cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 227 Documents
HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN KEMATANGAN KARIR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2014-2016 Siti Sarah; Abdul Wahab Abdi; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan tertinggi dalam jalur pendidikan formal merupakan sarana dalam mengembangkan sumber daya manusia. Hal ini diwujudkan melalui adanya lulusan yang memiliki kompetensi atau keahlian tertentu dan daya kompetitif yang baik. Jenjang perguruan tinggi merupakan salah satu gerbang menuju dunia kerja untuk para pelajar yang memutuskan melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan. Penelitian ini berjudul hubungan konsep diri dan dukungan orraring tua dengan kematangan karir mahasiswa jurusan pendidikan geografi universitas syiah kuala angkatan 2014-2016, rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah terdapat hubungan yang positif dan signifikan konsep diri dan dukungan orang tua dengan kematangan karier. Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala, subjek dalam penelitian ini mahasiswa jurusan pendidikan geografi angkata 2014-2016 yang berjumlah 64 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan angket dan tes. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil pengelohan data penelitian diperoleh tingkat hubungan konsep diri dan dukungan orang tua dengan kematangan karir Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi adalah 0,178 yang merupakan hubungan yang negatif dan memiliki tingkat hubungan yang rendah. Koefisien determinasi ganda dari variabel konsep diri dan dukungan orang tua dengan kematangan karir hanya sebesar 3,14% dan sisanya 96,86% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Berdasarkan uji hipotesis menunjukkan bahwa Fhitung Ftabel dengan perbandingan nilai Fhitung dan Ftabel yaitu, 0,99 3,15 yang berarti Ho diterima. Artinya dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri (X1) dan dukungan orang tua (X2) dengan kematangan karir (Y) mahasiswa jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala
HUBUNGAN MINAT MENJADI GURU DAN DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN HASIL BELAJAR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA Rini Yuliani; Abdul Wahab Abdi; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat dan dukungan orang tua termasuk faktor yang berasal dari dalam dan luar diri mahasiswa yang memberikan pengaruh secara tidak langsung untuk peningkatan hasil belajar mahasiswa. Akan tetapi, tidak semua mahasiswa memilih jurusan sesuai dengan minatnya, dukungan orang tua merupakan sistem dukungan yang sangat diperlukan selain dukungan sosial lainnya. Mahasiswa yang memiliki minat yang tinggi serta dukungan dari kedua orang tua akan memberikan dampak yang baik terhadap hasil belajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah terdapat hubungan minat menjadi guru dan dukungan orang tua dengan hasil belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan minat menjadi guru dan dukungan orang tua dengan hasil belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan tes. Hasil penelitian ini  bahwa persamaan regresi ganda sebesar Y = 34,69+ X1 + 0,37X2, artinya kedua variabel bebas tersebut memberikan pengaruh positif terhadap variabel terikat. Korelasi ganda sebesar 0,35 yang berarti hubungan X1 dan X2 dengan Y dalam kategori rendah. Koefesien determinansi berganda 12,25% sisanya 87,75% disebabkan oleh vaiabel lain. Uji hipotesis menunjukkan bahwa Fhitung Ftabelatau 3,70  3,18 yang berarti Ha diterima. Kesimpulannya terdapat korelasi secara signifikansi hubungan minat menjadi guru dan dukungan orang tua dengan hasil belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala
HUBUNGAN LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA DAN KEDISIPLINAN DENGAN INDEKS PRESTASI BELAJAR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNSYIAH ANGKATAN 2017 Inda Permata Sari; Abdul Wahab Abdi; Novia Zalmita
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan teman sebaya adalah lingkungan sosial yang pertama bagi mahasiswa dalam belajar hidup bersama dengan orang lain yang bukan anggota keluarga. Kedisiplinan adalah kehidupan upaya mengendalikan diri dari sikap mental individu atau masyarakat dalam mengembangkan kepatuhan dan ketaatan terhadap peraturan dan tata tertib berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dari dalam hatinya dan indeks prestasi belajar adalah nilai rata-rata dari seluruh mata kuliah yang telah diambil oleh mahasiswa. Rumusan masalah dalam penelitian  adalah apakah terdapat hubungan positif dan signifikan antara lingkungan teman sebaya dan kedisiplinan dengan indeks prestasi belajar mahasiswa jurusan pendidikan geografi Fkip Unsyiah Angkatan 2017. Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah mahasiswa angkatan 2017 jurusan pendidikan geografi Fkip Unsyiah yang berjumlah 63 mahasiswa dan diambil sampel sebanyak 39 mahasiswa dengan menggunakan teknik proportional sampel. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien ganda sebesar 0.55 yang artinya terdapat hubungan signifikan dengan koefisien determinasi berganda = 3,33%. Uji hipotesis membandingkan bahwa Fhitung dengan Ftabel yaitu 0,17 3,36 maka Ho diterima yang artinya tidak terdapat hubungan signifikan antara Teman sebaya (X1) dan kedisiplinan (X2) dengan indeks prestasi belajar (Y). mahasiswa angkatan 2017 Jurusan Pendidikan FKIP Geografi Unsyiah
HUBUNGAN MATA KULIAH FISIKA GEOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNSYIAH ANGKATAN 2015 Manwar Livery; Abdul Wahab Abdi; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem informasi geografis merupakan sistem yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola, dan menampilkan informasi geografis.  Mata kuliah Fisika geografi dan mata kuliah pengindraan jauh merupakan dua faktor yang mana secara teori diperkirakan akan mempengaruhi peningkatan mata kuliah sistem informasi geografis. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah terdapat hubungan antara mata kuliah fisika geografi dan mata kuliah pengindraan jauh dengan mata kuliah sistem informasi geografis Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara mata kuliah fisika geografi dan mata kuliah pengindraan jauh dengan mata kuliah sistem informasi geografis mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah. Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi penelitian adalah mahasiswa angkatan 2015 yang sudah mengambil mata kuliah fisika geografi, pengindraan jauh, sistem informasi geografis Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah yang berjumlah 60 mahasiswa dan diambil sampel sebanyak 32 mahasiswa. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi ganda sebesar 0,54 yang artinya terdapat hubungan dalam kategori yang rendah, dengan koefisien determinasi berganda = 29,16%. Uji hipotesis menunjukkan bahwa Fhitung lebih kecil dari Ftabel atau 0,59 3,33 yang berarti terima H0yang artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara nilai mata kuliah fisika geografi dan mata kuliah pengindraan jauh dengan nilai mata kuliah sistem informasi geografis mahasiswa Jurusan Pendidikan FKIP Unsyiah Angkatan 2015.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROPES (REVIEW, OVERVIEW, PRESENTANTION, EXERCISE, SUMMARY) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PESERTA DIDIK KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 KOTA JANTHO Sukma Hayati; Novia Zalmita; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran ROPES merupakan salah satu model pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk meningkatkan kreatifitas kemampuan perorangan maupun kelompok dalam menyelesaikan persoalan, meningkatkan kemampuan kerjasama dalam kelompok melalui komunikasi yang efektif, serta mempresentasikan ide-idenya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar belajar peserta didik,  aktivitas guru dan peserta didik,  keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, respon peserta didik terhadap pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPS SMA Negeri 1 Kota Jantho berjumlah 21 peserta didik. Pengumpulan data dikumpulkan dengan menggunakan lembar tes, instrumen pengamatan aktivitas guru dan peserta didik, instrumen pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon peserta didik terhadap pembelajaran. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pertama siklus I peningkatan  persentase kelulusan indvidual sebesar 38%, selanjutnya siklus II berjumlah 76% dan dilanjutkan untuk siklus III sebesar 85%. Penghitungan persen kelulusan klasikal berjumlah  40% di siklus I,  untuk siklus II terjadi peningkatan menjadi 70% dan untuk siklus III mengalami peningkatan sebesar 90%. Kegiatan yang dilakukan guru dan peserta didik mengalami peningkatan secara bertahap, terdapat enam aktivitas yang tepat  di siklus I, terdapat tujuh kegiatan yang tercapai untuk siklus II,  selanjutnya untuk siklus III terdapat sepuluh kegiatan yang tepat. Kemampuan guru untuk mengelolah proses belajar pada siklus I memiliki skor 2,45 berarti sedang,  untuk siklus II  memiliki skor 2,8 berarti baik, dan   siklus III memperoleh skor 3,5 berarti baik. Peserta didik terhadap pembelajaran yang berisi 10 pertanyaan bahwa 95,3% menyatakan setuju., model pembelajaran ROPES membuat peserta didik mudah memahami materi dalam melakukan proses pembelajaran.
