cover
Contact Name
Misbah
Contact Email
misbah_pfis@ulm.ac.id
Phone
+628975586104
Journal Mail Official
vidyakarya@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl cemara raya no 28 banjarmasin Utara
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Vidya Karya
ISSN : 02159619     EISSN : 26147149     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
Vidya Karya terbit dua kali setahun pada bulan April dan Oktober, berisi artikel hasil penelitian dan kajian analitis krtitis setara dengan hasil penelitian di bidang teori dan atau praktik kependidikan
Articles 276 Documents
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN MOTIVASI MELALUI PEMBERIAN PEKERJAAN RUMAH UNTUK PENCAPAIAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA Muhamad - Nuryadin
Vidya Karya Vol 36, No 1 (2021)
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.328 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v36i1.10594

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar fisika siswa SMK Muhammadiyah Masohi. Berdasarkan pengamatan guru, siswa menganggap fisika adalah bukan mata pelajaran utama yang harus diikuti, seperti halnya pelajaran kejuruan lainnya, sehingga pencapaian hasil belajar fisika siswa rendah. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan, untuk meningkatkan aktivitas dan motivasi belajar dengan pemberian Pekerjaan Rumah untuk meningkatkan “pencapaian” hasil belajar fisika siswa. Subyek penelitian sebanyak 17 siswa, Kelas X Kompetensi Keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan Semester 2, Tahun Pelajaran 2018/2019, sebanyak 14 laki-laki dan 3 perempuan. Teknik pengumpulan data adalah pengamatan, angket, dan tes. Lama penelitian enam bulan, Juli – Desember 2019, terbagi atas dua siklus. Setiap siklus mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: identifikasi, perencanaan,  pelaksanaan, observasi, interpretasi, dan refleksi. Data dianalisis dengan teknik tabulasi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan peubah yang diteliti, yaitu: (1) aktivitas belajar fisika siswa pada Siklus I berada pada kategori cukup, meningkat menjadi kategori sangat baik pada Siklus II, (2) motivasi belajar fisika siswa pada Siklus I berada pada kategori cukup, meningkat menjadi kategori baik pada siklus II, dan (3) pencapaian hasil belajar fisika siswa pada Siklus I hanya 65 persen, meningkat menjadi 100 persen pada Siklus II.
IMPLEMENTASI SUPERVISI KLINIS KEPALA SEKOLAH DALAM PEMBELAJARAN DI SD NEGERI COA KAIMANA PAPUA BARAT Ridwan Fadli; Yulius Mataputun; Indah Slamet Budiarti
Vidya Karya Vol 36, No 1 (2021)
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.548 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v36i1.10313

Abstract

This study aimed to analyze the planning, implementation, and feedback stages of clinical supervision of principals in learning at SD Negeri Coa Kaimana. This study used a descriptive method with a qualitative analysis approach. The subject of the research were the principal, teachers, and school staff, about 16 people. This study indicated that the principal of SD Negeri Coa Kaimana had implemented a clinical supervision program in learning with three stages. Before implementing the clinical supervision program, the principal by involving the vice principal, the curriculum section, senior teachers and classroom teachers to plan what they wanted to be supervised according to the needs and needs of the teacher, such as compiling a schedule of supervision, goals, objectives, steps, and time. The principal supervised the implementation of clinical supervision such as coming to the classroom to see classroom learning activities, preparing learning equipment such as lesson plans, syllabus, Prota, Prosem, assessment, teaching aids, handbooks, and learning media. Based on research, it was known that the principal's clinical supervision research in learning was clinical supervision feedback such as calling the supervised teacher to be fostered and followed up. However, some were a little difficult to foster. The teachers also increasingly understood their duties as educators.Keywords: Clinical Supervision; Learning; PrincipalPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan umpan balik supervisi klinis kepala sekolah dalam pembelajaran di SD Negeri Coa Kaimana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis kualitatif. Subjek penelitian supervisi ini adalah kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan sebanyak 16 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepala SD Negeri Coa Kaimana telah melaksanakan program supervisi klinis dalam pembelajaran dengan tiga tahapan. Sebelum melaksanakan program supervisi klinis, kepala sekolah dengan melibatkan wakil kepala sekolah, bagian kurikulum, guru senior, dan guru kelas untuk merencanakan parameter yang hendak disupervisi berdasarkan kebutuhan guru seperti menyusun jadwal dan tujuan supervisi. Kepala sekolah melakukan supervisi pelaksanaan supervisi klinis, seperti visitasi ruang kelas untuk melihat kegiatan pembelajaran, aktualisasi RPP, silabus, Prota, Prosem, penilaian, alat alat peraga, buku pegangan, dan media pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa supervis klinis kepala sekolah dalam pembelajaran adalah umpan balik supervisi klinis seperti memanggil guru yang disupervisi untuk dibina dan ditindaklanjuti. Kendati demikian, ada sebagian guru yang sedikit sulit untuk dibina. Mereka juga perlahan memahami tugas sebagai pendidik.Kata Kunci: Supervisi Klinis; Pembelajaran; Kepala Sekolah 
PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MELALUI SULASTRI DI SMPN 15 BANJARMASIN Arbainah Arbainah
Vidya Karya Vol 35, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.784 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v35i2.6901

