cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 371 Documents
PELAKSANAAN PENANAMAN NILAI-NILAI NASIONALISME PADA SISWA SD NEGERI UNGGUL SIBREH Ferry Kurniawan; Ruslan Ruslan.; awaluddin awaluddin.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.385 KB)

Abstract

Melaksanakan nilai nasionalisme melalui penanaman dilaksanakan dengan berbagai hal, Tujuan untuk riset ini ialah agar diketahui plaksanaan pemberian nilaii-nlai Nasionalism, kendala dn cara penyelesaian dlam plaksanaan pemberian niilai Nasionalism dii SD Negeri Sibreh. Pelaksanaan, hambatan dan solusinya dalam penelitian ini adalah pelaksanaan penanaman nilai Nasionalisme di dalam kegiatan dan di luar kegiatan pembelajaran serta hambatan dan solusi pelaksanaan penanaman nilai Nasionalisme di dalam dan di luar kegiatan pembelajarannya. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjeknya adalah Kepala Sekolah, guru kelas satu, guru kelas dua, guru kelas tiga, guru kelas empat, guru kelas lima dan guru kelas enam SD Negeri Unggul Sibreh. Pengumpulan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan tiga tahap yaitu analisis data, model data (data display) dan penarikan/verifikasi kesimpulan. Untuk keabsahan datanya dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa SD Negeri Unggul Sibrehmelaksanakan penanaman nilai nasional dengan kegiatan diluar dan dalam pelajaran. Contoh hal itu di dalam pelajaran seperti pegajar yang menyanyikan lagu wajib. Dan pengajar serigkali menyelipkan berbagai kegiatan yang bersifat nasionalisme selama mengajar.
KREATIVITAS GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI 14 BANDA ACEH Iklimatul Wardah; Hasmiana Hasan; Israwati Israwati.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.419 KB)

Abstract

Dalam konteks kreativitas guru, guru dituntut untuk menerapkan kreativitas dalam proses pembelajaran sehingga menciptakan pembelajaran kreatif dan inovatif. kreativitas dan kendala guru saat proses belaja Sekolah Dasar Negeri 14 Band Aceeh.Pendekata yaang dunakan adalah kualittif denga jenis penelitian deskriptif.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik obsrvasi dan wawncara semiterstruktur.Subjek yang diobservasi dan diwawancarai yaitu guru kelas sebanyak 6 orang. Selnjutnya selurh dta yng diperleh dilah degan tahapan aalisis dta yitu mreduksi daa, penyajian dta dn penrikan kesmpulan.Hsil penlitian ini dapat dikemukakan bahwa dari 5 aspek kreativitas guru, guru terlihat sudah menerapkan beberapa indikator kreativitas dalam proses pembelajaran, hal ini terlihat pada aspek mengembangkan kegiatan yang menarik dan beragam, guru telah menerapkan Pakem. Pada aspek membuatalat bantu belajar, guru telah memanfaatkan lingkungan yang berada di alam sekitar. Pada aspek memanfaatkanlingkungan, guru telah memanfaatkan pajangan karya siswa. Pada aspek mengelolakelasdansumber belajar, suara gruu ketika mengajar telah  didengar oleh siswa., guru juga telah menyesuaikanmateripelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar peserta didik, guru juga menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, keselamatan, dan kepatuhan pada peraturan dalam menyelenggarakan proses pembelajaran, guru juga telah menghargai peserta didik tanpa memandang latar belakang agama, suku jenis kelamin, dan status social ekonomi dan guru juga telah menghargai pendapat peserta didik. Pada aspek melaksanakan proses dan hasil belajar, guru telah membimbing dan melatih peserta didik dan guru juga telah menilai hasil belajar siswa.Kendala dalam melakukan kreativitas dalam pembelajaran sepertisaat memberikan arahan siswa yang ribut tidak mau mendengarkan pembelajaran, siswa yang tidak fokus jika belajar di luar kelas dan susahnya mendapat bahan untuk mendukung pembelajaran.Adapun kesimpulan dari kreativitas guru dalam proses pembelajaran yaituguru hampir menerapkan kesemua indikator kreativitas guru. Semoga sekolah dan guru tetap dan lebih menerapkan kreativitas dalam proses pembelajaran.
KEMAMPUAN MEMBACA SISWA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA KARTU KELAS II SDN 26 BANDA ACEH Novita Lestari; Adnan Adnan.; Tursinawati Tursinawati.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.385 KB)

