cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 371 Documents
LATAR BELAKANG PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP KARAKTER BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI 51 BANDA ACEH Nurul Baiti; Hajidin Hajidin; Israwati Israwati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2019): FEBRUARI 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Didikan membentuk satu mode nan bujur lalu berlanjur berkesinambungan, pendidikan juga merupakan suatu ikhtiar bagi menangkap keahlian apik sebagai keabsahan di maktab meskipun bebas berawal pada bait dan masyarakat. Adapun nan sebagai dalil dilema seraya pengkajian ini yaitu bagaimanakah dorongan pendidikan orang tua terhadap karakter belajar siswa tingkat V SD Negeri 51 Banda Aceh?. Pengkajian ini berniat guna memahami dorongan edukasi ayah bunda tentang karakter membiasakan pelajar tingkat V SD Negeri 51 Banda Aceh.Pengkajian ini memakai ancangan kualitatif atas bentuk pengkajian preskriptif. Pengkajian ini dilaksanakan pada tingkat V SD Negeri 51 Banda Aceh dengan subjek pengkajian sebanyak 35 orang pelajar. Cara penghimpunan bukti nan dimanfaatkan yaitu pengamatan, interviu, perbahanan serta daftar pertanyaan.Efek pengkajian observasi dari 9 indikator yang diamati kesemuanya ada dilaksanakan oleh guru. Data hasil wawancara memberitahukan maka pelajar nan dorongan pembelajaran ayah bundanya luhur dan menengah cenderung berkarakter lebih baik dibanding dengan siswa orang tuanya berpendidikan rendah. Hasil angket dari 35 orang tua siswa yang berpendidikan tinggi, menengah, dan rendah yang menyatakan karakter anak baik sebanyak 26 orang tua dengan perincian berpendidikan tinggi sebanyak 11 orang, berpendidikan menengah 14 orang, yang berpendidikan rendah 1 orang, sedangkan orang tua siswa yang menyatakan karakter anak cukup baik sebanyak 9 orang tua dengan perincian yang berpendidikan tinggi sebanyak 3 orang, yang berpendidikan menengah sebanyak 3 orang, dan yang berpendidikan rendah sebanyak 3 orang.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa karakter belajar siswa akan baik apabila didukung orang tua, pendidikan yang diberikan dirumah tergantung ayah bunda jika ayah bunda pembelajarannya luhur bakal mendidik dan membimbing siswa dengan baik di banding dengan orang tua yang berpendidikan rendah.
KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT SISWA KELAS V SDN 1 ALUE DUA KECAMATAN LANGSA BARO Fona Farah Diba; Bukhari Bukhari.; Said Darnius
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan membaca merupakan salah satu standar kemampuan dalam bahasa dan sastra Indonesia yang harus dicapai pada semua jenjang pendidikan, termasuk di jenjang SD. Melalui kemampuan membaca siswa diharapkan mampu membaca dan memahami teks bacaan dengan kecepatan yang memadai. Dengan membaca bagaikan membuka jendela dunia dengan membaca akan memperoleh berbagai pengetahuan dan informasi, karena semakin banyak membaca maka semakin banyak pula hal yang diketahui, sehingga untuk membantu dan untuk mempermudahkan mengetahui segala sesuatu, salah satu cara adalah melalui kegiatan membaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan membaca cepat pada siswa kelas V SDN 1 Alue Dua Kecamatan Langsa Baro. Hipotesis Penelitian ini adalah Tidak ada  kemampuan membaca cepat siswa kelas V SDN 1 Alue Dua Kecamatan Langsa Baro, Ada Kemampuan Membaca Cepat Siswa Kelas V SDN 1 Alue Dua Kecamatan Langsa Baro. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Adapun populasi dalam penelitian seluruh siswa kelas V SDN 1 Alue Dua Kecamatan Langsa Baro berjumlah 55 siswa. Data yang dikumpulkan menggunakan post tes, kemudian dianalisis secara deskriptif. Dari 55 siswa, yang mempunyai kecepatan efektif membaca  terdapat  8 orang siswa (14,8 %) di kategorikan sedang, dan 47 orang siswa (87,3 %) di kategorikan lambat.                                  Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh pada bab sebelumnya dan berdasarkan tujuan dari penelitian ini, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Dari Hasil tes kecepatan kelas V, Dari 55 siswa kelas V mempunyai kecepatan efektif membaca di antaranya 8 orang siswa (14,8 %) di kategorikan sedang dan 47 orang siswa (87,3 %) di kategorikan lambat. Jumlah siswa seluruhnya 55 siswa, dan hasil persentase seluruhnya 100 %.