Abstract

The 2013 Curriculum Implementation assistance activity is an essential first step to accelerate understanding and skills in implementing the curriculum. To maintain and improve the continuity, performance, and implementation of the 2013 curriculum in each education unit, a study was carried out to implement the 2013 curriculum through "Sulastri" at SMPN 15 Banjarmasin. This mentoring program was carried out as a strengthening in understanding the concept of the 2013 curriculum.Cycle I Planning consists of a) determining teacher data to be given Sulatri, b) preparing observation sheets in the form of Sulastri instruments, namely teaching and learning administrative supervision instruments and classroom supervision instruments, c) holding initial meetings with teachers who would be given Sulastri for information and scheduling for each teacher, d) delivering the supervision instrument to each teacher who would be supervised, e) explaining the assessment that the teacher needs to know contained in the supervision instrument, f) explaining the main components of learning administration tools collected before the implementation of classroom supervision. In cycle II, it was carried out if the results of cycle I were considered unsuccessful or the indicators of research success had not reached the predetermined target.From the implementation of the first cycle, which was applied where Sulastri was carried out on 14 teachers, there had been an increase in the quality of performance even though it was still in the early stages, and the results were as follows: 1) The results of the supervision of learning administration (teaching and learning administration), the achievement of good and very good performance quality were 41.67%, 2) The results of classroom supervision, the achievement of good and excellent performance quality were 58.33%. Implementation of cycle II, which was re-implemented, was carried out by Sulastri activities. Against 14 teachers as research subjects, there has been a very significant increase in the quality of performance, namely: 1) The results of the supervision of the learning administration (lesson planning) have achieved a good and very good quality of performance by 100%. 2) The results of classroom supervision (implementation of learning), the achievement of good and excellent quality performance was 92.85%.With continuous supervision that is applied to all teachers at least once a year, teachers in carrying out their duties properly because they feel that there is supervision/control as well as coaching, so that it can be used to measure the quality of teacher performance on professional competencies both in the aspects of learning planning and implementation of learning. Implementing an integrated classroom supervision strategy abbreviated as Sulastri, and through Sulastri, it turns out to motivate the growth of willingness and ability to change, which leads to changes in improving the quality of teacher performance in learning. ABSTRAKKegiatan pendampingan Implementasi Kurikulum 2013 menjadi langkah awal yang sangat penting untuk mempercepat pemahaman dan keterampilan dalam mengimplementasikan kurikulum tersebut. Untuk memelihara dan meningkatkan kesinambungan, pemahaman dan implementasi kurikulum 2013 pada di masing-masing satuan pendidikan, dilaksanakan penelitian tentang pendampingan implementasi kurikulum 2013 melalui “Sulastri” pada SMPN 15 Banjarmasin. Program pendampingan ini dilakukan sebagai penguatan dalam memahami konsep kurikulum 2013.                Siklus I Perencanaan terdiri dari: a) Menetapkkan data guru yang akan diSulastri, b) Menyiapkan lembar observasi dalam bentuk instrumen Sulastri, yaitu instrumen supervisi administrasi KBM dan instrumen supervisi kelas, c) Mengadakan temu awal dengan para guru yang akan di Sulastri dalam rangka informasi dan penyusunan jadwal pada masing-masing Guru, d). Menyampaikan instrumen supervisi kepada masing-masing guru yang akan disupervisi, e) Menjelaskan penilaian yang perlu diketahui oleh guru yang terdapat dalam instrumen supervisi, f) Menjelaskan komponen perangkat utama administrasi pembelajaran yang dikumpulkan pada saat sebelum pelaksanaan supervisi kelas. Pada siklus II dilakukan apabila hasil siklus I dianggap belum berhasil atau indikator keberhasilan penelitian belum mencapai target yang telah ditetapkan.                 Dari pelaksanaan siklus I yang diterapkan dimana dilakukan Sulastri terhadap 14 orang guru telah terdapat peningkatan kualitas kinerja walaupun masih dalam tahaf awal, yang hasilnya adalah sebagai berikut:Hasil supervisi administrasi pembelajaran (administrasi KBM) pencapaian kualitas kinerja baik dan sangat baik sebesar 41,67%.Hasil supervisi kelas, pencapaian kualitas kinerja baik dan sangat baik sebesar 58,33%. Pelaksanaan siklus II yang diterapkan kembali dilakukan kegiatan Sulastri terhadap 14 orang guru sebagai subyek penelitian telah terdapat peningkatan kualitas kinerja yang sangat berarti, yaitu: 1) Hasil supervisi administrasi pembelajaran (perencanaan pembelajaran) pencapaian kualitas kinerja baik dan sangat baik sebesar 100%. 2) Hasil supervisi kelas (pelaksanaan pembelajaran), pencapaian kualitas kinerja baik dan sangat baik sebesar 92,85%.                Dengan supervisi berkesinambungan yang diterapkan pada semua guru minimal setahun sekali, maka guru dalam melaksanakan tugasnya dengan baik, karena mereka merasa adanya pengawasan/kontrol sekaligus pembinaan, sehingga dapat digunakan untuk mengukur kualitas kinerja guru pada kompetensi profesional baik aspek perencanaan pembelajaran maupun pelaksanaan pembelajarannya adalah dengan menerapkan strategi supervisi kelas terintegrasi disingkat Sulastri, dan dengan Melalui Sulastri ternyata dapat memotivasi tumbuhnya kemauan dan kemampuan untuk berubah yang berujung pada perubahan peningkatan kualitas kinerja guru dalam pembelajaran. Kata Kunci: Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013, Melalui Sulastri.
PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERCERITA SISWA Eni Umaryati
Vidya Karya Vol 35, No 1 (2020): April 2020
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.535 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v35i1.11841