Abstract

Ketidakmampuan siswa dalam membaca salah satunya disebabkan oleh sebagian guru hanya memberikan pembelajaran yang monoton dan kurangnya dalam penggunaan media terutama dalam mengajarkan keterampilan membaca, yang menyebabkan sisa tidak tertarik mengikuti proses belajar mengajar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah tingkat kemampuan membaca siswa melalui penggunaan media kartu kelas II SD Negeri 26 Banda Aceh. Bertujuan mendeskripsikan kemampuan membaca siswa melalui penggunaan media kartu kelas II SDN 26 Banda Aceh.Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif.  Dilakukan penelitiannya di kelas II SD Negeri 26 Banda Aceh dengan subjek penelitian siswa sebanyak 29 orang, terdiri dari 12 laki-laki dan 17 perempuan. Menggunakan instrumen berupa tes dalam menyusun dan membaca kalimat dari sebuah cerita dan dokumentasi. Data yang dari hasil tes kemudian dianalisis menggunakan tabel kategori kemampuan siswa. Rumus persentase digunakan untuk menghitung persentase. Hasil analisis data tentang kemampuan membaca siswa melalui penggunaan media kartu kelas II SD Negeri 26 Banda Aceh berada pada kategori baik sekali dengan persentase 65,5%, sedangkan kemampuan membaca siswa lainnya melalui penggunaan media kartu berada pada kategori baik dengan persentase 24,2% dan kategori cukup dengan persentase 10,3%. Dengan kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan di SD Negeri 26 Banda Aceh yaitu 70. Dari 29 siswa yang mengikuti tes, 26 siswa mencapai KKM dengan persentase 89,7%. Diperoleh nilai rata-rata sebesar 81 yang berada pada kategori baik sekali. Dengan demikian, dapat disimpulkan kemampuan membaca siswa melalui penggunaan media kartu kelas II SDN 26 Banda Aceh adalah tuntas. 
PELAKSANAAN KETERAMPILAN MENGAJAR GURU KELAS DI SD NEGERI 16 BANDA ACEH Firly Irhamni; Tati Fauziah; Tursinawati Tursinawati.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.684 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “ Pelaksanaan Keterampilan Mengajar Guru Kelas di SD Negeri 16 Banda Aceh. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana keterampilan mengajar pada guru kelas di SD Negeri 16 Banda Aceh dan apakah kendala yang dihadapi oleh guru kelas dalam menerapkan keterampilan mengajar di SD Negeri 16 BandaAceh. Riset Studi ini berniat buat mendapati keterampila mengaja pada pengajar kelas di SD Negeri 16 Banda Aceh, untuk mengetahui kendala yang dihadapi oleh guru kelas dalam menerapkan keterampilan mengajar di SD Negeri 16 BandaAceh.Pendekatan dalam penelaahan ini mengenakan strategi deskriptif kualitatif. Subjek penelaahan yakni enam orang pengajar kelas. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan keterampilan mengajar yang dilakukan oleh guru di SDN 16 Banda Aceh telah mencapai hasil yang sangat baik. sebagaimana yang diketahui berdasarkan hasil observasi bahwa pelaksanaan yang dilakukan oleh guru mencapai nilai rata-rata 4,9 yang termasuk dalam kategori sangat baik. Keterampilan yang dimiliki oleh guru dalam mengajar telah memadai untuk mendukung proses pembelajaran dikelas. Siswa terlibat aktif dalam proses belajar baik yang dilakukan secara individu maupun secara kelompok. Siswa aktif dalam memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan materi yang diajarkan, mengungkapkan gagasannya, dan menyimpulkannya. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan keterampilan mengajar bertanya mengenai pelajaran kepada siswa, menyediakan media pembelajran yang dapat menarik perhatian siswa, guru sulit menciptakan komunikasi antara siswa dengan guru ataupun siswa dengan siswa lainnya. biasannya komunikasi terjalin satu arah, yaitu dari guru kepada siswa, kendala dalam memastikan bahwa semua siswa dapat memahami penjelasan guru dan kendala dalam melibatkan siswa aktif untuk berdiskusi.
PENGGUNAAN MEDIA BIG BOOK PADA PELAKSANAAN MEMBACA SISWA KELAS II DI SD NEGERI UNGGUL LAMPEUNEURUT ACEH BESAR Rahmawati Rahmawati.; Adnan Adnan.; Hajidin Hajidin.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.426 KB)

