cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner
ISSN : 25409492     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner merupakan media elektronik yang digunakan sebagai wadah penyebaran hasil-hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala yang ditulis bersama dengan dosen pembimbingnya. Naskah/artikel yang diterbitkan telah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan penyunting JIMVET. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner untuk saat ini menerbitkan naskah ilmiah mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Dokter Hewan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner terbit dengan satu volume dan empat nomor dalam setahun (Fabruari, Mei, Agustus, dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 296 Documents
JUMLAH ERITROSIT, KADAR HEMOGLOBIN DAN NILAI HEMATOKRIT PADA AYAM BANGKOK, AYAM KAMPUNG DAN AYAM PERANAKAN (Erythrocytes amount, hemoglobin levels, and hematocrit value of bangkok chiken, kampung chiken and crossbreeding chiken) Alfian Alfian
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.429 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i3.3831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan nilai hematokrit darah ayam  bangkok, ayam kampung, dan ayam peranakan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, menggunakan 18 ekor ayam jantan berumur 10-15 bulan yang terdiri dari 3 kelompok ayam, kelompok 1 (P1) 6 ekor ayam bangkok, kelompok 2 (P2) 6 ekor ayam kampung, dan kelompok 3 (P3) 6 ekor ayam peranakan. Sampel darah diambil melalui vena branchialis dengan menggunakan spuit steril, selanjutnya diamati jumlah eritrosit menggunakan kamar hitung neubaur, kadar hemoglobin dihitung dengan metode Sahli dan nilai hematoktrit diukur dengan mikro hematokrit. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan analisis of variance (ANOVA) dari rancangan acak lengkap pola searah dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan rata rata (± SD) jumlah eritrosit pada kelompok P1=3,70±0,88 x106/mm3,  P2=3,56±0,44 x106/mm3 dan, P3=3,94±0,90 x106/mm3, Kadar hemoglobin (g/dl) P1=11,85± 0,67 g/dl, P2=11,65±0,56 g/dldan P3=12,17±1,99 g/dl, dan Nilai hematokrit (%) pada P1=42,50± 5,09 %, P2=37,83± 4,54% dan P3=46,00± 4,56%. Hasil uji analisis statistik menunjukkan jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin tidak berbeda secara nyata (P0,05), sedangkan nilai hematokrit menunjukkan perbedaan nyata (P0,05) diantara ketiga kelompok ayam. Kesimpulan tidak terdapat perbedaan jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin, namun nilai hematokrit menunjukkan perbedaan antara ayam bangkok, ayam kampung dan ayam peranakan. (This research aims to determine difference blood  of erythrocytes amount, hemoglobin level and hematocrit value  of  Bangkok chike , kampung chiken, and crossbreeding chiken. This research was observational, using 18 male chiken age 10-15 months consisting of  3 group of chiken 1 group (P1) 6 Bangkok, group 2 (P2) 6 kampung chiken and 3 (P3) 6 crossbreeding chiken. The blood was collected through Vena brachialis using steril spuit, next see the eritrosit level using neubauer counting chamber, hemoglobin level was  counted  with sahli method, and hematocrit value measured with micro hematocrit. Data which obtained was analysed  with analysis of variance (ANOVA) and continued with Duncan test. The results of statistic analyse show the average (±SD) of amount of  eritrosit on group P1=3,70±0,88 x106/mm3,  P2=3,56±0,44 x106/mm3 and, P3=3,94±0,90 x106/mm3. Hemoglobin level (g/dl) P1=11,85± 0,67 g/dl, P2=11,65±0,56 g/dland P3=12,17±1,99 g/dl, Hematocrit value  (%) on P1=42,50± 5,09 %, P2=37,83± 4,54% and P3=46,00± 4,56%.  The results of statistic analyse test show amount of erythrocytes and hemoglobin levels not significally different (P0,05), meanwhile hematocrit value show the real difference (P0,05) between the 3 types of chikens. Conclusion, there was no difference in the amount of erythrocytes and hemoglobin levels, but the hematocrit value shows the difference between the Bangkok chiken, kampung chiken and crossbreeding chiken.)
