cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
METAMORFOSA Journal of Biological Sciences
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23025697     EISSN : 26558122     DOI : -
METAMORFOSA is an electronic scientific journal published periodically by the Master of Biology Udayana University, which includes scientific works in the field of Biology.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2018)" : 20 Documents clear
AGAS SCIARID (DIPTERA: SCIARIDAE): SUATU KAJIAN PUSTAKA I Gede Ketut Susrama
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p04

Abstract

Agas merupakan kelompok lalat kecil yang mempunyai kemampuan terbang yang termasuk dalam beberapa famili, banyak genus dan banyak sekali spesies. Agas sciarid yang dibahas dalam artikel ulasan ini di Bali disebut lulut yang mempunyai nilai spiritual dimana apabila ada kelompok larva agas keluar dari dalam tanah ke permukaan tanah maka ritual khusus akan dilakukan oleh pemilik lahan pada lokasi tersebut. Banyak pihak yang bertanya-tanya, lulut itu binatang jenis apa?. Artikel ulasan ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut diatas. Berbagai hal dibahas dari aspek entomologi sampai aspek pertanian, diantaranya: morfologi, siklus hidup, habitat, agregasi, migrasi, posisinya sebagai hama tanaman dan juga cara pengendaliannya.
VARIASI MORFOLOGI ULAR CANTIK MANIS, Tropidolaemus wagleri Wagler, 1830 (SERPENTES: VIPERIDAE) DI SUMATERA BARAT, INDONESIA Hadi Kurniawan; Djong Hon Tjong; Wilson Novarino
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p20

Abstract

Tropidolaemus wagleri commonly known as complex species who widely distributed at tropical areas in Southeast Asia. We predicted that widespread distribution may affect the morphological variation among different population geographycally. This study were conducted based on direct survey and sampling in the fieldwork. The study sites was divided into two categories based on Bukit Barisan range which streching from North to South Sumatra island consist of Padang, Padang Panjang in western part of Bukit Barisan, and Payakumbuh, Dharmasraya in eastern part of Bukit Barisan. In total 21 individual T.wagleri were analysed based on 20 mensural characters (morphometric) and 19 multistate characters (meristic). Male and female was analysed separately based on non parametric statistics Kruskall Wallis and Mann Whitney U Test. The relationship between population were analysed based on UPGMA tree and Principal Component Analysis (PCA) plot. The result showed the significant variation between female T. wagleri between western and eastern part of Buki Barisan range. In contrast, the variation has not detected among the population of T. wagleri male. The morphological character which showed the significant value are Head Length (HL) and Neck Scales Row (NSR). The west population of T. wagleri has more shorter Head Length (HL) and Snouth Length (SnL) than east population. Howefer, the west T. wagleri population has more number in Neck Scales Row (NSR) character than east population. The population of female T. wagleri in Padang Panjang has more close relationship to Padang than to female population T. wagleri in Dharmasraya based n UPGMA tree.
PEMANFAATAN TUMBUHAN PEKARANGAN SEBAGAI BAHAN OBAT ALTERNATIF DI DESA JIMBARAN, KECAMATAN KUTA SELATAN, KABUPATEN BADUNG, BALI Irawati Irawati; Eniek Kriswiyanti; A. A. Ketut Darmadi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan pekarangan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat alternatif, bagian tumbuhan yang digunakan, cara pengolahan dan penggunaan serta untuk mengobati penyakit apa saja yang. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2016 sampai Januari 2017 di 13 banjar di Desa Jimbaran dan identifikasi tumbuhan di Laboratorium Sruktur Perkembangan Tumbuhan Program Studi Biologi FMIPA Universitas Udayana. Prosedur penelitian meliputi observasi lapangan, wawancara dengan metode purposive sampling dan snow ball dalam pemilihan responden, dokumentasi dan identifikasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian diperoleh 65 jenis (36 suku) dan suku yang paling banyak dimanfaatkan adalah Zingiberaceae. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun (47,1%), kemudian diikuti rimpang (12,9%), buah (11,4%), akar (7,1%), kulit batang (7,1%), bunga (4,3%), getah (2,9%), umbi (2,9%), biji (2,9%)dan akar gantung (1,4%). Cara pengolahan tumbuhan obat yang paling banyak adalah dengan cara direbus (44,8%), lalu diminum. Penyakit yang dapat diobati yaitu sebanyak 47 penyakit dalam dan 21 penyakit luar.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI Streptomyces spp. PENGHASIL ENZIM KITINASE DARI LUMPUR SELOKAN Putu Ayu Parwati; Retno Kawuri; Ni Luh Watiniasih
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p15

