cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner
ISSN : 25409492     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner merupakan media elektronik yang digunakan sebagai wadah penyebaran hasil-hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala yang ditulis bersama dengan dosen pembimbingnya. Naskah/artikel yang diterbitkan telah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan penyunting JIMVET. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner untuk saat ini menerbitkan naskah ilmiah mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Dokter Hewan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner terbit dengan satu volume dan empat nomor dalam setahun (Fabruari, Mei, Agustus, dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 296 Documents
Jumlah Koloni Bakteri Selulolitik pada Sekum Ayam Kampung (Gallus domesticus) raudhatul jannah jannah; Safika Safika; Muhammad Jalaluddin
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.5 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i3.4023

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghitung jumlah koloni bakteri selulolitik pada sekum ayam kampung. Sampel yang digunakan yaitu isi sekum ayam kampung yang diambil di Tempat Pemotongan Unggas (TPU) Lambaro Aceh Besar sebanyak 5 ekor ayam kampung. Sampel dilakukan pengenceran 10-2 sampai 10-5, kemudian diinokulasi ke dalam media BHM-CMC agar dengan metode tuang (pour plate). Selanjutnya, diinkubasi dengan suhu 37˚C selama 96 jam. Koloni bakteri selulolitik yang tumbuh kemudian dilakukan pengamatan morfologi koloni (warna, posisi, pinggiran, dan diameter koloni), diameter zona bening, penghitungan jumlah total bakteri, dan pewarnaan Gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koloni bakteri berwarna putih, berada di dalam dan di permukaan agar, memiliki pinggiran rata, diameter koloni 2-3 mm dan diameter zona bening 18 mm dan 29 mm. Bakteri berbentuk basil bereaksi negatif terhadap pewarnaan Gram, sedangkan bakteri berbentuk kokus bereaksi positif dan negatif terhadap pewarnaan Gram. Jumlah total bakteri pada isi sekum ayam kampung yaitu 5.3 x 105 cfu/g.Kata kunci: Ayam kampung, bakteri selulolitik, sekum, Carboxy Methyl Cellulase.                The aim of this study was to count the total count of cellulolytic bacteria colony in caecum of native chicken. The sample used was caecum contents of native chicken which taken from the poultry slaughterplace at Lambaro Aceh Besar. Sample were diluted from 10-2 to 10-5, then inoculated to agar BHM-CMC media with pour plate method. Then, incubated with temperature 37oC about 96 hours. A colony of cellulolytic bacteria which were grown then were observed by using colony bacteria criteria (colour, position, edge, and diameter of the colony), diameter of the bacterial zone, counting a total of bacteria which was grown, and Gram stain. The results showed that there is white bacterial colony, located inside and surface agar, has flat periphery, diameters of colony 2-3 mm and diameters of bacterial zone 18 and 29 mm. Bacill-shaped bacteria react negative to Gram staining, whereas coccus-shaped bacteria react positive and negative to Gram staining. Number of total bacteria in the native chicken’s caecum was 5.3 x 105 cfu/g Keywords: Native chicken, cellulolytic bacteria, caecum, Carboxy Methyl Cellulose.
