cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 227 Documents
PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA BERDASARKAN LATAR BELAKANG PEMINATAN DI SMA/MA (STUDI PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2014-2017 . Nurjannah; M Yusuf Harun; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peminatan adalah program kurikuler yang disediakan untuk mengakomodasi pilihan minat, bakat dan/atau kemampuan peserta didik dengan orientasi pemusatan, perluasan, dan/atau pendalaman mata pelajaran dan/atau muatan kejuruan. Peminatan yang diangkat dalam penelitian ini adalah peminatan sosial dan peminatan matematika dan sains. Prestasi belajar adalah bukti keberhasilan yang dicapai mahasiswa dalam memperoleh perubahan, cara bersikap, bertingkah laku yang baru, bertindak cepat dan tepat secara optimal setelah proses pembelajaran. Melalui peminatan yang telah diberlakukan sejak SMA/MA diharapkan mahasiswa dapat memaksimalkan latar belakang tersebut sehingga memberikan pengaruh pada peningkatan prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui apakah prestasi belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala dengan latar belakang peminatan sosial lebih baik dari pada mahasiswa dengan latar belakang peminatan matematika dan sains di SMA/MA. Hipotesis dalam penelitian ini adalah prestasi belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala dengan latar belakang peminatan sosial lebih baik daripada mahasiswa dengan latar belakang peminatan matematika dan sains di SMA/MA. Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa angkatan 2014-2017 Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala yang berjumlah239  mahasiswa dan diambil sampel sebanyak 70 mahasiswa dengan menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan  menggunakan teknik tes. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan  data  penelitian  diperoleh  thitung = 9,98 dan ttabel = 1,67 pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 68, artinya thitung ttabel sehingga Ha diterima. Dapat diambil simpulan yaitu prestasi belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala dengan latar belakang peminatan sosial lebih baik daripada mahasiswa dengan latar belakang peminatan matematika dan sains di SMA/MA.
PERBANDINGAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK) MAHASISWA BERDASARKAN JALUR MASUK JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA Raudha Meutia; M Yusuf Harun; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerimaan mahasiswa baru program sarjana secara nasional terdiri atas tiga jalur masuk yaitu SNMPTN, SBMPTN dan UMB. Jalur masuk SNMPTN yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri diadakan oleh setiap Universitas Negeri seleksi didasari pada hasil belajar siswa, jalur SBMPTN yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri diadakan pada setiap PTN dan seleksi didasari pada hasil ujian tulis dan keterampilan, untuk UMB yaitu Ujian Masuk Bersama dengan seleksi berdasarkan hasil ujian tertulis dan ujian keterampilan, penerimaan mahasiswa diatur oleh masing-masing perguruan tinggi negeri. Setiap mahasiswa yang lulus pada ketiga jalur masuk tersebut mendapat perlakuan yang sama pada proses perkuliahan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada perbedaan IPK mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah berdasarkan jalur masuk. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan IPK mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah berdasarkan jalur masuk. Penelitian ini disebut dengan penelitian populasi karena seluruh populasi dijadikan sampel. Jumlah sampel yaitu 205 mahasiswa yang terdiri atas 80 mahasiswa SNMPTN, 89 mahasiswa SBMPTN, dan 36 mahasiswa UMB. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode dokumentasi. Data yang dikumpulkan adalah data jalur masuk mahasiswa dan data nilai IPK mahasiswa angkatan tahun 2014 - 2017 tahun akademik 2018/2019. Teknik pengolahan data dilakukan dengan Uji Kruskal Wallis H. Hasil pengolahan data diperoleh nilai H hitung = 0,053 nilai Chi-kuadrat tabel = 5,99 pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 2. Berdasarkan hasil ini maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan IPK mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah berdasarkan jalur masuk SNMPTN, SBMPTN dan UMB. Kata Kunci: Perbandingan, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), Jalur Masuk, Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 5 KOTA BANDA ACEH Muhammad Reza; Abdul Wahab Abdi; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran dengan model PBL menggunakan masalah dunia nyata (real word) untuk memecahkan masalah. Pemanfaatan SIG dalam pendidikan meningkatkan kemampuan dalam menampilkan pembelajaran secara visual, meningkatkan pemahaman materi, keterampilan membaca peta, dan kemampuan berpikir spasial siswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui yaitu perkembangan hasil belajar, kegiatan guru dan siswa, keahlian guru mengolah pembelajaran, dan respon siswa. Sasaran penelitian ini siswa XI IPS SMAN 5 Kota Banda Aceh 24 orang. Metode Pengumpulan data yakni berupa instrumen post test, kegiatan guru dan siswa, observasi keahlian guru mengolah pembelajaran, dan angket stimulus siswa. Hasil penelitian yaitu (1) Diperolehnya ketuntasan individual meningkat dari 41,6% siklus I naik menjadi 66,6% pada siklus II dan 79,1% siklus III, Sedangkan ketuntasan klasikal meningkat dari 40% siklus I naik menjadi 60% siklus II dan 90% siklus III. (2) Kegiatan guru dan siswa meningkat dari 4 kegiatan yang sesuai pada siklus I naik menjadi 8 kegiatan siklus II dan 10 kegiatan siklus III.(3) Keahlian guru mengelola pembelajaran meningkat dengan skor 2,26 (kategori sedang) siklus I naik menjadi 3,35 (katagori baik) siklus II dan 3,65 (katagori sangat baik) siklus III. (4) Respon terhadap pembelajaran yang berisi 10 pernyataan bahwa 91,25 persen menyatakan pembelajaran problem based learning dengan pendekatan SIG sangat menyenangkan, menambah pengalaman baru untuk menyelesaikan permasalah dengan menggunakan teknologi informasi berbasis komputer dan membantu dalam memahami materi pembelajaran serta menambah kecakapan membaca peta. Kata Kunci : Penerapan, PBL, SIG, Hasil Belajar Geografi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING MENGGUNAKAN MEDIA KARTU PADA MATERI PETA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPS KELAS IV SD MUHAMMADIYAH BANDA ACEH Cut Linasari; Abdul Wahab Abdi; M Yusuf Harun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk penyelidikan ini melambangkan penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu satu pencermatan terhadap tindakan menggali ilmu berbentuk sebuah perbuatan, yang terencana ada dan berlangsung dalam sebuah aras. Tajuk dalam penyelidikan ini merupakan pelajar kelas IV SD Muhammadiyah Banda Aceh yang berjumlah 28 siswa. Pemungutan data dilakukan dengan memakai: Eksperimen buatan berlatih pelajar, lembaran pemantauan kegiatan guru dan siswa, lembaran pemeriksaan keahlian guru menggarap pengajian dan daftar pertanyaan tanggapan siswa memerlukan model penelaahan Cooperative Learning. Berdasarkan pengolahan data, buatan penyelidikan memperlihatkan bahwa bagian tandas ala pribadi beranjak dari 75% naik 96% siswa yang berakhir belajar, bagian selesai klasikal pun naik dari 60% naik 90%. Kegiatan guru dan siswa berbatas peredaran I hingga peredaran II menduga memantulkan aplikasi model pengajian Cooperative Learning. Kapasitas guru dalam berkelakuan pendedahan dengan memerlukan model pengkajian Cooperative Learning bertambah dari pendapatan angka pada umumnya 2,71 dengan golongan bagus memerankan 2,93 atas golongan bagus dan respon siswa terhadap model pengkajian Cooperative Learning bisa dinyatakan bagus. 89,2 bagian dari 28 siswa beranggapan bahwa dengan belajar melampaui model pengkajian Cooperative Learning bisa menaikkan kesadaran mereka terhadap materi kegiatan masyarakat Indonesia yang menduga dipelajari. Berlandaskan hasil analisis data di atas, temuan ini boleh disimpulkan bahwa meningkatnya hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Muhammadiyah dengan penerapan model pembelajaran Cooperative Learning. Kata Kunci: PTK, model pembelajaran Cooperative Learning, hasil belajar,  IPS