Abstract

Streptomyces merupakan bakteri dari kelompok Actinomycetes. Genus ini diketahui dapat memproduksi berbagai senyawa aktif diantaranya antibiotik, antiviral, dan enzim. Enzim yang dapat ditemukan pada bakteri dan jamur yaitu salah satunya enzim kitinase. Enzim kitinase yang diproduksi oleh bakteri lebih baik dibandingkan kitinase dari sumber lain karena dengan waktu yang relatif singkat dapat melakukan proses perkembangbiakan. Bakteri kitinolitik merupakan agen pengendalian hayati terhadap jamur patogen maupun serangga hama yang sangat potensial karena aktivitas kitinase yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengetahui karakteristik Streptomyces spp. dari lumpur selokan dan uji aktivitas enzim kitinase. Aktivitas enzim kitinase diketahui melalui zona bening yang terbentuk pada media uji. Hasil penelitian diperoleh lima spesies Streptomyces spp. dari sampel lumpur selokan yang diisolasi dengan karakteristik yang berbeda-beda. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dari lima spesies Streptomyces spp., dua spesies yaitu Streptomyces sp.3 dan Streptomyces sp.5 mampu memproduksi enzim kitinase, sementara tiga spesies Streptomyces lainnya tidak memproduksi enzim kitinase. Streptomyces sp.3 memproduksi enzim kitinase dengan terbentuknya zona bening sebesar 1,85±0,07 cm dan pada Streptomyces sp.5 terbentuk zona bening sebesar 0,65 ±0,14 cm . Berdasarkan data tersebut Streptomyces sp.3 dan Streptomyces sp.5 memiliki potensi sebagai bakteri kitinolitik yang memiliki manfaat sebagai agen pengendalian hayati.
PENGARUH KARAKTERISTIK PASIR PANTAI TERHADAP PERSENTASE KEBERHASILAN PENETASAN TELUR PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DALAM UPAYA KONSERVASI PENYU DI BALI I Nyoman Yoga Parawangsa; I Wayan Arthana; Rani Ekawaty
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p06

Abstract

Enam dari tujuh spesies penyu laut ditemukan di Indonesia dan tiga diantaranya melakukan proses peneluran di beberapa pantai di Bali, salah satunya adalah Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) yang masuk kedalam kategori terancam punah oleh IUCN. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbedaan karaktertistik pasir pantai terhadap persentase penetasan telur Penyu Lekang pada media sarang semi alami. Keberhasilan penetasan pada sampel telur dilihat melalui variabel suhu pasir, suhu udara, kelembaban pasir, kelembaban udara, besar ukuran pasir, dan warna pasir. Persentase tertinggi dari keberhasilan penetasan sampel telur terjadi pada media penetasan pasir Pantai Pulau Serangan sebesar 97% dengan masa inkubasi 49 hari dan rentang suhu pasir berkisar antara 27,50o C, sampai 30,40o C. Sedangkan media pasir Pantai Saba dan Pantai Perancak memiliki persentase keberhasilan penetasan 87% dan 67% dengan masa inkubasi 46 hari. Perbedaan masa inkubasi tersebut dipengaruhi oleh variabel suhu pasir. Sementara perbedaan persentase keberhasilan penetasan dipengaruhi oleh perbedaan karakteristik pasir pada media penetasan. Dengan meningkatkan persentase keberhasilan penetasan yang tinggi, maka akan diperoleh tukik hidup yang lebih banyak untuk pemulihan populasi penyu dalam upaya untuk mendukung kegiatan konservasi penyu.
PENGARUH EKSTRAK KELENJAR HIPOFISA AYAM BROILER DALAM MEMPERCEPAT RESPON OVULASI IKAN KOI Cyprinus carpio L. Hidayah Mardhatillah; Efrizal Efrizal; Resti Rahayu
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p05