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI GRAM NEGATIF PADA AMBING KAMBING PERANAKAN ETAWA (PE) (Isolation and Identification of Gram Negative Bacteria on the Udder of Etawa Crossbred (PE) Goat) Septian Tri Mulyana Ginting; Teuku Zahrial Helmi; Darmawi Darmawi; Maryulia Dewi; Erina Erina; Razali Daud; Hennivanda Hennivanda
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 3 (2018): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.36 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i3.8206

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri Gram negatif pada ambing kambing peranakan etawa (PE). Sampel yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari swab ambing dari 5 ekor kambing PE. Sampel dibiakkan pada media nutrient broth lalu diinkubasikan pada suhu 37°C selama 24 jam. Isolasi dan identifikasi dilakukan dengan metode Carter yang meliputi pengamatan morfologi koloni, pewarnaan Gram, penanaman pada media diferensial dan selektif serta uji biokimia. Hasil isolasi dan identifikasi pada 5 sampel swab ambing kambing PE didapatkan dua koloni bakteri Gram negatif yaitu Escherichia coli dan bakteri X yang belum teridentifikasi melalui uji-uji yang dilakukan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa bakteri Gram negatif pada ambing kambing PE adalah Escherichia coli dan bakteri X yang belum teridentifikasi.Kata kunci: kambing PE, ambing, bakteri Gram negatif. ABSTRACTThis study aimed to isolate and identify Gram-negative bacteria on udder of etawa crossbred (PE) goat. Swab samples were obtained from 5 PE goats udder. Swab samples were cultured in nutrient broth media and incubated at 37°C for 24 hours. Isolation and identification were performed by Carter method, followed by observation of colony morphology, Gram staining, cultured on differential and selective media, and biochemical tests were performed. The result showed that there were two colonies of Gram negative bacteria Escherichia coli and the other colony has not been identified yet with this tests. Therefore it can be concluded that the Gram-negative bacteria found on udder of PE goat were Escherichia coli and bacteria X that has not been identified by using this method.Keywords:etawa crossbred goat, udder, Gram-negative bacteria.
GAMBARAN HISTOLOGI SISTEM RESPIRASI IKAN GABUS (Channa striata) (Histological Respiratory System of Snakehead (Channa striata)) Sedrisa Lidya Pertiwi; Zainuddin Zainuddin; Erdiansyah Rahmi
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (939.498 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i3.3310

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengetahui histologis sistem respirasi ikan gabus (Channa striata). Organ yang diambil adalah insang dan labirin yang berasal dari lima ekor ikan gabus yang diamati dengan metode histologi eksplorasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insang terdiri dari lengkung insang dan filamen insang, lengkung insang tersusun atas gerigi insang (gill rakers), epitel mukosa, membran basal, submukosa, tulang, jaringan lemak, dan pembuluh darah. Filamen insang terdiri dari lamela primer dan lamela sekunder, lamela primer tersusun atas tulang rawan yang dibungkus oleh perikondrium, central venous sinus dan sel klorida, sedangkan pada lamela sekunder terdapat sel epitelium pipih, sel mukus, sel pilar dan eritrosit. Labirin terdiri dari tunika mukosa dan tunika submukosa.ABSTRACT This study aims to determine the histologic respiratory system (Channa striata). The organs that was taken are gills and labyrinth that comes from five snakehead, observed by histology method of exploration . The result showed that  gill consists of gill’s arch and gill’s filament, gill’s arch consists of gill rakers, mucosa epithel, basal membrane, sub mucosa, bone, fat tissue, and vein. Gill’s filament consists of primary lamella and secondary lamella, primary lamella consists of cartilage that coated by pericondrium, central venous sinus, and chloride cells. Secondary lamella consists of epithelium cells, mucus cells, pillar cells, and eritrosit. Labyrinth consists of tunica mucosa and tunica submucosa.