Abstract

Abstract. The relatively low storytelling skills of students encourages researcher to propose alternative solution to solve the problem in the form of using picture-assisted cooperative models. This classroom action research is conducted at class VIIIA students of SMPN 6 Banjarmasin. Data collection techniques were carried out through observation using observation sheets and student response questionnaires, and test techniques using descriptive questions. The results showed that students’ activity in learning increased from 44% in cycle I to 89% in cycle II. The students’ learning outcomes also increased from 65% in cycle I to 89% in cycle II. Students also gave positive responses to learning process by 90%. It can be concluded that picture-assisted cooperative models is effective in improving students' storytelling skills.Keywords: storytelling skills, cooperative learning model, picturesAbstrak.  Kemampuan bercerita siswa yang relatif masih rendah mendorong peneliti untuk mengajukan alternatif solusi pemecahan masalah berupa penggunaan model kooperatif berbantuan media gambar. Penelitian Tindakan kelas ini ditujukan kepada siswa kelas VIIIA SMPN 6 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi menggunakan lembar pengamatan dan angket respon siswa, serta teknik tes menggunakan soal uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan dari 44% pada siklus I menjadi 89% pada siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dari 65% pada siklus I menjadi 89% pada siklus II. Siswa juga memberikan respon positif terhadap pembelajaran sebesar 90%. Disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif berbantuan media gambar efektif meningkatkan kemampuan bercerita siswa. Kata Kunci: kemampuan bercerita, model pembelajaran kooperatif, media gambar
IMPLEMENTASI SUPERVISI KUNJUNGAN KELAS KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU SDN KROOY KABUPATEN KAIMANA PAPUA BARAT Amatus Mikhael Rumlus; Yulius Mataputun; Indah Slamet Budiarti
Vidya Karya Vol 36, No 1 (2021)
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.66 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v36i1.10314