EFEKTIVITAS SALEP GETAH JARAK PAGAR (Jatropha curcas, Linn) PADA FASE EPITELISASI PENYEMBUHAN LUKA SAYAT MENCIT (Mus musculus) fauzy fauzy; M Nur Salim; Nazaruddin Nazaruddin
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.793 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i3.3311

Abstract

ABSTRAK                      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas pemberian salep getah jarak pagar 10% (Jatropha curcas, Linn) pada fase epitelisasi penyembuhan luka sayat kulit mencit (Mus muskulus). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga kelompok perlakuan dan tiga kali ulangan. Digunakan 9 ekor mencit jantan, dengan berat badan 30-40 gram diadaptasikan selama 7 hari di dalam kandang percobaan dengan pemberian pakan komersil dan minum secara ad libitum. Pembuatan luka sayat pada daerah punggung sepanjang 2 cm sampai subcutan. Setelah perlakuan dilakukan perawatan luka pada pukul 08.00 dan 18.00 WIB. Pada kelompok kontrol (KI) dioleskan vaselin kuning, kelompok perlakuan (KII) dioleskan salep getah jarak pagar 10% dan pada kelompok perlakuan (KIII) dioleskan gentamisin 0,1%. Sampel kulit diambil pada hari ke-8 dan diamati secara histopatolgi. Rata-rata jumlah fibroblas pada K1, K2, dan K3 adalah 80,33±2,52, 435,00±7,00, dan 247,67±4,04. Hasil uji ANAVA menunjukkan ada pengaruh yang sangat nyata (P0,01) antara KI, KII, dan KIII. Dapat disimpulkan bahwa salep getah jarak pagar 10% memiliki potensi mempercepat fase epitelisasi penyembuhan luka sayat pada kulit mencit. Kata Kunci : Getah jarak pagar, Jatropha curcas, Linn., Luka sayat.
GAMBARAN HISTOLOGI ESOFAGUS, LAMBUNG, DAN USUS IKAN GARING (Tor tambroides) YANG HIDUP DI SUNGAI JORONG IKAN BANYAK KABUPATEN LIMA PULUH KOTA PROVINSI SUMATERA BARAT(Histological Structure of the Oesophagus, Ventriculus, and Intestines in Garing Fish (Tor tambroides) in the Jorong Ikan Banyak River Lima Puluh Kota Regency, West Sumatera Province) suci latania fizikri; zainuddin zainuddin; winaruddin winaruddin; m jalaluddin
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 2 (2018): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.163 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i2.7015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui gambaran histologi dari esofagus, lambung dan usus ikan garing (Tor tambroides) yang hidup di Sungai Jorong Ikan Banyak, Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan organ esofagus, lambung dan usus dari tiga ekor ikan garing kemudian diproses secara histoteknik dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE) kemudian diamati menggunakan mikroskop digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pencernaan ikan garing terdiri dari empat lapisan yaitu tunika mukosa, submukosa, muskularis dan serosa. Mukosa esofagus ikan garing terdiri atas epitel silindris selapis dan terdapat sel-sel mukosit. Tunika submukosa tidak dijumpai adanya kelenjar esophagial. Tunika muskularis terdiri dari otot sirkuler. Mukosa proventrikulus terdiri atas epitel silindris selapis, terdapat limfonodus pada lamina propria. Tunika muskularis terdiri dari otot sirkuler. Mukosa usus terdiri atas epitel silindris selapis dan ditemukan sel goblet yang bertambah banyak jumlahnya menuju usus distal. Tunika muskularis tersusun dari otot sirkuler. Secara umum struktur histologi dinding esofagus, lambung, dan usus ikan garing hampir sama dengan ikan lainnya yang sejenis. Perbedaan hanya ditemukan pada tunika muskularis.(The aim of this study was to investigate the histological structure of the oesophagus, ventriculus and intestines of garing fish (Tor tambroides) that lives in the Jorong Ikan Banyak River, Lima Puluh Kota Regency, West Sumatera Province. Specimens for histological examination were collected from the oesophagus, ventriculus, and intestinal of three garing fish, then processed using histotechnik and stained in Hematoxilin and Eosin (HE) and then observed under light microscope. The result showed that digestive tract of garing fish is composed of four layers which are tunica mucosa, submucosa,  muscularis and  serosa. Oesophagus mucosa in garing fish was composed of  simple columnar epithelia and many mucosit sel. Oesophagial gland was not found in tunica submucosa. Tunica muscularis was composed of circular muscle. Proventriculus mucosa consisted of simple columnar epithelia, are limphonodus on the lamina propria. Tunica muscularis shaped circular muscle. Intestinal mucosa was composed of simple columnar epithelium with goblet cells that high number to distal intestine. Tunica muscularis was composed of circular muscle. Generally, histological structure of oeshophagus, ventruculus and intestinum on garing fish almost similiar to other fishes. The significant  difference is found in tunica muscularis.)
