cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 227 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPEPICTUREANDPICTUREBERBASIS PROJECTED MOTION UNTUKMENINGKATKANHASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII-6 SMP NEGERI 7 BANDA ACEH Khairi Sukma Dewi; . Hasmunir; M. Yusuf Harun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 1 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.809 KB)

Abstract

Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yaitu suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa tindakan, yang sengaja dimunculkan dan dalam kelas. Model pembelajaran Picture and Picture adalah suatu metode belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan  menjadi urutan logis. Pembelajaran Projected Motion yaitu sistem memutarkan vedio dan pengerakan media, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Peningkatan hasil belajar IPS Terpadu siswa kelas VII-6 SMP Negeri 7 Banda Aceh, aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran mencerminkan keterlaksanaan model pembelajaran Picture and Picture berbasis Projected Motion, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan model pembelajaran Picture and Picture berbasis Projected Motion dan respon siswa kelas VII-6 SMP Negeri 7 Banda Aceh. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-6 SMP Negeri7 Banda Aceh yang berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan: Tes hasil belajar siswa, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru mengelola pembelajaran dan angket respon siswa  menggunakan model pembelajaran Picture and Picture berbasis Projected Motion. Analisis data menggunakan statistik sederhana yaitu persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 81,2% menjadi 100% siswa yang tuntas belajar, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% menjadi 90%. Aktivitas guru dan siswa antara siklus I sampai siklus III telah mencermin kan penerapan model pembelajaran Picture and Picture berbasis Projected Motion. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Picture and Picture berbasis Projected Motion meningkat dari perolehan skor rata-rata 2,53 dengan katagori sedang menjadi3 dengan katagori baik dan respon siswa terhadap model pembelajaran Picture and Picture berbasis Projected Motion dapat dikatakan baik. 90,6 persen dari 32 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui model pembelajaran  Picture and Picture berbasis Projected Motion dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi interaksi manusia dengan lingkungan.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X IS-1 SMA NEGERI 8 BANDA ACEH Yayah Rodyah; Alamsyah Taher; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725 KB)

Abstract

Model pembelajaran learning cycle 7e merupakan model pembelajaran yang memusatkan perhatian siswa sehingga merangsang peserta didik untuk belajar. Audiovisual merupakan media berupa alat yang menggabungkan pengunaan suara dan penglihatan dalam pembelajaran. Dalam penelitian ini yang menjadi rumusan masalah  bagaimana peningkatan hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran serta respon siswa terhadap model pembelajaran.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran learning cycle 7e berbantuan media audiovisual. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IS-1 SMA Negeri 8 Banda Aceh yang berjumlah 25 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 18 siswa yang tuntas pada siklus I dan 24 siswa tuntas pada siklus II, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% pada siklus I dan 90% pada siklus II; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2 pada siklus I dengan kategori sedang dan skor 2,9 pada siklus II dengan kategori baik; (4) Respon siswa, terhadap model pembelajaran learning cycle 7e berbantuan media audiovisual dapat dikatakan baik. 96% dari 25 siswa berpendapat  bahwa dengan belajar melalui model pembelajaran learning cycle 7e berbantuan media audiovisual dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INTRODUCTION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMAN 2 BANDA ACEH Mutia Balkis; . Hasmunir; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.767 KB)