Abstract

Akan halnya yang merupakan kesimpulan kasus dalam pengkajian ini adalah Bagaimana proses pelaksanaan sarana Big Book sanggup memajukan kemampuan membaca pada siswa kelas II SD Negeri Unggul Lampeuneurut Aceh Besar dan Bagaimanakah keahlian membaca dengan pelaksanaan sarana Big Book atas pelajar tingkat II SD Negeri Unggul Lampeuneurut Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan sarana big book untuk memajukan kemampuan membaca pada pelajar tingkat II SD Negeri Unggul Lampeuneurut Aceh Besar.Riset ini mengenakan strategi kualitatif dengan ragam strategi deskriptif. Riset ini dilakukan di tingkat II SD Negeri Unggul Darul Imarah, Aceh Besar dengan subjek penelitian sebanyak 28 pelajar. Sistem akumulasi fakta yang dipakai adalah pemantauan, ujian dan wawancara. pemantauan dilakukan terhadap kegiatan pembelajaran guru kelas II di SD Negeri Unggul Darul Imarah, Aceh Besar yang meliputi pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan akhir pembelajaran. Soal tes yang diberikan berupa tes membaca dengan pelaksanaan sarana big book.perolehan riset dari pemantauan menunjukan cara guru melaksanakan sepenuhnya dari tahapan pembelajaran seperti tahapan atau aspek pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan Akhir, sangatlah baik sehingga tujuan dari pembelajaran yang diberikan dapat tercapai searah bersamaan apa yang diharapkan. Dari perolehan ujian membaca ini terlihat masing-masig yaitu sangat mampu atau sangat lancar membaca 25 orang siswa atau sebesar (89,29%), mampu atau lancar membaca 3 orang siswa sebesar (10,71%), selanjutnya dari 28 orang siswa tidak ada seorang siswapun yang tergolong kedalam kriteria cukup mampu atau cukup lancar dan kurang mampu atau kurang lancar dalam tes membaca dengan pelaksanaan sarana big book pada pelajar tingkat II di SD Negeri Unggul Lampeuneurut Aceh Besar, Dari hasil wawancara guru dapat disimpulkan bahwa penggunaan media big book pada siswa kelas II sangatlah cocok dan ternbantu, terutama untuk mengajar membaca khusunya kepada siswa kelas awal.
KENDALA GURU MEMOTIVASI SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SD NEGERI 46 BANDA ACEH Indah Purnama; Nurhaidah nurhaidah.; Mislinawati Mislinawati.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.509 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kendala Guru Memotivasi Siswa Dalam Proses Pembelajaran di SD Negeri 46 Banda Aceh”. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apa sajakah upaya yang dilakukan guru dalam memotivasi siswa belajar di SD Negeri 46 Banda Aceh? dan (2) apa sajakah kendala guru dalam memotivasi siswa pada proses pembelajaran di SD Negeri 46 Banda Aceh.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru memotivasi siswa dalam proses pembelajaran dan kendala guru memotivasi siswa dalam proses pembelajaran di SD Negeri 46 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini guru kelas berjumlah 6 orang.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi dan wawancara kegiatan guru dalam proses pembelajaran di kelas. Sedangkan pengolahan data menggunakan skala Guttman dengan menggunakan 3 tahap analisis data kualitatif, yaitu, data reduksi, data display, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dapat disimpulkan adanya upaya guru dalam melakukan motivasi pada siswa seperti, Melakukan komunikasi yang baik antar siswa dan orangtua, Memberi penguatan verbal dan nonverbal secara jelas, Menjalin hubungan emosional yang dalam pada siswa. Kendala yang dialami oleh guru diantaranya, Pertama, kendala verbalistik yaitu kurangnya pemahaman dari siswa. Kedua, kendala antarindividu yaitu tidak semua siswa aktif. Ketiga, hambatan lingkungan yaitu kurangnya kerjasama antar orangtua dan guru. Disarankan kepada guru untuk membangun hubungan yang baik dengan siswa dan orangtua.
PEMANFAATAN MEDIA CLOSED CIRCUIT TELEVISION (CCTV) DI SD NEGERI 16 BANDA ACEH Sahara Isma Afifah; Tati Fauziah; Intan Safiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.803 KB)