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN TEKNIK PEMBELAJARAN FISH BOWL DAN TEKNIK PEMBELAJARAN CARD SORT PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP NEGERI 6 BANDA ACEH Indah Faras Fita Naldi; Abdul Wahab Abdi; Daska Aziz
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneliitian ini berjudul perbandingan hasil belajar menggunakan teknik pembelajaran Fish Bowl dan teknik pembelajaran Card Sort mata pelajaran IPS terpadu kelas VIII SMP Negeri 6 Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hassil belajar siswa menggunakan teknik pembelajaran Fish Bowl lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan teknik pembelajaran Card Sort dalam mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMP Negeri 6 Banda Aceh. Penelitian ini berttujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajarr siswa yang menggunakan teknik pembelajaran Fish Bowl lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa menggunakan teknik pembelajaran Card Sort dalam mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMP Negeri 6 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Banda Aceh dan jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan Purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, yaitu pre-test dan post-test. Hipotesis diuji dengan menggunakan rumus statistik uji-t. Berdasarkn hasil perhhitungan maka diperolleh nilai thitung =4,92 dan ttabel = 1,69 untuk taraf signifikansi 5% (uji satu pihak) dengan derajat kebebasan (dk = 29 + 28 – 2 = 55) sesuai dengan kriteria uji terima Ha jika thitung ttabel. Sesuai dengan hasil yang diperoleh di atas maka thitung ttabel hipotesis Ha diterima, ini berarti bahwa hasil belajar siswa dengan menggunakan teknik pembelajaran Fish Bowl lebih baik dibandingkan hasil belajar dengan menggunakan teknik pembelajaran Card Sort pada mata ppelajaran IPS Terpadu kelas VIII SMP Negeri 6 Banda Aceh. Kata Kunci: perbandingan, hasil belajar, IPS terpadu, Fish Bowl, Card Sort
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE TEAM QUIZMATA PELAJARAN IPS TERPADU DI SMP NEGERI 2 MUARA TIGA KABUPATEN PIDIE Aswatul Husna; Alamsyah Taher; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran snowball throwing dan model pembelajaran team quiz. Rumusan masalah dalam penelitian ini apakah hasil belajar siswa yang di ajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang di ajarkan dengan model pembelajaran team quiz pada mata pelajaran IPS Terpadu SMP Negeri 2 Muara Tiga Kabupaten Pidie? Tujuan penelitian untuk mengatahui perbandingan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dengan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran team quiz pada mata pelajaran IPS Terpadu SMP Negeri 2 Muara Tiga kabupaten Pidie. “Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen dengan mengambil populasi kelas VIII di SMP Negeri 2 Muara Tiga berjumlah 139 orang”. Pengambilan sampel dilaksanakan dengan teknik purposive sampling yakni di ambil dua kelas yaitu kelas VIII-1 yang berjumlah 25 siswa dan kelas VIII-2 yang berjumlah 25 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan soal kepada murid yaitu pre-test dan post-test, selanjutnya diolah menggunakan uji-t. pada pengolahan data tersebut diperoleh thitung = 1,35 dan ttabel = 1,68 dengan taraf signifikan 5% dan dk = 48, berati thitung ttabel sehingga hipotesis Ha ditolak. Jadi, kesimpulan dari penelitian ini yaitu hasile belajar murid mata pelajaran IPS Terpadu yang di ajarkan dengan model snowball throwing tidak lebih baik atau sama dengan hasil murid yang di ajarkan dengan tipe team quiz SMP Negeri 2 Muara Tiga, Kabupate Pidie
