cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 391 Documents
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS Lucky Heriyanti Jufri; Mulia Suryani; Mahendra Mahendra
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i2.10368

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal kemampuan komunikasi matematis berdasarkan kriteria kesalahan menurut Watson. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.A SMP Negeri 4 Tanah Sepenggal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tes kemampuan komunikasi matematis, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Jenis kesalahan yang paling dominan dilakukan siswa kelompok tinggi yaitu kesalahan jenis Omitted Coclusion (OC) disebabkan karena siswa lupa menuliskan kesimpulan dari hasil jawaban yang didapatkan dan kurang teliti dalam membaca perintah soal. Untuk kelompok sedang yaitu kesalahan jenis Omitted Data (OD) karena siswa kurang teliti dalam memahami dan menyajikan data dan Omitted Conclusion (OC) disebabkan karena siswa lupa menuliskan kesimpulan dari hasil jawaban yang didapatkan dan kurang teliti dalam membaca perintah soal. Sedangkan pada kelompok rendah yaitu kesalahan jenis Above Other (AO) disebabkan karena siswa tidak memahami maksud dari permasalahan yang diberikan. Kata kunci: Analisis Kesalahan, Deskriptif Kualitatif, Kemampuan Komunikasi Matematis. Abstract: The purpose of this study was to describe the types of students' errors in solving problems on mathematical communication skills based on Watson's error criteria. The subjects of this study were students of class VIII.A SMP Negeri 4 Tanah Sepenggal. The research method used is a descriptive method with a qualitative approach. The sampling technique used purposive sampling. The instruments used to collect data were tests of mathematical communication skills, interviews and documentation. The results of this study indicate that: The most dominant type of error made by high-group students is the Omitted Coclusion (OC) type error because students forget to write down the conclusions of the answers obtained and are not careful in reading the question commands. For the medium group, the type of error is Omitted Data (OD) because students are less careful in understanding and presenting data and Omitted Conclusion (OC) is because students forget to write down the conclusions of the answers obtained and are not careful in reading the question commands. Whereas in the low group, the type error Above Other (AO) was caused by students not understanding the meaning of the problems given. Keywords: Error Analysis, Descriptive Qualitative, Mathematical Communication Skills.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MATEMATIKA DALAM PROSES PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI KELAS DI MADRASAH BINAAN Maisyarah Maisyarah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v8i1.7931

Abstract

Kemampuan matematis yang baik oleh guru matematika tentu akan berimplikasi terhadap kemampuan matematis peserta didiknya. Kemampuan matematis merupakan kemampuan dalam pemahaman, penalaran, koneksi, pemecahan masalah dan komunikasi dalam matematika. Hasil supervisi kelas terhadap guru matematika dalam proses pembelajaran utamanya di kegiatan inti diperoleh 85,71% dengan kualifikasi cukup. Hal demikian tentu masih jauh dari yang diharapkan oleh pengawas pembinanya. Salah satu alternatif usaha yang dilakukan dengan bimbingan berkelanjutan yang implementasi perkembangannya dicermati melalui supervisi kelas oleh pengawas madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru matematika dalam proses pembelajaran dan kemampuan matematis guru matematika tersebut. Penelitian ini dirancang menggunakan PTS/PTKp dengan 2 siklus. Dilaksanakan pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019. Subjek penelitian adalah guru matematika. Objek penelitian, yaitu proses pembelajaran dan kemampuan matematis guru matematika. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, diskusi, observasi (supervisi kelas), dan tes. Teknik analisis data menggunakan statistika deskriptif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian: (1) proses pembelajaran pada Siklus I, nilai 70 dengan kualifikasi cukup, dilanjutkan ke Siklus II, nilai 85 dengan kualifikasi baik; (2) kemampuan matematis guru matematika pada Siklus I nilai 68 dengan kualifikasi cukup menjadi 89 pada Siklus II dengan kualifikasi baik sekali. Peningkatan kemampuan guru matematika dalam proses pembelajaran sejalan dengan peningkatan kemampuan matematisnya. Kata Kunci: Kemampuan Matematis, Proses Pembelajaran, Supervisi Kelas Abstract: A good mathematical ability by mathematics teachers will certainly have implications for the mathematical abilities of their students. Mathematical ability is the ability in understanding, reasoning, connecting, solving problem and communicating in mathematics. The results of classroom supervision of mathematics teachers in the main learning process in core activities were obtained 85.71% with sufficient qualifications. This is certainly still far from what is expected by the supervisor. One alternative effort that can be carried out is ongoing guidance in which the development observed through classroom supervision by the madrasah supervisor. This study aims to improve the ability of mathematics teachers in the learning process and mathematical abilities of the mathematics teacher. This research was designed using PTS / PTKp with 2 cycles. Held in the even semester Academic Year 2018/2019. The subject of the research is the mathematics teacher. The objects of research are the learning process and mathematical ability of mathematics teachers. Data collection techniques through interviews, discussions, observations (class supervision), and tests. Data analysis techniques used are descriptive statistics and quantitative descriptive. The results of the study: (1) learning process in Cycle I, 70 with sufficient qualifications, continued to Cycle II, 85 with good qualifications; (2) mathematical ability of mathematics teachers in Cycle I is 68 with sufficient qualifications to be 89 in Cycle II with very good qualifications. Increasing the ability of mathematics teachers in the learning process is in line with the improvement of their mathematical abilities. Keywords: Mathematical Ability, Learning Process, Class Supervision
PENGEMBANGAN SOAL MATEMATIKA BERBASIS KONFLIK KOGNITIF UNTUK MENUMBUHKAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA KELAS XII Asdini Sari; Karim Karim; Agni Danaryanti; Maulana Fatiehurrizqie Arrasyid
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i2.11945