Abstract

This study aimed to analyze the implementation of classroom visit supervision to improve teacher performance at SD Negeri Krooy, Kaimana Regency, West Papua Province. This research is qualitative research using the descriptive method. The informants are the principal, teacher supervisor. To obtain data, in-depth interviews, participatory observations, and documentation studies were conducted. The research instrument used was an observation interview guide and a documentation checklist. The results of this study are: 1) The principal prepares the program, and determines the schedule for the implementation of supervision through class visits by informing, the principal prepares administration, and prepares mastery materials; 2) Supervision of class visits without prior notification, supervisors suddenly come to class and check the lesson plans, and syllabus; 3) Implementation of class visit supervision at the invitation of the teacher, the principal fulfills the invitation of the teacher supervision teacher by checking the lesson plans, and syllabus; 4) Implementation of the supervision of the principal's class visits to overcome the obstacles of lack of confidence, lack of scientific spirit, weak creativity, and lack of facilities; and 5) The impact can improve the quality of teacher performance, increase the effectiveness of the curriculum, increase the effectiveness and efficiency of facilities and infrastructure, improve the quality of school management.Keywords: Classroom Visit Supervision; Principal; Teacher PerformanceTujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan supervisi kunjungan kelas dalam rangka meningkatkan kinerja guru di SD Negeri Krooy Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Informannya adalah kepala sekolah, pengawas guru. Untuk memperoleh data dilakukan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan ialah pedoman wawancara observasi dan checklist dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Kepala sekolah menyusun program, dan menentukan jadwal pelaksanaan supervisi melalui kunjungan kelas dengan memberitahukan, kepala sekolah menyiapkan administrasi, dan menyusun materi penguasaan; 2) Pelaksanaan supervisi kunjungan kelas tanpa adanya pemberitahuan awal, pengawas tiba-tiba datang ke kelas dan mengecek RPP, dan silabus; 3) Pelaksanaan supervisi kunjungan kelas atas undangan guru, kepala sekolah memenuhi undangan guru supervisi guru dengan memeriksa RPP, dan silabus; 4) Pelaksanaan supervisi kunjungan kelas kepala sekolah mengatasi kendala kurang percaya diri, kurang semangat keilmuan, lemah kreativitas, dan minim fasilitas; dan 5) Dampaknya dapat meningkatkan kualitas kinerja guru, meningkatkan efektivitas kurikulum, meningkatkan efektivitas dan efisiensi sarana dan prasarana, meningkatkan kualitas manajemen sekolah.Kata Kunci: Supervisi Kunjungan Kelas; Kepala Sekolah; Kinerja Guru
PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 Idaham Idaham
Vidya Karya Vol 35, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.893 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v35i2.10283

Abstract

This study aims to improve teachers' ability to compile the lesson plan based on the 2013 curriculum through academic supervision at SDN Kepayang Tapin Regency. This research is a school action research conducted in two cycles. The subjects of this study were the three teachers (teachers grade 1, 2, and 3 at SDN Kepayang. The instrument used was the planning of the lesson plan observation sheet and the implementation of the lesson plan observation sheet. Quantitative descriptive techniques analyzed data. The results showed the ability of classroom teachers in developing lesson plans based on the curriculum in 2013 of five indicators are considered: (1) the percentage of individual completeness of 63.4 and classical completeness of 33.33 in cycle 1; (2) the percentage of individual completeness 76 and classical completeness of 100 in cycle 2. Based on the research results, it can be concluded that academic supervision can improve classroom teachers' ability to prepare lesson plans based on the 2013 curriculum.Keywords: Academic Supervision; 2013 Curriculum; Lesson plan; Teacher AbilityAbstrak. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berdasarkan kurikulum 2013 melalui supervisi akademik di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kepayang Kabupaten Tapin. Penelitian adalah penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan sebanyak dua siklus. Subjek penelitian ini adalah tiga orang guru (guru kelas 1, 2, dan 3) di SDN Kepayang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi perencanaan RPP dan lembar observasi keterlaksanaan RPP. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan guru kelas dalam menyusun RPP berdasarkan kurikulum 2013 dari lima indikator yang dinilai yaitu (1) persentase ketuntasan individual 63,4 dan ketuntasan klasikal 33,33 pada siklus 1; (2) persentase ketuntasan individual 76 dan tuntas secara klasikal 100 pada siklus 2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi guru kelas dalam menyusun RPP berdasarkan kurikulum 2013. Kata Kunci:  Supervisi Akademik; Kurikulum 2013; Rencana Pelaksanaan Pembelajaran;Kemampuan Guru 
PEMBELAJARAN GENERATIF UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Hariani Hariani
Vidya Karya Vol 35, No 1 (2020): April 2020
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.877 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v35i1.10292

