cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
HUMANIS
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25285076     EISSN : 2302920X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal online Humanis adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Udayana. Salah satu indikator kualitas perguruan tinggi ialah diukur dari seberapa banyak karya ilmiah yang dihasilkan dan telah dipublikasikan. Penulisan karya ilmiah harus mencerminkan budaya ilmiah seperti mengutamakan kebenaran obyektif, kejujuran, tidak memiliki unsur-unsur kecurangan atau plagiat. Penerbitan e-jurnal Humanis ini juga sesuai dengan kebijakan pimpinan Universitas Udayana (Surat Pembantu Rektor I Nomor 1915/UN14 1/DT/2012 tanggal 30 Mei 2012), yang mewajibkan mempublikasikan karya tulis ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan mahasiswa, yang mulai diberlakukan pada wisuda bulan November 2012.
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Volume 16. No. 3. September 2016" : 40 Documents clear
Verbal And Visual Messages In Weekly “Voice” Cover Hartanti Latief Perdanasari; I Wayan Mulyawan; Ni Luh Putu Krisnawati
Humanis Volume 16. No. 3. September 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.926 KB)

Abstract

Pembahasan dalam penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan jenis makna dan fungsi yang ada di sampul buklet dari "VOICE",serta menganalisis pesan verbal dan visual yang disajikan di sampul buklet "VOICE". Data penelitian ini diambil dari "VOICE" buklet mingguan. Studi ini dilakukan dan diselesaikan dengan menggunakan studi pustaka. Data diambil dengan mengumpulkan sampul buklet dalam beberapa minggu dan pencatatan. Metode penelitian dalam penulisan ini dapat digolongkan sebagai metode kualitatif, dalam menganalisis data setiap sampel dianalisis menggunakan 2 teori, yaitu teori makna dan fungsi oleh Leech (1974) dan struktur wacana oleh Van DJik. Berdasarkan hasil analisis, dari lima data, ditemukan tiga data yang memiliki arti afektif; juga ditemukan empat data yang memiliki fungsi estetika. Tentang pesan verbal dan visual, apa yang ditulis oleh penulis dalam bentuk pesan visual sesuai dengan apa yang telah dijelaskan oleh penulis dalam bentuk pesan verbal. Dapat disimpulkan bahwa pesan visual yang sempurna didukung oleh pesan verbal, yang membuat pembaca tertarik untuk membaca atau melihat buklet ini.
Kiprah Remaja Putri Dalam Sekaa Gong Istri Dharma Laksana (Penelitian Di Kelurahan Banjar Tengah Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana) Nyoman Ayu Dyanesca Sicillia Kumara; Ni Luh Arjani
Humanis Volume 16. No. 3. September 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.887 KB)