Abstract

Berdasarkan Kurikulum 2013 perlunya mengembangkan soal matematika berbasis konflik kognitif untuk siswa SMA. Informasi yang diperoleh dari sekolah adalah, ketersediaan soal matematika yang memenuhi karakteristik konflik kognitif pada buku pegangan siswa sangat sulit ditemukan. Kondisi seperti ini menuntut untuk dilakukannya penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan perangkat soal matematika berbasis konflik kognitif untuk menumbuhkan berpikir kritis siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan (Research and Development). Penelitian ini mengembangkan soal matematika berbasis konflik kognitif untuk menumbuhkan berpikir kritis siswa SMA. Sebagai prototipe, materi matematika yang dikembangkan adalah materi SMA kelas XI. Pengembangan soal matematika berbasis konflik kognitif ini menggunakan model 4 D. Untuk keperluan uji coba soal, subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 5 Banjarmasin. Hasil penelitian ini adalah tujuh soal Matematika berbasis konflik kognitif tersebut telah divalidasi oleh validator dan telah diujicobakan kepada peserta didik. Berdasarkan hasil validasi dan ujicoba keterbacaan dan keefektifan jawaban siswa, maka soal matematika yang dikembangkan dapat dikatakan menumbuhkan bepikir kritis siswa SMA.Kata kunci: Soal Matematika, Konfik Kognitif, Berpikir Kritis, Siswa SMAAbstract: Based on the 2013 curriculum, it is necessary to develop cognitive conflict-based math problems for high school students. Information obtained from schools is that the availability of math problems that meet the characteristics of cognitive conflict in student handbooks is very difficult to find. Conditions like this require research that aims to get a set of cognitive conflict-based math problems to foster critical thinking in high school students. The research method used is the development method (Research and Development). This study develops cognitive conflict-based math problems to foster critical thinking in high school students. As a prototype, the mathematics material developed is material for high school class XI. The development of this cognitive conflict-based mathematical problem uses the 4 D model (four D model). For the purposes of testing the questions, the subjects of this study were students of class XI SMAN 5 Banjarmasin. The results of this study are the seven cognitive conflict-based Mathematics questions that have been validated by the validator and have been tested on students. Based on the results of the validation and testing of the readability and effectiveness of students' answers, the mathematical problems developed can be said to foster critical thinking in high school students.Keywords: Math Problems, Cognitive Confiction, Critical Thinking, High School Students
PENGEMBANGAN LKPD MATERI POLA BILANGAN BERBASIS ETNOMATEMATIKA SASIRANGAN DI KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Fierda Ria Fairuz; Noor Fajriah; Agni Danaryanti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v8i1.8343