KORELASI KEAKTIFAN DALAM KEGIATAN ORGANISASI SEKOLAH DAN GAYA BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 2 BANDA ACEH Zahratul Idami; Abdul Wahab Abdi; Muhammad Okta Ridha Maulidian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keaktifan ialah kata yang menunjukkan peran seseorang dalam suatu kegiatan termasuk organisasi sekolah. Peran anggota dalam organisasi sangatlah penting sehingga siswa yang aktif dalam kegiatan organisasi dianggap sebagai orang yang memiliki intelektual tinggi karena mampu menggerakkan dan mengembangkan organisasi.  Gaya belajar siswa yang aktif dalam organisasi sekolah berbeda antara satu dengan lainnya karena setiap orang memiliki caranya sendiri guna menyerap, mengatur serta mengolah informasi yang diterima. Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh melalui proses belajar dengan pengaruh dari faktor keaktifan dalam kegiatan organisasi sekolah dan gaya belajar. Rumusan masalah pada penelitian ini ialah apakah terdapat hubungan positif dan signifikan terkait keaktifan dalam kegiatan organisasi sekolah dan gaya belajar dengan prestasi belajar mata pelajaran geografi siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Banda Aceh. Tujuan dari penelitian guna mengetahui korelasi keaktifan dalam kegiatan organisasi sekolah dan gaya belajar dengan prestasi belajar Geografi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 2 Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif serta jenis penelitian korelasional. Populasinya ialah siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Banda Aceh yang aktif dalam kegiatan organisasi sekolah. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling, dipilih dengan pertimbangan tertentu yakni berjumlah 23 siswa. Data dikumpulkan dengan teknik angket, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa nilai koefisien korelasi ganda sebesar 0,30 di mana tergolong dalam hubungan rendah dengan koefisien determinasi berganda sebesar 9%. Uji hipotesis diperoleh hasil bahwa nilai Fhitung lebih kecil dari Ftabel yakni 0,99 3,49 maka terima H0 atau tidak terdapat hubungan yang signifikan antara keaktifan kegiatan organisasi sekolah serta gaya belajar dengan prestasi belajar geografi siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 2 Banda Aceh.
HUBUNGAN ANTARA MINAT MENJADI GURU DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN HASIL BELAJAR MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNSYIAH Astuti Capah; Abdul Wahab Abdi; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat dan motivasi merupakan faktor yang secara teori sangat mempengaruhi peningkatan hasil belajar. Semakin tinggi motivasi berprestasi mahasiswa semakin baik pula dalam memperoleh hasil belajar akademiknya, semakin rendah motivasi berprestasi mahasiswanya maka semakin rendah pula hasil belajar akademik yang diperolehnya. Hasil belajar adalah sejauh mana penguasaan materi perkuliahan dikarenakan adanya proses perubahan sikap dan perilaku mahasiswa dalam berbagai aspek yang ditekuninya sehingga terjadi suatu perbedaan yang jelas antara sebelum mahasiswa tersebut belajar dan sesudah belajar, kemampuan yang dimiliki oleh mahasiswanya yang mencakup aspek kognitif, afektif, serta psikomotorik yang akan dievaluasi setiap akhir pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah apakah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara minat menjadi guru dan motivasi berprestasi dengan hasil belajar mahasiswa jurusan pendidikan geografi fkip Unsyiah. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui hubungan antara minat menjadi guru dan motivasi berprestasi dengan hasil belajar mahasiswa jurusan pendidikan geografi fkip Unsyiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa jurusan pendidikan geografi angkatan 2017. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple Random Sampling atau pengambilan secara acak. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik angket serta dokumentasi. Hasil analisis regresi ganda diperoleh Y = 74,95 + -0,076 X1 + 0,042 X2 dan koefisien korelasi ganda sebesar 0,23 yang artinya terdapat hubungan yang rendah dengan koefisien determinasi berganda  = 5,29%.. Uji hipotesis menunjukkan bahwa Fhitung lebih kecil dari Ftabel atau 1,005 3,26 maka H0 diterima. Kesimpulannya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara antara minat menjadi guru dan motivasi berprestasi dengan hasil belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DAN LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMA NEGERI 2 BANDA ACEH . Megawati; Abdul Wahab Abdi; Muhammad Okta Ridha Maulidian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh merupakan cara seseorang untuk memberikan bimbingan, asuhan serta didikan terhadap orang lain, seperti halnya kedua orang tua yang membimbing anak-anaknya. Lingkungan teman sebaya merupakan suatu tempat untuk saling berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki tingkat usia dan status yang sama. Hasil belajar merupakan pencapaian bentuk perubahan perilaku yang cenderung menetap dari ranah kognitif, afektif, dan psikomotoris dari proses belajar yang dilakukan dalam waktu tertentu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan pola asuh orang tua dan lingkungan teman sebaya dengan hasil belajar geografi siswa SMA Negeri 2 Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan pola asuh orang tua dan lingkungan teman sebaya dengan hasil belajar geografi siswa SMA Negeri 2 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS sebanyak 65 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling berjumlah 39 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket (skala likert) dan dokumentasi nilai ujian semester ganjil 2019-2020. Hasil Pengolahan data diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,259 dan data koefisien determinasi atau koefisien penentu (KD) = 6,70%. Kemudian uji signifikansi diperoleh nilai Fhitung = 1,29 dan Ftabel = 3,26% pada taraf signifikansi (α) = 5% atau 0,05 dengan dkpembilang = 2 dan dkpenyebut 39-2-1 = 36. Sesuai dengan kaidah keputusan yaitu jika Fhitung Ftabel atau 1,29 3,26 maka terima H0, artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan lingkungan teman sebaya dengan hasil belajar geografi siswa.
