cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 227 Documents
PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA BIDIKMISI DENGAN NON BIDIKMISI JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNSYIAH TAHUN 2016 Esi Marlija; Abdul Wahab Abdi; Muhammad Okta Ridha Maulidian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini tentang perbandingan prestasi belajar mahasiswa bidikmisi dengan mahasiswa non bidikmisi Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah tahun 2016. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah prestasi belajar mahasiswa bidikmisi lebih baik dari mahasiswa non bidikmisi pada Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah. Hipotesis dalam penelitian ini adalah prestasi belajar mahasiswa bidikmisi lebih baik dibandingkan dengan prestasi belajar mahasiswa non bidikmisi Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Tahun 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah penerima bidikmisi dan non bidikmisi angkatan 2016 yang berjumlah 47 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tes yang diberikan kepada mahasiswa bidikmisi dan mahasiswa non bidikmisi. Hasil tes diolah menggunakan teknik analisis data denggan uji-t. Hasil dari penghitungan dengan menggunakan uji-t diperoleh thitung = 4,93. Sedangkan ttabel pada taraf signifikan 0,05 dengan dk = (n1 + n2 – 2) yaitu 25 + 22 – 2 = 45 sehingga didapat ttabel = 1,68. Berdasarkan kriteria pengujian yaitu terima Ha jika thitung ttabel. Hasil penelitian ini menunjukan thitung ttabel, maka terima Ha. Artinya prestasi belajar mahasiswa bidikmisi lebih baik dibandingkan dengan prestasi belajar mahasiswa non bidikmisi Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Tahun 2016
KORELASI NILAI MATA KULIAH KAJIAN MATERI GEOGRAFI SMA DAN NILAI MATA KULIAH KAJIAN MATERI SMP DENGAN NILAI MATA KULIAH MAGANG KEPENDIDIKAN III MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNSYIAH ANGKATAN 2015 Elvika Zuray; Daska Azis; Novia Zalmita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata Kuliah Kajian Materi Geografi SMA, Kajian Materi SMP, dan Magang Kependidikan III merupakan mata kuliah wajib pada jurusan pendidikan Geografi. Mahasiswa jurusan pendidikan Geografi diwajibkan lulus mata kuliah Kajian Materi Geografi SMA, Kajian Materi SMP sebelum melakukan praktik magang Kependidikan III. Nilai mata kuliah kumulatif Kajian Materi Geografi SMA, Kajian Materi SMP, Magang Kependidikan III diperoleh mahasiswa dari kuis, ujian tengah semester, dan nilai akhir semester. Rumusan masalah dala penelitian ini adalah apakah terdapat korelasi nilai mata kuliah Kajian Materi Geografi SMA dan nilai mata kuliah Kajian Materi SMP, dengan Mata Kuliah Magang Kependidikan III?.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi nilai mata kuliah Kajian Materi Geografi SMA dan nilai mata kuliah Kajian Materi SMP dengan nilai mata kuliah Magang Kependidikan III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa jurusan pendidikan Geografi angkata 2015 yang sudah lulus mata kuliah Kajian Materi Geografi SMA, Kajian Materi SMP, dan Magang Kependidikan III yangg berjumlah 29 orang, dikarenakan jumlah populasinya sedikit maka seluruh populasi dijadikan sampel. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling yang dipilih dengan ketentuan tertentu yaitu berjumlah 29 orang. Pengumpulah data dilakukan dengan teknik studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi ganda sebesar 0,3074 yang tergolong dalam hubungan rendah dengan koefisien determinasi berganda sebesar 9,44%. Uji hipotesis diperoleh hasil bahwa nilai Fhitung Ftabel (1,35 3,37) yaitu terima H0 maka dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan yang signifikan anatara mata kuliah Kajian Materi Geografi SMA dan mata kuliah Kajian Materi SMP dengan mata kuliah Magang Kependidikan III  Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Anggota 2015.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN WINDOW SHOPPING BERBANTUAN MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 16 BANDA ACEH Reza Wirana; Abdul Wahab Abdi; Muhammad Okta Ridha Maulidian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran Window Shopping salah satu model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar aktif jika dikolaborasikan dengan Multimedia yang tepat. Multimedia sangat cocok digunakan dalam pembelajaran yang diharapkan dapat mengaktifkan indera pendengaran dan indera pandang siswa sehingga akan mengoptimalkan hasil belajar siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu melihat apakah ada peningkatan terhadap hasil belajar siswa, aktifitas guru dan siswa ,keterampilan guru dan bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran. Pendekatann yang digunakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dalam penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI