cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 227 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA SPELLING PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 BANDA ACEH Raudhatul Jannah; Abdul Wahab Abdi; Dyah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran Make a Match adalah suatu teknik pembelajaran mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik sehingga semua siswa aktif dalam pembelajaran. Spelling Puzzle merupakan media berupa puzzle yang terdiri atas gambar-gambar dan huruf-huruf acak untuk dipasangkan menjadi gambar dan kosakata yang benar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; (1) Bagaimana peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; serta (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran Make a Match berbantuan media Spelling Puzzle. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek adalah seluruh siswa kelas VIII-2 SMP Negeri 3 Banda. Adapun data yang dikumpulkan adalah dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) Angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptf persentase. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa (1) Prsentase ketuntasan secara individual meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II, dan 93% pada siklus III. Prsentase ketuntasan klasikal meningkat dari 40% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Jumlah aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II, dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,5 dengan kategori sedang pada siklus I menjadi 3,14 dengan kategori baik pada siklus II, dan 3,45 dengan kategori baik pada siklus III; (4) Pada umumnya atau sebanyak 96% siswa menyatakan setuju bahwa pembelajaran Make a Match berbantuan media Spelling Puzzle sangat menarik dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Kata Kunci: penerapan, make a match, spelling puzzle, hasil belajar, IPS terpadu
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN POINT COUNTERPOINT BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KELAS XI IPS 1 MAN 3 BANDA ACEH Siti Hasanah; Thamrin Kamaruddin; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hal- hal yang ingin dikaji dalam permasalah ini yaitu : (1) nilai yang didapat oleh anak didik setelah selesai belajar (2) aksi yang dilakukan oleh pendidik dan anak didik; (3) Daya trampil pendidik dalam mengatur proses belajar mengajar (4) persepsi anak didik setelah mengikuti kegiatan belajar. sasaran dalam eksperimen ini adalah  anak didik kelas XI IPS 1 sebanyak 28 anak didik . Keberhasilan kenaikan hasil belajar anak didik diperoleh dari nilai tes sebelum melakukan pembelajaran dan tes sesudah mengikuti pembelajaran. Aksi pendidik dan anak didik serta daya trampil pendidik dalam mengatur proses belajar mengajar diperoleh melalui hasil lembaran pengamatan, sedangkan persepsi anak didik setelah mengikuti pembelajaran diperoleh melalui angket dan wawancara. Data ini dikaji dengan menggunakan penjelasan secara rinci dan persentase. Kemudian data yang diperoleh dari lapangan menunjukkan: (1) kenaikan hasil belajar mengalami penambahan pada setiap eksperimen baik secara individual maupun klasikal; (2) Aksi pendidik dan anak didik mengalami kenaikan keselarasan yakni, 6 aksi selaras pada eksperimen I, menjadi 8 aksi yang selaras pada eksperimen II, kemudian meningkat hingga 10 aksi selaras pada siklus III; (3) daya trampil pendidik dalam mengatur proses belajar mengajar mengalami perubahan cukup baik, pada eksperimen I dengan poin 2,5 atau digolongkan sedang, meningkat mejadi baik dengan poin 3,3 pada eksperimen  II, dan pada eksperimen III mencapai perolehan poin 3,6 yang digolongkan sangat baik; dan (4) sekitar 81,4% anak didik kelas XI IPS 1 mengutarakan ya bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Point Counterpoint berbantuan media gambar sangat mempermudah anak didik memahami materi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa praktik model pembelajaran Point Counterpoint dapat menaikkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 MAN 3 Banda Aceh
