cover
Contact Name
Chairil Faif Pasani
Contact Email
chfaifp@ulm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edu.mat@ulm.ac.id
Editorial Address
Ruang Prodi Pendidikan Matematika Gedung FKIP ULM Banjarmasin Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 23382759     EISSN : 25979051     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Education,
EDU-MAT adalah jurnal yang didirikan pada tahun 2013 di Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat. EDU-MAT merupakan kumpulan artikel hasil penelitian maupun kajian dosen, peneliti, guru, maupun mahasiswa di bidang pendidikan matematika yang belum pernah dimuat/diterbitkan di media lain. EDU-MAT diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat yang terbit 2 kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober
Arjuna Subject : -
Articles 391 Documents
Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Higher Order Thinking Skills Dwi Susanti; Cici Hernawati
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i1.12190

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu Keterampilan yang digunakan untuk menyelesaikan soal HOTS. Hal tersebut disebabkan karena berpikir kritis merupakan Keterampilan menganalisis, menciptakan dan menggunakan kriteria secara obyektif, serta mengevaluasi data. Sehingga dapat dikatakan bahwa Keterampilan berpikir kritis sangat penting dalam mendukung pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan ketrampilan berpikir kritis mahasiswa dalam menyelesaikan soal bertipe HOTS pada materi bilangan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan instrument tes dan wawancara terhadap beberapa sampel penelitian. Pengambilan sampel penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan langkah, mereduksi data,menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan presentase rata-rata ketrampilan berpikir kritis mahasiswa berdasarkan 5 indikator sebesar 67 atau berada pada kategori sedang. Pada indikator memberikan penjelasan sederhana telah dikuasai dengan baik. Indikator membangun keterampilan dasar sebagian mahasiswa telah mampu menyesuaikan dengan sumber, akan tetapi masih dengan keterbatasan dalam mempertimbangkan hasil observasi. Indikator menyimpulkan beberapa mahasiswa telah mampu mendeduksi dan menginduksi dengan baik, akan tetapi masih kurang dalam membuat dan mempertimbangkan nilai keputusan. Indikator memberikan penjelasan lebih lanjut mahasiswa belum mampu mengidentifikasi berbagai asumsi. Indikator menyusun strategi dan taktik mahasiswa mampu melakukan prosedur penyelesaian dengan baik akan tetapi masih belum mampu menyusun taktik dengan baik. Kata kunci: High Order Thinking Skills (HOTS), Keterampilan Berpikir Kritis. Abstract: Critical thinking ability is the only ability used to solve HOTS questions. Critical thinking is the ability to analyze, create and use criteria objectively, and develop data. So critical thinking skills are useful in supporting learning. The purpose of this study was to describe students' critical thinking skills to solve problems with HOTS equations. A quantitative descriptive study was used in this research with instruments test and interviews with several research samples. The research sample was taken using the purposive sampling technique. Data analysis was used steps, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results showed that the average percentage of students' critical thinking skills based on 5 indicators was 67 or was in the medium category. The indicators provided simple explanations had been mastered well. The Indicators of students' basic skills had been able to adapt to the source but were limitations in considering the results of observations. The indicators conclude that some students have been able to deduce and conclude, but are still lacking in making and considering the value of decisions. The indicators provide further explanation students had not been able to identify various assumptions. The indicators of students' developing strategi and tactics had been able to carry out settlement procedures but not able to develop tactics. Keywords: High Order Thinking Skills (HOTS), Critical Thinking Skills.
Validitas Bahan Ajar Materi Esensi Geometri untuk Mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP Universitas Lambung Mangkurat Hidayah Ansori; Juhairiah Juhairiah; Rizki Amalia; Mardiana Mardiana; Intan Melinda Utari; Akhmad Syukur Ramadhan
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i1.12063

