cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner
ISSN : 25409492     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner merupakan media elektronik yang digunakan sebagai wadah penyebaran hasil-hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala yang ditulis bersama dengan dosen pembimbingnya. Naskah/artikel yang diterbitkan telah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan penyunting JIMVET. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner untuk saat ini menerbitkan naskah ilmiah mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Dokter Hewan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner terbit dengan satu volume dan empat nomor dalam setahun (Fabruari, Mei, Agustus, dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 296 Documents
PERENDAMAN DAGING AYAM BROILER DENGAN INFUSA DAUN KARI (Murraya koenigii) TERHADAP AWAL PEMBUSUKAN Tri Marsidah
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 1 (2017): NOVEMBER - JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.323 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i1.2290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui awal pembusukan daging dada ayam broiler yang direndam dengan infusa daun kari (Murraya koenigii). Metode yang digunakan adalah metode infusa dan uji postma. Data hasil penelitian akan dianalisis secara deskriptif. Sebanyak 32 sampel daging ayam broiler dengan berat 5 gram direndam pada infusa daun kari dengan konsentrasi 0%, 10%, 20%, dan 30% pada selang waktu 0, 3, 6, dan 9 jam. Hasil uji pembusukan pada konsentrasi 0%, 10%, 20%, dan 30% pada selang waktu 0 jam dan 3 jam menunjukkan hasil negatif. Selanjutnya pada selang waktu 6 jam dan 9 jam dengan konsentrasi 0% dan 10% menunjukkan hasil positif mengalami awal pembusukan. Sedangkan pada konsentrasi 20% dan 30% menunjukkan hasil negatif. Hasil pemeriksaan dari keseluruhan sampel pada penelitian ini disimpulkan bahwa awal terjadi pembusukan pada jam 0 dan 3 jam dengan konsentrasi 0% dan 10%. Sedangkan pada selang waktu 6 jam dan 9 jam dengan konsentrasi 20% dan 30% mampu bertahan dan tidak mengalami awal pembusukan.Kata kunci: daging ayam broiler, daun kari, infusa, uji postmaThe aimed of this study was to determine the beginning of decay of broiler meat immersed with curry leaves (Murraya koenigii) extract. The research used infusion and Postma test as method. Data were analyzed by descriptive. A total of 32 samples, weighing 5 grams infused with curry leaves of 0%, 10%, 20%, and 30% in concentration at intervals of 0, 3, 6, and 9 hours. The result showed that in concentration of 0%, 10%, 20%, and 30% with the interval of 0 and 3 hours revealed negative result. Furthermore, at the interval of 6 hours and 9 hours with a concentration of 0% and 10% showed positive results on early decay, meanwhile at the concentration of 20% and 30% were negative. The results of the examination of the overall samples in this study concluded that the initial of decomposition time occurs at 0 and 3 hours with a concentration of 0% and 10%. While at an interval of 6 hours and 9 hours with a concentration of 20% and 30% showed no sign of decaying.Keywords: broiler meat, curry leaf, infusion, Postma test 
Efek Pemberian AKBISprob pada Pakan Ayam Petelur terhadap Total Mikroba Telur Berdasarkan Perbedaan Suhu Penyimpanan (Effect Of AKBISprob of Layer Chickens feed To Total Microbes on Egg Based on Differences of Stroge Temperature) Rahmadia Fitri; Nurliana Nurliana; Darniati Darniati
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 4 (2017): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.479 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i4.4690

Abstract