Abstract

Minimnya pengetahuan peserta didik tentang keterkaitan budaya dengan matematika memerlukan adanya suatu inovasi dalam proses pembelajaran di kelas. Beberapa sekolah menggunakan bahan ajar yang hampir tidak ada satupun materi di dalamnya yang berkaitan dengan budaya Banjar. Peserta didik hanya ditekankan dalam mengerjakan soal-soal latihan tanpa adanya pemahaman konsep mendalam tentang penggunaan matematika secara kontekstual khususnya dalam implementasi etnomatematika berbasis budaya Banjar. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) materi pola bilangan berbasis etnomatematika sasirangan di kelas VIII Sekolah Menengah Pertama yang valid, praktis, dan efektif. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah pengembangan menurut model Plomp mencakup fase investigasi awal, fase perancangan, fase realisasi/konstruksi, fase tes, evaluasi, dan revisi. Pada fase tes, evaluasi, dan revisi dilakukan uji validitas oleh empat validator dan uji coba kelompok kecil dengan subjek penelitian sebanyak enam orang peserta didik yang dilakukan untuk mengukur kepraktisan dan keefektifan LKPD. Hasil uji validitas terhadap LKPD yang dikembangkan menunjukkan LKPD mencapai kriteria valid. Hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan LKPD mencapai kriteria praktis ditinjau dari angket respon dan kriteria keefektifan dilihat dari hasil belajar peserta didik. Sehingga, penelitian ini menghasilkan LKPD materi pola bilangan berbasis etnomatematika sasirangan di kelas VIII Sekolah Menengah Pertama yang valid, praktis, dan efektif. Kata kunci: pengembangan, LKPD, pola bilangan, etnomatematika, sasirangan. Abstract: The lack of students’ knowledge about the relationship between culture and mathematics requires an innovation in the learning process in the classroom. Some schools use teaching materials with almost no material related to Banjar culture. Learners are only emphasized in working on exercise questions without an in-depth understanding of the concept about the use of mathematics contextually, especially in the implementation of ethnomathematics based on Banjar culture. The purpose of this study is to produce a Student Worksheet (LKPD) about number patterns based on ethnomathematics sasirangan in grade VIII of junior high school that is valid, practical, and effective. This study uses the Plomp development model which consists of an initial investigation phase, a design phase, a realization / construction phase, a test, evaluation and revision phase. In the test, evaluation, and revision phases the validity test was carried out by four validators and a small group trial with a total of six research subjects to measure the practicality and effectiveness of LKPD. The results of the validity test against LKPD developed showed that LKPD reached valid criteria. The results of small group trials showed that LKPD achieve practical criteria in terms of the questionnaire response and effectiveness criteria viewed from the learning outcomes of students. Thus, this study produced LKPD about number patters on ethnomatemics sasirangan-based in grade VIII of junior high school that is valid, practical, and effective. Keywords: development, LKPD, number patterns, ethnomathematics, sasirangan.
IMPLEMENTASI GAMIFIKASI PADA PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DENGAN METODE DRILL AND PRACTICE R Ati Sukmawati; Muhammad Hifdzi Adini; Mitra Pramita; Akhmad Rizqan
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i2.11728