Abstract

Seiring dengan berkembangnya kehidupan modern saat ini CCTV juga merupakan satu unit kebutuhan yang tidak dapat tergantikan untuk menjaga atau memantau suatu tempat. CCTV digunakan sebagai pelengkap keamanan dan banyak dipakai di pertokoan, kantor dan bahkan perumahan pun telah banyak yang menggunakan teknologi ini. CCTV buka hanya digunakan di tempat umum, CCTV juga digunakan di sekolah yaitu untuk melakukan pencegahan, pemantauan dan peningkatan kinerja guru. Permasalahan yang dalam penelitian ini adalah bagaimana pemanfaaatan media CCTV di SD Negeri 16 Banda Aceh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memaparkan bagaimana pemanfaatan media CCTV di SD Negeri 16 Banda Aceh.Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri  16 Banda Aceh dengan subjek penelitian kepala sekolah dan 9 guru wali kelas. Teknik pengumpulan data observasi dan wawancara, data yang diperoleh diolah dengan tiga tahapan yaitu memilih data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini menunjukan bahwa pemanfaatan media CCTV di SD Negeri 16 Banda Aceh digunakan secara efektif yaitu untuk pencegahan, pemantauan dan peningkatan kinerja guru yang dapat terlihat dari kurangnya permasalahan seperti perkelahian siswa, penindasan siswa dan pencurian barang, serta siswa dan guru dapat termotivasi untuk menjaga kedisiplinan, guru juga dapat meningkatkan kinerja karena adanya pemasangan CCTV.Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pemanfaatan media CCTV di sekolah tersebut memang benar-benar digunakan untuk: Pemantauan yaitu pemantauan terhadapa siswa, guru dan staff lainnya dalam melakukan segala aktifitas di dalam ruang maupun di luar ruang , Pencegahan yaitu melakukan pencegahan yang berdampak negatif apabila mengalami kejadian di luar pemantauan guru, guru  bisa melihat di rekaman CCTV dan Peningkatan kinerja guru dan staff lainnya, pemasangan CCTV tidak hanya memberikan perubahan terhadap siswa, guru dan staff lainnya dapat memberikan perubahan peningkatan kinerja yang baik dan memberikan keamanan yang lebih baik terutama untuk siswa.
USAHA GURU DALAM MENANAMKAN EMPATHY PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI UNGGUL SIMPANG TIGA ACEH BESAR Jasimah Jasimah.; Awaluddin Awaluddin.; Ruslan Ruslan.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.4 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana usaha, hambatan dan solusi yang dilakukan guru dalam menanamkan empathy pada siswa Sekolah Dasar Negeri Unggul Simpang Tiga Aceh Besar.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara semiterstruktur. Subjek yang akan diwawancarai yaitu guru kelas sebanyak 11 orang dan guru/pelatih kegiatan ekstrakurikuler sebanyak 3 orang. Selanjutnya seluruh data yang diperoleh diolah dengan tahapan analisis data yaitu mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha yang dilakukan guru dalam menanamkan empathy pada siswa Sekolah Dasar Negeri Unggul Simpang Tiga adalah dengan; (1) menjadi contoh teladan bagi siswa, (2) selalu memberi nasehat, pengertian dan pengarahan kepada siswa, (3) bercerita tentang empati, (4) memperhatikan penggunaan kata saat menegur anak, (5) pembiasaan, (6) selalu mengajarkan kerja sama, (7) pengalaman langsung, (8) mengaitkannya dengan agama, (9) mengajarkan siswa untuk memahami dan peka terhadap perasaan temannya, dan (10) menempatkan diri anak sebagai orang yang tertimpa musibah. Adapun faktor yang menghambat penanaman empati ini yaitu; ketidakpedulian anak atau bisa disebut dengan anak yang masih memiliki sikap egosentris, anak-anak yang suka mengganggu teman dan merusak barang teman, anak broken home atau yang berpisah dari ayahnya, dan anak-anak yang susah diminta untuk membantu temannya.Guru berusaha untuk mengatasi hambatantersebut dengan selalu memberikan arahan kepada anak yang tidak mau membantu sesama, bekerja sama dan selalu menganggu temannya dan guru juga berusaha untuk mengkomunikasikan permasalahan anak kepada orang tua murid serta memberikansanksi-sanksi yang sudah disepakati pada anak yang melanggar peraturan.Adapun kesimpulannya yaitu empathy yang dimiliki siswa SDN Unggul Simpang Tiga sudah sangat baik karena adanya usaha yang dilakukan guru kelas maupun guru/pelatih kegiatan ekstrakurikuler dalam menanamkan empathy ini. Semoga sekolah dan guru tetap dan lebih meningkatkan lagi penanaman moral pada anak.
PENYEBAB RENDAHNYA HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III DI SD NEGERI 1 LAMBHEU ACEH BESAR Sara Mustika; Hajidin Hajidin.; Rosma Ely
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.442 KB)