AKBISprob merupakan ampas kedelai dan bungkil inti sawit yang difermentasi dengan Aspergillur niger. Penelitian bertujuan mengetahui total mikroba pada telur ayam yang diberi pakan tambahan AKBISprob 4% selama penyimpanan pada suhu refrigerator dan suhu  ruangan selama 14 hari. Penelitian menggunakan 12 ekor ayam petelur strain ISA Brown berumur 16 bulan. Sampel yang digunakan adalah telur ayam. Sampel diambil pada hari ke 29 dari setelah pemberian AKBISprob. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RAL Faktorial) terdiri atas dua faktor yaitu faktor pengaruh suhu penyimpanan terhadap kualitas  telur dan faktor lamanya penyimpanan telur penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan P0 (pakan komensial 324-2R 110 g); P1 (AKBISprob 4% yang diberikan setiap hari); P2 (AKBISprob 4% yang diberikan tiga hari sekali); dan P3 (AKBISprob 4% yang diberikan lima hari sekali). Total mikroba telur selama penyimpanan pada suhu refrigerator dan suhu  ruangan dianalisis dengan menggunakan analisis varian. Rata-rata (±SD) total mikroba telur dari ayam yang diberi AKBISprob pada penyimpanan suhu ruangan dan suhu refrigerator P0, P1, P2, dan P3 berurutan adalah total mikroba pada penyimpanan suhu ruangan 4,57±0,96, 5,03±0,09, 4,82±0,16 dan 4,86±0,29. Total Mikroba pada penyimpanan suhu refrigerator 4,95±0,06, 4,78±0,16, 4,43±0,03 dan 4,53±0,99. Hasil menunjukkan penyimpanan telur pada suhu refrigerator berpengaruh nyata (P0,05) terhadap penyimpanan pada suhu ruangan. Pemberian AKBISprob 4% tidak berpengaruh secara nyata (P0,05) terhadap total  mikroba pada telur. Tidak ada interaksi antara suhu dan perlakuan AKBISprob 4% terhadap jumlah total mikroba.(This study aimed to determine total microbes ofeggs which were suplemented with AKBISprob 4% while stored in refrigerator and room temperature for 14 days. This study used 12 ISA Brown Strain Layer Poultry aged 16 months. Sample were taken in 29th days since first time AKBISprob was fed. This study used Factorial Randomized Design based on two factors and divided to 4 treatments and 3 repetitions. P0 (commercial feed 324-2R 110 g); P1 (AKBISprob 4%, fed everyday);P2 (AKBISprob 4%, fed once in three days); and P3 (AKBISprob 4%, fed once in five days).Total of microbes while stored in refrigerator were analyzed by using ANOVA (Analysis of Varians).Total of microbes (±SD) from AKBISprob treatmentand eggs were produced then stored in room and refrigerator temperature ofP0, P1, P2, and P3respectively, total microbes in room temperature were4,57±0,96, 5,03±0,09, 4,82±0,16and4,86±0,29 andafter refrigerator storage were4, 95±0,06, 4,78±0,16, 4,43±0,03 and4,53±0,99.This result showed that refrigerator storage has significantly affect (P0,05) to room temperature storage. but, thathas not significantly (P0,05) to total microbes on eggs.So there are no relation between temperature andAKBISprob 4%treatment to total microbes on eggs.)
ISOLASI CEMARAN Escherichia coli PADA RUANG KANDANG BURUNG PUYUH (Cortunix cortunix japonica) DI DESA GAROT KECAMATAN DARUL IMARAH ACEH BESAR hafitatul aini; Fakhrurrazi Fakhrurrazi; Mahdi Abrar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.918 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i3.3453

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pencemaran udara oleh bakteri Escherichia colipada kandang burung puyuh(Cortunix Cortunix Japonica)didesa Garot kecamatan Darul Imarah Aceh Besar. Sampel di ambil pada udara dalam kandang burung puyuh(Cortunix Cortunix Japonica)dengan ketinggian yang bervariasi mulai  dari 5cm,10cm dan 15cm. Cara pengambilan sampel di dalam kandang adalah dengan menyediakan 12 plate media slektif briliant agarEscherichia coli dengan 2 kalipengambilan. Data dari hasil penelitian dianalisis secara deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk Gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat bakteri Escherichia coli pada seluruh sampel penelitian (100% positif ).Dari penelitian ini dapatdisimpulkan bahwa terdapat bakteri Escherichia coli pada ruangan kandang burung puyuh(Cortunix Cortunix Japonica) didesa Garot kecamatan Darul Imarah Aceh Besar.ABSTRACTThis research aims to know the existence of air pollution by bacteria Escherichia coli in a cage of quail didesa Garot subdistrict of Darul Imarah Aceh Besar. Samples taken in the air in a cage of Quail with an elevation that varies starting from 5 cm, 10 cm and 15 cm. Way of sampling a cage is to provide 12 plate media dye slektif Escherichia coli with 2 time retrieval. Data from the research results will be analyzed in a descriptive and displayed in the form of pictures. The results showed that the bacteria Escherichia coli in all (100% positive ). Samples were contaminated by the bacteria Escherichia coli. It can be concluded that there is bacteria Escherichia coli on the space cage of quail didesa Garot subdistrict of Darul Imarah Aceh Besar. 