SMA Negeri 16 Banda Aceh yang berjumlah 20 siswa. Data yang dikumpulkan melalui tes, observasi, dan angket. Analisis data menggunakan statistic deskriptif persentase. Hasil pengolahan data memperlihatkan bahwa ketuntasan individual pada siklus I sebanyak 60% klasikal 70%. Pada siklus II meningkat untuk individual 85% klasikal 80%. Selanjutnya pada siklus III ketuntasannya meningkat menjadi 90% secara individual dan secara klasikal menjadi menjadi 90%. Aktivitas guru dan siswa pada siklus I sampai siklus III telah mencerminkan penerapan pembelajaran Window Shopping pada siklus I 6 pada siklus II 8 dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I diperoleh skor 2,57 dengan katagori sedang, pada siklus II meningkat menjadi 2,85 dengan katagori baik dan 3,37 dengan katogeri baik pada siklus III. Respon siswa pada terhadap pembelajaran Window Shopping berbantuan multimedia dapat dikatakann baik, semua siswa berpendapat bahwa pembelajaran Window Shopping berbantuan multimedia dapat membantu siswa memahami dan membuat suasana belajar aktif dan menyenangkan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXPLICIT INSTRUCTION SOFTWARE QGIS DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XII MAN MODEL BANDA ACEH Nurmala Sari Dewi; Abdul Wahab Abdi; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk megetahui peningkatan terhadap hasil belajar siswa, aktifitas guru dan siswa dalam pembelajaran, keterampilan guru mengelolah pembelajaran serta bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Data dikumpulkan melalui tes, observasi dan angket. Analisis data menggunakan statistik deskripptif persentase. Hasil pengolahan data memperlihatkan bahwa ketuntasan individual pada siklus I sebanyak 43%, klasikal 30%. Pada siklus II meningkat untuk individual menjadi 70% dan klasikal 60%. Kemudian pada siklus III ketuntasannya meningkat menjadi 93% secara individual dan secara klasikal menjadi 90%. Aktifitas guru dan siswa pada siklus I terdapat 7 aktifitas yang sesuai dengan persentase 64%, pada siklus II aktifitas yang sesuai menjadi 9 dengan persentase 82% dan pada siklus III meningkat menjadi 11 dengan persentase 100%. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I dengan skor 2,39 kategori sedang, pada siklus II terjadi peningkatan 3,18 kategori baik dan pada siklus III menjadi 3,91 dengan kategori sangat baik. Respon siswa keseluruhannya, sebanyak 97% siswa di Kelas XII-1 menyatakan dapat memahami, termotivasi, menyenangkan dan dapat menjawab soal evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa model Explicit Instruction Software QGIS dapat meningkatkan hasil belajar Geografi siswa Kelas XII MAN Model Banda Aceh
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN WORD SQUARE BERBANTUAN MEDIA TEKA-TEKI SILANG UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII MTS ULUMUL QUR’AN BANDA ACEH . Fajriani; Abdul Wahab Abdi; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul Penerapan Model Pembelajaran Word Square Berbantuan Media Teka-Teki Silang Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII MTs Ulumul Qur’an Banda Aceh. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penerapan model pembelajaran Word Square berbantuan media Teka-teki Silang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di MTs Ulumul Qur’an Banda Aceh tanggal 24 April-7 Mei 2019. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 yang berjumlah 28 siswa. Pengambilan data menggunakan (1) Lembaran pertanyaan; (2) Lembar observasi kegiatan guru dan siswa; (3) Lembar observasi keterampilan guru; (4) Lembar tanggapan peserta didik. Analisis data dengan statistik descriptive persentase. Hasil penelitian; (1) ketuntasan individual meningkat dari 71% disiklus I menjadi 89% disiklus II dan 93% disiklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 50% disiklus I menjadi 80% disiklus II dan 90% disiklus III. (2) persentase kesesuaian aktivitas murid dan guru meningkat dari 4 tercapai disiklus I menjadi 6 disiklus II dan 8 disiklus III. (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,7 (kategori baik) disiklus I menjadi 3,18 (katgori baik) disiklus II dan 3,8 (kategori sangat baik) disiklus III. (4) Umumnya atau 93,5% respon siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Word Square berbantuan media Teka-teki Silang sangat baik. Berlandaskan hasil belajar siklus I, II, dan III maka penerapan model pembelajaran Word Square berbantuan media Teka-teki Silang dapat meningkatkan hasil belajar siswa