PENGETAHUAN PETERNAK TENTANG PEMAHAMAN KETERKAITAN GEJALA BERAHI DENGAN KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN PADA SAPI DI KECAMATAN LENGAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN SUMATERA BARAT Nida Ulfa Dilla
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 1 (2017): NOVEMBER - JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.932 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i1.2140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peternak sapi di Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan Sumbar memahami keterkaitan gejala berahi dengan keberhasilan inseminasi buatan (IB) pada sapi. Responden penelitian ini adalah peternak sapi di Kecamatan Lengayang dan bersedia diwawancarai. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk survei lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai peternak sapi menggunakan formulir dengan kuesioner terstruktur. Pengambilan data terdiri atas data sekunder dan primer. Data sekunder diambil dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pesisir Selatan. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif untuk keseluruhan data, uji regresi linear berganda dan uji korelasi Spearman untuk variabel pendidikan formal, pendidikan non formal dan pengalaman dengan variabel pengetahuan tentang keberhasilan IB. Hasil penelitian didapatkan dari 100 responden yang terdiri atas Desa Lakitan Utara 15 responden, Lakitan Timur 16 responden, Kambang Timur 14 responden, Kambang Barat 35 responden, Kambang 9 responden dan Kambang Utara 11 responden. Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan peternak tentang pemahaman keterkaitan gejala berahi dengan keberhasilan IB pada sapi adalah sangat baik 2%, baik 33%, cukup baik 56% dan kurang baik 9%. 13,5% pengetahuan tentang berahi dan pengetahuan tentang keberhasilan IB dipengaruhi oleh faktor usia, pendidikan formal dan pendidikan non formal, pekerjaan, kedudukan dalam beternak, jumlah sapi, pengalaman beternak, sumber pengetahuan beternak dan cara pemeliharaan ternak.Kata kunci: inseminasi buatan, gejala berahi, sapi.This study aimed to find out the understanding of cattle farmer on Lengayang, Pesisir Selatan West Sumatera about the relation of symptoms of lust and the success rate of artificial insemination on cattle. The respondents of this study were the cattle farmer in Lengayang who agreed to be interviewed. Form of this study was field survey. The data were collected after interview the farmer using form of structural questioner. The data consist of secondary and primary data. Secondary data were obtained from Department of Animal Husbandry and Animal Health on Pesisir Selatan. Data analyzed using descriptive methods for all the data, multiple linear regression test and Spearman correlation test for the variable formal education, non-formal education and experience with knowledge of the variable success of artificial insemination. Results obtained from 100 respondents consisting of 15 respondents from Lakitan village, 16 respondents from East Lakitan, 14 from East Kambang, 35 from West Kambang, 9 respondents from Kambang and 11 respondents from North Kambang. Based on the research level farmers knowledge about understanding the symptoms lust relationship with the success of artificial insemination in cattle is 2% excellent, 33% good, 56% fairly good and less good 9%. 13,5 % knowledge of lust and knowledge about the success of artificial insemination is influenced by factors of age, formal education, non formal education, occupation, position in the breeding, amount of cow, breeding experience, source of knowledge and a way of cattle raising.Key words: artificial insemination, symptoms of lust, cattle.
