cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 227 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROTATING TRIO EXCHANGE (RTE) BERBANTUAN MEDIA MACROMEDIA FLASH PLAYER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI SMAN 4 KOTA BANDA ACEH Arfa Yulisa; Thamrin Kamaruddin; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berjudul penerapan model pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) berbantuan media  macromedia flash player untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi SMAN 4 Kota Banda Aceh . Percobaan  ini dikerjakan demi memahami (1) peningkat hitungan belajar siswa; (2) aktivitas pengajar dan siswa; (3) keahlian pengajar saat mengatur pembelajaran beserta (4) balasan siswa atas penerapan bentuk Rotating Trio Exchange (RTE). Poin ketika percobaan adalah siswa kelas XIIS3 SMAN 4 Banda Aceh dengan total 28 orang. Akumulasi bahan dikerjakan menggunakan (1) ujian awal dan ujian akhir; (2) lembar kontrol aktivitas pengajar serta siswa; (3) lembar kontrol keahlian pengajar beserta (4) kuisioner balasan siswa atas penerapan model. Ulasan bahan memakai rumus statistik deskriptif persentase. Akibat dari percobaan menghasilkan (1) persentase keberhasilan individual bertambah  28% dalam Tahap I naik 67% dalam Tahap II serta 93% dalam Tahap III. Bagian keberhasilan klasikal bertambah 30% dalam Tahap I naik 50% dalam Tahap II serta 90% dalam Tahap III; (2) total aktivitas pengajar serta siswa yang sinkron mengalami peningkatan, 5 pada Tahap I menjadi 8 dalam Tahap II serta menjadi 11 dalam Tahap III; (3) keahlian pengajar saat mengatur pembelajaran bertambah dari 2,21 dalam Tahap I menjadi 2,82 dalam Tahap II serta menjadi 3,63 dalam Tahap III (4) balasan siswa atas penerapan bentuk ini pada umumnya atau 96% menyatakan dapat memahami dengan mudah materi yang diajarkan. Ikhtisar percobaan ini adalah penerapan Model Rotating Trio Exchange (RTE) Berbantuan alat Macromedia Flash Player dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI-IS3
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE SCRIPT DENGAN ARTIKULASI PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII MTsN 3 PIDIE KECAMATAN KEMBANG TANJUNG KABUPATEN PIDIE Ully Daiyana; Syamsul Bardi; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percobaan ini berhubungan dengan membandingkan hasil belajar peserta didik dari dua model pembelajaran yakni Cooperative Script dengan Artikulasi. Rumusan masalah dalam percobaan ini yaitu apakah hasil belajar peserta didik yang dibimbing dengan model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Script lebih unggul daripada model pembelajaran Artikulasi pada mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII MTsN 3 Pidie. Maksud dilakukan percobaan ini untuk melihat apakah hasil belajar peserta didik yang dibimbing dengan model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Script lebih unggul daripada model pembelajaran Artikulasi pada mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII MTsN 3 Pidie. Dalam pemeriksaan ini memakai pendekatan hitungan dan jenis penelitian eksperimen. Peserta didik kelas VIII MTsN 3 Pidie sebanyak 148 menjadi populasi percobaan ini. Pemilihan sampel diambil dengan cara purposive sampling, dipakai hanya dua kelas yaitu kelas VIII-C sebanyak 25 siswa dan kelas VIII-D sebanyak 27 siswa. Cara mendapatkan data berbentuk tes awal dan tes akhir. Cara pengerjaan data dilakukan dengan uji beda didapat thitung= 2,20 ttabel= 1,68 dengan taraf signifikansi 5% dan dk = 50 makanya Ha diterima. Simpulan dari penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik menggunakan model pembelajaran Cooperative Script lebih unggul daripada hasil belajar peserta didik menggunakan model pembelajaran Artikulasi pada mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII MTsN 3 Pidie. Kata kunci: perbandingan, hasil belajar, Cooperative Script, Artikulasi, IPS Terpadu
KORELASI NILAI GEOGRAFI EKONOMI DAN GEOGRAFI INDUSTRI DENGAN NILAI KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA Fazilla Fatwa Rizfa; Syamsul Bardi; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pada penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara nilai geografi ekonomi dengan nilai kewirausahaan mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah, 2) untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara nilai geografi industri dengan nilai kewirausahaan mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling purposive atau dengan pertimbangan tertentu yaitu mahasiswa Angkatan 2014 dan 2015 yang sudah lulus mata kuliah kewirausahaan sebanyak 56 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Teknik pengolahan data menggunakan koefisien korelasi kendall. Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian hubungan nilai geografi ekonomi dengan nilai kewirausahaan  diperoleh koefisien τ = -0,129 menggambarkan tingkat keeratan hubungan pada kategori sangat rendah dan uji signifikansi menunjukkan Zh (-1,6125) Zt (1,96) maka tolak Ha, artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara nilai geografi ekonomi dengan nilai kewirausahaan. Kemudian hasil uji nilai geografi industri dengan nilai kewirausahaan diperoleh koefisien korelasi τ = -0,05 menggambarkan tingkat keeratan hubungan pada kategori sangat rendah dan uji signifikansi menunjukkan Zh (-0,625) Zt (1,96) maka tolak Ha, artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara nilai geografi industri (X2) dengan nilai kewirausahaan (Y) mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA MACROMEDIA FLASH PLAYER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 11 BANDA ACEH . Fahrina; . Hasmunir; Syamsul Bardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini dilakukan pada murid ruang 11 IS SMAN 11 Banda Aceh. Metode distudi ini ialah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek distudi ini ialah murid ruang XI IS3 SMAN 11 Banda Aceh tahun pelajaran 2017/2018 yang bertotal 25 murid. Penghimpunan evidensi dilaksanakan atas mempergunakan (I) Lembar pre-test post-test; (II) Lembar obervasi aktivitas pengajar murid; (III) Lembar pengamatan keterampilan pengajar; (IV) Angket respons murid. Data dianalisis dengan mempergunakan statistik deskriptif persentase. Perolehan studi memperlihatkan bahwasanya (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 76% atas siklus 1 menjadi 84% atas siklus 2 96% atas siklus 3. Sementara ketuntasan klasikal, atas siklus 1 mencapai 60% kemudian meningkat atas siklus 2 menjadi 80%, 100% atas siklus 3. (2) Jumlah kesesuaian aktivitas pengajar murid meningkat dari 7 (13%) aktivitas sesuai atas siklus 1 menjadi 11 (98%) aktivitas sesuai atas siklus 2 12 aktivitas sesuai atas siklus 3 (100%).  (3) Keterampilan pengajar dalam mengelola pembelajaran meningkat dari nilai rerata 2,66 dengan kategori baik menjadi 3,33 atas siklus II dengan kategori baik terjadi peningkatan signifikan di sikulus III dengan nilai rata-rat 3,37 dengan kategori baik. (4) untuk respon murid hasil yang didapatkan masuk kedalam kategori baik dengan jumlah persentase mencapai 92% sehingga pembelajaran melalui  Project Based Learning  berbantuan media Flash Player mampu memberikan kontribusi dan solusi dalam mengatasi keterbasatan dalam menyampaikan materi. Kata Kunci: Project Based Learning, Macromedia Flash Player, Hasil Belajar Siswa
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIFE TIPE TALKING CHIP DENGAN MODEL PEBELAJARAN EVERYONE IS TEACHER HERE BERBANTUAN MEDIA AUDIO-VISUAL MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X S MA NEGERI 4 BANDA ACEH Jumaida Sasri; . Hasmunir; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul penelitian adalah “Perbandingan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Chip dengan Model Pembelajaran Everyone is Tacher Here Berbantuan Media Audio-visual Mata Pelajaran Geografi Kelas X SMA Negeri 4 Banda Aceh” rumusan masalahnya apakah hasil pembelajaran siswa menggunakan model talking chip dengan model pembelajaran every one is teacher here berbantuan media audio-visual. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan hasil pembelajaran siswa Geografi Kelas X SMA Negeri 4 Banda Aceh. Hipotesis penelitian, apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran tipe talking chips lebih baik dari pada hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran tipe everyone is tecaher here berbantuan media audio-visual mata pelajaran Geografi SMA Negeri 4 Banda Aceh. Populasi yang diambil peneliti adalah siswa kelas X IPS SMA Negeri 4 Banda Aceh tahun ajaran 20018/2019. Sampel di ambil dengan menggunakan teknik purposive sampling, diambil hanya kelas X IPS-1 berjumlah 21 siswa dan kelas IPS-3 berjumlah 19 siswa. Data diperoleh dengan melakukan observasi dan memberikan soal test kepada siswa dalam bentuk soal pri-test dan soal post-test. Data yang telah diolah menggunakan uji t-test menyakan tolak Ha  dan H0 di terima. Simpulan yang dapat diambil dari hasil pembelajaran siswa Geografi di SMA Negeri 4 Banda Aceh pembelajaran dengan model talking chip tidak lebih baik dibandingkan model pembelajaran everyone is teacher here   berbantuan media audio-visual. Kata Penting : Model Pembelejaran, Talking Chip, Everyone Is Teacher Here, Geografi
