cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 227 Documents
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN MEDIA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS 2 MAN 4 ACEH BESAR Ilham Maulana; Daska Azis; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai akibat perbuatan belajar dan dapat diamati melalui penampilan peserta didik. Salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar yaitu melalui proses pembelajaran seperti penerapan metode pembelajaran group investigation. Group investigation (GI) merupakan metode pembelajaran kooperatif yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari secara mandiri materi-materi atau informasi yang akan dipelajari melalui berbagai sumber seperti internet dan juga buku-buku terkait. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu melihat apakah ada peningkatan terhadap hasil belajar siswa, bagaimana aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dan respon siswa terhadap pembelajaran. Penelitian bertujuan untuk: (1) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa; (2) aktivitas guru dan siswa; (3) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran (4) respon siswa terhadap pembelajaran. Subjek penelitian adalah siswa Kelas XI IPS 2 berjumlah 27 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar tes, instrumen pengamatan aktivitas guru dan siswa, instrumen pengamatan keterampilan guru dalam mengelola  pembelajaran, dan angket respon siswa terhadap pembelajaran. Hasil analisis data dihitung secara statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada setiap siklus baik secara individual maupun klasikal; (2) Aktivitas guru dan siswa mengalami peningkatan kesesuaian, dari 11 aktivitas 6 aktivitas yang sesuai pada siklus I, meningkat menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II, kemudian meningkat hingga 10 aktivitas sesuai pada siklus III; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran mengalami peningkatan cukup baik, pada siklus I dengan perolehan skor 2,5 dengan kategori sedang, skor 3,4 pada siklus II dengan kategori baik, dan siklus III mencapai skor 3,7 dengan kategori sangat baik; dan (4) Respon terhadap pembelajaran yang berisi 10 pertanyaan sekitar 80,7% siswa menyatakan penerapan metode pembelajaran Group Investigation berbantuan media TIK sangat membantu siswa dalam memahami materi, melatih berbicara aktif, dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas XI IPS 2 MAN 4 Aceh Besar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA PUZZLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA IPS TERPADU KELAS VIII SMP INSHAFUDIN Okris Mutiara; Abdul Wahab Abdi; M Hafizul Furqan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya yang bisa dilakukan agar dapat mengatasi rendahnya hasil belajar siswa serta kurangnya keaktifan siswa adalah dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning. Model pembelajaran Project Based Learning merupakan model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai inti dari pembelajaran. Puzzle adalah jenis teka teki menyusun potongan-potongan gambar yang belum utuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar peserta didik; (2) Aktivitas guru dan peserta didik; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; (4) Respon peserta didik terhadap pembelajaran. Subjek penelitian ini ialah siswa kelas VIII IPS Terpadu SMP Inshafudin berjumlah 21 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar tes yaitu pre-test dan post-test, instrument pengamatan aktivitas guru dan peserta didik, instrumen pengamatan keterampilan guru mengelola pembelajaran, dan angket respon peserta didik terhadap pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif persentase.Hasil penelitian menunjukkan (1) Persentase ketuntasan individual meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 71% pada siklus II dan 85% pada siklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 40% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II dan 90% pada siklus III. (2) Aktivitas guru dan peserta didik meningkat dari 4 aktivitas yang sesuai pada siklus II menjadi 8 aktivitas pada siklus II dan 9 aktivitas pada siklus III. (3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,55 (kategori sedang) pada siklus I menjadi 3,05 (kategori baik) pada siklus II dan 3,35 (kategori baik) pada siklus III. (4) Respon peserta didik yang berisi 10 pertanyaan, 94% peserta didik menjawab ‘ya’ bahwa penerapan model pembelajaran Project Based Learning berbantuan media puzzle merupakan model yang menyenangkan dan membantu peserta didik memahami materi dan membantu peserta didik meningkatkan hasil belajar. Saran dari peneliti kepada guru agar menggunakan model PJBL dan puzzle dalam proses pembelajaran IPS Terpadu.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THE POWER OF TWO BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PESERTA DIDIK KELAS X IPS SMA NEGERI I LEMBAH SEULAWAH Irma Liana; Daska Azis; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran Kooperatif Tipe The Power Of Two, Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar Peserta didik; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; (4) Respon siswa terhadap pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Lembah Seulawah dengan jumlah 21 peserta didik. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar tes yaitu pre-test dan post-test, instrumen aktivitas guru dan siswa, instrumen keterampilan guru terhadap pembelajaran, dan angket respon siswa terhadap pembelajaran. Analisis data menggunakan statistik desktriptif persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Ketuntasan individual pada siklus I sebesar 38%, menjadi 67% pada siklus II dan 95% pada siklus III. Ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 33%, menjadi 50% siklus II, dan 92% pada siklus III. (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat dari 7 aktivitas yang sesuai pada siklus I, menjadi 11 aktivitas pada siklus II, dan 12 aktivitas pada siklus III. (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari 2,5 berkategori sedang pada siklus I, menjadi 3,2 berkategori baik pada siklus II, dan 3,7 berkategori sangat baik pada siklus III. (4) Respon siswa sebanyak 93,3% siswa menjawab “Ya” bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe The Power Of Two berbantuan media Audio Visual merupakan model yang menyenangkan untuk diterapkan dan membantu peserta didik memperoleh peningkatan hasil belajar karena peserta didik lebih mudah memahami materi pelajaran dan membuat peserta didik lebih bersemangat untuk mengikuti pelajaran.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN KEMATANGAN KARIR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2014-2016 Siti Sarah; Abdul Wahab Abdi; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan tertinggi dalam jalur pendidikan formal merupakan sarana dalam mengembangkan sumber daya manusia. Hal ini diwujudkan melalui adanya lulusan yang memiliki kompetensi atau keahlian tertentu dan daya kompetitif yang baik. Jenjang perguruan tinggi merupakan salah satu gerbang menuju dunia kerja untuk para pelajar yang memutuskan melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan. Penelitian ini berjudul hubungan konsep diri dan dukungan orraring tua dengan kematangan karir mahasiswa jurusan pendidikan geografi universitas syiah kuala angkatan 2014-2016, rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah terdapat hubungan yang positif dan signifikan konsep diri dan dukungan orang tua dengan kematangan karier. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala, subjek dalam penelitian ini mahasiswa jurusan pendidikan geografi angkata 2014-2016 yang berjumlah 64 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan angket dan tes. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif.Hasil pengelohan data penelitian diperoleh tingkat hubungan konsep diri dan dukungan orang tua dengan kematangan karir Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi adalah 0,178 yang merupakan hubungan yang negatif  dan memiliki  tingkat hubungan yang rendah. Koefisien determinasi ganda dari  variabel konsep diri dan dukungan orang tua dengan kematangan karir hanya sebesar 3,14% dan sisanya 96,86% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Berdasarkan uji hipotesis menunjukkan bahwa Fhitung Ftabel dengan perbandingan nilai Fhitung dan Ftabel yaitu, 0,99 3,15 yang berarti Ho diterima. Artinya dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri (X1) dan dukungan orang tua (X2) dengan kematangan karir (Y) mahasiswa jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA SMP NEGERI 3 INGIN JAYA Khairun Nisak; Thamrin Kamaruddin; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together dengan menggunakan media animasi untuk meningkatkan hasil belajar IPS Terpadu siswa SMP Negeri 3 Ingin Jaya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada peningkatan terhadap hasil belajar siswa, aktifitas guru dan siswa, keterampilan guru dan bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran. Tujuan dalam penelituan ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, aktifitas guru dan siswa, keterampilan guru dan respon siswa terhadap pembelajaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dalam bentuk penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Ingin Jaya yang berjumlah 20 siswa. Data dikumpulkan melalui tes, observasi dan angket. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil pengolahan data memperlihatkan bahwa ketuntasan individual pada siklus I sebanyak 50%, klasikal 40%. Pada siklus II ketuntasan individual meningkat menjadi 74%. Klasikal 60%. Selanjutnya pada siklus III ketuntasannya meningkat menjadi 95% secara individual dan secara klasikal menjadi 90%. Aktivitas guru dan siswa pada siklus I terdapat 8 aktifitas yang sesuai, pada siklus II aktifitas yang sesuai menjadi 9 dan pada siklus III meningkat menjadi 11. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I diperoleh skor 2,3 dengan kategori sedang, pada siklus II meningkat menjadi 3,1 dengan kategori baik dan pada siklus III menjadi 3,9 dengan kategori sangat baik. Respon siswa pada umumnya baik, sebanyak 95% siswa di Kelas VIII menyatakan dapat memahami, termotivasi, menyenangkan dan dapat menjawab soal evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa model Learning Together dengan menggunakan media animasi dapat meningkatkan hasil belajar IPS Terpadu siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Ingin Jaya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEACHING GAME TEAM BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PESERTA DIDIK KELAS XI IS SMA NEGERI 1 TEUPAH BARAT KABUPATEN SIMEULUE Susanti Susanti; Alamsyah Taher; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran Teaching Game merupakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik karena dapat melibatkan seluruh aktivitas peserta didik tanpa perbedaan status, sedangkan guru berperan sebagai pembimbing peserta didik. Media Audio Visual adalah media yang digunakan untuk pembelajaran dalam kerja kelompok untuk mempermudah peserta didik memahami materi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui (1) Peningkatan hasil belajar peserta didik; (2) Aktivitas guru dan peserta didik; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; (4) Respon peserta didik terhadap pembelajaran. Subjek penelitian ini ialah peserta didik kelas XI IS SMA Negeri 1 Teupah Barat Kabupaten Simeulue dengan jumlah 24 peserta didik. Pengumpulan data penelitian menggunakan lembar tes yaitu pre-test dan post-test, instrumen aktivitas guru dan peserta didik, instrumen keterampilan guru terhadap pembelajaran, dan angket respon peserta didik terhadap pembelajaran. Analisis data menggunakan statistik desktriptif persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Ketuntasan individual pada siklus I sebesar 42%, menjadi 62% pada siklus II dan 96% pada siklus III. Ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 33%, menjadi 50% siklus II, dan 92% pada siklus III. (2) Aktivitas guru dan peserta didik meningkat dari 8 aktivitas yang sesuai pada siklus I, menjadi 11 aktivitas pada siklus II, dan 12 aktivitas pada siklus III. (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari 2,5 berkategori sedang pada siklus I, menjadi 3,2 berkategori baik pada siklus II, dan 3,7 berkategori sangat baik pada siklus III. (4) Respon peserta didik sebanyak 93,75% peserta didik menjawab “Ya” bahwa penerapan model pembelajaran Teaching Game Team berbantuan media Audio Visual merupakan model yang menyenangkan untuk diterapkan dan membantu peserta didik memperoleh peningkatan hasil belajar karena peserta didik lebih mudah memahami materi pelajaran dan membuat peserta didik lebih bersemangat untuk mengikuti pelajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN MEDIA PROJECTED MOTION BERBANTUAN MEDIA PROJECTED MOTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 8 BANDA ACEH Cut Ulva Mutia Sari; Abdul Wahab Abdi; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan sebuah usaha untuk meningkatkan pengembangan diri siswa agar lebih berkualitas, memiliki kemampuan berpikir aktif. Discovery Learning adalah salah satu model untuk mengembangkan cara belajar aktif dengan menemukan sendiri dan menyelidiki sendiri permasalahan sehingga hasil belajar tahan lama dalam ingatan peserta didik. Dengan dibantu media projected motion yang dapat mengvisualisasikan penjelasan guru. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan hasil belajar peserta didik; (2) aktivitas guru dan peserta didik; (3) keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dan; (4) respon peserta didik. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS1 SMA Negeri 8 Banda Aceh yang berjumlah 30 peserta didik.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar tes, instrumen pengamatan aktivitas guru dan peserta didik, instrumen pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon peserta didik. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif persentase. Berdasarkan ketuntasan individual pada siklus I menunjukan persentase sebesar 10%, siklus II meningkat menjadi 70%, dan siklus III meningkat menjadi 93%. Untuk ketuntasan klasikal pada siklus I 10%, siklus II 60% dan siklus III meningkat menjadi 90%. Kegiatan yang dilakukan guru dan peserta didik mengalami peningkatan bertahap dari 11 kegiatan yang dilakuakan, pada siklus I terdapat 7 kegitan yang tercapai, pada siklus II teerdapat 8 kegiatan yang tercapai, dan pada siklus ke III meningkat menjadi 11 kegiatan. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I memiliki skor 2,43 berarti sedang, siklus II mendapat skor 2,82. berarti baik, dan siklus III mendapat skor 3,63 berarti sangat baik. Respon peserta didik terhadap pembelajaran terdapat 94% menyatakan bahwa model pembelajaran Discovery Learning berbantuan media projected motion membuat peserta didik mudah memahami materi dalam pembelajaran. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES BERBANTUAN APLIKASI MOVIE MAKER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMAN 1 DARUL IMARAH ACEH BESAR Muliani Muliani; Thamrin Kamaruddin; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran Examples Non Examples berbantuan aplikasi Movie Maker adalah model yang menampilkan vidoe atau gambar sebagai contoh untuk dianalisis. Penelitian bertujuan untuk: (1) Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Darul Imarah Aceh Besar; (2) Mengetahui aktivitas guru dan siswa; (3) Mengetahui keterampil guru dalam mengelola pembelajaran (4) Respon siswa setelah penggunaan model pembelajaran Examples Non Examples berbantuan aplikasi Movie Maker. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI IPS 1 SMAN 1 Darul Imarah yang berjumlah 20 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan  tes hasil belajar, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon siswa menggunakan penerapan model Examples Non Examples berbantuan  aplikasi Movie Maker. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peningkatan hasil belajar mengalami peningkatan pada setiap siklus baik secara individual maupun klasikal; ketuntasan individual pada siklus I sebanyak 35%, klasikal 40%, pada siklus II meningkat untuk individual menjadi 65%, klasikal 60%, selanjutnya siklus III ketuntasan individual meningkat menjadi 85% dan klasikal menjadi 90%.  (2) Aktivitas guru dan siswa mengalami peningkatan kesesuaian yakni, dari 12 aktivitas 6 aktivitas yang sesuai pada siklus I, meningkat menjadi 9 aktivitas sesuai pada siklus II, kemudian meningkat hingga 11 aktivitas sesuai pada siklus III; (3) keterampilan guru dalam mengolah pembelajaran mengalami perubahan cukup baik, pada siklus I dengan perolehan skor 2,2 dengan kategori sedang, meningkat mejadi baik dengan perolehan skor 2,8 pada siklus II, dan meningkat lagi pada siklus III mencapai skor 3,2 dengan kategori baik; dan (4) sekitar 93,5% atau pada umumnya peserta didik kelas XI IPS 1 menyatakan ya, bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Examples Non Examples berbantuan aplikasi Movie Maker sangat membantu siswa memahami materi secara mendalam, melatih berbicara secara aktif.