Abstract

Abstract.  Research has been conducted using generative learning models on colloidal material in class XI IPA 2 of SMAN 10 Banjarmasin. This study aims to improve (1) teacher activity, (2) student activity, (3) critical thinking skills, and (4) cognitive learning outcomes. This study uses a class action research design (PTK) with two cycles in progress. The instruments in this study were tests and non-tests. The data analysis technique used in the study is qualitative analysis and quantitative analysis. The results showed that (1) the increase in teacher activity from the first cycle in the good category became a very good category in the second cycle, (2) the increase in student activities from the first cycle in the active category to the very active category inicycle II, critical of the first cycle of 3.44 (less critical) to 5.7 (critical) inithe second cycle, and (4) the completeness of classical cognitive learning outcomes from the first cycle reached 37.14% to 77.14% in the second cycle.Keywords: Generati Learning Models,Critical Thinking Skills, ColloidalAbstrak. Telah dilakukan penelitian menggunakan model pembelajaran generatif pada materi koloid di kelas XI IPA 2 SMAN 10 Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan (1) aktivitas guru, (2) aktivitas siswa, (3) kemampuan berpikir kritis, dan (4) hasil belajar kognitif. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus secara berlanjut. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes dan non-tes. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peningkatan aktivitas guru dari siklus I dalam kategori baik menjadi kategori sangat baik pada siklus II, (2) Peningkatan aktivitas siswa dari siklus I dalam kategori aktif menjadi kategori sangat aktif pada siklus II, (3) meningkatnya kemampuan berpikir kritis dari siklus I sebesar 3,44 (kurang kritis) menjadi 5,7 (kritis) pada siklus II, dan (4) ketuntasan hasil belajar kognitif secara klasikal dari siklus I mencapai 37,14%  menjadi 77,14% pada siklus II.Kata kunci: Model/Pembelajaran Generatif, Kemampuan Berpikir  Kritis, Koloid
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA SMP TOPIK KLASIFIKASI MATERI DAN PERUBAHANNYA UNTUK MENUNJANG LITERASI SAINS Inke Permataningsih; Maya Istyadji; Ellyna Hafizah
Vidya Karya Vol 36, No 1 (2021)
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.553 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v36i1.10389

Abstract

The scientific literacy of students in Indonesia was based on the results of the 2018 PISA survey with a value of 392 points which was included in the low category. Therefore, in this study, the development of science teaching materials for junior high school, the topic of material was classification and its changes, contained 4 aspects of scientific literacy in teaching materials and contained local wisdom of the Kalimantan community. This research used the 4D development model to the development stage, namely validation by five experts to determine the validity of the module so that data on the aspects of content, presentation, language, graphic and scientific literacy in the module got a validity value> 0.80 with a very valid category. Based on the results, the module developed had met the validity criteria.Keywords: Integrated Science; Literacy Science; Local Wisdom; Teaching Materials Literasi sains peserta didik di Indonesia berdasarkan hasil survei lembaga PISA tahun 2018 dengan nilai sebesar 392 point yang mana termasuk ke dalam kategori rendah. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan pengembangan bahan ajar IPA SMP topik klasifikasi materi dan perubahannya yang memuat 4 aspek literasi sains pada bahan ajar serta memuat kearifan lokal masyarakat Kalimantan. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D sampai pada tahap develop yaitu validasi oleh lima orang ahli untuk mengetahu kevalidan modul sehingga didapatkan data  pada aspek penilaian isi, penyajian, bahasa, kegrafisan dan literasi sains dalam modul mendapat nilai kevalidan > 0,80 dengan kategori sangan valid. Berdasarkan hasil itu modul yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria validitas.Kata Kunci: IPA terpadu; Literais Sains; Kearifan Lokal; Bahan Ajar
KAJIAN LITERATUR INOVASI PEMBELAJARAN SAINS DI MASA PANDEMI COVID Muhdi Harto; Misbah Misbah
Vidya Karya Vol 35, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.801 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v35i2.10591