Sebaran Karbohidrat pada Usus Halus Merpati (Columba domesticus) (Carbohidrate Distribution in The Small Intestine of Pigeons (Columba domesticus)) Anggi Dwiyana Nosa; Cut Dahlia Iskandar; Mustafa Sabri
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 4 (2017): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.879 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i4.4838

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran karbohidrat pada usus halus tiga ekor merpati jantan. Penelitian ini menggunakan organ usus halus yaitu duodenum, jejunum, dan ileum yang diamati secara histokimia. Penelitian ini di lakukan secara mikroteknik dengan pewarnaan alcian blue pH 2,5 (AB) untuk menentukan karbohidrat asam dan periodic acid Schiff (PAS) untuk menentukan karbohidrat netral. Hasil penelitian menunjukkan usus halus merpati bereaksi positif terhadap pewarnaan AB pH 2,5 pada tunika mukosa dengan intensitas kuat (+++) dan PAS dengan intensitas lemah (+). Tidak ditemukan karbohidrat asam dan netral pada tunika submukosa, tunika muskularis, dan tunika serosa. Dapat disimpulkan bahwa usus halus merpati mengandung karbohidrat asam dan netral yang tersebar pada tunika mukosa dengan intensitas karbohidrat asam lebih tinggi dari pada karbohidrat netral.This research aims to determine the pattern of carbohydrate distribution in the small intestine of pigeons. Which  consist of duodenum, jejunum, and ileum of three pigeons observed histochemically. Alcian blue pH 2.5 (AB) staining was performared to determine carbohydrates acid and periodic acid Schiff (PAS) to determine the neutral carbohydrates. The results showed the small intestine of pigeon reacted positively to the staining of AB pH 2.5 on the mucosal tunica with strong intensity (+++) and PAS with weak intensity (+). No acid and neutral carbohydrates are found in tunica submucosa, tunica muscular, and tunica serous. It can be concluded that the pigeon's small intestine contains acidic and neutral carbohydrates that are dispersed in the mucosal tunica with the intensity of acidic carbohydrates higher than in neutral carbohydrates
RESISTENSI Escherichia coli TERHADAP ANTIBIOTIK DARI DAGING AYAM BROILER DI PASAR RUKOH (THE ANTIBIOTIC RESITANCE Escherichia coli IN BROILER MEAT AT RUKOH MARKET) Akmal Mukti
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.847 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i3.3597

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran resistensi beberapa jenis antibiotik terhadap bakteri Escherichia coli yang diisolasi dari ayam broiler di Pasar Rukoh. Prosedur identifikasi E.coli menggunakan metode Bacteriological Analytic Manual (BAM) dan pengujian kepekaan bakteri E.coli terhadap antibiotik dilakukan dengan metode difusi cakram (disc diffusion method).  Penelitian ini menggunakan 4 sampel bagian paha atas dan 4 sampel bagian punggung dari ayam broiler, antibiotik yang digunakan yaitu ampisilin, gentamisin, streptomisin, siprofloksasin, eritromisin, sulfametoksasol, dan tetrasiklin. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan resistensi antibiotik streptomisin, eritromisin dan ampisilin sebanyak 8 isolat, tetrasiklin dan gentamisin 5 isolat,  siproflokasin 4 isolat dan sulfametoksasol 3 isolat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan Isolat bakteri E.coli dari ayam broileryang diperoleh menunjukkan tingkat resistensi antibiotik cukup tinggi, kecuali antibiotik jenis sulfametoksasol. (The aim of this study is  to get an overview of antibiotic resistance in some types of Escherichia coli which isolated from broilers in the Rukoh's market. Identification test of E.coli used Bacteriological Analytical Manual (BAM) method and sensitivity test for E.coli to antibiotics is done by disc diffusion method. This study used 4 samples of upper thigh and 4 samples of the broiler’s back, the antibiotics that used were ampicillin, gentamicin, streptomycin, ciprofloxacin, erythromycin, sulfametoksasol, and tetracycline. The data were analyzed descriptively. The  results of this study show resistance to the streptomycin antibiotic, erythromycin and ampicillin as much as 8 isolates, 5 isolates for tetracycline and gentamicin, 4 isolates for siproflokasin and 3 isolates for sulfametoksasol. The conclution is this study showed a fairly high level of resistance, except kind of sulfametoksasol antibiotics.)
