cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling
ISSN : 26150344     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan karya-karya mahasiswa jurusan bimbingan dan konseling terutama hasil dari penelitian yang mereka lakukan. Jurnal berfokus pada semua aspek psikologis yang mempengaruhi pelajar dan semua teknik bantuan psikologis yang dapat diberikan untuk menolong mereka mencapai kesuksesan dalam belajar.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018" : 13 Documents clear
PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENGEMBANGKAN EMPATI SISWA MELALUI TEKNIK PSIKODRAMA (Suatu Penelitian Pra-Eksperimen Di SMP Negeri 6 Banda Aceh) Saufa Niara; M. Husen; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.476 KB)

Abstract

 Penelitian yang berjudul pelaksanaan layanan bimbingan kelompok untuk mengembangkan empati siswa melalui teknik psikodrama, akan membantu siswa dalam mengembangkan empatinya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh pemberian layanan bimbingan kelompok melalui teknik psikodrama dalam mengembangkan empati siswa. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pra-eksperimen one group pre-post test design. Populasi penelitian ini adalah siswa yang memiliki empati rendah, sedangkan sampel penelitian ini berjumlah 10 siswa yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data adalah angket. Teknik analisis data menggunakan paired sample sign-test menggunakan uji Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa post-test lebih besar dari pada pre-test yaitu 89,9 ≥ 66,2 dan dengan hasil uji Z yaitu 3,16 lebih besar dari harga kritiknya yang bernilai 1 dengan nilai α 0,05. Artinya terdapat perbedaan yang positif dan signifikan sebelum dan setelah diberikannya layanan bimbingan kelompok melalui teknik psikodrama dalam mengembangkan empati siswa. Melalui teknik psikodrama juga membuat siswa menjadi mampu memahami kondisi dan menghargai pendapat orang lain dalam layanan bimbingan kelompok. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap empati siswa setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok melalui teknik psikodrama dapat diterima.Kata Kunci : Empati, Bimbingan Kelompok, Teknik Psikodrama 
PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SMP NEGERI 2 KUTA BARO Mucksalmina Mucksalmina; Martunis Martunis; Qurrata A'yuna
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.158 KB)

Abstract

Partisipasi siswa dalam belajar dapat dilihat dalam berbagai aktifitas siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah. Siswa aktif mampu menampilkan berbagai keaktifan dalam belajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar sebelum dan sesudah pelaksanaan layanan bimbingan kelompok di SMP Negeri 2 Kuta Baro. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini, yaitu siswa kelas VIII3 SMP Negeri 2 Kuta Baro sebanyak 25 orang siswa. Dengan pertimbangan, dinamika interaksi kelompok akan berkembang lebih intensif dan untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar diambil sebanyak 10 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar sebelum pelaksanaan layanan bimbingan kelompok. Sebanyak 1 orang siswa atau 10% memperhatikan guru ketika proses belajar mengajar di dalam kelas. Sebanyak 2 orang siswa atau 20% mengeluarkan pendapat ketika proses belajar mengajar berlangsung. Sebanyak 2 orang siswa atau 20% mendengarkan presentasi kelompok yang sedang tampil. Sebanyak 10 orang siswa atau 100% menyalin atau mencatat penjelasan yang diberikan oleh guru. Sebanyak 1 orang siswa atau 10% menanggapi, mengingat, memecahkan masalah, menganalisis, melihat hubungan, dan  mengambil keputusan yang terkait dengan kepercayaan diri. Sebanyak 1 orang siswa atau 10% melakukan aktifitas fisik yang diperlukan dalam proses belajar di dalam kelas. Sebanyak 1 orang siswa atau 10% menyenangi pelajaran yang diberikan guru. Partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar sesudah pelaksanaan layanan bimbingan kelompok. Sebanyak 8 orang siswa atau 80% memperhatikan guru ketika proses belajar mengajar di dalam kelas. Sebanyak 6 orang siswa atau 60% mengeluarkan pendapat ketika proses belajar mengajar berlangsung. Sebanyak 7 orang siswa atau 70% mendengarkan presentasi  kelompok  yang  sedang tampil. Sebanyak 10 orang siswa atau 100% menyalin atau mencatat penjelasan yang diberikan oleh guru. Sebanyak 5 orang siswa atau 50% menanggapi, mengingat, memecahkan masalah, menganalisis, melihat hubungan, dan  mengambil keputusan yang terkait dengan kepercayaan diri. Sebanyak 10 orang siswa atau 100% melakukan aktifitas fisik yang diperlukan dalam proses belajar di dalam kelas. Sebanyak 8 orang siswa atau 80% menyenangi pelajaran yang diberikan guru.Kata kunci : bimbingan kelompok, partisipasi siswa, proses belajar mengajar
PENERAPAN TEKNIK ASSERTIVE ADAPTIVE DI DALAM REBT UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DI SMA NEGERI 3 BANDA ACEH Rumaisha Aziza Siregar; Syaiful Bahri; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.582 KB)