Isolasi Salmonella Sp Pada Telur Setengah Matang Yang Berasal Dari Warung Kopi Di Alue Naga Banda Aceh (The Isolation Of Salmonella Sp On Half-Cooked Egg From The Alue Naga Banda Aceh Coffe Shop) Syahrial Adi Fajar; Fakhrurrazi Fakhrurrazi; Razali Razali
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 3 (2018): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.337 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i3.7799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya cemaran Salmonella sp. pada telur setengah matang yang berasal dari warung kopi Alue Naga Banda Aceh. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 15 butir telur ayam kampung berasal dari tiga warung kopi. Penelitian ini menggunakan metode Carter, sampel telur setengah matang diletakkan ke dalam cawan petri steril, dengan menggunakan swab streil, swab yolk (kantung kuning telur) dan ditanam dalam media Selenite Cystine Broth (SCB) diinkubasikan pada suhu 37oC selama 24 jam. Selanjutnya dengan menggunakan ose steril biakan dipindahkan ke media Salmonella Shigella Agar (SSA). Koloni yang tumbuh diwarnai dengan  pewarnaan Gram dan morfologi kuman dilihat dibawah mikroskop. Hasil penelitian pada media SCB terdapat 1 sampel positif yang terlihat berwarna orange. Pada media SSA koloni bakteri terlihat berbentuk bulat, cembung, pinggiran rata, tekstur halus dan berwarna merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 sampel telur setengah matang ayam kampung berasal dari Alue Naga 1 sampel positif Salmonella sp. Dapat disimpulkan bahwa terdapat satu sampel positif mengandung bakteri Salmonella sp. dari keseluruhan 15 sampel. (This study aims to determine whether or not there is contamination of Salmonella sp. on a half-cooked egg originating from the Alue Naga Banda Aceh coffee shop. The sample used in this study were 15 chicken eggs from three coffee shops. This study used the Carter method, The half-cooked egg samples were placed into sterile petri dishes, using streil swabs, yolk swabs and planted in Selenite Cystine Broth (SCB) media incubated at 37°C for 24 hours. Furthermore, by using a sterile culture ose was transferred to the Salmonella Shigella Agar (SSA) medium. Colonies that grow stained with Gram staining and germ morphology are seen under a microscope. The results of research on SCB media there is 1 positive sample that looks orange. In SSA bacterial colonies SSA appear round, convex, flat edges, smooth texture and red. The results showed that from 15 samples of eggs half-cooked chicken originated from Alue Naga 1 positive samples of Salmonella sp. The concluded that there is one positive sample containing Salmonella sp bacteria from all 15 samples.) 