HUBUNGAN MINAT BELAJAR SISWA DAN PERHATIAN ORANG TUA DENGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 MESJID RAYA Ayu Safitri; Amsal Amri; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan sosial kecil yang dikenal pertama kali oleh seseorang anak. Oleh karena itu keluarga mempunyai peran penting bagi perkembangan dan pertumbuhan seorang anak. Secara lebih spesifik dapat dikatakan bahwa yang sangat mempengaruhi prestasi belajar anak dari faktor keluarga adalah dukungan dan perhatian orang tua. perhatian tersebut dapat berupa pemberian fasilitas belajar, membantu kesulitan, maupun pemberian penghargaan atau hukuman. Tujuan penelitian adalah apakah terdapat hubungan yang signifikan antara minat belajar siswa dan perhatian orang tua dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa SMP Negeri 1 Mesjid Raya. Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Mesjid Raya yang berjumlah 80 siswa dan sampel penelitian sebanyak 40 siswa  menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan angket dan dokumentasi. Berdasarkan pengolahan data hasil penelitian yaitu, hubungan minat belajar siswa dan perhatian orang tua dengan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Mesjid Raya yaitu 0,294 dinyatakan hubungannya rendah. Dari pengolahan data tidak terdapat hubungan yang signifikan anatara minat belajar siswa dan perhatian orang tua dengan hasil belajar siswa. Kata Kunci: hubungan, minat belajar siswa, perhatian orang tua, hasil belajar, IPS Terpadu.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU YANG MENGGUNAKAN MODEL TWO STAY TWO STRAY DENGAN MODEL THE POWER OF TWO SISWA SMP NEGERI 3 BANDA ACEH Anggia Murni; Yusuf Harun; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan  menggunakan model pembelajaran diharapkan siswa dapat meningkatkan minat belajar selama pembelajaran sehingga hasil belajar optimal. Adapun beberapa model pembelajaran Two Stay Two Stray dan The Power Of Two yg dapat melatih siswa dalam meningkatkan kerja sama dalam kelompok dan meningkatkan kemampuan siswa dalam berpendapat. Rumusan masalah dalam penelitian ini apakah hasil belajar IPS terpadu menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran The Power Of Two pada siswa kelas VIII SMP Negeri3 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar mata pelajaran IPS terpadu yang menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran The Power of Two pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Banda Aceh. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 59 siswa.Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, diambil hanya dua kelas yakni kelas VIII-8 sebanyak 30 siswa dan kelas VIII-9 sebanyak 29 siswa. Teknik pengumpulan data berupa pemberian test kepada siswa, yakni pretest dan postest. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data penelitian diperoleh thitung = 0,69 dan ttabel = 1,67 pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 57, artinya thitung ttabel sehingga hipotesis alternatif Ha ditolak. Artinya tidak ada perbedaan hasil belajar siswa yang diberikan pemberlakuan dengan metode pembelajaran Two Stay Two Stray dengan hasil belajar siswa yang diberikan pemberlakuan dengan metode pembelajaran The Power Of Two di SMP Negeri 3 Banda Aceh. Kata kunci: Hasil Belajar, Two Stay Two Stray, The Power Of Two, IPS terpadu
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN FLASH CARD DAN FLIPCHART UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP INSHAFUDDIN BANDA ACEH Hayatun . Fitri; Abdul Wahab Abdi; Muhammad Yusuf Harun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Group investigation adalah model pembeljaran yang menitikberatkan pada kemampuan diskusi siswa. Pada model pembeljaran ini peserta didik juga dituntut untuk memilih sendiri topik/materi pelajaran yang mereka akan investigasi dalam kelompoknya. Falshcard adalah kartu kilas yang berfungsi untuk sebagai remainder atau pengingat. Flipchart adalah lembaran kertass yang dsatukan dengan menggunakan benda khusus (penjepit, spiral) sehingga menyerupai album atau