Abstract

ABSTRAK Aziza, Rumaisha Siregar. 2017. Penerapan Teknik Assertive Adaptive di dalam REBT Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Di SMA Negeri 3 Banda Aceh. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1)   Drs. Syaiful Bahri, M.Pd., (2) Nurbaity, S.Pd, M.EdKata Kunci: Kepercayaan Diri, Konseling, Rasional EmotifKepercayaan diri adalah kemampuan dasar diri seseorang dalam menentukan arah dan tujuan hidupnya. Hal ini ditandai dengan percaya pada kemampuan yang dimilikinya, optimis dengan segala perubahan, objektif dalam menilai dirinya sendiri dan orang lain, bertanggung jawab dan selalu berpikir rasional. Hilangnya kepercayaan diri seseorang disebabkan oleh pola pikir bermasalah yang menyebabkan pemikiran yang tidak rasional. Konseling Rasional Emotif merupakan salah satu jenis konseling yang mengatasi masalah ketidak rasionalan dalam berpikir. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi kepercayaan diri sebelum dan sesudah diberikan teknik assertive adaptive di dalam REBT dan mengetahui efektifitasnya untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah 10 orang siswa di SMA Negeri 3 Banda Aceh yang memiliki kepercayaan diri rendah. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dan jenis penelitian pra-eksperimen one group pre-post test design. Pengumpulan data menggunakan angket dalam bentuk skala Likert. Teknik analisis data menggunakan paired sample sign-test menggunakan uji Z, hasil yang diperoleh adalah 3,16 nilai tersebut  lebih besar dari pada harga kritiknya yang bernilai 1 pada n=10 , α=0.05. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa siswa sebelum diberikan teknik konseling rasional emotif memperoleh nilai rata-rata 66,1, dan setelah diberikan perlakuan menjadi 99,1. Peningkatan skor diperoleh rata-rata sebanyak 33. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teknik konseling rasional emotif dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa. Hal ini dapat dilihat melalui perubahan yang terjadi pada siswa seperti, berani mengungkapkan pendapat, tampil dengan baik dihadapan teman-temannya hingga mampu menempatkan dirinya dilingkungan pertemanan dengan baik.
Hubungan Keharmonisan Keluarga Dengan Perilaku Penyesuaian Diri Siswa di SMP Negeri 10 Banda Aceh Darma Sena; Dahliana abdullah; martunis martunis
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.101 KB)