PENGGUNAAN MEDIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PECAHAN SEDERHANA DI KELAS III SD NEGERI 4 TAPAK TUAN Tiara Raihan; Awaluddin Awaluddin; Monawati Monawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa diruang IIISD Nageri 4 Tapak Tuanbelum memahami materi pecahan. Adapun judul penelitian ini: “Penggunaan Media Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pecahan Sederhana Di Kelas III SD Negeri 4 Tapak Tuan”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Dengan penggunaan media pada materi pecahan sederhana siswa dapat mencapai ketuntasan belajar secara klasikal di kelas III SD Negeri 4 Tapak Tuan dan bagaimanakah kemampuan guru dalam proses pembelajaran pecahan sederhana menggunakan media di kelas III SD Negeri 4 Tapak Tuan”. Peneliti bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan penggunaan media buat meninggikan efek melatih diri sswa padaa mateeri pecahann sederrhana dii kelaas III SD 4 Tapak Tuan, mendeskripsikan kemampuann pendidik dlm poses pemblajaran pada bahan pecahan sederhana dengan menerapkan mediia. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes hasil belajar siswa dan observasi kemampuan guru. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis ketuntasan untuk hasil belajar siswa, sedangkan kemampuan guru dengan analisis deskriptif. KKM di SD Negeri 4 Tapak Tuan adalah 72. Dari hasil pengelolaan data diperoleh hasil belajar siswa mengalami peningkatan nilai rata-rata kelas pada siklus diperoleh 84,5 daan ppada putaran duaa terdapat 94,5. Mmeningkatnya hassil beelajar siiswa sebanyak 25%. Rata – rata keahlian guuru pda prooses pmbelajaran dngan menggunkan mediium padaputaranI diperoleh 90,5, sedangkan rata-rata kemampuan guru dalam proses pembelajaran pada siklus II diperoleh 95,5, Kemudian hasil penelitian menunjukkan bahwa pengkajian dengaan memakai meedia dapat meniingkatkan hasill beelajar ssiswa padaa materii peecahan sederhana ddi kellas III SD Negri 4 Tapak Tuan, pembelajaran dgnmemakai mediadan keuletan gru dlam proses pembelajaranberada pada katagori baik sekali.