Abstract

Art is the one of the culture in bali that really fast to grow. In this globalisation, modern art has many teenagers liker than old culture. It's really difficult to find some of them who like the old culture. One of the example of the culture that doesn't have many likers among the teenagers is gong kebyar. In this experimental, writers will explain about the interesting of some teenagers about the old culture, gong kebyar. Such as : 1. Why the girls are interested to join the sekaa gong Dharma Laksana ? 2.what the personal impact of joining sekaa gong Dharma Laksana ? 3.what the people think of the girls that do the old culture (gong kebyar) in the sekaa Dharma Laksana? The theory that writer use in this experimental is three social motif From David Mc.Clelland and the Feminims Posmodern theory from Linda Nicholson.the main concept in this experimental is about the girls that still doing the old culture in this globalism. Writers use the cualitative methods.
Derivational Suffixes In Bhagavad-Gita Gopala Prasada
Humanis Volume 16. No. 3. September 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.386 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul ­­­­Derivational Suffixes in Bhagavad-Gita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi jenis-jenis akhiran yang membentuk kata baru yang di temukan di dalam Bhagavad-Gita serta menjelaskan proses pembentukannya. Sumber data diambil dari buku Bhagavad-Gita Menurut Aslinya oleh A.C. Bhaktivedanta Swami Prabhupada diterbitkan oleh Bhaktivedanta Book Trust pada tahun 1972, Mumbai. Teori-teori utama yang digunakan dalam penelitian ini diadopsi dari teori word-formation yang dikemukakan oleh Katamba (1993) dan teori dari Bauer (1983). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Diawali dengan memilih beberapa teks dari buku Bhagavad-Gita. Kemudian membaca beberapa teks yang dipilih secara intensif. Setelah itu, menemukan dan mencatat data yang berhubungan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat akhiran yang tidak merubah kelas kata dasar sepeti akhiran -ess, -hood, dan –ship. Sedangkan akhiran yang merubah kelas kata dasar dibagi menjadi: akhiran yang membentuk kelas kata benda (akhiran –ation, -er/or, -ment, -ness, -dom, -ity, -ion, -y, -ence/-ance, -ician), akhiran yang membenuk kata sifat (akhiran suffix -al, –ful, -less, -ish, -able, -ous, -ative, -ate, -ant/-ent), akhiran yang membentuk kata kerja (suffix-ize), dan akhiran yang membentk kata keterangan (akhiran –ly). Pembentukan kata baru tersebut dibentuk melalui proses derivasi.
Penggunaan Setsuzokujoshi Noni, Nagara-Mo Dan Nimokakawarazu Dalam Novel Tobu Ga Gotoku Karya Ryoutarou Shiba Ni Luh Eka Meriani; Ni Luh Kade Yuliani Giri; Ni Made Wiriani
Humanis Volume 16. No. 3. September 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.218 KB)

Abstract

The research with the title “The usage of setsuzokujoshi Noni, Nagara-mo and Nimokakawarazu in Novel of Tobu ga Gotoku written by Ryoutarou Shiba” aim to research the structure and meanings of setsuzokujoshi noni, nagara-mo and nimokakawarazu on the sentences inside the Novel of Tobu ga Gotoku written by Ryoutarou Shiba. This research using agih method. The analysis structure of setsuzokujoshi noni, nagara-mo and nimokakawarazu using syntax theory according to Verhaar (2012) with the reference opinion of Makino and Tsutsui (1989&1995), while the meaning analysis using the contextual meaning theory from Pateda (2001). The result of this research representing that from the structure aspect of setsuzokujoshi noni, nagara-mo and nimokakawarazu to be combined with the verb, adjectives and noun. The form of verb ~te-iru when combined with nagara-mo, will become ~teinagara-mo form. Beside that noni dan nimokakawarazu also can be put in front of the sentences. From the aspect of contextual meaning, setsuzokujoshi noni context has meaning of person, situation context, and mood. Setsuzokujoshi nagara-mo context has meaning of person, mood context, place context, and situation context. While setsuzokujoshi nimokakawarazu has meaning that related with purpose context, situation context, and mood context.
Existentialism On The Novel “The Trial” By Franz Kafka I Gusti Ayu Mita Cestalia Putri; I Made Winaya; Putu Ayu Asty Senja Pratiwi
Humanis Volume 16. No. 3. September 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.522 KB)

Abstract

Jurnal ini diambil berdasarkan novel “The Trial” oleh Franz Kafka. Novel ini mengisahkan pria bernama Josef K. yang berusaha memasuki dunia pengadilan dan bertemu dengan berbagai macam orang. Studi ini dipilih karena hanya ada beberapa sastra yang membahas mengenai eksistensialisme. Teori yang digunakan adalah teori eksistensialisme yang menjelaskan mengenai karakteristik dari eksistensialisme. Teori selanjutnya adalah teori karakter oleh Wellek dan Warren. Hasil dari studi ini menunjukan bahwa cerita ini memiliki beberapa poin yang berhubungan dengan eksistensialisme. Hasil lain dari studi ini adalah karakteristik Josef K. di dalam novel.
The Analysis Of Semantic Types Of Adjective Classes In Adjective Noun Collocation With References To The Novel Insurgent And The Fault In Our Stars Ni Nyoman Sukanadi; Ni Luh Nyoman Seri Malini; I Komang Sumaryana
Humanis Volume 16. No. 3. September 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.668 KB)