Abstract

Belum adanya sumber belajar berupa bahan ajar mata kuliah Geometri yang khusus dikembangkan untuk mahasiswa program Studi Pendidikan Matematika FKIP ULM menjadi alasan dilakukannya penelitian ini. Berdasarkan hal ini perlu dilakukan pengembangan bahan ajar untuk mendukung perkuliahan mata kuliah geometri khusunya yang sesuai dengan karakter mahasiswa dan kompentensi lulusan prodi pendidikan matematika FKIP ULM. Salah satu materi yang dikembangkan bahan ajarnya adalah materi Esensi Geometri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dimana dalam pelaksanaannya menggunakan model pengembangan perangkat pembelajaran yang dikemukakan oleh Thiagarajan, Semmel, & Semmel yaitu model 4-D, terdiri dari tahap define, design, develop, dan disseminate. Salah satu tahapan pengembangan bahan ajar yang dilakukan adalah uji ahli. Uji Ahli bertujuan untuk mengetahui validitas isi bahan ajar yang dikembangkan. Instrumen yang digunakan adalah instrument non-tes yaitu angket.  Ahli atau validator dalam penelitian ini adalah Dosen Pendidikan Matematika FKIP ULM. Validitas bahan ajar yang dikembangkan dinilai oleh validator melalui instrumen non-tes berupa angket. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif yaitu persentase dari skor validator terhadap skor maksimal. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahan ajar Esensi Geometri cukup valid atau dapat digunakan namun perlu revisi kecil sehingga  bahan ajar dapat digunakan dengan revisi. Kata kunci: Bahan Ajar, Geometri, Validitas Abstract: The absence of learning resources in the form of teaching materials for Geometry courses specifically developed for students of the Mathematics Education Study Program FKIP ULM is the reason for conducting this research. Based on this, it is necessary to develop teaching materials to support geometry course lectures, especially those that are in accordance with the character of students and the competence of graduates of the Mathematics Education Study Program, FKIP ULM. One of the materials developed by the teaching materials is Geometry Essence material. The research method used is development research, which in its implementation uses the learning device development model proposed by Thiagarajan, Semmel, & Semmel, namely the 4-D model, consisting of define, design, develop, and disseminate stages. One of the stages of developing teaching materials carried out is the expert test. The Expert Test aims to determine the validity of the content of the teaching materials developed. The instrument used is a non-test instrument, namely a questionnaire. The expert or validator in this research is the Mathematics Education Lecturer of FKIP ULM. The validity of the teaching materials developed was assessed by the validator through a non-test instrument in the form of a questionnaire. The data obtained is quantitative data, namely the percentage of the validator score to the maximum score. The results obtained in this study are that the Geometry Essence teaching materials are quite valid or can be used but need minor revisions so that the teaching materials can be used with revisions. Keywords: Teaching material, Geometry, validity
Pengembangan Tes Formatif Aritmatika Sosial Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dengan Konteks Lingkungan Lahan Basah Rinda Sari; Chairil Faif Pasani; Taufiq Hidayanto
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i1.12927