Efek Pemberian Pakan Fermentasi Dedak Jagung, Cangkang Udang dan Kepitng Terhadap Kadar Kolesterol pada Daging Dada Puyuh (Coturnix coturnix japonica) jantan Nurul Savira; m aman yaman; m jalaluddin
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 2 (2018): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.343 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i2.6832

Abstract

EFEK PEMBERIAN PAKAN FERMENTASI DEDAK JAGUNG, CANGKANG UDANG DAN KEPITING TERHADAP KADAR KOLESTEROL PADA DAGING DADA PUYUH (Coturnix coturnix japonica) JANTAN   ABSTRAK          Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pakan fermentasi dedak jagung, cangkang udang dan kepiting terhadap kadar kolesterol daging dada puyuh jantan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah daging dada puyuh jantan yang berumur 90 hari sebanyak 16 ekor. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) terbagi dalam 4 kelompok perlakuan dengan 4 kali pengulangan setiap kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 2 ekor puyuh. Pada penelitian ini uji kadar kolesterol menggunakan metode Lieberman Burchard dan dilanjutkan pengukuran menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang λ 420 nm. Hasil rataan kadar kolesterol pada daging dada puyuh jantan ialah P0 = 129.25 mg/100 gram, P1 = 225.00 mg/100 gram, P2 = 258.25 mg/100 gram dan P3 = 518,50 mg/100 gram. Dari hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan pakan fermentasi sangat berpengaruh nyata (P0.05) terhadap peningkatan kadar kolesterol pada daging dada puyuh jantan. Kadar kolesterol terendah terdapat pada perlakuan P0 sebagai kontrol. Kadar kolesterol tertinggi terdapat pada perlakuan P3. Disimpulkan bahwa pemberian pakan fermantasi dedak jagung, tepung cangkang udang dan kepiting meningkatkan kadar kolesterol.            The Effect Of Fermented Food Of Corn Bran, Shrimp Shells  And Crab Shells On Cholesterol Countent Of Male Quail Breast (Coturnix coturnic japonica)   ABSTRACTThis study aims to observe the effect of fermented food of corn bran, shrimp shells and  crab shells on cholesterol countent on male quail breast. The sample used in this study is 16 chunks of 90-day male quail breast. The design in this study was a complete randomized design (RAL) which was divided into 4 treatment groups with 4 repetitions per group. Each group consists of 2 male quail. In this study, the cholesterol countent was tested by using Lieberman Burchard method and subsequently measured by using a spectrophotometer with an optical density of λ 420 nm. The average of cholesterol content of the male quail breast was P0 = 129.25 mg / 100 gram, P1 = 225.00 mg / 10 gram, P2 = 258.25 mg / 100 gram and P3 = 518.50 mg / 100 gram. The results of the statistical analysis showed that the treatment of fermented food has a significant effect (P 0.05) on the increase of cholesterol countent of male quail breast. The lowest cholesterol countent is in P0 treatment as control, while the highest cholesterol countent is found in P3 treatment. It was concluded that fermented feeding of corn bran, shrimp shells and crab shell flour increased cholesterol countent.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI Pseudomonas sp PADA TELUR BURUNG PUYUH (Coturnix-coturnix japonica) YANG GAGAL MENETAS DI DESA GAROT KECAMATAN DARUL IMARAH ACEH BESAR Daratun Hayati Rapi
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 1 (2017): NOVEMBER - JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.166 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i1.2288