PENGARUH PAPARAN ASAP GANJA (Cannabis sativa) TERHADAP PATOLOGI ANATOMI DAN TESTIS TIKUSPUTIH (Rattus novergicus) STRAIN WISTAR Fauzan Harun; Dasrul Dasrul
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 2 (2017): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.114 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i2.2886

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian paparan asap ganja (Cannabis sativa) terhadap patologi anatomi testis tikus putih (Rattus novergicus) strain Wistar. Penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan 24 ekor tikus jantan umur 4-5 bulan, berat badan 180-200 gram yang dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan. Kelompok 1 sebagai kontrol (P0) yaitu tikus yang tidak diberi paparan asap ganja sedangkan kelompok 2 sebagai perlakuan 1 (P1) yaitu tikus yang diberi paparan asap ganja sekali sehari, kelompok 3 sebagai perlakuan 2 (P2) yaitu tikus yang diberi paparan asap ganja dua kali sehari, kelompok 4 sebagai perlakuan 3 (P3) yaitu tikus yang diberi paparan asap ganja tiga kali sehari. Semua perlakuan dilakukan setiap hari selama 30 hari. Pada hari ke-31 perlakuan, tikus dieuthanasi dan diambil testis kanan untuk dilihat patologi anatomi dan morfometri. Data patologi anatomi (warna, konsistensi, dan bentuk) di analisis secara deskriptif sedangkan morfometri (berat, panjang, diameter, dan volume) testis dianalisis dengan analisis of variance (ANOVA) pola satu arah dan dilanjutkan dengan uji berganda Duncan. Hasil pengamatan patologi anatomi pada kelompok perlakuan paparan asap ganja terlihat testis mengalami perubahan warna menjadi merah kecoklatan dan bentuk menjadi lebih kecil. Rata-rata  berat, panjang, diameter dan volume testes pada kelompok perlakuan paparan asap ganja menurun secara sangat nyata (P0,01) dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kesimpulan pemberian paparan asap ganja dapat menyebabkan perubahan patologi anatomi (warna dan bentuk) dan dapat menurunkan morfometri (berat, panjang, diameter, dan volume) testis tikus putih strain Wistar ABSTRACT The objectives this research was to know effects of giving marijuana (Cannabis sativa) towards exsperiment of white rat (Rattus novergicus) testis anatomic pathology by a complete complate randomized design of RAL which using 24 male rat aged 4-5 month and weight 180-200 gram was divides into 4 treatment groups. The first group as negative control (P0) which rat not given cannabis satibe while the second group as treatment group (P1) which rat given Cannabis sativa once a day, the third group as treatment group (P2) which rat given Cannabis sativa twice a day, the fourth group as treatment group 3 (P3) which rat given cannabis sativa three times a day, all of treatment carried out every day for 30 days. On day 31 of treatment, the rat in euthanasi and taken right to view of anatomical pathology and morphometry.  Data of anatomical pathology (color, consistency and form) in the analized descriptive, while morphometry (weight, leght, diameter and volume) of the testicles were analized by Analise of varience (ANOVA) One way pattern followed by multiple Duncan test. The result showed that of anatomical pathology group marijuana smoke exposure testicular changes into brownish red color and form become smaller. The avarage weight, long, diameter, and volume testicular in treatment group decrease marijuana smoke exposure were significantly affected (P˂0,01) compared to control group. Conclusion marijuana smoke exposure can changes in anatomical pathology (color and form) and decrease morphometry testes of white rat strain Wistar.