Abstract

Salah satu materi SMP kelas VII adalah aritmatika sosial. Materi ini sangat penting dijadikan sebagai bekal menjalani kehidupan di masyarakat dan melatih siswa untuk berpikir kreatif serta kritis dalam melaksanakan kegiatan jual-beli. Sejalan dengan kurikulum 2013, dimana kurikulum ini mendorong adanya keterampilan Higher Order Thinking Skills (HOTS). Pada pelaksanaannya tidak semua kemampuan HOTS dapat tersaji, dikarenakan kendala waktu pengerjaan dan kemampuan siswa. Selain itu, soal masih berkonteks lingkungan sekolah sehingga belum memuat konteks lahan basah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan tes formatif yang dapat mengasah kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dan kontekstual. Menghasilkan perangkat tes formatif berbasis HOTS materi aritmatika sosial dengan konteks lingkungan lahan basah yang valid menjadi tujuan dalam penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan model formative research yang diadaptasi dari Tessmer. Tahapan penelitian hanya dilakukan sampai tahap expert reviews dikarenakan kondisi pandemi Covid-19. Validasi dilakukan oleh tiga orang ahli. Hasil penelitian berupa 30 butir soal tes formatif pilihan ganda berbasis HOTS. Berdasarkan kevalidan tes formatif diperoleh skor rata -rata sebesar 3,49 dari segi materi, konstruksi, dan bahasa. Dengan demikian kriteria kevalidan tes formatif matematika pada materi aritmatika sosial berbasis HOTS untuk siswa SMP kelas VII dengan konteks lingkungan lahan basah dikatakan sangat valid. Kata kunci: tes formatif, aritmatika sosial, HOTS, konteks lingkungan lahan basah Abstract: One of the material for SMP class VII is social arithmetic. This material is very important as a provision to live life in society and train students to think creatively and critically in carrying out buying and selling activities. In line with the 2013 curriculum, this curriculum encourages Higher Order Thinking Skills (HOTS). In practice, not all HOTS abilities can be presented, due to time constraints and student abilities. In addition, the question is still in the context of the school environment so that it does not include the context of wetlands. To overcome these problems, formative tests are needed that can hone students' higher-order and contextual thinking skills. Generating a formative test kit based on HOTS social arithmetic material with a valid wetland environmental context is the goal of this research. The research method used is development research with a formative research model adapted from Tessmer. The research stage was only carried out until the expert reviews stage due to the Covid-19 pandemic. Validation was carried out by three experts. The results of the study were 30 items of the HOTS-based multiple choice formative test. Based on the validity of the formative test, an average score of 3.49 was obtained in terms of material, construction, and language. Thus, the criteria for the validity of the mathematical formative test on HOTS-based social arithmetic material for seventh grade junior high school students with the context of a wetland environment are said to be very valid. Keyword: formative tests, social arithmetic, HOTS, wetland environmental context
Eksplorasi Etnomatematika Kain Tenun pada Mayarakat Oeolo NTT untuk Mengungkapkan Konsep Matematis Stefania Banase; Hermina Disnawati; Selestina Nahak
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i1.10698

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk etnomatematika pada kain tenun masyarakat Desa Oeolo yang terletak di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Berdasarkan hasil penelitian eksplorasi etnomatematika kain tenun pada masyarakat Desa Oeolo menunjukan bahwa terdapat beberapa konsep matematika dalam proses pembuatan motif kain tenun nap molo yaitu: 1) konsep membilang yang dilakukan pada proses awal penenun menentukan jumlah pintalan benang yang dibutuhkan, sesuai dengan pola motif yang diinginkan. 2) aktivitas mengukur, penenun mengukur  menggunakan satuan tradisional jengkalan jari orang dewasa untuk mengukur panjang dan lebar tenunan. 3) konsep perbandingan yang berkaitan dengan banyaknya jumlah pintalan benang untuk pola induk lebih banyak dari pola apit. 4) konsep titik, pada corak benang warna. 5)  konsep garis lurus pada benang warna yang digunakan penenun pada motif pola apit. 6) Konsep garis lengkung pada motif bagian tengah yang dihasilkan. 7)  konsep bangun datar belah ketupat pada motif yag dihasilkan. Kata kunci: Aktivitas menenun, Etnomatematika, Konsep Matematis, Nap Molo Abstract: The purpose of this study was to describe the ethnomathematical form of the woven fabric of the Oeolo Village community located in North Central Timor Regency, East Nusa Tenggara Province. The type of research used is qualitative research with an ethnographic approach. Based on the results of ethnomathematical research on woven fabrics in the Oeolo Village community, it shows that there are several mathematical concepts in the process of making nap molo woven fabric motifs, namely: 1) the concept of counting which is carried out at the beginning of the weaver determines the number of spun yarns needed, according to the desired pattern of motifs. 2) measuring activity, weavers measure using the traditional unit of adult finger span to measure the length and width of the weave. 3) the comparison concept related to the number of yarn spun for the main pattern is more than the sandwich pattern. 4) point concept, on color thread pattern. 5) the concept of a straight line on the color thread used in the flanking pattern motif. 6) The concept of curved lines in the resulting middle motif. 7) the concept of a flat rhombus on the resulting motif. Keywords: Weaving activity, Ethnomatematics, Mathematical Concepts, Nap Molo
Membuat Soal Matematika Open Ended dengan Teknik Memodifikasi Soal Tertutup: Konteks Lahan Basah Karim Karim; Chairil Faif Pasani; Andriyani Andriyani
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i1.13417