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan megidentifikasi bakteri Pseudomonas sp pada telur puyuh yang gagal menetas. Penelitian ini menggunakan 30 butir telur puyuh yang gagal menetas diperiksa di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Pseudomonas sp diisolasi dan diidentifikasi berdasarkan metode Carter yang dimodifikasi. Pada media TSA koloni bakteri berbentuk bulat, berukuran besar, membentuk pyocianin, mukoid dan licin, terbentuk warna pink pada pewarnaan Gram, hasil uji IMVIC dan gula-gula sesuai dengan karakteristik Pseudomonas sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 dari 30 butir telur yang diperiksa positif bakteri Pseudomonas sp. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa bakteri Pseudomonas sp merupakan salah satu penyebab kegagalan menetas pada telur burung puyuh.Kata kunci: telur burung puyuh, gagal menetas, Pseudomonas sp, peternakan, Aceh BesarThe study aimed to isolate and identify Pseudomonas sp from failed to hatch of quail’s eggs. This study used thirties failed to hatch of quail’s eggs which examined in microbiology laboratory, Faculty of Veterinary Medicine, Syiah Kuala University. Pseudomonas sp was isolated and identified according to modification of Carter’s method. Bacterial colonies on media TSA were circular, large, forming pyocianin, mucoid and slick, formed pink on Gram staining and biochemistry (IMVIC) test for its characteristics. The result of this research showed that 12 out of 30 quail’s eggs were positively infected by Pseudomonas sp. Therefore, it can concluded that Pseudomonas sp was the one of the cause of failed to hatch of quail’s eggs.Keyword: quail's eggs, fail to hatch, Pseudomonas sp, livestock, Aceh Besar
PENGARUH PAPARAN TIMBAL (Pb) TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis nilloticus) Nur Inda Rahayu; Rosmaidar Rosmaidar; M. Hanafiah; T. Fadrial Karmil; T. Zahrial Helmi; Razali Daud
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 4 (2017): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.865 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i4.4757

Abstract

 Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat konsentrasi timbal   (Pb)  yang berpengaruh terhadap laju pertumbuhan ikan nila (Oreochromis nilloticus). Penelitian ini menggunakan ikan nila sebanyak 40 ekor dengan kriteria: sehat; bobot badan 15 – 18 gram; umur ± 2 bulan; jenis kelamin jantan. Penelitian ini menggunakan 4 kelompok perlakuan, P0 sebagai kontrol ikan hanya diberi pakan pelet, P1 diberikan paparan timbal  6,26 mg/L  dan pakan pelet, P2 diberikan paparan timbal 12,53 mg/L  dan pakan pelet dan P3 diberikan paparan timbal 25,06 mg/L  dan pakan pelet,  masing-masing perlakuan terdiri dari 10 ekor ikan nila. Perlakuan dilakukan selama 30 hari dan Pengukuran pertumbuhan ikan dilakukan setiap 10 hari sekali dengan cara menimbang bobot dan mengukur panjang tubuh setiap individu ikan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata panjang tubuh ikan nila P0 (9,45±1,06), P1 (8,89±0,90), P2 (8,86±0,87), dan P3 (8,66±0,85). Rata-rata berat ikan nila P0 (23,38±4,50), P1 (19,75±2,27), P2 (19,15±2,10), dan P3 (18,65±2,00). Laju pertumbuhan spesifik P0 (38,7%), P1 (8,3%), P2 (4,3%), dan P3 (3,3%). Laju pertumbuhan panjang harian individu ikan P0 (0,46 mm/d), P1 (0,27 mm/d), P2 (0,21 mm/d), dan P3 (0,19 mm/d). Kesimpulan dari penelitian bahwa konsentrasi timbal  dan lamanya paparan berpengaruh terhadap laju pertumbuhan ikan.  Konsentrasi timbal  yang sangat berpengaruh adalah 25,06 mg/L. ABSTRACTThe aims of this research was to find out to determine the level of Lead (Pb) concentration that affect the rate of growth tilapia (Oreochromis nilloticus). This study used 40 tilapia with criteria: healthy; body weight 15-18 gram; age ± 2 month; male sex. This study used 4 treatment groups, P0 as control, fish fed only pellets, P1 was given lead exposure 6,26 mg/L and pellet, P2 was given lead exposure 12,53 mg/L and pellet and P3 was given lead exposure 25,06 mg/L and pellet. Each treatment consisted of 10 tilapia fish. Treatment carried out for 30 days and measure every 10 days. The results showed the average length of tilapia fish P0 (9,45±1,06b); P1 (8,89±0,90a); P2 (8,86±0,87a) and P3 (8,66±0,85). Average weight of tilapia fish P0 (23,38±4,50); P1 (19,75±2,27); P2 (19,15±2,10) and P3 (18,65±2,00). Spesific growth rate P0 (38,7%); P1 (8,3%); P2 (4,3%) and P3 (3,3%). The rate of long-term growth of individual fish P0 (0,46 mm/d); P1 (0,27 mm/d); P2 (0,21 mm/d) and P3 (0,19 mm/d). In conclusion, it showed that the concentration of lead (Pb) and the duration of exposure has affect the growth rate of fish. The influential concentration of lead is 25,06 mg/L.