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU BERDASARKAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA SISWA KELAS VIII MTSN 4 RUKOH BANDA ACEH . Erniati; Abdul Wahab Abdi; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil belajar merupakan tingkat pengetahuan, sikap positif dan keterampilan yang diperoleh siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran. Tingkat pendidikan orang cukup mempengaruhi prestasi dan hasil belajar seorang siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat tidaknya perbedaan hasil belajar IPS Terpadu berdasarkan tingkat pendidikan orang tua siswa kelas VIII. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTsN Rukoh Banda Aceh berjumlah 233 siswa dari 7 kelas. Penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel berupa Simple Random Sampling, yaitu siswa kelas VIII berjumlah 70 siswa dari 7 kelas sebagai objek. Hasil penelitian yang dilakukan menggunakan statistik uji t, sehingga memperoleh hasil thitung = 2. Kemudian hipotesis tersebut dapat dibandingkan dengan hasil ttabel pada taraf signifikan 5% dengan ketentukan dk sebanyak 68 dari tabel distribusi t, sehingga diperoleh nilai ttabel = 1,66. Hal ini sesuai dengan kriteria pengujian terima ha jika thitung ttabel selain dari pada itu terima ho. Hasil pengolahan memperlihatkan bahwa, thitung ttabel(thitung= 2 ttabel = 1,66) sehingga ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa, hasil belajar siswa IPS Terpadu siswa kelas VIII MTsN Banda Aceh dengan latar belakang tingkat pendidikan orang tua tinggi lebih baik dibandingkan siswa dengan tingkat pendidikan orang tua menengah
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEKTUAL TEACHING AND LEARNING BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 9 BANDA ACEH Silvya Anggrainy; Daska Azis; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneliti menerapkan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Berbantuan Media Audio Visual untuk menjawab tatangan tersebut dikarenakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning Berbantuan Media Audio Visual merupakan satuan kegiatan belajar yang melibatkan kemampuan sisiwa dituntut untuk menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Penelitian ini berupa PTK yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan dari hasil belajar, aktivitas, keterampilan guru dan respon siswa. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas XI IPS2 SMA Negeri 9 Banda Aceh yang berjumlah 28 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Analisis pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru dan (4) Angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Dengan hasil sebagai berikut (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 35% pada siklus I menjadi 61% pada siklus II dan 82% pada siklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 62,5% pada siklus II dan 87,5% pada siklus III. (2) Jumlah aktivitas guru dan siswa meningkat dari 6 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III. (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,48 dengan kategori sedang pada siklus I menjadi 2,85 dengan kategori baik pada siklus II dan 3,37 dengan kategori baik pada siklus III. (4) Respon siswa pada umumnya menyatakan setuju bahwa penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning Berbantuan Media Audio Visual sangat menyenangkan dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Berdasarkan hasil belajar siklus I, II, dan III maka dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning Berbantuan Media Audio dapat meningkatkan hasil belajar siswa
LATAR BELAKANG NARAPIDANA DAN POLA PEMBINAAN DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB SIGLI Nurul Rahmah; Abdul Wahab Abdi; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, tanpa adanya pendidikan tidak mungkin terjadi proses sosial dalam masyarakat. Pendidikan secara personal dapat memberikan perbaikan nasib atau status seseorang. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tindak pidana yang dilakukan narapidana berdasarkankan latar belakang narapidana dan  pola pembinaan narapidana di Rutan Kelas IIB Sigli. Penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Rutan Kelas IIB Sigli dengan sampel yaitu seluruh narapidana di Rutan Kelas IIB Sigli yang berjumlah 362 orang. Hasil analisis data diketahui tindak pidana narkotika merupakan tindak pidana terbanyak yang berjumlah 281 orang atau 78%, tindak pidana pencurian 28 orang atau 8%, tindak pidana perlindungan anak 22 orang atau 6%, tindak pidana kehutanan 6 orang 2%, tindak pidana korupsi 5 orang 1%, tindak pidana penganiyayan 5 orang atau 1%, tindak pidana penipuan 5 orang atau 1%, KDRT 4 orang atau 1%, tindak pidana penadahan 2 orang atau 0,5%, tindak pidana penggelapan 2 orang atau 0,5%, pelangaran lalu lintas 1 orang atau 0,5%, dan tindak pidana pornografi 1 orang atau 0,5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan narapidana di Rutan Kelas IIB Sigli paling banyak berumur antara 30-39 tahun dengan tingkat pendidikan SMA/MA/SMK, dan bekerja sebagai wirawasta dengan tindak pidana tertinggi yaitu narkotika.