kalender. Penelitian ini bertujuan untukl mengetahui: (a) Peningktan hasil belajar siswa, (b) Aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajan; (c) Keterampilan guru dalam mengelola pembeljaran dan (d) Respon siswa terhadap model pembelajaran group investigation dengan berbantuan media flash card dan flipchart. Subjekk dalam penelitian ini yaitu siswa kelas VIIIc SMP Inshafuddin Banda Aceh yang berrjumlah 21 orang. Pengumpulan data dilakukan denga/n menggunakan lembar soal; lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; lembar pengamatan keterampilan guru dan lembar respon siswa. Analiisis data menggunakan statistik deskriptif kuantitatif. Materi pembelajaran dalam penelitian ini adalah fungsi dan peran sumber daya alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 16 siswa yang tuntas pada siklus ke I, 18 siswa tuntas pada sikluske II dan 19 tuntas pada siklus kee III, persentase ketuntasan klasikal meningkat, dari angka 60% pada siklus I, 70% pada siklus II dan 90% pada siklus III; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat dari siklus I sampai dengan siklus III, pada siklus I dari 11 aktivitas 5 aktivitas yang belum tuntas, 4 aktivitas pada siklus II, dan pada siklus ke III meningkat sesuai dengan standar waktu yang ditetapkan; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,56 pada siklus I dengan kategori baik, skor 3,1 pada siklus II dengan kategori baik dan 3,26 pada siklus III dengan kategori baik; (4) Respon siswa, terhadap model pembelajaran group investigation dengan berbantuan media flash card dan flipchart dapat dikatakan baik, 85 persen dari 21 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui model pembelajaran group investigation dengan berbantuan media flash card dan flipchart dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBASIS SMONG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MITIGASI BENCANA SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI I SIMEULUE TENGAH Siti Rahayu; Abdul Wahab Abdi; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Discovery Learning merupakan suatu metode pembelajaran untuk mengembangkan cara berpikir aktif setiap peserta didik dengan cara peserta didik, menemukan, menyelidiki sendiri, bahan pembalajaran sehingga pengetahuan diperoleh akan bertahan lama dalam ingatan. Smong artinya air laut naik setelah terjadinya gempa bumi, Smong adalah sebuah konsep kearifan lokal sederhana berfungsi sebagai alat sosialisasi bahwa akan terjadi tsunami. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik,  aktivitas guru dan peserta didik,  keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, respon peserta didik terhadap pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS SMA Negeri I Simeulue Tengah berjumlah 21 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar tes, instrumen pengamatan aktivitas guru dan peserta didik, instrumen pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon peserta didik terhadap pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pertama untuk siklus I peningkatan  persentase kelulusan Indvidual sebesar 52%, selanjutnya siklus II berjumlah 71% dan dilanjutkan untuk siklus III sebesar 90%. Penghitungan persen kelulusan klasikal berjumlah  50% di siklus I,  untuk siklus II terdapat peningkatan menjadi 70%  dan untuk siklus III mengalami peningkatan sebesar 90%. Kegiatan yang dilakukan guru dan peserta didik mengalami peningkatan secara bertahap, terdapat enam aktivitas yang tepat  di siklus I, terdapat tujuh kegiatan yang tercapai untuk siklus II,  selanjutnya untuk siklus III terdapat sepuluh kegiatan yang tepat. Kemampuan guru untuk mengelolah proses belajar pada siklus I memiliki skor 2,16 berarti sedang,  untuk siklus II  memiliki skor 2,87 berarti baik, dan   siklus III memperoleh skor 3,61 berarti sangat baik. Peserta didik terhadap pembelajaran yang berisi 10 pertanyaan bahwa 95,3% menyatakan setuju. Metode pembelajaran Discovery Learning berbasis Smong sangat menyenangkan dan siswa mudah memahami materi dalam melakukan proses pembelajaran