EFEKTIFITAS SALEP GETAH JARAK PAGAR (Jatropha curcas L) PADA FASE EPITELISASI PENYEMBUHAN LUKA SAYAT KULIT MENCIT (Mus musculus) DENGAN PEWARNAAN MASSON TRICHROME (The Effectivity Excretion of Jatropha Salve (Jatropha curcasL) to Ephitelization Phase of Mice (Mus musculus) Cutaneus Wound Healing With Masson Trichrome Stain) Dona Ayu Murti
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.536 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i3.1992

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas salep getah jarak pagar (Jatropha curcas L.) pada fase epitelisasi penyembuhan luka sayat kulit mencit (Mus musculus). Hewan coba yang digunakan adalah mencit jantan sebanyak 9 ekor, berat 25-40 gram dan berumur 2-3 bulan, dibagi ke dalam 3 kelompok perlakuan, masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ekor mencit. Luka sayat dilakukan di daerah punggung sepanjang 2 cm. Perawatan luka dilakukan dua kali sehari selama 8 hari yaitu P1 diberi Vaselin kuning, P2 diberi salep getah jarak pagar, dan P3 diberikan Gentamicin. Parameter yang diukur adalah peningkatan jumlah sel fibroblas, skor kolagen dan neovaskular pada setiap kelompok perlakuan. Data kuantitatif diuji menggunakan Analisa Sidik Ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Duncan, sedangkan data kualitatif disajikan secara deskriptif dengan menampilkan hasil pengamatan di bawah mikroskop. Hasil uji statistik terhadap jumlah sel fibroblast dan skor kolagen pada kelompok salep getah jarak pagar 10% menunjukan hasil  yang berbeda nyata  (P0.05)  dengan kelompok kontrol negatif dan kelompok perlakuan lain. Hasil pengamatan histopatologis menunjukkan bahwa getah jarak pagar dalam sediaan salep mampu meningkatkan jumlah sel fibroblas, meningkatkan pembentukan kolagen, dan memicu proses angiogenesis atau neovaskularisasi pada daerah luka. Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa pemberian salep getah jarak pagar 10% terbukti mampu mempercepat proses penyembuhan luka sayat kulit mencit pada fase epitelisasi. Kata Kunci : salep getah jarak,epitelisasi, kolagen , fibroblas, luka sayat.  ABSTRACTThis study aims to determine the effectivity excretion of  jatropha salve (jatropha curcas l) to ephitelization phase of mice (mus musculus) cutaneus wound healing.This experiment used 9 male mices, weighting 25-40 grams and age 2-3 months old, were divided into three treatment groups, each treatment consisting of three mices. The cut was made in the back area of and cuts were made along 2 cms. Wound therapy was carried out  twice a day for 8 days.  Group P1 was administered  and given by  Vaseline yellow, P2 was given sap ointment of jatropha,  and P3 was given Gentamicin. The parameters measured are the increase in the number of fibroblast cell, collagen material and neovascular in each treatment group. All quantitative data were measured using ANOVA and continued with Duncan Test, the qualitative data were presented descriptively by showing the results of observation under a microscope. The statistical test on the fibroblast cells and collagen material score parameter excretion of Jatropha salve 10% group significantly different (P0.05) compared to the negative control group and another group. Histopatologycal observations indicated the excretion of Jatropha sap ointment 10 % can increase the number of fibroblast cells, increase collagen material and angiogenesis process or neovascular number. Based on the result can be concluded the excretion of Jatropha salve 10% (Jatropha curcas, Linn) can accelerate the ephitelization phase of  Mice (Mus musculus) cutaneous wound healing. Keywords : Excretion of jatropha salve, ephitelization , fibroblast, collagen, cutaneus wound.