HISTOLOGIS INSANG DAN LABIRIN IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy Lac.) (Histological Gill and Arborencent of Carp (Osphronemus gouramy Lac.) Vina Veronica; cut dahlia iskandar; erdiansyah rahmi
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 1 (2017): NOVEMBER - JANUARI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.248 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i1.5885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui histologis sistem respirasi ikan gurami (Osphronemus gouramy Lac.). Organ yang di ambil adalah insang dan labirin dari 2 ekor ikan gurami dan diteliti dengan metode histologis eksplorasi. Pengamatan histologis dilakukan setelah pembuatan preparat histologis yang diwarnai dengan hematosiklin eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada insang ikan gurami terdiri atas lengkung insang, tulang rawan penompang, lamela primer dan lamela sekunder. Pada lamela primer terdapat tulang rawan penompang, dan pembuluh darah, sedangkan pada lamela sekunder terdapat sel epitelium, sel pilar, sel mukus, sel klorida, dan pembuluh darah. Selanjutnya Labirin terdiri dari sel epitel pipih selapis, pembuluh darah, dan tulang rawan elastis yang tersusun atas kondrosit, kondroblas dan perikondrium sebagai pembungkus tulang rawan elastis.The Objective of the present study to determined the histological respiratory system of carp (Osphronemus gouramy Lac.). Arborencent and gill of the two carp was examinated by histological exploration. Histological observation was stained by hematoxylin eosin (HE). The study perfomed that the gills of carp consist of  cartilage, primary lamella and secondary lamella. The primary lamella was showed cartilage and blood vessels, meanwhile the secondary lamella was perfomed epithelial cells, pillar cells, mucus cells, khlorida cells, and blood vessels. The Next arborecent was drawn layered flattened epitelial cells, blood vessels, elastic cartilage was wrapped chondrocytes, kondroblast and pericondrium as an elastic cartilage wrapping. 
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI GRAM POSITIF KOKUS PADA KASUS EAR MITES KUCING DOMESTIK (Felis domesticus) DI KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH muhammad aroza; Erina Erina; Darniati Darniati
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 2 (2017): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.78 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i2.2674

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri Gram positif kokus yang diduga menjadi penyebab pada kasus ear mites kucing domestik di Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Sampel yang digunakan berasal dari 10 ekor kucing domestik yang positif menderita ear mites. Hasil swab liang telinga kucing dimasukan ke media Nutrient Broth (NB) dan diinkubasikan pada suhu 37°C selama 24 jam, selanjutnya menggunakan osse steril dilakukan penanaman pada media Manitol Salt agar (MSA) dan media Plate Agar Darah (PAD) dengan teknik goresan T lalu diinkubasikan kembali selama 24-48 jam. Morfologi koloni yang tumbuh terpisah diamati bentuk, ukuran, warna dan elevasi sebelum dilakukan pewarnaan Gram. Uji biokimia (Manitol dan Glukosa) dan Uji katalase dilakukan pada bakteri yang berbentuk kokus. Hasil penelitian ini dari 10 sampel dinyatakan 8 sampel (80%) penyebab infeksi sekunder pada kasus ear mites adalah bakteri Gram positif dari kelompok Staphylococcus sp dan 2 sampel (20%) dari kelompok Streptococcus sp. Dari 8 sampel yang terinfeksi bakteri kelompok Staphylococcus, 3 sampel (37,5%) merupakan infeksi tunggal Staphylococcus aureus dan 2 sampel (20%) merupakan infeksi tunggal Staphylococcus epidermidis, selain itu terdapat infeksi ganda antara Staphylococcus aureus dan juga Staphylococcus epidermidis sebanyak 2 sampel (20%) dan infeksi ganda Staphylococcus aureus dengan Micrococcus sp sebanyak 1 sampel (12,5%). Kata Kunci: Kucing domestik (Felis domesticus), Ear mites, bakteri Gram positif kokus ABSTRACT             The objectives of this study was to isolate and identify the Gram positive coccus bacteria which were suspected