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII DI MADRASAH TSANAWIYAH SWASTA SAMAHANI ACEH BESAR Ummu Uwaimir; Thamrin Kamaruddin; Muhammad Okta Ridha Maulidian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran ARIAS  ditujukan agar dapat menanamkan rasa yakin dan percaya diri dan dapat membentuk keadaan belajar yang mana siswa berperan dalam kegiatan pembelajaran dengan dibantu media audio visual. Hal-hal yang dikaji dalam masalah ini yaitu  (1)  nilai yang akan didapatkan siswa ketika belajar (2)  hal-hal yang akan dilakukan oleh siswa dan pengajar di dalam kelas  (3);baik-buruknya guru dalam mengatur pembelajaran dikelas (4) tanggapan siswa selama mengitu kegiatan belajar. Sasaran yang diteliti ini adalah siswa dari kelas VIII-1 MTs Swasta Samahani Aceh Besar yang berjumlah 17 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan pertanyaan berupa soal pre-test dan post-test, lembar kegiatan antara siswa dan guru didalam kelas, lembar untuk mengetahui baik atau tidaknya guru dalam mengatur pebelajaran. dan tanggapan mereka terhadap apa yang sudah dipelajari.data ini dikaji dengan menggunakan penjelasan secara rinci dan persentase. Kemudian data yang dari lapangan   tersebut menunjukan bahwa: (1) ketuntasan masing-masing siswa pada saat penelitian berlangsung mengalami peningkatan dari percobaan pertama hingga percobaan ketiga. Percobaan pertama  terdiri dari 9 siswa yang mampu menghasilkan nilai yang baik.pada percobaan kedua meningkat menjadi 13 siswa, dan menjadi 15 siswa saat percobaan ke III. Nilai dari hasil secara keseluruhan juga mengalami peningkatan , 40% saat percobaan kegiatan pertama , 80% pada percobaan kedua, 90% pada percobaan ketiga; (2) hal-hal yang dilakukan oleh guru dan siswa didalam kelas sudah memenuhi kriteria dari model ARIAS dengan media audio visual, pada kegiatan percobaan pertama, terdapat 5  kegiatan  dikategorikan sesuai, selanjutnya  8 kegiatan pada percobaan ketiga dan menjadi 10 dari 12 kegiatan pada percobaan ketiga ini. (3) Keterampilan guru dalam menyisipkan model ARIAS didalam kelas dibantu dengan media audio visual juga berpengaruh baik dengan nilai  3.11 percobaan pertama, nilai 3.56 pada percobaan kedua dan meningkat menjadi 3.72 pada percobaan ketiga dengan hasil baik sekali; dan (4) siswa secara  keseluruhan menganggap  bahwa pembelajaran dengan menggunakan model ARIAS dapat memudahkan mereka dalam memahami materi dengan persentase 94.70..Kata Kunci: Model Pembelajaran ARIAS, Media Audio Visual, Hasil Belajar
PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA BERDASARKAN JALUR SNMPTN DAN SBMPTN ANGKATAN TAHUN 2015 – 2017 . Kasihani; Thamrin Kamaruddin; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pelaksanaan penelitian guna membadingkan prestasi pembelajaran mahasiswa melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah prestasi belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala melalui jalur SNMPTN lebih baik dibandingkan dengan SBMPTN angkatan tahun 2015–2017. Tujuan dalam penelitiakan ini adalah untuk mengetahui apakah prestasi belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala melalui jalur SNMPTN lebih baik dibandingkan dengan SBMPTN angkatan tahun  2015–2017. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa dari angkatan tahun 2015–2017 yang berjumlah 142 mahasiswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling, di ambil dari 3 angkatan yang berjumlah 57 mahasiswa. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai thitung = 5,68. Selanjutnya untuk membuktikan hipotesis maka data perhitungan tersebut dianalisis menggunakan nilai ttabel pada taraf signifikansi yang berjumlah 5% (terdapat di uji satu sebagai pihak sebelah kanan) atau dengan perolehan dk = 29 + 28 - 2 = 55 dari tabel distribusi t dan didapatkan jumlah ttabel sebanyak 2,000. Pada kriteria pengujian, akan dikatakan menerima Ha apabila thitung ttabel, selain itu terima  Berdasarkan data diatas diketahui bahwa thitung ttabel sehingga Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar Jurusan FKIP Geografi Universitas Syiah Kuala, melalui jalur masuk SNMPTN lebih tinggi dibandingkan dengan prestasi belajar mahasiswa SBMPTN pada angkatan tahun 2015-2017