Abstract

Model pembelajaran problem based introduction merupakan sebuah model pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang peserta didik untuk belajar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar geografi siswa kelas XI SMAN 2 Banda Aceh dengan menerapkan model problem based introduction; (2) Aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran geografi dengan model problem based introduction; (3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran dengan model problem based introduction; dan (4) Respon siswa setelah pembelajaran dengan menggunakan model problem based introduction. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IIS 2 SMAN 2 Banda Aceh yang berjumlah 32 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru mengelola pembelajaran, dan angket respon siswa menggunakan model problem based introduction. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persentase ketuntasan individual pada siklus I sebesar 93% dengan 2 siswa dinyatakan tidak tuntas. Pada siklus II persentase ketuntasan individual mengalami peningkatan menjadi 96%. Hanya terdapat 1 siswa yang tidak tuntas secara individual pada siklus ini. Pada siklus III keseluruhan siswa dinyatakan tuntas belajar secara individual. Persentase ketuntasan klasikal pada siklus I sebesar 50%, siklus II meningkat menjadi 70% dan siklus III menjadi 90%; (2) Aktivitas guru dan siswa dari siklus I hingga siklus III sudah mencerminkan keterlaksanaan model problem based introduction; (3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran dengan menggunakan model problem based introduction mengalami peningkatan. Pada siklus I diperoleh skor rata-rata sebesar 3,65, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 3,7 dan siklus III dengan skor 3,8 yang dikategorikan baik sekali; (4) Respon siswa terhadap model problem based introduction dapat dikatakan baik sekali dengan 94% dari 32 siswa berpendapat bahwa pembelajaran menggunakan model problem based introduction dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi pelestarian lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan yang telah dipelajari.
PENERAPAN MEDIA FILM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII SMP NEGERI 10 KOTA BANDA ACEH Hammad Muhajir . Muhajir; Thamrin . Kamaruddin; Muhammad Yusuf Harun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.979 KB)

Abstract

Istilah media berasal dari kata latin yang merupakan bentuk kata medium yang berarti perantara atau pengantar pesan. Media film merupakan media yang dipergunakan untuk memvisualisasikan atau menyalurkan pesan dari sumber ke penerima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar Peserta didik; (2) Kegiatan guru dan Peserta didik; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dan (4) Respon siswa terhadap penerapan media film. Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMPN 10 Banda Aceh yaitu 25 orang. Materi pembelajaran dalam penelitian ini adalah potensi dan pemanfaatan sumber daya alam. Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) Persentase ketuntasan individual mengalami peningkatan dari 19 siswa yang tuntas pada siklus I, 22 pada siklus II dan 24 tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 60% di siklus I, 80% di siklus II dan 90% di siklus III; (2) Kegiatan guru dan peserta didik meningkat dari siklus I hingga siklus III, pada siklus I dari 8 aktivitas 3 aktivitas yang belum tuntas, 2 aktivitas pada siklus II, dan pada siklus ke III semuanya sudah tuntas; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,55 pada siklus I berkategori sedang, skor 2,66 di siklus II berkategori baik dan 3,49 di siklus III dengan berkategori baik; (4) Respon siswa terhadap penerapan media film bisa dikategorikan baik  yaitu 96 persen.
PENERAPAN PEMBELAJARAN PADA LABORATORIUM MULTIMEDIA DENGAN MENGGUNAKAN SOFTWARE MAXILAB UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII MTsN MODEL BANDA ACEH Rizqi Amalia MJ; Thamrin Kamaruddin; Syamsul Bardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (793.736 KB)

Abstract

 Penerapan Maxilab dalam pembelajaran merupakan sistem kontrol audio laboraturium bahasa yang bekerja di jaringan LAN komputer. Menggunakan audio streaming menghasilkan komunikasi suara yang jernih yang disertai sistem kontrol PC sehingga dapat juga digunakan sebagai alat pengajaran dalam sebuah laboraturium komputer biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap pembelajaran pada laboratorium multimedia dengan menggunakan software maxilab.Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-1 MTsN Model Banda Aceh yang berjumlah 30 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) Angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 63% pada siklus I menjadi 77% pada siklus II dan 93% pada siklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II dan 90% pada siklus III. (2) Jumlah aktivitas guru dan siswa meningkat dari 5 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III. (3) Keterampilan guru mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,5 dengan kategori sedang pada siklus I menjadi 3,1 dengan kategori baik pada siklus II dan 3,5 dengan kategori baik pada siklus III. (4) Pada umumnya atau sebanyak 90,33% siswa menyatakan setuju bahwa pembelajaran pada laboratorium multimedia dengan menggunakan software maxilab sangat menarik dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE CO-OP CO-OP DENGAN MEDIA VIDEO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII MTsN ANGKUP ACEH TENGAH . Irawati; . Hasmunir; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.809 KB)