GAMBARAN LUAS PERMUKAAN VILI USUS IKAN LELE LOKAL (Clarias batrachus) JANTAN DEWASA viola erian; Zainuddin Zainuddin; Ummu Balqis
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 3 (2018): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.102 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i3.7834

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui luas permukaan vili usus ikan lele lokal (Clarias batrachus) jantan dewasa. Bagian yang diambil adalah usus bagian proksimal, medial dan distal yang berasal dari tiga ekor lele lokal dan diamati menggunakan metode histologi eksplorasi. Sampel kemudian dibuat menjadi preparat histologi dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE). Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah luas permukaan vili usus normal ikan lele lokal (Clarias batrachus) jantan dewasa, yang kemudian diuji dengan rumus Sakamoto dkk. (2000). Luas permukaan vili pada masing-masing bagian usus adalah: usus proksimal 497,19 ± 8,41 (10¯³ mm²); usus medial 270,13 ± 5,81 (10¯³ mm²); dan usus distal 186,70 ± 1,44 (10¯³ mm²). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa luas permukaan vili usus ikan lele lokal di bagian proksimal lebih luas dibandingkan dengan bagian medial dan distal.ABSTRACTThis study was aimed to determine villi surface area of adult male local catfish (Clarias batrachus). The proximal, middle, and distal intestine was taken from three local catfishes and observed using exploratory histology method. Then, the sample was made into a histologic preparation with hematoxylin-eosin (HE) staining. The parameters were observed in this study is the surface area of the normal intestinal villi adult male local catfish (Clarias batrachus), then calculated with Sakamoto et al. (2000) formula. The surface area of the villi in each intestines section is: proximal intestine 497.19 ± 8.41 (10¯³ mm²); middle intestine 270.13 ± 5.81 (10¯³ mm²); and distal intestine 186.70 ± 1.44 (10¯³ mm²). The results showed that proximal intestine surface area of adult male local catfish is wider than middle and distal..