HUBUNGAN PENGETAHUAN GREEN CAMPUS DENGAN GREEN BEHAVIOUR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNSYIAH Fathnun Nadhila; Daska Azis; M Hafizul Furqan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan lingkungan muncul dan berdampak dari perilaku manusia yang tidak memelihara kelestarian lingkungan. Keadaan tersebut tercermin pada masyarakat, termasuk dikalangan mahasiswa. Universitas telah menerapkan program peduli lingkungan dengan nama Green Campus. Program green campus diharapkan dapat melahirkan insan-insan yang memiliki perilaku berwawasan lingkungan/green behaviour. Green behaviour merupakan salah satu karakter yang sangat penting dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini kampus atau universitas sebagai role model dalam menjalankan program penjagaan lingkungan, dan menjadi contoh bagi masyarakat sekitar. Rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimanakah hubungan antara pengetahuan green campus dengan green behaviour mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan green campus dengan green behaviour mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Sampel penelitian ini terdiri dari 46 mahasiswa yang diambil dengan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengen pemberian angket. Analisis data menggunakan aplikasi SPPS versi 26. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan green campus berhubungan dengan green behaviour pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah. Dimana hasil angka korelasi sebesar 0,604 artinya pengaruh variabel X terhadap Y tergolong kategori sedang. Hubungan ini ditandai dari nilai Sig 0,000 0,05. Jika dilihat angka determinansi sebesar 0,365 yang jika dipersentasekan maka hubungan kedua variabel tersebut sebesar 36,5% dan sisanya 63,5% dipengaruhi oleh yang lain. Simpulan ialah terdapat hubungan pengetahuan green campus dengan green behaviour mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah.
KORELASI STRATEGI SELF REGULATED LEARNING DAN PROKRATINASI AKADEMIK DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 LABUHAN HAJI BARAT Kintan Aprillia; Alamsyah Taher; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 2 (2021): Mei 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil belajar merupakan suatu perubahan tingkah laku peserta didik melalui proses kegiatan belajar. Kegiatan belajar menjadi suatu kewajiban yang harus dijalani oleh peserta didik, tidak jarang perubahan tingkah laku dalam belajar juga sering terjadi oleh peserta didik, baik itu self regulated learning maupun prokratinasi akademik sehingga mempengaruhi hasil belajar yang didapatkan oleh peserta didik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada korelasi antara strategi self regulated learning dan prokratinasi akademik dengan hasil belajar geografi peserta didik di SMA Negeri 1 Labuhan Haji Barat Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara strategi self regulated learning dan prokratinasi akademik dengan hasil belajar geografi peserta didik di SMA Negeri 1 Labuhan Haji Barat Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini seluruh peserta didik SMA Negeri 1 Labuhan Haji Barat berjumlah 432. Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah cluster sampling berjumlah 76. Pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis data dapat dikemukakan bahwa nilai koefisien regresi ganda  dan koefisien korelasi ganda sebesar 0,491 pada kategori sedang dengan koefisien determinasi sebesar 24,1%. Uji hipotesis menunjukan bahwa    atau 11,6 3,13 yang berarti Ha diterima. Hasil penelitian ini menunjukan adanya korelasi yang signifikan antara self regulated learning dan prokratinasi akademik dengan hasil belajar geografi peserta didik SMA Negeri 1 Labuhan Haji Barat