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan sebuah media pembelajaran interkatif untuk materi Sistem Persmaan Liner Dua Variabel. Materi disajikan dengan metode pembelajaran Drill and Practice dengan memberikan banyak soal latihan. Untuk meningkatkan minat dan ketertarikan siswa dalam belajar, pada media pembelajaran diimplementasikan sejumlah elemen gamifikasi seperti badges, leaderboards, dan experience point. Media pembelajaran dikembangan menggunakan konsep System Development Life Cycle (SDLC) yaitu planning, analysis, design dan implementation. Hasil dari penelitian ini yaitu sebuah media pembelajaran interaktif untuk materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel. Fungsionalitas media pembelajaran diuji dengan menggunakan metode Black Box. Berdasarkan hasil pengujian fungsionalitas, semua fitur pada aplikasi media pembelajaran yang dikembangkan dapat berfungsi dengan baik. Selanjutnya dilakukan validasi materi dan media yang dilakukan masing-masing oleh dua orang ahli. Hasil validasi materi dan media menunjukkan bahan ajar dan media sudah valid untuk digunakan. Kata kunci: media pembelajaran, drill and practice, gamifikasi Abstract: The purpose of this research is to develop an interactive learning media for the material of Two Variable Linear Equation System. The material is presented using the Drill and Practice learning method by providing lots of practice questions. To increase students' interest and interest in learning, in the learning media a number of gamification elements are implemented such as badges, leaderboards, and experience points. The learning media was developed using the System Development Life Cycle (SDLC) concept, namely planning, analysis, design and implementation. The result of this research is an interactive learning media for the material of Two Variable Linear Equation System. The functionality of the learning media was tested using the Black Box method. Based on the results of functionality testing, all features in the developed learning media application can function properly. Furthermore, material and media validation was carried out by two experts respectively. The results of material and media validation show that teaching materials and media are valid to use. Keywords: learning media, drill and practice, gamification
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP Eko Wahyunanto Prihono; Fitriatun Khasanah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v8i1.7078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan posstest-only control design. Populasi pada penelitian ini meliputi seluruh siswa kelas VIII di SMP N 1 Turi. Sampel penelitian adalah kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa instrumen tes dalam bentuk uraian yang telah terpenuhi uji validitas dan reliabilitasnya. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan nilai sig pada kelas eksperimen menggunakan model problem based learning sebesar 0,137 dan nilai sig pada kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional sebesar 0,200. Berdasar­kan hasil uji normalitas pada kelas eksperimen maupun pada kelas kontrol menunjukkan berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas post test diperoleh nilai sig sebesar 0,798, sehingga variansi kedua kelas tersebut homogen. Uji prasyarat dalam penelitian telah terpenuhi, maka dapat dilanjutkan dengan melakukan uji-t. Hasil perhitungan hipotesis uji-t diperoleh nilai sig sebesar 2,1540 > 1,9989 atau thitung > ttabel, maka dapat disimpulkan model problem based learning berpengaruh baik apabila dibandingkan model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Hal ini juga terlihat berdasarkan hasil nilai rata-rata post test pada kelas eksperimen sebesar 81,25 sedangkan nilai rata-rata pada kelas kontrol sebesar 75,26. Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Konvensional, Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Abstract: This study aims to determine the effect of the problem based learning (PBL) model on the mathematical critical thinking ability of students grade VIII SMP. This type of research is quasi-experimental research using posstest-only control design. The population in this study included all students of classgrade VIII at SMP N 1 Turi. The research sample is grade VIII A as an experimental group and grade VIII B as a control group. The instrument test used in the study was essay type questions that had tested the validity and reliability. The final results of this study indicate that the sig value = 0.137 in the experimental group using a problem based learning model and the sig value = 0.200 in the control group using a conventional learning model. The results of the normality test in the experimental group and in the control group showed normal distribution. The post test homogeneity test results showed sig value = 0.798, so that the variance of the two groups is homogeneous. The prerequisite test in the research has been fulfilled, so it can be continued by doing t-test. The result of the t-test was a sig value = 2.1540 > 1.9989 or tcount > ttable, so it can be concluded that the problem based learning model has a good effect when compared to conventional learning models on students' mathematical critical thinking abilities. This was also seen based on the post-test result in which the average score of the experimental group was 81.25 while the average score of the control group was 75.26. Keywords: Problem Based Learning, Conventional Learning, Mathematical Critical Thinking Ability
KESALAHAN MEMBUAT JARING-JARING BANGUN RUANG Ryan Angga Pratama; Rahmatya Nurmeidina
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i2.11063