Abstract

Soal matematika open ended merupakan soal yang menuntut banyak cara penyelesaian atau banyak jawaban benar yang mungkin. Untuk membuat soal matematika open ended, bukanlah pekerjaan yang mudah. Sehingga soal open ended ini sangat jarang ditemukan pada buku matematika siswa. Padahal, soal matematika open ended sangat diperlukan untuk menumbuhkan berpikir kreatif siswa, khususnya kemampuan fleksibilitas. Untuk membantu siswa dalam memahami soal matematika, maka penggunaan konteks sangat diperlukan. Salah satu konteks yang dapat digunakan adalah lahan basah. Untuk membuat soal open ended, teknik yang paling mudah adalah dengan memodifikasi soal tertutup. Artikel ini akan memberikan petunjuk dalam membuat soal matematika open ended dengan teknik memodifikasi soal tertutup dengan memuat konteks lahan basah. Metode yang digunakan dalam membuat soal open ended ini adalah metode pengembangan dengan model 4D (four D models). Konten soal adalah materi matematika SMA kelas X. Untuk uji keterbacaan, dilibatkan 6 orang siswa kelas X SMA Negeri 5 Banjarmasin. Ada 3 buah soal matematika open ended yang dihasilkan, yaitu soal dengan konteks (1) Berangkat ke sekolah menyeberang Sungai Kuin naik jukung, (2) Keramba ikan di Sungai Martapura, dan (3) Objek wisata Pulau Pinus-Waduk riam Kanan. Kata kunci : soal open ended, lahan basah Abstract: Open-ended math problems are questions that have several solutions or correct answers. It is not a simple task to create open-ended math questions. As a result, open-ended questions are uncommon in students' math textbooks. Open-ended questions, in reality, are required to enhance student's creative thinking, particularly their flexibility abilities. The use of context is required to help children grasp issues. Wetlands are one example of a context that might be employed. The simplest way to generate open-ended questions is to change closed questions. This post will walk you through producing open-ended math problems by changing closed questions with the context of wetlands. This open-ended question was created using a development process using a 4D model (four D models). The questions' substance is coursework for class X SMA. Six students from State High School 5 Banjarmasin’s class X participated in the reading exam. There were three open-ended math problems: (1) go to school across the Kuin River by jukung, (2) Fish cages on the Martapura River, and (3) Attractions in Pulau Pinus-Riam Kanan reservoir. Keywords: Open-ended problems, wetlands
KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA SMP PADA KONTEKS PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) PASCA COVID-19 Hardian Mei Fajri; Zulkardi Zulkardi; Ratu Ilma Indra Putri; Ely Susanti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i2.12144