Abstract

Penlitian yang berjudul The Analysis of Semantic Type of Adjective Classes in Adjective Noun Collocation with References to the Novel Insurgent and The Fault in Our Stars ini bertujuan untuk meneliti dan menganalisis jenis dari kelas kata sifat yang ada dalam kolokasi kata sifat dan kata benda. Penelitian ini bermaksud menganalisis kolokasi kata sifat dan kata benda serta menganalisa makna dari kolokasi tersebut secara rinci. Data dari penelitian ini diambil dari dua novel yang berjudul “insurgent”dan “The Fault in Our Stars” yang diterbitkan pada tahun 2012. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi dan dianalisa dengan menggunakan metode kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini dikemukakan oleh Quirk (1973) tentang “semantic types of adjective”. Berdasarkan analisa, ditemukan delapan jenis dari kata sifat. Yaitu “intensifying adjective”, “post determiners and limiter adjective”, “subjective measure”, “objective measure”, “denoting age”, “denoting color”, “denoting material”, and “denoting provenance or style”. Dari analisa juga ditemukan hampir semua contoh termasuk kedalam jenis “collocation based on the item”. empat contoh lainnya termasuk kedalam jenis “collocation strictest sense”. Dan semua contoh dari kolokasi kata sifat- kata benda termasuk kedalam jenis “collocation based on the range”.
Beyond Shoujo Manga Trope:A Semiotic Study of Kabedonas A Productof Fan Culture Luna Lifiora
Humanis Volume 16. No. 3. September 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.692 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji signifikasi unsur-unsur semiotika pada serangkaian meme Jepang yang viral di media online, yang dikenal sebagai “Kabedon.” Secara harfiah, kabedon berarti "wall-smack". Penelitian ini diilhami oleh fenomena maraknyakomunitas penggemar budaya modern Jepang sebagai salah satu komunitas online yang paling pesat perkembangannya, dimana media tersebut merupakan wadah ekspresi diri. Analisis ini dilakukan menggunakan teorisemiotika yang didukung dengan perspektif budaya modernmengenai komunitas pecinta budaya modern Jepang. Kerangka yang digunakan untuk penelitian ini adalah model diadikyang dicetuskan oleh Saussure. Penelitian ini bertujuan untuk menyingkap signifikasiunsur unsur dari elemen semiotika yang ditemukan pada meme kabedon menurut perspektif subkultur terkait, yang kemudian diuraikan menggunakan kerangka Saussure. Penelitian ini mengungkapkan bahwa signifikasi yang terdapat pada kabedon bukanlah suatu objek analisis yang dangkal. Sebagai contoh, indeks yang hanya nampaksebagai indikator gender, memiliki unsursimbol semiotikayang berbeda jika diteliti lebih lanjut. Unsur simbol dalam ilmu semiotika mengungkapkandinamika hubungan antar karakter yang bertentangan dengan klaim identifikasi gender belaka. Penelitian ini lebih lanjut mengelaborasi penerapan perangkat visual yang sering diaplikasikanpada publikasi shoujo manga, yang diungkap melalui sudut pandang komunitas tertentu di luar konsumen umum. Analisa perangkat visual tersebut mampu mengungkap stereotip pada karakter-karakter fiktif tertentu. Elaborasi setiap aspek dari penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan secara keseluruhan unsur-unsur yang belum banyak dibahas pada fenomena ini.
The First Language Acquisition Of Tonya Walsh Yudi As An Intermarriage Child Erwita Yasinta Br. Ginting
Humanis Volume 16. No. 3. September 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.42 KB)