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan dan kesalahan yang dilakukan mahasiswa pendidikan matematika dalam memggambar jaring-jaring bangun ruang pada mata kuliah Geometri. Metode penelitiannya adalah deskriptif kualitatif berupa studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, serta wawancara. Hasil penelitian ini adalah secara umum dalam menggambar jaring-jaring bangun ruang sisi datar (kubus, balok, prisma datar segitiga, dan limas segiempat), mahasiswa tidak mengalami kesulitan yang berarti. Sedangkan pada bangun ruang sisi lengkung (tabung, kerucut, dan bola), mahasiswa dominan mengalami kesulitan dan kesalahan dalam menggambar jaring-jaringnya. Adapun penyebabnya adalah mahasiswa sudah lupa terkait materi bangun ruang yang telah diajarkan sejak menempuh pendidikan sekolah dasar (SD). Selain itu, mahasiswa juga kurang imajinatif dan kreatif dalam menggambarkan jaring-jaring yang diminta. Meskipun gambar yang dibuat benar, namun pola atau bentuk jaring-jaring yang dibuat tersebut sudah terlalu familiar seperti pada buku pelajaran yang biasa digunakan di sekolah. Padahal, bentuk jaring-jaring dari suatu bangun ruang tidaklah hanya satu bentuk, melainkan banyak variasinya. Dalam hal ini, mahasiswa sebagai calon guru matematika perlu lebih berpikir kreatif dalam menyusun atau menggambarkan jaring-jaring dari bangun ruang yang diminta. Kata kunci: kesalahan, jarring-jaring, bangun ruang Abstract: The purpose of this study is to describe the abilities and errors made by mathematics education students in drawing geometrical nets in the Geometry course. The research method is descriptive qualitative in the form of case studies. Data collection techniques were carried out by observation, documentation, and interviews. The result of this research is that in general, in drawing the nets of flat sided spaces (cubes, blocks, triangular flat prisms, and quadrilateral pyramids), students do not experience significant difficulties. Meanwhile, in the curved side space (cylinder, cone, and sphere), the dominant students experienced difficulties and errors in drawing the nets. The reason is that students have forgotten about the building materials that have been taught since elementary school (SD). In addition, students are also less imaginative and creative in describing the requested nets. Even though the drawings made are correct, the patterns or shapes of the nets made are too familiar as in textbooks commonly used in schools. In fact, the shape of the nets of a spatial structure is not only one form, but many variations. In this case, students as prospective mathematics teachers need to think more creatively in compiling or describing the nets of the requested spatial shapes. Keywords: errors, nets, solid geometry
Profil Pertanyaan Siswa Dalam Pembelajaran Saintifik Berbasis Pengamatan Pada Materi Teorema Pythagoras Lely Purnawati; Erry Hidayanto; Abdur Rahman As'ari
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i2.10669

Abstract

Pertanyaan siswa penting untuk keterlibatan dalam proses pembelajaran serta untuk merangsang pemahaman tentang informasi baru, sehingga perlu menjadi perhatian dan seharusnya dibina khusus oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pertanyaan-pertanyaan tertulis siswa dalam pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik pada materi Teorema Pythagoras. Instrumen penelitian berupa LKS dengan pendekatan saintifik, lembar observasi beserta rubrik penskoran kualitas pertanyaan siswa dan lembar wawancara. Subyek penelitian adalah 32 siswa kelas 8A MTsN 9 Banyuwangi. Penelitian berlangsung dalam empat kali tatap muka pembelajaran. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah distribusi kualitas pertanyaan-pertanyaan tertulis berdasarkan tingkat kognitif dan kategori kemampuan bertanya siswa dalam pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik. Hasil penelitian menunjukkan pertanyaan-pertanyaan tertulis yang dirumuskan siswa selama kegiatan pembelajaran terdistribusi dengan level kognitif C1 sebesar 29%, level kognitif C2 sebesar 21%, level kognitif C3 sebesar 23%, level kognitif C4 sebesar 19% dan level kognitif C5 sebesar 8%. Tidak ada siswa yang mampu menyusun pertanyaan pada tingkat kognitif C6. Sedangkan dari hasil analisis pertanyaan individual siswa secara terpisah menunjukkan kategori kemampuan siswa dalam menyusun pertanyaan terbagi menjadi 43,75% berkemampuan rendah, 46,88% berkemampuan sedang dan 9,37% berkemampuan tinggi. Sedikitnya nilai prosentase siswa dengan kemampuan tinggi, menunjukkan bahwa perlu upaya guru untuk meningkatkan kemampuan bertanya siswa.  Kata kunci: profil pertanyaan, kemampuan bertanya, pembelajaran saintifik Abstract: Student questions are important for involvement in the learning process and to stimulate understanding of new information, so they need to be paid attention to and should be specifically fostered by the teacher. This study aims to describe students' written questions in learning using a scientific approach to the Pythagorean Theorem material. Research instruments in the form of worksheets with a scientific approach, observation sheets along with a rubric scoring the quality of student questions, and interview sheets. The research subjects were 32 students of 8A grade of MTsN 9 Banyuwangi. The research took place in four face-to-face learning. The results obtained from this study are the quality of written questions based on the cognitive level and the category of students' ability to ask questions in learning using a scientific approach. The results showed that the written questions formulated by students during the learning activities were distributed with a cognitive level of C1 of 29%, cognitive level C2 of 21%, cognitive level of C3 of 23%, cognitive level of C4 of 19%, and cognitive level of C5 of 8%. None of the students were able to construct questions at the cognitive level C6. Meanwhile, the results of the analysis of individual student questions separately showed that the categories of students' abilities in composing questions were divided into 43.75% low ability, 46.88% medium ability, and 9.37% high ability. The low percentage value of students with high abilities indicates that the teacher must improve the students' questioning abilities. Keywords: question profile, questioning ability, scientific learning
PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI MTS N 6 BANTUL Dhani Meilindra Suwarni; Erika Yudhi Rengganis; Inneke Salwa Rahmadiani; Zaidan Farrosa Mukti; Ibrahim Ibrahim
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i2.9999