as one of the cause of secondary infection in ear mites case of domestic cats in Subdistric of Syiah Kuala, Banda Aceh. In this study, 10 of domestic cats suffer from ear mites were used. The swab ear canal from each cat  was inoculated in Nutrient Broth (NB) and incubated at 37°C for 24 hours. Then, using steril osse bacteria were cultured in Manitol Salt Agar (MSA) and Blood Agar Plate (BAP) with T streak method and incubated for 24-48  hours. The morphology coloni of bacteria were observed for shape, size, colour and elevation before Gram staining procedure was applied. Biochemical (manitol and glucose) and catalase test then conducted for the colonies which were identified as coccus in shape. The result of this study showed, 8 samples (80%) out of 10  samples were positive infected by the group of Staphylococcus sp and 2 samples (20%)  are positive infected by the group of Streptococcus sp. Frome those 8 samples  infected by the group of Staphylococcus sp, 3 samples (37,5%)  only infected by Staphylococcus aureus and 2 samples (25%) only infected by Staphylococcus epidermidis while the others 2 samples (25%) were infected by both Staphyloccocus aureus and Staphylococcus epidermidis and only 1 samples (12,5%) was infected by Staphylococcus aureus and Micrococcus sp. It can be concluded that  the group of Gram positive bacteria was the one of the cause of  secondary infection in the cats by ear mites.    Keywords: Domestic cat (Felis domesticus), Ear mites, Gram positif coccus bacteria
KERAGAMAN LALAT PENGHISAP DARAH PADA PETERNAKAN SAPI YANG DIPELIHARA SECARA SEMI INTENSIF DI ACEH BESAR (Diversity of Blood Sucking Flies on Semi Intensive Farm in Aceh Besar) Siswoyo Siswoyo; Muhammad Hanafiah; Farida Athaillah
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 4 (2017): AGUSTUS-OKTOBER
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.519 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i4.4947

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keragaman jenis dan dominasi lalat penghisap darah yang ada di peternakan semi intensif di Aceh Besar. Koleksi lalat dilakukan pada peternakan semi intensif yang ada di Desa Jantho Makmur, Desa Sukatani, Desa Ladong, dan Desa Ie Seum. Dalam penelitian ini masing-masing lokasi dipasang perangkap lalat tipe NZ1 trap yang ditempatkan secara random di sekitar kandang berjarak sekitar 5 m dari kandang. Perangkap lalat ditempatkan kurang lebih 10 cm di atas permukaan tanah. Pengumpulan sampel lalat dilakukan dalam interval waktu dua jam sejak pemasangan, yaitu pukul 08:00 pagi hingga pukul 18:00 sore. Selanjutnya lalat dikumpulkan dan dieuthanasia dengan alkohol 70%. Seluruh sampel yang diperoleh dari setiap lokasi diidentifikasi menggunakan kunci identifikasi. Hasil penelitian yang dilakukan pada peternakan semi intensif di Aceh Besar diperoleh 4 (empat) jenis lalat yaitu Musca domestica, Haematobia exigua, Stomoxys calcitran, dan Tabanus sp. Spesies lalat yang mendominasi adalah Musca domestica, Haematobia exigua, dan Stomoxys calcitran. Kata kunci: Lalat penghisap darah, Musca domestica, Haematobia exigua, Stomoxys calcitran, Tabanus sp. ABSTRACT                 This research was conducted to identificate the diversity and dominancy of blood-sucking flies in semi-intensive farms in Aceh Besar. Collection of flies was done in semi-intensive farm in Jantho makmur village, Sukatani village, Ladong village and Ie suum village. On this research, each location was braced a trap flies type NZI trapwich placed randomly around near the cage 5 m from the cage. Trap flies placed ± 10 cm on the ground. Sample were colected within 2 hours by interval time from 08.00 a.m. to 18.00 p.m. next, flies were collected and euthanated with alkohol 70%. All the sample were identificated using key of identification. The result showed that 4 species were found those were Musca domestica, Haematobia exigua, Stomoxys calcitran, and Tabanus sp. In which Musca domestica, Haematobia exigua, and Stomoxys calcitran were the dominant species.  Keyword: Blood-sucking flies, Musca domestica, Haematobia exigua, Stomoxys calcitran, Tabanus sp.