PERBEDAAN KEMAMPUAN BERBICARA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DAN TIDAK MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR DI KELAS IV SDN 12 BANDA ACEH Muhammad Reza Fahlevi; Bukhari Bukhari; M. Yamin M. Yamin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2019): MEI 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalampendidikan alat melambangkan alpa suatu pendukung kejayaan analitispendidikan. Pengajar bukan sepan sahaja memakai ujaran bakal memberikan ilmu. Bakal sebaiknya jua memerlukan fasilitas ataupun media upama pembekal amanat dari pembicaraan pendidik, nan tutur dengan media. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana kemampuan berbicara siswa serta memakai alat ilustrasi serta bukan memakai alat ilustrasi di Kelas IV SDN 12 Banda Aceh. Mengenai makna dilaksanakan pengkajian ini yaitu bakal memahami kemampuan berbicara pelajar beserta memakai alat gambar maka tidak menggunakan media gambar di Kelas IV SDN 12 Banda Aceh dan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara kemampuan berbicara atas memakai alat ilustrasi serta bukan memakai alat ilustrasi atas siswa Ruang IV SDN 12 Banda Aceh. Hipotesis dalam penelitian ini adalah kemampuan berbicara siswa bersama memakai alat ilustrasi kian apik daripada nan bukan memakai alat ilustrasi di Kelas IV SDN 12 Banda Aceh.pengkajian ini  dilaksanakan bersama memakai ancangan kuantitatif bersama bentuk pengkajian True Eksperimental Design. Ilustrasi dalam pengkajian ini adalah ruang IVa dan IVb dengan jumlah 46 pelajar. Ruang IVa adalah ruang percobaan banyak 24 pelajar. Sedangkan ruang IVb adalah ruang dominasi sebanyak 24 pelajar. Cara akumulasi bukti dibuat bersama menggunakan uji nan analisis data dengan menggunakan korelasi uji t, pada taraf signifikansi α = 0,05berlandaskan penyelidikan uji dan telaah buatan pengkajian, dengan menggunakan korelasi ujicoba t, ala ambang signifikansi α = 0,05 dan dk = (n1 + n2 – 2) = (24 + 24 – 2) = 46. Bahwa bersama daftar diseminasi t bersama t1-1/2α(dk) = = = t0,975(44) = 2,02. Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis, terima H0jika = t1-1/2α t t1-1/2α. Karena thitung ttabel = 3,94 2,02, maka H0disangkal dan H1 didapat. Sehingga disimpulkan maka kemampuan berbicara pelajar bersama memakai alat ilustrasi kian apik ketimbang nan bukan memakai alat ilustrasi di Kelas IV SDN 12 Banda Aceh.
KEMAMPUAN PESERTA DIDIK MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA PADA TRENDS INTERNATIONAL MATHEMATICS AND SCIENSCE STUDY (TIMSS) DI KELAS V SD NEGERI 51 BANDA ACEH DELisma Siregar; Linda Vitoria; Bukhari Bukhari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trends International Mathematics and Science Study (TIMSS) adalah salah satu survei internasional yang mengevaluasi tingkat kemampuan peserta didik di beberapa negara mengenai hasil belajar dalam bidang matematika dan sains. Untuk matematika SD, bidang yang diuji seperti penyajian data, bilangan, dan geometri. Pelaksanaan TIMSS dilakukan pada 4 tahun sekali dipelopori  International Association For The Evaluation Of Education Achievement (IEA) berkedudukan di Amsterdam, Belanda dilaksanakan pada bulan Maret-Juni untuk SD kelas IV dan SMP kelas VII.Pada penelitian ini yang menjadi rumusan masalah adalah Bagaimana kemampuan peserta didik mengerjakan soal matematika pada Trends International Mathematics And Science Study (TIMSS) dikelas V Sd Negeri 51 Banda Aceh. Apa saja kesulitan peserta didik menyelesaikan soal matematika pada Trends International Mathematics And Science Study (TIMSS) dikelas V Sd Negeri 51 Banda Aceh. Tujuannya mendeskripsikan kesanggupan peserta didik mengerjakan sola matematika pada Trends International Mathematics and Science Study (TIMSS) dikleas V Sd Negeri 51 Banda Aceh. Pada peneltian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan jenis deskriptif. Jumlah orang yang diteliti sebanyak 30 peserta didik. Teknik pengambilan data dengan memberikan tes dan wawancara.Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata 49.1 berada pada kategori cukup berdasarkan kategori penilaian menurut Arikunto (2010:35). Pada saat wawancara terungkap bahwa peserta didik adaa yang telah paham terhadap pertanyaan dan beberapa yang kurang paham. Peserta didik mengalami beberapa kesulitan seperti: (1) kurang menguasai materi bilangan, geometri dan penyajian data, (2) tidak terbiasa dalam soal penalaran, (3) bahasa soal terlalu susah dipahami sehingga tidak tahu apa yang ditanyakan dalam soal, (4) tidak terbiasa menjawab soal TIMSS, dan (5) mereka menjawab soal tersebut ada yang menggunakan rumus, logika, dan menebak-nebak.