ANALISIS DATA TENTANG ASPEK SANITASI PENYEMBELIHAN SAPI KURBAN DI KOTA BANDA ACEH TAHUN 2015 (Data Analysis of Sanitation Aspects of Kurban Cattle Slaughtering Based On Survey in Year 2015 in Banda Aceh) T. Deky Rizqi Amanda; T. Reza Ferasyi
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 2 (2017): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.862 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i2.3052

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis standar sanitasi dan tingkat pemahaman masyarakat terkait penyembelihan sapi kurban di Kota Banda Aceh tahun 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menganalisis data hasil survei pada pemotongan sapi kurban di Kota Banda Aceh tahun 2015. Data hasil survei di kelompokkan ke dalam tiga kategori. Kategori pertama terkait aspek tempat penampungan dan penyembelihan hewan kurban. Kemudian aspek kedua tentang proses penyembelihan sapi kurban. Selanjutnya aspek ketiga mengenai pemotongan daging atau karkas. Data tersebut dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa sekitar 36,56% pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Kota Banda Aceh belum menerapkan aspek sanitasi pembuangan darah dengan baik. Selain itu, sekitar 54,84% masyarakat Kota Banda Aceh tidak mempersiapkan tempat penampunga khusus untuk hewan kurban. Di samping itu sekitar 91,40% proses pembersihan daging dan organ dalam dilakukan dalam wadah atau tempat yang sama. Dapat disimpulkan bahwa sebagian masyarakat di Kota Banda Aceh belum sepenuhnya menerapkan standar sanitasi pada  pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tahun 2015, selain itu informasi terkait pentingnya sanitasi penyembelihan hewan kurban masih minim didapatkan oleh masyarakat di Kota Banda Aceh.Kata kunci: sanitasi, penampungan, penyembelihan, sapi kurban, Banda Aceh ABSTRACTThe aim of this study was to analyze sanitation standard and to measured understanding degree of citizen related to kurban slaughter in Banda Aceh in 2015. This study analyzed Banda Aceh survey data resulted by kurban in 2015. Data were categoryzed into three group. First category related to places of sheltering and slaughtering of kurban animals. Second aspect related to slaughtering process. Third aspect related to meat cutting or carcass. Data were analyzed in descriptive. Analysis showed around 36,56% animals slaughtering process in Banda Aceh have not implemented a good sanitation aspect to blood waste disposal. Beside, around 54,84% Banda Aceh citizen were not preparing a distinct place for kurban animals shelter before slaughtering. Around 91,40% the meat and organ cutting product were placed in the same container. In conclusion, kurban slaughtering of kurban animals in Banda Aceh in 2015, had not implented a good sanitation aspect.Keywords: sanitation, shelter, slaughter, cattle sacrifice, Banda Aceh 
STRUKTUR HISTOLOGI EMPEDU DAN PANKREAS IKAN LELE LOKAL (Clarias bathracus) (THE STRUCTURE HISTOLOGY VESICA FELEA AND PANCREAS FOR THE LOCAL CAT FISH (clarias bathracus)) gina morina; zainuddin zainuddin; dian masyitha
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 1 (2017): NOVEMBER - JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.365 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i1.5884

Abstract

          Penelitian ini bertujuan mengetahui histologi empedu dan pankreas ikan lele lokal (Clarias bathrachus), organ diambil dari tiga ekor ikan lele lokal dan diteliti dengan metode histologi eksplorasi, pengambilan sampel empedu dan pankreas dilakukan setelah melakukan euthanasia terlebih dahulu dengan menggunakan minyak cengkeh. Pengamatan histologi empedu dan pankreas dilakukan setelah melakukan pembuatan preparat histologi dengan pewarnaan hemaktosilin-eosin (HE) pada organ empedu dan pankreas ikan lele lokal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa empedu ikan lele lokal ini sama seperti histologi empedu ikan lain, memiliki tunika mukosa, tunika muskularis, dan tunika adventisia, sedangkan pankreas pada ikan lele lokal ini, terdapat di sekitar venaporta hepatika, dijumpai adanya sel-sel darah, tidak memiliki pulau Langerhans,dan terdapat sel-sel asinar pada pankreas yang  menyebar diantara sel-sel  hepatosit yang disebut hepatopankreas.ABSTRACT                     The aim of his study to determine the structure histology of Bile and Pancreatic the local catfish (Clarias bathracus). Taken from three local catfish and studied by histological exploration method. Sample of bile and pancreas is done after euthanasia first using clove oil. Histologic observasions bile and pancreas were made after the preparation of histologic preparations stained with  hemactosilin-eosin (HE) of the bile and pancreas the localcatfish. The result of this study indicate that this local catfish bile is similar to other fish bile histologic, has mucosal tunica, muscularis tunica, and serousa tunica,the otherise average local catfish pancreas, located around the porta hepatic vein, are found to have blood cells, do not have Langerhans island, and the presence of pancreatic asthma cells that spread among hepatocyte cells is called hepatopancreas.