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana kemampuan literasi numerasi siswa SMP dalam menjawab soal konteks Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pasca covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Informan atau subjek dari penelitian ini yaitu siswa kelas VIIISMP berjumlah 22 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa soal tes. Penelitian menggunakan triangulasi sumber untuk memeriksa keabsahan data. Teknik analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil analisis data penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan literasi numerasi siswa dalam mehamami informasi tergolong cukup baik, siswa dapat memilih informasi apa saja yang penting dan menggunakan bahasa sendiri dalam menjelaskan pemahamannya baik dalam bentuk narasi maupun kedalam bentuk angka-angka matematis. Pada soal level kognitif penerapan, kemampuan literasi numerasi siswa berguna dalam menganalisis informasi sehingga dapat menentukan serta menerapkan strategi penyelesaian. Dalam soal penalaran, kemampuan literasi numerasi penting yang berguna selain menganalisis dan menggunakan penalarannya tetapi juga dapat meningkatkan ketepatan dan ketelitian siswa dalam menyelesaikan permasalahan. Kata kunci: Literasi Numerasi, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Konteks Covid-19. Abstract: The purpose of this study is to describe how the numeracy literacy skills of junior high school students in answering questions in the context of Distance Learning (PJJ) post-covid-19 are described. The method used in this research is descriptive qualitative research. The informants or subjects of this study were 22 students of class VIII SMP. The sampling technique uses purposive sampling. The data collection technique in this study was in the form of test questions. The study used source triangulation to check the validity of the data. Data analysis techniques consist of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of data analysis of this study indicate that students' numeracy literacy skills in understanding information are quite good, students can choose what information is important and use their own language in explaining their understanding both in narrative form and in the form of mathematical numbers. At the cognitive level of application, students' numeracy literacy skills are useful in analyzing information so that they can determine and implement settlement strategies. In terms of reasoning, numeracy literacy skills are important which is useful in addition to analyzing and using reasoning but can also increase students' accuracy and thoroughness in solving problems. Keywords: Numerical Literacy, Distance Learning (PJJ), The Contect of Covid-19.
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DITINJAU DARI TINGKAT PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII MTS DALAM MENYELESAIKAN SOAL SEGITIGA DAN SEGIEMPAT Aisyah Amini; Yenita Roza; Maimunah Maimunah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i2.13582

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis ditinjau dari tingkat prestasi belajar siswa dalam menyelesaikan soal segitiga dan segiempat. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deksriptif. Subjek penelitian ini adalah kelas VII MTs Miftahul Khairiyah sejumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, teknik wawancara dan dokumentasi. Data yang telah dikumpulkan kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap jawaban yang selanjutnya akan dilakukan pendeskripsian kemampuan berpikir kreatif matematis siswa berdasarkan tingkat prestasi belajar siswa di sekolah dalam kategori tinggi, sedang dan rendah. Hasil dari penelitian ini adalah siswa dengan tingkat prestasi belajar tinggi dikategorikan baik pada indikator keluwesan, kelancaran dan keaslian. Tingkat prestasi sedang dikategorikan baik pada indikator keluwesan dan kelancaran, sedangkan tingkat prestasi rendah masih kurang pada tiap indikator kemampuan berpikir kreatif matematis. Secara keseluruhan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas VII MTs Miftahul Khairiyah termasuk dalam kategori rendah dengan rata-rata Indikator keluwesan adalah 2,9 kelancaran 2,8, keaslian 1,25 dan elaborasi 0,95. Kata kunci: Kemampuan Berpikir Kreatif, Menyelesaikan Soal, Prestasi Belajar, Segitiga, Segiempat Abstract: The purpose of this study was to describe mathematical creative thinking skills in terms of the level of student achievement in solving triangle and quadrilateral problems. This type of research is a qualitative research with a descriptive method. The subjects of this study were class VII MTs Miftahul Khairiyah with a total of 20 students. Data collection techniques using tests, interview techniques and documentation. The data that has been collected is then examined for answers which will then be described in terms of students' mathematical creative thinking abilities based on the level of student achievement in schools in the high, medium and low categories. The results of this study are students with high levels of learning achievement categorized both on the indicators of flexibility, fluency and authenticity. The average level of achievement is categorized both on the indicators of flexibility and fluency, while the low level of achievement is still lacking in each indicator of mathematical creative thinking ability. Overall, the mathematical creative thinking ability of the seventh grade students of MTs Miftahul Khairiyah is in the low category with an average flexibility indicator of 2.9, fluency 2.8, originality 1.25 and elaboration 0.95. Keywords: Mathematical Creative Thinking, Problems Solving, Learning Achievement, Triangles, Quadrilaterals
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES NUMERASI DENGAN KONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH UNTUK MAHASISWA CALON GURU MATEMATIKA Iskandar Zulkarnain; Rahmita Noorbaiti; Indah Budiarti; Lailatul Badriyah; Nanda Lascoba Pramanata
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i2.14639