PENERAPAN PENDEKATAN KOOPERATIF DENGAN BANTUAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IS SMA NEGERI 1 PEUREULAK Rinda Kemala Askari; Syamsul Bardi; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul penerapan pendekatan kooperatif dengan bantuan LKPD untuk meningkatkan hasil belajar geografi siswa Kelas XI IS SMA Negeri 1 Peureulak. Rumusan masalah penelitian yaitu: apakah penerapan Lembar Kerja Peserta Didik dapat meningkatkan hasil belajar siswa; bagaimana aktivitas guru dan siswa dalam penerapan pendekatan kooperatif bantuan LKPD;bagamana keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dan bagaimana respon siswa dalam penerapan pendekatan kooperatif bantuan LKPD pembelajaran geografi siswa Kelas XI IS SMA Negeri 1 Peureulak. Penelitian dilakukan di Kelas XI IS SMA Negeri 1 Peureulak Kabupaten Aceh Timur semester genap tahun ajaran 2017/2018. Pencarian data menggunakan pre-test dan post-test, lembar pengamatan keterampilan guru, lembar aktivitas siswa guru, dan angket respon siswa, menggunakan analisis statistik deskriptif persentase. Subjek penelitian adalah seluruh siswa XI IS4 SMAN 1 Peureulak sebanyak 25 orang. dikatakan bahwa persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 60%  siklus jadi 68% siklus II dan 100% siklus III. Ketuntasan klasikal dari 28,5% pada siklus I jadi 71,4% siklus II dan 85% siklus III. Jumlah kesesuaian aktivitas guru siswa dari 4 aktivitas sesuai siklus I menjadi 6 aktivitas sesuai siklus II dan 8 aktivitas sesuai siklus III. Keterampilan guru mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,23 dengan kategori sedang siklus I menjadi 2,9 dengan kategori baik  siklus II dan 3,35 dengan kategori baik siklus III.  Pada umumnya siswa memberikan respon dengan baik dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran yang disampaikan guru. Maka dapat disimpulkan terjadi peningkatan hasil belajar dengan pendekatan kooperatif bantuan LKPD terhadap  hasil belajar siswa Kelas XI IS4 SMA Negeri 1 Peureulak.. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, LKPD, Hasil Belajar
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INDEX CARD MATCH PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII MTsN 4 RUKOH BANDA ACEH Khairana Zuhra; Abdul Wahab Abdi; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode ini bisa dikatakan sebagai desain dasar untuk seorang guru bagaimana cara menjalankan model pembelajaran yang bertanggung jawab. penempatan metode pembelajaran dianjurkan agar dapat berdiskusi dalam berikut serakan peserta didik selama pendadahan yang berlangsung agar hasil belajar menjadi optimal. Dan Terbagi kepada metode perdiskusian yang layak dan  bisa digunakan dalam proses pendadahan yaitu metode pembelajaran Course Review Horay dan Index Card Match dapat memberikan peningkatan pada kemampuan dan keaktifan  siswa dalam proses belajar. Ide pokok dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar murid diterapkan metode pendadahan Course Review Horay akan lebih baik dari pada model pembelajaran Index Card Match pada bidang IPS Terpadu uniit VII MTsN 4 Rukoh Banda Aceh. Tujuan observasi ini ialah untuk lebih tahu apakah hasil belajar murid diterapkan model pendadahan Course Review Horay lebih baik dari pada metode pembelajaran Index Card Match pada bidang IPS Terpadu unit VII MTsN 4 Rukoh Banda Aceh. Populasi dalam observasi ini ialah murid unit VII yang berjumlah 167 murid. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, diambil hanya murid Kelas VII-1 sebanyak 28 unit dan Kelas VII-2 sebanyak 34 murid. Teknik pengumpulan berkas berupa diberi test kepada murid, yakni pre-test dan post-test. Teknik olahan data dilakukan dengan uji beda. Hasil olahan  berkas observasi  diperoleh  thitung = -5,73 dan ttabel = 1,671 padataraf perbedaan 5% dengan dkebebasan = 60, yaitu thitung ttabel sehingga H0 diterima. Simpulan yang dapat diambil adalah hasil belajar murid kelas perobaan I yang diterapkan dengan metode pembelajaran Course Review Horay tidak lebih baik dari pada hasil belajar siswa kelas percobaan II yang ditterapkan dengan model pembelajaran Index Card Match pada bidang IPS Terpadu Kelas VII MTsN 4 Rukoh Banda Aceh. Kata kunci : hasil belajar, Course Review Horay, Index Card Match, IPS Terpadu