Abstract

Setiap anak memperoleh bahasa pertama mereka dengan cara yang berbeda-beda. Itu tergantung pada kemampuan dan lingkungan dari anak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan Tonya sebagai seorang anak kawin campur dalam memeperoleh bahasa pertamanya terutama pemerolehan kosa kata dalam bahasa inggris dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi Tonya dalam pemerolehan bahasa. Perkembangan bahasa dibagi menjadi empat area, menurut Owens (1992) dalam bukunya yang berjudul “Language Development” dan faktor yang mempengaruhi dalam perkembangan bahasa tersebut menurut teori yang dicetuskan oleh Chomsky (1968). Hasil dari peneletian ini menunjukkan bahwa perkembangan bahasa tidak bisa dipisahkan dari perkembangan fisik, kognitif, dan sosial-emosional dari anak tersebut. Orang tua Tonya memiliki bahasa dan kebudayaan yang berbeda, itu juga mempengaruhi Tonya dalam memperoleh kosa katanya di dalam Bahasa Inggris. Selain dari kemampuan yang memang sudah dimiliki oleh Tonya sejak lahir dalam memperoleh bahasa, faktor tingkah laku orang di sekitarnya, teknologi dan program belajar di sekolahnya juga mempengaruhi Tonya dalam memperoleh kosa katanya dalam bahasa Inggris.
The Three Dimensions Of The Main Character In “Snow White And The Huntsman” Movie Script Luh Wulan Astarin; I Gede Putu Sudana; Sang Ayu Isnu Maharani
Humanis Volume 16. No. 3. September 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.247 KB)

Abstract

Studi yang berjudul The Three Dimensions of the Main Character in “Snow White and the Huntsman” Movie Script fokus menganalisa tiga dimensi yaitu fisiologis, psikologis dan sosiologis dari Snow White sebagai karakter utama. Studi ini juga menganalisis hubungan antara tiga dimensi, yaitu dimensi fisiologis dan psikologis, psikologis dan sosiologis, serta sosiologis dan fisiologis. Tujuan studi ini adalah menganalisis tiga dimensi dan hubungan ketiganya. Ada tiga teori yang digunakan sebagai referensi dalam studi ini. Teori pertama mengadopsi buku berjudul Theory of Literature oleh Wellek dan Warren (1955). Teori kedua Practical Psychology oleh Karl S. Bernhardt (1953). Teori ketiga Theory of Sociology: An Introduction oleh Roucek dan Warren (1963). Hasil studi ini menunjukkan bahwa dari dimensi fisiologis, Snow White digambarkan sebagai wanita dewasa yang cantik. Dimensi psikologis, Snow White digambarkan sebagai gadis yang berhati tulus. Dimensi sosiologis, Snow White digambarkan sebagai seseorang dengan kepribadian pemimpin. Hubungan antara dimensi fisiologis dan psikologis Snow White adalah kecantikan wajahnya sejalan dengan kebaikannya. Hubungan antara dimensi psikologis dan sosiologis adalah bahwa ia menggabungkan kepribadiannya yang dapat meyakinkan orang dan sikapnya yang tidak pernah mudah menyerah. Hubungan antara dimensi sosiologis dan fisiologis dilihat dari kasta dan usia. Snow White mendapat kasta sebagai seorang putri ketika dia masih kecil dan menjadi ratu ketika dia dewasa.
Form And Meaning Of English Jargon In Andrew Kramer’s Keynote Speech At After Effect World Conference 2014 I Gede Juniasta Datah; Ni Luh Putu Krisnawati; Ida Ayu Made Puspani
Humanis Volume 16. No. 3. September 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.014 KB)

Abstract

Ada banyak istilah dalam bahasa Inggris yang muncul dalam sepuluh tahun terakhir ini. Hal ini tidak dapat dipisahkan dari kontribusi hobi atau profesi tertentu. Hobi dan profesi tersebut dengan cepatnya memproduksi jargon untuk menamai konsep-konsep baru dalam bidangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembentukan kata apa saja yang berkontribusi dalam pembentukan jargon, dan menjelaskan makna istilah berdasarkan konteksnya. Jenis-jenis proses pembentukan kata dikelompokkan berdasarkan teori dari Yule (2006), sedangkan teori dari Louw (1991) digunakan dalam menemukan makna-makna dari jargon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 107 jargon ditemukan. Dalam penelitian ini juga ditemukan ada 8 proses pembentukan kata yang berkontribusi dalam pembentukan jargon, sedangkan makna kontekstual jargon dalam penelitian ini cenderung lebih spesifik bahkan berbeda dari makna leksikalnya.