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE DEMONSTRATION DENGAN EXAMPLES NON EXAMPLES PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI SMA NEGERI 1 SERUWAY KABUPATEN ACEH TAMIANG Lina Tusyifa; Thamrin Kamaruddin; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran adalah suatu rangcangan atau skenario pembelajaran yang dibuat oleh guru guna meningkatkan partisipasi optimal siswa ketika pembelajaran berlangsung. Ada banyak model pembelajaran yang dapat digunakan dua diantaranya adalah model Demonstration dan Examples Non Examples. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar siswa dengan menggunakan pembelajaran model Demonstration lebih baik dibandingkan dengan Examples Non Examples pada mata pelajaran geografi kelas XI SMA Negeri 1 Seruway, di Kabupaten Aceh Tamiang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa menggunakan pembelajaran model Demonstration lebih baik dibandingkan dengan Examples Non Examples pada mata pelajaran geografi kelas XI SMA Negeri 1 Seruway, di Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini dilakukan pada populasi siswa kelas XI yang berjumlah 72 orang. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara Purposive Sampling yaitu diambil hanya siswa kelas XI IS-1 sejumlah 27 orang dan XI IS-2 sejumlah 22 orang. Data yang dikumpulkan menggunakan teknik pemberian tes kepada siswa, yaitu tes awal dan tes akhir. Data diolah menggunakan teknik uji beda, dan hasilnya diperoleh thitung = 0,03 sedangkan ttabel = 1,68 dengan tingkat signifikansi 5% dan dk = 47, artinya thitung ttabel sehingga Ha ditolakdan H0 bisa diterima. Simpulan dari pencapaian penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang diterapkan dengan pembelajaran model Demonstration dan pembelajaran model Examples Non Examples adalah tidak ada lebih baik atau sama. Kata Kunci: perbandingan, hasil belajar, Examples Non Examples, Demonstration, geografi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SMP NEGERI 2 BANDA ACEH Nur Qamarina; Thamrin Kamaruddin; Dyah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran Think Pair Share adalah suatu cara atau pengaplikasian yang dapat menciptakan waktu berfikir kepada peserta didik sehingga dapat membantu dalam menciptakan variasi suasana pola diskusi. Media gambar merupakan suatu alat peraga yang menggabungkan antara fakta dan gagasan dengan cara mengkombinasikan gambar dan kata-kata. Adapun tujuan penelitian ini yaitu, (1) Meningkatkan hasil belajar siswa; (2) Mengetahui aktivitas guru dan siswa; (3) Melihat keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Mengetahui respon siswa terhadap model pembelajaran Think Pair Share berbantuan media gambar. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 25 orang yaitu seluruh siswa-siswi kelas VII-6 SMP Negeri 2 Banda Aceh. Data dikumpulkan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post -test; (2) Lembar aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar keterampilan guru; dan (4) Angket siswa. Menganalisis data dengan menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan yaitu, (1) Persentase hasil belajar yang diukur dengan ketuntasan individual dan klasikal mengalami peningkatan yaitu pada ketuntasan individual siklus I 76% meningkat menjadi 88% pada siklus II, sedangkan pada ketuntasan klasikal pada siklus I yaitu 60% mengalami peningkatan pada siklus II yaitu 80%. (2) Kesesuaian aktivitas guru dan siswa meningkat pada siklus II menjadi seluruhnya sesuai dengan standar waktu yang telah direncanakan dari 5 aktivitas yang belum sesuai pada siklus I. (3) Kriteria guru dalam mengelola pembelajaran mengalami meningkat dari skor 2,6 pada siklus I menjadi skor 3,4 dengan kategori baik. (4) Sebanyak 89,2% siswa menyatakan bahwa pembelajaran yang menggunakan model TPS berbantuan media gambar ini dapat mempermudah siswa dalam proses pembelajaran sehingga siswa lebih mudah memahami materi. Kata kunci: Penerapan, Think Pair Share, Gambar, Hasil belajar, IPS