Abstract

Model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op mengizinkan siswa untuk bekerja sama dalam kelompok kecil, pertama untuk kemajuan pemahaman mereka mengenai diri mereka sendiri dan berbagi pemahaman dengan teman-teman sebayanya, Co-op Co-op lebih mementingkan keterlibatan siswa sehingga siswa dapat berinteraksi dengan kelompoknya. Video merupakan bahan pembelajaran tampak dengar (audio visual) yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan/materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran dan respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op dengan media video. Subjek dan objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-2 MTsN Angkup Aceh Tengah yang berjumlah 26 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dan lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan individual pada siklus I 65%, pada siklus II 84% dan pada siklus III 96%. Ketuntasan klasikal pada siklus pertama 50%, pada siklus kedua 70% dan pada siklus ketiga 90%, aktivitas guru dan siswa dari siklus I sampai siklus III telah terjadi perubahan lebih baik dan sudah dikategorikan sesuai dengan standar waktu yang ditetapkan. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I memperoleh skor 2,6 dengan kategori baik, pada siklus II memperoleh skor 2,9 dengan kategori baik dan pada siklus III menjadi 3,50 dengan kategori baik. Respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op dengan media video dapat dikatakan baik, dengan persentase 96,2% dari 26 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Co-op Co-op  dengan media video dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE STAD MENGUNAKAN MEDIA ULAR TANGGA DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARANGEOGRAFI SISWA KELAS XI IS MAN DARUL ULUM KOTA BANDA ACEH Arif Rachman; Abdul Wahab Abdi; Syamsul Bardi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.014 KB)

Abstract

Model pembelajaran koperatif tipe STAD merupakan model yang menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran. Media ulartangga adalah sebuah permainan yang mengunakan dadu atau board game. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar peserta didik;(2) Aktivitas guru dan peserta didik; (3)Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon peserta didik terhadap model pembelajaran koperatif tipe STAD berbantuan media ulartangga. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IS MAN Darul Ulum Kota Banda Aceh dengan jumlah 22 orang. Pengambilan data diambil dengan menggunakan instrumen pembelajaran. Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) Persentase ketuntasan individual meningkat dari 17 siswa yang tuntas pada siklus I, 19 siswa tuntas di siklus II, dan 21 tuntas pada siklus III, ketuntasan klasikal pun mengalami peningkatan dari 60% pada siklus I, 80% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,53 pada siklus I dengan kategori sedang, skor 3,00 di siklus II dengan kategori baik, dan 3,30 pada siklus III dengan kategori baik; (4) Respon peserta didik, terhadap model pembelajaran koperatif tipe STAD berbantuan media ular tangga dapat dikatagorikan baik.
PENERAPAN KURIKULUM 2013 DENGAN MODEL DISCOVERY-INQUIRY BERBASIS BUKU GURU IPS TERPADU EDISI REVISI 2014 UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII MTsN MODEL BANDA ACEH Agus Maulana; Thamrin Kamaruddin; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.856 KB)

Abstract

Salah satu model pembelajaran yang dapat menciptakan  suasana belajar aktif  adalah model pembelajaran discovery-inquiry. Model ini merupakan salah satu dari tiga model yang disarankan dalam buku guru IPS Terpadu edisi revisi 2014 keluaran Kemendikbud dalam mengimplementasikan kurikulum 2013. Pada saat pembelajaran siswa akan dieksplorasi kemampuannya dalam memecahkan masalah yang dipelajari, mulai dari mengamati video pembelajaran yang ditampilkan, mengidentifikasi masalah, mengumpulkan data, mengolah data dan mempresentasikan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan respon siswa ketika pembelajaran menggunakan model discovery-inquiry. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-4 MTsN Model Banda Aceh yang berjumlah 36 orang. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 70% (siklus I) menjadi 91% (siklus III). Aktivitas guru dan siswa telah mencerminkan keterlaksanaan model discovery-inquiry. Pada siklus I, terdapat 4 dari 11 aktivitas guru dan siswa yang masih belum sesuai. Kemudian pada siklus II, terdapat 2 dari 10 aktivitas yang masih belum sesuai. Lalu pada siklus III, hanya terdapat 1 aktivitas dari 12 aktivitas yang belum sesuai. Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran mengalami peningkatan dari 2,66 kategori baik (siklus I), 2,98 kategori baik (Siklus II) dan meningkat menjadi 3,29 kategori baik (Siklus III). Respon siswa terhadap model pembelajaran discovery-inquiry dapat dikatakan baik, yaitu 94 persen dari 36 siswa mengatakan bahwa dengan belajar menggunakan model discovery-inquiry dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi IPS Terpadu yang dipelajari
PENERAPAN METODE MIND MAPPING BERBANTUAN GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SMP NEGERI 7 BANDA ACEH Muhammad Rizki; Thamrin Kamaruddin; Abdul Wahab Abdi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 1, No 2 (2016): November 2016
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.644 KB)