Abstract

Kemampuan numerasi adalah kemampuan berpikir menggunakan konsep, prosedur, fakta dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari pada berbagai jenis konteks yang relevan. Konteks lingkungan lahan basah dihadirkan sebagai dunia nyata untuk mengukur kemampuan numerasi mahasiswa calon guru matematika. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses perngembangan instrumen tes kemampuan numerasi mahasiswa calon guru matematika dengan konteks lingkungan lahan basah. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model pengembangan yang digunakan adalah Dick & Carey. Model ini terdiri atas enam tahapan yang dimulai dengan analisis tujuan, analisis subjek, pengembangan produk, validasi, ujicoba, serta revisi untuk menghasilkan produk yang valid. Instrumen yang digunakan untuk mengukur validitas produk adalah lembar validasi ahli. Hasil validasi kemudian dianalisis secara kuantiataif beradasarkan skor dari setiap aspek validasi dan secara kualitatif dengan memperhatikan saran perbaikan yang diberikan. Hasil pengembangan berupa instrumen tes numerasi yang terdiri atas 12 soal dengan sebaran proses kognitif, konten, serta konteks beragam. Instrumen tersebut dikembangkan sesuai dengan tahapan pengembangan produk dan termasuk dalam kategori cukup valid dengan skor validitas rata-rata yakni 74%. Kata kunci: numerasi, instrumen tes, lingkungan lahan basah, mahasiswa calon guru, valid Abstract: Numerical ability is the ability to think using concepts, procedures, facts and mathematical tools to solve everyday problems in various types of relevant contexts. The context of the wetland environment is presented as a real world to measure the numeracy skills of prospective mathematics teacher students. The purpose of this study was to describe the process of developing a numeracy ability test instrument for prospective mathematics teacher students in the context of a wetland environment. This research is development research with the development model used is Dick & Carey. This model consists of six stages starting with objective analysis, subject analysis, development process, validation, testing, and revision to produce a valid product. The instrument used to measure product validity is an expert validation sheet. The results of the validation were then analyzed quantitatively based on the scores from each aspect of the validation and qualitatively by considering the suggestions for improvement. The results of the development are in the form of a numeration test instrument consisting of 12 questions with a variety of cognitive processes, content, and contexts. The instrument was developed in accordance with the stages of product development and was included in the fairly valid category with an average validity score of 74%. Keywords: numeration, test instrument, wetland environment, student teacher candidates, valid
DESAIN MATEMATIKA BERMAKNA UNTUK PENGUATAN LITERASI NUMERASI SISWA SMP Anton Prayitno; Febi Dwi Widayanti; Nukhan Wicaksana Pribadi
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i2.14174