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak kelenjar hipofisa ayam broiler dan dosis yang terbaik dalam mempercepatrespon ovulasi yang dilihat dariwaktu laten, kematangan telur tahap akhir, dan diameter telur ikan koi. Penelitian ini dilakukan dengan metodeeksperimen yang disusun dalam rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yaitu penyuntikan tanpa ekstrak hipofisa ayam broiler (kontrol) dan penyuntikan ekstrak hipofisa ayam broiler dengan 500 mg/kg berat badan, 600 mg/kg berat badan, 700 mg/kg berat badan. Ikan yang digunakan adalah induk ikan koi dengan berat 600-800 gram sebanyak 12 ekor. Hasil penelitian waktu laten ikan koi setelah penyuntikan berkisar antara 6-10 jam, kontrol 31 jam. Kematangan telur meningkat sebesar 30-43,83%, kontrol 18,33 jam. Diameter telur meningkat sebesar 0,06-0,10 mm, kontrol 0,02 mm. Kesimpulan dari penelitian ini penyuntikan ekstrak kelenjar hipofisa ayam broiler memberikan pengaruh yang berbeda nyata dalam mempercepat respon ovulasi dilihat dari waktu laten, meningkatkan kematangan telur tahap akhir dan diameter telur ikan koi dengan dosis terbaik 500 mg/kg berat badan.
DIVERSITY OF SPECIES CRUSTOSE LICHEN OF Plumeria spp. IN BALI ISLAND Junita Hardini; Rina Sri Kasiamdari; Santosa Santosa; Purnomo Purnomo
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p19

Abstract

The research of species crustose lichen was conducted in the lowlands of the Bali Island and was conducted randomly at a height of 0-500 m above sea level. The aim is to find out the diversity of species crustose lichen living in Plumeria spp. The method used is descriptive qualitative analysis method. Data collection was done by field observation and specimen collection. The lichen specimens were observed and identified morphologically, anatomically, and chemically. In this study found of four families consisting of six genera and 15 species, namely Graphina sp., Phaeographina sp., Graphis sp., Graphis immersella, G. nilgiriensis, G. modesta, G. nana, and G. conferta (Graphidaceae); Lecanora sp.1, and Lecanora sp.2 (Lecanoraceae); Lepraria sp. (Stereocaulaceae); Caloplaca sp. (Teloschistaceae). The most common species is Graphis sp. (88%).
KANDUNGAN MINYAK, HUBUNGAN KEKERABATAN DAN POTENSI BIODIESEL DARI KEPUH (Serculia foetida L.) DI KABUPATEN BADUNG, KOTA DENPASAR DAN ROTE (NTT) Midel Delfi Wehelmina Ndolu; Ni Luh Arpiwi; Ni Luh Suriani
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p11