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PROBLEM BASED LEARNING DAN SPONTANEOUS GROUP DISCUSION DALAM PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI DI SMA NEGERI 12 BANDA ACEH . Maulidin; Amsal Amri; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan belajar mengajar menjadikan guru sebagai contoh untuk mendukung dan membimbing siswa agar berhasil menempuh pendidik annya. Karena itu dalam proses pembelajaran guru harus menyajikan model-model pembelajaran yang berpaut pada keaktifan siswa sehingga mendapatkan hasil yang baik. Model yang baik digunakan ialah model pembelajaran Kooperatif Tipe Problem Based Learning dan Spontaneous Group Discussion. Rumusan dalam penelitian ini yaitu apakah belajar siswa yang diajarkan memakai model pembelajaran Kooperatif Tipe Problem Based Learning lebih bagus dibandingkan dengan hasil belajar dengan memakai model pembelajaran Spontaneous Group Discussion dalam mata pelajaran Geografi. Capaian penelitian ini yakni agar mengetahui apakah hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan cara pembelajaran Kooperatif Tipe Problem Based Learning lebih bagus dibandingkan dengan perolehan hasil belajar dengan menggunakan cara pembelajaran Spontaneous Group Discussion dalam pelajaran Geografi kelas XI di SMA Negeri 12 Banda Aceh. Pemeriksaan ini memakai pedekatan hitungan dengan jenis penelitian eksperimen. Jumlah data adalah semua siswa kelas XI IS di SMA Negeri 12 Banda Aceh sebanyak 74. Pegambilan data dengan cara sampling puiposive, dua kelas yaitu XI-IS I sebanyak 26 dan XI-IS II sebanyak 25. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes kepada siswa, yaitu pre-test dan post-test. Cara olahan data memakai rumus uji beda, diperoleh nilai tthitung= -1,01 ttabel =1,68 pada taraf signifikasi 0,05 dengan dk = 49 berarti thitung ttabel, akibatnya Ha ditolak. Kesimpulan dari yang di teliti yakni hasil belajar siswa  yang diajarakan dengan model Kooperatif Tipe Problem Based Learning tidak lebih baik atau sama dengan hasil belajar siswa  memakai  model Spontaneous Group Discussion pada pelajaran geografi di SMA Negeri 12 Banda Aceh. Kata kunci: perbandingan, hasil belajar, geografi, Problem Based Learning, Spontaneous Group Discussion
HUBUNGAN DUKUNGAN ORANG TUA DAN MOTIVASI DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SMA NEGERI 1 TRUMON KABUPATEN ACEH SELATAN . Rasyidah; Amsal amri; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukungan orang tua adalah dimana orang tua memberi dukungan atau kesempatan kepada anak dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya. Motivasi belajar adalah pendorong atau daya penggerak didalam kehidupan murid dimana akan mendorongnya kelangsungan dalam belajar dan terwujudnya kegiatan belajar. Judul penelitian ini adalah hubungan dukungan orang tua dan motivasi dengan hasil belajar geografi murid SMA Negeri 1 Trumon Kabupaten Aceh Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data yang relevan antara dukungan orang tua dan motivasi dengan hasil belajar geografi SMA Negeri 1 Trumon Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini mengaplikasikan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional.    Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling yang dipilih secara acak tanpa memperhatikan strata dan jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Taro Yamane yaitu sebanyak 53 murid. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik angket dan dokumentasi. Hasil koefisien korelasi 0,349 pada uji hipotesis menunjukkan bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel yaitu, 3,40 3,19 yang berarti Ha diterima. Simpulannya diperoleh hubungan yang relevan antara dukungan orang tua dan motivasi dengan hasil belajar geografi SMA Negeri 1 Trumon Kabupaten Aceh Selatan. Kata Kunci : hubungan, dukungan orang tua, motivasi, hasil belajar geografi
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DENGAN MODEL PEMBELAJARAN REACT MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP NEGERI 5 BANDA ACEH Shadrina Azara; Alamsyah Taher; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan guru dalam menggunakan model pembelajaran sangat penting dilakukan untuk meningkatkan prestasi siswa. Dari sekian banyak model yang ada, salah satunya adalah model yang dapat melatih siswa untuk memecahkan masalah. Yang menjadi rumusan masalahnya adalah apakah hasil belajar berbasis masalah lebih baik dari hasil belajar REACT. Tujuannya untuk mengetahui hasil belajar mana yang lebih baik setelah menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan model REACT. Pengujian yang dilakukan penelitian ini berupa uji pre-test dan post-test. Untuk pengujian pre-test menggunakan uji ANOVA.  Kemudian hasil uji ANOVA yang diperoleh didapatkan bahwa Fhitung Ftabel yaitu 0,000933 4,04 maka H0 diterima yang artinya layak untuk diuji ke tahap berikutnya. Untuk post-test diperlukan uji homogenitas. Hasilnya 1,21 1,98 maka H0 diterima yang berarti data tersebut bersifat homogen. Selanjutnya digunakan uji normalitas dan diperoleh data pada kelas eksperimen I adalah  8,27 11,07 dan pada kelas eksperimen II adalah  6,13 12,5 sehingga data kedua kelas eksperimen berdistribusi normal. Setelah data berdistribusi normal dan homogen, dilanjutkan dengan uji yang terakhir yaitu uji hipotesis. Dari uji tersebut diperoleh hasil bahwa   pada signifikan 5% yang berarti Ha di terima sehingga dapat disimpulkan model berbasis masalah lebih unggul daripada model REACT