Abstract

Pembelajaran matematika bermakna apabila dipandang dari guru, terkait dengan “bagaimana guru mengarah, memicu dan membangkitkan siswa untuk belajar secara bermakna”. Dari sudut pandang siswa, terkait dengan “bagaimana siswa belajar mulai dari mengonstruksi konsep dan pengetahuan baru (apa yang dipelajari), menyelesaikan masalah, menganalisis, dan mengambil keputusan yang tepat untuk masalah tertentu. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model pembelajaran matematika bermakna untuk penguatan literasi numerasi, karena itu penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan. Subjek penelitian ini adalah SMP 5 Karangploso yang menjadi mitra dalam kegiatan riset MBKM. Berdasarkan hasil pengembangan dan tahap uji coba, maka LKS yang dikembangkan memenuhi kriteria keefektifan, memenuhi kriteria kevalidan, dan kepraktisan (keterlaksanaan). Disisi lain, bahwa nilai Fhitung gaya berpikir siswa sebesar 6.20 dengan nilai probabilitas atau signifikansi sebesar 0.010< 0.05. Hal ini berarti bahwa kemampuan literasi numerasi siswa yang diajar dengan menggunakan pembelajaran matematika bermakna lebih baik dari siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Kata kunci: matematika bermakna, litreasi numerasi, mathematical thinking Abstract: Mathematics learning is meaningful from the teacher's point of view, related to "how the teacher leads, triggers and awakens students to learn meaningfully." From the student's point of view, it is related to "how students learn starting from constructing new concepts and knowledge (what is learned), solving problems, analyzing, and making the right decisions for certain problems. This study aimed to develop a meaningful mathematical learning model for strengthening numeracy literacy; therefore, this study used a development research approach. The subject of this research is SMP 5 Karangploso, a partner in MBKM research activities. Based on the development and trial phase results, the worksheet meets the criteria of effectiveness, validity, and practicality. On the other hand, the F value of students' thinking style is 6.20, with a probability or significance value of 0.010 < 0.05. So that the numeracy literacy skills of students who are taught using meaningful mathematics learning are better than students who use conventional learning methods. Keywords: meaningful mathematics, literacy-numeracy, mathematical thinking
PENGEMBANGAN INSTRUMEN LITERASI NUMERASI MATERI TRIGONOMETRI KELAS X SMA Sri Apriatni; Yuyu Yuhana; Sukirwan Sukirwan
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v10i2.13720

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen literasi numerasi materi trigonometri kelas X SMA yang teruji validitas dan reliabilitasnya, serta melalui analisis instrumen yang sistematis dengan uji daya pembeda dan indeks kesukaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembagnan dengan model Wilson dan Model Oriondo dan Antonio. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, lembar validasi ahli, angket dan tes literasi numerasi. Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitaif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah : 1) penilaian ahli menyatakan instrumen literasi numerasi ini adalah instrumen yang layak digunakan dengan sedikit perbaikan; 2) uji keterbacaan menunjukkan bahwa instrumen literasi numerasi ini berkategori “baik”, 3) uji validitas menunjukkan bahwa instrumen ini adalah valid dengan kriteria validitas butir soal tinggi dan sangat tinggi; 4) instrumen literasi numerasi ini merupakan instrumen yang reliabel dengan nilai reliabilitas sebesar  ; 5) memiliki interpretasi daya pembeda cukup baik dengan dua butir soal diterima dan dua butir soal lainnya direvisi; 6) Indeks kesukaran butir soal terdiri dari 1 item mudah, 1 item sedang dan 2 item sulit. Sehingga instrumen yang dihasilkan merupakan instrumen yang layak digunakan untuk mengukur literasi numerasi siswa. Kata kunci: pengembangan, instrumen, literasi numerasi, trigonometri Abstract: This study aims to produce a numeracy literacy instrument for class X high school trigonometry that has been tested for validity and reliability, as well as through a systematic analysis of the instrument with discriminatory power and difficulty index tests. The type of this research is development research using the Wilson and the Oriondo and Antonio model. Data collection methods used interviews, validation sheets, questionnaires, and tests. Data were analyzed descriptively and quantitatively. The research results: 1) expert assessment states that this numeracy literacy instrument is an instrument that is suitable for use with minor improvements; 2) the readability test shows that this numeracy literacy instrument is in the "good" category, 3) the validity test shows that this instrument is valid with the criteria for item validity being high and very high; 4) this numeracy literacy instrument is a reliable instrument with a reliability value of ri=0.597>rtable=0.388; 5) has a fairly good interpretation of discriminatory power with two items being accepted and the other two items being revised; 6) The item difficulty index consists of one easy item, one medium item, and two difficult items. So that the resulting instrument is a suitable instrument to measure students' numeracy literacy. Keywords: development, instrument, numeracy literacy, trigonometry