ANALISIS BUTIR SOAL GEOGRAFI KELAS XI SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2017/2018 DI SMA NEGERI KOTA LHOKSEUMAWE Nabila Amalia; Thamrin Kamaruddin; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah kualitas butir soal Geografi Kelas XI semester ganjil tahun pembelajaran 2017/2018 di SMA Negeri Kota Lhokseumawe telah memenuhi standar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas butir soal Geografi Kelas XI semester ganjil tahun pembelajaran 2017/2018 di SMA Negeri Kota Lhokseumawe. Hipotesis dalam penelitian ini adalah penyusunan butir soal geografi kelas XI semester ganjil tahun pembelajaran 2017/2018 di SMA Negeri Kota Lhokseumawe belum memenuhi standar kualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMAN Modal Bangsa Arun, SMAN 5 Lhokseumawe, dan SMAN 6 Lhokseumawe sebagai sampel penelitian. Objek penelitian meliputi butir soal tes dan hasil tes yang telah diujikan pada siswa. Pengumpulan data melalui dokumentasi. Hasil analisis data soal geografi menunjukkan bahwa validitas butir soal masih tergolong rendah dimana sebanyak 65,5% dari 96 butir soal tidak valid. Sedangkan reliabilitas butir soal berada pada interpretasi 0,200-0,399 dengan kategori rendah. Daya pembeda soal sebanyak 67,7% dari 96 butir soal berada pada kategori jelek, sehingga soal tersebut harus direvisi kembali. Tingkat kesukaran butir soal masih belum baik karena belum memenuhi kriteria tingkat kesukaran soal yang baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan secara keseluruhan soal yang digunakan guru geografi pada kelas XI semester ganjil di SMA Negeri Kota Lhokseumawe belum memenuhi standar kualitas soal yang baik untuk digunakan sebagai alat ukur hasil belajar siswa. Kata Kunci : validitas, reliabilitas, daya pembeda, tingkat kesukaran.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE CONSEPT MAPPING DENGAN MODEL DISCOVERY TIPE GUIDED DISCOVERY SISWA SMA NEGERI 11 BANDA ACEH Dina Nataya; . Hasmunir; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penataran sangat tergantung pada proses penelaahan, salah 1 cara yang dilaksanakan pengajar saat penataran adalah pemilihan metode dan model yang cocok maksudnya para pengajar bisa mengambil model yang cocok dan efektif agar menggapai target penataran. Terdapat banyak model penelaahan yang dapat dijadikan pilihan, diantaranya adalah model pembelajaran Consept Mapping dan Guided Discovery yang dapat meningkatkan hasil belajar, berpikir kritis dan jeli dalam menjawab soal. Rumusan masalah saat studi ini ialah apakah hasil belajar murid yang mempergunakan model pembelajaran Consept Mapping lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar murid yang menggunakan model Guided Discovery pada materi keragaman budaya Indonesia mapel Geografi di SMAN 11 Banda Aceh. Tujuan studi ini adalah agar mengetahui hasil belajar murid mempergunakan model pembelajaran Consept Mapping lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar murid yang menggunakan model Guided Discovery dalam mapel Geografi di SMAN 11 Banda Aceh. Studi ini mempergunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis telaah eksperimen. Populasi di studi ini ialah murid ruang 11 yang berjumlah 67 murid dengan reprensentatif yaitu Kelas XI-1 sebanyak 22 murid dan Kelas XI-2 sebanyak 20 murid. Teknik pengumpulan data berupa pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan menggunakan rumus uji-t. Hasil pengolahan diperoleh  dan . Sesuai dengan kriteria pengujian terima  jika . Berasaskan hasil pengolahan data diketahui sehingga diterima. Maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima, yaitu Hasil belajar Geografi dengan menggunakan model pembelajaran Consept Mapping lebih baik dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran Guided Discovery. Kata Kunci: perbandingan, hasil belajar, geografi, consept mapping, guided discovery