Abstract

Match ialah suatupelajaran yang sulitdi pahami , beberapaanak  yang memiliki hasil belajar yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor eksternal penyebab rendahnya hasil belajar matematika pada siswa kelas III di SD Negeri 1 Lambheu Aceh Besar,dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan rendahnya hasil belajar matematika pada siswa kelas III di SD Negeri 1 Lambheu Aceh Besar.            Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Subjek penelitian adalah satu orang guru kelas III dan 5 orang siswayang dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor eksternal yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa kelas III di SD Negeri 1 Lambheu Aceh Besar pada pelajaran matematika terdiri atas faktor guru, orang tua dan teman. Guru kurang menggunakan media dalam pembelajaran dan lebih terfokus pada penggunaan buku cetak, sehingga siswa kurang menguasai pelajaran. Orang tua juga kurang memberikan dukungan dan bimbingan bagi siswa dalam belajar matematika di rumah. Selain itu, teman sebangku atau teman lainnya di sekolah juga kurang memberikan bantuan dalam menjelaskan langkah-langkah menyelesaikan tugas atau latihan matematika yang berdampak pada rendahnya hasil belajar matematika siswa. guru melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa, diantaranya memberikan tugas agar siswa berlatih, menggunakan media pada materi yang sulit dan juga menggunakan model pembelajaran yang menarik.            Simpulan dalam penelitian ini adalah penyebab eksternal rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas III di SDN 1 Lambheu Aceh Besar dikarenakan kurang tepatnya penggunaan media oleh guru, kurangnya dukungan teman sebaya  dan kurangnya perhatian yang didapatkan siswa dari orang tua. 
KESULITAN GURU DALAM MEMBUAT PERANGKAT PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR NEGERI LAMREUNG GUGUS 38 ACEH BESAR Nurasiah Dar; Sulaiman Sulaiman.; Ruslan Ruslan.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.771 KB)

Abstract

Penelitian ini   bertujuan untuk mengetahui kesulitan guru dalam membuat perangkat pembelajaran serta usaha yang dilakukannya dalam mengatasi kesulitan, dan bagaimana perkembangan perangkat pembelajaran oleh guru di Sekolah Dasar Negeri Lamreung Gugus 38 Aceh Besar secara lebih mendalam.Menggunakan pendekatan Kualitatif dengan jenis deskriptif. Penelitan ini juga menggunakan wawancara dan observasi untuk mengambil data. 12 orang guru diambil sebagai sampel yang bersedia untuk dilakukan Tanya jawab mengenai perangkat pembelajaran dengan alat bantu rekam handphone (HP). , Hasil penelitiannya didapat gambaran bawasanya beberapa kesulitan yang dialami guru dalam membuat perangkat pembelajaran yaitu sulitnya mencocokkan SK/KD silabus dan RPP, menguraikan KD menjadi indikator, menyusun langkah pembelajaran dalam RPP, menyesuaikan metode , membuat media sendiri, serta kesulitan dalam mensesuaikan materi ajar dengan siswa. Akan tetapi guru berusaha keras dalam mengatasinya semua kesulitan ini dengan berbagai cara yaitu selalu mencari tahu serta menanyakan hal yang tidak diketahui kepada teman sejawatnya, melakukan diskusi bersama kepala sekolah/tutor, melakukan pembahasan permasalahannya dalam KKG, senantiasa mecari imformasi dan referensi. Dan kebanyakan perangkat pembelajarannya yang tersedia kurang bagus dikarenakan, guru sudah mempersiapkan semuanya diawal semester sehingga kurang efektif.. Simpulan penelitiannya  adalah sebagian guru SDN Gugus 38 Aceh Besar sudah menyediakan sendiri perangkat pembelajarannya walaupun  belum lengkap, namun ada beberapa guru memang belum membuat perangkat pembelajaran dikarenakan belum begitu memahami sehingga kesulitan dalam membuatnya.