cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 227 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GIVING QUESTIONS AND GETTING ANSWER MENGGUNAKAN MEDIA PREZI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII DI SMP N 2 BANDA ACEH Intan PErmata Sari; . Hasmunir; Dyah . Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran Giving Questions and Getting Answer adalah suatu model pembelajaran yang memudahkan guru dalam mengetahui keadaan siswa selama proses pembelajaran. Guru dapat mengetahui materi mana yang belum dipahami siswa dan materi yang sudah dipahami siswa. Tujuan dilakuka penelitian ini adalah: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru ketika mengelola pembelajaran; dan (4 Respon siswa terhadap model pembelajaran Giving Questions and Getting Answer menggunakan media Prezi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Banda Aceh yang sebanyak 28 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan (1) Soal pre-test dan post-test; (2) pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) pengamatan keterampilan guru; dan (4) respon siswa.Analisisdata menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 13 siswa yang tuntas pada siklus I, 18 siswa tuntas pada siklus II, dan 24 tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 50% pada siklus I, 70% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,66 pada siklus I dengan kategori baik, skor 3,11 pada siklus II dengan kategori baik, dan 3,71 pada siklus III dengan kategori sangat baik; (4) Respon siswa,terhadap model pembelajaran Giving Questions and Getting Answer menggunakan media Prezidapat dikatakan baik. Kata Kunci: penerapan, Giving Questions and Getting Answer, Prezi, hasil belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PADA PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Cut Khairul Rizqa; Alamsyah Taher; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran cooperative learning adalah model yang bertujuan untuk mencapai hasil belajar tidak hanya pada prestasi akademik tapi juga dapat membentuk sikap toleransi, menerima keberagaman, serta pengembangan pada keterampilan sosial, dengan pola belajar yang membentuk kelompok membuat siswa bisa menerapkan sifat kebersamaan serta kerja sama tim yang kompak. Untuk melatih keberanian siswa, dan mampu menciptakan kelas yang interaktif, efektif serta mampu mendorong para siswa untuk lebih aktif dan dapat membuat kelas menjadi lebih hidup  salah satu teknik yang harus digunakan adalah teknik Make a Match. Penggunaan teknik ini juga dapat  menghilangkan kebosanan siswa ketika pembelajaran berlangsung. Tujuan dari penelitian ini agar dapat mengetahui (1)Kemajuan dari hasil belajar peserta didik; (2) Kegiatan guru dan peserta didik didalam kelas; (3) Kemampuan  guru untuk  mengendalikan pembelajaran; dan (4)Tanggapan peserta didik terhadap pembelajaran. Peserta didik  ditingkat XI Sekolah Menengah Atas dijurusan  IPS SMA Negeri 12 Kota Banda Aceh yang berjumlah 29 orang merupakan tokoh utama dalam penelitian ini. Data yang telah dikumpulkan  merupakan hasil yang diperoleh dari percobaan tes kemampuan siswa, instrumen pengawasan kegiatan guru dan peserta didik, Sarana pengamatan kecakapan guru dalam mengurus  keberlangsungan prose belajar, dan angket respon peserta didik terhadap pembelajaran.Statistik deskriptif persentase merupakan metode yang digunakan untuk menganalisis data. Persentase menunjukkan (1) Pada siklus I jumlah ketuntasan individual adalah 40% pada siklus II meningkat menjadi 62% dan pada siklus III jumlah kenaikan persentase meningkat pada 90%. Dan perubahan  hasil penelitian pada ketuntasan klasikal pada siklus I berjumlah 40% ,  pada siklus II meningkat pada 60% terakhir pada siklus III meningkat ke 100%. (2) Peningkatan persentase juga terjai pada aktivitas guru dan peserta didik yang pada awalnya hanya terdapat 8 aktivitas pada siklus I dan setelahnya meningkat menjadi 9 aktivitas pada siklus II dan selanjutnyakembali meningkat mnjadi 10 aktivitas pada siklus III. (3) Kemampuan  guru mengendalikan pembelajaran juga mengalami peningkatan pada siklus I skor 2,3 (kategori sedang)  pada siklus II menjadi 3 (katagori baik) dan pada siklus III menjadi 3,7 (katagori sangat baik)
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE POSTER SESSION DENGAN TIPE PICTURE AND PICTURE PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X DI SMA NEGERI 1 SIGLI Al Rizki Damee; Abdul Wahab Abdi; daska Aziz