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BERBASIS K13 REVISI 2017 UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SEMESTER GANJIL 2018 DI SMA NEGERI 5 TAKENGON Andika Bayangkara; Thamrin Kamaruddin; Daska Aziz
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suatu kegiatan belajar mengajar haruslah memiliki sesustu hal yang dapat meningkatakan hasil belajar siswa dan keterampilan guru dalam sustu pembelajaran sehingga perlua adanya metode dan kurikulum yang singkron sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan maka dari itu peneliti menerapkan Metode inkuiri untuk menjawab tatangan tersebut dikarenakan metode inkuiri merupakan satuan kegiatan belajar yang melibatkan kemampuan sisiwa untuk mencari, menyelidiki, dan menyimpulkan jawaban dari suatu masalah dengan kemampuannya sendiri. Sehingga peneliti dengan Kurikulum  K13 Revisi 2017 yang telah di susun oleh pemerintah sebagai pedoman.Penelitian ini berupa PTK yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan dari hasil belajar, aktivitas, keterampilan guru dan respon siswa. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas XI IPS1 SMA Negeri 5 Takengon yang berjumlah 28 orang. Analisis data dengan hasil sebagai berikut Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 35% siklus I menjadi 61% siklus II dan 82% siklus III. Ketuntasan klasikal meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 62,5% siklus II dan 87,5% pada siklus III. aktivitas guru dan siswa meningkat dari 6 aktivitas sesuai siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III.Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari  2,48 kategori sedang pada siklus I menjadi 2,85 kategori baik pada siklus II dan 3,37 kategori baik pada siklus III. Umumnya siswa menyatakan setuju bahwa penerapan metode Inkuiri sangat menyenangkan dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Berdasarkan hasil belajar siklus I, II, dan III maka dikatakan bahwa penerapan metode pembelajaran Inkuiri berbasis k13 revisi 2017 dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci:  Pelaksanaan, Metod Inkuiri, K13 Revisi, Hasil Belajar, XI IPS
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO DAN MEDIA POWERPOINT SISWA KELAS VII MTsN RUKOH BANDA ACEH Alfina Dwiyanniza; Amsal Amri; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat bantu belajar digunakan untuk membantu guru dalam menyampaikan pembelajaran disebut sebagai media pembelajaran. Adapun beberapa media dalam proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi program aplikasi komputer adalah media video dan PowerPoint sehingga siswa mudah memahami materi yang disampaikan. Dalam penelitian ini, adapun rumusan masalahnya yakni apakah hasil belajar siswa yang menggunakan media video lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa dengan hasil belajar yang menggunakan PowerPoint  pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VII MTsN Rukoh Banda Aceh. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui perbandingan antara hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan video dengan yang menggunakan PowerPoint pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VII MTsN Rukoh Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen (experimental design). Populasinya adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 163 siswa. Teknik purposive sampling digunakan dalam pengambilan sampel, menggunakan dua kelas yaitu kelas VII-1 sebanyak 28 siswa dan kelas VII-2 sebanyak 34 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan secara observasi, dokumentasi, dan pemberian tes kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengujian hipotesis menggunakan uji t. Hasil pengolahan data, diperoleh nilai  dengan nilai  berdasarkan signifikan 0,05 dengan dk = 60 sehingga  diterima. Kesimpulan yang dapat diambil adalah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan video lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan PowerPoint pada materi kegiatan ekonomi.Kata kunci: perbandingan, hasil belajar, media video, media PowerPoint, IPS terpadu