Abstract

Kepuh (Sterculia foetida L.) merupakan tanaman non-pangan penghasil minyak yang bisa dijadikan bahan baku pembuatan biodiesel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik biji, kandungan minyak, hubungan kekerabatan dan kualitas biodiesel dari biji kepuh (Sterculia foetida L.) di Kabupaten Badung, Kota Denpasar dan Rote. Penelitian dilakukan pada Desember 2016 – Mei 2017. Metode yang digunakan adalah pengamatan terhadap karakteristik biji, menganalisis kandungan minyak dan kualitas biodiesel dari minyak kepuh (Sterculia foetida L.). Kandungan minyak tertinggi diperoleh dari Kabupaten Badung dan Kota Denpasar yaitu di Monang-Maning 1 sebesar 41,13%, sedangkan terendah dari Rote di Oemasi 4 sebesar 14,80%. Hubungan kekerabatan antara karakteristik biji dan kandungan minyak terbentuk 2 kelompok dengan indek similaritas 93,5%. Kualitas biodiesel di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar memiliki angka asam yaitu 0,34 mg-KOH/g dan Rote yaitu 0,44 mg-KOH/g, angka iodin di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar yaitu 44,41 dan Rote yaitu 48,53. Angka penyabunan di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar yaitu 187,93 dan Rote yaitu 194,94, angka setana di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar yaitu 64,02 dan Rote yaitu 61,92. Kadar air di Kabupaten Badung, Kota Denpasar maupun Rote 0,2 dan viskositas di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar 12,23 cSt dan Rote 9,22 cSt. Kualitas biodiesel diperoleh telah memenuhi ketentuan SNI 2015, kecuali viskositas.
TEKNIK PERANCANGAN PRIMER UNTUK SEKUEN GEN MDR-1 VARIAN 1199 PADA SAMPEL BUFFY COAT PASIEN ANAK DENGAN LLA Putu Desy Yustinadewi; Putu Sanna Yustiantara; Inna Narayani
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p16

Abstract

Single Nucleotide Polymorphism (SNP) 1199 dapat diidentifikasi menggunakan sampel buffy coat dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Komponen- komponen yang diperlukan pada proses PCR adalah template DNA; sepasang primer, yaitu suatu oligonukleotida pendek yang mempunyai urutan nukleotida yang komplementer dengan urutan nukleotida DNA templat; dNTPs (Deoxynucleotide triphosphates); buffer PCR; magnesium klorida (MgCl2) dan enzim polimerase DNA (Handoyo dan Rudiretna, 2001). Primer sangat mempengaruhi spesifitas dan sensitivitas reaksi PCR. Rancangan suatu primer merupakan salah satu parameter penentu keberhasilan suatu proses PCR (Ebd-Elsalam, 2003). Primer untuk sekuensing gen MDR-1 variant 1199 berhasil didesain dalam kondisi terbaik. Panjang sekuen primer forward sejumlah 21 oligonukleotida dan reverse sejumlah 20 oligonukleotida dengan fragmen sebesar 225 pb.
PERBANYAKAN IN VITRO TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum [L.] cv. Granola) DENGAN PENAMBAHAN META-TOPOLIN PADA MEDIA MODIFIKASI MS (Murashige & Skoog) Tia Setiawati; Auliya Zahra; Rully Budiono; Mohamad Nurzaman
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol 5 No 1 (2018)
Publisher : Prodi Magister Ilmu Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2018.v05.i01.p07

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi media modifikasi MS dengan konsentrasi meta-topolin (mt) terbaik yang dapat meningkatkan pertumbuhan kentang (Solanum tuberosum L) secara in vitro. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal berupa 12 kombinasi media modifikasi MS dengan konsentrasi meta-Topolin (mT). Media modifikasi MS yang digunakan terdiri dari ½ MS, ¾ MS dan MS penuh, sedangkan konsentrasi mT terdiri dari 0, 1, 2, dan 3 ppm. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Data dianalisis menggunakan Analisis Variansi (Anava) dan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi 1/2 MS + 2 ppm meta-topolin merupakan perlakuan terbaik yang menghasilkan rata-rata tinggi tanaman sebesar 5,07 cm, jumlah tunas sebesar 7 tunas, panjang tunas sebesar 3,37 cm, jumlah daun sebesar 29,67 helai, jumlah akar sebesar 5,67 akar, dan panjang akar sebesar 5,91 cm.

Page 1 of 2 | Total Record : 20