PENGGUNAAN METODE OLEH GURU AGAMA DALAM MEMBINA KARAKTER SISWA DI SD NEGERI COT GLUMPANG KECAMATAN GLUMPANG BARO KABUPATEN PIDIE Zainora Zainora; Syarifah Habibah; Nurhaidah Nurhaidah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 4 (2019): NOVEMBER 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penggunaan metode oleh guru agama dalam membina karakter siswa di SD Negeri Cot Glumpang, Kecamatan Glumpang Baro, Kabupaten Pidie. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah metode apa sajakah yang digunakan guru agama dalam membina karakter siswa di SD Negeri Cot Glumpang Kecamatan Glumpang Baro Kabupaten Pidie? Dan apakah dengan penggunaan metode yang digunakan guru agama dapat terbinanya karakter siswa di SD Negeri Cot Glumpang Kecamatan Glumpang Baro Kabupaten Pidie?.penelitian ini mendeskripsi tentang metode yang digunakan guru agama dalam membina karakter siswa di SD Negeri Cot Glumpang Kecamatan Glumpang Baro Kabupaten Pidie dan tentang terbinanya karakter siswa dengan penggunaan metode oleh guru agama di SD Negeri Cot Glumpang Kecamatan Glumpang Baro Kabupaten Pidie. Pendekatan penelitian  menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian deskriptif serta subjek dalam penelitian ini adalah 2 orang guru agama. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan.Berdasarkan hasil penelitian, metode yang digunakan guru agama dalam membina karakter siswa yaitu metode keteladanan, metode pembiasaan, metode nasehat dan hukuman, metode cerita atau kisah, metode mendidik melalui kedisiplinan, metode kegiatan ekstrakurikuler berbasis agama islam, metode pendidikan melalui peristiwa-peristiwa serta metode amsal (perumpamaan). Terbinanya karakter siswa dengan penggunaan metode oleh guru agama karena menggunakan metode-metode yang tepat dan sesuai dalam mengembangkan nilai-nilai karakter terhadap siswa pada saat proses pembelajaran sehingga terbinanya karakter yang baik
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PJOK PADA MASA NEW NORMAL PANDEMI COVID-19 DI SDN 3 PUTRI BETUNG KABUPATEN GAYO LUES Zubaidah Sabil; Bakhtiar Bakhtiar.; Intan Safiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cara guru mengimplementasikan pembelajaran pada masa new normal berbeda beda salah satunya dalam pembelajaran PendidikanIJasmaniIOlahragaIdanIKesehatan.PendidikanIJasmani OlahragaIdanNKesehatannadalahmsuatumprosesmpembelajaran menempuh msuatumaktivitas geraknyang di buat untukmmeningkatkanmkebugaranmjasmani,imengembangkanmketerampilan gerak, ipengetahuan idanmprilakumhidupmsehatmdanlaktif,sikap sportif,danmkecerdasanlemosi. Adapunnyangmmenjadimrumusanmmasalahmdalammmpenelitianmini adalahmBagaimanakah implementasimpembelajaran PJOK dimmasamnewmnormal pandemimcovid-19mdi SDN 3 Putri Betung. Penelitianminimbertujuannuntuk mendeskripsikanmimplementasimpembelajaranmPJOK di masamnew normal pandemimcovid-19mdi SDN 3 Putri Betung Kabupaten Gayo Lues.Pendekatan dalammpenelitianminimadalahmpendekatanmkualitatifmdenganmljenis penelitianmdeskriptif. Subjekmpenelitiannadalahnguru PJOK yang berjumlah 1 orang dan beberapa kelas SDN 3 Putri Betung.Teknikmpengumpulanmdata penelitimmenggunakanmteknik observasi,danmwawancara.Teknikmanalisis dataumenggunakanireduksiidata,penyajianidata,dan penarikanksimpulan.