Abstract

The world of education is again disturbed by the massive spread of the COVID-19 virus or coronavirus disease. The use of technology is considered to facilitate and be a solution and innovation in the learning process that can be a way out so that the teaching and learning process during the COVID-19 period becomes more effective. One of the innovations that teachers can do as educators in delivering learning materials is using models in collaboration with technological advances in the learning process, especially in science learning. This research is descriptive in the form of a literature study. Data sources come from 15 scientific articles from national journals and accredited national journals. Based on the literature review that has been carried out, it can be concluded that the use of online learning models in collaboration with technology such as the Zoom platform, google classroom, WhatsApp, and others can be used in the science learning process at all levels of education during the COVID-19 pandemic. This is because this learning model is centred on students so that they are not dependent on the teacher, which is in line with the basis of online learning, which requires students to think critically, be active in exploring or understanding the subject matter presented. Students are required to establish communication between fellow students and the teacher who acts as a moderator.Keywords: Covid-19; Inovations; Online Learning; Science Dunia pendidikan kembali terusik dengan adanya penyebaran virus COVID-19 atau coronavirus disease secara masif. Penggunaan teknologi dianggap bisa mempermudah dan menjadi solusi serta inovasi dalam proses pembelajaran yang bisa menjadi jalan keluar sehingga proses belajar mengajar di masa COVID-19 menjadi lebih efektif. Salah satu inovasi yang bisa dilakukan guru sebagai tenaga pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran yaitu penggunaan model yang dikolaborasikan dengan kemajuan teknologi dalam proses pembelajaran khususnya pada pembelajaran sains. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif berupa studi kepustakaan. Sumber data berasal dari 15 artikel ilmiah dari jurnal nasional maupun jurnal nasional terakreditasi. Berdasarkan kajian literatur yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran online leaning yang dikolaborasikan dengan teknologi seperti platform Zoom, google classroom, whatsapp, dan lainnya dapat digunakan dalam proses pembelajaran sains pada semua jenjang pendidikan di masa pandemi COVID-19. Hal ini karena model pembelajaran ini berpusat kepada peserta didik sehingga mereka tidak ketergatungan kepada guru, yang sejalan dengan dasar dari pembelajaran secara daring yaitu menuntut peserta didik untuk berpikir kritis, aktif dalam menjelajahi atau memahami materi pelajaran yang disampaikan serta peserta didik dituntut agar dapat menjalin komunikasi yang baik antara sesama peserta didik dan juga guru yang berperan sebagai moderator.Kata kunci: Covid-19; Inovasi; Online Learning; Sains
PROBLEM BASED LEARNING DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Tyass Bella Pratiwi; Abdul Hakim; Zulkarnaen Zulkarnaen
Vidya Karya Vol 35, No 1 (2020): April 2020
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.423 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v35i1.10582

Abstract

Abstract. This research was conducted to improve critical thinking skills students through the application of the Project Based Learning (PBL) model on the material of simple harmonic motion. The research design was a quasi-experimental study with a control group pretest posttest design. The research was conducted at a high school in Samarinda with the number of research subjects consisting of 34 students. The instruments of the research were in the form of an integrated test description with skills critical thinking and a questionnaire of the student responses to the application of the PBL model. The result of the research showed that the of the PBL model (experimental class) improved students' critical thinking skills with N-Gain means of 0.61, while the conventional model (control class) improved students' critical thinking skills with N-Gain means of 0.38. There is a significant difference in critical thinking skills between classes using the PBL model compared to those applying the conventional model on the topic of simple harmonic motion.Keywords: problem based learning, critical thinking, simple harmonic motion.Abstrak. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui penerapan model Project Based Learning (PBL) pada materi gerak harmonik sederhana. Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan control group pretest posttest design. Penelitian dilakukan pada salah satu SMA di Samarinda dengan jumlah subjek penelitian terdiri dari 34 siswa orang siswa. Instrumen penelitian berupa tes uraian yang terintegrasi dengan keterampilan berpikir kritis dan angket tanggapan siswa terhadap penerapan model PBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PBL (kelas eksperimen) meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dengan rerata N-Gain sebesar 0,61, sedangkan untuk model konvensional (kelas control) meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dengan rerata N-Gain sebesar 0,38. Terdapat perbedaan kterampilan berpikir kritis yang signifikan antara kelas dengan menerapkan model PBL dibandingkan dengan yang menerapkan model konvensional pada topik gerak harmonik sederhana.Kata kunci: problem based learning, berpikir kritis, gerak harmonik sederhana.