GAMBARAN HISTOLOGIS BURSA FABRICIUS AYAM KAMPUNG (Gallus gallus domesticus) PADA UMUR BERBEDA Has Nita; Dian Masyitha; Hamdani Budiman
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 1, No 3 (2017): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.943 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v1i3.3386

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui gambaran histologis bursa Fabricius  ayam kampung (Gallus gallus domesticus) pada umur berbeda. Hewan yang digunakan adalah ayam kampung jantan berumur 1 bulan, 2 bulan, dan 3 bulan masing-masing 3 ekor. Bursa Fabricius masing-masing hewan diambil dan diproses secara mikroteknik dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE), kemudian diamati di bawah mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan struktur bursa Fabricius dari ketiga umur ayam kampung tersebut. Folikel bursa Fabricius pada ayam kampung umur 3 bulan berbentuk panjang, jaringan limfoid tampak lebih padat dibandingkan ayam kampung umur 1 bulan dan 2 bulan. Bagian korteks pada ayam umur 3 bulan tampak lebih tebal dan bagian medula lebih panjang, pada umur 2 bulan lapisan korteks terlihat tipis dan daerah medula terlihat lebih pendek, sedangkan pada umur 1 bulan lapisan korteks tampak semakin tipis dan daerah medula tampak semakin pendek. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin bertambah umur ayam kampung maka semakin panjang folikel bursa Fabricius, sedangkan jumlah folikel semakin berkurang.ABSTRACT                This study aims to determine the histological finding ofbursa Fabricius of local chicken (Gallus gallus domesticus) at different ages. Animal used were local  chicken age 1 month, 2 months and 3 months,  threechicken each. Bursa of Fabricius tissue of each chickenwere taken and processed in microtechnique with Hematoxylin-Eosin (HE)stain, and then observed undermicroscope. This results showed there were differences in bursa of Fabricius structure
STRUKTUR HISTOLOGI KULIT BELUT SAWAH (Monopterus albus) (HISTOLOGY OF SKIN OF RICE FIELD EELS (Monopterus albus) ) Nanda Afrizan; zainuddin zainuddin; cut dahlia iskandar; dian masyitha; winaruddin winaruddin; ummu balqis
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 2, No 2 (2018): FEBRUARI - APRIL
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.739 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v2i2.7606

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui struktur histologi kulit ikan belut sawah. Sampel yang digunakan adalah kulit bagian dorsal dan abdomen dari dua ekor belut sawah, diamati dengan menggunakan metode histologi eksplorasi. Pengamatan dilakukan setelah pembuatan preparat histologi yang diwarnai dengan Hematoksilin-eosin (HE) dan Masson trichrome. Hasil penelitian menunjukkan struktur histologi kulit ikan belut sawah terdiri atas tiga lapisan. Lapisan epidermis yang tersusun atas sel-sel epitel pipih berlapis, sel mukus/sel goblet, dan stratum germinativum. Lapisan dermis terdiri dari sel pigmen, stratum laxum (spongiosum) dengan serabut kolagen longgar dan stratum compactum dengan serabut kolagen padat. Lapisan hipodermis terdiri dari sel lemak, serabut kolagen, dan pembuluh darah. Secara umum struktur histologi kulit belut sawah sama dengan ikan air tawar pada umumnya, terdapat perbedaan ketebalan lapisan dan bentuk sel mukus antara kulit dorsal dan abdomen kulit belut sawah. (This research aims to determine the histological structure of rice eels. The sample used is the skin of the dorsal and abdominal and then observed using histologcal  exploratory method. Observations were made after the preparation of histologic preparations stained with hematoxylin-eosin (HE) and Masson trichrome. The results showed that the histology structure of the rice eels consists of three layers. Epidermal layers composed of squamous cells, mucus / goblet cells, and stratum germinativum. The dermis layer consists of pigment cells, stratum laxum (spongiosum) with loose collagen fibers and stratum compactum with solid collagen fiber. The hypodermic layer consists of fat cells, collagen fibers, and blood vessel. In general the structure of rice field eel skin histology identical with freshwater fish in General, there is a difference in thickness of the layers and the shape of the dorsal skin mucous cells between the abdominal skin an eel and rice fields.) 

Page 10 of 30 | Total Record : 296