HUBUNGAN PEMANFAATAN INTERNET DAN FASILITAS BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 TAPAKTUAN Niafuri Satriani; Abdul Wahab Abdi; Daska Azis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 3 (2020): Agustus 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet dan fasilitas belajar saat ini  menjadi hal yang muncul dari dalam pribadi siswa yang dapat membuat siswa menjadi siswa yang membanggakan. Kecuali, penggunaan internet yang baik jika fungsinya tidak digunakan secara baik  akan menjadikan itu menjadi hal yang tidak  berpengaruh positif untuk hasil belajar siswa. Perlengkapan dan managemen dari fasilitas itu sendiri memberikan sesuatu yang baik untuk kelancaran pembelajaran di setiap sekolah. Penelitian  ini bertema Hubungan Pemanfaatan Internet dan Fasilitas belajar dengan Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tapaktuan Rumusan masalah yaitu  adakah hubungan pemanfaatan internet dan fasilitas belajar dengan hasil belajar Geografi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tapaktuan?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi penelitian adalah semua murid yang terdapat di kelas XI IPS SMA Negeri 1 Tapaktuan terdiri dari 61 siswa, penelitian ini disebut dengan penelitian populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan dokumentasi. Hasil analisis regresi ganda sebesar Y = 63,54+ X1 + 0,04X2 kemudian koefisien korelasi ganda sebesar 0,06 yaitu tidak terdapat adanya hubungan yang sangat rendah dan hasil koefisien determinasi berganda = 0,36%. Uji hipotesis menunjukkan bahwa Fhitung Ftabel  atau 0,10  3,15 yang berarti H0 diterima. Kesimpulannya tidak terdapat adanya hubungan yang signifikansi antara pemanfaatan internet dan fasilitas belajar dengan hasil belajar siswa SMA Negeri 1 Tapaktuan.
PERBANDINGAN KECERDASAN VISUAL-SPASIAL MAHASISWA UKM PECINTA ALAM DENGAN MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS SYIAH KUALA Mulyani Mulyani; Abdul Wahab Abdi; Mirza Desfandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan merupakan suatu potensi yang dibawa manusia sejak lahir dan dapat dikembangkan. Salah satu potensi kecerdasan yang dimiliki manusia adalah kecerdasan visual-spasial yaitu kemampuan untuk dapat memvisualisasikan gambar dan ruang secara akurat di dalam pikiran. Upaya untuk mengembangkan kecerdasan visual-spasial dapat dilakukan dengan mengikuti pendidikan formal atau bergabung ke dalam organisasi non-pendidikan, seperti Jurusan Pendidikan Geografi dan UKM Pecinta Alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kecerdasan visual-spasial mahasiswa UKM Pecinta Alam dengan mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa yang terlibat dalam UKM Pecinta Alam Leuser serta UKM Pecinta Alam pada lima fakultas dalam lingkungan Universitas Syiah Kuala serta seluruh mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi angkatan 2015-2017. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik Purposive Sampling dengan diambil 25% dari jumlah total mahasiswa angkatan 2015-2017 sehingga jumlah sampel mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi 38 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes. Data diolah dengan menggunakan uji-t sehingga hasil dalam pengolahan data diperoleh thitung = 2,85 dan ttabel= 2,39 pada taraf signifikansi 1% dengan dk = 74 artinya thitungttabelsehingga Haditerima. Dapat diambil kesimpulan bahwa kecerdasan visual-spasial mahasiswa UKM Pecinta Alam lebih baik dari pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Syiah Kuala.