PERBEDAAN LAMA PENYIMPANAN TELUR ITIK ASIN MENTAH TERHADAP JUMLAH Pseudomonas sp. The effect of duration of storage duration of raw salted eggs to the amount of Pseudomonas sp. Rizka Novidar; Rastina Rastina; Razali Razali
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 3 (2018): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.039 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i3.7878

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui lamanya penyimpanan telur itik asin mentah terhadap jumlah  Pseudomonas sp. Penelitian ini menggunakan telur itik asin mentah sebanyak 24 butir. Pemeriksaan dilakukan dengan metode Standar Plate Count (SPC) dengan menggunakan media Pseudomonas Agar Base (PAB). Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji t. Penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah Pseudomonas sp. pada penyimpanan minggu kesatu memiliki rata–rata sebanyak 38,58 ± 37,75 CFU/ml, sedangkan penyimpanan pada minggu kedua memiliki rata–rata sebanyak 24,58 ± 31,64CFU/ml. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah Pseudomonas sp. pada telur itik asin mentah yang disimpan pada minggu kesatu dan minggu kedua berbeda secara nyata (P 0,05) dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penyimpanan telur itik asin mentah pada minggu kedua dapat menurunkan jumlah Pseudomonas sp.Kata kunci: telur asin mentah, Pseudomonas sp. ABSTRACTThis study aimed  to determine the effect of  long storage of salted raw salted eggs to total of Pseudomonas sp. This study used 24 raw salted duck eggs. The examination was conduction done by Standard Plate Count (SPC) method by using Pseudomonas Agar Base (PAB). Data of this research was analyzed by t-test. This study showed that the total of Pseudomonas sp. in the first week of storage had an average of 38.58 ± 37.75 CFU / ml, while in the second week had an average of 24.58 ± 31.64 CFU / ml. The results showed that the total of Pseudomonas sp. in salted raw salted eggs stored in the first week and second week was significantly different (P 0.05), the number of Pseudomonas sp.in the second week was deviased it can be concluded that the addition of salt to raw eggs had the ablity to suppress the growth of Pseudomonas sp.Keywords: salted raw eggs, Pseudomonas sp.
PENGARUH PEMBERIAN CAMPURAN AMPAS TAHU, JAGUNG, DEDAK DAN BUNGKIL KEDELAI YANG DI FERMENTASI DALAM RANSUM KOMERSIAL TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA AYAM KAMPUNG(Effect of Tofu Waste, Corn, Bran, and Fermented Soybean Meal Mixture Addition in Commercial Rations to Spermatozoa Quality of Gallus Domestica) zainaldi zainaldi; dasrul dasrul; hamdan hamdan; tongku niswar siregar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 2 (2017): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.562 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i2.3250

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian campuran ampas tahu, jagung, dedak dan bungkil kedelai fermentasi dalam ransum komersial terhadap kualitas spermatozoa ayam kampung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 kali ulangan, kelompok perlakuan 1 (P0): ayam diberi 100% ransum komersial, perlakuan 2 (P1): ayam diberi 90% ransum komersial + 10% campuran ampas tahu, jagung, dedak dan bungkil kedelai  fermentasi, kelompok 3 (P2): ayam diberi 80% ransum komersial + 20% campuran ampas tahu, jagung, dedak dan bungkil kedelai  fermentasi dan kelompok 4 (P3) ayam diberi 70% ransum komersial + 30% campuran ampas tahu, jagung, dedak dan bungkil kedelai  fermentasi. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) dengan takaran 100gr/ekor/hari selama 30 hari. Pada hari ke 31 sampel semen dikoleksi dengan metode masase. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varian (ANAVA) yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian campuran ampas tahu, jagung, dedak dan bungkil kedelai yang difermentasi dalam ransum komersial berpengaruh secara nyata (P0,05) terhadap peningkatan konsentrasi spermatozoa dan penurunan persentase spermatozoa abnormal, namun tidak berpengaruh secara nyata (P0,05) terhadap persentase motilitas dan spermatozoa hidup ayam kampung. Rata-rata konsentrasi dan persentase spermatozoa abnormal pada kelompok P3 berbeda secara nyata (P0,05) dibandingkan dengan P0, namun tidak berbeda secara nyata (P0,05) dengan  P1 dan P2. Pemberian campuran ampas tahu, jagung, dedak dan bungkil kedelai fermentasi dalam ransum komersial dapat meningkatkan konsentrasi dan penurunan persentase spermatozoa abnormal, namun tidak berpengaruh terhadap persentase motilitas dan spermatozoa hidup ayam kampung.Kata kunci: Ayam Kampung, Kualitas Spermatozoa, Pakan Fermentasi                                                           ABSTRACTThis study aimed to determined the effect of tofu dregs, corn, bran and fermented soybean meal mixture addition in commercial rations towards the quality of Gallus domestica spermatozoa. This study used completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatment group by four times repetition. First group (P0), chickens were fed with 100 % commercial rations, second group ( P1 ) were fed with 90 % commercial rations + 10 % mixture of tofu dregs, corn, bran and fermented soybean meal (TCBF), third group ( P2 ) were fed with 80 % commercial rations + 20 % of TCBF mixture, and fourth group ( P3 ) were fed with 70% commercial rations + 30 % of TCBF mixture. Feeding were twice a day (morning and evening) by 100g/each/day for 30 days. Semen sample were collected in 30th days by massage method. Acquired data were analyzed in Analysis of Variance (ANOVA) then proceed with Duncan test. The result showed that the mixture addition of tofu dregs, corn ,bran and fermented soybean meal in commercial rations significantly affect (P0,05) to spermatozoa concentration and decreased of abnormal spermatozoa, but not significantly affect (P0,05) to motility percentage and life spermatozoa in Gallus domesticus. Mean of spermatozoa abnormality and concentration in P3 was significantly different to P0, but not significantly different (P0,05) when compared to P1 and P2. Mixture addition of tofu dregs, corn, bran and fermented soybean meal in commercial rations was capable to increased spermatozoa concentration and reduced percentage of spermatozoa abnormality, but was not affect motility and life spermatozoa percentage of Gallus domesticus.    Keywords: Gallus domestica, Quality of spermatozoa, Fermented feed
HISTOLOGIS INTESTINUM IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy Lac.) PADA FASE BENIH DAN DEWASA (The Histological of Intestine of Carp (Osphronemus gouramy Lac.) at Seed and Adult Phase) Risfi Febrina Tri Utami Emha; cut dahlia iskandar; erdiansyah rahmi
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 2 (2018): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.953 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i2.6741

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan mempelajari histologis intestinum ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac.) pada fase benih dan dewasa. Saluran pencernaan yang diambil adalah intestinum yang berasal dari enam ekor ikan gurami. Sampel intestinum kemudian dibuat menjadi preparat histologis dengan pewarnaan hematoksilin eosin (HE) dan diamati menggunakan metode histologi eksplorasi. Hasil  penelitian  menunjukkan bahwa ikan gurami pada fase benih terbagi ke dalam 2 fase yakni fase fry dan fase fingerling. Pada fase fry bersifat karnivora, pada fase fingerling bersifat omnivora, dan pada fase dewasa ikan tersebut bersifat herbivora. Selanjutnya histologis intestinum ikan gurami pada fase fry, fase fingerling, maupun fase dewasa pada umumnya sama yakni tersusun atas empat lapisan, yaitu tunika mukosa, tunika submukosa, tunika muskularis, dan tunika serosa.Kata Kunci: histologi, intestinum, ikan gurami ABSTRACT            The aims of the researchs