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan Bahwan Implementasi pembelajaranmPJOK di masa newl normal pandemicovid-19 sudah berjalan dengan baik. proses pembelajaran di lakukan seperti biasanya hanya saja di tambah beberapa peraturan protokol kesehatan, Dalam proses pembelanjaran harus ada protokol kesehatan seperti mencuci tangan sebelum masuk ke kelas, mapun sebelum masuk ke lapanga menjaga jarak 1,5 meter, memakai masker,Peserta didik malakukan protokol kesehatan pada saat sebelum masuk ke kelas masing-masing,pada saat proses pembelajaran,dan pada saat akan melakukan praktik di lapangan,Jika pembelajaran PJOK yang seharusnya di lakukan di lapangan, namun dapat menyebabkan terjadinya perkerumunan dan dapat meningkatkan potensi adanya penularan covid-19 maka pembelajaran di lakukan di dalam kelas dengan menggunakan media gambar dan vidio.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA RAK TELUR PELANGI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PERKALIAN DI KELAS II SDN 16 BANDA ACEH Bella Suci Amalia; Linda Vitoria; Bukhari Bukhari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 2 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengangkat masalah pengaruh dalam menggunakan media rak telur pelangi pada pemahaman mengenai konsep  perkalian  di kelas II SDN 16 Banda Aceh. Tujuannya mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan dalam menggunakan media rak telur pelangi pada pemahaman mengenai konsep perkalian di kelas II SDN 16  Kota Banda Aceh.Pendekatan yamg digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis eksperimen. Subjeknya yaitu peserta didik pada kelas II SD Negeri 16 Kota Banda Aceh yang berjumlah 28 orang, yaitu 16 laki-laki dan 12 perempuan.Berdasarkan hasil peneliti terdapat pengaruh yang signifikan dalam menggunakan media rak telur pelangi pada pemahaman mengenai konsep perkalian di kelas II SDN 16  Kota Banda Aceh. Dibuktikan dengan analisis uji-t dalam menggunakan media rak telur pelangi pada pemahaman mengenai konsep perkalian di kelas II SDN 16 Kota Banda Aceh. Taraf signifikan yang digunakan α = 0,05 diperoleh nilai t0,975 (27) = 2,052 dan thitung = 13,962. Karena thitung  ttabel, yaitu 13,962 2,052, sehingga Ho terbukti ditolak. Oleh karena itu disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan dalam menggunakan media rak telur pelangi pada pemahaman mengenai konsep perkalian di kelas II SDN 16 Banda Aceh. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERKALIAN SISWA DI KELAS III SD NEGERI 6 SAMUDERA ACEH UTARA Rizki Yatul Yusra; Fauzi Fauzi.; Said Darnius
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkalian merupakan suatu materi yang paling dasar dipelajari oleh siswa yang sangat menentukan kemampuan pada materi selanjutnya. Mengingat konsekuensi dari persepsi yang dibuat di kelas III SD Negeri 6 Samudera Aceh Utara masih ada siswa yang kurang mampu melakukan operasi hitung perkalian. Ini disebabkan oleh beberapa komponen termasuk model dan metode dimanfaatkan guru tidak bervariasi sehingga pembelajaran menjadi jenuh dan aktivitas siswa pasif. Penerapan teknik make a match akan memberikan lingkungan belajar yang layak untuk siswa dalam mempelajari perkalian. Sehubungan dengan masalah pada pemeriksaan ini yaitu (1) bagaimanakah gerakan siswa selama belajar operasi hitung perkalian dengan penerapan Jadikan model pembelajaran yang cocok untuk teknik make a match di kelas III SDN 6 Samudera Aceh Utara, (2) dapatkah penggunaan model pembelajaran yang bermanfaat semacam make a match meningkat kemampuan berhitung perkalian siiswa di kelas III SDN 6 Samudera Aceh Utara.