Page 4 of 4 | Total Record : 40


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 28 No 4 (2024) Vol 28 No 3 (2024) Vol 28 No 2 (2024) Vol 28 No 1 (2024) Vol 27 No 4 (2023) Vol 27 No 3 (2023) Vol 27 No 2 (2023) Vol 27 No 1 (2023) Vol 26 No 4 (2022) Vol 26 No 3 (2022) Vol 26 No 2 (2022) Vol 26 No 1 (2022) Vol 25 No 4 (2021) Vol 25 No 3 (2021) Vol 25 No 2 (2021) Vol 25 No 1 (2021) Vol 24 No 4 (2020) Vol 24 No 3 (2020) Vol 24 No 2 (2020) Vol 24 No 1 (2020) Vol 23 No 4 (2019) Vol 23 No 3 (2019) Vol 23 No 2 (2019) Vol 23 No 1 (2019) Vol 22 No 4 (2018) Vol 22 No 3 (2018) Vol 22 No 2 (2018) Vol 22 No 1 (2018) Vol 21 No 1 (2017) Vol 20 No 1 (2017) Vol 19 No 1 (2017) Vol 18 No 1 (2017) Vol 17 No 3 (2016) Volume 17. No. 2. Nopember 2016 Volume 17. No. 1. Oktober 2016 Volume 16. No. 3. September 2016 Volume 16. No. 2. Agustus 2016 Volume 16. No. 1. Juli 2016 Volume 15. No.3. Juni 2016 Volume 15. No.2. Mei 2016 Volume 15. No.1. April 2016 Volume 14. No.3. Maret 2016 Volume 14. No.2. Pebruari 2016 Volume 14. No.1. Januari 2016 Volume 13. No.3. Desember 2015 Volume 13. No.2. Nopember 2015 Volume 13. No.1. Oktober 2015 Volume 12. No.3. September 2015 Volume 12. No.2. Agustus 2015 Volume 12. No.1. Juli 2015 Volume 11. No3. Juni 2015 Volume 11. No2. Mei 2015 Volume 11. No 1. April 2015 Volume 10. No 3. Maret 2015 Volume 10. No 2. Februari 2015 Volume 10. No 1. Januari 2015 Volume 9. No. 3. Desember 2014 Volume 9. No. 2. November 2014 Volume 9. No. 1. Oktober 2014 Volume 8. No. 3. September 2014 Volume 8. No. 2. Agustus 2014 Volume 8. No. 1. Juli 2014 Volume 7. No. 3. Juni 2014 Volume 7. No. 2. Mei 2014 Volume 7. No. 1. April 2014 Volume 6. No. 3. Maret 2014 Volume 6. No. 2. Februari 2014 Volume 6. No. 1. Januari 2014 Volume 5. No. 3. Desember 2013 Volume 5. No. 2. November 2013 Volume 5. No. 1. Oktober 2013 Volume 4. No. 3. September 2013 Volume 4. No. 2. Agustus 2013 Volume 4. No. 1. Juli 2013 Volume 3. No. 3. Juni 2013 Volume 3. No. 2. Mei 2013 Volume 3. No. 1. April 2013 Volume 2. No. 3. Maret 2013 Volume 2. No. 2. Pebruari 2013 Volume 2. No. 1. Januari 2013 Volume 1. No. 2. Desember 2012 Volume 1. No. 1. November 2012 More Issue