was to determined the histological exploration of carp (Osphronemus gouramy Lac.) intestine in seed and adult phase. Histological samples stained with haematoxylin-eosin (HE) then observed using histological methods of exploration. The result revealed that carp in the seeds phase was divided into 2 phases namely fry and fingerling phase. In the fry phase was carnivorous, the fingerling phase was omnivorous, and in the adult phase the fish was herbivorous. The next histolgy of intestine of gouramy fish in the fry, fingerling and adults phase were consist of four layers, namely tunika mucosa, tunica submucosa, tunica muskularis, and tunica serosa.Keywords:histology, intestine, carp
IDENTIFIKASI ENDOPARASIT PADA IKAN LELE (Clarias batrachus) DI KECAMATAN LHOKNGA ACEH BESAR PASCA TSUNAMI Muttaqien Muttaqien; Muhammad Ridhan Akbar; Muhammad Hambal
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 1 (2017): NOVEMBER - JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.265 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i1.1370

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi parasit dan mengetahui pengaruh tingkat prevalensi parasit yang ditemukan pada ikan lele (Clarias batrachus) di wilayah yang terkena dampak Tsunami dan wilayah yang tidak terkena dampak Tsunami. Sebanyak 80 ekor ikan lele yang diambil dari 4 lokasi di daerah Lhoknga, Aceh Besar yang terdiri dari 3 lokasi terkena dampak tsunami (Lambaro Seubun, Lamlhom dan Lampuuk) dan 1 desa tidak terkena dampak tsunami (Keudee Bieng) kemudian diperiksa di laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala Banda Acehuntuk melihat keberadaan endoparasit. Pemeriksaan endoparasit dilakukan dengan cara pengamatan pada permukaan dalam dari tractus digestivus di bawah mikroskop. Dari hasil penelitian ditemukan empat jenis parasit yang menginfestasi ikan leleyaitu P. nagpurensis, Anisakis sp, Camallanus sp, Acanthostomum sp. Parasit Anisakis sp terdapat baik pada wilayah yang terkena Tsunami maupun yang tidak terkena Tsunami, Camallanus sp dan Acanthostomum sp hanya terdapat pada wilayah yang terkena dampak Tsunami sedangkan parasit P. Nagpurensis terdapat di wilayah yang tidak terkena dampak Tsunami. Tingkat prevalensi pada daerah yang terkena Tsunami yaitu 56,6% sedangkan tingkat prevalensi pada daerah yang tidak terkena dampak Tsunami lebih rendah, yaitu 45%. Dari hasil ini dapat dinyatakan bahwasannya parasit pada daerah yang terkena dampak Tsunami memiliki tingkat prevalensi yang lebih tinggi dibandingkan daerah yang tidak terkena dampak Tsunami.Kata kunci: endoparasit, ikan Lele (Clarias batrachus), lhoknga, tsunami.A study has been conducted to identify the parasite and the level of parasite prevalence rates in catfish (Clarias batrachus) living in the area that is affected or not by tsunami. A total of 80 catfishes taken from four locations in Lhoknga, Aceh Besar district and examined in the laboratory of parasitology, Faculty of Veterinary Medicine, University of Syiah Kuala, Banda Aceh. The observation of endoparasite was focused on the inner surface of the digestive tractus. The study revealed that four types of parasites that infest catfish; (Pallisentis nagpurensis, Anisakis sp, Camallanus sp, and Acanthostomum sp). Parasite Anisakis sp found in areas affected the tsunami and it also found in catfish living in non tsunami affected area, Camallanus sp and Acanthostomum sp are found only in the region affected by the tsunami while P. Nagpurensis parasites found in the areas that not affected by the tsunami. Prevalence rates at region that affected by tsunami was 56,6% and region that not affect by tsunami was 45%. The result showed that regions that affected by tsunami have higher prevalence rates than the region not affected by tsunami. This could indicated that tsunami affected to the environment of parasites.Keyword: endoparasites, cat fish (Clarias batrachus), lhoknga, tsunami

Page 11 of 30 | Total Record : 296