-E menggunakan media slide, dan kelas eksperimen 2 yaitu kelas IX-F menggunakan video edukasi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik parametrik dengan t-test independent sampel. Pengujian hipotesis menunjukan  bahwa nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil dari 0,05 (0,00 < 0,05), dan diperkuat dengan perhitungan uji beda secara manual dengan nilai thitung lebih besar dari pada ttabel (3,402 >  2,04). Kedua hasil perhitungan menunjukan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat perbedaan hasil belajar antara yang menggunakan media slide dan video edukasi. Nilai rata-rata tes hasil belajar siswa yang menggunakan video edukasi lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan media slide, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara yang menggunakan media slide dan video edukasi pada pokok bahasan listrik dinamis di SMP Negeri 10 Banjarmasin.
Pengembangan Bahan Ajar Melalui Model Pembelajaran REACT Pada Materi Elastisitas Pratiwi Purnamasari; Syubhan Annur; Abdul Salam M.
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v4i3.1006

Abstract

 Bahan ajar yang digunakan di SMA Negeri 2 Banjarmasin selama ini masih kurang dalam mengaitkan materi yang dipelajari dengan konsep kehidupan sehari-hari. Diperlukan bahan ajar yang dapat menuntun siswa untuk menemukan dan menerapkan konsep dalam kehidupan sehari-hari, dan melatih siswa untuk aktif berpikir dan bertindak secara fisik. Oleh karena itu, dilakukan penelitian pengembangan bahan ajar fisika dengan model REACT pada materi elastisitas yang layak digunakan. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) validitas bahan ajar materi elastisitas yang dikembangkan, (2) kepraktisan bahan ajar materi elastisitas yang dikembangkan, (3) keefektivan bahan ajar materi elastisitas yang dikembangkan. Penelitian ini mengacu pada model pengembangan menurut Dick and Carey. Data yang diperoleh melalui lembar validasi bahan ajar, lembar pengamatan RPP, dan data hasil belajar siswa. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa: (1) bahan ajar yang dikembangkan dinyatakan valid dengan kategori sangat tinggi yang divalidasi oleh dua validator, (2) bahan ajar yang dikembangkan dinyatakan praktis dilihat dari keterlaksanaan RPP dengan kategori sangat baik, (3) bahan ajar yang dikembangkan dinyatakan efektif dilihat dari gain score yang berada dalam kategori tinggi. Diperoleh simpulan bahwa bahan ajar pada pokok bahasan elastisitas melalui model pembelajaran REACT dinyatakan layak untuk digunakan, karena memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. 

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2025) Vol 12, No 3 (2024) Vol 12, No 2 (2024) Vol 12, No 1 (2024) Vol 11, No 3 (2023) Vol 11, No 2 (2023) Vol 11, No 1 (2023) Vol 10, No 3 (2022): OCTOBER 2022 Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): October 2020 Vol 8, No 2 (2020): JUNI 2020 Vol 8, No 1 (2020): FEBRUARI 2020 Vol 7, No 3 (2019): OKTOBER 2019 Vol 7, No 2 (2019): JUNI 2019 Vol 7, No 1 (2019): FEBRUARI 2019 Vol 6, No 3 (2018): OKTOBER 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 2 (2018): JUNI 2018 Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 6, No 1 (2018): FEBRUARI 2018 Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017 Vol 5, No 3 (2017): OKTOBER 2017 Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017 Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017 Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017 Vol 5, No 1 (2017): FEBRUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016 Vol 4, No 3 (2016): OKTOBER 2016 Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016 Vol 4, No 2 (2016): JUNI 2016 Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 4, No 1 (2016): Februari 2016 Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015 Vol 3, No 3 (2015): Oktober 2015 Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 3, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015 Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 2, No 3 (2014): Oktober 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 2 (2014): JUNI 2014 Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014 Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013 Vol 1, No 3 (2013): Oktober 2013 Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013 Vol 1, No 1 (2013): Februari 2013 More Issue