IDENTIFIKASI MODAL SOSIAL SANTRI DAYAH TERPADU DARUL IHSAN TGK. H. HASAN KRUENG KALEE KABUPATEN ACEH BESAR . Hendrawan; Daska Azis; M Hafizul Furqan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah sebagai sebuah lembaga pendidikan mempunyai tujuan utama membentuk manusia yang cerdas dan baik maka sekolah memiliki tanggung jawab dalam pendidikan karakter bagi peserta didik. Salah satu upaya mewujudkan peserta didik yang memiliki integritas moral adalah dengan menumbuhkan modal sosial. Modal sosial adalah seperangkat sumber daya yang melekat pada keluarga dan organisasi sosial seperti lembaga pendidikan. Pada lembaga pendidikan modal sosial dapat dilihat berdasarkan: (1) Kepercayaan, (2) Jaringan sosial dan (3) Norma. Dayah merupakan sebuah lembaga pendidikan Islam yang ada di Aceh memiliki multifungsi sebagai pusat aktivitas belajar mengajar maupun sebagai pembentukan karakter umat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana modal sosial santri Dayah Terpadu Darul Ihsan Tgk. H. hasan Krueng Kalee Kabupaten Aceh Besar?. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi modal sosial santri pada Dayah Terpadu Darul Ihsan Tgk. H. Hasan Krueng Kalee Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 196 orang santri pada Kelas XII. Teknik yang digunakan dalam menentukan sampel penelitian menggunakan teknik Purposive Sampling yaitu teknik pengambilan sample dengan pertimbangan tertentu. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan angket kepada responden. Data tersebut dianalisis menggunakan rumus persentase statistik deskriptif. Hasil pengolahan data diperoleh bahwa dari 29 santri Dayah Terpadu Tgk. H. Hasan Krueng Kalee dapat diketahui bahwa modal sosial santri sebanyak 2 responden (7%) berada pada kategori sangat tinggi, 8 responden (28%) berada pada kategori tinggi, 10 responden (34%) berada pada kategori sedang, 7 responden (24%) berada pada kategori rendah, dan 2 responden (7%) berada pada kategori sangat rendah. Saran bagi peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian perbandingan untuk mengetahui peran lembaga pendidikan dayah dan lembaga pendidikan umum dalam menumbuhkan modal sosial peserta didik
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING DENGAN BERBANTUAN MEDIA QUICK ON THE DRAW UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BLANGKEJEREN Julita Wati; Abdul Wahab Abdi; Muhammad Okta Ridha Maulidian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran Reciprocal Teaching merupakan model pembelajaran terbalik karena siswa berperan menjadi guru untuk menyampaikan materi pelajaran. Media Quick On The Draw adalah media yang digunakan untuk pembelajaran dalam kerja tim dengan strategi cepat menjawab pertanyaan. Pengkajian ini dilakukan untuk melihat (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru terhadap pembelajaran; (4) Respon siswa terhadap pembelajaran. Pokok pengkajian siswa kelas VIII-4 SMP Negeri 1 Blangkejeren berjumlah 26 siswa. Akumulasi data memakai lembar tes yaitu pre-test dan post-test, instrumen aktivitas guru dan siswa, instrumen keterampilan guru terhadap pembelajaran, dan angket respon siswa terhadap pembelajaran. Analisis data menggunakan statistik desktriptif persentase. Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) Ketuntasan individual pada siklus I sebesar 35%, menjadi 77% siklus II dan 96% pada siklus III. Ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 40%, menjadi 60% siklus II, dan 90% pada siklus III. (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat dari 8 aktivitas yang sesuai pada siklus I, menjadi 11 aktivitas pada siklus II, dan 12 aktivitas pada siklus III. (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari 2,5 berkategori sedang pada siklus I, menjadi 3,2 berkategori baik pada siklus II, dan 3,6 berkategori sangat baik pada siklus III. (4) Respon siswa sebanyak 93,1% siswa menjawab “Ya” bahwa penerapan model pembelajaran Reciprocal Teaching berbantuan media Quick On The Draw merupakan model yang menyenangkan untuk diterapkan dan membuat siswa lebih bersemangat untuk mengikuti pelajaran. Disimpulkan bahwa model pembelajaran Reciprocal Teaching dengan berbantuan media Quick On The Draw dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Blangkejeren.