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid-19 menyebabkan proses belajar mengajar dilakukan di rumah secara daring. Kemandirian belajar siswa tentu diperlukan karena pembelajaran dilaksanakan di rumah tanpa didampingi oleh guru. Penelitian ini tujuannya guna melihat apakah kemandirian belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Pendekatan kuantitatif dipakai penelitian ini (penelitian ex post facto), untuk sampelnya yaitu siswa kelas VIII F terdiri dari 14 siswa serta kelas IX B yakni 16 siswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada siswa melalui Google Form. Data lain berupa nilai hasil belajar siswa yang dikumpulkan menggunakan tes. Data dianalisis dengan bantuan SPSS versi 25. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini bahwa tidak ada pengaruh signifikan antara kemandirian belajar dengan hasil belajar siswa. Kata kunci: Kemandirian belajar, Hasil belajar, Siswa SMP Abstract: The Covid-19 pandemic caused the teaching and learning process to be carried out at home (online). Self Regulated student in learning is certainly needed because learning is carried out at home without being accompanied by a teacher. This study aims to see whether Self Regulated in learning affects student learning outcomes. This research uses a quantitative approach (ex post facto research), for the sample, the students of class VIII F consist of 14 students and class IX B which is 16 students. Collecting data using a questionnaire distributed to students via Google Form. Other data is the student learning outcomes collected using tests. The data were analyzed by assisted SPSS version 25. The conclusion from this study was that there was no significant effect between Self Regulated learning and student learning outcomes. Keywords: Self-Regulated learning, Learning outcomes, Student of Junior High School
PENGARUH MODEL PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN SELF EFFICACY SISWA Rahma Dwi Aulia; Hayatun Nufus; Risnawati Risnawati
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i2.9554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran problem posing terhadap kemampuan pemecahan msalah matematis berdasarkan self efficacy siswa MTs. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain yang digunakan adalah the nonequivalent post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTsN 03 Kota Pekanbaru. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes, angket, dan observasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah soal posttest kemampuan pemecahan masalah matematis, angket self efficacy dan lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa. Teknik analisis data menggunakan anova dua arah. Berdasarkan hasil analisis data, di dapat kesimpulan bahwa: 1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran problem posing dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional di MTsN 03 Kota Pekanbaru, 2) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang memiliki self efficacy tinggi, sedang dan rendah, 3) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan self efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.  Kata kunci: problem posing, pemecahan masalah matematis, self efficacy  Abstract: The purpose of the research is to findout the effect of using problem posing learning model on math problem solving ability based on students’ self-efficacy at State Islamic Junior High School. This research was quasi experimental research design by using nonequivalent post-test only control group design. The population in this study were all students of class VII at State Islamic Junior High School 03 Pekanbaru. The technique that is used in taking the sample was purposive sampling. Then, the technique for collecting the data was test, questionnaire and observation. The instrument for collecting the data was post-test on mathematical problem solving ability, self-efficacy questionnaire and observation on teacher and students. The technique for data analysis used two ways annova formula. Based on the data analysis, it can be concluded that: 1) there was significant difference on students math problem solving ability by using problem posing model with the students who used conventional learning method at MTsN 03 Pekanbaru, 2) there was significant difference on students math problem solving ability among student having highself-efficacy students, mediumself-efficacy, and low self-efficacy students, 3) there was no significant effect on learning model and self-efficacy toward students math problem solving ability.  Keywords: problem posing, mathematical problem solving, self efficacy