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Perbandingan Hasil Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Poster Session dengan Tipe Picture and Picture Pada Mata Pelajaran Geografi Kelas X di SMA Negeri 1 Sigli”. Rumusan masalah penelitiian ini adalah apakah hasil belajar peserta didik yang diajarkan dengan menggunakan model pembelejaran tipe Poster Session lebih baik dari pada model pembelajaran tipe Picture and Picture pada mata pelajaran Geografi Kelas X di SMA Negeri 1 Sigli. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelejaran tipe Poster Session lebih baik dari pada model pembelajaran tipe Picture and Picture pada mata pelajaran Geografi Kelas X di SMA Negeri 1 Sigli. Hipotesis dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran tipe Poster Session lebih baik dari pada siswa yang menggunakan model pembelajaran tipe Picture and Picture pada mata pelajaran geografi di SMA Negeri 1 Sigli. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas X IPS SMA Negeri 1 Sigli  tahun ajaran 20018/2019. Pengumpulan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling diamabil yakni kelas X IPS-1 berjumlah 22 siswa dan kelas X IPS-2 berjumlah 21 siswa. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data penelitian ini diperoleh thitung = 6,96 dan ttabel= 1,68 pada taraf signifikan 5% dan dk= 41. Artinya thitung ttabelsehingga Ha di terima. kesimpulan penelitian ini adalah hasil belajar Geografi siswa di SMA Negeri 1 Sigli yang diajarkan dengan model Poster Session lebih baik daripada model Picture and Picture pada mata pelajaran Geografi Kelas X di SMA Negeri 1 Sigli. Kata kunci: model pembelajaran, poster session, picture and picture, hasil belajar.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING MATA PELAJARAN GEOGRAFI SISWA SMAN 5 TAKENGON Liana Agustina; Thamrin Kamaruddin; Muhammad Okta Ridha Maulidian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul perbandingan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning dengan model pembelajaran Discovery Learing pada mata pelajaran geografi siswa SMAN 5 Takengon. Rumusan masalah pada penelitian ini yakni apakah hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran Discovery Learning pada mata pelajaran geografi di SMAN 5 Takengon. Tujuan dalam Penelitian yakni guna mengetahui hasil belajar siswa menggunakan  model pembelajaran Contextual Teaching and Learning lebih baik dari pada model Discovery Learning pada mata pelajaran geografi. Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dan juga berbentuk eksperimen. Popolasi pada penelitian yakni semua siswa kelas XII di SMA Negeri 5 Takengon yang berjumlah 110 orang. Pengambilan sampel  menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 51 siswa. Teknik  mengumpulan data menggunakan tes kepada siswa, yaitu dengan memberikan soal pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Hasil pengolahan data diperoleh thitung = 1,06 dan ttabel = 1,68 pada taraf signifikansi 5% dengan dk=49 artinya thitung≤ ttabel sehingga H0 diterima. Dapat disimpulkan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning tidak lebih baik atau sama dengan model pembelajaran Discovery Learning pada materi interaksi keruangan desa kota, mata pelajaran geografi di SMAN 5 Takengon Kabupaten Aceh Tengah.
HUBUNGAN KEMANDIRIAN BELAJAR DAN SELF-EFFICACY DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IS SMA NEGERI 1 PEUKAN BADA ACEH BESAR . Nurlaili; Abdul Wahab Abdi; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah utama pendidikan yaitu kurangnya sifat mandiri dan rasa yakin (self-efficacy) pada diri siswa. Dalam konteks belajar diperlukan sifat mandiri untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab pada diri peserta didik. Untuk itu diperlukan keyakinan yang tinggi yang dapat membantu sifat mandiri tumbuh dan berkembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kemandirian belajar dan self-efficacy dengan hasil belajar geografi siswa kelas XI IS SMA Negeri 1 Peukan Bada Aceh Besar. Populasi penelitian ini kelas XI IS1  dan XI IS2  dengan jumlah 43 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara yaitu, dokumentasi, angket dan tes. Pengujian hipotesis menggunakan regresi ganda, koefisien  determinasi  berganda,  koefisien  korelasi  ganda  dan uji  F.  Berdasarkan pengolahan data diperoleh nilai koefisien determinasi berganda sebesar 23%, sisanya 77%  dipengaruhi  oleh  faktor  lain.  Koefisien  korelasi  Ganda  pada  penelitian  ini sebesar 0,47 yang berarti terdapat korelasi taraf sedang. Hasil pengujian si gnifikansi diperoleh Fhitung Ftabel yaitu 5,95 3,23 yaitu terima Ha, artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara hubungan kemandirian belajar dan self-efficacy dengan hasil belajar geografi kelas XI IS SMA Negeri 1 Peukan Bada Aceh Besar. Hal tersebut berarti bahwa semakin baik kemandirian belajar dan self-efficacy pada diri siswa maka akan meningkatkan hasil belajar pada pada bidang studi geografi. Kata kunci: kemandirian belajar, self-efficacy, hasil belajar geografi.
HUBUNGAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS DAN GAYA BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI MTsN 1 BANDA ACEH Ichsan Firmansyah; Abdul Wahab Abdi; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertajuk hubungan kemampuan guru dalam mengelola kelas dan gaya belajar siswa dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu di MTsN 1 Banda Aceh. Rumusan masalah studi ini ialah apakah adanya hubungan kemampuan pengajar mengolah ruang dan gaya telaah murid akan perolehan telaah murid di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Banda Aceh. Selanjutnya Studi ini berharap agar menjelaskan hubungan  keterampilan pengajar mengolah ruang dan gaya telaah murid akan perolehan telaah murid di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Banda Aceh. Peneliti berhipotesis bahwa ada koneksi yang signifikansi sekitar keterampilan pengajar saat mengolah ruang dan gaya telaah murid dengan hasil belajar siswa dalam mapel IPS Terpadu di MTsN 1 Banda Aceh. Populasi studi ialah murid ruang 8 Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Banda Aceh. Penarikkan sampel dikerjakan menggunakan teknik Simple Random Sampling yang dipilih selaku random tiada mengamati tingkatan dan jumlah sampel yaitu sebanyak 44 murid. Penimbunan bukti dilaksanakan menggunakan teknik angket dan dokumentasi. Teknik pengerjaan bukti menggunakan statistik korelasi ganda, diperoleh hasil koefisien korelasi 0,20 pada kategori rendah dengan koefisien determinasi berganda (R2) = 4 %. Berasakan perolehan perbandingan sekitar Fhitung dan Ftabel bisa didapati bahwasanya 0,85 3,23. Perolehan percobaan hipotesisnya ialah terima H0. Perihal ini memperlihatkan bahwasanya tidak adanya koneksi yang signifikansi sekitar keterampilan pengajar saat mengolah ruang dan gaya belajar siswa akan hasil telaah murid di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Banda Aceh. Kata Kunci: pengelolaan kelas, gaya belajar siswa
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DENGAN TWO STAY TWO STRAY PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII SMP NEGERI 2 MESJID RAYA ACEH BESAR . Marzia; M Yusuf Harun; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telaah dalam eskperimen ini memakai jenis pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw dan Two Stay Two Stray (TSTS) dengan maksud untuk membuktikan benarkah hasil belajar siswa memakai model pembelajaran berkelompok Tipe Jigsaw lebih bagus dibandingkan dengan TSTS pada pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII SMPN 2 Mesjid Raya Aceh Besar. Hipotesis dari eksperimen ini ialah hasil belajar siswa memakai model pembelajaran Tipe Jigsaw lebih bagus dibandingkan dengan model pembelajaran Tipe TSTS pada pelajaran IPS Terpadu Siswa Kelas VIII SMPN 2 Mesjid Raya Aceh Besar. Eksperimen ini memakai statistik kuantitatif dalam analisis data dengan populasinya yaitu siswa Kelas VIII sebanyak 111 orang. Sampel diambil dengan teknik Purposive Sampling yakni siswa Kelas VIII-1 berjumlah 28 orang dan Kelas VIII-2 berjumlah 27 orang. Data dikumpulkan melalui pemberian soal pre-test dan post-test dan hipotesis dianalisis dengan rumus Uji-t. Hasil penghitungan didapatkan thitung = 1,75 sedangkan ttabel = 1,67 pada taraf signifikan 5% dan dk = 53, jadi thitungttabel sehingga terima Ha. Dengan demikian, disimpulkan bahwa hasil belajar siswa memakai model pembelajaran kooperatif Tipe Jigsaw lebih bagus bila dibandingkan dengan model pembelajaran Tipe TSTS pada pelajaran IPS Terpadu  siswaa Kelas VIII SMPN 2 Mesjid Raya Aceh Besar. Kata Kunci: Perbandingan, Hasil Belajar, Jigsaw, TSTS, IPS Terpadu
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN IPS TERPADU YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER DENGAN QUESTION STUDENT HAVE DI SMP NEGERI 3 INGIN JAYA KABUPATEN ACEH BESAR Vivi Hayatun Nufus; Thamrin Kamaruddin; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Perbandingan Hasil Belajar Peserta Didik Mata Pelajaran IPS Terpadu yang Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Giving Question and Getting Answer dengan Question Student Have di SMP Negeri 3 Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Rumusan masalah dalam percobaan ini ialah apakah hasil belajar peserta didik yang menerapkan bentuk Giving Question And Getting Answer lebih baik dari pada hasil belajar peserta didik yang menggunakan model Question Student Have. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah hasil belajar peserta didik mata pelajaran IPS Terpadu yang menggunakan model pembelajaran kooperatif Tipe Giving Question and Getting Answer lebih baik dari pada bentuk pengkajian Question Student Have. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 3 Ingin Jaya. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, diambil hanya dua kelas yaitu kelas VIII-1 dan kelas VIII-2 sebanyak 56 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pemberian test kepada peserta didik, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengolahan data dilakukan dengan uji-t. Sesuai hipotesis terima Ha apabila thitung ttabel. Berdasarkan Hasil pengolahan data diperoleh thitung ttabel yang artinya Ha diterima. Simpulan dari penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik mata pelajaran IPS Terpadu yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Giving Question and Getting Answer lebih baik dari pada hasil belajar yang menggunakan model pembelajaran Question Student Have di SMP Negeri 3 Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STAD BERBANTUAN MEDIA KOTAK KARTU MISTERI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII-B MTsS OEMAR DIYAN INDRAPURI Rizki Fajrina; Abdul Wahab Abdi; Dyah Rahmani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STAD merupakan model pembelajaran yang menekankan kepada proses kerjasama dalam kelompok dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran. Tujuan yang ingin dicapai dalam penerapan model ini tidak hanya keberhasilan siswa secara individu dalam menguasai materi belajar, namun harus adanya unsur kerjasama untuk menguasai materi belajar. Media kotak kartu misteri adalah salah satu jenis media yang dikombinasikan dengan permainan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2)  Aktifitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; (4)  Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran STAD berbantuan media kotak kartu misteri. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-B MTsS Oemar Diyan Indrapuri yang berjumlah 34 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan (1) Soal pre-test dan post-test; (2)  Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4)  Lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 24 siswa tuntas pada siklus I, 27 siswa tuntas pada siklus II dan 30 siswa tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal juga meningkat dari 60% pada siklus I, 70% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2)  Aktivitas guru dan siswa meningkat dari perolehan skor 2,58 pada  siklus I dengan kategori sedang, 2,91 siklus II dengan kategori baik, dan 3,11 pada siklus II  dengan kategori baik; (4)  Respon siswa terhadap model pembelajaran STAD berbantuan media kotak kartu misteri dapat dikatakan baik. 88,82% atau pada umumnya menyatakan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran STAD berbantuan media kotak kartu misteri sangat menyenangkan dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Penelitian ini membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran STAD berbantuan media kotak kartu misteri dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-B  MTsS Oemar Diyan Indrapuri. Kata Kunci: STAD, Kotak Kartu Misteri, Hasil Belajar, IPS Terpadu
HUBUNGAN NILAI MATA KULIAH METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN LINGKUNGAN HIDUP DENGAN SIKAP TERHADAP PEMANASAN GLOBAL MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNSYIAH ANGKATAN 2016-2017 Yuni Santi; Thamrin Kamaruddin; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul penelitian ini adalah hubungan nilai mata kuliah meteorologi klimatologi dan pendidikan kependudukan lingkungan hidup dengan sikap terhadap pemanasan global mahasiswa jurusan pendidikan geografi FKIP Unsyiah angkatan 2016-2017. Rumusan masalah ialah apakah terdapat hubungan nilai mata kuliah Meteorologi Klimatologi dan Pendidikan Kependudukan Lingkungan Hidup dengan Sikap Terhadap Pemanasan Global mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah angkatan 2016-2017. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan nilai mata kuliah Meteorologi Klimatologi dan Pendidikan Kependudukan Lingkungan Hidup dengan Sikap Terhadap Pemanasan Global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah angkatan 2016-2017 yang berjumlah 103 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dengan teknik sampling purposive. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Yamane yaitu 82 mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi yaitu DPNA nilai mata kuliah meteorologi klimatologi dan nilai pendidikan kependudukan lingkungan hidup dan kuesioner untuk nilai sikap terhadap pemanasan global. Teknik pengolahan data menggunakan korelasi kendall. Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian korelasi nilai meteorologi klimatologi dengan sikap terhadap pemanasan global diperoleh 0,15 dan hasil uji signifikansi 1,92 yang berarti tidak terdapat korelasi yang signifikan dan menggambarkan tingkat  hubungan yang sangat lemah. Kemudian hasil uji korelasi nilai pendidikan kependudukan lingkungan hidup dengan nilai sikap terhadap pemanasan global diperoleh koefisien korelasi 0,10 dan hasil uji signifikansi 1,25 yang berarti tidak terdapat korelasi yang signifikan dan menggambarkan tingkat hubungan yang sangat lemah