Abstract

   ABSTRAK  Darma Sena. 2017. Hubungan Keharmonisan Keluarga dengan Perilaku Penyesuaian Diri Siswa di SMP Negeri 10 Banda Aceh. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1)   Dra. Dahliana Abd, M.Pd,Kons.  (2) Drs. Martunis, M.Si Kata Kunci: Keharmonisan Keluarga , Perilaku Penyesuaian DiriKeharmonisan keluarga akan memberi warna (baik/buruk) pada perilaku penyesuaian diri anak, dapat dilihat dari berbagai aktifitas siswa diluar maupun didalam kelas. Siswa yang mempunyai perilaku peyesuaian diri yang baik dengan lingkungan adalah siswa yang mampu mentaati dan mengikuti norma-norma yang  berlaku di sekolah juga dalam proses pembelajaran. Sebaliknya siswa yang tidak mampu mentaati dan mengikuti norma-norma yang berlaku disekolah adalah siswa yang mempunyai perilaku penyesuaian diri yang kurang baik. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan gambaran dan hubungan keharmonisan keluarga dengan perilaku penyesuaian diri siswa di SMP Negeri 10 Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Jumlah populasi 260 siswa yang diambil dari  kelas VII dan VIII, Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling  dengan menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 158 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan angket dalam bentuk skala likert. Hasil penelitian diolah dengan menganalisis data angket menggunakan program SPSS. Hasil  penelitian: bahwa gambaran keharmonisan keluarga siswa di sekolah tersebut, pada umumnya berada pada  kategori sedang. Hasil analisis koefisien korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keharmonisan keluarga  dengan perilaku penyesuaian diri siswa yaitu r = 0.661  dan  sig = 0.000. artinya hipotesis dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat hubungan kuat antara keharmonisan keluarga dengan perilaku penyesuaian diri siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin bahagia dan harmonis keluarga maka perilaku penyesuaian diri siswa juga akan lebih baik.  
Dampak Pola Asuh Orang Tua Terhadap Prilaku Berpacaran Di Kalangan Siswa (Studi Kasus Di SMP Negeri 3 Banda Aceh)) Winda Lestari; Nurjanah Nurjanah; Martunis Martunis
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.436 KB)