Abstract

Model pembelajaran yang dapat menciptakan suasana belajar aktif dan menyenangkan adalah metode mind mapping berbantuan gambar. Saat pembelajaran berlangsung siswa melakukan serangkaian kegiatan mencatat atau menginventaris alternatif jawaban hasil diskusi pada tiap kelompok, tiap kelompok akan membacakan hasil diskusinya dan guru mencatat di papan tulis, selanjutnya siswa membuat kesimpulan dan guru memberikan bandingan sesuai dengan konsep yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan metode mind mapping berbantuan  gambar  IPS  Terpadu siswa kelas VII SMP Negeri 7 Banda Aceh, aktivitas guru dan siswa, keterampilan guru dan respon siswa dalam penerapan metode mind mapping  berbantuan gambar  untuk meningkatkan hasil belajar IPS terpadu siswa  kelas VII SMP Negeri 7 Banda Aceh. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-6 SMPN 7 Banda Aceh yang berjumlah 32 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar soal, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dan lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan klasikal siklus I 78.12%, siswa yang tuntas sebanyak 25 orang dan yang tidak tuntas 7 orang. Siklus II ketuntasan klasikal 96.9% siswa yang tuntas naik menjadi 31 orang dan yang tidak tuntas hanya 1 orang. Aktivitas guru yang dominan adalah saat guru menunjukkan/memanggil salah satu siswa secara bergantian memasang atau mengurutkan gambar menjadi urutan yang logis dan menanyakan dasar alasan dasar mengurutkan tersebut. Keterampilan guru dalam menerapkan metode mind mapping berbantuan gambar selama siklus pertama dan kedua mengalami peningkatan yaitu dapat dikategori baik dengan perolehan skor 2.62, dan siklus II mendapat skor 2.87. Respon siswa terhadap metode mind mapping berbantuan gambar dapat dikatakan baik, siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui metode mind mapping berbantuan gambar dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE KARTU ARISAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IS SMA NEGERI 7 BANDA ACEH Ricki Maulizar Sahputra; . Hasmunir; Amsal Amri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.108 KB)

Abstract

 Model pembelajaran kooperatif merupakan salah satu model yang menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran. Tipe kartu arisan adalah menjalankan prinsip arisan dimana setiap pesertanya mendapat giliran menjawab pertanyaan sesuai dengan hasil undian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil belajar siswa; (2) Aktivitas guru dan siswa; (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran; dan (4) Respon siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IS-2 SMA Negeri 7 Banda Aceh yang berjumlah 32 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Lembar pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru; dan (4) lembar respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 20 siswa yang tuntas pada siklus I, 25 siswa tuntas pada siklus II, dan 30 tuntas pada siklus III, persentase ketuntasan klasikal pun meningkat dari 60% pada siklus I, 80% pada siklus II, dan 90% pada siklus III; (2) Aktivitas guru dan siswa meningkat menjadi sesuai dengan persentase waktu ideal; (3) Keterampilan guru meningkat dari perolehan skor 2,5 pada siklus I dengan kategori sedang, skor 3,1 pada siklus II dengan kategori baik, dan 3,4 pada siklus III dengan kategori baik; (4) Respon siswa, terhadap model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan dapat dikatakan baik. 95 persen dari 32 siswa berpendapat bahwa dengan belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe kartu arisan dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari.

Page 3 of 23 | Total Record : 227