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitati dan desain PTK, teknik pengumpul data dilakukan secara pengamatan dan tes hasil belajar. Tehnik analisis data hasil observasi aktivitas siswa adalah interval skor dan data kemampuan berhitung siswa secara individual.Hasil riset pemeriksaan pada siklus I, siklus II dan siklus III informasi yang menyertainya diperoleh: (1) observasi hasil pada gerakan siswa selama belajar  disetiap aspek yang diamati selama tiga siklus, mengalami peningkatan disetiap siklusnya yaitu: (a) aktivitas fisik siswa pada siklus I mencapai 89,4% katagori sangat baik, siclus II mengcapai 90% katagori sangat baik, dan siclus III mencapai 93,3 % katagori sangat baik, (b) gerakan mental siswa di siklus I mencapai 71,2% katagori baik, siklus II mencapai 72,2% katagori baik, dan siklus III mencapai 75,6% katagori baik, dan (c) aktivitas emosional siswa pada siklus I mencapai 82,4% katagori baik, siklus II mencapai 83,3% katagori baik, dan siklus III mencapai 90,6% kategori sangat baik. (2) hasil belajar siswa dalam materi perkalian mengalami peningkatan siklus I ketuntasan kelas menjadi 65% (11 tuntas) terdapat nilai rata-rata 74, selanjutnya siklus II ketuntasan kelas 56% (10 siswa tuntas) terdapat nilai rata-rata 71, serta siklus III ketuntasan kelas menjadi 89% (16 siswa tuntas) tercapai nilai rata-rata 82.
PENERAPAN METODE DRILL UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MENGGAMBAR HEWAN MENGGUNAKAN KRAYON PADA SISWA KELAS III SDN 5 LEMBAH SABIL KABUPATEN ABDYA Purnama Arbat; Rosma Ely; Nurhaidah Nurhaidah.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 IABSTRAK  Setiap siswa mempunyai bakat atau keterampilan dalam dirinya contohnya menggambar. Sebagai seorang pendidik guru harus bisa mengembangkan keterampilan pada diri siswa dengani menggunakanl metodel yangl sesuail yaitu dengan penerapan metodel drilln Adapunl yangl menjadilrumusan imasalahldalaml penelitianl inil adalah Bagaimanalpenerapanlmetode drill dalam pengembangan keterampilanl menggambar hewanl menggunakanl krayonl padal siswal kelasl III SDN 5 Lembah Sabil Kabupaten ABDYA?dan tujuannyal adalahl untuk mendeskripsikan penerapanl metodel drill0dalam pengembangan keterampilan menggambarlhewannmenggunakanmkrayonmpadamsiswa kelas0III0SDN 5 Lembah Sabil Kabupaten ABDYA.Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah Guru Kelas III yang berjumlah 1orang dan seluruh siswa kelas III SDN 5 Lembah Sabil yang berjumlah 8 orang Teknik pengumpulan data peneliti menggunakan teknik observasi dan wawancara Teknik analisis data menggunakan reduksi data,penyajian data,dan penarikan simpulan.Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan peneliti di SDN 5 Lembah Sabil, menunjukkan bahwa penerapan metode drill merupakan latihan berulang yang diberikan guru kepada siswa dimulai dari persiapan, pelaksanaan dan penutup sehingga keterampilan siswa menggambar hewan menggunakan krayon sudah berkembang dengan baik. Keterampilan yang ditunjukkan siswa ialah, 5 siswa sangat terampil dan 3 siswa terampil dalam menarik garis, 2 siswa sangat terampil dan 6 siswa terampil dalam  membentuk bidang, 3 siswa sangat terampil dan 5 siswa terampil dalam pewarnaan dan yang terakhir 6 siswa sangat terampil dalam membuat pola dan 2 lainnya terampilnOleh karenanitu, dapatndisimpulkannbahwanketerampilanmsiswandalam menggambar hewan menggunakan krayon dengan penerapan metode drill yang dilakukan dalam 3 tahap yaitu persiapan,pelaksanaan dan penutup di kelas III SDN 5 Lembah Sabil sudah berkembang dengan baik.