Abstract

ABSTRAK Pacaran adalah suatu kegiatan dengan melibatkan dua insan manusia antara laki-laki dan perempuan yang saling memiliki gairah dan keintiman hubungan di antara mereka berdua, baik yang bersifat fisik maupun emosional. Hal ini berdampak pada penyimpangan prilaku remaja yang telah diambang batas. Tujuan penelitian ini yaitu Mengetahui bagaimana pola asuh orang tua secara demokratis dan otoriter yang diterapkan pada remaja di SMP Negeri 3 Banda Aceh. Mengetahui dampak dari pola asuh orang tua terhadap perilaku berpacaran siswa di SMP Negeri 3 Banda Aceh. Metode penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif meliputi proposif sampling, wawancara, serta menganalisis data dengan cara mereduksi data, mendeskripsikan serta membuat kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran dampak pola asu orang tua yang menganut pola asuh permisif cenderung memberikan kebebasan terhadap prilaku berpacaran dapat dikatakan dalam bentuk terlalu toleransi, bebas atau pemberian kepercayaan yang berlebihan, Kurangnya waktu kebersamaan dalam keluarga, Informasi yang diberikan oleh orangtua tentang agama masih sangat umum, sedangkan pola asuh otoriter penyelesaian konflik dan masalah yang dilakukan orang tua siswa tersebut dapat dikatakan masih kurang bijaksana dikarenakan mereka mengambil cara kekerasan yang mengakibatkan anak mencari kebebasan dan kasih sayang diluar rumah. Serta dampak pola asuh orangtua terhadap remaja dapat dilihat prilaku berpacaran remaja yang diluar nilai-nilai agama serta norma sosial budaya yang di terapkan dalam masyarakat dan ketidak kawatiran anak terhadap prilaku yang merusak kehidupan mereka. Kata kunci : Pola asuh Orang Tua-Remaja, Perilaku Pacaran Siswa.
HUBUNGAN REGULASI DIRI DENGAN KECEMASAN AKADEMIS PADA SISWA SMA NEGERI 1 BANDA ACEH Iqbal Nugraha; Nurhasanah Nurhasanah; qurrata a'yuna
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Hubungan Regulasi Diri dengan Kecemasan Akademis pada Siswa SMA Negeri 1 Banda Aceh”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran regulasi diri, kecemasan akademis dan hubungan antara kedua variabel tersebut pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Banda Aceh yang berjumlah 199 orang. Adapun yang menjadi sampel yaitu 133 siswa. Jenis penelitian adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif dan teknik pengumpulan data melalui angket skala psikologi (Likert). Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase dan korelasi. Hasil analisis deskriptif data menunjukkan bahwa gambaran regulasi diri siswa berada pada kategori tinggi. Hal tersebut terlihat dari jumlah frekuensi jawaban dimana pada umumnya siswa yaitu 113 orang atau sebesar 85,0% berada dalam kategori tinggi. Gambaran kecemasan akademis siswa termasuk kategori sedang. Hal tersebut terlihat dari jumlah frekuensi jawaban sebagian besar siswa yaitu 102 orang atau sebesar 76,7% berada dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan antara regulasi diri dengan kecemasan akademis pada siswa dengan nilai r hitung r tabel yaitu -0,753 0,1703 pada alpha 0,05. Artinya, regulasi diri mempunyai hubungan yang kuat, signifikan dan tidak searah dengan kecemasan akademis siswa, sehingga hipotesis Ha diterima. Dengan kata lain, semakin tinggi regulasi diri pada siswa, maka akan semakin rendah kecemasan akademisnya. Kata kunci: Regulasi Diri - Kecemasan Akademis – Siswa
MERUBAH SIKAP NEGATIF SISWA TERHADAP MATA PELAJARAN MELALUI BIMBINGAN KELOMPOK DI SMP NEGERI 8 BANDA ACEH Hariyati Hariyati Hariyati; M.husen M.husen M.husen; Nurbaity Bustamam
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sikap negatif terhadap mata pelajaran merupakan suatu kecenderungan individu untuk bertingkah laku secara negatif dalam merespon mata pelajaran. Semakin individu mampu merubah sikap negatif menjadi sikap positif terhadap mata pelajaran maka individu akan semakin mampu bertingkah laku sesuai dengan aturan-aturan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh bimbingan kelompok dalam merubah sikap negatif siswa menjadi sikap positif terhadap mata pelajaran. Dalam hal ini bimbingan kelompok merupakan layanan bimbingan konseling yang membantu siswa dalam penyelesaian masalah secara bersama-sama dalam nuansa berkelompok yang bertujuan untuk menjadikan individu mandiri, menghargai orang lain, aktif serta berbagi pengalaman dalam penyelesain masalah yang dihadapi. Pendekatan penelitian yang digunakan ialah kuantitatif pre-exsperimental design dengan bentuk one group pretest-postest design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa yang memiliki sikap negatif terhadap mata pelajaran yang berada pada kategori sedang dan rendah. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala sikap.Validitas yang diperoleh dari angket skala sikap yang disusun sebanyak 54 item, terdapat 31 item yang valid dengan reliabilitas sebesar 0,880 yang artinya memiliki reliabilitas tinggi. Analisis data dilakukan dengan mengkategorikan ke dalam norma kategori lalu di uji melalui Wilcoxon sign test. Hasil penelitian menunjukkan nilai rara-rata pretest sebesar 74,80 lebih rendah dari rata-rata posttest yaitu 100,40. Hasil analisis data yang diperoleh dari penelitian ini adalah nilai Asymp.Sig (2-tailed) bernilai 0,005 atau menunjukkan probabilitas di bawah 0,05 (0,0050,05). Maka pengujian hipotesis dalam penelitian ini Ho di tolak dan Ha di terima. Artinya bimbingan kelompok dapat merubah sikap negatif siswa terhadap mata pelajaran.
STUDI LAYANAN INFORMASI TERHADAP PERUBAHAN SIKAP SISWA DALAM PEMILIHAN JURUSAN PERGURUAN TINGGI Muhammad Fadhli Eka Putra Prayoga; Martunis Martunis; Qurrata A’yuna
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pemilihan jurusan merupakan langkah awal dalam pendidikan di SMA untuk mempersiapkan para siswa mencapai studi lanjutan yang diinginkan sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan yang dimiliki masing-masing siswa. Penelitian ini berupaya mengungkapkanbagaimanakah pelaksanaan layanan informasi terhadap perubahan sikap siswa dalam pemilihan jurusan di perguruan tinggi. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan layanan informasi terhadap perubahan sikap siswa dalam pemilihan jurusan di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru BK yang berjumlah 2 orang dan 5 orang siswa kelas XII MAN Lhokseumawe. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: layanan informasi yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling di sekolah dalam rangka membantu siswa untuk memperoleh informasi, memahami, dan menjadikan informasi tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan dan mengambil suatu keputusan. Layanan informasi dalam pemilihan jurusan di perguruan tinggi tersebut dipengaruhi oleh karakteristik jurusan, prasyarat, dan orientasi pekerjaan. Sedangkan pemahaman diri siswa dipengaruhi oleh minat, bakat, dan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing siswa. Sikap dalam pemilihan jurusan di perguruan tinggi berkaitan dengan aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek konatif dengan tingkatan tinggi, sedang, dan rendahnya sikap siswa dalam pemilihan jurusan di perguruan tinggi.Kata kunci : layanan informasi, sikap, pemilihan jurusan
Kesulitan Yang Dihadapi Guru BK yang Berlatar Pendidikan NonBK dalam Menangani Masalah Siswa Sapriandi Sapriandi; Amsal Amri; Said Nurdin
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kata kunci : Kesulitan Guru BK yang BerlatarPendidikan Non BK DalamMenanganiMasalahSiswa Penelitian ini berjudul “Kesulitan yang dihadapi guru BK yang berlatarpendidikan non BK dalammenanganimasalahsiswa”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitanapasaja yang dihadapi guru BK yang berlatarbelakangpendidikan non BK dalammenanganimasalahsiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini 7 orang guru BK yang bertugas di sekolah SMA Negeri yang memiliki latar belakang pendidikan non BK. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen wawancara observasi dan dokumentasi. Berdasarkn hasil temuan di lapangan peneliti melihat kompetesi guru  non Bimbingan Konseling baik secara pedagogik, profesional, sosial dan keperibadian, dimana kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pelayanan, serta evaluasi hasil pelaksanaan layanan masih kurang. Ditambah dengan kurangnya tenaga kerja guru Bimbingan Konseling pada SMA Negeri dalam wilayah Kota Banda Aceh, serta kurangnya perhatian dan dukungan dari kepala sekolah, staf pengajaran, wali kelas, guru pembimbing dan orang tua siswa, hal inilah yang menjadi penyebab kesulitan bagi guru non Bimbingan Konseling dalam menangani masalah siswa.
Profil Guru BK Tersertifikasi dalam Penyusunan dan Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri Banda Aceh rina mauliza; Dahliana abdullah; Martunis Yahya
JIMBK: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pelaksanaan bimbingan digunakan guru bimbingan dan konseling dalam membantu siswa untuk dapat menyelesaikan masalah siswa di sekolah, serta perlu adanya penyusunan program bimbingan dan konseling yang disusun oleh guru, yaitu menganalisis kebutuhan konseling, menyusun program bimbingan dan konseling yang berkelanjutan berdasarkan kebutuhan peserta didik secara komprehensif dengan pendekatan perkembangan, menyusun rencana pelaksanaan program bimbingan dan konseling, dan merencanakan sarana dan biaya penyelenggaraan program bimbingan dan konseling. Layanan bimbingan dan konseling diarahkan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh siswa di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyusunan dan prosedur pelaksanaan program bimbingan dan konseling yang dilakukan guru BK tersertifikasi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru bimbingan dan konseling di SMA Negeri Kota Banda Aceh sebanyak 34 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, yaitu guru bimbingan dan konseling yang telah lulus sertifikasi sebanyak 21 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket.Simpulan dalam penelitian bahwa penyusunan program pada guru BK tersertifikasi diperoleh nilai rata-rata sebesar 123,04 termasuk ke dalam kategori sedang sedangkan pada pelaksanaan program pada guru BK tersertifikasi diperoleh nilai rata-rata sebesar 20,52 termasuk ke dalam kategori baik. Kata kunci : guru BK, tersertifikasi, penyusunan dan pelaksanaan program

Page 1 of 2 | Total Record : 13